Membatalkan Faktur Pajak Keluaran yang Sudah Di Upload - Klikpajak

Membatalkan Faktur Pajak Keluaran yang Sudah Di Upload

Pembatalan faktur pajak disebabkan oleh dua faktor, yaitu adanya kesalahan dalam pembuatan faktur pajak dan adanya pembatalan transaksi penyerahan Barang Kena Pajak dan/ atau penyerahan Jasa Kena Pajak. Selain itu, penyebab faktur pajak batal adalah terdapat kesalahan pengisian NPWP dan nama Lawan Transaksi yang tertera di dalam faktur pajak. Perlu Anda ketahui bahwa pembatalan faktur pajak dapat dilakukan sepanjang SPT Masa PPN dimana faktur pajak yang dibatalkan tersebut dilaporkan masih dapat dilakukan pembetulan sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku.

Simak pembahasan mengenai cara membatalkan faktur pajak keluaran yang sudah di upload berikut ini.

Pengertian Pajak Keluaran dan Faktur Pajak Keluaran

Pajak Keluaran adalah Pajak Pertambahan Nilai terutang yang wajib dipungut oleh Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak (BKP), penyerahan Jasa Kena Pajak (JKP), ekspor BKP Berwujud, ekspor BKP Tidak Berwujud dan/ atau ekspor Jasa Kena Pajak.

Sebagai bukti pungutan PPN, maka Pengusaha Kena Pajak diharuskan untuk membuat Faktur Pajak Keluaran. Pajak Pertambahan Nilai yang tercantum dalam Faktur Pajak inilah yang merupakan Pajak Keluaran bagi PKP Penjual Barang Kena Pajak dan/atau Jasa Kena Pajak.

Faktur pajak keluaran adalah faktur atas data penyerahan yang dibuat oleh pihak yang menyerahkan BKP atau JKP (penjual). Di sisi lain, faktur tersebut akan diterima oleh pihak yang memperoleh BKP atau JKP (pembeli) sebagai faktur pajak masukan. Atas kedua jenis faktur ini, PKP harus tetap melakukan entry data pada aplikasi e-Faktur.

Pembatalan Faktur Pajak oleh Pengusaha Kena Pajak

Penyebab utama mengapa faktur pajak harus dibatalkan adalah karena terjadi pembatalan transaksi penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) dan/ atau Jasa Kena Pajak (JKP) telah diterbitkan. Pembatalan transaksi atas Barang Kena Pajak dan/ atau Jasa Kena Pajak harus didukung oleh bukti atau dokumen yang menunjukkan bahwa telah terjadi pembatalan transaksi. Bukti yang dipersyaratkan dapat berupa pembatalan kontrak atau dokumen lain yang menunjukkan telah terjadi pembatalan transaksi.

Ketika akan membatalkan faktur pajak, apabila Pengusaha Kena Pajak telah melaporkan faktur pajak ke dalam Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai (SPT Masa PPN), maka Pengusaha Kena Pajak penjual tetap harus melakukan pembetulan Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai.

Pembetulan faktur pajak dilakukan dengan cara tetap melaporkan faktur pajak yang dibatalkan tersebut dan mencantumkan nilai 0 (nol) pada kolom Dasar Pengenaan Pajak (DPP), Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atau PPN dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).

Baca juga: Perbedaan Faktur Pajak dan Invoice yang Harus Anda Ketahui!

Cara Membatalkan Faktur Pajak Keluaran yang Sudah Di Upload

Cara untuk membatalkan faktur pajak keluaran yang sudah di upload melalui aplikasi e-faktur pajak cukup mudah.

Pertama, masuk menu Faktur – Pajak Keluaran – Administrasi Faktur Pajak. Kemudian, pilih faktur pajak yang akan dibatalkan.

Kedua, pastikan kembali bahwa faktur pajak keluaran yang telah dibatalkan dengan melihat status faktur menjadi “Batal”. Sehubungan dengan pembatalan faktur pajak ini, maka Nomor Seri Faktur Pajak yang telah dibatalkan tidak dapat digunakan kembali.

Faktur Pajak yang dibatalkan harus tetap diadministrasi (disimpan) oleh Pengusaha Kena Pajak penjual yang menerbitkan Faktur pajak tersebut.

Kehadiran e-Faktur Pajak Makin Memudahkan Wajib Pajak

Sejak ditetapkan pada Juli 2016, kini pemerintah telah menghadirkan e-faktur atau faktur elektronik untuk semakin memudahkan para pengusaha membayarkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Tujuannya untuk meningkatkan budaya tertib membayar pajak. Pelu diingat bahwa untuk dapat memungut dan membayarkan PPN konsumen, Anda harus terlebih dahulu dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Penyampaian faktur pajak melalui e-faktur merupakan terobosan DJP untuk memberikan kemudahan pelayanan bagi Pengusaha Kena Pajak (PKP) dalam melaporkan jumlah pajak yang harus dibayarkan. Anda tidak perlu lagi mengantre untuk membuat faktur pajak dan melakukan pelaporan SPT Masa PPN.

Tata cara pembuatan faktur pajak elektronik dan pembuatan SPT Masa PPN secara prosedur sama dengan tata cara pembuatan faktur pajak dan SPT Masa PPN manual. Secara umum, tahapan yang harus dilalui adalah: Register Aplikasi, Registrasi User, Administrasi Faktur dan Pembuatan SPT Masa PPN.

Klikpajak hadir sebagai solusi lapor pajak online melalui eFiling Pajak resmi dari Ditjen Pajak. Klikpajak adalah aplikasi penyedia jasa elektronik SPT (e-SPT) dan e-Filing pajak online yang resmi dan telah disahkan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) sesuai Surat Keputusan Nomor KEP-193/PJ/2015. Lapor SPT Tahunan Pribadi dan Badan Anda dengan mudah melalui eFiling Klikpajak.

Sebelum batas pelaporan pajak pribadi pada 31 Maret dan pajak badan tahunan berakhir pada 30 April nanti, segera penuhi segala kewajiban perpajakan Anda. Hindari sanksi administrasi karena terlambat lapor. Simpan dengan baik kode EFIN Anda demi kelancaran pembayaran pelaporan perpajakan Anda.

Daftar sekarang juga agar Anda bisa lapor SPT GRATIS selamanya tanpa dipungut biaya tambahan dan Anda akan memperoleh Bukti Lapor resmi seperti DJP Online.

Daftar sekarang juga di sini!


PUBLISHED21 Jan 2020
Novina Fransisca
Novina Fransisca

SHARE THIS ARTICLE: