Cara Mengurus SPT Tahunan untuk NPWP Cabang

Cara Mengurus SPT Tahunan untuk NPWP Cabang

SPT Tahunan memiliki fungsi penting untuk melaporkan penghitungan dan pembayaran pajak, terutama bagi Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang bertanggung jawab atas hal-hal yang terkait dengan perkembangan usahanya. Pelaporan SPT Tahunan diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2008 dimana baik Wajib Pajak Orang Pribadi atau Badan Usaha wajib menyampaikan SPT Tahunan dengan ketentuan batas waktu tiga bulan setelah akhir Tahun Pajak untuk Wajib Pajak Orang Pribadi dan empat bulan setelah akhir Tahun Pajak untuk Wajib Pajak Badan.

Bagaimana pelaporan SPT Tahunan untuk cabang perusahaan yang Anda miliki? Kewajiban SPT tetap dilakukan dengan cara mengurusnya yang berpegangan dengan ketentuan NPWP Pusat sehingga jauh dari kata merepotkan.

Kewajiban SPT Tahunan untuk Kategori Wajib Pajak Cabang

Wajib Pajak Badan

Wajib Pajak Badan berstatus cabang tidak perlu mengurus data SPT  dengan membuat yang baru melainkan hanya berkewajiban memberikan data laporan keuangan kepada Wajib Pajak Badan berstatus pusat untuk memperoleh hasil  laporan keuangan perusahaan secara keseluruhan. Ketentuan untuk  menghitung, membayarkan, dan melaporkan SPT Tahunan PPh Badan juga tidak perlu dilakukan oleh cabang perusahaan melainkan dilakukan langsung oleh Wajib Pajak Badan berstatus pusat dengan NPWP Pusat.

Wajib Pajak Orang Pribadi Pengusaha Tertentu (OPPT)

Tidak berbeda dengan Wajib Pajak Badan, untuk seluruh penghasilan cabang Wajib Pajak OPPT, kewajiban SPT  cukup dilakukan oleh NPWP Pusat.

Wajib Pajak Istri

Wajib Pajak Istri memberikan laporan seluruh penghasilan berupa Lampiran 1721-A1 atau 1721-A2 dalam SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Orang Pribadi milik suami, dengan ketentuan mendapat penghasilan hanya dari 1 pemberi kerja. NPWP yang digunakan dalam SPT Tahunan nantinya adalah NPWP Pusat yang dimiliki suami.

Tahapan Mengurus SPT Tahunan atas Cabang Perusahaan

Tercantum pada Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-19/PJ/2014 bahwa “Wajib Pajak yang mempunyai kantor-kantor cabang atau tempat-tempat usaha utama di berbagai lokasi wajib melampirkan formulir Lampiran Khusus 5A/5B bersamaan dengan pelaporan SPT Tahunan Badan kantor pusatnya.

Adapun ketentuan untuk mengisi Lampiran Khusus 5A/5B adalah sebagai berikut:

  • Pastikan dalam Lampiran Khusus 5A/5B tertulis “daftar cabang utama perusahaan”. Pada kolom Tahun Pajak dapat diisi berdasarkan tahun pelaporan pajak.
  • Isikan informasi NPWP Cabang utama dan Nama Wajib Pajak secara lengkap.
  • Pada beberapa kolom di bawah, isikan Nomor Urut, Alamat Cabang Utama, NPWP Lokasi dan jumlah Cabang Pembantu.  Untuk kolom Cabang Pembantu, Anda hanya perlu mengisi jumlahnya saja. Apabila terdapat kantor cabang pembantu di luar negeri juga dapat dicantumkan di formulir ini.

Setelah pengisian formulir Lampiran Khusus 5A/5B selesai, maka dapat dibawa bersamaan dengan seluruh data laporan SPT Tahunan untuk kemudian dilaporkan oleh Wajib Pajak Badan berstatus pusat dengan NPWP Pusat.

Itulah cara mengurus SPT untuk NPWP Cabang yang bisa dilakukan lewat Wajib Pajak Badan pusat. Anda tidak perlu khawatir untuk mengurusnya dua kali secara terpisah karena proses mengurusnya menjadi lebih ringkas dengan menggunakan NPWP Pusat sesuai ketentuan. Semoga informasi ini dapat membantu Anda agar menjadi lebih mudah dalam melakukan penghitungan dan pelaporan pajak atas cabang perusahaan yang Anda miliki.


PUBLISHED24 Aug 2018
Ageng Prabandaru
Ageng Prabandaru

SHARE THIS ARTICLE: