Batas Akhir Pembetulan SPT Tahunan, Syarat dan Caranya

Kapan Batas Akhir Pembetulan SPT Tahunan? Syarat dan Caranya

Pembetulan Surat Pemberitahuan (SPT) pajak diperlukan ketika ada koreksi fiskal maupun adanya kekeliruan dalam pengisian SPT Tahunan. Kapan batas akhir pembetulan SPT Tahunan? Klikpajak by Mekari akan mengulasnya untuk kelancaran pelaporan SPT Sobat Klikpajak.

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) memberikan pelonggaran kepada wajib pajak yang membutuhkan waktu lebih lama guna menyampaikan SPT pajak yang benar.

Tapi bukan tanpa syarat. Selain ada ketentuan yanag berlaku dalam melakukan pembetulan SPT pajak, juga ditetapkan batas akhir pembetulan SPT.

Kapan itu?

Sebelum itu, Klikpajak.id akan mengingatkan Sobat Klikpajak ada cara mudah kelola pajak dan keuangan usaha.

Ingin mengetahui cara mengelola perpajakan dan laporan keuangan perusahaan/usaha, ikuti demo online Klikpajak Demo Jurnal, kami dapat menyesuaikan waktu Sobat Klikpajak kapan saja.

Melalui Klikpajak, Sobat Pajak dapat mudah melakukan berbagai urusan perpajakan, termasuk melakukan pembetulan SPT Tahunan maupun SPT Masa.

Lebih jelasnya, Sobat Klikpajak dapat menyimak ulasan Klikpajak by Mekari berikut ini.

Pelaporan SPT dan Batas Akhir Pembetulan SPT

Meski terkesan sepele, namun pembetulan SPT sebaiknya dilakukan atas kemauan WP sendiri dengan cara membuat pernyataan tertulis sebelum adanya pemeriksaan dari DJP terkait pelaporan pajak yang sudah dilakukan jika memang dirasa perlu dilakukan pembetulan.

Ketentuan pembetulan SPT pajak yang hanya bisa dilakukan sebelum adanya tindakan pemeriksaan dari DJP ini sesuai dengan Pasal 8 ayat 1 UU KUP.

Berapa kali pembetulan bisa dilakukan?

Jawabnya, tidak ada pembatasan. Pembetulan SPT Tahunan dapat dilakukan sebanyak apapun, namun tentu saja tidak bisa semaunya. Ada syarat dan aturannya.

Batas pelaporan SPT Pajak Tahunan untuk WP Orang Pribadi (OP) adalah setiap tanggal 31 Maret. Sedangkan batas waktu pelaporan WP Badan adalah setiap tanggal 30 April.

Bagi WP yang akan melakukan pembetulan SPT, maka batas waktunya 2 tahun sebelum kedaluwarsa.

Tenggat waktu yang sama, juga berlaku untuk pembetulan SPT rugi atau lebih bayar, yakni paling lama 2 tahun sebelum kedaluwarsa penetapan.

Mengenai batas akhir pembetulan SPT Tahunan ini diatur dalam Pasal 8 Ayat 1 Undang-Undang PPh.

Dalam aturan itu disebutkan bahwa pembetulan SPT pajak ada batas waktu yang telah ditentukan.

Batasnya yaitu sepanjang belum dilakukannya tindakan pemeriksaan pajak oleh DJP.

Dengan begitu, jika pemeriksaan pajak sudah dilakukan oleh DJP, maka hak WP untuk membetulkan SPT sudah tidak bisa lagi atau tertutup.

Note: Tutorial Cara Membuat Bukti Potong PPh 23/26 Online di e-Bupot

Mengenai batas akhir pembetulan SPT Tahunan ini, juga dipertegas dalam Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2011 (PP 74).

Aturan itu menegaskan kembali bahwa batas waktu WP dapat melakukan pembetulan SPT Pajak adalah sepanjang belum dilakukan tindakan pemeriksaan, verifikasi dalam rangka menerbitkan Surat Ketetapan Pajak, dan pemeriksaan bukti permulaan oleh DJP.

Pemeriksaan terjadi ketika Surat Pemberitahuan Pemeriksaan Pajak (SP3) telah disampaikan kepada wajib pajak, wakil, kuasa, pegawai/anggota keluarga wajib pajak yang telah dewasa.

Tindakan pemeriksaan pajak pada prinsipnya dilaksanakan dalam rangka untuk menerbitkan Surat Ketetapan Pajak.

Dalam hal pembetulan SPT Tahunan, maka apabila DJP telah menyampaikan Surat Pemberitahuan Hasil Verifikasi, meskipun belum memeriksa bukti permulaan, WP tidak lagi dapat melakukan pembetulan SPT.

Batas Akhir Pembetulan SPT Tahunan, Syarat dan CaranyaIlustrasi lapor pajak online dan batas akhir pembetulan SPT

Ketentuan dalam Pembetulan SPT

Ketika pembetulan tersebut disampaikan dan hasilnya ternyata PPh terutang dinyatakan jauh lebih besar dibanding pelaporan SPT sebelumnya, maka Sobat Klikpajak dikenakan sanksi dan harus menyampaikan pelaporan pembetulan paling lama 2 tahun setelah dinyatakan lebih atau kurang bayar oleh DJP dan sebelum kedaluwarsa penetapan.

Kedaluwarsa penetapan adalah jangka waktu selama 5 tahun setelah saat terutangnya pajak atau berakhirnya Masa Pajak, bagian Tahun Pajak, atau Tahun Pajak, sebagaimana tertuang dalam Pasal 13 Ayat 1 UU KUP.

Jika Sobat Klikpajak masih bingung, mungkin contoh kasus berikut ini bisa memberikan gambaran yang lebih jelas:

Pak Kelik adalah seorang karyawan di PT AAA. Dia menyampaikan pembetulan SPT Tahunan PPh Tahun 2019.

Berdasar hasil Pembetulan, dinyatakan SPT Pak Kelik ternyata Lebih Bayar.

Untuk kasus Pak Kelik ini, maka batas waktu pembetulan SPT Pajak-nya dapat dilakukan sampai dengan 31 Desember 2022 atau 2 tahun sebelum kadaluarsa pada tahun 2024.

Pembetulan SPT untuk meluruskan ketidakbenaran (kekeliruan) pengisian SPT Masa maupun SPT Tahunan yang telah disampaikan sebelumnya, hanya boleh pada hal-hal berikut ini saja:

  1. Pajak-pajak terutang yang masih harus dibayar menjadi lebih besar
  2. Rugi menjadi lebih kecil, berdasarkan ketentuan perpajakan
  3. Jumlah harta menjadi lebih besar
  4. Jumlah modal menjadi lebih besar

Note: Cara Mengajukan Penundaan atau Perpanjangan Penyampaian SPT Tahunan

Seperti dijelaskan sebelumnya, Sobat Klikpajak harus membuat surat permohonan untuk melakukan pembetulan SPT atau pengungkapan ketidakbenaran.

Surat permohonan itu harus mencerminkan keadaan yang sesungguhnya sehingga dapat diketahui jumlah pajak terutang. 

Akan tetapi, untuk membuktikan kebenaran laporan Sobat Klikpajak, proses pemeriksaan oleh DJP tetap dilanjutkan hingga selesai.

Batas Akhir Pembetulan SPT Tahunan, Syarat dan CaranyaIlustrasi koreksi fiskal yang mempengaruhi pembetulan SPT dalam batas akhir pembetulan SPT

Selain Batas Akhir Pembetulan SPT, Ketahui Sanksinya 

Seperti yang telah disinggung di atas bahwa pembetulan SPT juga bisa dikenakan sanksi administrasi pajak.

Bicara sanksi pajak, besar tarif sanksi terbaru diatur dalam Undang-U No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Temukan ketentuan terbaru tentang perpajakan dalam UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja pada e-Book “Susunan dalam Satu Naskah UU Perpajakan (UU Cipta Kerja)”, di bawah ini:

Berikut tarif bunga sanksi administrasi pajak sebagai komponen untuk menghitung besarnya sanksi atau denda pajak:

1. Sanksi denda terkait Surat Pemberitahuan (SPT)

Rumus perhitungannya: (Tarif bunga sanksi pajak + 5% : 12)

Pengenaan sanksi paling lama 24 bulan (2 tahun).

Sanksi denda ini dikenakan pada Sobat Klikpajak yang:

  • Melakukan pembetulan SPT sendiri dan membuat utang pajak jadi lebih besar
  • Kurang bayar karena pembetulan SPT Tahunan/Masa
  • Terlambat membayar PPh Pasal 29 SPT Tahunan
  • Terlambat membayar SPT Masa

2. Sanksi denda tidak melunasi SPT kurang bayar

Rumus perhitungannya: (Tarif bunga sanksi pajak + 10% : 12)

Pengenaan sanksi paling lama 24 bulan (2 tahun).

Note: Cara Mudah Bayar Pajak Online di e-Billing

3. Sanksi denda tidak melunasi pajak kurang bayar dan mendapat SKPKB

Rumus perhitungannya: (Tarif bunga sanksi pajak + 15% : 12)

Pengenaan sanksi paling lama 24 bulan (2 tahun).

Sanksi denda ini dijatuhkan pada WP yang tidak mau melunasi pajak kurang bayar dan WP sudah mendapatkan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB).

4. Sanksi denda terkait tindak pidana karena pengungkapan ketidakbenaran

Untuk tarif sanksi denda ini, tidak menggunakan tarif fluktuatif yang mengacu pada suku bunga acuan BI.

Tarif sanksi dijatuhkan karena pengungkapan ketidakbenaran atau ketidaksesuaian data dalam konteks tindak pidana perpajakan, maupun melampirkan keterangan yang isinya tidak benar, sebesar 100% dari jumlah pajak yang kurang bayar saat pengungkapan pelaporan pajak tidak benar.

Note: Tahapan Pengenaan Sanksi Pajak: Pemeriksaan & Penyelesaiannya, UMKM Wajib Tahu

5. Penghentian Penyidikan

Penghentian penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan cuma bisa dilakukan setelah melunasi semua utang pajak yang tidak/kurang bayar/seharusnya dikembalikan.

Sobat Klikpajak juga harus menyelesaikan sanksi administrasi berupa denda sebesar 3 kali jumlah pajak yang tidak/kurang dibayar, atau yang tidak seharusnya dikembalikan.

Batas Akhir Pembetulan SPT Tahunan, Syarat dan CaranyaIlustrasi bunga sanksi administrasi pajak dalam batas akhir pembetulan SPT

Cara Pembetulan SPT Lewat e-Filing

Apabila ada kesalahan pada saat pengisian data-data pada e-SPT, maka Sobat Klikpajak diharuskan membuat SPT Pembetulan.

Kemudian Sobat Klikpajak dapat melaporkan SPT Pembetulan tersebut melalui e-Filing Klikpajak.

Sobat Klikpajak dapat lihat langkah-langkah pembetulan SPT Tahunan Pribadi di e-Filing:

1. Pada halaman utama (Home), klik menu “Lapor Pajak”.

Batas Akhir Pembetulan SPT Tahunan, Syarat dan Caranya

2. Jika sudah berhasil masuk ke halaman Lapor Pajak, Masukan file CSV yang didapatkan dari aplikasi e-SPT atau e-Faktur di field yang tersedia, dengan klik button “Pilih File”.

Batas Akhir Pembetulan SPT Tahunan, Syarat dan Caranya

3. ika file CSV yang diupload valid, maka informasi Jenis SPT, Masa pajak, NPWP, beserta keterangan pembetulan akan muncul.

4. Jika sistem kami menemukan pajak yang sudah dilaporkan sebelumnya di Klikpajak, kami akan memunculkan pajak tersebut.

Pilihlah laporan SPT yang ingin Sobat Klikpajak lakukan pembetulan, lalu klik “Lapor pembetulan”. (Langkah ini hanya muncul apabila Sobat Klikpajak telah melakukan pelaporan sebelumnya di Klikpajak)

Batas Akhir Pembetulan SPT Tahunan, Syarat dan Caranya

5. Setelah itu masukan file lampiran PDF yang ingin turut dilaporkan di field yang tersedia. Lampiran PDF ini bersifat conditional sesuai dengan kebutuhan.

Sobat Klikpajak bisa melihat daftar lampiran apa saja yang harus diunggah bersamaan dengan SPT dengan klik link “Lampiran dokumen PDF”.

Nama file PDF wajib sama dengan nama file CSV yang ingin Sobat Klikpajak laporkan.

Batas Akhir Pembetulan SPT Tahunan, Syarat dan Caranya

6. Kemudian Sobat Klikpajak akan diarahkan ke halaman utama, tab Status e-Filing, di mana akan muncul Pelaporan Sobat Klikpajak sedang diproses oleh DJP

Batas Akhir Pembetulan SPT Tahunan, Syarat dan Caranya

7. Apabila pelaporan SPT Sobat Klikpajak telah berhasil menerima NTTE, maka Sobat Klikpajak dapat melihatnya pada tab Arsip pajak, Pajak sudah dilapor

Batas Akhir Pembetulan SPT Tahunan, Syarat dan Caranya

8. Pada halaman ini akan muncul pelaporan Sobat Klikpajak dengan status lapor ‘Berhasil’ dan Status SPT ‘Nihil’ / ‘Kurang bayar’ / ‘Lebih bayar’.

BPE akan dikirimkan ke email yang terdaftar di Klikpajak dan pelaporan SPT Sobat Klikpajak telah selesai.

Batas Akhir Pembetulan SPT Tahunan, Syarat dan Caranya

Itulah sederet langkah-langkah pembetulan SPT di e- Filing.

Note: Sobat Klikpajak juga dapat mengetahui cara lapor SPT Tahunan Badan secara online melalui e-Filing Klikpajak

Melalui e-Filing Klikpajak, Sobat Klikpajak dapat melaporkan berbagai jenis SPT Tahunan/Masa PPh dengan langkah-langkah yang mudah dan gratis selamanya!

Setelah menyampaikan SPT Pajak, Sobat Klikpajak akan peroleh bukti lapor dalam bentuk elektronik, yakni Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) dari DJP, yang berisi:

  • Informasi Nama Wajib Pajak (WP)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Tanggal pembuatan BPE
  • Jam pembuatan BPE
  • Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE)

Sobat Klikpajak juga akan mendapatkan NTTE resmi dari DJP sebagai bukti lapor.

Tutorial cara lapor SPT Tahunan PPh Pribadi dan SPT Tahunan PPh Badan baca di bawah ini:

Batas Akhir Pembetulan SPT Tahunan, Syarat dan Caranya

Klikpajak by Mekari untuk Kelola Pajak Lebih Mudah

Klikpajak.id memiliki fitur lengkap dan terintegrasi yang semakin memudahkan Sobat Klikpajak melakukan aktivitas perpajakan.

Klikpajak akan menghitung kewajiban pajak dengan tepat dan akurat sehingga Sobat Klikpajak terhindar dari kesalahan penghitungan yang dapat menyebabkan pengenaan sanksi denda pajak.

Bahkan, Sobat Klikpajak juga dapat kelola pajak lebih mudah dan cepat karena Klikpajak.id terhubung dengan software akuntansi online Jurnal.id.

Sehingga, dapat menarik data laporan keuangan untuk langsung dibuatkan Faktur Pajak maupun Bukti Potong pajaknya dan langsung bisa mengambil datanya saat diperlukan untuk lapor SPT Pajak dengan cepat dalam satu platform.

Integrasi dengan Jurnal by Mekari ini merupakan teknologi canggih berbasis API integration yang membuat proses pengolahan data pajak dari bagian keuangan (accounting) lebih cepat dan mudah.

Jurnal.id adalah software akuntansi online berbasis cloud dengan laporan keuangan lengkap, seperti:

  • Neraca keuangan
  • Arus kas
  • Laba-rugi

Note: Temukan kemudahan kelola pajak dari integrasi Klikpajak dan Jurnal.id

Batas Akhir Pembetulan SPT Tahunan, Syarat dan Caranya

Fitur lengkap apa saja yang membuat pengelolaan perpajakan Sobat Klikpajak lebih efektif dan efisien?

A. Mudah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT Masa PPh Pasal 23/26 di e-Bupot

Seperti diketahui, baik WP Pengusaha Kena Pajak (PKP) maupun Non-PKP yang melakukan transaksi yang mengharuskan membuat bukti pemotongan PPh 23/26 wajib menggunakan e-Bupot mulai 1 Oktober untuk masa pajak September 2020.

Wajib e-Bupot bagi WP PKP dan Non-PKP ini diatur dalam Kepdirjen Nomor KEP-368/PJ/2020 tentang Penetapan Pemotong PPh Pasal 23/26 yang Diharuskan Membuat Bukti Pemotongan dan Diwajibkan Menyampaikan SPT Masa PPh Pasal 23/26 Berdasarkan PER-04/PJ/2017.

Klikpajak juga dilengkapi dengan fitur e-Bupot yang semakin memudahkan Sobat Klikpajak membuat bukti pemotongan PPh Pasal 23/26 dan melaporkan SPT PPh 23/26 melalui e-Bupot dengan menarik data langsung dari laporan keuangan elektronik.

Note: Langkah-Langkah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT PPh Pasal 23/26 di e-Bupot

Keunggulan e-Bupot Klikpajak

Berikut keunggulan e-Bupot Klikpajak yang dapat membantu bisnis perusahaan:

  • Pengelolaan bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah karena alur pembuatan yang efektif dan ramah penggunaan (user friendly).
  • Penghitungan pajak otomatis pada SPT Masa PPh 23/26.
  • Pengiriman bukti pemotongan pajak langsung ke lawan transaksi.
  • Bukti pemotongan serta pelaporan SPT Masa PPh 23/26 tidak perlu ditandatangani dengan tanda tangan basah.
  • Bukti pemotongan dan bukti pelaporan tersimpan aman, baik di Klikpajak dan DJP.
  • e-Bupot Klikpajak juga terintegrasi dengan sistem pembukuan akuntansi online Jurnal.id, sehingga semakin mudah membuat bukti potong.
  • e-Bupot Klikpajak juga memiliki performa yang dapat di-scale up sesuai kebutuhan.
  • Layanan support pajak yang dapat diandalkan dan tutorial dalam penggunaan aplikasi yang terus diperbarui.
  • Fitur e-Bupot Klikpajak juga menyediakan data untuk kebutuhan rekapitulasi dan rekonsiliasi data Faktur Pajak atas transaksi yang dilakukan.

Batas Akhir Pembetulan SPT Tahunan, Syarat dan Caranya

B. Membuat e-Faktur dan Lapor SPT Masa PPN Tanpa ‘Install’ Aplikasi

Seperti diketahui, DJP telah mewajibkan pengguna e-Faktur untuk melakukan update e-Faktur 3.0 menggantikan e-Faktur 2.2 mulai 1 Oktober 2020.

Wajib Pajak (WP) Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang selama ini menggunakan aplikasi e-Faktur Client Desktop DJP, harus install dan download patch terbaru untuk update e-Faktur 3.0 pada perangkat komputernya agar bisa menggunakan aplikasi yang dilengkapi dengan fitur prepopulated ini.

Dengan fitur prepopulated e-Faktur 3.0, maka DJP sudah menyiapkan data yang dibutuhkan untuk kemudian PKP tinggal mencocokkan saja saat pembuatan e-Faktur maupun pelaporan SPT Masa PPN-nya.

Ingat, meskipun PKP pengguna e-Faktur Client Desktop sudah update e-Faktur 3.0, tapi tetap harus berpindah ke aplikasi e-Faktur Web Based DJP di web-efaktur.pajak.go.id saat akan melaporkan SPT Masa PPN.

Karena DJP telah menutup pelaporan SPT Masa PPN di e-Filing dan e-SPT. Tapi lapor SPT Masa PPN wajib di aplikasi e-Faktur.

Update sistem terbaru e-Faktur 3.0 DJP ini juga harus dilakukan pada server PJAP mitra resmi DJP, seperti Klikpajak.id.

Jadi, ketika Sobat Klikpajak menggunakan e-Faktur Klikpajak, bukan hanya dapat langsung memanfaatkan fitur prepopulated e-Faktur untuk membuat Faktur Pajaknya, tapi juga bisa lapor SPT Masa PPN di e-Faktur tanpa keluar atau pindah platform.

“Langsung saja gunakan aplikasinya, biar Klikpajak.id yang mengurus sistemnya untuk mempermudah pembuatan e-Faktur, pembayaran PPN, hingga pelaporan SPT Masa PPN dengan mudah hanya dalam satu langkah.”

Ingin langsung menggunakan aplikasi e-Faktur 3.0 tanpa install aplikasinya? Langsung saja daftar dan aktifkan akun e-Faktur Sobat Klikpajak di https://my.klikpajak.id/register.

Kenapa urus Faktur Pajak lebih mudah di Klikpajak?

Sebab Sobat Klikpajak dapat membuat berbagai macam Faktur pajak, mulai dari Faktur Pajak Pengganti, Retur, bahkan dapat menghapus draft Faktur Pajak, hingga bayar PPN dan lapor SPT Masa PPN dengan langkah-langkah yang mudah hanya dalam satu platform.

Bahkan administrasi e-Faktur semakin cepat dan praktis karena Klikpajak.id terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Sehingga Sobat Klikpajak dapat menarik data laporan keuangan yang akan dibuat Faktur Pajaknya dengan sangat mudah dan simpel.

Lihat beberapa tutorial penggunaan aplikasi e-Faktur Klikpajak berikut ini:

  1. Alur Pembuatan Faktur Pajak, Bayar PPN dan Lapor SPT Masa PPN di e-Faktur
  2. Tutorial Membuat Berbagai Jenis Faktur Pajak di e-Faktur
  3. Cara Menggunakan Prepopulated Faktur Pajak Masukan di e-Faktur 3.0

Batas Akhir Pembetulan SPT Tahunan, Syarat dan Caranya

C. Setor Pajak dengan Cara Praktis di e-Billing

Sebelum menyetor pajak, harus mendapatkan Kode Billing atau ID Billing terlebih dahulu dari DJP sebagai syarat untuk membayar pajak.

Setelah mendapatkan Kode Billing dari DJP, selanjutnya membayar/menyetor pajak melalui ATM, internet banking atau teller bank/pos persepsi.

Sobat Klikpajak dapat dengan mudah membuat Kode Billing dan bayar billing di e-Billing Klikpajak.

“e-Billing Klikpajak akan menerbitkan ID Billing resmi dari DJP dan Sobat Klikpajak dapat langsung membayar Pajak tanpa keluar dari platform. Karena e-Billing Klikpajak terintegrasi dengan bank persepsi yang ditunjuk DJP untuk menerima pembayaran/setoran pajak.”

Sistem e-Billing akan membimbing Sobat Klikpajak mengisi Surat Setoran Pajak (SSP) elektronik dengan benar sesuai transaksi.

Sobat Klikpajak bisa membuat ID Billing untuk semua jenis Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS) dengan mudah dan gratis.

Semua riwayat ID Billing dan SSP akan tersimpan dengan aman sesuai jenis dan masa pajak yang diinginkan.

Begitu juga Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) juga akan disimpan dengan rapi dan aman pada Arsip Pajak di Klikpajak.

Hanya dalam satu platform, membuat Kode Billing dan bayar billing selesai dalam sekejap lewat e-Billing Klikpajak.

Setelah pembayaran pajak selesai, Sobat Klikpajak akan langsung menerima Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) resmi dari DJP.

D. Dilengkapi Fitur ‘Multi Users dan Multi NPWP’ Unlimited dan Gratis!

Klikpajak.id juga dilengkapi dengan fitur Multi Users dan Multi Company (NPWP) yang semakin membuat aktivitas perpajakan lebih efektif.

Fitur ‘Multi Users’ Klikpajak adalah fitur yang memungkinkan Sobat Klikpajak untuk dapat mengatur siapa saja dan berapa banyak pengguna yang dapat mengakses akun aplikasi Klikpajak.id di bawah nama perusahaan yang sama.

Sedangkan fitur ‘Multi Company/NPWP’ adalah fitur yang memungkinkan Sobat Klikpajak untuk mengelola beberapa perusahaan dalam satu akun Klikpajak.

Note: Lebih jelasnya bagaimana cara kerja fitur Multi Users dan Multi Company

Batas Akhir Pembetulan SPT Tahunan, Syarat dan Caranya

Data Sobat Klikpajak Terlindungi

Tenang, Sobat Klikpajak dapat menyimpan berbagai riwayat pembayaran atau bukti pelaporan pajak maupun aktivitas pajak lainnya dengan aman, karena keamanan dan kerahasiaan data terjamin.

Sebab Klikpajak.id sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standarisasi Internasional ISO (International Organization for Standardization) yang menjamin standar keamanan sistem teknologi informasi.

Sehingga Sobat Klikpajak tidak perlu khawatir kehilangan bukti bayar atau lapor pajak hilang jika terjadi kerusakan atau kehilangan komputer maupun laptop.

Karena Klikpajak merupakan aplikasi pajak berbasis web (web based) yang didukung dengan teknologi cloud, semakin memudahkan Sobat Klikpajak melakukan semua aktivitas perpajakan hanya dalam satu platform kapan pun dan di mana saja.

Baca Juga: Perbedaan e-Faktur Client Desktop, Web Based, Host to Host dan Penggunaannya

Cloud computing atau komputasi awan adalah teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat server untuk mengelola data dan juga aplikasi pengguna.

Melalui teknologi cloud, Sobat Klikpajak bisa menggunakan aplikasi tanpa harus mengunduh (download) dan memasang (install) aplikasi terlebih dahulu.

Sebab sistem cloud yang berbasis web ini memudahkan dalam mengakses data dan informasi melalui internet secara cepat.

Kode Error Lapor SPT Tahunan 2021 dan Cara MengatasinyaKeamanan data adalah yang utama

Tim ‘Support’ Klikpajak Selalu Siap Membantu Sobat Klikpajak!

“Fitur lengkap Klikpajak membantu mempermudah urusan perpajakan bagi para pelaku usaha, konsultan pajak, maupun bagi Sobat Klikpajak yang berprofesi pada bagian keuangan atau sebagai tax officer di perusahaan.”

Sebagai mitra resmi DJP, Klikpajak akan membantu dalam menghitung, membayar dan melaporkan pajak dengan mudah.

Tinggal klik, semua urusan pajak Sobat Klikpajak selesai dalam sekejap!

Ingin melihat bagaimana Klikpajak dapat membantu bisnis atau aktivitas Sobat Klikpajak dalam membuat Faktur Pajak, Bukti Pemotongan Pajak, penyampaian SPT Tahunan/Masa PPh dan PPN, serta berbagai aktivitas perpajakan lainnya secara efektif menghemat banyak waktu Anda?

Kode Error Lapor SPT Tahunan 2021 dan Cara Mengatasinya

“Jangan segan menghubungi kami, karena kami senang berbicara dengan Sobat Klikpajak. Jadwalkan demo dan kami dapat menunjukkan caranya untuk memudahkan urusan perpajakan Anda. Klikpajak.id mengerti yang Sobat Klikpajak butuhkan.”

Cukup daftarkan email Sobat Klikpajak di www.klikpajak.id dan temukan bagaimana Sobat Klikpajak dapat melakukan urusan pajak dengan sangat menyenangkan. Lebih mudah dari sekadar yang Anda bayangkan.

Sudah tahu batas akhir pembetulan SPT Tahunan, kan?

Kini saatnya Sobat Klikpajak juga dapat mengetahui cara lapor SPT Badan online dan pemahaman tentang pajak penghasilan secara komprehensif melalui Mekari University.

Asah kemampuan Sobat Klikpajak tentang perpajakan melalui kursus online di Mekari University, gratis!

Setelah menyelesaikan kursus online pajak ini, Sobat Klikpajak akan mendapatkan sertifikat dari Mekari University yang bisa menjadi portofolio Sobat Klikpajak di bidang perpajakan.

Karena belajar pajak itu mudah!

Tak perlu bayar, kemampuan pajak bisa bertambah melalui Kursus Pajak Online bersama Mekari University.

Kategori : Berita Regulasi

PUBLISHED19 Feb 2021
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: