3 Fungsi Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak - Klikpajak

3 Fungsi Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak

Dalam dunia industri dan bisnis, dikenal sebutan Pengusaha Kena Pajak (PKP). Status ini merupakan status yang diberikan pada pengusaha untuk kemudian mendapatkan hak dan kewajiban tertentu yang bisa digunakan dan harus dijalankan. Lalu secara lebih jelas, sebenarnya apa fungsi dari pengukuhan Pengusaha Kena Pajak sebagai status yang dapat dimiliki oleh pengusaha?

Sebelum masuk pada pembahasan tersebut, ada baiknya sedikit dijelaskan mengenai konsep Pengusaha kena Pajak secara singkat. Pengusaha Kena Pajak, secara definitif, adalah wajib pajak perorangan atau badan yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak sesuai dengan UU Nomor 42 Tahun 2009. Namun hal ini tidak termasuk pengusaha kecil yang batasannya ditetapkan oleh keputusan Menteri Keuangan. Kecuali jika pengusaha kecil tersebut mengajukan dan memilih untuk menjadi PKP.

 

Fungsi Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak

Dalam penetapannya, sebagai Pengusaha Kena Pajak, wajib pajak akan memiliki beberapa kewajiban dan hak yang tidak dapat dimiliki sebelum status ini diberikan. Untuk kewajibannya sendiri setidaknya bisa dijelaskan dalam 3 poin singkat.

  • Melakukan pemungutan PPN dan PPnBM yang terutang.
  • Menyetorkan PPN yang masih harus dibayar ketika pajak keluaran lebih besar daripada pajak masukan yang dapat dikreditkan serta menyetorkan PPnBM terutang.
  • Melaporkan PPN dan PPnBM yang masih terutang.

Jika hanya melihat dari kewajibannya saja, mungkin Anda kemudian akan berpikir, mengapa wajib pajak ingin memiliki status ini jika hanya ditambahkan sejumlah kewajiban saja? Tentu kewajiban ini hadir dengan kompensasi berupa hak yang juga bisa didapatkan oleh wajib pajak ketika mendapatkan status PKP.

Sebelum masuk ke bagian selanjutnya, mungkin disampaikan juga mengenai konsekuensi yang harus dihadapi oleh pengusaha dengan status PKP. Berikut penjelasannya:

  • Harus melakukan pembayaran pajak semakin besar. Hal ini dikarenakan perlakuan pajak masukan akan merugikan jika dibandingkan dengan biaya.
  • Sedikit mengurangi daya saing yang dimiliki karena otomatis harga jual meningkat. Harga ini naik karena harus melakukan pemungutan PPN dari lawan transaksi Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak.

Baca Juga: Daftar Lengkap Barang dan Jasa Bebas Pajak Pertambahan Nilai

 

Keuntungan Status PKP

Setelah memahami kewajiban yang harus dilakukan, Anda juga sebaiknya menyimak beberapa poin di bawah ini, yang isinya adalah keuntungan atau hak yang dimiliki oleh Pengusaha Kena Pajak.

  • Dengan memiliki status PKP, Anda dapat menunjukkan bahwa pengelolaan bisnis dan industri yang dilakukan sudah baik dan legal secara hukum. Selain itu, hal tersebut juga menandakan usaha yang Anda miliki memiliki ketaatan pajak yang baik.
  • Status PKP yang dimiliki akan meningkatkan kredibilitas yang dimiliki perusahaan serta nilainya di dunia industri. Setidaknya, status PKP hanya akan dimiliki usaha atau industri yang melakukan kewajiban pajaknya dengan tertib.
  • Kesempatan dan hak melakukan transaksi dengan bendaharawan pemerintah serta mengikuti lelang yang diadakan oleh pemerintah.
  • Secara ekonomis, beban produksi dan investasi pada BKP dan JKP yang dimiliki akan ditanggung oleh konsumen akhir. Artinya, kestabilan ekonomi akan lebih terjamin dan sirkulasi finansial akan semakin sehat.

Dengan beberapa keuntungan dan hak yang dipaparkan pada bagian ini, tidak heran bukan kemudian banyak pengusaha yang menginginkan status PKP? Keuntungan ini dapat berdampak baik pada jangka waktu singkat dan jangka waktu panjang. Asalkan pengusaha dengan status ini dapat benar-benar menjaga ketaatan pajak dan menjalankan kewajiban dengan baik.

Baca Juga  : Tarif 0% Pajak Pertambahan Nilai atas Ekspor Jasa Kena Pajak

 

Syarat Menjadi PKP

Memahami kewajiban, hak dan fungsi pengukuhan Pengusaha Kena Pajak sudah dapat dilihat pada poin sebelumnya. Selanjutnya Anda dapat melihat bagaimana dan syarat apa yang perlu dipenuhi untuk mengajukan pemilikan status ini.

  • Omzet dalam satu tahun buku mencapai Rp. 4.800.000.000. Pengusaha dengan omzet kurang dari nilai tersebut bisa mengajukan status ini, namun harus benar memilih dan mengajukan status ini dengan memahami semua konsekuensinya.
  • Dapat melalui proses survei yang dilakukan KPP atau KP2KP tempat dimana Anda terdaftar.
  • Memenuhi syarat berkas dan kelengkapan dokumen pengajuan PKP atau pengukuhan PKP.

 

Memiliki status tertentu dalam dunia perpajakan di Indonesia memang selalu memiliki dua sisi, keuntungan dan kerugian. Namun demikian jika dicermati dengan baik, Anda akan dapat mengetahui keuntungan yang didapatkan oleh, dalam hal ini PKP, sehingga dalam perhitungan ekonomi akan tetap memberikan sejumlah keuntungan.

Fungsi pengukuhan pengusaha kena pajak, hak dan keuntungan serta syarat yang disampaikan di atas bisa menjadi suatu gambaran untuk Anda yang mungkin ingin memiliki status tersebut. Nah, untuk membantu administrasi perpajakan agar semakin efektif, Anda bisa menggunakan Klikpajak. Mitra resmi DJP ini dapat membantu Anda untuk menghitung, membayar dan melaporkan pajak yang Anda miliki dengan cepat dan gratis.

 


PUBLISHED11 Oct 2019
Ageng Prabandaru
Ageng Prabandaru

SHARE THIS ARTICLE: