Contoh Laporan Keuangan dan Cara Membuatnya

Contoh Laporan Keuangan dan Cara Membuatnya untuk Administrasi Perpajakan

Laporan keuangan yang benar menghasilan perencanaan usaha yang tepat pula dan urusan pajak pun lancar. Ketahui cara membuat laporan keuangan dari contoh laporan keuangan berikut ini.

Membuat laporan keuangan bisa menjadi hal yang bikin deg-degan, apalagi bagi staf baru yang belum berpengalaman.

Sebab laporan keuangan ini bisa menjadi acuan bagi investor dalam menentukan langkah mereka ke depan.

“Apakah akan mempertahankan kucuran dana investasi mereka ke perusahaan tersebut atau angkat kaki karena dinilai tak ada lagi prospek.”

Ingin dapat mengelola pajak sekaligus keuangan bisnis?

Ikuti demo online cara kelola perpajakan dan laporan keuangan perusahaan atau usaha di Klikpajak Demo Jurnal, kami dapat menyesuaikan waktu Anda.

Dalam akuntansi, laporan keuangan adalah data yang menunjukkan posisi serta aktivitas keuangan sebuah perusahaan pada periode tertentu.

Laporan keuangan digunakan sebagai referensi perusahaan untuk melihat kesuksesan bisnis serta menentukan langkah ke depannya.

Pada perusahaan-perusahaan besar, laporan keuangan disusun dengan rapi karena dibuat oleh akuntan berpengalaman.

Namun untuk perusahaan yang baru berkembang, ini menjadi sebuah tantangan dan mau tidak mau staf yang ditunjuk harus menyusun laporan keuangan yang sepatutnya sesuai standar akuntansi keuangan.

Bagi Anda yang mungkin masih pemula, tidak perlu khawatir karena Klikpajak by Mekari akan memberikan contoh laporan keuangan yang dapat membantu pembuatan laporan keuangan perusahaan untuk kepentingan administasi perpajakan.

Sebab, laporan keuangan dibutuhkan untuk mengetahui kewajiban pajak yang harus dibayar dan digunakan untuk melaporkan SPT Tahunan PPh Badan maupun Pribadi pengusaha.

Persiapan Membuat Laporan Keuangan

Membuat laporan keuangan dapat menjadi tugas yang menantang, karena tingkat kesulitannya yang cukup tinggi.

Agar membuat laporan keuangan terasa mudah, maka staf tersebut memang harus tahu kaidah-kaidah cara membuat laporan keuangan.

Dalam menyusun laporan keuangan, perusahaan tidak boleh mengabaikan pengeluaran dan pemasukan kecil.

Sebab laporan keuangan dalam skala kecil juga sangat penting.

Walaupun jumlahnya kecil, namun apabila dikeluarkan terus menerus, hal tersebut bisa membuat keuangan perusahaan tekor.

Note: Kenapa Laporan Keuangan Penting Saat Lapor SPT Tahunan Badan?

Berikut ini, hal yang perlu dipersiapkan saat mau membuat laporan keuangan perusahaan:

1. Menyiapkan Buku Catatan Pengeluaran

Fungsi dari buku catatan pengeluaran adalah untuk mencatat semua pengeluaran perusahaan sekecil apapun atau sebesar apapun.

Semua biaya yang dikeluarkan perusahaan, baik sekadar membeli kopi untuk tamu kantor atau peralatan tulis di kantor, harus dicatat.

Memiliki catatan pengeluaran, akan lebih memudahkan saat menyeimbangkan buku kas pada akhir tahun.

Lebih mudah membuat laporan keuangan dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

2. Menyiapkan Buku Catatan Pemasukan

Selain pengeluaran, siapkan juga buku catatan pemasukan.

Sesuai namanya, buku catatan pemasukan berfungsi untuk memantau keseimbangan bisnis.

Buku ini mencatat semua uang yang masuk ke rekening perusahaan, termasuk utang yang sudah lunas.

Biasakan mencatat semua pemasukan setiap hari. Sebab buku kas akan sangat dibutuhkan di akhir bulan, kuartal, dan tahun.

Note: Accrual Basis: Perbedaan dengan Jenis Laporan Keuangan ‘Cash Basis’

3. Membuat Buku Stok Barang

Tidak hanya uang, sebuah perusahaan juga perlu mengurusi keluar-masuk barang.

Barang-barang yang dimaksud di sini adalah produk yang dijual atau yang dibeli perusahaan.

Semakin banyak jumlah barang yang keluar dan masuk, penjualan perusahaan otomatis semakin tinggi.

Buku stok barang merupakan contoh laporan keuangan paling sederhana, hanya saja tidak mencantumkan jumlah uang disana.

Semakin mudah kelola keuangan usaha dengan Jurnal.id karena terintegrasi dengan aplikasi pajak online Klikpajak.id.

Contoh Laporan Keuangan dan Cara Membuatnya

4. Membuat Buku Inventaris

Catatan inventaris berguna untuk memeriksa semua barang yang dimiliki perusahaan.

Buku ini berisi tentang semua barang yang dibeli oleh perusahaan untuk menunjang aktivitas pekerjaan.

Buku inventaris juga berfungsi sebagai acuan stabilitas sebuah perusahaan.

Catatan inventaris sangat penting karena bersangkutan langsung dengan laporan keuangan di akhir periode.

Note: Klikpajak, Aplikasi Pajak ‘Online’ yang Terintegrasi dengan Laporan Keuangan

5. Merangkum Buku Catatan Kas Utama

Langkah berikutnya untuk memudahkan pembuatan laporan keuangan adalah merangkum buku kas utama.

Sebab membuat laporan keuangan akan sulit tanpa buku catatan kas utama.

Buku ini merangkum semua pengeluaran dan pemasukan perusahaan, baik itu bentuk uang maupun barang.

Dari catatan ini, bisa terlihat seberapa banyak keuntungan atau kerugian yang dialami perusahaan.

Tak hanya sebagai sumber informasi keuangan, buku catatan kas utama juga merupakan dasar laporan keuangan

Contoh Laporan Keuangan dan Cara MembuatnyaIlustrasi contoh laporan keuangan

Contoh Laporan Keuangan

Dalam akuntansi, ada lima bentuk laporan keuangan, yang punya fungsi dan tujuan masing-masing.

Namun secara garis besar, tujuan laporan keuangan itu memberikan informasi keuangan yang menjadi tolok ukur kinerja sebuah perusahaan.

Setelah catatan-catatan di atas lengkap, maka pembuatan laporan keuangan bisa dimulai. Berikut ini empat contoh laporan keuangan yang bisa dibuat sebuah perusahaan.

Note: Rekonsiliasi Fiskal PPh Badan: Begini Contoh Hitungannya

1. Laporan keuangan Neraca

Laporan keuangan neraca adalah data yang memperlihatkan kondisi nilai dan posisi aktiva serta pasiva, yang pada akhirnya harus seimbang.

Apabila nilainya terhitung tidak seimbang pada akhir periode, itu artinya ada permasalahan pada posisi keuangan perusahaan.

Laporan keuangan neraca juga bisa memuat catatan utang, modal, dan kewajiban.

Berikut contoh laporan keuangan neraca:

PT AAA

Laporan Keuangan Neraca

Periode Tahun yang Berakhir 31 Desember 2021

(dalam jutaan rupiah)

Aktiva      
Aktivas Lancar:      
Kas   264.750  
Wesel tagih   200.000  
Piutang usaha   304.400  
Bunga usaha   1.000  
Persediaan barang dagang   310.750  
Perlengkapan kantor   2.400  
Asuransi dibayar dimuka   13.250  
Total Aktiva Lancar     1.096.550
Properti, bangunan dan peralatan:      
Tanah   50.000  
Peralatan usaha 135.500    
Dikurangi akumulasi Penyusutan 28.500 107.000  
Peralatan kantor 77.850    
Dikurangi akumulasi penyusutan 23.600 54.250  
Total Properti, bangunan dan peralatan     211.250
Total Aktivas     1.307.800
Kewajiban      
Kewajiban lancar:      
Utang usaha   112.100  
Wesel bayar   25.000  
Utang gaji   5.700  
Sewa diterima dimuka   9.000  
Total kewajiban lancar     151.800
Kewajiban jangka panjang:      
Wesel bayar tagihan     100.000
Total kewajiban     251.800
Ekuitas Pemilik      
Modal Pak Kelik     1.056.000
Total kewajiban dan ekuitas pemilik     1.308.250
       

 

Note: Kenapa Laporan Keuangan Penting Saat Lapor SPT Tahunan Badan?

2. Laporan Keuangan Laba Rugi

Laporan laba rugi atau income statement merangkum data kerugian serta keuntungan sebuah perusahaan.

Jika jumlah pemasukan terlihat lebih banyak pada laporan laba rugi, maka itu artinya perusahaan dapat dikatakan sukses.

Akan tetapi, jika angka pengeluarannya lebih besar dari pemasukan, posisi perusahaan artinya sedang dalam keadaan terancam.

Laporan keuangan laba rugi ada dua jenis, yakni single step dan multiple step.

a. Contoh laporan keuangan laba rugi single step

PT BBB (Perusahaan Asuransi}

Laporan Laba Rugi

Periode Tahun yag Berakhir 31 Desember 2021 dan 2020

(dalam jutaan rupiah)

  2021 2020
Pendapatan    
Pendapatan Premi    
Premi Bruto 10.000 8.000
Dikurangi: Premi reasuransi (1000) (500)
Dikurangi (ditambah): Kenaikan (penurunan) Premi yang Belum merupakan pendapatan (1500) (1000)
Jumlah Pendapatan Premi 12.500 9.500
Hasil Investasi 2000 1000
Imbalan Jasa DPLK 500 250
Pendapatan lain 750 500
Jumlah Pendapatan 15.750 11.250
Beban    
Klaim dan manfaat 2000 1000
Dikurangi: Klaim Reasuransi (1000) (500)
Ditambah (dikurangi): Kenaikan (penurunan) kewajiban manfaat polis masa depan dan estimasi kewajiban klaim 1500 1000
Amortisasi biaya akuisisi ditangguhkan 800 400
Pemasaran 500 250
Umum dan administrasi 300 150
Hasil (beban) lain 100 100
Jumlah Beban 4.200 2.400
Laba (Rugi) Sebelum Pajak 11.550 8.850
Pajak Penghasilan (1.541) (1.947)
Laba Bersih Tahun Sekarang 10.009 6.903
Dividen (2.001) (1.380)
Saldo Laba Awal Tahun 8.550 3.250
Saldo Laba Akhir Tahun 16.558 8.773
     

 

Contoh Laporan Keuangan dan Cara Membuatnya

b. Contoh laporan keuangan laba rugi multiple step

Berikut ini contoh laporan keuangan laba rugi multiple step seperti berikut: 

PT.CCC

Laporan Laba Rugi

Periode 31 Desember 2021

Pendapatan Usaha    
Pendapatan jasa service   5.000.000.000
1. Beban gaji 1.000.000.000  
2. Beban penyusutan 400.000.000  
3. Beban asuransi 250.000.000  
4. Beban perlengkapan 200.000.000  
Jumlah beban usaha   (1.850.000.000)
Laba usaha   3.150.000.000
     
Pendapatan di luar usaha
Pendapatan bunga 600.000.000  
     
Beban diluar usaha
Beban bunga 200.000.000  
Laba di luar usaha   (400.000.000)
Laba bersih   Rp3.550.000.000
     

 

3.Laporan keuangan Perubahan Modal

Dalam istilah akuntansi, laporan perubahan modal dikenal sebagai statement of changes in equity.

Laporan keuangan perubahan modal biasanya dipakai untuk melihat kondisi modal perusahaan dan data baru ketika terjadi perubahan modal.

Walhasil, dalam laporan keuangan perubahan modal akan terlihat jumlah modal awal dan saldo terakhir sebuah perusahaan.

Berikut contoh laporan keuangan perubahan modal:

CV. DDD

Laporan keuangan perubahan modal

Periode yang berakhir pada 31 Januari 2021

Modal   400.000.000
Tambahan investasi selama periode berjalan 500.000.000  
Laba bersih selama periode berjalan 277.750.000  
  777.750.000  
Dana Tarik tunai 250.000.000 527.750.000
Modal per 31 Januari 2020   927.750.000

 

Note: Mengapa Rekonsiliasi Fiskal Penting untuk Pelaporan Pajak?

4. Laporan Keuangan Arus Kas

Informasi yang dikumpulkan dalam buku catatan kas utama akan dipakai pada laporan keuangan jenis ini.

Laporan keuangan arus kas atau cash flow statement bertujuan mengenai arus keluar-masuk kas.

Lewat laporan keuangan ini, bisa diketahui seberapa banyak uang perusahaan yang sudah dibelanjakan dan apakah jumlahnya sebanding dengan pemasukan.

Data dalam laporan keuangan ini dipakai untuk memperkirakan perputaran uang perusahaan di masa mendatang dan merupakan bentuk pertanggungjawaban kepada investor atau pemangku kepentingan di perusahaan tersebut.

Berikut ini contoh laporan keuangan arus kas: 

Laporan arus kas

Periode tahun yang berakhir pada 31 Desember 2020

(dalam jutaan rupiah)

Arus Kasa dari Aktivitas Operasi  
Penerimaan kas dari pelanggan 2.522.760
Pembayaran kas kepada pemasok (1.448.290)
Pembayaran beban usaha (266.215)
Penerimaan (pembayaran) kegiatan usaha lainnya 3.960
Pembayaran pajak (256.780)
Kas Bersih yang Dihasilkan dari Aktivitas Operasi 555.435
Arus Kas dari Aktivitas Investasi  
Penambahan aset tetap (262.755)
Hasil penjualan aset tetap 3.895
Penurunan aset lain-lain (4.280)
Kas Bersih yang Digunakan untuk Aktivitas Investasi (263.140)
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan  
Pembayaran fasilitas utang bank jangka pendek (80.105)
Pengiriman (pembayaran) fasilitas kredit investasi (26.000)
Pembayaran dividen (239.820)
Pembayaran aset sewa pembiayaan 1.770
Tambahan modal yang disetor (1.970)
Kas Bersih yang Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan (274.030)
Kenaikan Kas dan Setara Kas 18.265
Kas dan Setara Kas Awal Tahun 397.245
Kas dan Setara Kas Akhir Tahun 415.510
   

 

Setelah menyusun laporan keuangan usaha, sekarang saatnya memenuhi kewajiban pajaknya.

Agar lebh mudah melakukan urusan perpajakan, gunakan aplikasi pajak online Klikpajak.id.

Klikpajak.id adalah Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) atau Application Service Provider (ASP) mitra resi Ditjen Pajak yang disahkan dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-169/PJ/2018.

Contoh Laporan Keuangan dan Cara Membuatnya

Mudahnya Urus Pajak dengan Klikpajak

Melalui Klikpajak, Anda dapat melakukan administrasi perpajakan secara efektif dan efisien.

Sebab Klikpajak memiliki fitur lengkap dan terintegrasi dengan aplikasi laporan keuangan online Jurnal.id.

Anda dapat menarik data transaksi dalam laporan keuangan untuk langsung dibuatkan Faktur Pajaknya

maupun Bukti Potong Pajaknya secara langsung, dan saat diperlukan untuk melaporkan SPT pajaknya dengan cepat dalam satu platform.

Contoh Laporan Keuangan dan Cara Membuatnya

Integrasi dengan Jurnal by Mekari ini merupakan teknologi canggih berbasis API integration yang membuat proses pengolahan data pajak dari bagian keuangan (accounting) lebih cepat dan mudah.

Jurnal.id adalah software akuntansi online berbasis cloud dengan laporan keuangan lengkap, seperti:

  • Neraca keuangan
  • Arus kas
  • Laba-rugi

Dan lainnya yang memudahkan Anda mengelola faktur, biaya, stok barang, cash link atau transfer langsung dalam aplikasi, hingga melihat ringkasan bisnis dari smartphone Anda.

Note: Ketahui bagaimana integrasi aplikasi akuntansi online Jurnal.id dan aplikasi pajak online Klikpajak.id ini semakin memudahkan urusan perpajakan Anda, selengkapnya temukan di SINI.

Berikut fitur lengkap Klikpajak yang memudahkan pengelolaan administrasi perpajakan Anda.

A. Mudah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT Masa PPh Pasal 23/26 di e-Bupot

Seperti diketahui, baik WP Pengusaha Kena Pajak (PKP) maupun Non-PKP yang melakukan transaksi yang mengharuskan membuat bukti pemotongan PPh 23/26 wajib menggunakan e-Bupot mulai 1 Oktober untuk masa pajak September 2020.

Wajib e-Bupot bagi WP PKP dan Non-PKP ini diatur dalam Kepdirjen Nomor KEP-368/PJ/2020 tentang Penetapan Pemotong PPh Pasal 23/26 yang Diharuskan Membuat Bukti Pemotongan dan Diwajibkan Menyampaikan SPT Masa PPh Pasal 23/26 Berdasarkan PER-04/PJ/2017.

Klikpajak juga dilengkapi dengan fitur e-Bupot yang semakin memudahkan Anda membuat bukti pemotongan PPh Pasal 23/26 dan melaporkan SPT PPh 23/26 melalui e-Bupot dengan menarik data langsung dari laporan keuangan elektronik.

Note: Langkah-Langkah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT PPh Pasal 23/26 di e-Bupot

Keunggulan e-Bupot Klikpajak

Berikut keunggulan e-Bupot Klikpajak yang dapat membantu bisnis perusahaan:

  • Pengelolaan bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah karena alur pembuatan yang efektif dan ramah penggunaan (user friendly).
  • Penghitungan pajak otomatis pada SPT Masa PPh 23/26.
  • Pengiriman bukti pemotongan pajak langsung ke lawan transaksi.
  • Bukti pemotongan serta pelaporan SPT Masa PPh 23/26 tidak perlu ditandatangani dengan tanda tangan basah.
  • Bukti pemotongan dan bukti pelaporan tersimpan aman, baik di Klikpajak dan DJP.
  • e-Bupot Klikpajak juga terintegrasi dengan sistem pembukuan akuntansi online Jurnal.id, sehingga semakin mudah membuat bukti potong.
  • e-Bupot Klikpajak juga memiliki performa yang dapat di-scale up sesuai kebutuhan.
  • Layanan support pajak yang dapat diandalkan dan tutorial dalam penggunaan aplikasi yang terus diperbarui.
  • Fitur e-Bupot Klikpajak juga menyediakan data untuk kebutuhan rekapitulasi dan rekonsiliasi data Faktur Pajak atas transaksi yang dilakukan.

B. Membuat e-Faktur dan Lapor SPT Masa PPN Tanpa ‘Install’ Aplikasi

Seperti diketahui, DJP telah mewajibkan pengguna e-Faktur untuk melakukan update e-Faktur 3.0 menggantikan e-Faktur 2.2 mulai 1 Oktober 2020.

Wajib Pajak (WP) Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang selama ini menggunakan aplikasi e-Faktur Client Desktop DJP, harus install dan download patch terbaru untuk update e-Faktur 3.0 pada perangkat komputernya agar bisa menggunakan aplikasi yang dilengkapi dengan fitur prepopulated ini.

Dengan fitur prepopulated e-Faktur 3.0, maka DJP sudah menyiapkan data yang dibutuhkan untuk kemudian PKP tinggal mencocokkan saja saat pembuatan e-Faktur maupun pelaporan SPT Masa PPN-nya.

Ingat, meskipun PKP pengguna e-Faktur Client Desktop sudah update e-Faktur 3.0, tapi tetap harus berpindah ke aplikasi e-Faktur Web Based DJP di web-efaktur.pajak.go.id saat akan melaporkan SPT Masa PPN.

Karena DJP telah menutup pelaporan SPT Masa PPN di e-Filing dan e-SPT. Tapi lapor SPT Masa PPN wajib di aplikasi e-Faktur.

Update sistem terbaru e-Faktur 3.0 DJP ini juga harus dilakukan pada server PJAP mitra resmi DJP, seperti Klikpajak.id.

Jadi, ketika Anda menggunakan e-Faktur Klikpajak, bukan hanya dapat langsung memanfaatkan fitur prepopulated e-Faktur untuk membuat Faktur Pajaknya, tapi juga bisa lapor SPT Masa PPN di e-Faktur tanpa keluar atau pindah platform.

“Langsung saja gunakan aplikasinya, biar Klikpajak.id yang mengurus sistemnya untuk mempermudah pembuatan e-Faktur, pembayaran PPN, hingga pelaporan SPT Masa PPN Anda dengan mudah hanya dalam satu langkah.”

Ingin langsung menggunakan aplikasi e-Faktur 3.0 tanpa install aplikasinya? Langsung saja daftar dan aktifkan akun e-Faktur Anda di https://my.klikpajak.id/register.

Kenapa urus Faktur Pajak lebih mudah di Klikpajak?

Melalui Klikpajak.id, Anda dapat membuat berbagai macam Faktur pajak, mulai dari Faktur Pajak Pengganti, Retur, bahkan dapat menghapus draft Faktur Pajak, hingga bayar PPN dan lapor SPT Masa PPN dengan langkah-langkah yang mudah hanya dalam satu platform.

Bahkan administrasi e-Faktur semakin cepat dan praktis karena Klikpajak.id terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Sehingga Anda dapat menarik data laporan keuangan yang akan dibuat Faktur Pajaknya dengan sangat mudah dan simpel.

Lihat beberapa tutorial penggunaan aplikasi e-Faktur Klikpajak berikut ini:

  1. Alur Pembuatan Faktur Pajak, Bayar PPN dan Lapor SPT Masa PPN di e-Faktur
  2. Tutorial Membuat Berbagai Jenis Faktur Pajak di e-Faktur
  3. Cara Menggunakan Prepopulated Faktur Pajak Masukan di e-Faktur 3.0

C. Lapor SPT di e-Filing Klikpajak Gratis!

Anda dapat memanfaatkan fitur e-Filing Klikpajak untuk melaporkan berbagai jenis SPT Tahunan/Masa PPh dengan langkah-langkah yang mudah.

Lapor SPT juga gratis selamanya melalui e-Filing Klikpajak.

Anda bisa melaporkan semua jenis SPT mulai dari SPT Tahunan Pajak Badan, SPT Masa (Bulanan) Pajak, dan SPT Tahunan Pajak Pribadi.

Setelah menyampaikan SPT Pajak, Anda akan peroleh bukti lapor dalam bentuk elektronik, yakni Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) dari DJP, yang berisi:

  • Informasi Nama Wajib Pajak (WP)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Tanggal pembuatan BPE
  • Jam pembuatan BPE
  • Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE)

Melalui Klikpajak, Anda juga akan mendapatkan NTTE resmi dari DJP sebagai bukti lapor.

Note: Cara Lapor SPT Tahunan Pribadi Online di e-Filing Klikpajak

Tutorial lapor SPT PPh Badan juga dapat Anda lihat pada video berikut:

Ketentuan Sanksi Denda Pajak Terbaru

Berikut rincian aturan sanksi dan denda pajak dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU Cipta Kerja):

1. Sanksi denda terkait Surat Pemberitahuan (SPT)

Rumus hitungannya:

(Tarif bunga sanksi pajak + 5% : 12)

Pengenaan sanksi paling lama 24 bulan (2 tahun).

Sanksi denda ini dikenakan pada Wajib Pajak (WP) yang:

  • Melakukan pembetulan SPT sendiri dan membuat utang pajak jadi lebih besar
  • Kurang bayar karena pembetulan SPT Tahunan/Masa
  • Terlambat membayar PPh Pasal 29 SPT Tahunan
  • Terlambat membayar SPT Masa

2. Sanksi denda tidak melunasi SPT kurang bayar

Rumus hitungannya:

(Tarif bunga sanksi pajak + 10% : 12)

Pengenaan sanksi paling lama 24 bulan (2 tahun).

Note: Kewajiban dalam Pelaporan SPT Tahunan Terkait PPh Pasal 29

3. Sanksi denda tidak melunasi pajak kurang bayar dan mendapat SKPKB

Rumus hitungannya:

(Tarif bunga sanksi pajak + 15% : 12)

Pengenaan sanksi paling lama 24 bulan (2 tahun).

Sanksi denda ini dikenakan pada WP yang tidak melunasi pajak kurang bayar dan telah mendapatkan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB).

4. Sanksi denda tidak lapor SPT dan mengisi SPT tidak benar

Untuk sanksi denda ini tidak menggunakan tarif fluktuatif yang mengacu pada suku bunga acuan BI.

Sanksi denda tidak lapor SPT atau mengisi SPT dengan tidak benar atau tidak lengkap, maupun melampirkan keterangan yang isinya tidak benar, sebesar 100% dari jumlah pajak yang kurang bayar saat pengungkapan pelaporan pajak tidak benar.

5. Sanksi administratif PPh PKP kurang bayar

Sanksi administratif berupa bunga yang ditetapkan Menteri Keuangan dihitung sejak terutangnya pajak atau berakhirnya Masa Pajak, bagian Tahun Pajak, atau Tahun Pajak hingga diterbitkannya Surat Tagihan (STP).

Temukan ketentuan terbaru tentang perpajakan dalam Undang-Undang Cipta Kerja Nomor 11 Tahun 2020 pada e-Book “Susunan dalam Satu Naskah UU Perpajakan (UU Cipta Kerja)”, berikut ini:

Ketahui Batas Waktu Bayar dan Lapor SPT Pajak

Tak perlu bingung kapan waktunya harus bayar lapor pajak untuk menghindari sanksi atau denda telat bayar dan lapor pajak.

Lebih mudah lihat semua jadwal pembayaran dan pelaporan pajak pada kalender saku di Kalender Pajak Klikpajak.

D. Bisa Membuat Kode Billing Sekaligus Bayar Pajak di e-Billing

Sebelum menyetor pajak, harus mendapatkan Kode Billing atau ID Billing terlebih dahulu dari DJP sebagai syarat untuk membayar pajak.

Setelah mendapatkan Kode Billing dari DJP, selanjutnya membayar/menyetor pajak melalui ATM, internet banking atau teller bank/pos persepsi.

Melalui e-Billing Klikpajak, Anda dapat membuat Kode Billing untuk semua jenis Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS) dengan mudah dan gratis.

Semua riwayat ID Billing dan SSP akan tersimpan dengan aman sesuai jenis dan Masa Pajak yang diinginkan.

Begitu juga Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) akan disimpan dengan rapi dan aman pada fitur Arsip Pajak di Klikpajak.

Sistem e-Billing akan membimbing Anda mengisi Surat Setoran Pajak (SSP) elektronik dengan benar sesuai transaksi.

Klikpajak.id akan menerbitkan ID Billing Anda resmi dari DJP dan Anda dapat langsung membayar Pajak tanpa keluar dari platform. Karena e-Billing Klikpajak terintegrasi dengan bank persepsi yang ditunjuk DJP untuk menerima pembayaran/setoran pajak.”

Setelah pembayaran pajak selesai, Anda akan langsung menerima Bukti Penerimaan Negara (BPN) resmi dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Note: Langkah-Langkah Cara Membuat Kode Billing dan Bayar Billing di e-Billing

Contoh Laporan Keuangan dan Cara Membuatnya

E. Dilengkapi Fitur ‘Multi Users dan Multi NPWP’ Unlimited dan Gratis!

Klikpajak.id juga dilengkapi dengan fitur Multi Users dan Multi Company (NPWP) yang semakin membuat aktivitas perpajakan Anda lebih efektif.

Fitur ‘Multi Users’ Klikpajak adalah fitur yang memungkinkan Anda untuk dapat mengatur siapa saja dan berapa banyak pengguna yang dapat mengakses akun aplikasi Klikpajak.id di bawah nama perusahaan yang sama.

Sedangkan fitur ‘Multi Company/NPWP’ adalah fitur yang memungkinkan Anda untuk mengelola beberapa perusahaan dalam satu akun Klikpajak.

Note: Lebih jelasnya bagaimana cara kerja fitur Multi Users dan Multi Company ini, selengkapnya lihat di SINI.

Contoh Laporan Keuangan dan Cara Membuatnya

F. Data Anda Terlindungi

Tenang, Anda dapat menyimpan berbagai riwayat pembayaran atau bukti pelaporan pajak maupun aktivitas pajak lainnya dengan aman, karena keamanan dan kerahasiaan data terjamin.

Sebab Klikpajak.id sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standarisasi Internasional ISO (International Organization for Standardization) yang menjamin standar keamanan sistem teknologi informasi.

Sehingga Anda tidak perlu khawatir kehilangan bukti bayar atau lapor pajak hilang jika terjadi kerusakan atau kehilangan komputer maupun laptop.

Karena Klikpajak merupakan aplikasi pajak berbasis web (web based) yang didukung dengan teknologi cloud, semakin memudahkan Anda melakukan semua aktivitas perpajakan hanya dalam satu platform kapan pun dan di mana saja.

Baca Juga: Perbedaan e-Faktur Client Desktop, Web Based, Host to Host dan Penggunaannya

Cloud computing atau komputasi awan adalah teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat server untuk mengelola data dan juga aplikasi pengguna.

Melalui teknologi cloud, Anda bisa menggunakan aplikasi tanpa harus mengunduh (download) dan memasang (install) aplikasi terlebih dahulu.

Sebab sistem cloud yang berbasis web ini memudahkan Anda dalam mengakses data dan informasi melalui internet secara cepat.

Contoh Laporan Keuangan dan Cara MembuatnyaKeamanan data adalah yang utama

Tim ‘Support’ Klikpajak Selalu Siap Membantu Anda!

“Fitur lengkap Klikpajak membantu mempermudah urusan perpajakan bagi Anda para pelaku usaha, konsultan pajak, maupun bagi Anda yang berprofesi pada bagian keuangan atau sebagai tax officer di perusahaan.”

Sebagai mitra resmi DJP, Klikpajak akan membantu Anda dalam menghitung, membayar dan melaporkan pajak Anda dengan mudah.

Tinggal klik, semua urusan pajak Anda selesai dalam sekejap!

Ingin melihat bagaimana Klikpajak dapat membantu bisnis atau aktivitas Anda dalam membuat Faktur Pajak, Bukti Pemotongan Pajak, penyampaian SPT Tahunan/Masa PPh dan PPN, serta berbagai aktivitas perpajakan lainnya secara efektif menghemat banyak waktu Anda?

“Jangan segan menghubungi kami, karena kami senang berbicara dengan Anda. Jadwalkan demo dan kami dapat menunjukkan caranya untuk memudahkan urusan perpajakan Anda. Klikpajak.id mengerti yang Anda butuhkan.”

Cukup daftarkan email Anda di www.klikpajak.id dan temukan bagaimana Anda dapat melakukan urusan pajak dengan sangat menyenangkan. Lebih mudah dari sekadar yang Anda bayangkan.

Itulah contoh laporan keuangan yang bisa dipelajari

Ingin kelola pajak dan keuangan usaha?

Ikuti demo online cara mengelola pajak dan laporan keuangan perusahaan di Klikpajak Demo Jurnal, kami dapat menyesuaikan waktu Anda.


PUBLISHED18 Jan 2021
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: