Cara Lapor SPT Tahunan Badan Melalui Lapor SPT 'Online'

Cara Lapor SPT Tahunan Badan Melalui Lapor SPT ‘Online’

Guna mempermudah Wajib Pajak (WP) dalam menunaikan kewajiban perpajakan, pemerintah telah meluncurkan sistem pelaporan pajak secara daring. Bagi WP Badan ketahui cara lapor SPT Tahunan Badan melalui lapor SPT online.

Dengan adanya pelaporan SPT Tahunan online, Anda tidak perlu lagi mendatangi Kantor Pelayanan Pajak (KPP) terdekat untuk mengurus pajak. Cukup perlu mengakses e-Filing, yaitu penyampaian SPT Tahunan melalui situs DJP Online dan Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) seperti Klikpajak.id.

Pelaporan SPT Tahunan badan melalui e-Filing jauh lebih praktis dan menghemat waktu, karena Anda dapat melakukannya kapan pun dan di mana saja.

Anda pun tidak perlu repot bolak-balik ke KPP. Tak hanya itu, e-Filing juga memiliki tampilan ramah pengguna dan memuat panduan pelaporan SPT yang mudah dipahami. 

Bagaimanacara lapor SPT Tahunan Badan melalui lapor SPT online, berikut ulasan Klikpajak by Mekari yang juga akan membahas tentang dasar hukum serta tata cara pelaporan SPT Tahunan Badan melalui e-Filing.

Aturan Kewajiban e-Filing SPT Tahunan Badan

Berkenaan dengan penggunaan e-Filing, DJP mengeluarkan Pengumuman Direktorat Jenderal Pajak Nomor PENG-04/PJ.09/2016 tentang Kewajiban Pelaporan Pajak secara Elektronik Bagi Pengusaha Kena Pajak Pengguna e-Faktur. 

Peraturan tersebut menyatakan bahwa Wajib Pajak yang telah ditetapkan sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP) dan membuat e-Faktur, harus melakukan e-Filing atau menyampaikan SPT Tahunan PPh Badan.

Note: Ingin memanfaatkan penurunan tarif PPh Badan? Segera Lapor SPT Tahunan ‘Online’, Nikmati Penurunan PPh Badan 22% dan 17%

Dasar Hukum e-Filing Klikpajak

Klikpajak merupakan salah satu PJAP atau Application Service Provider (ASP) resmi yang disahkan oleh DJP melalui Surat Keputusan Nomor KEP-169/PJ/2018 untuk membantu wajib pajak menunaikan kewajiban perpajakan.

Artinya, ada jaminan bahwa pelaporan pajak badan atau perusahaan Anda akan langsung diintegrasikan ke sistem DJP dengan aman.

Ilustrasi lapor SPT Tahunan Badan melalui e-Filing Klikpajak

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Lapor SPT Tahunan Badan?

Sebelum Lapor SPT Tahunan Badan, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan oleh wajib pajak, di antaranya adalah:

a. Memiliki EFIN

Nomor EFIN atau Electronic Filing Identification Number merupakan nomor identifikasi wajib pajak yang dikeluarkan oleh DJP untuk mendaftar akun DJP Online dan mengakses e-Filing. 

Note: Lupa EFIN saat PSBB? Jangan Panik, Lakukan Cara Ini!

Jadi, jika ingin melaporkan SPT Tahunan Pribadi maupun Badan, wajib pajak harus memiliki EFIN.  Untuk mendapatkannya, wajib pajak perlu mendatangi KPP terdekat dan tidak boleh diwakilkan oleh orang lain. Setelah didapat, wajib pajak dapat mengaktivasi EFIN dengan cara berikut:

  1. Masuk ke situs DJP Online atau Klikpajak.id
  2. Klik “Daftar di sini”, kemudian masukkan NPWP, EFIN, dan kode keamanan. Setelah itu klik “Verifikasi”.
  3. Lalu akan muncul halaman di mana nama wajib pajak sudah terisi secara otomatis. Pastikan semua informasi sudah benar dan sesuai.
  4. Setelah itu masuk tahap registrasi. Masukkan alamat surel dan nomor ponsel. Buat kata sandi untuk login akun DJP Online.
  5. Periksa surel yang didaftarkan tadi. Akan ada tautan aktivasi yang diberikan oleh DJP Online. Klik tautan tersebut untuk mengaktivasi akun DJP Online.
  6. Login menggunakan NPWP dan kata sandi yang tadi dibuat.
  7. EFIN sudah diaktivasi dan siap untuk lapor pajak.

Dapatkan Kode EFIN Sebelum Memulai Lapor Pajak OnlineContoh EFIN untuk lapor SPT Tahunan Badan secara online di e-Filing

b. Formulir SPT Tahunan 1771 dan Lampirannya

Sebelum melaporkan SPT Tahunan, wajib pajak akan diarahkan untuk mengisi SPT Tahunan khusus badan di situs DJP Online, yaitu formulir 1771. 

Formulir 1771 merupakan formulir SPT Tahunan PPh yang digunakan untuk melaporkan penghasilan, biaya dan perhitungan PPH terutang dalam kurun waktu satu tahun pajak.

Formulir ini terdiri dari dua halaman yang memuat enam lampiran terkait informasi mengenai pajak I-IV. 

  • Lampiran I: Formulir yang memuat informasi mengenai laporan keuangan komersial dan perhitungan penghasilan neto fiskal.
  • Lampiran II: Formulir untuk menginformasikan perincian harga pokok penjualan, biaya usaha secara komersial, dan biaya dari luar usaha.
  • Lampiran III: Formulir untuk melaporkan kredit pajak dalam negeri.
  • Lampiran IV: Formulir untuk menginformasikan jumlah penghasilan yang dikenakan PPh final, jumlah PPh final yang dibayarkan, serta jumlah penghasilan yang bukan objek PPh.
  • Lampiran V: Formulir untuk melaporkan daftar pemegang saham atau pemilik modal dan jumlah dividen yang dibagikan, serta susunan pengurus dan komisaris.
  • Lampiran VI: Formulir untuk melaporkan daftar penyertaan modal pada perusahaan afiliasi, daftar utang dari pemegang saham dan/atau perusahaan afiliasi, daftar piutang kepada pemegang saham dan/atau perusahaan afiliasi.

Selain keenam lampiran tersebut, ada pula lampiran khusus 1A hingga 8A yang perlu diisi oleh wajib pajak. Lampiran tersebut antara lain memuat daftar penyusutan dan amortisasi, serta daftar cabang utama perusahaan.

Data-data yang diisikan pada formulir tersebut nantinya akan dilaporkan melalui e-Filing.

Ilustrasi laporan keuangan untuk pelengkan lapor SPT Tahunan Badan

c. Dokumen Pelengkap

Selanjutnya, wajib pajak harus mengunggah berkas-berkas pelengkap yang sesuai dengan peraturan PER-01/PJ/2017. Berkas-berkas tersebut antara lain:

  • Laporan Keuangan
  • Penghitungan Peredaran Bruto & Pembayaran (Khusus Wajib Pajak PP 46)
  • Laporan Debt to Equity Ratio & Utang Swasta Luar Negari (Khusus Wajib Pajak PT yang membebankan Utang)
  • Ikhtisar Dokumen Induk & Dokumen Lokal (Khusus Wajib Pajak dengan Transaksi Hub Istimewa)
  • Laporan Penyampaian CBCR Country oleh Country Report)
  • Dafnom Biaya Entertainment (jika ada)
  • Dafnom Biaya Promosi (jika ada)
  • Khusus Wajib Pajak Migas: Laporan Tahunan Penerimaan Negara dari Kegiatan Hulu Minyak dan/atau Gas Bumi>
  • Khusus BUT (Bentuk Usaha Tetap), yaitu SSP PPh Pasal 26 Ayat 4, Pemberitahuan Bentuk Penanaman Modal, Laporan Keuangan Konsolidasi/Kombinasi.

Ilustrasi lapor SPT Tahunan Badan secara online

Cara Lapor SPT Tahunan Badan

Setelah hal-hal yang disebutkan di atas dipersiapkan, barulah wajib pajak dapat melaporkan SPT Tahunan Badan. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Masuk akun e-Filling yang ada di situs web DJP Online atau Klikpajak.id
  2. Klik “e-Filing” kemudian pilih Buat SPT.
  3. Setelah itu, akan muncul beberapa pertanyaan. Jawab pertanyaan tersebut dengan benar supaya sistem bisa menentukan jenis formulir SPT yang sesuai. Dalam hal ini, formulir 1771, seperti yang tadi sudah dijelaskan.
  4. Kemudian, isi dan lengkapilah formulir yang diberikan. Jawab beberapa pertanyaan panduan yang muncul setelahnya.
  5. Masukkan kode verifikasi yang sebelumnya sudah dikirim ke alamat surel.
  6. Klik “Kirim SPT”. Lapor SPT Tahunan badan sudah selesai.

Agar lebih mudah menyampaikan SPT pajak, gunakan aplikasi pajak online Klikpajak.di.

Contoh fitur lapor SPT Tahunan Badan online di e-Filing Klikpajak

Anda akan mendapatkan kemudahan cara lapor SPT Tahunan/Masa pajak dengan menggunakan aplikasi e-Filing Klikpajak. Sebab Anda akan dipandu dengan langkah-langkah mudah.

Anda bisa melaporkan seluruh jenis SPT secara gratis selamanya melalui e-Filing Klikpajak kapan saja dan di mana saja, seperti:

  • Sura Pemberutahuan (SPT) Tahunan Pajak Badan
  • SPT Masa (Bulanan) Pajak
  • SPT Tahunan Pajak Pribadi

Setelah menyampaikan SPT Pajak, Anda akan peroleh bukti lapor dalam bentuk elektronik, yakni Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) dari DJP, yang berisi:

  • Informasi Nama Wajib Pajak (WP)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Tanggal pembuatan BPE
  • Jam pembuatan BPE
  • Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE)

Melalui Klikpajak, Anda juga akan mendapatkan NTTE resmi dari DJP sebagai bukti lapor.

Note: Selengkapnya kemudahan dalam urusan penyampaian pajak mulai dari Membuat ID Billing hingga lapor SPT online lewat aplikasi e-Filing Klikpajak juga gratis, baca di SINI.

Ketahui Batas Waktu Bayar dan Lapor SPT Pajak

Hindari sanksi atau denda telat bayar dan lapor pajak, lebih mudah lihat semua jadwal pembayaran dan pelaporan pajak pada kalender saku di Kalender Pajak Klikpajak.

Manfaatkan Fitur Lengkap Klikpajak

“Klikpajak memiliki fitur lengkap sebagai aplikasi pajak online yang membantu mempermudah urusan perpajakan bagi Anda para pelaku usaha, konsultan pajak, maupun bagi Anda yang bekerja sebagai tax officer di perusahaan.”

Anda dapat nyaman menggunakan aplikasi Klikpajak karena keamanan dan kerahasiaan data terjamin. Sebab Klikpajak sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standar Internasional ISO yang menjamin standar keamanan sistem teknologi informasi.

Selain e-Filing, berikut fitur lengkap Klikpajak lainnya yang semakin memudahkan Anda dalam melakukan aktivitas perpajakan:

Klikpajak merupakan aplikasi pajak online lengkap dan terintegrasi dalam satu platform yang memudahkan Anda mengelola administrasi perpajakan, mulai dari:

  • Faktur Pajak Masukan
  • Faktur Pajak Keluaran
  • Membuat Faktur Pajak Retur
  • Mengelola Faktur Pajak Masukan, Keluaran, dan Retur

Anda akan dipandu dengan langkah-langkah penggunaan fitur e-Faktur yang mudah dan sederhana.

Panduan langkah-langkah cara membuat e-Faktur dan contoh perhitungan PPN serta pelaporan SPT Masa PPN selengkapnya bisa dilihat di SINI.

Fitur e-Faktur Klikpajak juga memudahkan Anda mengelola Nomor Seri Faktur Pajak (NSFP) dan memperoleh Surat Pemberitahuan (Pajak Pertambahan Nilai) PPN sesuai data yang diunggah ke DJP.

Note: Anda juga dapat menginput data Faktur Masukan menggunakan Scan QR Code e-Faktur Klikpajak secara gratis. Untuk langkah-langkah input Faktur Pajak Masukan lewat handphone selengkapnya lihat di SINI.

Contoh membuat Faktur Pajak di e-Faktur Klikpajak selain fitur lapor SPT Tahunan Badan

e-Bupot Klikpajak

Klikpajak juga dilengkapi fitur e-Bupot yang memudahkan Anda menerbitkan Bukti Potong dan mengelola bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah. Karena alur yang efisien dan ramah penggunaan (user friendly).

Seperti diketahui, pembuatan Bukti Potong PPh Pasal 23/26 wajib menggunakan e-Bupot ayang berlaku mulai 1 Agustus 2020 ditetapkan dalam Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-269/PJ/2020.

Keunggulan e-Bupot Klikpajak

e-Bupot Klikpajak memiliki keunggulan yang bisa Anda manfaatkan untuk membantu bisnis perusahaan, di antaranya:

  • Pengelolaan bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah karena alur pembuatan yang efisien dan ramah penggunaan (user friendly).
  • Penghitungan pajak otomatis pada SPT Masa PPh 23/26.
  • Pengiriman bukti pemotongan pajak langsung ke lawan transaksi.
  • Bukti pemotongan serta pelaporan SPT Masa PPh 23/26 tidak perlu ditandatangani dengan tanda tangan basah.
  • Bukti pemotongan dan bukti pelaporan tersimpan aman, baik di PJAP dan DJP karena Klikpajak menggunakan teknologi cloud. Sehingga tak perlu khawatir bukti potong dan lapor pajak hilang jika terjadi kerusakan atau kehilangan komputer maupun laptop karena Anda tetap bisa mengaksesnya di mana pun.
  • Keamanan dan kerahasiaan data terjamin karena Klikpajak sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standar Internasional ISO, yang menjadi standar keamanan sistem teknologi informasi.
  • e-Bupot Klikpajak juga terintegrasi dengan sistem pembukuan akuntansi online Jurnal.id, sehingga semakin mudah dalam pembuatan bukti potong.
  • e-Bupot Klikpajak juga memiliki performa yang dapat di-scale up sesuai kebutuhan.
  • Layanan support pajak yang dapat diandalkan dan tutorial dalam penggunaan aplikasi yang terus diperbarui.
  • Fitur e-Bupot Klikpajak juga menyediakan data untuk kebutuhan rekapitulasi dan rekonsiliasi data faktur pajak atas transaksi yang dilakukan.

Note: Langkah-langkah membuat bukti potong PPh Pasal 23/26 dan penjelasan lengkap mengenai bukti pemotongan, baca di SINI.

Contoh fitur e-Bupot Klikpajak selain fitur lapor SPT Tahunan Badan

e-Billing Klikpajak

Sistem e-Billing akan membimbing Anda mengisi Surat Setoran Pajak (SSP) elektronik dengan benar sesuai transaksi. Sebelum menyetor pajak, Anda perlu mendapatkan Kode Billing atau ID Billing terlebih dahulu dari DJP melalui e-Billing.

Anda bisa membuat ID Billing untuk semua jenis Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS) dengan mudah dan gratis.

Semua riwayat ID Billing dan SSP akan tersimpan dengan aman sesuai jenis dan masa pajak yang diinginkan. Begitu juga Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) juga akan disimpan dengan rapi dan aman pada Arsip Pajak di Klikpajak.

Contoh fitur aplikasi akuntansi online Jurnal.id

Terintegrasi dengan Aplikasi Akuntansi ‘Online’

Kelebihan lain Klikpajak adalah bisa menarik data langsung dari laporan keuangan pengguna aplikasi akuntansi online. Salah satunya adalah Jurnal.id.

Anda semakin mudah dalam membuat dan mengelola e-Faktur serta e-Bupot karena Klikpajak bisa menarik data langsung dari laporan keuangan pengguna aplikasi akuntansi online seperti Jurnal by Mekari – Simple Online Accounting Software.

Ini adalah teknologi canggih berbasis API integration yang membuat proses pengolahan data pajak dari bagian accounting (keuangan) lebih cepat dan mudah. Sehingga proses pengelolaan pajak jadi makin gampang dan tepat hanya dengan Klikpajak.

Tim ‘Support’ Klikpajak Siap Membantu Anda!

Sebagai mitra resmi DJP, KlikPajak akan membantu Anda dalam menghitung, membayar hingga melaporkan kegiatan perpajakan. Tinggal klik, semua urusan pajak Anda selesai dalam sekejap!

Ingin melihat bagaimana Klikpajak dapat membantu bisnis Anda dalam membuat Faktur Pajak secara efektif yang dapat menghemat banyak waktu Anda? Kami senang berbicara dengan Anda. Jadwalkan demo dan kami dapat menunjukkan caranya.

Cukup daftarkan email Anda di www.klikpajak.id dan manfaatkan kemudahan dalam mengurus perpajakan Anda mulai dari menghitung, membayar hingga melaporkan pajak hanya dalam satu platform.


PUBLISHED05 Sep 2020
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: