Cara Lapor SPT Tahunan Badan dan Pengisian Formulirnya

Cara Lapor SPT Tahunan Badan dan Pengisian Formulirnya

Bukan hanya Wajib Pajak (WP) Orang Pribadi, perusahaan atau badan juga wajib lapor SPT Tahunan Badan dari pajak penghasilan yang telah dibayarkan atau disetorkan ke kas negara. Ketahui cara pelaporannya dan cara mengisi formulir SPT Tahunan Badan.

Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan PPh Badan menjadi bukti perusahaan atau badan tersebut telah menunaikan kewajiban sebagai badan usaha yang taat pajak.

Tenggat atau batas waktu penyampaian SPT Tahunan PPh Badan paling lambat 30 April setiap tahun pajak berikutnya.

Lebih jelasnya mengenai cara lapor SPT Tahunan Badan dan pengisian formulirnya, serta persiapan yang harus dilakukan, berikut ulasan dari Klikpajak by Mekari.

Formulir Lapor SPT Tahunan Badan

WP Badan harus menggunakan formulir 1771 saat menyampaikan SPT Tahunan PPh Badan.

Untuk mendapatkan formulir jenis ini, ada beberapa cara yang dapat dipilih:

  • Melalui e-SPT Direktorat Jenderal Pajak (DJ) Online
  • e-Form DJP Online
  • e-Filing PJAP (Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan)

Untuk perusahaan berskala besar yang punya banyak transaksi dalam satu tahun pajak, dapat mengakses formulir SPT melalui software e-SPT dari DJP atau e-Filing PJAP mitra resmi DJP seperti e-Filing Klikpaja.

Untuk mendapatkan mengakses software e-SPT dari DJP, secara singkat caranya seperti berikut: 

  • Pasang atau install e-SPT Tahunan PPh Badan
  • Gandakan database
  • Asosiasikan database baru ke e-SPT PPh Badan

Sedangkan perusahaan rintisan atau pemula yang transaksinya relatif sedikit dan lebih sederhana, dapat mengakses formulir SPT melalui e-Form DJP Online atau juga bisa melalui e-Filing Klikpajak.

Aplikasi e-Form tidak memiliki fitur import data dan harus memasukkan data secara manual, tidak seperti software e-SPT.

Berikut ini cara mengakses formulir SPT tahunan PPh badan 1771 pada e-Form DJP Online :

  • Masuk ke situs resmi Ditjen Pajak: djponline.pajak.go.id
  • Masukan NPWP dan password
  • Masukkan kode Captcha sesuai yang tertera dalam situs
  • Klik Login
  • Di menu Layanan DJP Online, pilih layanan e-Form 
  • Ikuti petunjuk pengisiannya

Contoh formulir 1771 untuk lapor SPT Tahunan Badan

Dokumen yang Harus Disiapkan untuk Lapor SPT Tahunan Badan

Selanjutnya, sebelum menyampaikan SPT Tahunan PPh Badan, harus menyiapkan beberapa dokumen yang diperlukan.

Berikut ini beberapa dokumen yang harus disiapkan sebelum lapor SPT Tahunan Badan:

1. Formulir SPT tahunan PPh badan 1771.

2. SPT Masa PPh Pasal 21 (periode pajak Januari-Desember).

3. Bukti potong PPh Pasal 23 (periode pajak Januari-Desember).

4. Bukti potong PPh Pasal 4 Ayat 1 (periode pajak Januari-Desember). Untuk WP badan yang ingin melapor kewajiban pajak PPh Final 1%, lampirkan pula bukti pembayaran PPh Pasal 4 Ayat 2 masa pajak Januari-Desember.

5. SPT Masa PPN (termasuk semua faktur pajak yang masuk dan faktur pajak yang keluar periode Januari-Desember).

6. Bukti potong PPh Pasal 22 dan Surat Setoran Pajak (SSP) Pasal 22 Impor (periode pajak Januari-Desember).

7. Bukti pembayaran untuk Surat Tagihan Pajak (STP) PPh Pasal 25 (periode pajak Januari-Desember).

8. Bukti pembayaran PPh Pasal 25 (periode pajak Januari-Desember).

9. Laporan keuangan (neraca dan rugi laba), termasuk laporan hasil audit akuntan publik. Data-data pendukung seperti tersebut dibawah ini juga diperlukan:

  • Rekening koran/tabungan perusahaan
  • Akta pendirian perusahaan (badan) atau akte perubahannya
  • SPT tahunan PPh badan, yang memuat informasi biaya promosi, biaya hiburan, daftar penyusutan, penghitungan kompensasi kerugian, dan lainnya
  • Bukti penerimaan dan pengeluaran, mulai dari kwitansi, nota, bon, dan lainnya
  • Buku besar pendukung laporan keuangan
  • Buku besar pembantu pendukung laporan keuangan

Ilustrasi dokumen laporan keuangan untuk lapor SPT Tahunan Badan

Cara Mengisi Formulir SPT 1771

Pelaporan SPT Tahunan Badan ini cukup berbeda dengan pengisian formulir pada penyampaian SPT Tahunan Pribadi.

Sebab ada banyak komponen yang harus dimasukan dan diisi pada lampiran formulir lapor SPT Tahunan Badan.

Berikut ini tahapan cara mengisi formulir SPT 1771 melalui e-SPT untuk pelaporan PPh Badan:

1. Isi profil wajib pajak

Caranya:

  • Masuk ke aplikasi e-SPT Tahunan PPh Badan 
  • Buka database wajib pajak
  • Jika database masih baru, maka akan diminta untuk mengisi nomor NPWP
  • Dalam menu ‘Profil Wajib Pajak’, silakan diisi sampai halaman ke-2
  • Klik ‘Simpan’

2. Buat SPT

Setelah profil diisi dan disimpan, akan tampil dialog box untuk login e-SPT.

Silakan isi username dengan kata administrator dan passwordnya 123.

Selanjutnya buat SPT dengan cara berikut:

  • Klik ‘Program’, buat ‘SPT Baru’
  • pilih ‘Tahun Pajak’ dan ‘Status’ => status normal atau pembetulan ke-0 => klik ‘Buat’

3. Membuka SPT

  • Klik ‘program’ dan pilih ‘Buka SPT yang Ada’.
  • Pilih tahun pajak, pilih ‘Buka SPT Untuk Diedit Kembali/Revisi’, klik OK.

Note: Kenapa Laporan Keuangan Penting Saat Lapor SPT Tahunan Badan?

4. Isi Laporan Keuangan

Dalam tahap ini, staf dari WP badan harus bersiap mengisi lampiran-lampiran, lalu dilanjutkan pada bagian induk SPT.

Pada lampiran pertama, isi Transkrip Kutipan Elemen Laporan Keuangan. Transkrip ini berisi ringkasan dari akun-akun laporan neraca dan laporan laba rugi.

Nama-nama akun sudah ditentukan dan jika ada nama akun yang beda dengan yang ada di laporan keuangan, maka akan disesuaikan berdasarkan kategorinya supaya hasil akhirnya seimbang (balance).

Berikut ini contoh tahapan pengisian neraca tersebut :

  • Klik ‘SPT PPh’.
  • Pilih ‘Transkrip Kutipan Elemen Laporan Keuangan’.
  • Klik tab ‘Neraca-Aktiva’ dan ‘Neraca-Kewajiban’.
  • Isi akun-akun yang sesuai.
  • Ketika sudah terisi semua dan balance, kemudian klik ‘Simpan’.

5. Isi Lampiran V dan VI

Caranya seperti berikut:

  • Klik ‘Baru’ 
  • Isi data pemegang saham, klik ‘Simpan’ dan begitu seterusnya.
  • Untuk menambah daftar pengurus, klik ‘Baru’ lalu isikan data pengurus sesuai dengan akte perusahaan yang terbaru. 
  • Klik ‘Simpan’ maka data isian akan muncul pada daftar.
  • Kalau semua sudah terisi, klik ‘Tutup’.

6. Isi Lampiran Khusus dan SSP

Pada menu SPT PPh dapat ditemukan menu lampiran khusus dan SSP.

Lampiran ini bisa diisi atau tidak? Jika memang ada data yang terkait, maka lampiran ini perlu diisi.

7. Buat File CSV 

Caranya seperti berikut:

  • Klik ‘SPT Tools’
  • Lapor Data SPT ke KPP
  • Akses direktori penyimpanan databases yang terdapat di C:\Program Files (x86)\DJP\eSPT 1771 2010\Database untuk windows 64 bit
  • Klik ‘Tampilkan Data’
  • Klik tahun pajak, yang selanjutnya akan tampil ringkasan PPh kurang/lebih bayar
  • Klik ‘Create File’ dan simpan file CSV di folder yang diinginkan

SPT Tahunan Badan 2019: Formulir SPT 1771

Cara Lapor SPT Tahunan Badan Menggunakan e-Filing

Setelah formulir 1771 diisi dan semua dokumen pendukung dipersiapkan, berikut ini cara untuk melapor SPT Tahunan, yang sudah bisa dilakukan secara online lewat e-Filling.

Melalui cara ini pula, staf WP badan dapat menyampaikan SPT tahunan PPh badan kapan saja dan dimana saja, tidak perlu lagi repot-repot melaporkan pajak secara manual ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP).

Lalu bagaimana cara menggunakan layanan ini?

Syarat yang pertama, WP Badan harus sudah punya nomor EFIN dan membuat file CSV.

Note: EFIN Pajak Badan: Cara Mendapatkan, Aktivasi, dan Daftar EFIN Online

Jika kedua hal itu sudah siap, maka WP Badan sudah bisa melakukan e-Filing melalui situs resmi DJP.

EFIN adalah nomor identitas digital yang diterbitkan DJP bagi wajib pajak yang akan melakukan transaksi online, seperti e-Filing.

Maka jika WP badan belum memiliki nomor EFIN, silakan mengaktivasi EFIN (Electronic Filing Identification Number) di KPP tempat WP Badan dikukuhkan.

Berikut secara singkat tata cara melapor SPT tahunan PPh badan dengan e-Filing DJP Online:

  1. Masuk ke akun e-Filing di halaman DJP Online.
  2. Klik e-Filing, klik ‘Buat SPT’ untuk mulai membuat SPT.
  3. Jawab pertanyaan yang diberikan dengan tepat agar sistem dapat menentukan jenis formulir SPT yang sesuai dengan profil wajib pajak.
  4. Isi dan lengkapi formulir tersebut. 
  5. Jawab pertanyaan panduan yang diberikan.
  6. Masukkan kode verifikasi yang dikirim ke alamat e-mail WP badan saat mendaftar.
  7. Klik tombol ‘Kirim SPT’
  8. Selesai

Tahukah, Anda dapat lebih mudah melaporkan SPT Tahunan Badan melalui aplikasi pajak online mitra resmi DJP, e-Filing Klikpajak.id

Klikpajak.id adalah PJAP atau Application Service Provider (ASP) mitra resmi Ditjen Pajak yang disahkan dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-169/PJ/2018.

Melalui e-Filing Klikpajak, Anda dapat melaporkan semua jenis SPT Tahunan/Masa dengan langkah-langkah yang mudah.

Lapor SPT pajak di e-Filing Klikpajak juga gratis selamanya, seperti:

  • SPT Tahunan Pajak Badan
  • SPT Masa (Bulanan) Pajak
  • SPT Tahunan Pajak Pribadi

Setelah menyampaikan SPT pajak, Anda akan peroleh bukti lapor dalam bentuk elektronik, yakni Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) dari DJP yang berisi:

  • Informasi Nama Wajib Pajak (WP)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Tanggal pembuatan BPE
  • Jam pembuatan BPE
  • Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE)

Melalui Klikpajak.id, Anda juga akan mendapatkan NTTE resmi dari DJP sebagai bukti lapor.

Untuk mengetahui cara lapor SPT Pajak, dapat melihat tutorialnya pada video berikut ini:

Mudah Lihat Batas Waktu Bayar dan Lapor Pajak

Tidak perlu bingung kapan waktunya harus membayar dan melaporkan pajak Anda tepat waktu.

Hindari sanksi atau denda terlambat bayar dan lapor pajak, lebih mudah lihat semua jadwal pembayaran dan pelaporan SPT pada kalender saku di Kalender Pajak Klikpajak.

Fitur Lengkap Klikpajak yang Terintegrasi

Klikpajak.id memiliki fitur lengkap dan cara yang simpel untuk melakukan berbagai aktivitas perpajakan, mulai dari menghitung, membayar dan lapor pajak dalam satu platform.

Sistem Klikpajak akan membantu Anda menghitung kewajiban perpajakan dengan akurat sehingga menghindari adanya kesalahan penghitungan.

Selain mudah untuk melaporkan SPT Tahunan PPh, apa saja fitur lengkap Klikpajak lainnya yang semakin memudahkan urusan perpajakan?

a. Bisa Membuat Kode Billing Sekaligus Bayar Pajak di e-Billing Klikpajak

Sebelum menyetor pajak, harus mendapatkan Kode Billing atau ID Billing terlebih dahulu dari DJP sebagai syarat untuk membayar pajak.

Melalui e-Billing Klikpajak, Anda dapat membuat Kode Billing untuk semua jenis Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS) dengan mudah dan gratis.

Semua riwayat ID Billing dan SSP akan tersimpan dengan aman sesuai jenis dan Masa Pajak yang diinginkan.

Begitu juga Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) akan disimpan dengan rapi dan aman pada fitur Arsip Pajak di Klikpajak.

Sistem e-Billing akan membimbing Anda mengisi Surat Setoran Pajak (SSP) elektronik dengan benar sesuai transaksi.

“Klikpajak akan menerbitkan ID Billing Anda resmi dari DJP dan Anda dapat langsung membayar pajak tanpa keluar dari platform. Karena e-Billing Klikpajak terintegrasi dengan bank persepsi yang ditunjuk DJP untuk menerima pembayaran/setoran pajak.”

Setelah pembayaran pajak selesai, Anda akan langsung menerima Bukti Penerimaan Negara (BPN) resmi dari Direkorat Jenderal Pajak (DJP).

Note: Langkah-Langkah Cara Membuat Kode Billing dan Bayar Billing di e-Billing

Fitur membuat kode billing dan langsung bayar billing di e-Billing Klikpajak

b. Mudah Membuat e-Faktur Tanpa ‘Install’ Aplikasi

Seperti diketahui, sejak berlakunya e-Faktur 3.0 1 Oktober 2020, pembuatan Faktur Pajak elektronik harus melalui sistem terbaru dan pelaporan SPT Masa PPN wajib melalui e-Faktur web based.

Seiring pembaruan sistem ini, Wajib Pajak (WP) Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang selama ini menggunakan aplikasi e-Faktur Client Desktop DJP, harus install dan download patch terbaru e-Faktur 3.0 pada perangkat komputernya agar bisa menggunakan aplikasi ini.

Cara update e-Faktur 3.0 selengkapnya lihat di SINI.

Namun, bagi pengguna e-Faktur Client Desktop DJP tetap harus berpindah ke aplikasi e-Faktur 3.0 Web Based DJP di https://web-efaktur.pajak.go.id/ ketika ingin melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Masa Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Update e-Faktur 3.0 ini juga diharuskan bagi Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) mitra resmi DJP seperti Klikpajak.id.

Jadi, ketika Anda menggunakan aplikasi e-Faktur Klikpajak.id, bukan hanya dapat langsung memanfaatkan fitur prepopulated e-Faktur 3.0 DJP untuk membuat Faktur Pajaknya, tapi juga bisa lapor SPT Masa PPN di e-Faktur tanpa keluar platform.

“Langsung gunakan aplikasinya, biar Klikpajak.id yang mengurus sistemnya untuk memudahkan pembuatan e-Faktur dan pelaporan SPT Masa PPN Anda.”

Dengan fitur prepopulated e-Faktur 3.0 ini, artinya DJP sudah menyiapkan data yang dibutuhkan untuk kemudian WP PKP tinggal mencocokkan saja dan bisa langsung dibuat Faktur Pajaknya atau pelaporan SPT Masa PPN-nya.

Ingin langsung menggunakan aplikasi e-Faktur 3.0 tanpa install aplikasinya, daftar dan aktifkan akun e-Faktur Anda di https://my.klikpajak.id/register.

Kenapa Lebih Mudah di Klikpajak?

Melalui Klikpajak, Anda dapat membuat Faktur Pajak Keluaran, Faktur Pajak Pengganti, Faktur Pajak Retur, dapat menghapus draft Faktur Pajak, hingga bayar PPN dan lapor SPT Masa PPN dengan mudah hanya dalam satu platform.

  1. Cara Impor Faktur Pajak Masukan di e-Faktur 3.0
  2. Alur Pembuatan Faktur Pajak, Bayar PPN dan Lapor SPT Masa PPN di e-Faktur
  3. Tutorial Membuat Berbagai Jenis Faktur pajak di e-Faktur

Bahkan pembuatan Faktur Pajak semakin cepat dan praktis karena Klikpajak.id terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id, sehingga dapat menarik data laporan keuangan yang akan dibuat Faktur Pajaknya.

Fitur membuat Faktur Pajak di e-Faktur Klikpajak

c. Mudah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT Masa PPh 23/26 di e-Bupot

Klikpajak juga dilengkapi fitur e-Bupot yang memudahkan Anda menerbitkan Bukti Potong PPh Pasal 23/26 dan mengelola bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah.

Melalui fitur e-Bupot Klikpajak, Anda juga dapat langsung menarik data laporan keuangan elektronik yang akan dibuatkan bukti pemotongan pajaknya maupun penyampaian SPT PPh Pasal 23/26.

Wajib e-Bupot

Seperti diketahui, baik WP Pengusaha Kena Pajak (PKP) maupun Non-PKP yang melakukan transaksi mengharuskan membuat bukti pemotongan PPh Pasal 23/26, wajib menggunakan e-Bupot mulai 1 Oktober untuk Masa Pajak September 2020.

Wajib e-Bupot bagi WP PKP dan Non-PKP ini diatur dalam Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-368/PJ/2020 tentang Penetapan Pemotong PPh Pasal 23/26 yang Diharuskan Membuat Bukti Pemotongan dan Diwajibkan Menyampaikan SPT Masa PPh 23/26 Berdasarkan PER-04/PJ/2017.

Note: Tutorial Langkah-Langkah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT PPh Pasal 23/26 di e-Bupot.

Keunggulan e-Bupot Klikpajak

Berikut keunggulan e-Bupot Klikpajak yang dapat membantu bisnis perusahaan:

  • Pengelolaan bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah karena alur pembuatan yang efektif dan ramah penggunaan (user friendly)
  • Penghitungan pajak otomatis pada SPT Masa PPh 23/26
  • Pengiriman bukti pemotongan pajak langsung ke lawan transaksi
  • Bukti pemotongan serta pelaporan SPT Masa PPh 23/26 tidak perlu ditandatangani dengan tanda tangan basah
  • Bukti pemotongan dan bukti pelaporan tersimpan aman, baik di Klikpajak dan DJP
  • e-Bupot Klikpajak juga terintegrasi dengan sistem pembukuan akuntansi online Jurnal.id, sehingga semakin mudah membuat bukti potong
  • e-Bupot Klikpajak juga memiliki performa yang dapat di-scale up sesuai kebutuhan
  • Layanan support pajak yang dapat diandalkan dan tutorial dalam penggunaan aplikasi yang terus diperbarui
  • Fitur e-Bupot Klikpajak juga menyediakan data untuk kebutuhan rekapitulasi dan rekonsiliasi data Faktur Pajak atas transaksi yang dilakukan

Fitur membuat bukti potong PPh 23/26 di e-Bupot Klikpajak

d. Dilengkapi Fitur ‘Multi Users dan Multi NPWP’ Unlimited dan Gratis!

Klikpajak.id juga dilengkapi dengan fitur Multi Users dan Multi Company (NPWP) yang semakin membuat aktivitas perpajakan Anda lebih efektif.

Fitur ‘Multi Users’ Klikpajak adalah fitur yang memungkinkan Anda untuk dapat mengatur siapa saja dan berapa banyak pengguna yang dapat mengakses akun aplikasi Klikpajak.id di bawah nama perusahaan yang sama.

Sedangkan fitur ‘Multi Company/NPWP’ adalah fitur yang memungkinkan Anda untuk mengelola beberapa perusahaan dalam satu akun Klikpajak.

Note: Lebih jelasnya bagaimana cara kerja fitur Multi Users dan Multi Company ini, selengkapnya lihat di SINI.

e. Terintegrasi Jurnal.id: Administrasi Perpajakan Makin Mudah dan Cepat

Agar semakin mudah dan praktis dalam melakukan administrasi perpajakan Anda, gunakan juga pembukuan dan laporan keuangan dalam aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Karena aplikasi pajak online Klikpajak.id terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Anda dapat menarik data transaksi dalam laporan keuangan untuk langsung dibuatkan Faktur Pajaknya maupun Bukti Potong Pajaknya secara langsung, dan saat diperlukan untuk melaporkan SPT pajaknya dengan cepat dalam satu platform.

Integrasi dengan Jurnal by Mekari ini merupakan teknologi canggih berbasis API integration yang membuat proses pengolahan data pajak dari bagian keuangan (accounting) lebih cepat dan mudah.

Jurnal.id adalah software akuntansi online berbasis cloud dengan laporan keuangan lengkap, seperti:

  • Neraca keuangan
  • Arus kas
  • Laba-rugi

Dan lainnya yang memudahkan Anda mengelola faktur, biaya, stok barang, cash link atau transfer langsung dalam aplikasi, hingga melihat ringkasan bisnis dari smartphone Anda.

Note: Ingin mengetahui bagaimana integrasi aplikasi akuntansi online Jurnal.id dan aplikasi pajak online Klikpajak.id ini semakin memudahkan urusan perpajakan Anda, selengkapnya temukan di SINI

Integrasi Jurna.id dan Klikpajak.id semakin mempermudah administrasi perpajakan Anda

Keamanan Data Terlindungi

Tenang, Anda dapat menyimpan berbagai riwayat pembayaran atau bukti pelaporan pajak maupun aktivitas pajak lainnya dengan nyaman, karena keamanan dan kerahasiaan data terjamin.

Sistem keamanan yang berlapis dan menjaga data Anda dengan aman adalah menjadi komitmen utama.

Klikpajak.id sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standar Internasional ISO yang menjamin standar keamanan sistem teknologi informasi.

Sehingga Anda tidak perlu khawatir kehilangan bukti bayar atau lapor pajak hilang jika terjadi kerusakan maupun kehilangan komputer atau laptop.

Keamanan data adalah yang utama

Tim ‘Support’ Klikpajak Selalu Siap Membantu Anda!

“Fitur lengkap Klikpajak membantu mempermudah urusan perpajakan bagi Anda para pelaku usaha, konsultan pajak, maupun bagi Anda yang berprofesi pada bagian keuangan atau sebagai tax officer di perusahaan.”

Sebagai mitra resmi DJP, Klikpajak akan membantu Anda dalam menghitung, membayar dan melaporkan pajak Anda dengan mudah.

Tinggal klik, semua urusan pajak Anda selesai dalam sekejap!

Ingin melihat bagaimana Klikpajak dapat membantu bisnis atau aktivitas Anda dalam membuat Faktur Pajak, Bukti Pemotongan Pajak, penyampaian SPT Tahunan/Masa PPh dan PPN, serta berbagai aktivitas perpajakan lainnya secara efektif menghemat banyak waktu Anda?

“Jangan segan menghubungi kami, karena kami senang berbicara dengan Anda. Jadwalkan demo dan kami dapat menunjukkan caranya untuk memudahkan urusan perpajakan Anda. Klikpajak mengerti yang Anda butuhkan.”

Cukup daftarkan email Anda di www.klikpajak.id dan temukan bagaimana Anda dapat melakukan urusan pajak dengan sangat menyenangkan. Lebih mudah dari sekadar yang Anda bayangkan.

 


PUBLISHED03 Dec 2020
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: