Bagaimana Cara Membuat Faktur Pajak Digunggung

Cara Membuat Faktur Pajak Digunggung

Pernahkah Anda mendengar istilah Faktur Pajak Digunggung? Apakah sama saja dengan Faktur Pajak yang pada umumnya? Bagaimana juga cara membuat Faktur Pajak Digunggung ini.

Istilah Faktur Pajak Digunggung ini muncul sejak diberlakukannya Undang-Undang (UU) Nomor 24 Tahun 2009. UU tersebut merupakan amandemen terakhir dari UU Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Penjelasan terkait faktur pajak digunggung tertuang dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-29/PJ/2015 tentang Bentuk, Isi dan Tata Cara Pengisian Serta Penyampaian Surat Pemberitahuan Masa PPN.

Seperti apa penjelasan mengenai Faktur Pajak Digunggung ini dan bagaimana cara membuatnya, berikut Klikpajak by Mekari ulas untuk Anda.

Mengenal Faktur Pajak Digunggung

Pengertian Faktur Pajak Digunggung adalah Faktur Pajak yang diberikan Pengusaha Kena Pajak (PKP) atas Barang/Jasa Kena Pajak (BKP/JKP) yang tidak disertai identitas dan tanda tangan pembeli atau penjual. 

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) gunggung sendiri berarti “jumlah, sejumlah, atau sebanyak”. Sederhananya faktur pajak ini adalah kumpulan faktur yang digabung sebelum penghasilan dari berbagai faktur, baik dari dalam maupun luar negeri yang dihitung.

Ilustrasi invoice untuk pembuatan Faktur Pajak

Pengguna Faktur Pajak Digunggung

Faktur pajak ini hanya digunakan oleh PKP Pedagang Eceran (PE). Alasannya adalah karena aturan bisnis memang mengharuskan PKP PE menggunakan faktur pajak digunggung. 

Dengan kata lain, bidang usahanya tidak mengharuskan pembeli atau konsumen menggunakan identitas, seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK) atau bahkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

PKP PE, dalam kasus ini adalah pusat perbelanjaan, minimarket dan usaha sejenis lainnya, dapat menentukan sendiri Kode dan Nomor Seri Faktur Pajak, sehingga faktur pajaknya bisa berupa kwitansi, bon, karcis, atau tanda bukti penyerahan/pembayaran lainnya yang sejenis. 

Syarat Penyerahan BKP/JKP Dengan Faktur Pajak Digunggung

Berikut adalah syarat penyerahan barang kena pajak (BKP) dan jasa kena pajak (JKP) yang menggunakan Faktur Pajak Digunggung.

  • Dilakukan di suatu tempat penjualan retail (seperti kios dan toko) atau tempat penyerahan jasa secara langsung kepada konsumen akhir, atau langsung mendatangi satu tempat konsumen akhir ke tempat konsumen akhir lainnya
  • Dilakukan tanpa didahului penawaran tertulis, kontrak, lelang dan sebagainya, namun langsung kepada konsumen akhir
  • Umumnya, pembayaran BKP/JKP dilakukan secara tunai. Khusus untuk BKP, Penjual langsung menyerahkan BKP, dan penjual langsung membawa BKP yang dibelinya

Ilustrasi NPWP sebagai syarat sebagai wajib pajak

Komponen Pembuatan Faktur Pajak Digunggung

Untuk membuat jenis faktur ini ada beberapa komponen yang harus disertakan, di antaranya adalah:

  • Nama, alamat, dan NPWP PKP (orang yang menyerahkan BKP/JKP).
  • Jenis BKP yang diserahkan.
  • Harga jual yang meliputi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atau besarnya PPN dicantumkan secara terpisah.
  • Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang dipungut.
  • Kode, nomor seri dan tanggal pembuatan faktur pajak.
  • Kode dan nomor seri faktur pajak dapat berupa nomor nota, kode nota atau ditentukan sendiri oleh PKP PE.

Note: Ana juga perlu tahu, ini Perbedaan Faktur Pajak Masukan-Faktur Pajak Keluaran dan Cara Hitung

Penginputan Faktur Pajak Digunggung ke e-Faktur

Berikut adalah langkah-langkah yang harus dilakukan saat hendah mengunggah faktur jenis ini ke dalam e-Faktur:

  1. Login ke aplikasi e-Faktur di https://efaktur.pajak.go.id/login, masukkan username dan password.
  2. Setelah masuk, pilih menu “SPT” lalu klik “Posting” untuk menentukan masa pajak yang diinginkan.
  3. Kembali ke menu “SPT”, pilih “Buka SPT” dan perbarui tampilan.
  4. Klik “SPT” lagi dan pilih formulir lampiran 1111 AB.
  5. Dalam formulir 1111 AB pada bagian I.B.2, PKP PE harus mengisi jumlah penyerahan dalam negeri dengan faktur pajak digunggung selama satu bulan.
  6. Setelah kolom tersebut diisi, pilih “Bagian III”, kemudian simpan formulir dengan mengklik “Simpan”.
  7. Nilai transaksi akan secara otomatis masuk melalui sistem ke “Formulir Induk”.

Formulir 1111 AB ini dapat disebut sebagai formulir rekapitulasi penyerahan dan perolehan. Melalui form ini, PKP tidak perlu melaporkan satu per satu faktur pajaknya, namun catatan setiap transaksi dan nomor seri faktur pajak dan tetap harus dibuat secara rinci. 

Ilustrasi membuat Faktur Pajak di melalui aplikasi e-Faktur

Cara Praktis Membuat Faktur Pajak di e-Faktur Klikpajak

Untuk lebih praktis dalam pembuatan Faktur Pajak, gunakan aplikasi e-Faktur Klikpajak. Dengan Klikpajak, Anda akan lebih mudah mengurus kewajiban perpajakan Anda.

Klikpajak merupakan Penyedia Jasa Aplikasi Pajak (PJAP) atau Application Service Provider (ASP) mitra resmi Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang disahkan dengan Surat Keputusan DJP No. KEP-169/PJ/2018.

Klikpajak bisa digunakan oleh siapa pun dalam mengelola pajak pribadi maupun kewajiban dari bisnis yang dijalankan serta bisa diakses secara daring di mana pun dan kapan pun. Karena Klikpajak merupakan aplikasi pajak online berbasis cloud.

Note: Ingin mengetahui langkah-langkah pembuatan Faktur Pajak di e-Faktur Klikpajak, baca selengkapnya di Cara Membuat e-Faktur yang Mudah dan Praktis Bisa di Klikpajak

Fitur lengkap Klikpajak akan semakin memudahkan Anda untuk mengurus perpajakan. Karena seluruh aktivitas perpajakan terintegrasi secara terpusat melalui Tax Activity, memudahkan Anda untuk mengecek kembali file mana saja yang masih perlu ada pembetulan atau statusnya masih kurang bayar maupun lebih bayar.

“Klikpajak memiliki fitur lengkap sebagai aplikasi pajak online yang membantu mempermudah urusan perpajakan bagi Anda para pelaku usaha, konsultan pajak, maupun bagi Anda yang bekerja sebagai tax officer di perusahaan.”

Dapatkan informasi lengkap mengenai pajak online lainnya dan fitur-fitur apa saja yang bisa Anda manfaatkan untuk kemudahan dan kelancaran perpajakan Anda, daftarkan email Anda di www.klikpajak.id. Tinggal klik, semua urusan pajak Anda selesai dalam sekejap!


PUBLISHED28 Jul 2020
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: