Bentuk Usaha Tetap: Tarif Pajaknya dan Bentuk Lain Dikategorikan BUT

Bentuk Usaha Tetap: Tarif Pajaknya dan Bentuk Lain Dikategorikan BUT

Pemerintah resmi memberikan kepastian hukum bagi subjek pajak luar negeri dengan menerbitkan PMK No. 35/2019 tentang Bentuk Usaha Tetap. Ketahui tarif pajaknya dan bentuk lain yang dikategorikan BUT.

Peraturan Menteria Keuangan (PMK) ini diterbitkan untuk mengatur ketaatan subjek pajak luar negeri yang menjalankan usaha di Indonesia.

Untuk lebih jelasnya terkait ketentuan dalam BUT ini, berikut ulasan dari Klikpajak by Mekari.

Apa itu BUT?

Bentuk Usaha Tetap (BUT) adalah sebuah usaha yang dipergunakan subjek pajak luar negeri, baik orang pribadi maupun badan untuk menjalankan kegiatan usaha di Indonesia.

PMK No. 35/2019 ini menjelaskan pengertian dari orang pribadi atau badan asing, sebagai berikut:

  • Orang pribadi asing adalah warga yang tidak bertempat tinggal di Indonesia atau orang pribadi yang berada di Indonesia selama 12 bulan. 
  • Badan asing adalah badan yang tidak didirikan di Indonesia dan tidak berkedudukan di Indonesia.

Ilustrasi Badan Usaha Tetap oleh wajib pajak luar negeri

Bentuk Usaha Tetap yang Menjadi Subjek Pajak

Kriteria usaha atau kegiatan yang tergolong BUT adalah sebagai berikut:

  • Adanya suatu tempat usaha di Indonesia;
  • Tempat usaha bersifat permanen;
  • Tempat usaha digunakan orang pribadi asing atau badan hukum untuk menjalankan usaha atau melakukan kegiatan.

Note: Konsultan Pajak: Peran dan Manfaatnya, serta Kapan Dibutuhkan Pebisnis

Terdapat 12 usaha yang termasuk ke dalam Bentuk Usaha Tetap yang menjadi subjek pajak, yaitu:

  1. Kantor perwakilan;
  2. Cabang perusahaan;
  3. Gedung kantor;
  4. Tempat kedudukan manajer;
  5. Pabrik;
  6. Gudang;
  7. Bengkel;
  8. Pertambangan dan penggalian sumber daya alam;
  9. Ruang untuk promosi dan penjualan;
  10. Pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, atau kehutanan;
  11. Wilayah kerja pertambangan minyak dan gas bumi;
  12. Komputer atau peralatan otomatis yang dimiliki, disewa, atau digunakan oleh penyelenggara transaksi elektronik untuk menjalankan kegiatan melalui internet. 

Pengertian dari usaha atau kegiatan subjek pajak luar negeri mencakup semua yang dilakukan untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilannya.

Kegiatan yang sifatnya persiapan atau penunjang dikecualikan sebagai Bentuk Usaha Tetap.

Ilustrasi Badan Usaha Tetap subjek pajak luar negeri

Tarif Pajak Bentuk Usaha Tetap

Pajak yang dikenakan terhadap BUT adalah sebesar 25% yang mulai berlaku sejak tahun pajak 2010.

Tarif ini tidak hanya berlaku bagi wajib pajak luar negeri, namun juga wajib pajak badan dalam negeri.

Aturan tentang tarif pajak BUT ini tertuang pada UU Pajak Penghasilan Pasal 17 ayat 2a.

Note: Tarif PPh Badan Turun Jadi 22% hingga 17%

Ilustrasi tarif pajak Badan Usaha Tetap

Bentuk Lain Usaha yang Dikategorikan BUT

Telah dijelaskan di atas bahwa ada beberapa syarat sebuah usaha atau kegiatan dikategorikan BUT.

Namun, meskipun tidak memenuhi kriteria tersebut, beberapa jenis usaha di bawah ini juga bisa dikategorikan sebagai BUT.

1. Proyek konstruksi, instalasi, atau proyek perakitan.

Jenis proyek ini merupakan usaha atau kegiatan orang pribadi asing atau badan asing di Indonesia.

Proyek konstruksi ini meliputi jasa konsultansi, pekerjaan konstruksi dan pekerjaan konstruksi terintegrasi.

Instalasi atau proyek perakitan adalah pekerjaan yang terkait dengan proyek konstruksi dan perakitan mesin atau peralatan.

2. Pemberian jasa dalam bentuk apa pun oleh pegawai atau orang lain, sepanjang dilakukan lebih dari 60 hari dalam jangka waktu 12 bulan.

Pemberian jasa merupakan BUT sepanjang memenuhi kriteria sebagai berikut:

  • Pegawai atau orang lain tersebut dipekerjakan oleh orang pribadi asing atau badan asing atau subkontraktor dari orang pribadi asing atau badan asing tersebut.
  • Pemberian jasa dilakukan di Indonesia; dan
  • Pemberian jasa dilakukan kepada pihak di Indonesia atau di luar Indonesia.

Note: Jenis-Jenis Pajak Bulanan bagi Wajib Pajak Badan Usaha Tetap

3. Orang atau badan yang bertindak selaku agen.

Orang atau badan yang bertindak selaku agen merupakan BUT sepanjang orang pribadi atau badan bertindak untuk dan atas nama orang pribadi asing atau badan asing, sepanjang orang pribadi atau badan tersebut:

  • Menerima instruksi untuk kepentingan orang pribadi atau badan asing; atau
  • Tidak menanggung sendiri risiko usaha atau kegiatannya. 

Orang pribadi asing atau badan asing tidak dianggap mempunyai BUT jika menggunakan agen, broker atau perantara yang mempunyai kedudukan bebas.

Dan agen, broker atau perantara tersebut dalam kenyataannya bertindak sepenuhnya dalam rangka menjalankan perusahaannya sendiri.

4. Agen atau pegawai asuransi yang tidak didirikan dan tidak bertempat kedudukan di Indonesia yang menerima premi asuransi atau menanggung risiko di Indonesia.

Agen atau pegawai yang disebutkan di atas merupakan BUT sepanjang mereka menerima premi asuransi di Indonesia.

Begitu juga jika pihak yang menanggung risiko di Indonesia menerima premi asuransi di Indonesia.

Atau menanggung risiko di Indonesia dimana pihak tertanggung bertempat tinggal, bertempat kedudukan, atau berada di Indonesia.

Ketentuan tersebut tidak berlaku untuk reasuransi.

Ketentuan Pajak Penghasilan Dan Penghematan Pajak Bagi Pengusaha BaruIlustrasi jenis usaha lain yang dikategorikan Badan Usaha Tetap

Pahami Jenis Usahanya dan Penuhi Kewajiban Pajak dengan Cara Mudah

Sebagai wajib pajak yang memiliki kewajiban atas perpajakan, memenuhi kewajiban bayar dan lapor pajak dengan tertib juga akan mempermudah urusan bisnis.

Agar melakukan berbagai aktivitas perpajakan mulai dari membuat Faktur Pajak di e-Faktur, membuat bukti pemotongan pajak di e-Bupot, serta bayar pajak melalui e-Billing dan lapor pajak melalui e-Filing, gunakan aplikasi pajak online Klikpajak.

Klikpajak.id adalah Penyedia Jasa Apikasi Perpajakan (PJAP) atau Application Service Provider (ASP) mitra resmi DJP yang disahkan dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-169/PJ/2018.

Klikpajak memiliki fitur yang lengkap, memudahkan Anda melakukan aktivitas perpajakan hanya dalam satu platform.

Kemudahan apa saja yang dapat Anda temukan di aplikasi pajak online Klikpajak?

Ilustrasi Badan Usaha Tetap melakukan aktivitas pajak online

Menggunakan Fitur e-Faktur 3.0 Tanpa ‘Install’

Tetunya Anda sudah mengetahui bahwa per 1 Oktober 2020, DJP telah mewajibkan pengguna e-Faktur client desktop harus update e-Faktur 3.0 karena e-Faktur 2.2 telah ditutup.

Note: Perbedaan e-Faktur 3.0 dan e-Faktur 2.2.

Melalui e-Faktur Klikpajak, Anda tidak perlu repot-repot download patch terbaru e-Faktur ini karena Anda bisa langsung menggunakannya dan memanfaatkan fitur prepopulated e-Faktur.

“Gunakan aplikasinya, biar Klikpajak yang mengurus sistem e-Faktur untuk mempermudah pembuatan Faktur Pajak elektronik hingga pelaporan SPT Masa PPN Anda.”

Melalui e-Faktur Klikpajak, Anda dapat mengelola Nomor Seri Faktur Pajak (NSFP) dan memperoleh Surat Pemberitahuan PPN sesuai data yang diunggah ke DJP.

Bahkan pembuatan dan pengelolaan e-Faktur Anda semakin cepat karena salah satu kelebihan Klikpajak adalah terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal by Mekari – Simple Online Accounting Software.

Ini adalah teknologi canggih berbasis API integration yang membuat proses pengelolaan data pajak dari bagian keuangan (accounting) lebih cepat dan mudah.

Melalui e-Faktur Klikpajak, Anda bisa menarik data langsung dari pembukuan atau laporan keuangan Jurnal.id tanpa harus keluar masuk platform lagi.

Tentu saja, hal ini semakin menghemat waktu Anda, bukan?

Ilustrasi e-Faktur 3.0 yang berlaku Oktober 2020

Mudah Membuat Bukti Potong e-Bupot

Seperti diketahui, baik WP Pengusaha Kena Pajak (PKP) maupun Non-PKP yang melakukan transaksi yang mengharuskan membuat bukti pemotongan PPh 23/26 wajib menggunakan e-Bupot mulai 1 Oktober untuk masa pajak September 2020.

Wajib e-Bupot bagi WP PKP dan Non-PKP ini diatur dalam Kepdirjen Nomor KEP-368/PJ/2020 tentang Penetapan Pemotong PPh Pasal 23/26 yang Diharuskan Membuat Bukti Pemotongan dan Diwajibkan Menyampaikan SPT Masa PPh Pasal 23/26 Berdasarkan PER-04/PJ/2017.

Klikpajak juga dilengkapi dengan fitur e-Bupot yang semakin memudahkan Anda membuat bukti pemotongan PPh Pasal 23/26 dan melaporkan SPT PPh 23/26 melalui e-Bupot dengan menarik data langsung dari laporan keuangan elektronik.

Keunggulan e-Bupot Klikpajak

Berikut keunggulan e-Bupot Klikpajak dapat membantu bisnis perusahaan:

  • Pengelolaan bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah karena alur pembuatan yang efisien dan ramah penggunaan (user friendly).
  • Penghitungan pajak otomatis pada SPT Masa PPh 23/26.
  • Pengiriman bukti pemotongan pajak langsung ke lawan transaksi.
  • Bukti pemotongan serta pelaporan SPT Masa PPh 23/26 tidak perlu ditandatangani dengan tanda tangan basah.
  • Bukti pemotongan dan bukti pelaporan tersimpan aman, baik di PJAP dan DJP karena Klikpajak menggunakan teknologi cloud. Sehingga tak perlu khawatir bukti potong dan lapor pajak hilang jika terjadi kerusakan atau kehilangan komputer maupun laptop karena Anda tetap bisa mengaksesnya di mana pun.
  • e-Bupot Klikpajak juga terintegrasi dengan sistem pembukuan akuntansi online Jurnal by Mekari, sehingga semakin mudah dalam pembuatan bukti potong.
  • e-Bupot Klikpajak juga memiliki performa yang dapat di-scale up sesuai kebutuhan.
  • Layanan support pajak yang dapat diandalkan dan tutorial dalam penggunaan aplikasi yang terus diperbarui.
  • Fitur e-Bupot Klikpajak juga menyediakan data untuk kebutuhan rekapitulasi dan rekonsiliasi data faktur pajak atas transaksi yang dilakukan.

Contoh fitur membuat bukti potong PPh Pasal 23/26 di e-Bupot Klikpajak

Membuat Kode Billing Sekaligus Bayar Billing Bisa di e-Billing Klikpajak

Agar lebih mudah melakukan pembayaran pajak online, mulai dari membuat Kode Billing hingga proses bayar billing, gunakan e-Billing Klikpajak.

Sistem e-Billing Klikpajak akan membimbing Anda mengisi Surat Setoran Pajak (SSP) elektronik dengan benar sesuai transaksi.

Anda bisa membuat ID Billing untuk semua jenis Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS) dengan mudah dan gratis.

Semua riwayat ID Billing dan SSP akan tersimpan dengan aman sesuai jenis dan masa pajak yang diinginkan.

Begitu juga Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) juga akan disimpan dengan rapi dan aman pada Arsip Pajak di Klikpajak.

Tidak perlu keluar masuk aplikasi karena fitur Klikpajak terintegrasi yang memudahkan Anda melakukan proses pembayaran pajak.

Hanya dalam satu platform, membuat Kode Billing dan bayar billing selesai dalam sekejap lewat e-Billing Klikpajak.

Setelah pembayaran pajak selesai, Anda akan langsung menerima Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) resmi dari DJP.

Contoh BPE yang diterbitkan Klikpajak resmi dari DJP

Lapor SPT di e-Filing Klikpajak Gratis!

Anda dapat memanfaatkan fitur e-Filing Klikpajak untuk melaporkan berbagai jenis SPT Tahunan/Masa PPh dengan langkah-langkah yang mudah.

Lapor SPT juga gratis selamanya melalui e-Filing Klikpajak. Anda bisa melaporkan semua jenis SPT mulai dari SPT Tahunan Pajak Badan, SPT Masa (Bulanan) Pajak, dan SPT Tahunan Pajak Pribadi.

Setelah menyampaikan SPT Pajak, Anda akan peroleh bukti lapor dalam bentuk elektronik, yakni Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) dari DJP, yang berisi:

  • Informasi Nama Wajib Pajak (WP)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Tanggal pembuatan BPE
  • Jam pembuatan BPE
  • Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE)

Melalui Klikpajak, Anda juga akan mendapatkan NTTE resmi dari DJP sebagai bukti lapor.

Note: Selengkapnya cara mudah membuat Kode Billing dan menyampaikan SPT online lewat e-Filing Klikpajak, lihat langkah-langkahnya di SINI.

Ketahui Batas Waktu Bayar dan Lapor SPT Pajak

Tak perlu bingung kapan waktunya harus bayar lapor pajak untuk menghindari sanksi atau denda telat bayar dan lapor pajak.

Lebih mudah lihat semua jadwal pembayaran dan pelaporan pajak pada kalender saku di Kalender Pajak Klikpajak.

Data Terlindungi

Tenang, Anda dapat menyimpan berbagai riwayat permbayaran atau bukti pelaporan pajak maupun aktivitas pajak lainnya dengan aman, karena keamanan dan kerahasiaan data terjamin.

Sebab Klikpajak sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standar Internasional ISO yang menjamin standar keamanan sistem teknologi informasi.

Sehingga Anda tidak perlu khawatir kehilangan bukti bayar atau lapor pajak hilang jika terjadi kerusakan atau kehilangan komputer maupun laptop.

Karena Klikpajak merupakan aplikasi pajak berbasis web (web based) yang didukung dengan teknologi cloud, semakin memudahkan Anda melakukan semua aktivitas perpajakan hanya dalam satu platform kapan pun dan di mana saja.

Cloud computing atau komputasi awan adalah teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat server untuk mengelola data dan juga aplikasi pengguna.

Melalui teknologi cloud, Anda bisa menggunakan aplikasi tanpa harus mengunduh (download) dan memasang (install) aplikasi terlebih dahulu.

Sebab sistem cloud yang berbasis web ini memudahkan Anda dalam mengakses data dan informasi melalui internet secara cepat.

Ilustrasi sistem keamanan web-based yang terjamin

Tim Support Klikpajak Selalu Siap Membantu Anda!

“Fitur lengkap Klikpajak membantu mempermudah urusan perpajakan bagi Anda para pelaku usaha, konsultan pajak, maupun bagi Anda yang berprofesi pada bagian keuangan atau sebagai tax officer di perusahaan.”

Sebagai mitra resmi DJP, Klikpajak akan membantu Anda dalam menghitung, membayar hingga melaporkan kegiatan perpajakan Anda. Tinggal klik, semua urusan pajak Anda beres, selesai dalam sekejap.

Ingin melihat bagaimana Klikpajak dapat membantu bisnis atau aktivitas Anda dalam membuat Faktur Pajak, Bukti Pemotongan pajak, penyampaian SPT Tahunan/Masa PPh dan PPN, serta berbagai aktivitas perpajakan lainnya secara efektif yang dapat menghemat banyak waktu Anda?

“Jangan segan menghubungi kami, karena kami senang berbicara dengan Anda. Jadwalkan demo dan kami dapat menunjukkan caranya. Klikpajak mengerti yang Anda butuhkan.”

Cukup daftarkan email Anda di www.klikpajak.id dan temukan bagaimana Anda bisa melakukan urusan pajak dengan sangat menyenangkan. Lebih mudah dari sekadar yang Anda bayangkan.


PUBLISHED13 Oct 2020
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: