Rincian Kode Harta Pajak dan Utang Tax Amnesty Terbaru

Rincian Kode Harta Pajak dan Utang Tax Amnesty Terbaru

Program Tax amnesty yang dicanangkan pemerintah sebentar lagi akan memasuki periode lapor keempat, yaitu 1 Oktober 2018 sampai dengan 31 Desember 2018. Ketika Anda mengikuti program tax amnesty, Anda diwajibkan mengisi Surat Pernyataan Harta untuk Pengampunan Pajak beserta lampirannya. Di dalam lampiran Surat Permohonan Pengampunan Pajak, Anda dihadapkan kolom Kode Harta Pajak dan Kode Kewajiban/Utang Tax Amnesty.

Tidak sedikit ditemukan Wajib Pajak yang tidak mengisi kode harta pajak dan kode kewajiban/utang tax amnesty karena kurang mengetahui rincian kodenya. Pengisian SPT Tahunan seharusnya diisi dengan benar, lengkap, dan jelas. Dalam konteks ini, Wajib Pajak harus mengisi kode harta dan kode utang yang dimiliki pada akhir tahun pajak.

Berikut ini adalah detail Daftar Kode Harta Pajak untuk membantu Anda melengkapi Surat Pernyataan Harta khusus Tax Amnesty.

Rincian Kode Harta Tax Amnesty Terbaru

1.  Kas dan Setara Kas

011  :  Uang Tunai.

012  :  Tabungan.

013  :  Giro.

014  :  Deposito.

019  :  Setara Kas Lainnya.

2. Piutang dan Persediaan

021  :  Piutang.

022  :  Piutang Afiliasi (piutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa).

023  :  Persediaan Usaha.

029  :  Piutang Lainnya.

3. Investasi

031  :  Saham yang dibeli untuk dijual kembali.

032  :  Saham.

033  : Obligasi Perusahaan.

034  :  Obligasi Pemerintah Indonesia (Obligasi Ritel Indonesia atau ORI, Surat Berharga Syariah Negara dll).

035  :  Surat Utang Lainnya.

036  :  Reksadana.

037  :  Instrumen Derivatif (Right, Warrant, Kontrak Berjangka, Opsi dll).

038  :  Penyertaan modal dalam perusahaan lain yang tidak atas saham meliputi penyertaan modal pada CV, Firma dan sejenisnya.

039  :  Investasi Lainnya.

4.  Alat Transportasi

041  :  Sepeda.

042  :  Sepeda Motor.

043  :  Mobil.

049  :  Alat transportasi lainnya.

5. Harta Bergerak Lainnya

051  :  Logam mulia (Emas batangan, emas perhiasan, platina batangan, platina perhiasan, logam mulia lainnya).

052  :  Batu mulia (Intan, berlian, batu mulia lainnya).

053  :  Barang-barang seni dan antik (Barang-barang seni, barang-barang antik, lukisan, guci dan lain-lain).

054  :  Kapal pesiar, pesawat terbang, helikopter, jetski, peralatan olahraga khusus.

055  :  Peralatan elektronik, furniture.

059  :  Harta bergerak lainnya seperti kuda, hewan ternak dan lain-lain.

6. Harta Tidak Bergerak

061  :  Tanah dan/atau bangunan untuk tempat tinggal.

062  :  Tanah dan/atau bangunan untuk usaha (Toko, pabrik, gudang dan lain-lain).

063  :  Tanah atau lahan untuk usaha (lahan pertanian, perkebunan, perikanan darat dan sejenisnya).

069  :  Harta tidak bergerak lainnya.

7. Harta Tidak Berwujud

071  :  Paten.

072  :  Royalti.

073  :  Merk Dagang.

079  :  Harta tidak berwujud lainnya.

8. Hutang/Kewajiban

101 : Utang Bank/Lembaga Keuangan Bukan Bank (KPR, Leasing Kendaraan Bermotor, dan sejenisnya).

102 : Kartu Kredit.

103 : Utang Afiliasi (Pinjaman dari pihak yang memiliki hubungan istimewa sebagaimana dimaksud dalam pasal 18 Ayat (4) Undang-undang PPh).

109 : Utang lainnya.

Demikian informasi Rincian Kode Harta Pajak dan Kode Utang Tax Amnesty untuk membantu Anda mengisi kelengkapan Surat Pernyataan Harta.

Secara lengkap, Daftar kode harta, kode gateway, dan kode investasi dapat Anda lihat lampiran PER-03/PJ/2017 atau pada menu bantuan di laman https://djponline.pajak.go.id.


PUBLISHED12 Sep 2018
Ageng Prabandaru
Ageng Prabandaru

SHARE THIS ARTICLE: