Cara Membuat Kode Billing untuk Bayar Pajak 'Online' Bisa di Klikpajak

Cara Membuat Kode Billing untuk Bayar Pajak ‘Online’ Bisa di Klikpajak

Sebelum menyetorkan kewajiban pajak ke kas negara, Wajib Pajak (WP) harus memiliki ID Billing terlebih dahulu. Tahukah, cara membuat Kode Billing untuk bayar pajak online bisa di Klikpajak.

“Tak ada yang lebih menyenangkan saat urusan pembayaran pajak bisa dilakukan dengan mudah dan lancar tanpa hambatan.”

Tidak perlu datang langsung ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP), terbebas dari kendala macet di perjalanan hingga harus berlama-lama menunggu antrean sesampainya di sana.

Karena bayar pajak sekarang lebih praktis dilakukan secara daring melalui aplikasi pembayaran pajak elektronik di e-Billing.

Ingin mengetahui cara membuat Kode Billing untuk bayar pajak online, selengkapnya simak ulasan Klikpajak by Mekari berikut ini.

Bayar Pajak di e-Billing

e-Billing adalah suatu sistem pembayaran (billing system) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) secara elektronik berupa aplikasi.

Pengertian e-Billing menurut Pasal 1 ayat (3) Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-05/PJ/2017 tentang Pembayaran Pajak Secara Elektronik, disebutkan:

Sistem Billing DJP adalah sistem elektronik yang dikelola oleh DJP dalam rangka menerbitkan dan mengelola Kode Billing yang merupakan bagian dari sistem penerimaan negara secara elektronik.

Bagaimana dengan Kode Billing itu sendiri?

Ilustrasi bayar pajak online setelah membuat Kode Billing

Apa itu Kode Billing?

Kode Billing (ID Billing) adalah kode identifikasi yang diterbitkan melalui sistem billing DJP atas suatu jenis pembayaran atau penyetoran pajak. Hal ini tertuang dalam PER-05/PJ/2017.

Kode Billing ini dibuat melalui billing system yang terdapat pada aplikasi e-Billing DJP.

Masih merujuk pada Perdirjen PER-05/PJ/2017 ini, Aplikasi Billing DJP adalah bagian dari Sistem Billing DJP yang menyediakan antarmuka berupa aplikasi berbasis web bagi WP untuk menerbitkan Kode Billing dan dapat diakses melalui jaringan internet atau intranet.

Contoh Kode Billing yang tertera pada pojok kanan atas pada SSP untuk bayar pajak

a. Format Kode Billing

Kode Billing ini terdiri dari 15 digit angka, di mana digit pertama adalah kode penerbit billing.

Dari 15 digit angka pada format Kode Billing ini, 1 digit angka pertama merupakan kode penerbit billing untuk sistem billing DJP/DJBC/DJA, dan 14 digit berikutnya adalah angka acak atau random.

Note: Solusi Ekspor-Impor yang Terhambat Masalah SPT Pajak

Penjelasan:

  • Angka awal 0, 1, 2, 3 merupakan penanda untuk sistem billing Direktorat Jenderal Pajak (DJP).
  • Angka awal 4, 5, 6 adalah penanda untuk sistem billing Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).
  • Angka awal 7, 8, 9 merupakan penanda untuk sistem billing Direktorat Jenderal Anggaran (DJA).

Ilustrasi membuat Kode Billing

b. Cara Mendapatkan Kode Billing

Ada beberapa cara untuk memperoleh Kode Billing.

Saluran untuk buat Kode Billing di adalah:

  • DJP Online
  • Twitter @kring_pajak
  • Live Chat di www.pajak.go.id
  • ASP (Penyedia Jasa Aplikasi) yang ditunjuk DJP seperti Klikpajak.id
  • Internet Banking oleh bank-bank tertentu
  • Customer Service (CS)/Teller Bank dan Kantor Pos
  • Kantor Pelayanan Pajak (KPP)/KP2KP secara mandiri melalui layanan billing

Sesuai Pasal 2 ayat (4) PER-05/PJ/2017 ini, pembuatan Kode Billing dilakukan melalui:

  • Layanan mandiri (self-service)
  • Penerbitan secara jabatan (official-service) oleh DJP dalam hal terbit Surat Ketetapan Pajak (SKP), Surat Tagihan Pajak (STP), Surat Pemberitahuan Pajak terutang (SPPT) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), STP PBB, atau SKP PBB yang mengakibatkan kurang bayar.

Pembuatan Kode Billing melalui Layanan Mandiri ini dapat dilakukan dengan mengakses:

  • Aplikasi Billing DJP
  • Layanan, produk, aplikasi atau sistem penerbitan Kode Billing yang terhubung dengan sistem DJP yang disediakan oleh Bank/Pos Persepsi dan pihak lain yang ditunjuk oleh DJP, meliputi Application Service Provider dan Perusahaan Telekomunikasi.

Pembuatan Kode Billing melalui Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) atau Application Service Provider (ASP) ini tertuang dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-11/PJ/2019 tentang Pembayaran Pajak secara Elektronik.

Ilustrasi membuat Kode Billing dan membayar pajak online

Alur Pembayaran Pajak

Alur penyetoran atau pembayaran pajak dilakukan dengan terlebih dahulu meminta Kode Billing.

Setelah mendapatkan ID Billing, barulah bayar billing tersebut berdasarkan informasi jumlah nominal dan kode pembayaran yang tertera.

Berikut alur atau tahapan yang harus dilakukan saat pembayaran atau penyetoran pajak:

Note: Alur Pembuatan e-Faktur: Bayar PPN dan Pelaporan SPT Masa PPN

a. Buat ID Billing

Bagaimana cara buat Kode Billing?

Pembuatan Kode Billing melalui Layanan Mandiri dilakukan dengan melakukan input data setoran pajak (SSP/Surat Setoran Pajak) yang akan dibayarkan.

Ketentuan input data setoran pajak:

  • Atas nama dan NPWP milik WP sendiri, atau
  • Atas nama dan NPWP milik WP lain atau atas nama Subjek Pajak yang belum atau tidak memiliki NPWP, dalam hal pemenuhan kewajiban perpajakan sebagai wajib pungut.

Jika input data dilakukan atas nama subjek pajak yang belum atau tidak memiliki NPWP, maka kolom isian NPWP diisi dengan 00.000.000.0-XXX.000, dengan XXX Kode KPP tempat transaksi atau objek pajak diadministrasikan.

Sediakan NPWP saat membuat Kode Billing

b. Bayar Billing

Untuk menyelesaikan proses pembayaran pajak, langkah yang harus dilakukan setelah mendapatkan Kode Billing adalah bayar billing.

Jika menggunakan DJP Online, pembayaran billing yang jumlah nominal harus dibayar ini tertera pada Surat Setoran Pajak (SSP), dilakukan di beberapa pilihan berikut:

  • Teller Bank/Kantor Pos
  • Mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM)
  • Internet Banking (bank-bank persepsi)
  • Mobile Banking (bank-bank persepsi)
  • Mini ATM di KPP/KP2KP Mandiri/BRI/BNI/BCA

Apabila Anda menggunakan e-Billing Klikpajak, Anda tidak perlu keluar masuk platform yang berbeda saat membuat Kode Billing hingga bayar billing-nya.

Karena e-Billing Klikpajak terintegrasi dengan bank persepsi yang ditunjuk DJP untuk menerima pembayaran/setoran pajak.

Setelah pembayaran pajak di e-Billing Klikpajak selesai, Anda akan langsung menerima Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) resmi dari DJP.

Note: Dokumen yang Harus Disiapkan dan Cara Lapor SPT Badan ‘Online’

Ingat, Harus Punya EFIN untuk Bisa Gunakan Aplikasi Pajak ‘Online’

Untuk dapat menggunakan aplikasi pajak online buat bayar pajak, terlebih dahulu Anda harus memiliki EFIN (Electronic Filing Identification Number).

Cara mendapatkan EFIN dan aktivasi EFIN, selengkapnya lihat di SINI.

Buat Kode Billing Sekaligus Bayar Pajak di e-Billing

Agar lebih mudah melakukan pembayaran pajak online, mulai dari membuat Kode Billing hingga proses bayar billing, gunakan e-Billing Klikpajak.

Klikpajak.id adalah Penyedia Jasa Apikasi Perpajakan (PJAP) atau Application Service Provider (ASP) mitra resmi DJP yang disahkan dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-169/PJ/2018.

Sistem e-Billing Klikpajak akan membimbing Anda mengisi Surat Setoran Pajak (SSP) elektronik dengan benar sesuai transaksi.

Anda bisa membuat ID Billing untuk semua jenis Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS) dengan mudah dan gratis.

Semua riwayat ID Billing dan SSP akan tersimpan dengan aman sesuai jenis dan masa pajak yang diinginkan.

Begitu juga Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) juga akan disimpan dengan rapi dan aman pada Arsip Pajak di Klikpajak.

Tidak perlu keluar masuk aplikasi karena fitur Klikpajak terintegrasi yang memudahkan Anda melakukan proses pembayaran pajak.

“Hanya dalam satu platform, membuat Kode Billing dan bayar billing selesai dalam sekejap lewat e-Billing Klikpajak.”

Setelah pembayaran pajak selesai, Anda akan langsung menerima Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) resmi dari DJP.

Contoh BPE yang diterbitkan Klikpajak resmi dari DJP

a. Tutorial Cara Buat ID Billing

1. Langkah pertama untuk menggunakan fitur e Billing di Klikpajak adalah login/masuk ke akun Klikpajak Anda melalui link https://my.klikpajak.id/login, lalu masukkan ‘email dan password’ yang telah Anda daftarkan di Klikpajak.

Belum punya Akun Klikpajak? Buat Akun di SINI.

2. Setelah masuk dengan email dan password yang telah didaftarkan, akan muncul menu Home seperti dibawah ini, selanjutnya Anda klik Bayar Pajak.

3. Setelah mengklik ‘Bayar Pajak’ akan muncul halaman baru untuk menentukan jenis pajak yang ingin anda bayarkan seperti dibawah ini.

Tentukan Kode Akun Pajak dan Jenis Pajak, Kode Jenis Setoran dan Masa Pajak yang akan Anda bayarkan. Lalu klik lanjutkan.

4. Setelah mengklik Lanjutkan, akan muncul halaman seperti di bawah ini, lalu masukan jumlah pajak yang akan dibayarkan pada kolom yang tersedia, lalu klik ‘Lanjutkan’.

5. Setelah klik Lanjutkan akan muncul gambar seperti di bawah ini, pastikan semuanya telah terisi dengan benar lalu klik Buat ID Billing dan Lanjutkan’.

6. Setelah mengklik ‘Buat ID Billing dan Lanjutkan’, Anda akan diarahkan kembali ke halaman utama (Home).

Apabila ID Billing sudah diproses, maka di kolom ID Billing akan muncul informasi bahwa ID Billing Anda sedang diproses.

Jika ID Billing sudah selesai diproses, maka akan muncul secara otomatis di halaman ini.

b. Cara ‘Download’ ID Billing

Setelah melakukan proses pembuatan Kode Billing, selanjutnya adalah mengunduh (download) ID Billing/SSP secara online untuk menyelesaikan proses pembayaran pajak.

Berikut langkah-langkah download SSP di e-Billing:

1. Langkah pertama untuk download atau unggah SSP  pada fitur Bayar pajak adalah Setelah mengklik ‘Buat ID Billing dan Lanjutkan’, Anda akan diarahkan kembali ke halaman utama (Home).

Apabila ID Billing sudah diproses, maka di kolom ID Billing akan muncul informasi bahwa ID Billing Anda sedang diproses.

Jika ID Billing sudah selesai diproses, maka akan muncul secara otomatis di halaman ini.

2. Setelah ID Billing Anda berhasil diproses, silakan Anda pilih menu Home untuk melihat ID Billing Anda pada menu menunggu pembayaran.

Setelah itu Anda dapat pilih tombol yang terdapat di pojok kanan pada jenis pajak yang sesuai yang Anda inginkan dan pilih ‘Unduh SSP’.

3. Setelah Anda berhasil klik unduh SSP, Berikut adalah tampilan SSP yang telah berhasil di download.

c. Cara Membuat ‘History’ NTPN

Agar bukti bayar pajak Anda tersimpan dengan aman, lanjutkan dengan membuat history NTPN.

Berikut langkah-langkahnya:

1. Langkah pertama untuk menggunakan history NTPN adalah silakan Anda pilih menu home dan klik jenis pajak yang Anda pilih. Lalu klik tombol pojok kanan, setelah itu pilih ‘Bayar Pajak’.

2. Setelah Anda pilih Bayar pajak, maka akan tampil menu seperti ini dan selanjutnya Anda klik “Lanjutkan”.

3. Setelah Anda klik lanjutkan, Silakan Anda menginput NTPN Anda pada kolom NTPN dan pilih tanggal sesuai dengan tanggal yang tertera pada NTPN Anda. Selanjutnya unggah Bukti Penerimaan Negara yang ingin Anda upload.

Tutorial Buat ID Billing PPh 23, Bayar PPh 21, dan Jika Tanpa EFIN

Berikut adalah beberapa langkah-langkah cara buat Kode Billing Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 23 maupun cara membuat ID Billing untuk bayar pajak online PPh Pasal 21 serta jika mau membuat ID Billing untuk bayar pajak online tapi tidak memiliki EFIN.

a. Cara Membuat ID Billing untuk PPh Pasal 23

Anda juga bisa melihat video tutorial langkah-langkah cara membuat Kode Billing untuk PPh 23 di e-Billing Klikajak berikut ini.

b. Cara Membuat Kode Billing untuk Bayar Pajak ‘Online’ PPh 21

Jika Anda ingin mengetahui tutorial cara membuat ID Billing untuk membayar pajak online PPh 21 di e-Billing Klikpajak, dapat Anda simak pada video berikut ini.

c. Cara Membuat Kode Billing Bayar Pajak ‘Online’ Tanpa EFIN

Bayar membuat ID Billing untuk pajak online tanpa EFIN (Electronic Filing Identification Number)? Memangnya bisa?

Anda juga dapat membuat Kode Billing untuk membayar pajak online tanpa EFIN melalui e-Billing Klikpajak.

Selengkapnya bisa Anda lihat pada tutorial video berikut ini.

Cara Bayar Pajak di e-Billing Klikpajak

Setelah mendapatkan Kode Billing, langkah selanjutnya yang harus Anda lakukan adalah membayar billing.

Berikut cara bayar ID Billing di e-Billing Klikpajak:

Setelah membuat kode billing, Anda akan diarahkan ke Halaman Menunggu Pembayaran. Ikuti langkah berikut untuk melakukan pembayaran ID Billing.

1. Pilih tombol dropdown bayar pajak, kemudian pilih “Bayar dengan Virtual Account”

2. Sistem akan melakukan validasi ID Billing dengan tanda “Menunggu Verifikasi” pada button, jika berhasil akan diarahkan ke Halaman Pilih Metode Bank

  • Pada kotak biru, Anda dapat mengunduh Surat Setoran Pajak kode billing yang Anda buat.
  • Pada kotak merah Anda dapat melihat detail pembayaran kode billing Anda. 
  • Pilih bank yang ingin Anda gunakan untuk membayar ID Billing dan akan diarahkan ke Halaman Virtual Account sesuai bank yang dipilih.

  • Nomor virtual account akan tampil sesuai jenis bank yang Anda pilih

  • Anda bisa melihat petunjuk pembayaran virtual account dengan menekan tanda (>).
  • Anda akan mendapatkan email ini setelah memilih bank yang dipilih. 

3. Bayar pajak Anda sesuai petunjuk pembayaran yang dipilih. Pastikan nomor Virtual Account, nama pemilik rekening dan jumlah bayar sesuai dengan yang ditampilkan pada Halaman Virtual Account. 

4. Jika pembayaran Virtual Account telah berhasil dan Anda masih berada di Halaman Virtual Account, Anda akan diarahkan ke Halaman Sukses Pembayaran ID Billing. Anda juga akan mendapat email bahwa pembayaran telah diterima.

5. Kemudian, tekan tombol “Lihat status pembayaran” pada email dan akan diarahkan ke Halaman Menunggu Pelaporan atau Halaman Arsip Pajak (bergantung pada jenis KAP dan KJS saat membuat kode billing). Apabila NTPN sudah diterima, Anda akan mendapat email Bukti Penerimaan Negara (BPN) dan nomor NTPN sudah muncul di Halaman Menunggu Pelaporan.

6. Anda bisa mengunduh file BPN pada halaman menunggu pelaporan dengan menekan nomor NTPN dan klik tombol “Unduh BPN”. Anda juga dapat  mengunduh file BPN pada email NTPN diterima.

Temukan Kemudahan Urus Perpajakan Lainnya di Klikpajak

Bukan hanya fitur buat ID Billing untuk pembayaran pajak saja, Anda juga dapat melakukan berbagai aktivitas perpajakan lainnya di aplikasi pajak online Klikpajak.id.

Sebab Klikpajak memiliki fitur yang lengkap untuk mempermudah urusan perpajakan Anda. Anda dapat membuat e-Faktur, e-Bupot, dan pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan/Masa PPh.

Note: Alur Pembuatan e-Faktur: Bayar PPN dan Pelaporan SPT Masa PPN

a. Menggunakan Fitur e-Faktur 3.0 Tanpa ‘Install’

Tentunya Anda sudah mengetahui bahwa per 1 Oktober 2020, DJP telah mewajibkan pengguna e-Faktur client desktop harus update e-Faktur 3.0 karena e-Faktur 2.2 telah ditutup.

Inilah perbedaan e-Faktur 3.0 dan e-Faktur 2.2.

Melalui e-Faktur Klikpajak, Anda tidak perlu repot-repot download patch terbaru e-Faktur ini karena Anda bisa langsung menggunakannya dan memanfaatkan fitur prepopulated e-Faktur.

“Gunakan aplikasinya, biar Klikpajak yang mengurus sistemnya untuk mempermudah pembuatan e-Faktur, pembayaran hingga pelaporan SPT Masa PPN Anda.”

Melalui e-Faktur Klikpajak, Anda dapat mengelola Nomor Seri Faktur Pajak (NSFP) dan memperoleh Surat Pemberitahuan PPN sesuai data yang diunggah ke DJP.

Bahkan pembuatan dan pengelolaan e-Faktur Anda semakin cepat karena salah satu kelebihan Klikpajak adalah terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal by MekariSimple Online Accounting Software.

Ini adalah teknologi canggih berbasis API integration yang membuat proses pengelolaan data pajak dari bagian keuangan (accounting) lebih cepat dan mudah.

Melalui e-Faktur Klikpajak, Anda bisa menarik data langsung dari pembukuan atau laporan keuangan Jurnal.id tanpa harus keluar masuk platform lagi.

Tentu saja, hal ini semakin menghemat waktu Anda, bukan?

Ilustrasi pembauran versi e-Faktur 3.0 DJP

b. Mudah Membuat Bukti Potong e-Bupot

Seperti diketahui, baik WP Pengusaha Kena Pajak (PKP) maupun Non-PKP yang melakukan transaksi yang mengharuskan membuat bukti pemotongan PPh 23/26 wajib menggunakan e-Bupot mulai 1 Oktober untuk masa pajak September 2020.

Wajib e-Bupot bagi WP PKP dan Non-PKP ini diatur dalam Kepdirjen Nomor KEP-368/PJ/2020 tentang Penetapan Pemotong PPh Pasal 23/26 yang Diharuskan Membuat Bukti Pemotongan dan Diwajibkan Menyampaikan SPT Masa PPh Pasal 23/26 Berdasarkan PER-04/PJ/2017.

Klikpajak juga dilengkapi dengan fitur e-Bupot yang semakin memudahkan Anda membuat bukti pemotongan PPh Pasal 23/26 dan melaporkan SPT PPh 23/26 melalui e-Bupot dengan menarik data langsung dari laporan keuangan elektronik.

Note: Cara Membuat Bukti Potong di e-Bupot Klikpajak

Keunggulan e-Bupot Klikpajak

Berikut keunggulan e-Bupot Klikpajak dapat membantu bisnis perusahaan:

  • Pengelolaan bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah karena alur pembuatan yang efisien dan ramah penggunaan (user friendly).
  • Penghitungan pajak otomatis pada SPT Masa PPh 23/26.
  • Pengiriman bukti pemotongan pajak langsung ke lawan transaksi.
  • Bukti pemotongan serta pelaporan SPT Masa PPh 23/26 tidak perlu ditandatangani dengan tanda tangan basah.
  • Bukti pemotongan dan bukti pelaporan tersimpan aman, baik di PJAP dan DJP karena Klikpajak menggunakan teknologi cloud. Sehingga tak perlu khawatir bukti potong dan lapor pajak hilang jika terjadi kerusakan atau kehilangan komputer maupun laptop karena Anda tetap bisa mengaksesnya di mana pun.
  • e-Bupot Klikpajak juga terintegrasi dengan sistem pembukuan akuntansi online Jurnal.id, sehingga semakin mudah dalam pembuatan bukti potong.
  • e-Bupot Klikpajak juga memiliki performa yang dapat di-scale up sesuai kebutuhan.
  • Layanan support pajak yang dapat diandalkan dan tutorial dalam penggunaan aplikasi yang terus diperbarui.
  • Fitur e-Bupot Klikpajak juga menyediakan data untuk kebutuhan rekapitulasi dan rekonsiliasi data faktur pajak atas transaksi yang dilakukan.

Contoh membuat bukti potong PPh 23/26 di e-Bupot pajak online Klikpajak

c. Lapor SPT di e-Filing Klikpajak Gratis!

Anda dapat memanfaatkan fitur e-Filing Klikpajak untuk melaporkan berbagai jenis SPT Tahunan/Masa PPh dengan langkah-langkah yang mudah.

Lapor SPT juga gratis selamanya melalui e-Filing Klikpajak. Anda bisa melaporkan semua jenis SPT mulai dari SPT Tahunan Pajak Badan, SPT Masa (Bulanan) Pajak, dan SPT Tahunan Pajak Pribadi.

Setelah menyampaikan SPT Pajak, Anda akan peroleh bukti lapor dalam bentuk elektronik, yakni Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) dari DJP, yang berisi:

  • Informasi Nama Wajib Pajak (WP)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Tanggal pembuatan BPE
  • Jam pembuatan BPE
  • Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE)

Melalui Klikpajak, Anda juga akan mendapatkan NTTE resmi dari DJP sebagai bukti lapor.

Ketahui Batas Waktu Bayar dan Lapor SPT Pajak

Tak perlu bingung kapan waktunya harus bayar lapor pajak untuk menghindari sanksi atau denda telat bayar dan lapor pajak.

Lebih mudah lihat semua jadwal pembayaran dan pelaporan pajak pada kalender saku di Kalender Pajak Klikpajak.

Data Terlindungi

Tenang, Anda dapat menyimpan berbagai riwayat pembayaran atau bukti pelaporan pajak maupun aktivitas pajak lainnya dengan aman, karena keamanan dan kerahasiaan data terjamin.

Sebab Klikpajak sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standar Internasional ISO yang menjamin standar keamanan sistem teknologi informasi.

Sehingga Anda tidak perlu khawatir kehilangan bukti bayar atau lapor pajak hilang jika terjadi kerusakan atau kehilangan komputer maupun laptop.

Karena Klikpajak merupakan aplikasi pajak berbasis web (web based) yang didukung dengan teknologi cloud, semakin memudahkan Anda melakukan semua aktivitas perpajakan hanya dalam satu platform kapan pun dan di mana saja.

Cloud computing atau komputasi awan adalah teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat server untuk mengelola data dan juga aplikasi pengguna.

Melalui teknologi cloud, Anda bisa menggunakan aplikasi tanpa harus mengunduh (download) dan memasang (install) aplikasi terlebih dahulu.

Sebab sistem cloud yang berbasis web ini memudahkan Anda dalam mengakses data dan informasi melalui internet secara cepat.

Ilustrasi sistem keamanan web-based yang ketat

Terintegrasi dengan Aplikasi Akuntansi ‘Online’

Kelebihan lain Klikpajak adalah bisa menarik data langsung dari laporan keuangan pengguna aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Temukan bagaimana integrasi akuntani online Jurnal.id dengan aplikasi pajak online Klikpajak.id semakin memudahkan urusan perpajakan Anda, di SINI.

Contoh fitur aplikasi pembukuan dan akuntansi online Jurnal.id yang terintergrasi dengan aplikasi pajak online Klikpajak.id

Tim Support Klikpajak Selalu Siap Membantu Anda!

“Fitur lengkap Klikpajak membantu mempermudah urusan perpajakan bagi Anda para pelaku usaha, konsultan pajak, maupun bagi Anda yang berprofesi pada bagian keuangan atau sebagai tax officer di perusahaan.”

Sebagai mitra resmi DJP, Klikpajak akan membantu Anda dalam menghitung, membayar hingga melaporkan kegiatan perpajakan Anda. Tinggal klik, semua urusan pajak Anda beres, selesai dalam sekejap.

Ingin melihat bagaimana Klikpajak dapat membantu bisnis atau aktivitas Anda dalam membuat Faktur Pajak, Bukti Pemotongan pajak, penyampaian SPT Tahunan/Masa PPh dan PPN, serta berbagai aktivitas perpajakan lainnya secara efektif yang dapat menghemat banyak waktu Anda?

“Jangan segan menghubungi kami, karena kami senang berbicara dengan Anda. Jadwalkan demo dan kami dapat menunjukkan caranya. Klikpajak mengerti yang Anda butuhkan.”

Cukup daftarkan email Anda di www.klikpajak.id dan temukan bagaimana Anda bisa melakukan urusan pajak dengan sangat menyenangkan. Lebih mudah dari sekadar yang Anda bayangkan.


PUBLISHED13 Oct 2020
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: