Cara 'Update' e-Faktur 3.0 yang Berlaku Nasional Mulai 1 Oktober

Cara ‘Update’ e-Faktur 3.0 yang Berlaku Nasional Mulai 1 Oktober

Secara berkala, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) melakukan proyek percontohan (pilot project) e-Faktur 3.0 sejak awal tahun ini, yang resmi diberlakukan secara nasional mulai 1 Oktober 2020. Cari tahu pembaruan e-Faktur 3.0 di sini.

Implementasi aplikasi e-Faktur 3.0 bagi seluruh Wajib Pajak (WP) Pengusaha Kena Pajak (PKP) ini telah melalui serangkaian uji coba terhadap sejumlah PKP yang dipilih DJP.

Hingga tahap uji coba (piloting) yang terakhir pada September ini, dipastikan rampung dan seluruh PKP bisa memperbarui sistem pembuatan Faktur Pajak Elektronik dan pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Masa Pajak Pertambahan Nilai (PPN) lebih mudah.

Seperti apa cara update e-Faktur 3.0 atau download patch terbaru e-Faktur dan penjelasan lengkap seputar e-Faktur versi terbaru ini, berikut ulasan dari Klikpajak by Mekari.

Pengguna e-Faktur 3.0

Sebelum mulai diberlakukan secara nasional pada 1 Oktober mendatang, yang bisa menggunakan e-Faktur versi 3.0 masih terbatas hanya untuk WP yang ditunjuk dalam proyek percontohan.

Setelah resmi diberlakukan secara nasional bagi seluruh PKP, pembuatan e-Faktur melalui DJP Online harus melakukan pembaruan (update) sistem e-Faktur 3.0 pada komputer.

Cara menggunakannya, tentu saja PKP harus terdaftar terlebih dahulu sebagai pengguna e-Faktur 3.0.

Jika perusahaan tidak/belum ditunjuk tetapi sudah terlanjur instalasi e-Faktur 3.0, tetap dapat menggunakan aplikasi ini dan tidak perlu kembali ke versi 2.2, tapi tidak dapat menggunakan fitur tambahan yang ada di e-faktur 3.0.

Begitu juga bagi perusahaan yang sudah ditetapkan sebagai PKP pengguna e-Faktur 3.0 dan sudah melakukan instalasi e-Faktur 3.0, maka tidak bisa lagi menggunakan e-Faktur 2.2.

Ilustrasi Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang menggunakan e-Faktur 3.0

Tahapan Implementasi e-Faktur 3.0 secara Nasional

Seperti diketahui, DJP melakukan uji coba e-Faktur versi 3.0 secara bertahap, yakni:

  • Tahap I

Februari 2020: Uji coba e-Faktur 3.0 secara terbatas pada 4 PKP di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) WP Besar

  • Tahap II

10 Juni 2020: Perluasan uji coba e-Faktur 3.0 pada 27 PKP di KPP WP Besar dan KPP Madya Jakarta

  • Tahap III

1 Agustus 2020: Uji coba e-Faktur 3.0 diperluas pada 4.617 PKP terdaftar di seluruh KPP WP Besar, KPP Madya Jakarta dan 19 PKP di KPP Madya dan Pratama luar wilayah Jakarta

  • Tahap IV

1 September: Tahap akhir uji coba e-Faktur 3.0 untuk 5.445 PKP yang terdaftar di 159 KPP Pratama yang telah menyampaikan usulan

  • Tahap V

1 Oktober 2020: Implementasi e-Faktur 3.0 secara nasional untuk semua PKP

Pengguna e-Faktur DJP Online harus mengupdate patch versi terbaru pembuatan Faktur Pajak Elektronik ini untuk bisa menggunakan aplikasi e-Faktur 3.0 dan telah terdaftar sebagai pengguna.

Data DJP menunjukkan, setidaknya saat ini jumlah PKP yang wajib membuat e-Faktur ada sekira 678.886 PKP. Kesemua jumlah PKP ini nantinya bisa memanfaatkan e-Faktur 3.0.

Ilustrasi membuat Faktur Pajak elektronik di e-Faktur 3.0

Sistem pada e-Faktur 3.0

Apa yang ditawarkan dalam sistem e-Faktur versi 3.0 ini?

Note: Membuat Faktur Pajak wajib memiliki Nomor Seri Faktur Pajak. Ketahui Tata Cara Permohonan NSFP dengan e-Nofa Online.

Perubahan pada e-Faktur 3.0 Dibanding e-Faktur 2.2

  • e-Faktur 3.0 bekerja dalam sistem otomasi (tidak lagi input data secara manual seperti dalam e-Faktur 2.2)
  • e-Faktur 3.0 akan mengintegrasikan data DJP dengan data Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) untuk mengakomodasi kegiatan ekspor-impor
  • e-Faktur 3.0 dilengkapi dengan tambahan fitur prepopulated

Fitur Tambahan di e-Faktur 3.0

Pada sistem e-Faktur versi terbaru ini terdapat sejumlah fitur tambahan dalam melakukan administrasi Faktur Pajak elektronik, yaitu:

  • Prepopulated Pajak Masukan (PM)
  • Prepopulated Pemberitahuan Impor Barang (PIB)
  • Prepopulated Surat Pemberitahuan (SPT) Masa Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
  • Sinkronisasi kode cap fasilitas

Alur Pembuatan e-Faktur: Bayar PPN dan Pelaporan SPT Masa PPN, selengkapnya lihat di SINI.

Apa itu prepopulated?

Sederhananya, sistem prepopulated sendiri artinya penyediaan data yang kelanjutan prosesnya hanya dibutuhkan konfirmasi oleh yang bersangkutan terhadap data yang dipilihnya.

Jadi, fitur prepopulated adalah fitur yang pengisian informasinya berdasarkan database yang telah ada sebelumnya.

Prepopulated pada e-Faktur 3.0 adalah sistem DJP yang akan menyediakan data Pajak Masukan yang dapat dikreditkan oleh PKP secara otomatis melalui sistem yang tersedia, tanpa melakukan input secara manual ke aplikasi e-Faktur seperti sebelumnya pada e-Faktur versi 2.2.

Pada aplikasi e-Faktur 2.2, saat mendapatkan Faktur Pajak dari lawan transaksi, PKP harus melakukan input secara manual (key-in), input melalui skema impor, dan melalui aplikasi scanner e-Faktur ke aplikasi e-Faktur.

Ilustrasi sistem kerja e-Faktur 3.0

Cara Kerja e-Faktur 3.0

Melalui sistem terbaru, aplikasi e-Faktur DJP Online mengakomodasi mekanisme prepulated untuk data PM dan PIB.

Sehingga pengisian data Pajak Masukan maupun PIB pada saat membuat SPT Masa PPN tidak lagi manual, tapi sudah otomatis.

Melalui e-Faktur versi 3.0 ini, data Pajak Masukan dan PIB otomatis tersedia dalam sistem untuk proses mengkreditkan Faktur Pajak Keluaran, dengan terlebih dahulu menentuan Masa Pajak dan status pengkreditannya.

Namun untuk dokumen tertentu yang kedudukannya dipersamakan dengan Faktur Pajak untuk selain PIB, masih menggunakan skema upload seperti sebelumnya sesuai tata cara di PER 29/PJ/2015.

Jadi, melalui sistem e-Faktur 3.0 ini semua data dari Faktur Masukan dan PIB yang telah diunggah sebelumnya akan tersedia dan otomatis bisa digunakan saat menyampaikan SPT Masa PPN.

Melalui prepopulated SPT pada e-Faktur 3.0 ini pula, pelaporan SPT Masa PPN tidak lagi dilakukan melalui Client Desktop, tapi menggunakan e-Faktur Web based.

Seluruh data Pajak Keluaran dan Pajak Masukan yang tersedia untuk dilaporkan di SPT Masa PPN akan disediakan melalui e-Faktur Web Based.

“PKP yang menggunakan e-Faktur 3.0 wajib menggunakan e-Faktur 3.0 untuk pelaporan SPT Masa PPN,” tulis DJP seperti dikutip.

Note: Ketahui bagaimana Cara Pengisian PIB yang Benar agar Fungsinya Sama dengan Faktur Pajak

Dokumen Selain PIB yang Dipersamakan dengan Faktur Pajak

Dokumen selain PIB yang dipersamakan dengan Faktur Pajak adalah Surat Penetapan Bea Masuk, Cukai, dan Pajak (SPPBMCP), yang termasuk dokumen kepabeanan terkait impor yang dapat diinput ke aplikasi e-Faktur melalui mekanisme prepopulated PIB.

Dokumen-dokumen PIB yang dapat diprepopulated di aplikasi e-Faktur sesuai PER-13/PJ/2019 yang kedudukannya dipersamakan dengan Faktur Pajak adalah:

  • BC20
  • BC24
  • BC28
  • Surat Penetapan Pembayaran Bea Masuk, Cukai dan/atau Pendapatan Pajak (SPPBMCP)
  • Pemberitahuan Impor Barang Khusus (PIBK) Barang Penumpang
  • Surat Penetapan tarif dan Nilai Pabean (SPTNP)
  • Surat Penetapan Pabean (SPP)
  • Surat Teguran
  • Surat Penetapan Kembali Tarif dan/atau Nilai Pabean (SPKTNP)

Ilustrasi Host-to-Host sytem yang berlum didukung dengan e-Faktur 3.0

Versi 3.0 Tidak Tersedia di e-Faktur ‘Host-to-Host’

Kendati DJP sudah memastikan implementasi e-Faktur 3.0 secara nasional mulai 1 Oktober 2020, namun fitur prepopulated Pajak Masukan ini belum akan tersedia pada e-Faktur Host-to-Host.

Prepopulated Pajak Masukan ini baru tersedia pada aplikasi e-Faktur Client Desktop dan e-Faktur Web Based. Ke depannya, e-Faktur Host-to-Host akan dikembangkan mengikuti skema prepopulated Pajak Masukan,” tulis DJP seperti dikutip.

Perbedaan e-Faktur ‘Host-to-Host’, ‘Web Based’ dan ‘Client Desktop’

Faktur Pajak elektronik atau e-Faktur merupakan terobosan DJP sebagai reformasi di bidang administrasi perpajakan yang diperkenalkan pada 2014 dan berlaku secara nasional sejak 1 Juli 2016.

Sistem elektronik pembuatan Faktur Pajak ini tersedia dalam tiga versi yakni:

a. Aplikasi e-Faktur Client Desktop

Aplikasi pembuat Faktur Pajak elektronik Client Desktop adalah aplikasi e-Faktur yang bisa dioperasikan secara offline, tapi harus menginstal sendiri aplikasi e-Faktur pada laptop atau komputer.

Aplikasi e-Faktur Client Desktop ini untuk membuat e-Faktur dalam jumlah kecil.

b. Aplikasi e-Faktur Web Based

Kebalikan dari versi Client Desktop, untuk aplikasi e-Faktur Web Based adalah aplikasi e-Faktur berbasis web yang pengoperasiannya harus terkoneksi dengan internet.

Aplikasi e-Faktur Web Based ini bisa untuk membuat e-Faktur juga dalam jumlah kecil.

Pembuatan e-Faktur berbasis Web Based ini juga bisa dilakukan oleh PKP sendiri melalui saluran DJP Online atau melalui pihak penyelenggara e-Faktur web based mitra resmi DJP.

c. Aplikasi e-Faktur Host-to-Host (H2H)

Aplikasi e-Faktur H2H adalah sistem elektronik pembuatan e-Faktur untuk PKP yang membuat Faktur Pajak dalam jumlah besar.

Melalui e-Faktur H2H ini, PKP bisa menggunakan sendiri aplikasi tersebut, atau membuat e-Faktur melalui pihak penyelenggara jasa e-Faktur H2H.

Ilustrasi download aplikasi berbasis desktop

Kelebihan dan Kekurangan Aplikasi Berbasis Desktop dan Web

Seiring berkembangnya teknologi, aplikasi berbasis desktop sudah mulai berkurang pamornya karena harus melakukan install aplikasi terlebih dahulu pada komputer/laptop.

Meski aplikasi basis desktop ini bisa digunakan secara offline alias tidak membutuhkan jaringan internet, tapi membutuhkan perangkat keras (hardware) yang memiliki spesifikasi tinggi atau tertentu.

Dan setiap melakukan install aplikasi, harus menyertakan lisensi pada setiap komputer. Lalu, tidak bisa membuka aplikasi yang telah diinstal tersebut di komputer lain tanpa menginstalnya terlebih dahulu.

Note: Kelebihan e-Faktur 3.0 Dibanding e-Faktur 2.2

Bagaimana dengan aplikasi berbasis web?

Sistem aplikasi ini membutuhkan jaringan internet untuk mengaksesnya, maka sudah pasti tidak bisa digunakan secara offline.

Karena sistemnya berbasis web inilah aplikasi bisa langsung digunakan kapanpun dan dimanapun tanpa menginstal terlebih dahulu.

Juga tidak perlu memikirkan soal lisensi karena hak cipta aplikasi pada Web Based tersebut sudah menjadi tanggung jawab web penyedia aplikasi.

Sistem operasi aplikasi web juga bisa digunakan di berbagai browser manapun, entah itu Linux, Windows, ataupun MacOS.

Sistem web yang praktis ini pula, maka aplikasi dapat diakses di banyak perangkat elektronik, seperti komputer/laptop, tablet, hingga ponsel (smartphone) standar WAP (Wireless Application Protocol).

Tentu saja, tidak perlu spesifikasi komputer yang tinggi untuk menggunakan aplikasi berbasis web. Karena sebagian besar proses dalam sistem ini sudah dilakukan oleh penyedia aplikasi berbasis web ini.

Namun, karena aplikasi ini dijalankan secara terpusat melalui web server, maka dibutuhkan sistem keamanan yang baik. Karena aplikasi tidak bisa dijalankan jika server di pusat mengalami gangguan (down).

Ilustrasi update e-Faktur versi 3.0

Cara Update e-Faktur 3.0 atau Download Patch Versi Terbaru

Ada beberapa tahapan untuk melakukan pembaruan e-Faktur versi terbaru DJP ini.

Berikut langkah-langkah upgrade atau download patch e-Faktur versi terbaru 3.0:

1. Lakukan pencadangan (backup) data e-Faktur 2.2 sebelum mulai melakukan update e-Faktur versi 3.0 untuk menghindari kegagalan pembaruan.

2. Siapkan nomor Sertifikat Elektronik (SE). Unduh (download) e-Faktur 3.0 di https://efaktur.pajak.go.id. Klik bagian keterangan ‘Aplikasi e-Faktur terbaru dapat diunduh di sini’.

3. Pilih aplikasi yang sesuai dengan OS (Operating System) atau sistem operasi pada perangkat yang Anda gunakan untuk mengunduh.

4. Setelah berhasil diunduh, extract file aplikasi e-Faktur 3.0. Anda akan melihat hasil extract file tersebut berupa ETaxInvoice, ETaxInvoiceMain, dan ETaxInvoiceUp

5. Berikutnya salin (copy) ketiga file tersebut dan tempel (paste) ke folder e-Faktur 2.2 yang akan diperbarui. Lalu akan muncul notifikasi, klik replace the files.

6. Lanjutkan dengan klik ETaxInvoice, setelah itu akan diarahkan untuk memilih database. Kemudian klik local database, lalu klik connect.

7. Berikutnya, login pada aplikasi e-Faktur.

8. Jika update berhasil, akan terlihat menu baru pada aplikasi e-Faktur yang baru saja diupdate ini yaitu prepopulated data.

9. Setelah berhasil update e-Faktur 3.0, jangan lupa melakukan pengaturan (setting) referensi Sertifikat Elektronik sebelum menggunakannya

Ilustrasi update e-Faktur 3.0 gagal

Tidak Mau ‘Ribet’ Update e-Faktur? Pakai Saja e-Faktur Klikpajak

“Kebayang repotnya update e-Faktur 3.0 yang harus download patch versi terbaru?”

Anda tidak perlu melakukan update sendiri untuk bisa memanfaatkan fitur e-Faktur 3.0 ini.

Langsung saja gunakan fitur e-Faktur 3.0 melalui aplikasi e-Faktur Klikpajak.id. Anda tinggal menggunakan aplikasinya, biar Klikpajak yang mengurus sistemnya untuk mempercepat pembuatan e-Faktur Anda.

Sehingga Anda bisa fokus menjalankan perusahaan dan mengembangkan bisnis, tanpa membuang-buang waktu dan tenaga untuk memperbarui sistem pada e-Faktur yang berlaku.

Klikpajak.id adalah Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) atau Application Service Provider (ASP) mitra resmi DJP yang disahkan dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-169/PJ/2018.

Sebagai penyedia jasa aplikasi perpajakan yang ditunjuk oleh DJP, Klikpajak memiliki kewenangan untuk memproses permintaan Nomor Seri Faktur Pajak (NSFP) dan Anda dapat memperoleh Surat Pemberitahuan PPN sesuai data yang diunggah ke DJP.

Melalui e-Faktur Klikpajak, Anda juga dapat membuat Faktur Masukan, Faktur Pajak Keluaran dan Faktur Pajak Retur.

Hal ini semakin memudahkan Anda dalam pengelolaan e-Faktur dan mengarsipkan dokumen perpajakan dalam satu aplikasi.

Keuntungan lain menggunakan Klikpajak, Anda juga dapat menerbitkan Kode Billing tanpa harus keluar masuk aplikasi yang berbeda.

Ilustrasi sistem cloud untuk mempermudah aktivitas pajak online

Mengadopsi Teknologi ‘Cloud’

Klikpajak.id mengadopsi teknologi komputasi awan (cloud computing). Cloud adalah teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat server untuk mengelola data dan juga aplikasi pengguna.

Melalui teknologi cloud, Anda bisa menggunakan aplikasi tanpa harus mengunduh (download) dan memasang (install) aplikasi terlebih dahulu.

Sebab sistem cloud ini berbasis web (Web Based) yang memudahkan dalam mengakses data dan informasi melalui internet secara cepat.

Klikpajak.id merupakan aplikasi perpajakan berbasis web yang dapat menyimpan berbagai riwayat permbayaran atau bukti pelaporan pajak maupun aktivitas pajak lainnya yang Anda lakukan dengan aman.

Sehingga Anda tidak perlu khawatir kehilangan bukti bayar atau lapor pajak hilang jika terjadi kerusakan atau kehilangan komputer maupun laptop.

Anda juga dapat melakukan urusan perpajakan kapanpun dan dimanapun serta menggunakan perangkat apapun hanya bermodalkan jaringan internet.

Contoh fitur lengkap Klikpajak

Fitur Lengkap Klikpajak

“Klikpajak memiliki fitur lengkap sebagai aplikasi pajak online yang membantu mempermudah urusan perpajakan bagi Anda para pelaku usaha, konsultan pajak, maupun bagi Anda yang bekerja pada bagian keuangan atau sebagai tax officer di perusahaan.”

Anda dapat nyaman menggunakan aplikasi Klikpajak karena keamanan dan kerahasiaan data terjamin.

Sebab Klikpajak sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standar Internasional ISO yang menjamin standar keamanan sistem teknologi informasi.

Selain e-Faktur, apa saja fitur lengkap Klikpajak yang semakin memudahkan Anda dalam melakukan aktivitas perpajakan?

Contoh membuat bukti potong PPh 23/26 di e-Bupot Klikpajak

e-Bupot Klikpajak

Klikpajak juga dilengkapi fitur e-Bupot yang memudahkan Anda menerbitkan Bukti Potong dan mengelola bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah.

Seperti diketahui, melalui Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-269/PJ/2020, mulai 1 Agustus 2020 setiap Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama seluruh Indonesia harus membuat bukti potong dan melaporkan SPT masa PPh Pasal 23/26 secara elektronik melalui aplikasi e-Bupot.

Kini, penerapan wajib e-Bupot secara nasional berlaku mulai 1 September 2020 bagi semua wajib pajak yang telah memenuhi ketentuan Pasal 6 dari PER-04/PJ/2017, melalui KEP-368/PJ/2020.

Keunggulan e-Bupot Klikpajak

e-Bupot Klikpajak memiliki keunggulan yang bisa Anda manfaatkan untuk membantu bisnis perusahaan, di antaranya:

  • Pengelolaan bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah karena alur pembuatan yang efisien dan ramah penggunaan (user friendly).
  • Penghitungan pajak otomatis pada SPT Masa PPh 23/26.
  • Pengiriman bukti pemotongan pajak langsung ke lawan transaksi.
  • Bukti pemotongan serta pelaporan SPT Masa PPh 23/26 tidak perlu ditandatangani dengan tanda tangan basah.
  • Bukti pemotongan dan bukti pelaporan tersimpan aman, baik di PJAP dan DJP karena Klikpajak menggunakan teknologi cloud. Sehingga tak perlu khawatir bukti potong dan lapor pajak hilang jika terjadi kerusakan atau kehilangan komputer maupun laptop karena Anda tetap bisa mengaksesnya di mana pun.
  • Keamanan dan kerahasiaan data terjamin karena Klikpajak sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standar Internasional ISO, yang menjadi standar keamanan sistem teknologi informasi.
  • e-Bupot Klikpajak juga terintegrasi dengan sistem pembukuan akuntansi online Jurnal.id, sehingga semakin mudah dalam pembuatan bukti potong.
  • e-Bupot Klikpajak juga memiliki performa yang dapat di-scale up sesuai kebutuhan.
  • Layanan support pajak yang dapat diandalkan dan tutorial dalam penggunaan aplikasi yang terus diperbarui.
  • Fitur e-Bupot Klikpajak juga menyediakan data untuk kebutuhan rekapitulasi dan rekonsiliasi data faktur pajak atas transaksi yang dilakukan.

e-Filing Klikpajak

Anda akan mendapatkan kemudahan cara lapor SPT Tahunan/Masa pajak dengan menggunakan aplikasi e-Filing Klikpajak. Sebab Anda akan dipandu dengan langkah-langkah mudah.

Anda bisa melaporkan seluruh jenis SPT secara gratis selamanya melalui e-Filing Klikpajak kapan saja dan di mana saja, seperti:

  • SPT Tahunan Pajak Badan
  • SPT Masa (Bulanan) Pajak
  • SPT Tahunan Pajak Pribadi

Setelah menyampaikan SPT Pajak, Anda akan peroleh bukti lapor dalam bentuk elektronik, yakni Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) dari DJP, yang berisi:

  • Informasi Nama Wajib Pajak (WP)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Tanggal pembuatan BPE
  • Jam pembuatan BPE
  • Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE)

Melalui Klikpajak, Anda juga akan mendapatkan NTTE resmi dari DJP sebagai bukti lapor.

Note: Selengkapnya cara mudah membuat Kode Billing dan menyampaikan SPT online lewat e-Filing Klikpajak, lihat langkah-langkahnya di SINI.

Ketahui Batas Waktu Bayar dan Lapor SPT Pajak

Hindari sanksi atau denda telat bayar dan lapor pajak, lebih mudah lihat semua jadwal pembayaran dan pelaporan pajak pada kalender saku di Kalender Pajak Klikpajak.

e-Billing Klikpajak

Sistem e-Billing akan membimbing Anda mengisi Surat Setoran Pajak (SSP) elektronik dengan benar sesuai transaksi.

Sebelum menyetor pajak, Anda perlu mendapatkan Kode Billing atau ID Billing terlebih dahulu dari DJP melalui e-Billing.

Anda bisa membuat ID Billing untuk semua jenis Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS) dengan mudah dan gratis.

Semua riwayat ID Billing dan SSP akan tersimpan dengan aman sesuai jenis dan masa pajak yang diinginkan.

Begitu juga Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) juga akan disimpan dengan rapi dan aman pada Arsip Pajak di Klikpajak.

Aplikasi akuntansi online Jurnal.id yang terintegrasi dengan support system pajak online Klikpajak.id

Terintegrasi dengan Aplikasi Akuntansi ‘Online’

Kelebihan lain Klikpajak adalah bisa menarik data langsung dari laporan keuangan pengguna aplikasi akuntansi online. Salah satunya adalah Jurnal.id.

Anda semakin mudah dalam membuat dan mengelola e-Faktur serta e-Bupot karena Klikpajak bisa menarik data langsung dari laporan keuangan pengguna aplikasi akuntansi online seperti Jurnal by MekariSimple Online Accounting Software.

Ini adalah teknologi canggih berbasis API integration yang membuat proses pengolahan data pajak dari bagian accounting (keuangan) lebih cepat dan mudah.

Sehingga proses pengelolaan pajak jadi makin gampang dan tepat hanya dengan Klikpajak.

Tim ‘Support’ Klikpajak Siap Membantu Anda!

Sebagai mitra resmi DJP, KlikPajak akan membantu Anda dalam menghitung, membayar hingga melaporkan kegiatan perpajakan. Tinggal klik, semua urusan pajak Anda selesai dalam sekejap!

Ingin melihat bagaimana Klikpajak dapat membantu bisnis Anda dalam membuat Faktur Pajak secara efektif yang dapat menghemat banyak waktu Anda?

“Kami senang berbicara dengan Anda. Jadwalkan demo dan kami dapat menunjukkan caranya. Klikpajak mengerti yang Anda butuhkan.”

Cukup daftarkan email Anda di www.klikpajak.id dan manfaatkan kemudahan dalam mengurus perpajakan Anda mulai dari menghitung, membayar hingga melaporkan pajak hanya dalam satu platform.


PUBLISHED22 Sep 2020
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: