Cara Import atau Copy Database e-Faktur yang Mudah

Cara Import atau Copy Database e-Faktur yang Mudah

Mungkin masih banyak Wajib Pajak (WP) yang bertanya-tanya bagaimana cara menarik atau menyalin database e-Faktur dengan mudah. Ketahui cara import atau copy database e-Faktur yang mudah di sini.

Database adalah hal terpenting dari aplikasi e-Faktur. Sebab data registrasi, aktivasi dan transaksi yang terjadi semuanya ada di dalam database e-Faktur seorang WP Pengusaha Kena Pajak (PKP).

Untuk itu, seandainya aplikasi eror, di sinilah peran penting memiliki back-up database.

Sehingga setidaknya WP masih bisa mengunduh dan menginstall ulang.

Akan tetapi jika database-nya pun rusak atau bahkan tidak memiliki backup, maka WP harus memulai semuanya lagi dari nol.

Jadi repot, bukan? Ingin mengetahui cara import atau copy database e-Faktur yang mudah, berikut ulasan dari Klikpajak by Mekari.

Tips Antisipasi Data e-Faktur Hilang

Sebagai antisipasi kehilangan database e-Faktur, dapat print hard-copy dokumen perpajakan karena data pajak bisa berlaku sampai delapan tahun.

Jika tidak mempunyai hard-copy SPT Masa PPN akan sulit menyesuaikan kembali SPT Masa PPN-nya jika terjadi kehilangan.

Sebaiknya simpan dan jangan membuang referensi nama barang atau lawan transaksi. Sebab jika alamat hilang, maka tidak perlu meminta data kembali.

Rutin cek apakah di folder e-Faktur terdapat folder ‘back-up’. Jika tidak, maka segera buat antisipasi atau langkah pencegahan jika data e-Faktur hilang.

Tapi, terkadang masalah muncul tanpa diduga. Untuk mengantisipasi kehilangan database e-Faktur yang sangat penting ini,

Ilustrasi menyimpan file dokumen e-Faktur

Cara ‘Import’ Database e-Faktur

Copy database e-Faktur bisa dilakukan pada dua hal, yakni pertama pada komputer yang sama dan kedua ke komputer yang berbeda.

Berikut tahapan mengunduhnya secara terpisah:

1. Komputer yang Sama

Berikut cara copy database e-Faktur pada komputer yang sama:

  • Saat mengunduh aplikasi e-Faktur Desktop, secara otomatis akan terbentuk folder database “db” yang ada satu lokasi dengan folder backup, log dan etaxinvoice.exe
  • Saat hendak menyalin database e-Faktur ini ke folder yang berbeda tetapi tetap di komputer yang sama, maka klik kanan pada folder database “db”, lalu pilih copy. Bisa juga klik folder “db”, lalu  tekan CTRL + C pada keyboard.
  • Klik kanan di tempat lain di komputer untuk menyimpan database, lalu paste.

Note: e-Faktur 3.0 Eror, Penyebab dan Cara Mengatasinya

2. Beda Komputer

Berikut cara copy database e-Faktur ke komputer yang berbeda:

  • Database e-Faktur terletak dalam folder “db” atau satu folder dengan etaxinvoice.exe yang otomatis aplikasi e-Faktur akan membentuk back-up database di folder back-up dalam format zip.
  • Untuk menyalin database e-Faktur ke komputer lain, cukup dengan menimpa folder “db” yang lama atau dengan mengganti nama “db”.
  • Selanjutnya, letakkan hasil copy data db e-Faktur. Aplikasi sekarang sudah bisa dijalankan seperti biasa.

Ilustrasi import dan copy database e-Faktur

Cara ‘Backup’ dan Restore Database e-Faktur

Wajib Pajak juga perlu mengetahui bagaimana cara backup dan restore database e-Faktur. Ini untuk mengantisipasi jika database e-Faktur milik Wajib Pajak corrupt, atau melakukan kesalahan saat mengkreditkan pajak masukan. Berikut cara restore database e-Faktur : 

  • Tutup aplikasi e-Faktur 
  • Rename folder “db” 
  • Buka folder backup, pilih file backup terbaru. 
  • Extract sampai terbentuk folder db 
  • Pindahkan folder db hasil extract ke folder e-Faktur.

Note: Cara Instal dan Download e-Faktur serta Setting Server Client

a. ‘Backup’ Database e-Faktur Manual

Untuk melakukan backup database e-Faktur secara manual cukup dengan copy database e-Faktur ke flashdisk.

Hanya saja, aplikasi e-Faktur harus ditutup dulu atau tidak dalam posisi sedang digunakan saat copy folder db secara manual itu dilakukan.

Sebab jika tidak, bisa membuat  database corrupt.

Ilustrasi backup, import dan copy database e-Faktur

b. ‘Import’ Database e-Faktur dari Kantor Pajak

Jika mengalami kehilangan data e-Faktur dan ingin melakukan import data yang hilang tersebut ke aplikasi e-Faktur, maka bisa meminta ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) tempat WP dikukuhkan.

Sedangkan untuk melakukan import database e-Faktur dari kantor pajak adalah sebagai berikut:

1. Harus mendapatkan “db” dari KPP tempat dia dikukuhkan

2. Langkah selanjutnya seperti berikut:

  • Unduh aplikasi e-Faktur
  • Install sampai siap dijalankan
  • Klik ETaxInvoice
  • Registrasi Ulang

Untuk diperhatikan, sebelum melakukan Registrasi Ulang, Anda harus melakukan reset aplikasi client.

Sebab jika tidak direset, Kode Aktivasi e-Faktur Desktop pada aplikasi bisa hilang atau terhapus, padahal masih digunakan.

3. Selanjutnya, baru registrasi ulang dengan memasukkan data sesuai petunjuk, seperti nomor NPWP dan lainnya

Jika mendapatkan “db” dari KPP dalam bentuk Rar, tidak perlu di buka. Sebab kalau dibuka, akan muncul permintaan user dan password

Maka yang seharusnya dilakukan setelah aplikasi e-Faktur terinstall adalah import Rar db pada Pajak Keluaran.

Namun sebelum melakukan import, sesuaikan dulu referensi nomor Faktur Pajaknya.

Karena jika tidak, Pajak Masukan akan tetap berhasil di-import tetapi tidak tampil dalam Pajak Keluaran.

Ilustrasi import dan copy database e-Faktur

Jika Gagal Import Data e-Faktur

Berikut dua contoh kasus import data e-Faktur yang hilang ke aplikasi e-Faktur untuk tambahan informasi.

Sehingga ada gambaran langkah-langkah apa yang harus dilakukan atau setidaknya dapat membantu jika mengalami keadaan yang seperti ini: 

a. Mengapa Gagal Import Data?

Jika belum menginput kembali Nomor Seri Faktur Pajak (NSFP) yang hilang maka pada saat proses import data baru e-Faktur akan terjadi kegagalan (ada faktur yang tidak terbaca).

Sebab data e-Faktur baru dari KPP itu belum terdaftar nomor seri fakturnya di aplikasi e-Faktur.

  • Solusinya, sebelum menginput file Rar data e-Faktur baru tersebut, input kembali e-Nofa Anda.
  • Perhatikan sampai di mana nomor seri yang terdaftar di aplikasi e-Faktur tersebut, lalu input NSFP sampai nomor terakhir yang dipakai WP.
  • Setelah input NSFP yang baru, klik menu Faktur – Pajak Keluaran – Import. Klik menu “Open file” – pilih data e-Faktur baru yang didapatkan dari KPP – klik open – klik proses import dan tunggu sampai ada keterangan berapa file yang berhasil di-import.

Note: Gagal ‘Update’ e-Faktur? Ini Alternatif ‘Download’ e-Faktur 3.0

b. Sudah Cek Data Tapi Tetap Gagal?

Bagaimana jika masih mengalami kegagalan dalam impor data, padahal saat di cek data faktur sudah lengkap?

Itu bisa sangat terjadi jika data backup terakhir tertimpa dengan data e-Faktur baru alias ada 2 data yang sama.

Misalnya, data Faktur Pajak Keluaran terakhir yang ada di aplikasi e-Faktur WP tersebut adalah bulan November dan WP meminta data ke KPP pada November juga.

Maka pada saat import data, data lama dan data e-Faktur baru itu akan saling terintegrasi.

Apabila ada data yang sama, maka di aplikasi e-Faktur data yang sama tidak akan bisa terbaca kembali.

Dengan demikian, Anda akan menerima keterangan jumlah berapa file yang gagal terbaca pada saat proses impor.

Anda tidak usah khawatir jika sudah mengecek masing-masing Faktur Pajak Keluaran tiap bulannya sudah sama dengan hardcopy SPT Masa PPN.

Maka keterangan gagal tersebut bisa diabaikan saja atau itu artinya ada file yang sama di dalam data e-Faktur yang lama dengan data yang baru.

Intinya, selama jumlah Faktur Pajak Keluaran sudah sama dengan SPT Masa PPN, maka proses import data e-Faktur sudah berhasil.

Ilustrasi import dan copy database e-Faktur gagal

Tidak Perlu Backup, Database e-Faktur Tak Hilang jika Gunakan ini…

Tahukan, Anda tidak akan perlu lagi khawatir dan merasa was-was lagi seandainya database e-Faktur hilang dan lupa belum melakukan backup database.

Anda tidak perlu cemas lagi kalau-kalau database e-Faktur hilang jika menggunakan aplikasi e-Faktur Klikpajak.id.

Karena Klikpajak merupakan aplikasi pajak online berbasis web (web based) yang didukung dengan teknologi cloud.

Cloud computing atau komputasi awan adalah teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat server untuk mengelola data dan juga aplikasi pengguna.

Melalui teknologi cloud, Anda bisa menggunakan aplikasi tanpa harus mengunduh (download) dan memasang (install) aplikasi terlebih dahulu.

Sebab sistem cloud yang berbasis web ini memudahkan Anda dalam mengakses data dan informasi melalui internet secara cepat.

Anda pun dapat melakukan semua aktivitas perpajakan hanya dalam satu platform kapan saja dan di mana saja.

Contoh fitur e-Faktur Klikpajak

a. Bisa Membuat e-Faktur Tanpa ‘Install’ Aplikasi

Karena berbasis web, Anda dapat membuat e-Faktur tanpa harus melakukan update atau menginstal aplikasi terlebih dahulu.

Seperti diketahui, mulai 1 Oktober 2020 DJP telah mewajibkan pengguna e-Faktur client desktop harus update e-Faktur 3.0 karena e-Faktur versi 2.2 telah ditutup.

Note: Ini perbedaan e-Faktur 3.0 dan e-Faktur 2.2.

Melalui e-Faktur Klikpajak, Anda tidak perlu repot-repot download patch terbaru e-Faktur ini karena Anda bisa langsung menggunakannya dan memanfaatkan fitur prepopulated e-Faktur pada versi 3.0 ini.

“Cukup gunakan aplikasinya, biar Klikpajak yang mengurus sistemnya untuk mempermudah pembuatan e-Faktur dan pelaporan SPT Masa PPN Anda.”

Di e-Faktur Klikpajak, Anda juga dapat mengelola Nomor Seri Faktur Pajak (NSFP) dan memperoleh Surat Pemberitahuan (SPT) Masa PPN sesuai data yang diunggah ke DJP.

Bahkan pembuatan dan pengelolaan e-Faktur Anda semakin cepat karena salah satu kelebihan Klikpajak adalah terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal by Mekari Simple Online Accounting Software.

Anda dapat menarik data langsung dari pembukuan atau laporan keuangan Jurnal.id tanpa harus keluar masuk platform lagi.

Tentu saja, hal ini semakin menghemat waktu Anda, bukan?

Ilustrasi fitur prepopulated Pajak Masukan dan PIB pada e-Faktur 3.0

b. Cara Membuat e-Faktur dan Pelaporan SPT Masa PPN

Jadi, kemudahan berlipat Anda dapatkan dengan menggunakan e-Faktur Klikpajak adalah:

  • Langsung menggunakan aplikasi e-Faktur tanpainstall terlebih dahulu
  • Tidak perluinput data satu per satu secara manual saat membuat e-Faktur karena bisa langsung menarik data transaksi dari laporan keuangan ‘online’
  • Membuat e-Faktur dan menyampaikan SPT Masa PPN lebih praktis dengan sistem yang terintegrasi dengan Jurnal.id

Untuk mengetahui bagaimana cara membuat e-Faktur, bayar PPN dan melaporkan SPT Masa PPN, lihat tutorialnya di SINI.

Lebih jelasnya bagaimana cara membuat:

  • Cara membuat Faktur Keluaran
  • Membuat Faktur Pengganti
  • Cara membuat Faktur Pajak Pembatalan
  • Membuat Faktur Pajak Retur
  • Cara menghapus ‘Draft’ Faktur Pajak

Berikut panduan langkah-langkah membuat berbagai jenis Faktur Pajak melalui e-Faktur ‘Online’.

Contoh fitur membuat Faktur Pajak di e-Faktur Klikpajak

Fitur Lengkap Klikpajak: Membuat e-Bupot, Bayar Billing dan Lapor SPT Pajak

Jika bisa praktis, kenapa harus menggunakan cara-cara yang dapat menyita banyak waktu dan tenaga Anda untuk urusan perpajakan?

Anda dapat menemukan semua kemudahan mengurus dan melakukan administrasi perpajakan ini melalui Klikpajak.

Klikpajak.id adalah Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) atau Application Service Provider (ASP) mitra resmi DJP yang disahkan dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-169/PJ/2018.

Berikut fitur-fitur pajak yang memudahkan Anda melakukan administrasi perpajakan menggunakan aplikasi pajak online mitra resmi DJP, Klikpajak.id.

a. Dapat Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT PPh 23/26 di e-Bupot

Klikpajak juga dilengkapi fitur e-Bupot yang memudahkan Anda menerbitkan Bukti Potong dan mengelola bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah.

Bahkan melalui fitur e-Bupot Klikpajak, Anda dapat langsung menarik data laporan keuangan elektronik yang akan dibuatkan bukti pemotongan pajaknya maupun pelaporan SPT PPh 23/26.

Wajib e-Bupot

Seperti diketahui, baik WP Pengusaha Kena Pajak (PKP) maupun Non-PKP yang melakukan transaksi yang mengharuskan membuat bukti pemotongan PPh 23/26 wajib menggunakan e-Bupot mulai 1 Oktober untuk masa pajak September 2020.

Wajib e-Bupot bagi WP PKP dan Non-PKP ini diatur dalam Kepdirjen Nomor KEP-368/PJ/2020 tentang Penetapan Pemotong PPh Pasal 23/26 yang Diharuskan Membuat Bukti Pemotongan dan Diwajibkan Menyampaikan SPT Masa PPh Pasal 23/26 Berdasarkan PER-04/PJ/2017.

Note: Tutorial Langkah-Langkah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT PPh 23/26 di e-Bupot

Keunggulan e-Bupot Klikpajak

Berikut keunggulan e-Bupot Klikpajak yang dapat membantu bisnis perusahaan:

  • Pengelolaan bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah karena alur pembuatan yang efisien dan ramah penggunaan (user friendly).
  • Penghitungan pajak otomatis pada SPT Masa PPh 23/26.
  • Pengiriman bukti pemotongan pajak langsung ke lawan transaksi.
  • Bukti pemotongan serta pelaporan SPT Masa PPh 23/26 tidak perlu ditandatangani dengan tanda tangan basah.
  • Bukti pemotongan dan bukti pelaporan tersimpan aman, baik di Klikpajak dan DJP.
  • e-Bupot Klikpajak juga terintegrasi dengan sistem pembukuan akuntansi online Jurnal.id, sehingga semakin mudah dalam pembuatan bukti potong.
  • e-Bupot Klikpajak juga memiliki performa yang dapat di-scale up sesuai kebutuhan.
  • Layanan support pajak yang dapat diandalkan dan tutorial dalam penggunaan aplikasi yang terus diperbarui.
  • Fitur e-Bupot Klikpajak juga menyediakan data untuk kebutuhan rekapitulasi dan rekonsiliasi data faktur pajak atas transaksi yang dilakukan.

Contoh fitur membuat bukti potong PPh Pasal 23/26 di e-Bupot Klikpajak

b. Bisa Membuat Kode Billing Sekaligus Bayar Pajak di e-Billing

Sebelum menyetor pajak, Anda perlu mendapatkan Kode Billing atau ID Billing terlebih dahulu dari DJP sebagai syarat untuk membayar pajak.

Melalui e-Billing Klikpajak, Anda dapat membuat Kode Billing untuk semua jenis Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS) dengan mudah dan gratis.

Semua riwayat ID Billing dan SSP akan tersimpan dengan aman sesuai jenis dan masa pajak yang diinginkan.

Begitu juga Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) juga akan disimpan dengan rapi dan aman pada Arsip Pajak di Klikpajak.

Sistem e-Billing akan membimbing Anda mengisi Surat Setoran Pajak (SSP) elektronik dengan benar sesuai transaksi.

“Klikpajak akan menerbitkan ID Billing Anda resmi dari DJP dan Anda dapat langsung membayar pajak tanpa harus keluar dari platform. Karena e-Billing Klikpajak terintegrasi dengan bank persepsi yang ditunjuk DJP untuk menerima pembayaran/setoran pajak.”

Setelah pembayaran pajak selesai, Anda akan langsung menerima Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) resmi dari DJP.

Note: Langkah-langkah cara membuat Kode Billing dan Bayar Billing, selengkapnya lihat di SINI.

Contoh fitur membuat Kode Billing dan bayar billing di e-Billing Klikpajak

c. Lapor SPT Pajak di e-Filing Klikpajak Gratis!

Melalui e-Filing Klikpajak, Anda dapat melaporkan semua jenis SPT Tahunan/Masa dengan langkah-langkah yang mudah.

Lapor SPT pajak di e-Filing Klikpajak juga gratis selamanya, seperti:

  • SPT Tahunan Pajak Badan
  • SPT Masa (Bulanan) Pajak
  • SPT Tahunan Pajak Pribadi

Setelah menyampaikan SPT Pajak, Anda akan peroleh bukti lapor dalam bentuk elektronik, yakni Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) dari DJP, yang berisi:

  • Informasi Nama Wajib Pajak (WP)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Tanggal pembuatan BPE
  • Jam pembuatan BPE
  • Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE)

Melalui Klikpajak, Anda juga akan mendapatkan NTTE resmi dari DJP sebagai bukti lapor.

Note: Tutorial Langkah-Langkah Lapor SPT Pajak di e-Filing

Mudah Lihat Batas Waktu Bayar dan Lapor Pajak

Tak perlu bingung kapan waktunya harus membayar dan melaporkan pajak Anda tepat waktu.

Hindari sanksi atau denda telat bayar dan lapor pajak, lebih mudah lihat semua jadwal pembayaran dan pelaporan pajak pada kalender saku di Kalender Pajak Klikpajak.

Bagaimana dengan keamanan data?

Tenang, Anda dapat menyimpan berbagai riwayat pembayaran atau bukti pelaporan pajak maupun aktivitas pajak lainnya dengan nyaman, karena keamanan dan kerahasiaan data terjamin.

Sebab Klikpajak sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standar Internasional ISO yang menjamin standar keamanan sistem teknologi informasi.

Sehingga Anda tidak perlu khawatir kehilangan bukti bayar atau lapor pajak hilang jika terjadi kerusakan atau kehilangan komputer maupun laptop.

Ilustrasi sistem keamanan cloud yang berlapis

Mudah Lakukan Administrasi Perpajakan karena Terhubung Jurnal.id

Agar semakin mudah dan praktis dalam melakukan administrasi perpajakan Anda, gunakan juga pembukuan dan laporan keuangan dalam aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Karena aplikasi pajak online Klikpajak.id terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Anda dapat menarik data transaksi dalam laporkan keuangan untuk langsung dibuatkan Faktur Pajaknya maupun Bukti Pemotongan pajaknya serta langsung saat diperlukan untuk melaporkan SPT pajaknya dengan cepat dalam satu platform.

Integrasi dengan Jurnal by Mekari ini merupakan teknologi canggih berbasis API integration yang membuat proses pengolahan data pajak dari bagian keuangan (accounting) lebih cepat dan mudah.

Jurnal.id adalah software akuntansi online berbasis cloud dengan laporan keuangan lengkap seperti:

  • Neraca keuangan
  • Arus kas
  • Laba-rugi

Dan lainnya yang memudahkan Anda mengelola faktur, biaya, stok barang, cash link atau transfer langsung dalam aplikasi, hingga melihat ringkasan bisnis dari smartphone Anda.

Note: Ingin mengetahui bagaimana integrasi aplikasi akuntansi online Jurnal.id dan aplikasi pajak online Klikpajak.id ini semakin mempermudah urusan Anda, selengkapnya lihat di SINI.

Contoh fitur aplikasi akuntansi online Jurnal.id yang terintegrasi dengan aplikasi pajak online Klikpajak.id

Tim ‘Support’ Klikpajak Selalu Siap Membantu Anda!

“Fitur Klikpajak membantu mempermudah urusan perpajakan bagi Anda para pelaku usaha, konsultan pajak, maupun bagi Anda yang berprofesi pada bagian keuangan atau sebagai tax officer di perusahaan.”

Sebagai mitra resmi DJP, Klikpajak akan membantu Anda dalam menghitung, membayar dan melaporkan pajak Anda.

Tinggal klik, semua urusan pajak Anda selesai dalam sekejap!

Ingin melihat bagaimana Klikpajak dapat membantu bisnis atau aktivitas Anda dalam membuat Faktur Pajak, Bukti Pemotongan pajak, penyampaian SPT Tahunan/Masa PPh dan PPN, serta berbagai aktivitas perpajakan lainnya secara efektif yang dapat menghemat banyak waktu Anda?

“Jangan segan menghubungi kami, karena kami senang berbicara dengan Anda. Jadwalkan demo dan kami dapat menunjukkan caranya untuk memudahkan Anda. Klikpajak mengerti yang Anda butuhkan.”

Cukup daftarkan email Anda di www.klikpajak.id dan temukan bagaimana Anda dapat melakukan urusan pajak dengan sangat menyenangkan. Lebih mudah dari sekadar yang Anda bayangkan.


PUBLISHED04 Nov 2020
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: