e-Filing: Cara Mudah Lapor Pajak Online - Klikpajak

e-Filing: Cara Mudah Lapor Pajak Online

Dalam mengelola bisnis, salah satu kewajiban yang harus dilakukan perusahaan adalah membayar dan melapor pajak. Dulu, urusan pembayaran dan pelaporan pajak hanya dapat dilakukan dengan datang langsung ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) dan seringkali Wajib Pajak Badan harus menunggu lama karena antreannya yang panjang.

Berbeda dari dulu, sekarang Anda tidak harus datang langsung untuk melakukan pembayaran pajak namun sudah lebih mudah hanya melalui e-Billing. Kenapa Anda harus bayar pajak melalui e-Billing? Karena e-Billing adalah sistem pembayaran pajak elektronik yang memudahkan Wajib Pajak dalam pembayaran juga dapat meminimalisasi terjadinya human error dalam perekaman data pembayaran dan penyetoran oleh teller, seperti yang biasa terjadi dalam metode pembayaran secara manual.

Setelah melakukan pembayaran pajak lewat e-Billing, Anda juga wajib mengenal cara pelaporan pajak online atau e-Filing. Berikut penjelasan lengkapnya.

Pengertian e-Filing

e-Filing adalah suatu cara penyampaian SPT (Surat Pemberitahuan Pajak) secara elektronik yang dilakukan secara online dan realtime melalui Internet pada website Direktorat Jenderal Pajak atau Penyedia Layanan SPT elektronik atau Application Service Provider (ASP). Dengan e-filing pajak, Anda dapat melakukan pelaporan pajak lebih mudah dan cepat.

Manfaat e-Filing untuk Bisnis Perusahaan Anda

1. Efisiensi Waktu dan Biaya

Dengan e-filing, Anda tidak perlu mendatangi KPP mengingat proses pelaporan SPT dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja tanpa dikenakan biaya administrasi. Secara tidak langsung juga membuat urusan bisnis atau perusahaan Anda tidak terhambat hanya untuk mengurus pelaporan pajak.

2. Data Perusahaan Terjamin Tepat dan Akurat

Melaporkan pajak dengan e-filing menggunakan perhitungan secara komputerisasi, sehingga data yang dihasilkan tepat dan akurat. Ini sangat dibutuhkan untuk perusahaan yang berskala besar agar data perpajakan mereka bisa terjaga dengan baik. Selain itu terdapat kemudahan dalam pengisian SPT karena data di-input dalam bentuk formulir elektronik yang bisa dilakukan oleh siapa saja.

3. Keamanan Selalu Terjaga

Ada keamanan baik untuk data perpajakan perusahaan, proses pelaporan pajak atau bukti lapor pajak online. Mengingat dengan cara manual yaitu menggunakan Bukti Penerimaan Surat (BPS) sering berisiko hilang maka dengan adanya e-filing, bukti lapor pajak tersimpan dengan baik datanya dalam jangka waktu panjang.

4. Peluang untuk Keuntungan Bisnis

Dalam berbisnis, perencanaan pembayaran pajak dan perhitungannya harus diperhatikan dengan cermat karena akan berimbas pada berapa keuntungan yang didapat. Terutama perusahaan yang berurusan dengan konsumen setiap harinya di mana penghitungan pajak sangat dibutuhkan. Lewat lapor pajak online, secara tidak langsung juga memberikan peluang perusahaan mendapat keuntungan yang lebih maksimal. Perusahaan juga dapat melakukan pengecekan dari data perpajakan untuk menghitung dan melakukan evaluasi terkait masalah finansial mereka.

Jenis SPT yang Harus Dilaporkan Perusahaan

1. SPT yang Wajib Dilaporkan dalam e-Filing Badan

a. SPT Tahunan Badan
SPT Tahunan untuk melaporkan penghasilan atas penghasilan yang diterima, baik penghasilan dengan tarif umum, penghasilan Final, maupun penghasilan dikecualikan dari objek Pajak Penghasilan. Selain itu, SPT Tahunan juga untuk melaporkan harta dan utang pada akhir periode Tahun Pajak. Pelaporan SPT Tahunan Badan maksimal 4 bulan sejak berakhirnya Masa Pajak.

b. SPT Masa
SPT Masa untuk melaporkan pajak yang dipotong atau dipungut (pajak orang lain). Misalnya mengacu pada Pasal 21 Undang-Undang PPh yang mewajibkan pemberi kerja memotong PPh atas upah dan gaji. Maka pemberi kerja wajib membuat SPT Masa PPh Pasal 21. SPT Masa jenisnya banyak sesuai dengan pasal yang mewajibkannya. Jenis-jenis SPT Masa PPh yaitu:

–  SPT Masa PPh Pasal 4 Ayat (2)
– SPT Masa PPh Pasal 15
– SPT Masa PPh Pasal 21
– SPT Masa PPh Pasal 22
– SPT Masa PPh Pasal 23 dan atau Pasal 26
– SPT Masa PPN atau PPnBM

SPT Masa PPh selalu mengharuskan melampirkan bukti potong dan dari segi format, SPT Masa berbeda satu sama lain berdasarkan objek dan tarif pajak yang dikenakan untuk setiap jenis pajak. Batas waktu pelaporan SPT Masa PPh maksimal pada tanggal 20 bulan berikutnya, jika bertepatan dengan hari libur maka dilakukan hari kerja keesokan harinya. Sementara SPT Masa PPN maksimal pelaporan pada akhir bulan berikutnya.

2. SPT yang Tidak Wajib Dilaporkan dalam e-Filing Badan

SPT Masa PPh 25 Nihil
– SPT Masa PPh 25 Kurang Bayar
– SPT Masa PPh 21 Nihil
– SPT Masa PPh 26 Nihil
– SPT Masa PPN / PPnBM Nihil
PPN atas Kegiatan Membangun Sendiri
– PPN Impor Barang Luar Negeri
PPN Jasa Luar Negeri

————
Cara Lapor Pajak e-Filing dengan Klikpajak

Cara lapor pajak online dapat dilakukan lebih mudah melalui Klikpajak. Apabila Anda masih melakukan pelaporannya secara manual, Anda perlu berkali-kali pergi ke Kantor Pelayanan Pajak dan hal itu kurang efisien untuk pengelolaan bisnis Anda. Berikut urutan langkah melapor pajak  e-Filing melalui Klikpajak:

Cara lapor pajak online dapat dilakukan lebih mudah melalui Klikpajak. Apabila Anda masih melakukan pelaporannya secara manual, Anda perlu berkali-kali pergi ke Kantor Pelayanan Pajak dan hal itu kurang efisien untuk pengelolaan bisnis Anda. Berikut urutan langkah melapor pajak  e-Filing melalui Klikpajak:

1. Langkah pertama untuk menggunakan fitur eFilling di Klikpajak adalah login/masuk ke akun Klikpajak Anda melalui link https://my.klikpajak.id/login, lalu masukkan ‘email dan password’ yang telah Anda daftarkan di Klikpajak.

2. Setelah Anda registrasi, Anda akan langsung dibawa menuju ke dashboarddari Klikpajak. Untuk melakukan e-Filing, Anda wajib mendaftarkan penggunaan e-Filing Klikpajak melalui tombol Daftar EFIN dibawah ini.

3. Setelah itu, isi form pendaftaran yang ada. Anda hanya melakukan pengisian ini 1 kali, selanjutnya Klikpajak akan menggunakan data yang telah Anda isikan pada form

4. Setelah menyelesaikan pendaftaran dan melakukan verifikasi, masuk kembali ke menu utama dengan kembali login di my.klikpajak.id, lalu pilih Lapor Pajak, jika sudah berhasil masuk ke halaman ‘Lapor Pajak’, maka akan muncul halaman baru seperti gambar di bawah ini

 

5. Setelah itu, Masukan file CSV yang didapatkan dari aplikasi e-SPT atau e-Faktur di field yang tersedia. Jika file CSV yang diupload valid, maka informasi Jenis SPT, Masa pajak, NPWP, beserta keterangan pembetulan akan muncul.

6. Apabila kami menemukan pajak terkait yang sudah lunas dan tersimpan di Klikpajak, kami akan memunculkan pajak tersebut. Pilihlah pajak yang ingin Anda laporkan dalam pelaporan SPT Anda, lalu klik ‘Lapor pajak terkait’. (Langkah ini hanya muncul apabila Anda melakukan pembayaran di Klikpajak)

7. Masukan file lampiran PDF yang ingin turut dilaporkan di field yang tersedia. Lampiran PDF ini bersifat opsional jika status pelaporan SPT Anda nihil. Apabila status SPT Anda adalah Kurang Bayar, Anda wajib melampirkan PDF minimal bukti pembayaran pajak Anda. (Nama file PDF wajib sama dengan nama file CSV yang ingin Anda laporkan). Setelah Anda yakin dengan data pajak yang ingin Anda lapor, klik ‘Laporkan’. Anda akan dibawa ke halaman Status pelaporan dan dapat melihat status SPT yang baru Anda sampaikan muncul di baris teratas.

8. Setelah pelaporan Anda sudah berhasil maka akan muncul Pelaporan Anda sedang diproses oleh DJP dan tinggal menunggu Bukti PelaporanElektronik(BPE) seperti gambar di bawah ini:

9. Tahap terakhir, Apabila pelaporan SPT berhasil dan telah menerima NTTE, BPE akan dikirimkan ke email yang terdaftar di Klikpajak seperti contoh di bawah ini.

Sanksi & Batas Waktu Terkait e-Filing Badan

1. Sanksi Tidak Melapor Pajak Melalui e-Filing

Jika Anda tidak segera melakukan laporan SPT, DJP akan memberikan sanksi bagi Wajib Pajak yang telat atau tidak melaporkan SPT Tahunan tertuang di UU Ketentuan Umum Perpajakan (KUP). Pada Pasal 7 ayat 1 UU KUP, disebutkan besaran denda untuk setiap jenis pelaporan pajak atau SPT. Denda untuk SPT tahunan yaitu SPT Tahunan Badan sebesar Rp1 Juta per Tahun Pajak.

2. Batas Waktu Pelaporan Pajak Melalui e-Filing

1 PPh Pasal 4 Ayat 2 Sampai tanggal 20 bulan berikutnya
2 PPh Pasal 15 Sampai tanggal 20 bulan berikutnya
3 PPh Pasal 21/26 Sampai tanggal 20 bulan berikutnya
4 PPh Pasal 23/26 Sampai tanggal 20 bulan berikutnya
5 PPh Pasal 22, PPN & PPnBM oleh Bea Cukai Sampai hari kerja terakhir minggu berikutnya (melapor secara mingguan)
6 PPh Pasal 22 – Bendahara Pemerintah Sampai tanggal 14 bulan berikut
7 PPh Pasal 22 – Pemungut tertentu Sampai tanggal 20 bulan berikut
8 PPN dan PPnBM – PKP Sampai akhir bulan berikutnya setelah berakhirnya Masa Pajak
9 PPN dan PPnBM – Bendaharawan Sampai tanggal 14 bulan berikutnya
10 PPN dan PPnBM – Pemungut Non Bendahara Sampai tanggal 20 bulan berikutnya
11 PPh Pasal 4 Ayat 2, Pasal 15, 21, 23, PPN dan PPnBM untuk wajib pajak kriteria tertentu Sampai tanggal 20 setelah berakhirnya Masa Pajak terakhir

 

Perlu Anda ketahui bahwa laporan SPT adalah kewajiban setiap tahun bagi para Wajib Pajak, khususnya Wajib Pajak Badan. Pemerintah memberlakukan hal ini bagi Wajib Pajak Orang Pribadi, Pengusaha, maupun Badan. Oleh karena hal tersebut, Anda harus segera menyiapkan berkas dan ketentuan yang ada. Salah satunya adalah nomor e-FIN. Dengan memenuhi persyaratan yang ada akan sangat memudahkan Anda dalam pengisian data.

Demikian penjelasan tentang cara melakukan lapor pajak online dan manfaatnya untuk bisnis perusahaan. Dapat disimpulkan pelaporan pajak saat ini menjadi sangat mudah dengan adanya fitur online karena dapat dilakukan kapan dan di mana saja. Selain hasilnya juga lebih akurat karena semua dikerjakan oleh sistem, e-filing juga menjadi solusi bagi perusahaan yang ingin efisiensi dalam berbisnis agar semakin mudah untuk meraup keuntungan. Anda dapat mengikuti langkah-langkah di atas jika ingin melakukan laporan pajak menggunakan e-filing.

[adrotate banner=”4″]


PUBLISHED22 Nov 2018
Novia Widya Utami
Novia Widya Utami

SHARE THIS ARTICLE: