Apa Saja Jenis Insentif Pajak Dampak Covid 19 yang Diperpanjang 2022?

Pemerintah kembali memperpanjang masa berlaku insentif pajak dampak Covid-19 di awal tahun ini. Lalu, apa saja jenis insentif pajak dampak Covid 2022 yang diperpanjang ini?

Kembali menengok insentif pajak dampak Virus Corona sebelumnya, sejak pertama kali diberikannya insentif pajak dampak Covid-19 pada 2020 hingga 2021, ada banyak jenis insentif pajak yang diberikan pemerintah.

Beberapa jenis insentif pajak dampak Covid-19 tersebut di antaranya:

  • Insentif Pajak Penghasilan (PPh) 21 Ditanggung Pemerintah (DTP)
  • Insentif Pengembalian Pendahuluan Kelebihan Pembayaran PPN
  • Insentif PPh 22 Impor
  • Insentif Pengurangan Angsuran PPh 25
  • Insentif PPh Final UMKM DTP
  • PPh Final Jasa Konstruksi Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) DTP
  • Insentif PPh bagi tenaga kesehatan

Apakah insentif pajak dampak Covid-19 yang diperpanjang kali ini sama dengan beberapa jenis insentif pajak tersebut?

Temukan penjelasannya di sini, Klikpajak by Mekari akan mengulasnya untuk Sobat Klikpajak terkait jenis insentif pajak dampak Covid-19 yang masih diperpanjang hingga 2022 ini.

Jenis Insentif Pajak Dampak Covid-19 yang Diperpanjang (Insentif Pajak 2022)

Benar sekali, tidak semua insentif pajak dampak Covid-19 yang kembali diperpanjang oleh pemerintah.

Melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 226/PMK.03/2021 ini pemerintah hanya memperpanjang pemberian 3 jenis insentif pajak dampak Covid-19 yakni:

1. Insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Tidak Dipungut
2. Insentif Pembebasan PPh 22
3. Insentif PPh bagi tenaga kesehatan

Ketiga insentif tersebut berupa pembebasan alias PPN tidak dipungut, pembebasan PPh 22, dan PPh ditanggung pemerintah bagi tenaga Kesehatan.

Berikut bunyi PMK No. 226/2021 tentang Pemberian Insentif Pajak Terhadap Barang yang Diperlukan dalam Rangka Penanganan Pandemi Coronavirus Disease 2019 dan Perpanjangan Pemberlakuan Fasilitas Pajak Penghasilan bagi Sumber Daya Manusia di Bidang Kesehatan Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 29 Tahun 2020 tentang Fasilitas PPh dalam Rangka Penanganan Covid-19.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Pajak, Neilmaldrin Noor, dalam siaran pers Nomor SP-3/2022 menyatakan bahwa pemberian perpanjangan insentif pajak ini karena pemerintah memahami penyebaran Covid-19 sebagai bencana nasional belum berakhir sepenuhnya.

“Bahkan kasus varian omicron jumlahnya semakin bertambah di Indonesia, sehingga perlu diatur Kembali insentif terhadap barang yang diperlukan untuk penanganan pandemi dan fasilitas PPh bagi nakes (tenaga Kesehatan),” kata Neilmaldrin.

Apa saja Kriteria Penerima Insentif Dampak Covid yang Diperpanjang 2022?

Melalui PMK 266/2021 tersebut pemerintah menentukan kriteria penerima fasilitas insentif PPN tidak dipungut dan PPh bagi tenaga Kesehatan yang ditanggung pemerintah.

a. Insentif PPN Tidak Dipungut

Perpanjangan pemberian insentif pajak dampak Covid 2022 berupa PPN tidak dipungut diberikan pada 3 pihak, di antaranya:

1. Pihak tertentu meliputi badan/instansi pemerintah, rumah sakit, dan pihak lain yaitu pihak yang memberikan sumbangan Barang Kena Pajak (BKP) yang diperlukan dalam rangka penanganan pandemi Covid-19 atas impor atau perolehan BKP berupa:

  • Obat-obatan
  • Vaksin dan peralatan pendukung vaksinasi
  • Peralatan laboratorium
  • Peralatan pendeteksi
  • Peralatan pelindung diri
  • Peralatan perawatan pasien

2. Industri farmasi produksi vaksin dan/atau obat atas perolehan bahan baku vaksin dan/atau obat untuk penanganan Covid-19

3. Wajib Pajak yang memperoleh vaksin dan/atau obat untuk penanganan Covid-19 dari industri farmasi produksi vaksin dan/atau obat.

Baca juga: Tarif PPN Naik Jadi 11% & 12% di UU HPP, Berlaku Mulai 2022

b. Insentif Pembebasan PPh 22

Insentif pembebasan pemungutan PPh 22 diberikan pada tiga pihak, di antaranya:

1. Pihak tertentu meliputi badan/instansi pemerintah, rumah sakit, dan pihak lain yaitu pihak yang memberikan sumbangan barang yang diperlukan dalam rangka penanganan pandemi Covid-19 atas pembelian barang berupa:

  • Obat-obatan
  • Vaksin dan peralatan pendukung vaksinasi
  • Peralatan laboratorium
  • Peralatan pendeteksi
  • Peralatan pelindung diri
  • Peralatan perawatan pasien

2. Industri farmasi produksi vaksin dan/atau obat atas pembelian bahan baku vaksin dan/atau obat untuk penanganan Covid-19.

3. Pihak keriga yaitu pihak yang bertransaksi dengan badan/instansi pemerintah, rumaha sakit, dan pihak lain untuk penanganan pandemi Covid-19 yang melakukan penjualana barang yang diperlukan dalam penanganan pandemi kepada pihak tertentu sebagaimana telah disebutkan di atas.

“Insentif PPN dan PPh yang diberikan juga termasuk untuk impor, perolehan, maupun pembelian vaksin booster, sehingga vaksin booster dapat dinikmati gratis oleh seluruh rakyat Indonesia,” tutur Neilmaldrin.

Baca juga: Insentif Pajak PPh 22 Impor: Bidang Usaha yang Bisa Ajukan, Syarat dan Caranya

c. Insentif Bebas PPh bagi Nakes

Pemberian insentif pajak dampak Covid-19 yang diperpanjang berupa PPh bagi tenaga Kesehatan berupa fasilitas PPh Final 0% atas tambahan penghasilan yang diterima.

Tenaga Kesehatan penerima perpanjangan insentif pajak dampak Covid-19 berupa pembebasan PPh atau PPh Final nol persen ini di antaranya:

  • Dokter
  • Perawat
  • Tenaga pendukung kesehatan seperti tenaga kebersihan, tenaga pengemudi ambulan, tenaga pelumasan jenazah

Semua tenaga pendukung kesehatan tersebut yang bertugas memberikan pelayanan kesehatan untuk penanganan Covid-19 dan mendapatkan honorarium atau imbalan lainnya, dapat menerima penghasilan tambahannya secara penuh karena dikenai PPh 0%.

Insentif Pajak 2022 : Jenis Insentif Pajak Dampak Covid-19 Diperpanjang

Saya Mau Coba Gratis Klikpajak Sekarang!

Perpanjangan Insentif Pajak Dampak Covid-19 hanya 6 Bulan

Perpanjangan insentif pajak dampak Covid-19 ini diberikan selama 6 bulan, mulai 1 Januari 2022 hingga Juni 2022.

Untuk mengetahui berbagai jenis insentif pajak dampak Covid-19 sebelumnya selengkapnya baca Insentif Dampak Covid-19 2021.

Itulah penjelasan insentif pajak dampak Covid-19 terbaru. Bagi Sobat Klikpajak yang masuk dalam klasifikasi penerima insentif pajak tersebut, ajukan perpanjangan pemanfaatan fasilitas PPN dan PPh sekarang juga.

Jika sudah memanfaatkan insentif pajak dampak Covid 2022 tersebut, jangan lupa melaporkan realisasi pemanfaatan insentif tersebut.

Sebab apabila tidak melaporkannya, maka akan dianggap tidak memanfaatkan insentif pajak tersebut dan akan dikenakan tarif pajak normal sesuai ketentuan peraturan perpajakan yang berlaku.

Setelah memanfaatkan insentif pajak yang ada, jangan lupa Kelola pajak lainnya seperti bayar dan lapor pajak tepat waktu untuk menghindari sanksi atau denda pajak atas keterlambatan bayar dan lapor SPT atau e SPT Masa.

Agar lebih mudah Kelola administrasi perpajakan, gunakan aplikasi pajak online Klikpajak sebagai mitra resmi DJP yang memiliki fitur lengkap dan terintegrasi.

Sobat Klikpajak dapat mengelola kewajiban perpajakan dengan mudah seperti:

Kategori : Berita Regulasi

PUBLISHED14 Jan 2022
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: