Jenis Harta Penyusutan Fiskal: Jenis-Jenis Harta Berwujud

Jenis-Jenis Harta Berwujud dalam Penyusutan Fiskal

Setiap Wajib Pajak Orang Pribadi (WP OP) maupun Wajib Pajak Badan yang melakukan kegiatan usaha, pasti memiliki harta berwujud. Ketahui jenis harta penyusutan fiskal atau jenis-jenis harta berwujud dalam penyusutan fiskal.

Dalam perpajakan, harta berwujud yang masa manfaatnya dianggap lebih dari satu tahun, maka pembebanan biayanya tidak dilakukan sekaligus.

Melainkan melalui penyusutan, baik untuk kepentingan akuntansi (komersial) maupun untuk kepentingan pajak.  

Tak dimungkiri, menyusun laporan keuangan usaha sekaligus kewajiban pajaknya cukup rumit.

Ingin lebih mudah melakukan pengelolaan perpajakan sekaligus keuangan bisnis?

Ikuti demo online cara kelola pajak dan keuangan perusahaan di Klikpajak Demo Jurnal, kami dapat menyesuaikan waktu Anda.

Di antara ketentuan komersial dan pajak, terdapat perbedaan pengaturan mengenai masa manfaat dan tarif penyusutan.

Dengan begitu, mungkin bisa terjadi selisih hasil penyusutan antara keduanya.

Lalu, apa saja jenis harta penyusutan fiskal yang merupakan harta berwujud?

Klikpajak by Mekari akan mengulas seputar harta penyusutan fiskal atau jenis-jenis harta berwujud dalam penyusutan fiskal untuk Anda.

Metode pada Jenis Harta Penyusutan Fiskal

Secara sederhana, berikut ringkasan metode, masa manfaat, dan tarif penyusutan fiskal secara pajak yang diatur berdasarkan Pasal 11 Undang-Undang Pajak Penghasilan (UU PPh) :

Metode garis lurus Metode saldo menurun
Ini adalah metode yang digunakan untuk menghitung penyusutan yang dilakukan dalam bagian-bagian yang sama besar, selama masa manfaat yang ditetapkan bagi harta tersebut.

 

Metode yang digunakan untuk menghitung penyusutan dalam bagian-bagian yang menurun. 

Caranya, dengan menerapkan tarif penyusutan atas nilai sisa buku dan nilai sisa buku pada akhir masa manfaat harus disusutkan sekaligus

  

 

Note: Mengapa Rekonsiliasi Fiskal Penting untuk Pelaporan Pajak?

Masa Manfaat dan Tarif Harta Penyusutan Fiskal

Masa manfaat dan tarif harta penyusutan fiskal berdasarkan Undang-Undang No.36 tahun 2008:

Kelompok harta berwujudMasa manfaatTarif penyusutan metode garis lurusTarif penyusutan metode saldo menurun
1.Bukan bangunan
Kelompok I4 Tahun25%50%
Kelompok II8 Tahun12,5%25%
Kelompok III16 Tahun6,25%12,5%
Kelompok IV20 Tahun5% 
    
2. Bangunan
Permanen20 Tahun5% 
Tidak Permanen10 Tahun10% 
    

Jenis-Jenis Harta Berwujud Kelompok I

Selanjutnya, berikut ini jenis harta penyusutan fiskal atau jenis-jenis harta berwujud yang masuk kelompok I berdasarkan peraturan menteri keuangan nomor 96/PMK.03/2009 tentang jenis-jenis harta yang termasuk dalam kelompok Harta Berwujud bukan bangunan untuk keperluan penyusutan. 

NomorJenis Usaha Jenis Harta 
1Semua jenis usaha A.  Mebel dan peralatan dari kayu atau rotan termasuk meja, bangku, kursi, lemari dan sejenisnya yang bukan bagian dari bangunan.

B.  Mesin kantor untuk menunjang pekerjaan seperti mesin tik, mesin hitung, duplikator, mesin fotokopi, mesin akunting atau pembukan, komputer, printer dan scanner.

C.  Perlengkapan lain seperti amplifier, tape cassette, video recorder, televisi dan sejenisnya.

D.  Sepeda motor, sepeda kayuh dan becak

E.   Peralatan khusus untuk menunjang industri atau jasa yang dijalankan pemilik usaha.

F.   Peralatan dapur untuk memasak, makan dan minum karyawan.

G.  Dies, Jigs dan mould

H.  Alat-alat komunikasi seperti telepon, fax, ponsel inventaris kantor dan sejenisnya.               

2.Pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan dan perikanan     Alat yang digerakkan oleh tenaga manusia, bukan oleh tenaga mesin. Contohnya cangkul, garu dan peralatan lainnya yang dijalankan oleh tenaga manusia.  
3.Industri makanan dan minumanMesin ringan yang dapat dipindahkan seperti hotel, pemecah kulit, penyosoh, pengering, pallet dan sejenisnya.    
4.Transportasi dan pergudanganTaksi, bus dan truk yang digunakan sebagai angkutan umum.   
5Industri semi konduktor  Flash memory tester, mesin tulis, biporar test system, elimination (PE8-1), pose checker.
6.Jasa persewaan peralatan tambat air dalamAnchor, anchor chain, polyester rope, steel buoys, steel wire ropes, morning accessories.       
7.Jasa telekomunikasi selularBase Station Controller.
   

 

Jenis Harta Penyusutan Fiskal: Jenis-Jenis Harta BerwujudIlustrasi jenis harta penyusutan fiskal termasuk jenis-jenis harta berwujud

Jenis-Jenis Harta Berwujud Kelompok II

Berikut ini jenis-jenis harta berwujud yang masuk kelompok II, berdasarkan peraturan menteri keuangan nomor 96/PMK.03/2009 tentang jenis-jenis harta yang termasuk dalam kelompok Harta Berwujud bukan bangunan untuk keperluan penyusutan. 

NomorJenis usahaJenis harta
1Semua jenis usaha A.  Mebel dan peralatan dari kayu atau rotan termasuk meja, bangku, kursi, lemari dan sejenisnya yang bukan bagian dari bangunan. Alat pendingin udara seperti AC, kipas angin dan sejenisnya

B.  Mobil, bus, truk, perahu speed boat dan sejenisnya

C.  Container dan sejenisnya

2Pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan    A.  Mesin pertanian atau perkebunan seperti traktor dan mesin bajak, penggaruk, penanaman, penebaran benih dan sejenisnya.

B.  Mesin yang mengolah atau menghasilkan atau memproduksi bahan atau barang pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan   

3Industri makanan dan minuman A.  Mesin yang mengolah produk asal hewan, unggas dan perikanan. Contohnya, pabrik susu dan pengalengan ikan.

B.  Mesin yang mengolah produk nabati misalnya mesin minyak kelapa, margarin, penggilingan kopi, kembang gula, mesin pengolah biji-bijian seperti penggilingan beras, gandum dan tapioka.

C.  Mesin yang menghasilkan atau memproduksi minuman dan bahan-bahan minuman berbagai jenis.       

4Industri mesinMesin yang menghasilkan atau memproduksi mesin ringan. Contohnya mesin jahit dan pompa air.  
5Perkayuan, kehutanan   A.  Mesin dan peralatan penebang kayu

B.  Mesin yang mengolah atau menghasilkan atau memproduksi bahan atau barang kehutanan.   

6KontruksiPeralatan yang dipergunakan seperti truk berat, dump truk, crane buldozer dan sejenisnya.  
7Transportasi dan pergudangan A.  Truk kerja untuk pengangkutan dan bongkar muat, truk peron, truk ngangkang dan sejenisnya.

B.  Kapal penumpang, kapal barang, kapal khusus yang dibuat untuk pengangkutan barang tertentu, misalnya gandum, batu-batuan, bijih tambang dan sejenisnya. Termasuk pula kapal pendingin, kapal tangki, kapal penangkap ikan dan sejenisnya yang memiliki berat sampai 100 DWT.

C.  Kapal yang dibuat khusus untuk menghela atau mendorong kapal-kapal suar, kapal pemadam kebakaran, kapal keruk, keran terapung dan sejenisnya yang mempunyai berat sampai 100 DWT

D.  Perahu layar yang menggunakan atau tanpa motor yang mempunya berat sampai 250 DWT

E.   Kapal balon.            

8Telekomunikasi A.  Perangkat pesawat telepon

B.  Pesawat telegraf termasuk pesawat pengiriman dan penerimaan radio telegraf dan radio telepon.

9Industri semi konduktorAuto frame loader, automatic logic handler, baking oven, ball shear tester, bipolar test handler (automatic), cleaning machine, coating machine, curing oven, cutting press, dambar cut machine, dicer, die bonder, die shear test, dynamic burn-in system oven, dynamic test handler, eliminator (PGE-01), full automatic handler, full automatic mark, hand maker, individual mark, inserter remover machine, laser marker (FUM A-01), logic test system, marker (mark), memory test system, molding, mounter, MPS automatic, MPS manual, O/S tester manual, pass oven, pose checker, re-form machine, SMD stocker, taping machine, tie bar cut press, trimming atau forming machine, wire bonder, wire pull tester.                          
10.Jasa penyewaan peralatan tambat air dalamSpooling machines, metocean data collector  
11Jasa telekomunikasi selularMobile switching center, home location register, visitor location register, authentication center, equipment identity register, intelligent network service control point, intelligent network service management point, radio base station, transceiver unit, terminal SDH/mini link, antena.        
   

 

Note: Bagaimana Cara Penghitungan Biaya Penyusutan Fiskal?

Jenis-Jenis Harta Berwujud Kelompok III

Berikut adalah jenis-jenis Harta Berwujud atau jenis harta penyusutan fiskal yang termasuk dalam kelompok III:

NomorJenis usahaJenis harta
1Pertambangan selain minyak dan gasMesin – mesin yang dipakai dalam bidang pertambangan, termasuk mesin-mesin yang mengolah produk pelikan.
2Pemintalan, penenunan dan pencelupan A.  Mesin yang mengolah atau menghasilkan produk-produk tekstil. Contohnya kain katun, sutra, serat-serat buatan, wol, bulu hewan, lena rami, permadani, kain-kain bulu dan tule).

B.  Mesin preparation, bleaching, dyeing, printing, finishing, texturing, packaging dan sejenisnya.          

3Perkayuan A.  Mesin yang mengolah atau menghasilkan produk-produk kayu, barang-barang dari jerami, rumput dan bahan-bahan anyaman lainnya.

B.  Mesin dan peralatan penggergajian kayu

4Industri kimia A.  Mesin peralatan yang mengolah atau menghasilkan produk industri kimia dan industri yang ada hubungannya dengan industri kimia.

B.  Mesin yang mengolah atau menghasilkan produk industri lainnya. Seperti damar tiruan, bahan plastik, ester dan eter dari selulosa, karet sintetis, karet tiruan, kulit samak, jangat dan kulit mentah.        

5Industri mesinMesin yang menghasilkan atau memproduksi mesin menengah dan berat. Misalnya mesin mobil dan mesin kapal.
6Transportasi dan pergudangan A.  Kapal penumpang, kapal barang, kapal khusus yang dibuat untuk pengangkutan baran-barang tertentu, kapal pendingin, kapal tangki, kapal penangkap ikan dan sejenisnya yang mempunyai berat di atas 100 DWT sampai seribu DWT

B.  Kapal yang dibuat khusus untuk mendorong kapal lain, kapal suar, kapal pemadam kebakaran, kapal keruk, keran terapung dan sejenisnya yang memiliki berat di atas 100 DWT sampai seribu DWT      

C.  Dok terapung

D.  Perahu layar pakai atau tanpa motor yang mempunyai berat di atas 250 DWT.

E.   Pesawat terbang dan helikopter berbagai jenis

7TelekomunikasiPerangkat radio navigasi, radar dan kendali jarak jauh  
   

 

enis Harta Penyusutan Fiskal: Jenis-Jenis Harta BerwujudIlustrasi lapor SPT Badan yang didalamnya tercatat jenis harta penyusutan fiskal atau jenis-jenis harta berwujud

Jenis-Jenis Harta Berwujud Kelompok IV

Berikut ini jenis-jenis Harta Berwujud atau jenis harta penyusutan fiskal yang masuk kelompok IV:

NomorJenis usahaJenis harta
1KonstruksiMesin berat untuk konstruksi
2Transportasi dan pergudangan A.  Lokomotif uang pada tender untuk rel

B.  Lokomotif listrik atas rel, dijalankan dengan baterai atau dengan tenaga listrik dari sumber luar.

C.  Lokomotif atas rel lainnya.

D.  Kereta, gerbong, penumpang dan barang, termasuk kontainer khusus yang dibuat dan dilengkapi untuk ditarik dengan salah satu alat atau beberapa alat pengangkut

E.   Kapal penumpang, kapal barang, kapal khusus yang dibuat untuk pengangkutan barang tertentu, yang beratnya di atas seribu DWT.

F.   Kapal yang dibuat khusus untuk menghela atau mendorong kapal, kapal suar, kapal pemadam kebakaran, kapal keruk, keran-keran terapung dan sebagainya yang mempunyai berat di atas seribu DWT.

G.  Dok – dok terapung.       

 

Agar lebih mudah mengelola kewajaiban perpajakan dan laporan keuangan perusahaan, gunakan aplikasi pajak online Klikpajak.id yang terintegrasi dengan aplikasi laporan keuangan online Jurnal.id.

Klikpajak.id adalah Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) atau Application Service Provider (ASP) mitra resi Ditjen Pajak yang disahkan dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-169/PJ/2018.

Melalui Klikpajak, Anda dapat melakukan berbagai aktivitas perpajakan, mulai dari menghitung, membayar pajak, hingga melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan/Masa PPh dengan mudah.

Sebab Klikpajak memiliki fitur lengkap yang terintegrasi.

Fitur apa saja yang dapat memudahkan Anda dalam melakukan administrasi perpajakan Anda?

A. Mudah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT Masa PPh Pasal 23/26 di e-Bupot

Seperti diketahui, baik WP Pengusaha Kena Pajak (PKP) maupun Non-PKP yang melakukan transaksi yang mengharuskan membuat bukti pemotongan PPh 23/26 wajib menggunakan e-Bupot mulai 1 Oktober untuk masa pajak September 2020.

Wajib e-Bupot bagi WP PKP dan Non-PKP ini diatur dalam Kepdirjen Nomor KEP-368/PJ/2020 tentang Penetapan Pemotong PPh Pasal 23/26 yang Diharuskan Membuat Bukti Pemotongan dan Diwajibkan Menyampaikan SPT Masa PPh Pasal 23/26 Berdasarkan PER-04/PJ/2017.

Klikpajak juga dilengkapi dengan fitur e-Bupot yang semakin memudahkan Anda membuat bukti pemotongan PPh Pasal 23/26 dan melaporkan SPT PPh 23/26 melalui e-Bupot dengan menarik data langsung dari laporan keuangan elektronik.

Note: Langkah-Langkah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT PPh Pasal 23/26 di e-Bupot

Keunggulan e-Bupot Klikpajak

Berikut keunggulan e-Bupot Klikpajak yang dapat membantu bisnis perusahaan:

  • Pengelolaan bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah karena alur pembuatan yang efektif dan ramah penggunaan (user friendly).
  • Penghitungan pajak otomatis pada SPT Masa PPh 23/26.
  • Pengiriman bukti pemotongan pajak langsung ke lawan transaksi.
  • Bukti pemotongan serta pelaporan SPT Masa PPh 23/26 tidak perlu ditandatangani dengan tanda tangan basah.
  • Bukti pemotongan dan bukti pelaporan tersimpan aman, baik di Klikpajak dan DJP.
  • e-Bupot Klikpajak juga terintegrasi dengan sistem pembukuan akuntansi online Jurnal.id, sehingga semakin mudah membuat bukti potong.
  • e-Bupot Klikpajak juga memiliki performa yang dapat di-scale up sesuai kebutuhan.
  • Layanan support pajak yang dapat diandalkan dan tutorial dalam penggunaan aplikasi yang terus diperbarui.
  • Fitur e-Bupot Klikpajak juga menyediakan data untuk kebutuhan rekapitulasi dan rekonsiliasi data Faktur Pajak atas transaksi yang dilakukan.

enis Harta Penyusutan Fiskal: Jenis-Jenis Harta Berwujud

B. Menggunakan Fitur e-Faktur 3.0 dan Lapor SPT Masa PPN Tanpa ‘Install’ Aplikasi

Seperti diketahui, DJP telah mewajibkan pengguna e-Faktur untuk melakukan update e-Faktur 3.0 menggantikan e-Faktur 2.2 mulai 1 Oktober 2020.

Wajib Pajak (WP) Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang selama ini menggunakan aplikasi e-Faktur Client Desktop DJP, harus install dan download patch terbaru untuk update e-Faktur 3.0 pada perangkat komputernya agar bisa menggunakan aplikasi yang dilengkapi dengan fitur prepopulated ini.

Dengan fitur prepopulated e-Faktur 3.0, maka DJP sudah menyiapkan data yang dibutuhkan untuk kemudian PKP tinggal mencocokkan saja saat pembuatan e-Faktur maupun pelaporan SPT Masa PPN-nya.

Ingat, meskipun PKP pengguna e-Faktur Client Desktop sudah update e-Faktur 3.0, tapi tetap harus berpindah ke aplikasi e-Faktur Web Based DJP di web-efaktur.pajak.go.id saat akan melaporkan SPT Masa PPN.

Karena DJP telah menutup pelaporan SPT Masa PPN di e-Filing dan e-SPT. Tapi lapor SPT Masa PPN wajib di aplikasi e-Faktur.

Update sistem terbaru e-Faktur 3.0 DJP ini juga harus dilakukan pada server PJAP mitra resmi DJP, seperti Klikpajak.id.

Jadi, ketika Anda menggunakan e-Faktur Klikpajak, bukan hanya dapat langsung memanfaatkan fitur prepopulated e-Faktur untuk membuat Faktur Pajaknya, tapi juga bisa lapor SPT Masa PPN di e-Faktur tanpa keluar atau pindah platform.

“Langsung saja gunakan aplikasinya, biar Klikpajak.id yang mengurus sistemnya untuk mempermudah pembuatan e-Faktur, pembayaran PPN, hingga pelaporan SPT Masa PPN Anda dengan mudah hanya dalam satu langkah.”

Ingin langsung menggunakan aplikasi e-Faktur 3.0 tanpa install aplikasinya? Langsung saja daftar dan aktifkan akun e-Faktur Anda di https://my.klikpajak.id/register.

Kenapa urus Faktur Pajak lebih mudah di Klikpajak?

Melalui Klikpajak.id, Anda dapat membuat berbagai macam Faktur pajak, mulai dari Faktur Pajak Pengganti, Retur, bahkan dapat menghapus draft Faktur Pajak, hingga bayar PPN dan lapor SPT Masa PPN dengan langkah-langkah yang mudah hanya dalam satu platform.

Bahkan administrasi e-Faktur semakin cepat dan praktis karena Klikpajak.id terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Sehingga Anda dapat menarik data laporan keuangan yang akan dibuat Faktur Pajaknya dengan sangat mudah dan simpel.

Lihat beberapa tutorial penggunaan aplikasi e-Faktur Klikpajak berikut ini:

  1. Alur Pembuatan Faktur Pajak, Bayar PPN dan Lapor SPT Masa PPN di e-Faktur
  2. Tutorial Membuat Berbagai Jenis Faktur Pajak di e-Faktur
  3. Cara Menggunakan Prepopulated Faktur Pajak Masukan di e-Faktur 3.0

enis Harta Penyusutan Fiskal: Jenis-Jenis Harta Berwujud

C. Lapor SPT di e-Filing Klikpajak Gratis!

Anda dapat memanfaatkan fitur e-Filing Klikpajak untuk melaporkan berbagai jenis SPT Tahunan/Masa PPh dengan langkah-langkah yang mudah.

Lapor SPT juga gratis selamanya melalui e-Filing Klikpajak.

Anda bisa melaporkan semua jenis SPT mulai dari SPT Tahunan Pajak Badan, SPT Masa (Bulanan) Pajak, dan SPT Tahunan Pajak Pribadi.

Setelah menyampaikan SPT Pajak, Anda akan peroleh bukti lapor dalam bentuk elektronik, yakni Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) dari DJP, yang berisi:

  • Informasi Nama Wajib Pajak (WP)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Tanggal pembuatan BPE
  • Jam pembuatan BPE
  • Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE)

Melalui Klikpajak, Anda juga akan mendapatkan NTTE resmi dari DJP sebagai bukti lapor.

Tutorial lapor SPT PPh Badan dapat Anda lihat pada video di bawah ini:

Panduan cara lapor SPT PPh Pribadi bisa Anda lihat pada video berikut:

Aturan Baru Sanksi Tidak/Telat Lapor SPT Pajak

DJP telah menentukan kapan batas waktu pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Pajak Penghasilan (PPh) maupun PPN.

WP yang tidak lapor atau terlambat melakukan pelaporan pajak, harus bersiap menghadapi sanksi atau denda keterlambatan.

Sebelumnya, pengenaan sanksi terlambat dan kurang bayar pajak sebesar 2% per bulan dalam Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (UU KUP) No. 6/1983 yang diubah dengan UU 16/2009.

Namun ketentuan diubah dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, menjadi disesuaikan dengan tingkat atau tarif suku bunga acuan per bulan.

Hasil penghitungan sanksi telat lapor SPT dan kurang bayar pajak terbaru pengenaan sanksi terkait pelaporan SPT jumlahnya bisa lebih rendah dibanding sanksi sebelumnya.

Note: Poin-Poin UU Cipta Kerja Klaster Perpajakan

Berikut rincian aturan sanksi dan denda terkait pelaporan SPT pajak dalam UU Cipta Kerja:

1. Sanksi denda berdasarkan suku bunga acuan ditambah 5% dibagi 12 berlaku pada tanggal dimulai penghitungan sanksi, paling lama 24 bulan pada WP yang;

  • Melakukan pembetulan SPT sendiri dan membuat utang pajak menjadi lebih besar
  • Kurang bayar karena pembetulan SPT Tahunan/Masa
  • Terlambat membayar PPh Pasal 29 SPT tahunan
  • Terlambat membayar SPT Masa

2. Jika tidak melunasi SPT kurang bayar => Sanksi denda berdasarkan suku bunga acuan ditambah 10% dibagi 12, paling lama 24 bulan

3. Jika tidak melunasi pajak kurang bayar dan mendapatkan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) => Sanksi denda berdasarkan suku bunga acuan ditambah 15% dibagi 12, paling lama 24 bulan

4. Jika tidak menyampaikan SPT atau mengisi SPT dengan tidak benar atau tidak lengkap, atau melampirkan keterangan yang isinya tidak benar => Akan didenda sebesar 100% dari jumlah pajak yang kurang bayar saat pengungkapan pelaporan pajak tidak benar.

Jumlah ini lebih rendah dari yang tertulis di UU KUP, sebesar 150%.

5. Jika PPh PKP kurang bayar, sanksi administratif berupa bunga yang ditetapkan Menkeu dihitung sejak terutangnya pajak atau berakhirnya Masa Pajak, bagian Tahun Pajak, atau Tahun Pajak sampai diterbitkannya Surat Tagihan Pajak (STP).

Note: Aturan Baru Membuat e-Faktur dan Mengkreditkan PPN di UU Cipta Kerja

Temukan ketentuan terbaru tentang perpajakan dalam Undang-Undang Cipta Kerja Nomor 11 Tahun 2020 pada e-Book “Susunan dalam Satu Naskah UU Perpajakan (UU Cipta Kerja)”, berikut ini:

Ketahui Batas Waktu Bayar dan Lapor SPT Pajak

Tak perlu bingung kapan waktunya harus bayar lapor pajak untuk menghindari sanksi atau denda telat bayar dan lapor pajak.

Lebih mudah lihat semua jadwal pembayaran dan pelaporan pajak pada kalender saku di Kalender Pajak Klikpajak.

D. Bisa Membuat Kode Billing Sekaligus Bayar Pajak di e-Billing

Sebelum menyetor pajak, harus mendapatkan Kode Billing atau ID Billing terlebih dahulu dari DJP sebagai syarat untuk membayar pajak.

Setelah mendapatkan Kode Billing dari DJP, selanjutnya membayar/menyetor pajak melalui ATM, internet banking atau teller bank/pos persepsi.

Melalui e-Billing Klikpajak, Anda dapat membuat Kode Billing untuk semua jenis Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS) dengan mudah dan gratis.

Semua riwayat ID Billing dan SSP akan tersimpan dengan aman sesuai jenis dan Masa Pajak yang diinginkan.

Begitu juga Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) akan disimpan dengan rapi dan aman pada fitur Arsip Pajak di Klikpajak.

Sistem e-Billing akan membimbing Anda mengisi Surat Setoran Pajak (SSP) elektronik dengan benar sesuai transaksi.

Klikpajak.id akan menerbitkan ID Billing Anda resmi dari DJP dan Anda dapat langsung membayar Pajak tanpa keluar dari platform. Karena e-Billing Klikpajak terintegrasi dengan bank persepsi yang ditunjuk DJP untuk menerima pembayaran/setoran pajak.”

Setelah pembayaran pajak selesai, Anda akan langsung menerima Bukti Penerimaan Negara (BPN) resmi dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Note: Langkah-Langkah Cara Membuat Kode Billing dan Bayar Billing di e-Billing

E. Dilengkapi Fitur ‘Multi Users dan Multi NPWP’ Unlimited dan Gratis!

Klikpajak.id juga dilengkapi dengan fitur Multi Users dan Multi Company (NPWP) yang semakin membuat aktivitas perpajakan Anda lebih efektif.

Fitur ‘Multi Users’ Klikpajak adalah fitur yang memungkinkan Anda untuk dapat mengatur siapa saja dan berapa banyak pengguna yang dapat mengakses akun aplikasi Klikpajak.id di bawah nama perusahaan yang sama.

Sedangkan fitur ‘Multi Company/NPWP’ adalah fitur yang memungkinkan Anda untuk mengelola beberapa perusahaan dalam satu akun Klikpajak.

Note: Lebih jelasnya bagaimana cara kerja fitur Multi Users dan Multi Company ini, selengkapnya lihat di SINI.

enis Harta Penyusutan Fiskal: Jenis-Jenis Harta Berwujud

F. Terintegrasi Jurnal.id: Administrasi Perpajakan Makin Mudah dan Cepat

Agar semakin mudah dan praktis dalam melakukan administrasi perpajakan Anda, gunakan juga pembukuan dan laporan keuangan dalam aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Karena aplikasi pajak online Klikpajak.id terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Anda dapat menarik data transaksi dalam laporan keuangan untuk langsung dibuatkan Faktur Pajaknya maupun Bukti Potong Pajaknya secara langsung, dan saat diperlukan untuk melaporkan SPT pajaknya dengan cepat dalam satu platform.

Integrasi dengan Jurnal by Mekari ini merupakan teknologi canggih berbasis API integration yang membuat proses pengolahan data pajak dari bagian keuangan (accounting) lebih cepat dan mudah.

Jurnal.id adalah software akuntansi online berbasis cloud dengan laporan keuangan lengkap, seperti:

  • Neraca keuangan
  • Arus kas
  • Laba-rugi

Dan lainnya yang memudahkan Anda mengelola faktur, biaya, stok barang, cash link atau transfer langsung dalam aplikasi, hingga melihat ringkasan bisnis dari smartphone Anda.

Note: Ketahui bagaimana integrasi aplikasi akuntansi online Jurnal.id dan aplikasi pajak online Klikpajak.id ini semakin memudahkan urusan perpajakan Anda, selengkapnya temukan di SINI.

enis Harta Penyusutan Fiskal: Jenis-Jenis Harta Berwujud

Data Anda Terlindungi

Tenang, Anda dapat menyimpan berbagai riwayat pembayaran atau bukti pelaporan pajak maupun aktivitas pajak lainnya dengan aman, karena keamanan dan kerahasiaan data terjamin.

Sebab Klikpajak.id sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standarisasi Internasional ISO (International Organization for Standardization) yang menjamin standar keamanan sistem teknologi informasi.

Sehingga Anda tidak perlu khawatir kehilangan bukti bayar atau lapor pajak hilang jika terjadi kerusakan atau kehilangan komputer maupun laptop.

Karena Klikpajak merupakan aplikasi pajak berbasis web (web based) yang didukung dengan teknologi cloud, semakin memudahkan Anda melakukan semua aktivitas perpajakan hanya dalam satu platform kapan pun dan di mana saja.

Baca Juga: Perbedaan e-Faktur Client Desktop, Web Based, Host to Host dan Penggunaannya

Cloud computing atau komputasi awan adalah teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat server untuk mengelola data dan juga aplikasi pengguna.

Melalui teknologi cloud, Anda bisa menggunakan aplikasi tanpa harus mengunduh (download) dan memasang (install) aplikasi terlebih dahulu.

Sebab sistem cloud yang berbasis web ini memudahkan Anda dalam mengakses data dan informasi melalui internet secara cepat.

enis Harta Penyusutan Fiskal: Jenis-Jenis Harta BerwujudKeamanan data adalah yang utama

Tim ‘Support’ Klikpajak Selalu Siap Membantu Anda!

“Fitur lengkap Klikpajak membantu mempermudah urusan perpajakan bagi Anda para pelaku usaha, konsultan pajak, maupun bagi Anda yang berprofesi pada bagian keuangan atau sebagai tax officer di perusahaan.”

Sebagai mitra resmi DJP, Klikpajak akan membantu Anda dalam menghitung, membayar dan melaporkan pajak Anda dengan mudah.

Tinggal klik, semua urusan pajak Anda selesai dalam sekejap!

Ingin melihat bagaimana Klikpajak dapat membantu bisnis atau aktivitas Anda dalam membuat Faktur Pajak, Bukti Pemotongan Pajak, penyampaian SPT Tahunan/Masa PPh dan PPN, serta berbagai aktivitas perpajakan lainnya secara efektif menghemat banyak waktu Anda?

“Jangan segan menghubungi kami, karena kami senang berbicara dengan Anda. Jadwalkan demo dan kami dapat menunjukkan caranya untuk memudahkan urusan perpajakan Anda. Klikpajak.id mengerti yang Anda butuhkan.”

Cukup daftarkan email Anda di www.klikpajak.id dan temukan bagaimana Anda dapat melakukan urusan pajak dengan sangat menyenangkan. Lebih mudah dari sekadar yang Anda bayangkan.

Sudah tahu jenis harta penyusutan fiskal, bukan?

Kini saatnya Anda memenuhi kewajiban perpajakan dan penyusunan laporan keuangan usaha dengan cara yang mudah.

Ingin dapat mengelola pajak sekaligus keuangan bisnis?

Ikuti demo online cara kelola pajak dan keuangan perusahaan di Klikpajak Demo Jurnal, kami dapat menyesuaikan waktu Anda kapan saja.

Kategori : Berita Regulasi

PUBLISHED13 Jan 2021
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: