Biar Lancar, Kaitan Pengusaha Ekspor-Impor dengan Bea Cukai Adalah..

Hal yang Harus Dipahami Pengusaha Ekspor-Impor dengan Bea Cukai Adalah..

Bea cukai adalah istilah untuk menyebut lembaga yang berurusan dalam aktivitas perdagangan ekspor dan impor. Ketahui hal yang harus dipahami pengusaha ekspor-impor terkait bea dan cukai agar bisnis lancar.

Posisi Bea Cukai dapat disetarakan dengan lembaga konvensional lain seperti pengadilan, polisi atau militer. Namun, jika dilihat sebagai posisi lembaga, bea cukai disebut dengan istilah kepabeanan.

Perdagangan internasional adalah aktivitas yang memiliki kaitan erat dengan bea cukai. Hal ini karena kepabeanan memiliki peran sebagai lembaga yang mengatur bea masuk dan bea keluar.

Namun, tahukah Anda bahwa sebenarnya bea cukai adalah dua istilah yang berbeda. Apa pengertian bea dan cukai? Bagaimana fungsinya? Berikut ulasan Klikpajak by Mekari.

Pengertian Bea Cukai Adalah

Bea cukai adalah dua kata yang memiliki arti masing-masing. Bea adalah salah satu pungutan yang dilakukan oleh pemerintah terhadap barang ekspor dan impor.

Sementara itu, cukai adalah pungutan terhadap barang yang karakteristiknya sudah ditentukan oleh undang-undang. 

Jadi pengertian bea cukai adalah pungutan yang dilakukan oleh pemerintah terhadap barang ekspor impor dan barang serta barang yang memiliki karakteristik khusus.

Lembaga yang menaungi aktivitas bea cukai adalah kepabeanan. Setiap negara pasti memiliki lembaga bea cukai untuk mengawasi lalu lintas barang di daerah pabean.

Di Indonesia, pengaturan aktivitas bea cukai dari lalu lintas ekspor dan impor di bawah pengawasan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu)

Ilustrasi Bea Cukai yang sedang memeriksa

Fungsi Bea Cukai

Beberapa fungsi bea cukai di antaranya adalah:

  • Mengoptimalkan penerimaan negara dalam bentuk bea masuk, bea keluar, dan cukai yang mampu menunjang pembangunan nasional;
  • Meningkatkan industri dalam negeri melalui penerapan bidang kepabeanan dan cukai;
  • Mengawasi terjadinya kegiatan ekspor impor secara efektif dan efisien melalui manajemen risiko yang handal. Kepabeanan dapat melakukan penindakan tegas apabila terjadi masalah bea cukai;
  • Membantu mewujudkan investasi yang kondusif, dengan cara memperlancar barang ekspor impor serta penerapan manajemen risiko yang handal;
  • Melindungi masyarakat terhadap dampak negatif dan berbahaya dari keluar masuknya barang ekspor impor, yang mana barang tersebut dilarang atau dibatasi;
  • Membatasi dan mengawasi peredaran barang tertentu yang sifatnya membahayakan kesehatan, lingkungan, ketertiban umum, dan kenyamanan masyarakat.

Note: Cara agar Barang Impor Bebas PPN Bea Masuk

Ilustrasi aktivitas ekspor impor yang tak lepas dari pengenaan bea cukai

Kebijakan Terkait Bea Cukai

Sebagai sebuah lembaga, aktivitas bea cukai tidak bisa sembarangan dilakukan. DJBC harus melaksanakan tugas dan fungsi pokok yang telah ditetapkan oleh Undang-Undang.

Bidang Ekspor

Dalam bidang ekspor, kepabeanan menjalankan tugas berdasarkan beberapa dasar hukum seperti:

  1. UU No. 17/2007 tentang Perubahan UU No. 16/1995 tentang Kepabeanan.
  2. Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 13/PMK.010/2017 tentang Penetapan yang Dikenakan Bea Keluar dan tarif Bea Keluar.
  3. Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai No. PER-32/BC/2014 jo. PER-29/BC/2016 tentang tata Laksana Kepabeanan di Bidang Ekspor.

Note: Solusi Ekspor-Impor yang Terhambat Masalah SPT Pajak

Bidang Impor

Kepabeanan di bidang impor juga melakukan penyusunan dan pengaturan impor demi menjaga iklim usaha yang bersih dan kondusif melalui beberapa dasar hukum:

  1. Keputusan Menteri Keuangan (KMK) No. KEP-1418/KM.4/2018 tentang Daftar Barang yang Dibatasi untuk Impor.
  2. Peraturan Ditjen Bea Cukai Nomor PER-5/BC/2018 tentang Pengeluaran Barang Impor untuk Dipakai Keperluan Industri Kecil dan Menengah.
  3. PMK Nomor 112/PMK.04/2018 yang merupakan perubahan atas PMK No. 183/PMK.04/2016 tentang Ketentuan Impor Barang Kiriman. Aturan ini digunakan untuk impor barang via e-commerce.
  4. PMK Nomor 112/PMK.04/2018 yang mengatur penyesuaian nilai minimal pembebasan bea masuk dan pajak dalam rangka impor terkait barang kiriman. Sebelumnya adalah minimal sebesar US$100 menjadi US$75.

Ilustrasi proses importasi yang harus melewati mekanisme bea cukai

Bidang Cukai

Pada bidang cukai, pemerintah menggunakan pedoman aturan sebagai berikut:

  1. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai yang telah diubah dengan UU Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai.
  2. PMK No. 62/PMK.011/2010 tentang Tarif Cukai Etil Alkohol, Minuman yang Mengandung Etil Alkohol, dan Konsentrat yang Mengandung Etil Alkohol.
  3. Peraturan Direktur Jenderal Nomor P-43/BC/2009 tentang Cara Penetapan Tarif Cukai Hasil Tembakau.
  4. Peraturan Direktur Jenderal Nomor P– 22/BC/2010 tentang Tata Cara Pemungutan Cukai Etil Alkohol, Minuman Mengandung Etil Alkohol, dan Konsentrat Mengandung Etil Alkohol.
  5. PMK Nomor 181/PMK.011/2009 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau.
  6. PMK Nomor 99/PMK.011/2010 tentang Perubahan PMK Nomor 181/PMK.011/2009 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau.

Note: Cara Pengisian PIB yang Benar agar Fungsinya Sama dengan Faktur Pajak

 Ilustrasi pengusaha ekspor-impor yang selalu berususan dengan bea cukai

Tips agar Bisnis Ekspor-Impor Lancar

Sebagai pengusaha yang bergerak di bidang ekspor dan impor, tak lepas dari urusan perpajakan.

Agar bisnis ekspor impor Anda lancar, ketahui hal-hal yang bisa memengaruhi aktivitas perdagangan antar negara ini.

Berikut tips supaya bisnis ekspor dan impor Anda berjalan dengan baik:

  • Pahami aturan mengenai perdagangan internasional
  • Ketahui perhitungan pengenaan pajak dan bea cukai dari bisnis ekspor-impor
  • Lakukan pelaporan pajak sesuai dengan batas waktu yang ditentukan
  • Manfaatkan insentif untuk kegiatan ekspor-impor yang diberikan pemerintah

Note: Panduan Lengkap PPh Pasal 22 Impor, Hitung dan Lapor SPT PPh 22

3 Cara Perhitungan Penghasilan Kena Pajak WP BadanIlustrasi menghitung bea cukai dari bisnis ekspor impor

Laporkan SPT Tepat Waktu agar Bisnis Ekspor-Impor Tak Terhambat

Jangan sampai hanya karena tak lapor SPT Pajak, usaha ekspor-impor jadi terhenti.

Mau tak mau, kewajiban melaporkan pajak penghasilan yang sudah dibayarkan menjadi keharusan untuk kelancaran usaha.

Kepatuhan pajak jadi syarat mutlak bagi Ditjen Bea Cukai untuk meloloskan pengajuan berbagai dokumen perizinan kegiatan ekspor-impor.

Keabsahan NPWP pelaku usaha dan bukti pelaporan SPT Tahunan Pajak jadi taruhannya jika ingin kantongi dokumen izin ekspor-impor.

Note: Cara Daftar NPWP Online yang Mudah

Maka dari itu, solusi mengatasi ekspor-impor yang terhambat karena urusan pajak yang belum selesai adalah lapor SPT Tahunan Pajak tepat waktu.

Batas waktu pelaporan Susat Pemberitahuan (SPT) Pajak adalah:

  • Pelaporan SPT Tahunan PPh Badan adalah paling lama 4 bulan setelah akhir Tahun Pajak atau 30 April setiap tahunnya
  • Pelaporan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi adalah paling lama 3 bulan setelah akhir Tahun Pajak atau 31 Maret setiap tahunnya
  • Pelaporan SPT Masa adalah paling lama 20 hari setelah akhir Tahun Pajak

Penuhi kewajiban pembayaran pajak dan pelaporan SPT Tahunan Pajak Anda sekarang juga agar bisnis ekspor-impor kembali bisa dijalankan kembali.

Untuk mempermudah pelaporan SPT pajak Anda, gunakan aplikasi pajak online Klikpajak.id.

Klikpajak adalah Penyedia Jasa Apikasi Perpajakan (PJAP) atau Application Service Provider (ASP) mitra resmi DJP yang disahkan dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-169/PJ/2018.

Ilustrasi lapor SPT pajak online yang sudah terintegrasi dengan sistem DJP dan Bea Cukai

Bisa Melaporkan Semua Jenis SPT di e-Filing Klikpajak

Anda dapat memanfaatkan fitur e-Filing Klikpajak untuk melaporkan berbagai jenis Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan/Masa dengan langkah-langkah yang mudah.

Lapor SPT juga gratis selamanya melalui e-Filing Klikpajak, seperti:

  • SPT Tahunan Pajak Badan
  • SPT Masa (Bulanan) Pajak
  • SPT Tahunan Pajak Pribadi

Setelah menyampaikan SPT Pajak, Anda akan peroleh bukti lapor dalam bentuk elektronik, yakni Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) dari DJP, yang berisi:

  • Informasi Nama Wajib Pajak (WP)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Tanggal pembuatan BPE
  • Jam pembuatan BPE
  • Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE)

Melalui Klikpajak, Anda juga akan mendapatkan NTTE resmi dari DJP sebagai bukti lapor.

Note: Selengkapnya cara mudah membuat Kode Billing dan menyampaikan SPT online lewat e-Filing Klikpajak, lihat langkah-langkahnya di SINI.

Ketahui Batas Waktu Bayar dan Lapor SPT Pajak

Hindari sanksi atau denda telat bayar dan lapor pajak, lebih mudah lihat semua jadwal pembayaran dan pelaporan pajak pada kalender saku di Kalender Pajak Klikpajak.

Fitur Lengkap Kikpajak: e-Faktur dan e-Bupot, Juga Bayar Pajak Lewat e-Billing

Bukan hanya fitur e-Filing untuk melaporkan SPT pajak Anda, melalui aplikasi pajak online Klikpajak Anda juga dapat membuat Faktur Pajak elektronik dan menyampaikan SPT Masa PPN (Pajak Pertambahan Nilai) di e-Faktur.

Selain itu, Anda juga dapat membuat Bukti Pemotongan PPh Pasal 23/26 di e-Bupot serta bayar pajak melalui e-Billing dengan mudah.

Contoh fitur lengkap Klikpajak

Temukan Sistem e-Faktur 3.0 di Klikpajak

Anda dapat membuat Faktur Pajak dengan cara yang sangat praktis, karena fitur e-Faktur Klikpajak terintegrasi dalam satu platform.

Sehingga Anda dapat mengelola Faktur Pajak Masukan, Pajak Keluaran, Pajak retur dan lainnya dengan sangat mudah.

Melalui e-Faktur Klikpajak, Anda dapat mengelola Nomor Seri Faktur Pajak (NSFP) dan memperoleh Surat Pemberitahuan PPN sesuai data yang diunggah ke DJP.

Bahkan pembuatan dan pengelolaan e-Faktur Anda semakin cepat karena salah satu kelebihan Klikpajak adalah terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal by Mekari – Simple Online Accounting Software.

Ini adalah teknologi canggih berbasis API integration yang membuat proses pengelolaan data pajak dari bagian keuangan (accounting) lebih cepat dan mudah.

Melalui e-Faktur Klikpajak, Anda bisa menarik data langsung dari pembukuan atau laporan keuangan Jurnal.id tanpa harus keluar masuk platform lagi.

Tentu saja, hal ini semakin menghemat waktu Anda, bukan?

Bukan hanya itu, melalui Klikpajak Anda juga langsung dapat memanfaatkan fitur prepopulated e-Faktur 3.0 tanpa install sendiri pada perangkat komputer Anda.

Karena Klikpajak merupakan aplikasi pajak online berbasis web (web-based) sehingga update sistem e-Faktur terbaru dari DJP sudah otomatis dilakukan oleh PJAP.

“Gunakan aplikasinya, biar Klikpajak yang mengurus sistemnya untuk memudahkan pembuatan e-Faktur dan pelaporan SPT Masa PPN Anda!”

Ilustrasi e-Faktur 3.0 yang bisa Anda gunakan tanpa install aplikasi versi terbaru di komputer sendiri melalui Klikpajak

Membuat Bukti Potong yang Mudah di e-Bupot Klikpajak

Seperti diketahui, baik WP Pengusaha Kena Pajak (PKP) maupun Non-PKP yang melakukan transaksi yang mengharuskan membuat bukti pemotongan PPh 23/26 wajib menggunakan e-Bupot mulai 1 Oktober untuk masa pajak September 2020.

Wajib e-Bupot bagi WP PKP dan Non-PKP ini diatur dalam Kepdirjen Nomor KEP-368/PJ/2020 tentang Penetapan Pemotong PPh Pasal 23/26 yang Diharuskan Membuat Bukti Pemotongan dan Diwajibkan Menyampaikan SPT Masa PPh Pasal 23/26 Berdasarkan PER-04/PJ/2017.

Klikpajak juga dilengkapi dengan fitur e-Bupot yang semakin memudahkan Anda membuat bukti pemotongan PPh Pasal 23/26 dan melaporkan SPT PPh 23/26 melalui e-Bupot dengan menarik data langsung dari laporan keuangan elektronik.

Keunggulan e-Bupot Klikpajak

e-Bupot Klikpajak memiliki keunggulan yang bisa Anda manfaatkan untuk membantu bisnis perusahaan, di antaranya:

  • Pengelolaan bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah karena alur pembuatan yang efisien dan ramah penggunaan (user friendly).
  • Penghitungan pajak otomatis pada SPT Masa PPh 23/26
  • Pengiriman bukti pemotongan pajak langsung ke lawan transaksi
  • Bukti pemotongan serta pelaporan SPT Masa PPh 23/26 tidak perlu ditandatangani dengan tanda tangan basa
  • Bukti pemotongan dan bukti pelaporan tersimpan aman, baik di PJAP dan DJP karena Klikpajak menggunakan teknologi cloud. Sehingga tak perlu khawatir bukti potong dan lapor pajak hilang jika terjadi kerusakan atau kehilangan komputer maupun laptop karena Anda tetap bisa mengaksesnya di mana pun
  • Keamanan dan kerahasiaan data terjamin karena Klikpajak sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standar Internasional ISO, yang menjadi standar keamanan sistem teknologi informasi
  • E-Bupot Klikpajak juga terintegrasi dengan sistem pembukuan akuntansi online Jurnal.id, sehingga semakin mudah dalam pembuatan bukti potong
  • E-Bupot Klikpajak juga memiliki performa yang dapat di-scale upsesuai kebutuhan
  • Layanansupport pajak yang dapat diandalkan dan tutorial dalam penggunaan aplikasi yang terus diperbarui
  • Fitur e-Bupot Klikpajak juga menyediakan data untuk kebutuhan rekapitulasi dan rekonsiliasi data faktur pajak atas transaksi yang dilakukan.

Contoh fitur e-Bupot Klikpajak

Data Anda Terlindungi

Tenang, Anda dapat menyimpan berbagai riwayat permbayaran atau bukti pelaporan pajak maupun aktivitas pajak lainnya dengan aman, karena keamanan dan kerahasiaan data terjamin.

Sebab Klikpajak sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standar Internasional ISO yang menjamin standar keamanan sistem teknologi informasi.

Sehingga Anda tidak perlu khawatir kehilangan bukti bayar atau lapor pajak hilang jika terjadi kerusakan atau kehilangan komputer maupun laptop.

Ilustrasi sistem keamanan aplikasi berbasis web yang ketat

Tim ‘Support’ Klikpajak Selalu Siap Membantu Anda!

“Fitur lengkap Klikpajak membantu mempermudah urusan perpajakan bagi Anda para pelaku usaha, konsultan pajak, maupun bagi Anda yang berprofesi pada bagian keuangan atau sebagai tax officer di perusahaan.”

Sebagai mitra resmi DJP, Klikpajak akan membantu Anda dalam menghitung, membayar hingga melaporkan kegiatan perpajakan Anda. Tinggal klik, semua urusan pajak Anda beres, selesai dalam sekejap.

Ingin melihat bagaimana Klikpajak dapat membantu bisnis atau aktivitas Anda dalam membuat Faktur Pajak, Bukti Pemotongan pajak, penyampaian SPT Tahunan/Masa PPh dan PPN, serta berbagai aktivitas perpajakan lainnya secara efektif yang dapat menghemat banyak waktu Anda?

“Jangan segan menghubungi kami, karena kami senang berbicara dengan Anda. Jadwalkan demo dan kami dapat menunjukkan caranya. Klikpajak mengerti yang Anda butuhkan.”

Cukup daftarkan email Anda di www.klikpajak.id dan temukan bagaimana Anda bisa melakukan urusan pajak dengan sangat menyenangkan. Lebih mudah dari sekadar yang Anda bayangkan.


PUBLISHED11 Oct 2020
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: