e-Faktur 3.0: 'Download' Aplikasi e-Faktur Windows, Linux, MacOS

e-Faktur 3.0: Cara ‘Download’ Aplikasi e-Faktur Windows, Linux, MacOS

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) meluncurkan e-Faktur 3.0 yang semakin memudahkan pembuatan Faktur Pajak sekaligus bisa lapor SPT Masa PPN dalam aplikasi yang sama. Bagaimana cara download aplikasi e-Faktur pada sistem operasi Windows, Linux dan MacOS?

Aplikasi e-Faktur versi terbaru DJP yang resmi berlaku mulai 1 Oktober 2020 ini dapat diunduh melalui perangkat komputer bagi Wajib Pajak (WP) Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang membuat Faktur Pajak melalui DJP Online menggunakan aplikasi e-Faktur client desktop.

Lebih jelasnya seperti apa cara download aplikasi e-Faktur terbaru melalui berbagai sistem operasi pada komputer, Klikpajak by Mekari akan mengulasnya untuk Anda.

Pilih ‘Patch’ Sesuai Sistem Operasi

Sebelum memperbarui atau update e-Faktur 3.0 ini, pilih unduhan atau download patch sesuai dengan sistem operasi yang digunakan pada komputer Anda.

Sebab masing-masing sistem operasi itu memiliki kecocokan yang berbeda dengan patch yang akan ditanamkan pada komputer.

DJP telah menyediakan donwload patch yang compatible dengan masing-masing sistem operasi pada perangkat.

Aplikasi e-Faktur terbaru tersedia untuk sistem operasi Windows 32 bit, Windows 64 bit, Linux 32 bit, Linux 64 bit, dan Macintosh 64 bit.

Note: Faktur Pajak Pengganti Beda Masa: Beda Tanggal, Bulan dan Tahun

Berikut pilihan download patch terbaru e-Faktur 3.0 yang bisa Anda sesuaikan dengan sistem operasi pada perangkat komputer Anda:

1. Aplikasi e-Faktur:

  • Windows 32 bit
  • Windows 64 bit
  • Linux 32 bit
  • Linux 64 bit
  • Macinthos 64 bit

2. Mem_Config Terbaru

3. Aplikasi ETaxInvoiceUpd Windows 32 bit – Tools update Database (Setelah dijalankan, Anda harus menghapus secara manual)

4. Aplikasi ETaxInvoiceUpd Windows 64 bit – Tools Update Database (Setelah dijalankan, Anda harus menghapus secara manual)

5. Patch Update Aplikasi e-Faktur:

  • Windows 32 bit
  • Windows 64 bit
  • Linux 32 bit
  • Linux 64 bit

6. Patch Update Aplikasi e-Faktur 3.0:

  • Windows 32 bit
  • Windows 64 bit
  • Linux 32 bit
  • Linux 64 bit
  • Mac 64 bit

Anda bisa mengunduh patch e-Faktur 3.0 tersebut melalui laman DJP e-Nofa Online di efaktur.pajak.go.id.

Ilustrasi download patch terbaru e-Faktur 3.0 di DJP online

Fitur Baru e-Faktur 3.0

Aplikasi e-Faktur hadir untuk memberikan kemudahan, keamanan, dan  kenyamanan bagi PKP sehingga dapat membantu dalam menjalankan kewajiban perpajakannya dengan baik dan benar.

DJP menghadirkan e-Faktur 3.0 menggantikan versi sebelumnya yaitu e-Faktur 2.2.

e-Faktur versi 3.0 mengakomodasi mekanisme prepopulated atau pengisian otomatis untuk data Pajak Masukan (PM) dan Pemberitahuan Impor Barang (PIB) maupun prepopulated Pajak Masukan berupa e-Faktur serta prepopulated pelaporan SPT Masa PPN (Pajak Pertambahan Nilai).

Sistem prepopulated merupakan penyediaan data yang proses kelanjutannya hanya membutuhkan konfirmasi oleh yang bersangkutan terhadap data yang dipilih. Jadi proses pengisian informasi berdasarkan pada basis data yang sudah ada sebelumnya.

Ingin mengetahui lebih lanjut kelebihan atau perbedaan dari e-Faktur 3.0 dan e-Faktur 2.2, baca selengkapnya di SINI.

Dengan begitu, pengisian data PM dan PIB melalui aplikasi e-Faktur 3.0 dapat dilakukan secara otomatis, tidak lagi menggunakan cara manual yang selama ini kerap menjadi kendala.

Data PM dan PIB sudah tersedia secara otomatis dalam sistem untuk proses pengkreditan Faktur Pajak Masukan. Namun, sebelumnya PKP perlu menentukan Masa Pajak serta status pengkreditannya.

Selain itu, proses melaporkan SPT Masa PPN lewat prepopulated SPT di aplikasi e-Faktur 3.0 tidak lagi menggunakan Client Desktop, melainkan memakai e-Faktur Web Based.

Semua data Pajak Keluaran serta Pajak Masukan yang sudah tersedia untuk disampaikan di SPT Masa PPN akan disediakan lewat e-Faktur Web Based yang bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja selama terkoneksi dengan internet.

Ilustrasi membuat Faktur Pajak elektronik melalui aplikasi e-Faktur 3.0

Cara ‘Download’ e-Faktur 3.0

Terdapat beberapa tahap untuk melakukan pengunduhan atau pembaruan e-Faktur ke versi terbarunya.

Note: Alur Pembuatan e-Faktur: Bayar PPN dan Pelaporan SPT Masa PPN

Berikut adalah langkah-langkah untuk memperbarui atau mengunduh e-Faktur versi 3.0:

1. Jangan lupa untuk mencadangkan data dari e-Faktur 2.2 sebelum memperbarui e-Faktur ke versi 3.0 sebagai upaya pencegahan apabila terjadi kegagalan dalam pembaruan.

2. Mempersiapkan nomor Sertifikat Elektronik (SE).

3. Unduh aplikasi e-Faktur 3.0 di situs resmi DJP, yaitu https://efaktur.pajak.go.id. Pilih keterangan “Aplikasi e-Faktur terbaru dapat diunduh di sini”.

  • Unduh aplikasi e-Faktur yang sesuai dengan sistem operasi perangkat yang digunakan.
  • Setelah pengunduhan selesai, extract file aplikasi e-Faktur 3.0. Akan muncul hasil extract file berupa ETaxInvoice, ETaxInvoiceMain, dan ETaxInvoiceUpd.

4. Kemudian salin ketiga berkas tadi dan tempel ke folder e-Faktur 2.2 yang hendak diperbarui. Setelah itu akan muncul pemberitahuan, klik replace the files.

5. Jika sudah, klik ETaxInvoice, kemudian pilih database. Setelah itu klik local database, lalu klik connect.

6. Selanjutnya masuk ke aplikasi e-Faktur.

7. Apabila pembaruan berhasil, maka akan tampak menu baru di aplikasi e-Faktur versi terbaru, yaitu prepopulated data.

8. Setelah berhasil memperbarui e-Faktur 3.0, lakukan pengaturan referensi Sertifikat Elektronik sebelum menggunakannya.

Ilustrasi instalasi update aplikasi e-Faktur 3.0

Langsung Gunakan e-Faktur 3.0 Tanpa ‘Instal’ Sendiri

Tidak mau ribet dengan urusan mengunduh dan install sendiri aplikasi untuk memperbarui sistem pada perangkat komputer?

Selain perangkat harus sesuai atau compatible dengan aplikasi yang akan diunduh, tentunya ada risiko gagal update hingga kehilangan dokumen penting yang tersimpan pada aplikasi sebelumnya.

Anda bisa langsung memanfaatkan kemudahan yang tersedia pada fitur e-Faktur 3.0 itu tanpa repot-repot melakukan pembaruan sistem pada perangkat komputer Anda hanya menggunakan e-Faktur Klikpajak.id.

Karena Klikpajak merupakan aplikasi pajak online berbasis web (web-based) yang didukung dengan teknologi cloud.

Cloud computing atau komputasi awan adalah teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat server untuk mengelola data dan juga aplikasi pengguna.

Melalui teknologi cloud, Anda bisa menggunakan aplikasi tanpa harus mengunduh (download) dan memasang (install) aplikasi terlebih dahulu.

Sebab sistem cloud yang berbasis web ini memudahkan Anda dalam mengakses data dan informasi melalui internet secara cepat.

Gunakan aplikasinya, biar Klikpajak yang mengurus sistemnya untuk mempermudah pembuatan e-Faktur dan pelaporan SPT Masa PPN Anda.

Dengan e-Faktur Klikpajak yang terintegrasi dalam satu platform, Anda dapat mengelola administrasi perpajakan mulai dari:

  • Faktur Pajak Masukan
  • Faktur Pajak Keluaran
  • Membuat Faktur Pajak Retur
  • Mengelola Faktur Pajak Masukan, Keluaran, dan Retur

Anda akan dipandu dengan langkah-langkah penggunaan fitur e-Faktur yang mudah dan sederhana.

Fitur e-Faktur Klikpajak juga memudahkan Anda mengelola Nomor Seri Faktur Pajak (NSFP) dan memperoleh Surat Pemberitahuan PPN sesuai data yang diunggah ke DJP.

Note: Anda juga dapat menginput data Faktur Masukan menggunakan Scan QR Code e-Faktur Klikpajak secara gratis. Langkah-langkah input Faktur Pajak Masukan lewat handphone selengkapnya lihat di SINI.

Klikpajak.id adalah Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) atau Application Service Provider (ASP) mitra resmi DJP yang disahkan dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-169/PJ/2018.

Contoh membuat Faktur Pajak Masukan di e-Faktur Klikpajak

Bisa Bikin Bukti Potong PPh Pasal 23/26 di e-Bupot Klikpajak

Klikpajak juga dilengkapi fitur e-Bupot yang memudahkan Anda menerbitkan Bukti Potong dan mengelola bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah.

Seperti diketahui, melalui Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-269/PJ/2020, mulai 1 Agustus 2020 setiap PKP yang terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama seluruh Indonesia harus membuat bukti potong dan melaporkan SPT masa PPh Pasal 23/26 secara elektronik melalui aplikasi e-Bupot.

Kini, penerapan wajib e-Bupot secara nasional berlaku mulai 1 September 2020 bagi semua wajib pajak yang telah memenuhi ketentuan Pasal 6 dari PER-04/PJ/2017, melalui KEP-368/PJ/2020. Artinya, baik PKP maupun Non PKP harus membuat bukti potong PPh 23/26 di e-Bupot.

Keunggulan e-Bupot Klikpajak

e-Bupot Klikpajak memiliki keunggulan yang bisa Anda manfaatkan untuk membantu bisnis perusahaan, di antaranya:

  • Pengelolaan bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah karena alur pembuatan yang efisien dan ramah penggunaan (user friendly).
  • Penghitungan pajak otomatis pada SPT Masa PPh 23/26.
  • Pengiriman bukti pemotongan pajak langsung ke lawan transaksi.
  • Bukti pemotongan serta pelaporan SPT Masa PPh 23/26 tidak perlu ditandatangani dengan tanda tangan basah.
  • e-Bupot Klikpajak juga memiliki performa yang dapat di-scale up sesuai kebutuhan.
  • Layanan support pajak yang dapat diandalkan dan tutorial dalam penggunaan aplikasi yang terus diperbarui.
  • Fitur e-Bupot Klikpajak juga menyediakan data untuk kebutuhan rekapitulasi dan rekonsiliasi data Faktur Pajak atas transaksi yang dilakukan.

Note: Pentingnya Bukti Potong dan Panduan Lengkap Penggunaan e-Bupot

Contoh fitur membuat bukti potong PPh 23/26 di e-Bupot klikpajak

Mudah Membuat Kode Billing

Sebelum membayar atau menyetor pajak, Anda perlu mendapatkan Kode Billing atau ID Billing terlebih dahulu dari DJP melalui e-Billing.

Anda bisa menggunakan e-Billing Klikpajak untuk melakukan proses pembayaran pajak tersebut dengan mudah dan cepat.

Sistem e-Billing Klikpajak akan membimbing Anda mengisi Surat Setoran Pajak (SSP) elektronik dengan benar sesuai transaksi.

Anda bisa membuat ID Billing untuk semua jenis Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS) dengan mudah dan gratis.

Semua riwayat ID Billing dan SSP akan tersimpan dengan aman sesuai jenis dan masa pajak yang diinginkan.

Begitu juga Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) juga akan disimpan dengan rapi dan aman pada Arsip Pajak di Klikpajak.

Anda pun tidak perlu keluar masuk aplikasi dari berbagai perangkat komputer Anda, karena fitur Klikpajak terintegrasi yang memudahkan Anda melakukan pembayaran hingga pelaporan pajak hanya dalam satu platform.

Contoh BPE yang diterbitkan Klikpajak resmi dari DJP

Lapor SPT dengan e-Filing Gratis!

Anda dapat memanfaatkan fitur e-Filing Klikpajak untuk melaporkan berbagai jenis Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan/Masa dengan langkah-langkah yang mudah.

Lapor SPT juga gratis selamanya melalui e-Filing Klikpajak. Anda bisa melaporkan semua jenis SPT mulai dari SPT Tahunan Pajak Badan, SPT Masa (Bulanan) Pajak, dan SPT Tahunan Pajak Pribadi.

Setelah menyampaikan SPT Pajak, Anda akan peroleh bukti lapor dalam bentuk elektronik, yakni Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) dari DJP, yang berisi:

  • Informasi Nama Wajib Pajak (WP)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Tanggal pembuatan BPE
  • Jam pembuatan BPE
  • Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE)

Melalui Klikpajak, Anda juga akan mendapatkan NTTE resmi dari DJP sebagai bukti lapor.

Note: Selengkapnya cara mudah membuat Kode Billing dan menyampaikan SPT online lewat e-Filing Klikpajak, lihat langkah-langkahnya di SINI.

Ketahui Batas Waktu Bayar dan Lapor SPT Pajak

Tak perlu bingung kapan waktunya harus bayar lapor pajak untuk menghindari sanksi atau denda telat bayar dan lapor pajak.

Lebih mudah lihat semua jadwal pembayaran dan pelaporan pajak pada kalender saku di Kalender Pajak Klikpajak.

Terintegrasi dengan Aplikasi Akuntansi ‘Online’

Kelebihan lain Klikpajak adalah bisa menarik data langsung dari laporan keuangan pengguna aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Anda semakin mudah dalam membuat dan mengelola e-Faktur serta e-Bupot karena Klikpajak bisa menarik data langsung dari laporan keuangan pengguna aplikasi akuntansi online seperti Jurnal by Mekari – Simple Online Accounting Software.

Ini adalah teknologi canggih berbasis API integration yang membuat proses pengolahan data pajak dari bagian accounting (keuangan) lebih cepat dan mudah.

Sehingga proses pengelolaan pajak jadi makin gampang dan tepat hanya dengan Klikpajak.

Note: Temukan bagaimana integrasi akuntani online Jurnal.id dengan aplikasi pajak online Klikpajak.id semakin memudahkan urusan perpajakan Anda, di SINI.

Data Terlindungi

Tenang, Anda dapat menyimpan berbagai riwayat permbayaran atau bukti pelaporan pajak maupun aktivitas pajak lainnya dengan aman, karena keamanan dan kerahasiaan data terjamin.

Sebab Klikpajak sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standar Internasional ISO yang menjamin standar keamanan sistem teknologi informasi.

Sehingga Anda tidak perlu khawatir kehilangan bukti bayar atau lapor pajak hilang jika terjadi kerusakan atau kehilangan komputer maupun laptop.

Integrasi akuntansi online Jurnal.id dengan aplikasi pajak online Klikpajak.id membuat urusan pajak Anda makin simpel

Tim ‘Support’ Klikpajak Siap Membantu Anda!

“Fitur lengkap Klikpajak membantu mempermudah urusan perpajakan bagi Anda para pelaku usaha, konsultan pajak, maupun bagi Anda yang bekerja pada bagian keuangan atau sebagai tax officer di perusahaan.”

Sebagai mitra resmi DJP, Klikpajak akan membantu Anda dalam menghitung, membayar hingga melaporkan kegiatan perpajakan. Tinggal klik, semua urusan pajak Anda selesai dalam sekejap!

Ingin melihat bagaimana Klikpajak dapat membantu bisnis Anda dalam membuat Faktur Pajak, Bukti Pemotongan Pajak, penyampaian SPT Masa PPN dan aktivitas perpajakan lainnya secara efektif yang dapat menghemat banyak waktu Anda?

“Kami senang berbicara dengan Anda. Jadwalkan demo dan kami dapat menunjukkan caranya. Klikpajak mengerti yang Anda butuhkan.”

Cukup daftarkan email Anda di www.klikpajak.id dan manfaatkan kemudahan dalam mengurus perpajakan Anda mulai dari menghitung, membayar hingga melaporkan pajak hanya dalam satu platform.

 


PUBLISHED02 Oct 2020
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: