Cara Menghitung PPN Terutang, Rumus PPN & Contoh Perhitungan PPN

Rumus PPN & Cara Hitung PPN Mudah bagi Pengusaha Kena Pajak

Sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang wajib memungut, menyetorkan dan melaporkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN), harus mengetahui apa itu PPN dan bagaimana cara menghitung PPN. Klikpajak by Mekari akan menunjukkan rumus PPN, cara menghitung PPN terutang dan contoh perhitungan PPN.

Tapi sebelum itu, Klikpajak.id akan kembali mengingatkan Sobat Klikpajak pentingnya kelola pajak dan keuangan bisnis yang efektif & efisien untuk membantu meningkatkan kinerja perusahaan.

Ingin tahu cara kelola pajak perusahaan yang mudah dan cepat?

Saya Mau Coba Gratis Klikpajak Sekarang!

Apa itu PPN, Bagaimana Rumus PPN & Cara Menghitung PPN Terutang?

Apa itu PPN? Pajak Pertambahan Nilai atau PPN adalah pajak yang dikenakan atas transaksi jual-beli barang dan jasa kena pajak.

PPN ini dibebankan kepada pembeli atau konsumen. Sedangkan produsen atau penjual dalam hal ini Pengusaha Kena Pajak (PKP) hanya sebagai pihak yang memungut, lalu menyetorkan dan melaporkan PPN tersebut ke negara.

Berdasarkan Pasal 7 Undang Undang Nomor 42 Tahun 2009 tentang Perubahan Ketiga Atas UU Nomor 8 Tahun 1983 tentang PPN dan PPnBM (Pajak Penjualan Atas Barang Mewah), tarif PPN normal di Indonesia yang berlaku adalah 10%.

Namun besar tarif PPN ini bisa diubah paling rendah 5% dan paling banyak 15% yang perubahannya diatur lagi dalam Peraturan Pemerintah (PP).

Sudah tahu tentang rencana kenaikan tarif PPN? Selengkapnya baca Tarif PPN Naik Jadi 12%

Apa saja Objek PPN?

Sementara itu, objek yang kena PPN di antaranya jenis barang berwujud bergerak, jenis barang berwujud tidak bergerak, dan objek PPN berdasarkan penyerahannya yang tertuang dalam Pasal 4 UU PPN yang meliputi:

  • Penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) di daerah pabean yang dilakukan oleh pengusaha
  • Impor BKP
  • Penyerahan Jasa Kena Pajak (JKP) di dalam daerah pabean yang dilakukan oleh pengusaha
  • Pemanfaatan BKP tidak berwujud dari luar daerah pabean/di dalam daerah pabean
  • Pemanfaatan JKP dari luar daerah pabean di dalam daerah pabean
  • Ekspor BKP oleh PKP
  • Ekspor BKP tidak berwujud oleh PKP
  • Ekspor JKP oleh PKP

Sedangkan objek kena PPN 0% diterapkan untuk penyerahan:

  • Ekspor BKP berwujud
  • Ekspor BKP tidak berwujud
  • Ekspor JKP

Cara Menghitung PPN Terutang, Rumus PPN & Contoh Perhitungan PPNIlustrasi cara menghitung PPN

Dasar Pengenaan PPN dalam Rumus PPN untuk Menghitung PPN

Setelah mengetahui pengertian, tarif dan objek kena Pajak Pertambahan Nilai, berikutnya adalah bagaimana cara menghitungnya.

Dalam penghitungan PPN, harus didasarkan pada Dasar Pengenaan Pajak (DPP).

DPP adalah jumlah harga jual, penggantian, nilai impor, nilai ekspor atau nilai lain yang digunakan sebagai dasar untuk menghitung pajak terutang.

Berikut alur PPN terutang.

Karena PPN yang dipungut penjual/pengusaha langsung dari pembeli itu belum disetorkan ke pemerintah, maka disebut PPN terutang.

Pajak pertambahan nilai dihitung dengan cara mengalikan tarif PPN dengan dasar pengenaan pajak (DPP) yang meliputi harga jual, penggantian, nilai impor, nilai ekspor, atau nilai lain.

Penghitungan ini dapat dirumuskan sebagai berikut:

Rumus PPN adalah PPN = Tarif PPN x DPP

Note: Apakah bisnis Anda bergerak bidang ekspor-impor? Cara Pengisian PIB yang Benar agar Fungsinya Sama dengan Faktur Pajak

a. Contoh Penghitungan PPN terhadap DPP dari Harga Jual

PKP A menjual tunai Barang Kena Pajak (BKP) seharga Rp 10.000.000.

Maka PPN yang terutang adalah:

= 10% x Rp 10.000.000

= Rp 1.000.000

PPN sebesar Rp 1.000.000 ini merupakan pajak keluaran yang dipungut oleh PKP A.

b. Contoh Penghitungan PPN terhadap DPP Penggantian

PKP B melakukan penyerahan Jasa Kena Pajak (JKP) dengan memperoleh penggantian Rp 15.000.000.

Maka PPN yang terutang adalah:

= 10% x Rp 15.000.000

= Rp 1.500.000

PPN sebesar Rp 1.500.000 ini merupakan pajak keluaran yang dipungut oleh PKP B.

Saya Mau Coba Gratis Klikpajak Sekarang!

c. Contoh Penghitungan PPN terhadap DPP Nilai Impor

Importir C mengimpor Barang Kena Pajak (BKP) dari luar daerah pabean dengan nilai impor Rp 20.000.000.

PPN yang dipungut melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) adalah:

= 10% x Rp 20.000.000

= Rp 2.000.000

PPN sebesar Rp 2.000.000 ini merupakan pajak masukan yang dibayar oleh importir C.

Note: Ingat, ini Perbedaan Faktur Pajak Masukan-Faktur Pajak Keluaran dan Cara Hitung

d. Contoh Penghitungan PPN terhadap DPP Nilai Ekspor

PKP D melakukan ekspor BKP dengan nilai ekspor Rp 25.000.000.

Maka PPN yang terutang adalah:

= 0% x Rp 25.000.000

= Rp 0

PPN sebesar Rp 0 ini merupakan pajak keluaran yang dibayar oleh PKP D.

e. Contoh Penghitungan PPN terhadap DPP Nilai Lain

Seperti diketahui, DPP nilai lain dari pengurusan transportasi adalah 10% dari jumlah yang ditagih.

Nilai sisa sebesar 90% dari jumlah yang ditagih diasumsikan sebagai biaya yang dibayarkan pada pihak ketiga, yang nantinya ditagihkan pada pengguna jasa perusahaan transportasi ini.

Maka dari itu tarif efektif PPN atas jasa transportasi ini adalah 1%.

Angka satu persen ini diperoleh dari pengalian Nilai Lain (10%) sebagaimana diatur dalam PMK Nomor 121/PMK.03/2015, yakni 10% x 10% = 1%.

Misalnya jasa pengiriman paket, dengan rumus: PPN jasa pengiriman paket = 1% x Nilai yang Ditagih

Perusahaan jasa pengiriman PT AAA Cepat menerima order dari PT BBB untuk pengiriman paket dari Jakarta ke Papua dengan biaya pengiriman Rp 5.000.000.

Maka PPN terutang adalah:

= 1% x Rp 5.000.000

= Rp 50.000

Dengan demikian jumlah uang yang harus dibayar PT BBB kepada PT AAA adalah:

= (Biaya pengiriman paket + PPN 1%)

= Rp 5.000.000 + Rp 50.000

= Rp 5.050.000

Saya Mau Coba Gratis Klikpajak Sekarang!

Nah, diatas adalah rumus PPN & cara hitung PPN mudah bagi pengusaha kena pajak. Semoga bisa bermanfaat.

Kategori : Perhitungan

PUBLISHED30 Jul 2021
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: