Lakukan Hal Ini Agar Lapor SPT Tahunan Badan Lancar - Klikpajak

Lakukan Hal Ini Agar Lapor SPT Tahunan Badan Lancar

Berbeda dengan batas akhir penyampaian surat pemberitahuan (SPT) Tahunan Orang Pribadi, pada masa pandemi Covid-19, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) tidak memperpanjang batas akhir penyampaian SPT Tahunan Badan. Batas akhir tetap pada tanggal 30 April 2020, berlaku bagi wajib pajak (WP) Badan yang akhir tahun buku 2019 berakhir di 31 Desember.

Bagaimana dengan Anda? Apakah sudah melaporkan SPT Tahunan Badan perusahaan Anda?

Berikut adalah beberapa insight yang dapat Anda praktikkan agar proses pelaporan SPT Tahunan di perusahaan Anda lancar.

I . Menyampaikan SPT Dalam Bentuk Dokumen Elektronik secara Online

Cara Lapor SPT Tahunan Badan serta Persiapan Dokumen

Pasal 4 ayat (6) Peraturan Dirjen Pajak Nomor PER – 02/PJ/2019 mengatur bahwa WP dengan ketentuan sebagai berikut wajib menyampaikan SPT Tahunan Badan dalam bentuk dokumen elektronik:

  1. WP yang terdaftar di KPP Madya, KPP di lingkungan Kanwil DJP Jakarta Khusus serta KPP di lingkungan Kanwil DJP WP Besar;
  2. WP yang sebelumnya pernah menyampaikan SPT Tahunan berbentuk dokumen elektronik;
  3. WP yang diwajibkan menyampaikan SPT Masa Pajak Penghasilan Pasal 21, SPT Masa PPh Pasal 23 dan/atau PPh Pasal 26, SPT Masa Pajak Pertambahan Nilai dalam bentuk dokumen elektronik berdasar ketentuan lain;
  4. WP yang menggunakan jasa konsultan pajak dalam pengisian SPT Tahunan Pajak Penghasilan; dan/ atau
  5. WP yang laporan keuangannya diaudit oleh Akuntan Publik.

Ketentuan di atas berlaku sejak 23 Januari 2019. Sementara itu, WP Badan yang tidak sesuai kriteria di atas dapat menyampaikan SPT dalam bentuk hard copy

Note: Jangan sampai salah, kurang dokumen, atau tidak rapi. Begini Cara Lapor SPT Tahunan Online Pajak Badan yang Benar

Akan tetapi, pada masa pandemi Covid-19, dimana DJP sempat menutup layanan tatap muka, pelaporan SPT Badan dalam bentuk dokumen elektronik secara online akan lebih memberikan kemudahan bagi Anda, karena Anda dapat mengirimkannya dari mana saja sambil tetap melaksanakan physical distancing.

II. Isi SPT Tahunan Badan dengan Benar, Lengkap dan Jelas

Menurut Pasal 3 ayat (1) UU KUP dan penjelasannya, benar adalah benar dalam perhitungan, termasuk benar dalam penerapan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan, dalam penulisan, dan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.

Kemudian, lengkap adalah memuat semua unsur-unsur yang berkaitan dengan objek pajak dan unsur-unsur lain yang harus dilaporkan dalam SPT. 

Adapun yang dimaksud dengan jelas adalah melaporkan asal-usul atau sumber dari objek pajak dan unsur-unsur lain yang harus dilaporkan dalam SPT.

Pengisian SPT Tahunan dengan benar, lengkap dan jelas ini penting dan wajib dilakukan apabila Anda ingin pelaporan SPT Badan perusahaan Anda berjalan lancar. Karena penyampaian yang tidak sesuai dengan kaidah, dapat mengakibatkan SPT Tahunan dinyatakan “Tidak Lengkap” atau “Tidak Disampaikan”. 

SPT Tahunan Badan Dinyatakan Tidak Lengkap

SPT Tahunan Badan dapat dinyatakan tidak lengkap oleh DJP apabila terdapat hal-hal sebagai berikut:

  1. Ada elemen SPT Induk yang tidak diisi dengan lengkap;
  2. Lampiran “Daftar Pemegang Saham/ Pemilik Modal dan Daftar Susunan Pengurus dan Komisaris” ada namun tidak diisi dengan lengkap;
  3. Lampiran khusus ada namun tidak diisi dengan lengkap;
  4. tidak dilampirkannya Surat Kuasa Khusus dan dokumen lain sesuai peraturan perundang-undangan perpajakan pada SPT yang ditandatangani oleh kuasa Wajib Pajak;
  5. tidak dilampirkannya Surat Setoran Pajak (SSP) atau sarana Administrasi lain yang disamakan dengan SSP pada SPT dengan status Kurang Bayar. Dalam e-Filling, syarat ini dianggap telah dipenuhi jika Nomor Transaksi Penerimaan Negara sudah dicantumkan pada SPT.
  6. Tidak dilampirkannya keterangan dan/ atau dokumen yang dipersyaratkan dalam huruf J Lampiran II Peraturan Dirjen Pajak Nomor PER – 02/PJ/2019. 

Note: Anda Terlambat Lapor SPT Tahunan? Ini Solusinya!

SPT Tahunan Badan Dinyatakan Tidak Disampaikan

Selain itu, SPT Tahunan PPh Badan berbentuk dokumen elektronik dapat dianggap tidak disampaikan, jika terdapat hal-hal sebagai berikut:

  1. SPT tidak ditandatangani oleh WP;
  2. SPT disampaikan dalam bahasa dan satuan mata uang yang tidak sesuai;
  3. SPT Lebih Bayar disampaikan melebihi 3 (tiga) tahun setelah berakhirnya Masa Pajak, Tahun Pajak, atau Bagian Tahun Pajak, serta telah ditegur secara tertulis; atau
  4. SPT disampaikan sebelum DJP melakukan Pemeriksaan, melakukan Pemeriksaan Bukti Permulaan secara terbuka, atau menerbitkan surat ketetapan pajak (SKP).

Adapun pelaporan SPT Tahunan PPh Badan dalam bentuk dokumen elektronik yang paling praktis dapat dilakukan dengan cara e-Filling atau disebut juga dengan lapor SPT online. 

WP dapat menggunakan beberapa saluran e-Filling yang disediakan, yaitu melalui laman DJP atau melalui application service provider yang ditunjuk secara resmi oleh DJP seperti aplikasi perpajakan KlikPajak.

Lapor SPT Pajak Anda Dengan Mudah Melalui eFiling

Laporkan SPT Badan tahunan Anda dengan eFiling Klikpajak. Upload CSV formulir SPT 1771 dan PDF yang dibutuhkan lalu laporkan dengan mudah di Klikpajak.

  • Bukti Lapor Resmi

Klikpajak merupakan mitra resmi DJP yang memberikan Bukti lapor (NTTE) resmi dari Ditjen Pajak Indonesia.

  • Gratis Lapor Selamanya

Laporkan seluruh jenis SPT Anda secara gratis selamanya melalui fitur eFiling di Klikpajak.

  • Proses Cepat dan Mudah

Proses lapor pajak yang cepat dan mudah, dapat dilakukan kapan pun dan dimana pun dengan eFiling Klikpajak.

Kemudahan pelaporan pajak melalui eFiling Klikpajak, mitra resmi Ditjen Pajak Indonesia. Lakukan pembetulan jika dibutuhkan dan simpan seluruh arsip pelaporan pajak Anda di Arsip Klikpajak. Gunakan eFiling Klikpajak dengan gratis selamanya.


PUBLISHED25 Jul 2020
Septina Muslimah
Septina Muslimah

SHARE THIS ARTICLE: