Contoh Faktur Pajak Uang Muka dan Pengertian Faktur Uang Muka

Contoh Faktur Pajak Uang Muka dan Pengertian Faktur Uang Muka

Dalam suatu sistem pembayaran, dikenal dengan istilah uang muka atau uang tanda jadi yang dibayarkan di awal kerja sama. Jika barang yang diperjualbelikan termasuk dalam Barang Kena Pajak (BKP), tentu pembayaran uang muka membutuhkan bukti Faktur Pajak Uang Muka.

Contohnya adalah seorang kontraktor menerima pembayaran uang muka atas proyek yang baru saja mulai.

Proyeknya memang belum selesai, namun sudah terjadi kesepakatan kerja sama antara kontraktor dan klien.

Oleh karena itu, klien bersedia membayar sejumlah uang muka sebagai tanda awal kerja sama. Penjelasan lebih lanjut tentang Faktur Pajak Uang Muka dan contohnya, berikut ulasan Klikpajak by Mekari.

Pengertian Faktur Pajak Uang Muka

Sesuai namanya, Faktur Pajak Uang Muka adalah Faktur Pajak yang dibuat sebagai bukti uang muka yang telah dibayarkan untuk suatu kegiatan transaksi BKP atau JKP (Jasa Kena Pajak) antara Pengusaha Kena Pajak (PKP) pembeli dan PKP penjual.

Pembayaran tanda jadi di awal disebut dengan uang muka, sementara pembayaran selanjutnya disebut dengan cicilan atau termin.

Contoh Faktur Pajak yang digunakan juga berbeda antara Faktur Pajak Uang muka dan Faktur Pajak Termin. 

Besar uang muka memang tidak terikat, artinya jumlah berapapun asalkan sudah disepakati oleh pembeli dan jual, maka sifatnya adalah sah dan mengikat.

Uang muka bisa hangus apabila ternyata pembeli tidak bisa melunasi pembayaran sesuai dengan kesepakatan.

pajak usaha ekspedisiIlustrasi transaksi barang kena pajak yang harus dibuat Faktur Pajak atau Faktur Pajak Uang Muka

Tujuan Uang Muka

Tujuan adanya uang muka adalah sebagai jaminan antara pembeli dan penjual untuk menyelesaikan kewajibannya.

Keuntungan adanya uang muka bisa dirasakan baik dari sisi penjual maupun pembeli.

Dari sisi penjual akan merasa aman karena terdapat jaminan bahwa pembeli akan menyelesaikan kewajiban tepat waktu.

Sementara dari sisi pembeli tentu saja dengan adanya uang muka akan lebih meringankan dibandingkan membeli secara tunai. 

Dalam pencatatan buku besar perusahaan, uang muka juga disebut sebagai pendapatan diterima di muka.

Artinya, pendapatan ini sudah diterima perusahaan namun belum boleh diakui sebagai harta perusahaan di akhir periode.

Penjual wajib menerbitkan Faktur Pajak Uang Muka meskipun nilai total keseluruhan belum diketahui.

Lalu, setelah pembayaran dilunasi dan nilai transaksi diketahui, pembeli wajib membuat Faktur Pajak baru sebagai Faktur Pengganti.

Note: Ingin mengetahui cara mudah membuat Faktur Pajak di e-Faktur, selengkapnya lihat di SINI.

Ketentuan Faktur Pajak Uang Muka

Contoh Faktur Pajak uang muka memang tidak terdapat bentuk bakunya.

Namun, sesuai dengan Peraturan Dirjen Pajak PER-24/PJ/2012 setidaknya poin-poin informasi ini tidak boleh terlewat:

1. Nomor Urut

Silakan isi bagian ini dengan nomor urut pada saat BKP/JKP diserahkan. Tujuan adanya nomor urut adalah memudahkan penjual dalam mengidentifikasi barang atau jasa yang masuk. 

Ilustrasi nomor seri Faktur Pajak Uang Muka

2. Deskripsi BKP/JKP

Biasanya kolom pengisian informasi ini dibuat lebih lebar. Isinya adalah nama barang atau jasa yang diperjualbelikan.

Kemudian informasi tentang besaran uang muka dan cicilan yang dibayar selama periode tertentu.

Atas BKP yang diserahkan, harus terdapat informasi jumlah barang atau satuan unit lainnya yang diketahui.

3. Harga Jual 

Pada bagian ini diisi dengan harga jual barang atau jasa sebelum dipotong uang muka yang dibayar.

Jika terdapat uang muka maka yang menjadi dasar perhitungan PPN adalah jumlah uang muka tersebut. 

4. Potongan Harga

Jika penjual memberikan diskon atau potongan harga maka informasi tersebut ditulis pada bagian ini. 

5. Uang Muka yang Diterima

Dari penyerahan uang muka BKP/JKP kepada penjual, nominalnya harus dituliskan dalam bagian ini.

Ilustrasi membuat Faktur Pajak Uang Muka

Faktur Pajak Uang Muka dan Faktur Pajak Termin

Perlu diingat bahwa secara prinsip, Faktur Fajak harus dibuat pada saat terutangnya Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan/atau Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).

Berdasarkan prinsip tersebut, maka Faktur Pajak harus dibuat saat:

  • Penyerahan Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak
  • Saat penerimaan pembayaran dalam hal penerimaan pembayaran terjadi sebelum penyerahan BKP/JKP
  • Saat penerimaan pembayaran termin dalam hal penyerahan sebagian tahap pekerjaan
  • Saat PKP rekanan menyampaikan tagihan
  • Saat lain yang diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK)

Note: Ketahui juga Cara Membuat Faktur Pajak jika Pembeli Tidak Punya NPWP

Jika diperhatikan kembali, waktu pembuatan Faktur Pajak salah satunya adalah saat penerimaan uang muka dan saat pembayaran termin.

Sementara pada saat pembayaran termin, PKP harus mengurangkan penerimaan uang muka terhadap termin yang diterima. Hal ini dilakukan untuk mengetahui jumlah DPP.  

Besarnya biaya yang tertulis dalam Faktur Pajak termin, mesti dapat dicocokkan dan dipertanggungjawabkan dengan besar termin yang dimaksud.

Faktur Pajak termin pastinya diberikan setelah Faktur Pajak Uang Muka.

Agar pembuatan Faktur Pajak Uang Muka mudah, gunakan e-Faktur Klikpajak.id

Klikpajak.id adalah Penyedia Jasa Aplikasi Pajak (PJAP) atau Application Service Provider (ASP) mitra resmi Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang disahkan dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-169/PJ/2018.

Contoh fitur membuat Faktur Pajak di e-Faktur Klikpajak

Membuat Faktur Pajak

Klikpajak merupakan aplikasi pajak online lengkap dan terintegrasi dalam satu platform yang memudahkan Anda mengelola administrasi perpajakan, mulai dari:

  • Faktur Pajak Masukan
  • Faktur Pajak Keluaran
  • Membuat Faktur Pajak Retur
  • Mengelola Faktur Pajak Masukan, Keluaran, dan Retur

Anda akan dipandu dengan langkah-langkah penggunaan fitur e-Faktur yang mudah dan sederhana.

Panduan langkah-langkah cara membuat e-Faktur dan contoh perhitungan PPN serta pelaporan SPT Masa PPN selengkapnya bisa dilihat di SINI.

Fitur e-Faktur Klikpajak juga memudahkan Anda mengelola Nomor Seri Faktur Pajak (NSFP) dan memperoleh Surat Pemberitahuan (Pajak Pertambahan Nilai) PPN sesuai data yang diunggah ke DJP.

Note: Anda juga dapat menginput data Faktur Masukan menggunakan Scan QR Code e-Faktur Klikpajak secara gratis. Untuk langkah-langkah input Faktur Pajak Masukan lewat handphone selengkapnya lihat di SINI.

Ilustrasi menggunakan aplikasi pajak online e-Faktur Klikpajak untuk membuat Faktur Pajak uang muka

Fitur Lengkap Klikpajak yang Memudahkan Urusan Perpajakan Anda

Selain e-Faktur yang memudahkan Anda membuat dan mengelola Faktur Pajak, Klikpajak.id juga memiliki fitur lengkap lainnya yang membantu Anda melakukan aktivitas perpajakan dengan cepat dan mudah.

“Klikpajak memiliki fitur lengkap sebagai aplikasi pajak online yang membantu mempermudah urusan perpajakan bagi Anda para pelaku usaha, konsultan pajak, maupun bagi Anda yang bekerja sebagai tax officer di perusahaan.”

Anda dapat nyaman menggunakan aplikasi Klikpajak karena keamanan dan kerahasiaan data terjamin. Sebab Klikpajak sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standar Internasional ISO yang menjamin standar keamanan sistem teknologi informasi.

Apa saja fitur lengkap Klikpajak yang semakin memudahkan Anda dalam melakukan aktivitas perpajakan?

Contoh fitur membuat bukti potong PPh 23/26 di e-Bupot Klikpajak selain fitur e-Faktur untuk membuat Faktur Pajak uang muka

e-Bupot Klikpajak

Klikpajak juga dilengkapi fitur e-Bupot yang memudahkan Anda menerbitkan Bukti Potong dan mengelola bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah. Karena alur yang efisien dan ramah penggunaan (user friendly).

Seperti diketahui, pembuatan Bukti Potong PPh Pasal 23/26 wajib menggunakan e-Bupot ayang berlaku mulai 1 Agustus 2020 ditetapkan dalam Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-269/PJ/2020.

Keunggulan e-Bupot Klikpajak

e-Bupot Klikpajak memiliki keunggulan yang bisa Anda manfaatkan untuk membantu bisnis perusahaan, di antaranya:

  • Pengelolaan bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah karena alur pembuatan yang efisien dan ramah penggunaan (user friendly).
  • Penghitungan pajak otomatis pada SPT Masa PPh 23/26.
  • Pengiriman bukti pemotongan pajak langsung ke lawan transaksi.
  • Bukti pemotongan serta pelaporan SPT Masa PPh 23/26 tidak perlu ditandatangani dengan tanda tangan basah.
  • Bukti pemotongan dan bukti pelaporan tersimpan aman, baik di PJAP dan DJP karena Klikpajak menggunakan teknologi cloud. Sehingga tak perlu khawatir bukti potong dan lapor pajak hilang jika terjadi kerusakan atau kehilangan komputer maupun laptop karena Anda tetap bisa mengaksesnya di mana pun.
  • Keamanan dan kerahasiaan data terjamin karena Klikpajak sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standar Internasional ISO, yang menjadi standar keamanan sistem teknologi informasi.
  • e-Bupot Klikpajak juga terintegrasi dengan sistem pembukuan akuntansi online Jurnal.id, sehingga semakin mudah dalam pembuatan bukti potong.
  • e-Bupot Klikpajak juga memiliki performa yang dapat di-scale up sesuai kebutuhan.
  • Layanan support pajak yang dapat diandalkan dan tutorial dalam penggunaan aplikasi yang terus diperbarui.
  • Fitur e-Bupot Klikpajak juga menyediakan data untuk kebutuhan rekapitulasi dan rekonsiliasi data faktur pajak atas transaksi yang dilakukan.

Note: Langkah-langkah membuat bukti potong PPh Pasal 23/26 dan penjelasan lengkap mengenai bukti pemotongan, baca di SINI.

Contoh BPE yang diterbitkan Klikpajak resmi dari DJP

e-Billing Klikpajak

Sistem e-Billing akan membimbing Anda mengisi Surat Setoran Pajak (SSP) elektronik dengan benar sesuai transaksi. Sebelum menyetor pajak, Anda perlu mendapatkan Kode Billing atau ID Billing terlebih dahulu dari DJP melalui e-Billing.

Anda bisa membuat ID Billing untuk semua jenis Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS) dengan mudah dan gratis.

Semua riwayat ID Billing dan SSP akan tersimpan dengan aman sesuai jenis dan masa pajak yang diinginkan. Begitu juga Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) juga akan disimpan dengan rapi dan aman pada Arsip Pajak di Klikpajak.

Contoh fitur e-Filing Klikpajak selain fitur e-Faktur untuk membuat Faktur Pajak Uang Muka

e-Filing Klikpajak

Anda akan mendapatkan kemudahan cara lapor SPT Tahunan/Masa pajak dengan menggunakan aplikasi e-Filing Klikpajak. Sebab Anda akan dipandu dengan langkah-langkah mudah.

Anda bisa melaporkan seluruh jenis SPT secara gratis selamanya melalui e-Filing Klikpajak kapan saja dan di mana saja, seperti:

  • Sura Pemberutahuan (SPT) Tahunan Pajak Badan
  • SPT Masa (Bulanan) Pajak
  • SPT Tahunan Pajak Pribadi

Setelah menyampaikan SPT Pajak, Anda akan peroleh bukti lapor dalam bentuk elektronik, yakni Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) dari DJP, yang berisi:

  • Informasi Nama Wajib Pajak (WP)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Tanggal pembuatan BPE
  • Jam pembuatan BPE
  • Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE)

Melalui Klikpajak, Anda juga akan mendapatkan NTTE resmi dari DJP sebagai bukti lapor.

Note: Selengkapnya kemudahan dalam urusan penyampaian pajak mulai dari Membuat ID Billing hingga lapor SPT online lewat aplikasi e-Filing Klikpajak juga gratis, baca di SINI.

Ketahui Batas Waktu Bayar dan Lapor SPT Pajak

Hindari sanksi atau denda telat bayar dan lapor pajak, lebih mudah lihat semua jadwal pembayaran dan pelaporan pajak pada kalender saku di Kalender Pajak Klikpajak.

Terintegrasi dengan Aplikasi Akuntansi ‘Online’

Kelebihan lain Klikpajak adalah bisa menarik data langsung dari laporan keuangan pengguna aplikasi akuntansi online. Salah satunya adalah Jurnal.id.

Anda semakin mudah dalam membuat dan mengelola e-Faktur serta e-Bupot karena Klikpajak bisa menarik data langsung dari laporan keuangan pengguna aplikasi akuntansi online seperti Jurnal by Mekari – Simple Online Accounting Software.

Ini adalah teknologi canggih berbasis API integration yang membuat proses pengolahan data pajak dari bagian accounting (keuangan) lebih cepat dan mudah. Sehingga proses pengelolaan pajak jadi makin gampang dan tepat hanya dengan Klikpajak.

Contoh fitur aplikasi akuntansi online Jurnal.id yang terintegrasi dengan support system perpajakan Klikpajak.id

Tim ‘Support’ Klikpajak Siap Membantu Anda!

Sebagai mitra resmi DJP, KlikPajak akan membantu Anda dalam menghitung, membayar hingga melaporkan kegiatan perpajakan. Tinggal klik, semua urusan pajak Anda selesai dalam sekejap!

Ingin melihat bagaimana Klikpajak dapat membantu bisnis Anda dalam membuat Faktur Pajak secara efektif yang dapat menghemat banyak waktu Anda? Kami senang berbicara dengan Anda. Jadwalkan demo dan kami dapat menunjukkan caranya.

Cukup daftarkan email Anda di www.klikpajak.id dan manfaatkan kemudahan dalam mengurus perpajakan Anda mulai dari menghitung, membayar hingga melaporkan pajak hanya dalam satu platform.


PUBLISHED08 Sep 2020
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: