Penting untuk Lapor Pajak, Kode Jenis Setoran Pajak dan KAP - Klikpajak

Kode Jenis Setoran Pajak dan Kode Akun Pajak, Penting untuk Lapor Pajak

Untuk melakukan penyetoran atau pembayaran pajak, Anda sebagai Wajib Pajak memerlukan suatu kode tertentu. Tanpa kode tersebut maka pembayaran tidak bisa diterima oleh bank persepsi atau kantor pos. Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran Pajak (KJS) merupakan salah satu bagian penting saat Anda mengisi Surat Setoran Pajak atau SSP. Berikut penjelasan lengkap tentang Kode Akun Pajak dan Kode Jenis Setoran berikut ini.

Peraturan Tentang Kode Akun Pajak dan Kode Jenis Setoran

  1. Kode Jenis Setoran pajak berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-38/PJ/2009 dan perubahannya tentang bentuk Surat Setoran Pajak (SSP).
  2. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER – 06/PJ/2016 Tentang Perubahan Kelima atas Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-38/PJ/2009 Tentang Bentuk Formulir Surat Setoran Pajak. Peraturan ini dimaksudkan untuk memberikan kemudahan administrasi pembayaran pajak atas Pajak Penghasilan Non Migas lainnya.
  3. Pasal 18 Ayat (3) Undang-Undang Pengampunan Pajak, bahwa kemudahan yang dimaksud dalam peraturan sebelumnya juga termasuk dalam hal jumlah yang masih harus dibayar yang tercantum dalam SKPKB PPh Non Migas lainnya atas tambahan penghasilan dari harta yang belum atau kurang diungkap atas Wajib Pajak yang sudah memperoleh Surat Keterangan Pengampunan Pajak.
  4. Pasal 18 Ayat (4) Undang-Undang Pengampunan Pajak, kemudahan juga diberikan (yang dimaksud pada poin nomor dua) pada wajib pajak yang tidak menyampaikan Surat Pernyataan sampai dengan periode pengampunan pajak telah berakhir

Kode Akun Pajak dan Kode Jenis Setoran Pajak

Di dalam e-Billing atau aplikasi pembayaran pajak secara online, terdapat jenis pajak dan jenis setoran. Nah, Kode Akun Pajak dan Kode Jenis Setoran Pajak digunakan Wajib Pajak dalam membuat e-Billing sebagai nomor identitas pembayaran setoran pajak dengan menggunakan kode tersebut. Hal ini akan membuat sistem menjadi tahu dan dapat membedakan setoran ke negara dari sektor pajak dengan setoran ke kas negara lainnya.

Dengan dibuatnya Kode Akun Pajak dan Kode Jenis Setoran pajak ini, maka dapat membantu Wajib Pajak dalam meminimalkan atau menghindari kesalahan dalam penyetoran pajak. Jika Wajib Pajak melakukan kesalahan dalam Kode Akun Pajak maupun Kode Jenis Setoran pajak, maka Wajib Pajak harus melakukan proses pemindahbukuan.

Sebelum melakukan pengisian atau pembuatan ID billing, Anda sebagai Wajib Pajak harus mengerti terlebih dahulu apa itu Kode Akun Pajak maupun Kode Jenis Setoran Pajak. Kode Akun Pajak terdiri dari 6 digit misalnya 411121. Sedangkan Kode Jenis Setoran Pajak terdiri dari 3 digit , misalnya 100.

Kode Akun Pajak yang biasanya sering dipakai adalah untuk pelaporan SPT Masa PPh Pasal 21 dan pelaporan SPT Masa PPN dalam negeri. Sedangkan Kode Jenis Setoran memberi pengertian keperluan pajak tersebut dibayarkan, apakah untuk Masa (dengan Kode Jenis Setoran = 100) atau Tahunan (dengan Kode Jenis Setoran = 200) atau pembayaran STP (Surat Tagihan Pajak).

Contoh:

Kode Akun Pajak 411121 adalah Pajak Penghasilan Pasal 21 atau PPh 21.

Kode Jenis Setoran 100 adalah pembayaran pajak yang masih harus disetorkan. Dan tercantum dalam SPT Masa PPh Pasal 21 termasuk SPT pembetulan sebelum dilakukannya pemeriksaan.

Dengan begitu kode 411121 – 100 adalah untuk pembayaran PPh Pasal 21 bulanan atau masa.

Beberapa Macam Kode Akun Pajak yang Sering Digunakan

  1. 411121 –  PPh Pasal 21, digunakan untuk mengidentifikasi setoran pajak ke kas negara dari jenis pajak PPh Pasal 21.
  2. 411122 – PPh Pasal 22, digunakan untuk mengidentifikasi setoran pajak ke kas negara dari jenis pajak PPh Pasal 22.
  3. 411123 – PPh Pasal 22 Impor, digunakan untuk mengidentifikasi setoran pajak ke kas negara dari jenis pajak PPh Pasal 22 Impor.
  4. 411124 – PPh Pasal 23, yang digunakan untuk mengidentifikasi setoran pajak ke kas negara dari jenis pajak PPh Pasal 23.
  5. 411125 – PPh Pasal 25/29 Orang Pribadi, digunakan untuk mengidentifikasi setoran pajak ke kas negara berupa PPh Pasal 25/29 Orang Pribadi.
  6. 411126 – PPh Pasal 25/29 Badan, digunakan untuk mengidentifikasi setoran pajak ke kas negara berupa pajak PPh Pasal 25/29 Badan.
  7. 411127 – PPh Pasal 26, digunakan untuk mengidentifikasi setoran pajak ke kas negara dari jenis pajak PPh Pasal 26.
  8. 411128 – PPh Final, digunakan untuk mengidentifikasi setoran pajak ke kas negara dari jenis pajak PPh Final.
  9. 411129 – PPh non Migas Lainnya, digunakan untuk mengidentifikasi setoran pajak ke kas negara berupa pajak PPh Non Migas Lainnya.
  10. 411131 – Fiskal Luar Negeri, digunakan untuk mengidentifikasi setoran pajak ke kas negara dari jenis pajak Fiskal Luar Negeri.
  11. 411111 – PPh Minyak Bumi, digunakan untuk mengidentifikasi setoran pajak ke kas negara dari jenis pajak PPh Minyak Bumi.
  12. 411112 – PPh Gas Alam, digunakan untuk mengidentifikasi setoran pajak ke kas negara dari jenis pajak PPh Gas Alam.
  13. Dan masih banyak lagi.

Kini Anda sudah mulai paham tentang Kode Akun Pajak dan Kode Jenis Setoran Pajak. Dengan memahami kedua kode tersebut, Anda akan lebih mudah dalam hal urusan perpajakan. Senada dengan kemudahan dalam perpajakan, gunakan juga Klikpajak untuk menyelesaikan kewajiban pajak Anda. Dengan fitur lengkap dan penggunaan yang mudah, Klikpajak menjadi partner yang sangat membantu Anda dalam urusan perpajakan! Daftar sekarang untuk menggunakan layanan hitung, bayar, dan lapor pajak Anda secara aman dan gratis hanya di Klikpajak!


PUBLISHED30 May 2019
Ageng Prabandaru
Ageng Prabandaru

SHARE THIS ARTICLE: