Upload Faktur Keluaran: Cara Simpan dan Upload eFaktur

Cara Simpan dan Upload Faktur Keluaran di e-Faktur

Bingung bagaimana cara simpan dan upload Faktur Keluaran di e-Faktur? Klikpajak by Mekari akan menunjukkan bagaimana cara simpan dan upload Faktur Keluaran di e-Faktur untuk Sobat Klikpajak.

Tapi sebelum itu, Klikpajak.id akan kembali mengingatkan pentingnya kelola pajak dan keuangan bisnis yang efektif dan efisien untuk membantu meningkatkan kinerja perusahaan.

Ingin mengetahui cara kelola pajak dan keuangan bisnis yang mudah & cepat, ikuti demo online di Klikpajak Demo Jurnal, kami dapat menyesuaikan waktu Sobat Klikpajak kapan saja.

Upload Faktur Keluaran: Cara Simpan dan Upload eFaktur

Klikpajak by Mekari adalah Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) atau Application Service Provider (ASP) mitra resmi Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang disahkan dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-169/PJ/2018.

Melalui Klikpajak.id, Sobat Klikpajak dapat menghitung, membayar, melaporkan pajak kapan saja dan di mana pun, serta menyimpan arsip perpajakan dengan aman dalam satu platform aplikasi pajak online berbasis web yang terintegrasi.

Dengan Klikpajak, kelola e-Faktur maupun e-Bupot juga lebih mudah dan cepat karena terintegrasi dengan fitur akuntansi perpajakan online Jurnal.id.

Temukan kemudahan kelola pajak dari integrasi Klikpajak.id dan Jurnal.id di sini.

Jurnal by Mekari adalah software akuntansi online berbasis cloud dengan laporan keuangan lengkap, seperti:

  • Neraca keuangan
  • Arus kas
  • Laba-rugi

Kembangkan bisnis tanpa batas dengan software akuntansi terintegrasi Jurnal by Mekari. Coba Gratis 14 hari sekarang!

Bukan hanya itu, Sobat Klikpajak juga dapat mengelola karyawan dengan mudah melalui sistem HRIS (Human Resources Information System) Talenta by Mekari.

Melalui HRIS Talenta.co, segala urusan payroll dan manajemen HR (Human Resources) lebih mudah dan praktis.

Jaga bisnis tetap produktif dengan software payroll dan HRIS terautomasi Talenta by Mekari. Coba Talenta Gratis sekarang!

“Serahkan semua urusan perpajakan, keuangan perusahaan dan manajemen SDM melalui support system yang lengkap dan terintegrasi untuk mendukung kinerja perusahaan serta perkembangan bisnis yang lebih baik lagi.”

Tentang Faktur Keluaran yang Butuh Penanganan Detail & Kompleks

Mengurus Faktur Keluaran memang terbilang cukup ribet dibanding urus pajak lainnya.

Bagaimana tidak, setiap transaksi barang/jasa kena pajak harus diterbitkan Faktur Pajaknya.

Dari setiap Faktur Pajak yang dibuat tersebut tentunya terdiri dari berbagai macam item beserta harga dan pajaknya yang dipungut/dipotong.

Belum lagi jenis Faktur Pajak ada banyak macamnya, mulai dari Faktur Pajak Masukan, Faktur Pajak Keluaran, Faktur Pajak Digunggung hingga Faktur Pajak Retur, dan lainnya.

Begini gambarannya;

Faktur Pajak Keluaran merupakan faktur atas data penyerahan yang dibuat oleh penjual sebagai pihak yang menyerahkan Barang Kena Pajak (BKP) atau Jasa Kena Pajak (JKP).

Sementara itu, Faktur Pajak tersebut akan diterima oleh pembeli BKP/JKP tersebut sebagai Faktur Pajak Masukan.

Nah, dari kedua jenis faktur tersebut yakni Faktur Keluaran maupun Faktur Masukan, baik PKP Penjual ataupun PKP Pembeli, tetap harus melakukan input data pada aplikasi e-Faktur.

Temukan cara kelola Bukti Potong PPh 23/26 lebih mudah & cepat dengan tarik data langsung dari laporan keuangan online hanya di e-Bupot Klikpajak by Mekari. Coba dan buktikan sekarang!

Begini rincian dari pengelolaan Faktur Keluaran yang harus dipenuhi:

1. Input Data Faktur

Sebelum Faktur Pajak Keluaran dibuat, harus mendapatkan data Nomor Seri Faktur Pajak (NSFP) terlebih dahulu.

Data NSFP yang didapat dari Ditjen Pajak tersebut harus di-input pada Faktur Keluaran yang dibuat.

Perlu diperhatikan, dalam mengisi tanggal Faktur Keluaran tersebut harus sesuai.

Artinya, tanggal Faktur Keluaran yang dibuat tersebut tidak boleh mendahului tanggal diterbitkannya jatah NSFP.

Contoh,

Sobat Klikpajak mendapatkan jatah NSFP tanggal 3 Juni 2021.

Maka Faktur Keluaran juga harus dibuat dengan tanggal 3 Juni 2021 atau setelahnya.

Tidak boleh membuat Faktur Keluaran dengan jatah NSFP tertanggal tersebut untuk tanggal 2 Juni 2021 atau sebelumnya.

2. Detail Isian Kode Transaksi

Dalam pembuatan Faktur Keluaran juga tidak lepas dari isian atau pilihan atas Kode Transaksi pada nomor faktur yang terdapat pada 2 digit awal nomor faktur.

Kode ini disesuaikan dengan transaksi yang akan dilakukan, apakah merupakan transaksi umum atau transaksi dengan bendahara pemerintah, dan lainnya.

3. Pengisian Detail Data Lawan Transaksi

Pembuatan Faktur Keluaran juga harus memerhatikan pengisian detail data identitas lawan transaksi hingga isian data barang/jasa yang ditransaksikan.

Jika tidak ada data detail yang tersedia dari transaksi tersebut, maka bisa diisikan dengan angka nol (0).

Baja juga tentang Cara Menghitung PPN Masukan dan PPN Keluaran, PKP Wajib Paham

4. Upload Data Faktur Keluaran

Selain detail data yang harus diperhatikan dalam pembuatan Faktur Keluaran, yang tak kalah penting juga adalah unggah atau upload faktur hingga berstatus approval sukses.

Ingat, sebelum upload Faktur Keluaran hingga berstatus approval sukses, pastikan Faktur Pajak yang dibuat tersebut telah diisi dengan data yang benar.

Sebab jika ada pengisian data yang salah, maka tidak dapat dilakukan perbaikan ketika statusnya approval sukses.

Setelah itu baru dapat menyampaikan Faktur Keluaran tersebut ke lawan transaksi.

Upload Faktur Keluaran: Cara Simpan dan Upload eFakturIlustrasi ribet urus Faktur Pajak. Ketahui cara simpan dan upload Faktur Keluan yang mudah

Punya Pengalaman Ribet Urus Faktur Keluaran?

Itulah penjelasan tentang detail yang harus diperhatikan dalam pembuatan Faktur Pajak Keluaran.

Mengelola Faktur Pajak memang bukan perkara mudah.

Ada banyak hal yang harus dikerjakan berkaitan dengan transaksi atas barang dan jasa yang mengandung unsur perpajakan.

Sering kali, mengurus Faktur Pajak ini menyita banyak waktu dan tenaga karena pengerjaannya yang memang membutuhkan ketelitian tingkat tinggi.

Bagaimana tidak, jika ada satu angka atau item produk yang salah input dalam Faktur Pajak, maka Sobat Klikpajak pun harus mengulangnya dari awal.

Belum lagi jika ada pembatalan Faktur Pajak dari lawan transaksi.

Urusannya bisa panjang jika Sobat Klikpajak masih mengelola Faktur Pajak ini secara manual atau melalui e-Faktur yang tidak memiliki fitur pendukung secara lengkap.

Salah satunya fitur simpan dan upload Faktur Keluaran yang mudah.

Upload Faktur Keluaran: Cara Simpan dan Upload eFakturIlustrasi cara simpan dan upload Faktur Keluaran

Makin Mudah dengan Fitur Simpan dan Upload Faktur Keluaran di e-Faktur Klikpajak

Dalam mengelola Faktur Pajak elektronik, ada banyak fitur yang dapat digunakan untuk memudahkan aktivitas yang satu ini, salah satunya fitur penyimpanan dan unggah Faktur Keluaran.

Lalu, apakah sulit mengoperasikan sistem dalam fitur e-Faktur ini?

Tentu saja tidak sulit, karena e-Faktur Klikpajak memiliki tampilan yang ramah penggunaan atau biasa disebut user friendly.

Klikpajak juga memiliki fitur lengkap untuk mengelola seluruh perpajakan mulai dari hitung, bayar hingga lapor pajak.

Selain user friendly, e-Faktur Klikpajak sendiri memiliki fitur lengkap yang semakin memudahkan kelola Faktur Pajak elektronik.

Gunakan e-Faktur 3.0 Tanpa Install Aplikasi

Ingat, DJP telah mewajibkan pengguna e-Faktur untuk melakukan update e-Faktur 3.0 menggantikan e-Faktur 2.2 mulai 1 Oktober 2020.

Wajib Pajak (WP) Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang selama ini menggunakan aplikasi e-Faktur Client Desktop DJP, harus install dan download patch terbaru untuk update e-Faktur 3.0 pada perangkat komputernya agar bisa menggunakan aplikasi yang dilengkapi dengan fitur prepopulated ini.

Dengan fitur prepopulated e-Faktur 3.0, maka DJP sudah menyiapkan data yang dibutuhkan untuk kemudian PKP tinggal mencocokkan saja saat pembuatan e-Faktur maupun pelaporan SPT Masa PPN-nya.

Perhatikan, meskipun PKP pengguna e-Faktur Client Desktop sudah update e-Faktur 3.0, tapi tetap harus berpindah ke aplikasi e-Faktur Web Based DJP di web-efaktur.pajak.go.id saat akan melaporkan SPT Masa PPN.

Karena DJP telah menutup pelaporan SPT Masa PPN di e-Filing dan e-SPT untuk melaporkan SPT Masa PPN.

DJP memindahkan platform pelaporan SPT Masa PPN ke aplikasi e-Faktur.

Jadi, ingat ya… lapor SPT Masa PPN tidak bisa lagi di e-Filing. Tapi lapor SPT Masa PPN wajib di e-Faktur.

Update sistem terbaru e-Faktur 3.0 DJP ini juga harus dilakukan pada server PJAP mitra resmi DJP, seperti Klikpajak.id.

Jadi, ketika Sobat Klikpajak menggunakan e-Faktur Klikpajak, bukan hanya dapat langsung memanfaatkan fitur prepopulated e-Faktur untuk membuat Faktur Pajaknya, tapi juga bisa lapor SPT Masa PPN di e-Faktur tanpa keluar atau pindah platform.

Ingin langsung menggunakan aplikasi e-Faktur 3.0 tanpa install aplikasinya? Langsung saja daftar dan aktifkan akun e-Faktur Sobat Klikpajak di https://my.klikpajak.id/register.

Buat e-Faktur dan Lapor SPT Masa PPN Langsung di Klikpajak by Mekari

Kenapa urus Faktur Pajak lebih mudah di Klikpajak?

Melalui Klikpajak.id, Sobat Klikpajak dapat membuat berbagai macam Faktur Pajak, mulai dari Faktur Pajak Pengganti, Faktur Pajak Retur, bahkan dapat menghapus draft Faktur Pajak, hingga bayar PPN dan lapor SPT Masa PPN dengan langkah-langkah mudah hanya dalam satu platform tanpa install aplikasi.

Bahkan administrasi e-Faktur semakin cepat dan praktis karena Klikpajak.id terintergrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Sehingga Sobat Klikpajak dapat menarik data laporan keuangan yang akan dibuatkan Faktur Pajaknya dengan sangat mudah dan simpel.

Lihat beberapa tutorial penggunaan aplikasi e-Faktur Klikpajak berikut ini:

  1. Alur Pembuatan Faktur Pajak, Bayar PPN dan Lapor SPT Masa PPN di e-Faktur
  2. Tutorial Membuat Berbagai Jenis Faktur Pajak di e-Faktur
  3. Cara Menggunakan Prepopulated Faktur Pajak Masukan di e-Faktur 3.0
  4. Cara Lapor SPT Masa PPN Online Terbaru di e-Faktur Klikpajak

Upload Faktur Keluaran: Cara Simpan dan Upload eFaktur

Cara Membuat Faktur Keluaran, Cara Simpan & Upload Faktur Keluaran

Sudah tahu serba-serbi pembuatan Faktur Pajak Keluaran, ya?

Kini Klikpajak by Mekari akan menunjukkan bagaimana cara membuat Faktur Keluaran atau cara simpan dan upload Faktur Keluaran di e-Faktur.

Berikut langkah-langkah buat, simpan dan upload Faktur Keluaran di e-Faktur Klikpajak:

a. Klik menu e-Faktur, setelah itu pada submenu Faktur, pilih “Faktur Keluaran”.

Upload Faktur Keluaran: Cara Simpan dan Upload eFaktur

b. Sobat Klikpajak akan diarahkan ke halaman Faktur Keluaran, kemudian pilih button “Buat Faktur Keluaran”.

c. Isi form Faktur Keluaran sesuai dengan kebutuhan Sobat Klikpajak.

Upload Faktur Keluaran: Cara Simpan dan Upload eFaktur

d. Buat Faktur Keluaran dengan tahapan seperti berikut:

1). Klik “Simpan & Upload” untuk langsung membuat dan upload Faktur Keluaran ke DJP dalam 1 langkah.

Upload Faktur Keluaran: Cara Simpan dan Upload eFaktur

2).  Apabila upload ke DJP berhasil status approval, akan langsung berubah menjadi “Approved”.

Upload Faktur Keluaran: Cara Simpan dan Upload eFaktur

3). Apabila upload ke DJP gagal, pesan error akan muncul dan silakan memperbaiki data yang menyebabkan upload gagal, kemudian upload ulang. Transaksi tidak akan tersimpan sampai upload berhasil.

Upload Faktur Keluaran: Cara Simpan dan Upload eFaktur

4). Atau pilih “Simpan sebagai draft” apabila Sobat Klikpajak ingin menyimpan Faktur Keluaran sebagai draft sebelum Sobat Klikpajak memutuskan untuk upload ke DJP.

Upload Faktur Keluaran: Cara Simpan dan Upload eFaktur

5). Sobat Klikpajak akan diarahkan ke halaman detail Faktur Keluaran dan status Faktur Keluaran tersebut adalah ‘Belum Approved’. Pilih Upload untuk memvalidasi Faktur Keluaran ini ke DJP.

Upload Faktur Keluaran: Cara Simpan dan Upload eFaktur

6). Apabila upload berhasil, status Faktur Keluaran tersebut akan berubah menjadi “Approved”.

Upload Faktur Keluaran: Cara Simpan dan Upload eFaktur

Temukan Cara Mudah Urus Pajak Lainnya dengan Fitur Lengkap Klikpajak

Setelah mengetahui cara membuat Faktur Keluaran, cara simpan dan upload Faktur Keluaran, Sobat Klikpajak juga dapat mudah melakukan urusan pajak lainnya, seperti menghitung, membayar dan lapor pajak.

Sobat Klikpajak dapat melakukana urusan perpajakan lainnya dengan mudah dan cepat melalui fitur lengkap Klikpajak by mekari. Karena, jika ada cara praktis, kenapa harus menggunakan cara-cara yang menyita banyak waktu?

Kami memahami bagaimana kompleksitas mengurus administrasi perpajakan perusahaan.

Oleh karena itu, Sobat Klikpajak dapat menemukan semua kemudahan mengurus dan melakukan administrasi perpajakan melalui Klikpajak yang memiliki fitur lengkap.

“Karena Klikpajak didukung dengan teknologi cloud yang memudahkan Sobat Klikpajak melakukan aktivitas perpajakan hanya dalam satu platform dan mengaksesnya di mana pun serta kapan saja Sobat Klikpajak inginkan.”

Cloud computing atau komputasi awan adalah teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat server untuk mengelola data dan juga aplikasi pengguna.

Melalui teknologi cloud, Sobat Klikpajak bisa menggunakan aplikasi tanpa harus mengunduh (download) dan memasang (install) aplikasi terlebih dahulu.

Sebab sistem cloud yang berbasis web ini memudahkan Sobat Klikpajak dalam mengakses data dan informasi melalui internet secara cepat.

Baca juga Perbedaan e-Faktur Client Desktop, Web Based, Host to Host dan Penggunaannya

Melalui Klikpajak, Sobat Klikpajak dapat mengurus berbagai kewajiban perpajakan dengan mudah dan cepat karena dapat dilakukan dalam satu platfrom, sebab Klikpajak memiliki fitur lengkap.

Klikpajak by Mekari adalah cara simpel untuk melakukan berbagai aktivitas perpajakan Sobat Klikpajak, mulai dari menghitung, membayar dan cara lapor pajak dalam satu platform.

“Klikpajak akan menghitung kewajiban pajak dengan tepat dan akurat sehingga Sobat Klikpajak terhindar dari kesalahan penghitungan yang dapat menyebabkan pengenaan sanksi denda pajak.”

Tentu saja bukan hanya menghitung, membayar dan melaporkan pajak saja, fitur lengkap Klikpajak by Mekari yang semakin memudahkan aktivitas perpajakan Sobat Klikpajak mulai dari membuat Faktur Pajak elektronik hingga Bukti Potong elektronik.

Temukan kemudahan urus perpajakan lainnya dengan Klikpajak by Mekari di bawah ini:

A. Mudah Membuat Bukti Potong & Lapor SPT Masa PPh Pasal 23/26 di e-Bupot

Seperti diketahui, baik WP Pengusaha Kena Pajak (PKP) maupun Non-PKP yang melakukan transaksi yang mengharuskan membuat bukti pemotongan PPh 23/26 wajib menggunakan e-Bupot mulai 1 Oktober untuk masa pajak September 2020.

Wajib e-Bupot bagi WP PKP dan Non-PKP ini diatur dalam Kepdirjen Nomor KEP-368/PJ/2020 tentang Penetapan Pemotong PPh Pasal 23/26 yang Diharuskan Membuat Bukti Pemotongan dan Diwajibkan Menyampaikan SPT Masa PPh Pasal 23/26 Berdasarkan PER-04/PJ/2017.

Klikpajak juga dilengkapi dengan fitur e-Bupot yang semakin memudahkan Sobat Klikpajak membuat bukti pemotongan PPh Pasal 23/26 dan melaporkan SPT PPh 23/26 melalui e-Bupot dengan menarik data langsung dari laporan keuangan elektronik.

Langkah-Langkah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT PPh Pasal 23/26 di e-Bupot

Keunggulan e-Bupot Klikpajak

Berikut keunggulan e-Bupot Klikpajak yang dapat membantu bisnis perusahaan:

  • Pengelolaan bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah karena alur pembuatan yang efektif dan ramah penggunaan (user friendly).
  • Penghitungan pajak otomatis pada SPT Masa PPh 23/26.
  • Pengiriman bukti pemotongan pajak langsung ke lawan transaksi.
  • Bukti pemotongan serta pelaporan SPT Masa PPh 23/26 tidak perlu ditandatangani dengan tanda tangan basah.
  • Bukti pemotongan dan bukti pelaporan tersimpan aman, baik di Klikpajak dan DJP.
  • e-Bupot Klikpajak juga terintegrasi dengan sistem pembukuan akuntansi online Jurnal by Mekari, sehingga semakin mudah membuat bukti potong.
  • e-Bupot Klikpajak juga memiliki performa yang dapat di-scale upsesuai kebutuhan.
  • Layanan supportpajak yang dapat diandalkan dan tutorial dalam penggunaan aplikasi yang terus diperbarui.
  • Fitur e-Bupot Klikpajak juga menyediakan data untuk kebutuhan rekapitulasi dan rekonsiliasi data Faktur Pajak atas transaksi yang dilakukan.

Upload Faktur Keluaran: Cara Simpan dan Upload eFaktur

B. Cara Lapor Pajak di e-Filing Klikpajak, Gratis!

Melalui Klikpajak.id, Sobat Klikpajak tidak hanya dapat melakukan bayar pajak saja, tapi juga bisa melaporkan pajak yang dibayarkan.

Sobat Klikpajak dapat melaporkan pajak melalui e-Filing Klikpajak.

Melalui e-Filing Klikpajak, Sobat Klikpajak dapat melaporkan berbagai jenis SPT Tahunan/Masa PPh dengan langkah-langkah yang mudah.

“Lapor SPT di e-Filing Klikpajak juga gratis selamanya!”

Setelah menyampaikan SPT Pajak, Sobat Klikpajak akan peroleh bukti lapor dalam bentuk elektronik, yakni Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) dari DJP, yang berisi:

  • Informasi Nama Wajib Pajak (WP)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Tanggal pembuatan BPE
  • Jam pembuatan BPE
  • Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE)

Sobat Klikpajak juga akan mendapatkan NTTE resmi dari DJP sebagai bukti lapor.

Sebelum menyampaikan SPT pajak, terlebih dahulu Sobat Klikpajak harus melakukan daftar pajak online.

Setelah melalui tahap cara menghitung pajak penghasilan perusahaan, berikut cara lapor SPT pajak di e-Filing:

Sobat Klikpajak juga dapat mengetahui cara lapor SPT PPh Pribadi berikut ini:

Selengkapnya tutorial lapor SPT pajak lainnya:

Upload Faktur Keluaran: Cara Simpan dan Upload eFaktur

C. Buat Kode Billing, Langsung Bayar Pajak dalam Satu Platform

Ingat, sebelum bayar atau setor pajak ke kas negara, Sobat Klikpajak harus membuat yang namanya Kode Billing dari DJP terlebih dahulu sebagai syarat bayar pajak.

Setelah mendapatkan Kode Billing dari DJP, selanjutnya membayar/menyetor pajak melalui ATM, internet banking atau teller bank/pos persepsi.

Pengetahuan membayar pajak online bagi perusahaan mutlak diperlukan.

Karena dengan sistem bayar pajak online ini, proses pembayaran pajak Sobat Klikpajak akan menjadi lebih mudah, lebih cepat, dan lebih akurat.

“Tahukah? Kini Sobat Klikpajak dapat membuat Kode Billing sekaligus bayar billing-nya melalui virtual account bank hanya dalam satu platform di e-Billing Klikpajak.”

Klikpajak.id akan menerbitkan ID Billing Sobat Klikpajak resmi dari DJP dan Sobat Klikpajak dapat langsung membayar Pajak tanpa keluar dari platform. Karena e-Billing Klikpajak terintegrasi dengan bank persepsi yang ditunjuk DJP untuk menerima pembayaran/setoran pajak.

Melalui e-Billing Klikpajak, Sobat Klikpajak dapat membuat Kode Billing untuk semua jenis Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS) dengan mudah dan gratis.

Semua riwayat ID Billing dan SSP akan tersimpan dengan aman sesuai jenis dan Masa Pajak yang diinginkan.

Begitu juga Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) akan disimpan dengan rapi dan aman pada fitur Arsip Pajak di Klikpajak.

Sistem e-Billing akan membimbing Sobat Klikpajak mengisi Surat Setoran Pajak (SSP) elektronik dengan benar sesuai transaksi.

Setelah pembayaran pajak selesai, Sobat Klikpajak akan langsung menerima Bukti Penerimaan Negara (BPN) resmi dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Langkah-Langkah Cara Membuat Kode Billing dan Bayar Billing di e-Billing

Perhitungan Bea Masuk dan Kalkulator Bea Masuk Bagi Importir

D. Dilengkapi Fitur ‘Multi Users dan Multi NPWP’ Unlimited, Gratis!

Klikpajak.id juga dilengkapi dengan fitur Multi Users dan Multi Company (NPWP) yang semakin membuat aktivitas perpajakan Sobat Klikpajak lebih efektif.

Fitur ‘Multi Users’ Klikpajak adalah fitur yang memungkinkan Sobat Klikpajak untuk dapat mengatur siapa saja cdan berapa banyak pengguna yang dapat mengakses akun aplikasi Klikpajak.id di bawah nama perusahaan yang sama.

Sedangkan fitur ‘Multi Company/NPWP’ adalah fitur yang memungkinkan Sobat Klikpajak untuk mengelola beberapa perusahaan dalam satu akun Klikpajak.

Lebih jelasnya, berikut cara kerja fitur Multi Users dan Multi Company.

Upload Faktur Keluaran: Cara Simpan dan Upload eFaktur

Ketahui Aturan Tarif Sanksi Pajak Terbaru

Perlu diingat, aturan pengenaan sanksi denda telat lapor atau bayar pajak sudah berubah.

Terbaru, ketentuan tarif sanksi pajak ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Berlaku tarif bunga sanksi administrasi pajak yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan yang perhitungannya mengacu pada suku bunga bank sentral Indonesia (Bank Indonesia/BI 7 days repo reserve rate).

Tarif bunga sanksi administrasi pajak yang ditetapkan Kementerian Keuangan ini digunakan sebagai dasar untuk menghitung besar sanksi pajak yang akan dikenakan pada wajib pajak yang tidak memenuhi ketentuan perpajakan berlaku.

“Jadi, tarif sanksi denda ini akan berbeda-beda setiap bulannya tergantung besar tarif bunga sanksi administrasi pajak yang ditetapkan Menkeu.”

Berikut dasar perhitungan sanksi denda pajak terbaru:

1. Sanksi denda terkait Surat Pemberitahuan (SPT)

Rumus hitungannya:

(Tarif bunga sanksi pajak + 5% : 12)

Pengenaan sanksi paling lama 24 bulan (2 tahun).

Sanksi denda ini dikenakan pada Wajib Pajak (WP) yang:

  • Melakukan pembetulan SPT sendiri dan membuat utang pajak jadi lebih besar
  • Kurang bayar karena pembetulan SPT Tahunan/Masa
  • Terlambat membayar PPh Pasal 29 SPT Tahunan
  • Terlambat membayar SPT Masa

2. Sanksi denda tidak melunasi SPT kurang bayar

Rumus hitungannya:

(Tarif bunga sanksi pajak + 10% : 12)

Pengenaan sanksi paling lama 24 bulan (2 tahun).

Baca juga Ulasan Lengkap PPh Pasal 29: Pengertian, Subjek, Tarif, Contoh dan Cara Bayar

3. Sanksi denda tidak melunasi pajak kurang bayar dan mendapat SKPKB

Rumus hitungannya:

(Tarif bunga sanksi pajak + 15% : 12)

Pengenaan sanksi paling lama 24 bulan (2 tahun).

Sanksi denda ini dikenakan pada WP yang tidak melunasi pajak kurang bayar dan telah mendapatkan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB).

4. Sanksi denda tidak lapor SPT dan mengisi SPT tidak benar

Untuk sanksi denda ini tidak menggunakan tarif fluktuatif yang mengacu pada suku bunga acuan BI.

Sanksi denda tidak lapor SPT atau mengisi SPT dengan tidak benar atau tidak lengkap, maupun melampirkan keterangan yang isinya tidak benar, sebesar 100% dari jumlah pajak yang kurang bayar saat pengungkapan pelaporan pajak tidak benar.

5. Sanksi administratif PPh PKP kurang bayar

Sanksi administratif berupa bunga yang ditetapkan Menteri Keuangan dihitung sejak terutangnya pajak atau berakhirnya Masa Pajak, bagian Tahun Pajak, atau Tahun Pajak hingga diterbitkannya Surat Tagihan (STP).

Temukan ketentuan terbaru tentang perpajakan dalam Undang-Undang Cipta Kerja Nomor 11 Tahun 2020 pada e-Book “Susunan dalam Satu Naskah UU Perpajakan (UU Cipta Kerja)”.

Setiap pembayaran dan pelaporan SPT pajak ada batas waktunya.

Untuk menghindari sanksi denda telat bayar pajak ataupun terlambat lapor SPT pajak, Klikpajak menyediakan kalender saku di Kalender Klikpajak.

Sobat Klikpajak dapat mengecek jadwal lapor ataupun bayar pajak kapan saja lebih mudah dan terhindar dari sanksi denda akibat terlambat bayar dan lapor pajak.

Klikpajak Dirancang untuk Memenuhi Kebutuhan Perpajakan Anda!

“Fitur lengkap Klikpajak membantu mempermudah urusan perpajakan bagi Sobat Klikpajak para pelaku usaha, konsultan pajak, maupun bagi Sobat Klikpajak yang berprofesi pada bagian keuangan atau sebagai tax officer di perusahaan.”

Sebagai mitra resmi DJP, Klikpajak akan membantu Sobat Klikpajak dalam menghitung, membayar dan melaporkan pajak Sobat Klikpajak dengan mudah.

Tinggal klik, semua urusan pajak Sobat Klikpajak selesai dalam sekejap!

Ingin melihat bagaimana Klikpajak dapat membantu bisnis atau aktivitas Sobat Klikpajak dalam membuat Faktur Pajak, Bukti Pemotongan Pajak, penyampaian SPT Tahunan/Masa PPh dan PPN, serta berbagai aktivitas perpajakan lainnya secara efektif menghemat banyak waktu Sobat Klikpajak?

klikpajak support

“Jangan segan menghubungi kami, karena kami senang berbicara dengan Sobat Klikpajak. Jadwalkan demo dan kami dapat menunjukkan caranya untuk memudahkan urusan perpajakan Sobat Klikpajak. Klikpajak by Mekari mengerti yang Sobat Klikpajak butuhkan.”

Cukup daftarkan email Sobat Klikpajak di www.klikpajak.id dan temukan bagaimana Sobat Klikpajak dapat melakukan urusan pajak dengan sangat menyenangkan. Lebih mudah dari sekadar yang dibayangkan.

Itulah cara simpan dan upload Faktur Keluaran yang mudah

Kini saatnya Sobat Klikpajak juga dapat mengetahui pemahaman tentang berbagai aktivitas pajak mulai dari cara menghitung, bayar dan lapor pajak secara komprehensif melalui Mekari University.

Asah kemampuan Sobat Klikpajak tentang perpajakan melalui kursus online di Mekari University, gratis!

Setelah menyelesaikan kursus online pajak ini, Sobat Klikpajak akan mendapatkan sertifikat dari Mekari University yang bisa menjadi portofolio Sobat Klikpajak di bidang perpajakan.

Karena belajar pajak itu mudah!

Tak perlu bayar, kemampuan pajak bisa bertambah melalui Kursus Pajak Online bersama Mekari University.

Jangan lupa, jika Sobat Klikpajak ingin lebih mudah melakukan pengelolaan pajak dan keuangan bisnis, gunakan aplikasi pajak online Klikpajak.id yang terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Klik banner di bawah ini untuk menjadwalkan demo online bersama tim konsultan kami.

Kategori : Produk

PUBLISHED03 Jun 2021
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: