Prepopulated Pajak Masukan eFaktur 3.0 Klikpajak

Cara Menggunakan Prepopulated Pajak Masukan e-Faktur 3.0 Klikpajak

Fitur prepopulated pada eFaktur 3.0 memberikan kemudahan bagi Wajib Pajak (WP) Pengusaha Kena Pajak (PKP) dalam melakukan aktivitas Faktur Pajak elektronik. Tapi apakah Anda masih bingung bagaimana menggunakan prepopulated Pajak Masukan eFaktur 3.0 ini? Intip caranya di sini.

Seperti kita tahu, implementasi e-Faktur 3.0 secara nasional resmi diberlakukan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) per 1 Oktober 2020.

Apa itu prepopulated? Temukan selengkapnya di sini.

Untuk bisa memanfaatkan fitur prepopulated e-Faktur, bagi PKP yang selama ini menggunakan e-Faktur Client Desktop DJP, harus melakukan update eFaktur 3.0.

Seiring dengan pembaruan sistem DJP pada aplikasi pembuatan Faktur Pajak elektronik ini, pelaporan SPT Masa PPN harus melalui e-Faktur Web Based.

DJP telah menutup penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) Masa Pajak Pertambahan Nilai (PPN) melalui e-Filing atau e-SPT pajak.

Artinya, PKP yang sudah update eFaktur 3.0 pada perangkat komputernya, masih harus berpindah platform saat akan melaporkan SPT Masa PPN ke e-Faktur Web Based.

DJP juga mewajibkan Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) untuk melakukan pembaruan sistem atau update eFaktur 3.0 pada server.

Salah satu PJAP mitra resmi DJP adalah Klikpajak.id.

Klikpajak.id adalah Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) atau Application Service Provider (ASP) mitra resi Ditjen Pajak yang disahkan dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-169/PJ/2018.

Tahukah, melalui e-Faktur Klikpajak Anda tidak perlu update e-Faktur 3.0 dan tidak perlu berpindah platform saat mau melaporkan SPT Masa PPN.

“Jadi, langsung gunakan saja aplikasinya, biar Klikpajak.id yang mengurus sistemnya untuk memudahkan pembuatan eFaktur dan pelaporan SPT Masa PPN Anda dengan fitur prepopulated Pajak Masukan e-Faktur 3.0.”

Dengan fitur prepopulated data Pajak Masukan ini, maka PKP hanya tinggal mencocokkan data yang ada karena sistem sudah merekam data yang dibutuhkan.

Ingin langsung menggunakan aplikasi eFaktur 3.0 tanpa install aplikasi sendiri?

Segera daftar dan aktifkan akun e-Faktur Anda sekarang juga di https://my.klikpajak.id/register.

Setelah berhasil mendaftarkan akun Anda, berikutnya adalah ketahui cara menggunakan prepopulated eFaktur dan prepopulated Pajak Masukan eFaktur 3.0 Klikpajak berikut ini.

Tahapan Menggunakan Prepopulated Pajak Masukan efaktur 3.0

Ada serangkaian untuk melakukan administrasi perpajakan dalam hal pembuatan Faktur Pajak elektronik melalui aplikasi eFaktur dengan sistem prepopulated.

Berikut tahapan penggunaan prepopulated Pajak Masukan 3.0 eFaktur Klikpajak:

A. Menyiapkan Sertifikat Elektronik

Langkah awal yang harus Anda lakukan untuk dapat dengan mudah dalam menggunakan pprepopulated Pajak Masukan 3.0 adalah harus memiliki Sertifikat Elektronik.

Belum punya Sertifikat Elektronik?

Begini syarat dan cara mendapatkan Sertifikat Elektronik untuk eFaktur.

Setelah mendapatkan Sertifikat Elektronik untuk dapat menggunakan aplikasi e-Faktur, berikutnya Anda dapat mendaftarkan akun di e-Faktur Klikpajak.

B. Daftar e-Faktur Klikpajak untuk Menggunakan Prepopulated Pajak Masukan 3.0

Apabila Anda belum pernah mengakses menu e-Faktur pada aplikasi pajak online Klikpajak.id, lakukan pendaftaran Sertifikat Elektronik ke Klikpajak.

Ikuti langkah berikut untuk cara daftar e-Faktur Klikpajak:

1. Masuk (Login) ke https://my.klikpajak.id/login, klik menu e-Faktur, kemudian Anda akan diarahkan ke halaman Daftar e-Faktur”.

Prepopulated Pajak Masukan eFaktur 3.0 Klikpajak

2. Pada halaman Daftar e-Faktur, Anda akan diminta untuk mengupload Sertifikat Elektronik e-Faktur yang dikeluarkan DJP.

Masukkan passphrase, dan centang kolom dengan keterangan, “Dengan menekan tombol daftarkan, Anda menyetujui syarat & ketentuan Klikpajak, dan mengizinkan Klikpajak untuk menyimpan Sertifikat Elektronik Anda.”

 

3. Setelah melengkapi data yang diminta, klik “Daftarkan”, maka pendaftaran berhasil. Kemudian Anda akan diarahkan ke halaman e-Faktur.

 

C. Mulai Membuat eFaktur Prepopulated 3.0

Kini Anda sudah resmi memiliki akun e-Faktur di Klikpajak dan siap melakukan langkah selanjutnya dalam proses penggunaan prepopulated Pajak Masukan 3.0.

Perlu diingat, saat Anda membuat Faktur Pajak, maka Anda harus menambahkan NSFP (Nomor Seri Faktur Pajak) pada e-Faktur Klikpajak.

Bagaimana cara menambahkan NSFP?

Berikut langkah-langkah menambahkan NSFP pada e-Faktur Klikpajak untuk penggunaan prepopulated Pajak Masukan eFaktur 3.0:

1. Pada halaman Klikpajak, klik “Menu e-Faktur”, lalu ke submenu Nomor Seri Pajak.

 

Prepopulated Pajak Masukan eFaktur 3.0 Klikpajak

2. Kemudian klik button “Tambahkan NSFP”.

3 Akan muncul pop-up form Tambahkan NSFP.

4. Isikan tanggal terbit, nomor awal, dan jumlah nomor yang didapatkan dari aplikasi e-Nofa.

5. Centang pada kolom dengan keterangan, “Pastikan nomor yang sudah diisi sudah benar karena Anda tidak dapat mengubahnya”.

6. Klik buttonSubmit”. Anda akan diarahkan ke halaman menu e-Faktur submenu Nomor Seri Faktur Pajak, dan NSFP yang telah ditambahkan akan berada pada list NSFP.

7. Untuk melihat detail NSFP yang baru saja ditambahkan, klik range “NSFP” tersebut yang ada pada list.

8. Anda akan diarahkan ke bagian detail dari NSFP yang Anda pilih.

D. Cara Menggunakan Prepopulated Pajak Masukan dari DJP di e-Faktur Klikpajak

Seperti yang dijelaskan di atas, dengan berlakunya sistem e-Faktur 3.0 maka pembuatan e-Faktur bersifat otomatis. DJP menyediakan data Faktur Pajak Masukan di e-Faktur 3.0 ini.

Berikut tutorial cara impor Faktur Masukan dari DJP di e-Faktur Klikpajak:

1. Untuk mengimpor prepopulated Faktur Masukan, akses menu Faktur Masukan, lalu klik dropdown Impor dan pilih Impor dari DJP.

2. Pop-up akan tampil dan Anda dapat mengisi masa pajak yang ingin diimpor fakturnya.

3. Masa pajak yang dapat Anda impor hanya berlaku untuk 3 bulan masa pengkreditan. Apabila sekarang Bulan November, Anda hanya bisa memilih masa faktur sampai Bulan Agustus. Klik Submit untuk memulai proses impor.

4. Tampilan loading akan muncul di bagian paling atas website. Ketika proses impor berhasil, Anda dapat tekan Klik di sini pada banner hijau untuk melihat Faktur Masukan yang telah diimpor dari DJP.

Prepopulated Pajak Masukan eFaktur 3.0 Klikpajak

Prepopulated Pajak Masukan eFaktur 3.0 Klikpajak

5. Sistem akan menampilkan faktur yang berhasil diimpor dari DJP. Anda dapat melihat masa faktur yang dipilih, total faktur yang berhasil diimpor pada masa faktur tersebut, dan duplikasi data apabila terdapat faktur yang sama di akun Klikpajak Anda.

Anda juga dapat mengunduh CSV faktur yang diimpor dan Anda dapat melakukan pencarian faktur pada tabel berdasarkan nama, NPWP atau nomor faktur.

Prepopulated Pajak Masukan eFaktur 3.0 Klikpajak

6. Anda bisa mengubah pengkreditan faktur dengan memilih dropdown Dapat dikreditkan. Setelah pengkreditan faktur berhasil diubah, toaster hijau akan muncul.

Prepopulated Pajak Masukan eFaktur 3.0 Klikpajak

Prepopulated Pajak Masukan eFaktur 3.0 Klikpajak

7. Anda juga dapat mengubah pengkreditan secara massal dengan mencentang kotak pada pojok kiri tabel atau pada kotak di samping setiap baris. Klik Ubah pengkreditan dan sistem akan memunculkan pop-up.

Prepopulated Pajak Masukan eFaktur 3.0 Klikpajak

8. Ubah pengkreditan dengan memilih opsi pada dropdown dan klik Simpan untuk mengatur pengkreditan.

Prepopulated Pajak Masukan eFaktur 3.0 Klikpajak

9. Jika Anda ingin impor Faktur Pajak Masukan ke akun Klikpajak, Anda dapat memilih faktur dan tekan Impor. Sistem akan menampilkan status faktur yang berhasil diimpor.

Prepopulated Pajak Masukan eFaktur 3.0 Klikpajak

10. Anda dapat melihat faktur yang berhasil diimpor dari DJP pada menu Faktur Masukan dengan status Belum Approve.

E. Cara Impor Faktur Prepopulated Pajak Masukan DJP dari History Impor Sebelumnya di Klikpajak

1. Anda juga dapat mengakses data impor sebelumnya dengan mengklik Klik di sini pada kotak biru pop-up Impor faktur masukan dari DJP.

2. Sistem akan membuka tab baru dan menampilkan riwayat penarikan potensi Faktur Pajak Masukan dari DJP sebelumnya.

F. Cara Impor Prepopulated Faktur Masukan jika Ada Duplikasi Data

1. Apabila terdapat faktur dengan nomor yang sama di Klikpajak, maka faktur tersebut akan masuk ke Tab Duplikasi data ketik Impor, lalu diklik. Anda dapat menggeser toggle (tombol alihan) menjadi aktif untuk menampilkan faktur yang duplikat.

2. Apabila Anda ingin menggunakan faktur yang diimpor dari DJP sebagai faktur pengganti, pilih faktur duplikat yang ingin Anda impor dan klik Impor sebagai pengganti.

Prepopulated Pajak Masukan eFaktur 3.0 Klikpajak

Prepopulated Pajak Masukan eFaktur 3.0 Klikpajak

 

Urus Perpajakan Lainnya Lebih Mudah dengan Klikpajak.id

Bukan hanya fitur e-Faktur yang sudah ter-update dengan e-Faktur 3.0, Klikpajak.id juga memiliki fitur lengkap dan terintegrasi.

Integrasi fitur pajak online Klikpajak ini adalah mulai dari menghitung, membayar dan melaporkan pajak hanya dalam satu platform yang bisa dilakukan kapan saja serta di mana pun Anda berada dengan cara mudah.

Sistem Klikpajak akan membantu Anda menghitung kewajiban perpajakan Anda dengan akurat, sehingga menghindari adanya kesalahan penghitungan yang dapat merugikan.

Apa saja fitur lengkap Klikpajak yang memudahkan urusan perpajakan Anda?

1. Mudah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT Masa PPh Pasal 23/26 di e-Bupot

Seperti diketahui, baik WP Pengusaha Kena Pajak (PKP) maupun Non-PKP yang melakukan transaksi yang mengharuskan membuat bukti pemotongan PPh 23/26 wajib menggunakan e-Bupot mulai 1 Oktober untuk masa pajak September 2020.

Wajib e-Bupot bagi WP PKP dan Non-PKP ini diatur dalam Kepdirjen Nomor KEP-368/PJ/2020 tentang Penetapan Pemotong PPh Pasal 23/26 yang Diharuskan Membuat Bukti Pemotongan dan Diwajibkan Menyampaikan SPT Masa PPh Pasal 23/26 Berdasarkan PER-04/PJ/2017.

Klikpajak juga dilengkapi dengan fitur e-Bupot yang semakin memudahkan Anda membuat bukti pemotongan PPh Pasal 23/26 dan melaporkan SPT PPh 23/26 melalui e-Bupot dengan menarik data langsung dari laporan keuangan elektronik.

Note: Langkah-Langkah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT PPh Pasal 23/26 di e-Bupot

Keunggulan e-Bupot Klikpajak

Berikut keunggulan e-Bupot Klikpajak yang dapat membantu bisnis perusahaan:

  • Pengelolaan bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah karena alur pembuatan yang efektif dan ramah penggunaan (user friendly)
  • Penghitungan pajak otomatis pada SPT Masa PPh 23/26
  • Pengiriman bukti pemotongan pajak langsung ke lawan transaksi
  • Bukti pemotongan serta pelaporan SPT Masa PPh 23/26 tidak perlu ditandatangani dengan tanda tangan basah
  • Bukti pemotongan dan bukti pelaporan tersimpan aman, baik di Klikpajak dan DJP
  • e-Bupot Klikpajak juga terintegrasi dengan sistem pembukuan akuntansi online Jurnal.id, sehingga semakin mudah membuat bukti potong
  • e-Bupot Klikpajak juga memiliki performa yang dapat di-scale up sesuai kebutuhan
  • Layanan support pajak yang dapat diandalkan dan tutorial dalam penggunaan aplikasi yang terus diperbarui
  • Fitur e-Bupot Klikpajak juga menyediakan data untuk kebutuhan rekapitulasi dan rekonsiliasi data Faktur Pajak atas transaksi yang dilakukan

Prepopulated Pajak Masukan eFaktur 3.0 Klikpajak

2. Bisa Membuat Kode Billing Sekaligus Bayar Pajak di e-Billing Klikpajak

Sebelum menyetor pajak, harus mendapatkan Kode Billing atau ID Billing terlebih dahulu dari DJP sebagai syarat untuk membayar pajak.

Setelah mendapatkan Kode Billing dari DJP, selanjutnya membayar/menyetor pajak melalui ATM, internet banking atau teller bank/pos persepsi.

Melalui e-Billing Klikpajak, Anda dapat membuat Kode Billing untuk semua jenis Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS) dengan mudah dan gratis.

Semua riwayat ID Billing dan SSP akan tersimpan dengan aman sesuai jenis dan Masa Pajak yang diinginkan.

Begitu juga Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) akan disimpan dengan rapi dan aman pada fitur Arsip Pajak di Klikpajak.

Sistem e-Billing akan membimbing Anda mengisi Surat Setoran Pajak (SSP) elektronik dengan benar sesuai transaksi.

“Klikpajak akan menerbitkan ID Billing Anda resmi dari DJP dan Anda dapat langsung membayar pajak tanpa keluar dari platform. Karena e-Billing Klikpajak terintegrasi dengan bank persepsi yang ditunjuk DJP untuk menerima pembayaran/setoran pajak.”

Setelah pembayaran pajak selesai, Anda akan langsung menerima Bukti Penerimaan Negara (BPN) resmi dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Note: Langkah-Langkah Cara Membuat Kode Billing dan Bayar Billing di e-Billing

Prepopulated Pajak Masukan eFaktur 3.0 Klikpajak

3. Lapor SPT di e-Filing Klikpajak Gratis!

Anda dapat memanfaatkan fitur e-Filing Klikpajak untuk melaporkan berbagai jenis SPT Tahunan/Masa PPh dengan langkah-langkah yang mudah.

Lapor SPT juga gratis selamanya melalui e-Filing Klikpajak. Anda bisa melaporkan semua jenis SPT mulai dari SPT Tahunan Pajak Badan, SPT Masa (Bulanan) Pajak, dan SPT Tahunan Pajak Pribadi.

Setelah menyampaikan SPT Pajak, Anda akan peroleh bukti lapor dalam bentuk elektronik, yakni Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) dari DJP, yang berisi:

  • Informasi Nama Wajib Pajak (WP)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Tanggal pembuatan BPE
  • Jam pembuatan BPE
  • Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE)

Melalui Klikpajak, Anda juga akan mendapatkan NTTE resmi dari DJP sebagai bukti lapor.

Aturan Baru Sanksi Tidak/Telat Lapor SPT Pajak

DJP telah menetukan kapan batas waktu pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Pajak Penghasilan (PPh) maupun PPN.

WP yang tidak lapor atau terlambat melakukan pelaporan pajak, harus bersiap menghadapi sanksi atau denda keterlambatan.

Sebelumnya, pengenaan sanksi terlambat dan kurang bayar pajak sebesar 2% per bulan dalam Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (UU KUP) No. 6/1983 yang diubah dengan UU 16/2009.

Namun ketentuan diubah dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, menjadi disesuaikan dengan tingkat atau tarif suku bunga acuan per bulan.

Hasil penghitungan sanksi telat lapor SPT dan kurang bayar pajak terbaru pengenaan sanksi terkait pelapiran SPT jumlahnya bisa lebih rendah dibanding sanksi sebelumnya.

Note: Poin-Poin UU Cipta Kerja Klaster Perpajakan 

Berikut rincian aturan sanksi dan denda terkait pelaporan SPT pajak dalam UU Cipta Kerja:

1. Sanksi denda berdasarkan suku bunga acuan ditambah 5% dibagi 12 berlaku pada tanggal dimulai penghitungan sanksi, paling lama 24 bulan pada WP yang;

  • Melakukan pembetulan SPT sendiri dan membuat utang pajak menjadi lebih besar
  • Kurang bayar karena pembetulan SPT Tahunan/Masa
  • Terlambat membayar PPh Pasal 29 SPT tahunan
  • Terlambat membayar SPT Masa

2. Jika tidak melunasi SPT kurang bayar => Sanksi denda berdasarkan suku bunga acuan ditambah 10% dibagi 12, paling lama 24 bulan

3. Jika tidak melunasi pajak kurang bayar dan mendapatkan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) => Sanksi denda berdasarkan suku bunga acuan ditambah 15% dibagi 12, paling lama 24 bulan

4. Jika tidak menyampaikan SPT atau mengisi SPT dengan tidak benar atau tidak lengkap, atau melampirkan keterangan yang isinya tidak benar => Akan didenda sebesar 100% dari jumlah pajak yang kurang bayar saat pengungkapan pelaporan pajak tidak benar.

Jumlah ini lebih rendah dari yang tertulis di UU KUP, sebesar 150%.

5. Jika PPh PKP kurang bayar, sanksi administratif berupa bunga yang ditetapkan Menkeu dihitung sejak terutangnya pajak atau berakhirnya Masa Pajak, bagian Tahun Pajak, atau Tahun Pajak sampai diterbitkannya Surat Tagihan Pajak (STP).

Note: Aturan Baru Membuat e-Fakktur dan Mengkreditkan PPN di UU Cipta Kerja

Temukan ketentuan terbaru tentang perpajakan dalam Undang-Undang Cipta Kerja Nomor 11 Tahun 2020 pada e-Book “Susunan dalam Satu Naskah UU Perpajakan (UU Cipta Kerja)”, berikut ini:

Ketahui Batas Waktu Bayar dan Lapor SPT Pajak

Tak perlu bingung kapan waktunya harus bayar lapor pajak untuk menghindari sanksi atau denda telat bayar dan lapor pajak.

Lebih mudah lihat semua jadwal pembayaran dan pelaporan pajak pada kalender saku di Kalender Pajak Klikpajak.

4. Dilengkapi Fitur ‘Multi Users dan Multi NPWP’ Unlimited dan Gratis!

Klikpajak.id juga dilengkapi dengan fitur Multi Users dan Multi Company (NPWP) yang semakin membuat aktivitas perpajakan Anda lebih efektif.

Fitur ‘Multi Users’ Klikpajak adalah fitur yang memungkinkan Anda untuk dapat mengatur siapa saja dan berapa banyak pengguna yang dapat mengakses akun aplikasi Klikpajak.id di bawah nama perusahaan yang sama.

Sedangkan fitur ‘Multi Company/NPWP’ adalah fitur yang memungkinkan Anda untuk mengelola beberapa perusahaan dalam satu akun Klikpajak.

Note: Lebih jelasnya bagaimana cara kerja fitur Multi Users dan Multi Company ini, selengkapnya lihat di SINI.

Prepopulated Pajak Masukan eFaktur 3.0 Klikpajak

5. Terintegrasi Jurnal.id: Administrasi Perpajakan Makin Mudah dan Cepat

Agar semakin mudah dan praktis dalam melakukan administrasi perpajakan Anda, gunakan juga pembukuan dan laporan keuangan dalam aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Karena aplikasi pajak online Klikpajak.id terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Anda dapat menarik data transaksi dalam laporan keuangan untuk langsung dibuatkan Faktur Pajaknya maupun Bukti Potong Pajaknya secara langsung, dan saat diperlukan untuk melaporkan SPT pajaknya dengan cepat dalam satu platform.

Integrasi dengan Jurnal by Mekari ini merupakan teknologi canggih berbasis API integration yang membuat proses pengolahan data pajak dari bagian keuangan (accounting) lebih cepat dan mudah.

Jurnal.id adalah software akuntansi online berbasis cloud dengan laporan keuangan lengkap, seperti:

  • Neraca keuangan
  • Arus kas
  • Laba-rugi

Dan lainnya yang memudahkan Anda mengelola faktur, biaya, stok barang, cash link atau transfer langsung dalam aplikasi, hingga melihat ringkasan bisnis dari smartphone Anda.

Note: Ketahui bagaimana integrasi aplikasi akuntansi online Jurnal.id dan aplikasi pajak online Klikpajak.id ini semakin memudahkan urusan perpajakan Anda, selengkapnya temukan di SINI.

 

Data Anda Terlindungi

Tenang, Anda dapat menyimpan berbagai riwayat pembayaran atau bukti pelaporan pajak maupun aktivitas pajak lainnya dengan aman, karena keamanan dan kerahasiaan data terjamin.

Sebab Klikpajak.id sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standarisasi Internasional ISO (International Organization for Standardization) yang menjamin standar keamanan sistem teknologi informasi.

Sehingga Anda tidak perlu khawatir kehilangan bukti bayar atau lapor pajak hilang jika terjadi kerusakan atau kehilangan komputer maupun laptop.

Karena Klikpajak merupakan aplikasi pajak berbasis web (web based) yang didukung dengan teknologi cloud, semakin memudahkan Anda melakukan semua aktivitas perpajakan hanya dalam satu platform kapan pun dan di mana saja.

Cloud computing atau komputasi awan adalah teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat server untuk mengelola data dan juga aplikasi pengguna.

Melalui teknologi cloud, Anda bisa menggunakan aplikasi tanpa harus mengunduh (download) dan memasang (install) aplikasi terlebih dahulu.

Sebab sistem cloud yang berbasis web ini memudahkan Anda dalam mengakses data dan informasi melalui internet secara cepat.

Prepopulated Pajak Masukan eFaktur 3.0 Klikpajak

Tim ‘Support’ Klikpajak Selalu Siap Membantu Anda!

“Fitur lengkap Klikpajak membantu mempermudah urusan perpajakan bagi Anda para pelaku usaha, konsultan pajak, maupun bagi Anda yang berprofesi pada bagian keuangan atau sebagai tax officer di perusahaan.”

Sebagai mitra resmi DJP, Klikpajak akan membantu Anda dalam menghitung, membayar dan melaporkan pajak Anda dengan mudah.

Tinggal klik, semua urusan pajak Anda selesai dalam sekejap!

Ingin melihat bagaimana Klikpajak dapat membantu bisnis atau aktivitas Anda dalam membuat Faktur Pajak, Bukti Pemotongan Pajak, penyampaian SPT Tahunan/Masa PPh dan PPN, serta berbagai aktivitas perpajakan lainnya secara efektif menghemat banyak waktu Anda?

Prepopulated Pajak Masukan eFaktur 3.0 Klikpajak

“Jangan segan menghubungi kami, karena kami senang berbicara dengan Anda. Jadwalkan demo dan kami dapat menunjukkan caranya untuk memudahkan urusan perpajakan Anda. Klikpajak.id mengerti yang Anda butuhkan.”

Cukup daftarkan email Anda di www.klikpajak.id dan temukan bagaimana Anda dapat melakukan urusan pajak dengan sangat menyenangkan. Lebih mudah dari sekadar yang Anda bayangkan.

Mudah, bukan menggunakan fitur prepopulated Pajak Masukan eFaktur 3.0?


PUBLISHED21 Dec 2020
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: