Lapor SPT Pajak Online: Cara 'Upload' File CSV Adalah?

Lapor SPT Pajak Online: Cara ‘Upload’ File CSV Adalah?

Aktivitas yang tidak dilakukan setiap hari terkadang memang bikin lupa caranya. Salah satunya cara unggah CSV saat akan melaporkan SPT pajak. Tak perlu bingung karena cara upload file CSV adalah tidaklah sulit.

Comma Separated Value (CSV) adalah suatu format data yang memudahkan penggunanya memasukkan (input) data ke database secara sederhana.

Biasanya perusahaan, yayasan, sekolah atau pihak yang memiliki basis data yang sangat besar menggunakan format ini.

Penggunaan format tersebut juga diterapkan dalam pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) melalui website Direktorat Jenderal Pajak atau DJP Online.

Penjelasan mengenai CSV dan kegunaannya untuk lapor SPT pajak serta cara upload file CSV adalah cara mudah, berikut ulasan dari Klikpajak by Mekari.

Sekilas tentang ‘File’ CSV

CSV dibuat dengan tujuan memudahkan penggunanya memasukkan data ke database secara sederhana, termasuk para Wajib Pajak (WP).

CSV bisa digunakan dalam standar file ASCII, yang mana setiap data dipisahkan dengan tanda koma (,) atau titik koma (;).

File CSV dirancang untuk menjadi cara mudah mengekspor data dan mengimpornya ke program lain.

Data yang dihasilkan dapat dibaca manusia dan dapat dengan mudah dilihat dengan editor teks seperti Notepad atau program spreadsheet seperti Microsoft Excel.

Untuk melihat isi file CSV di Notepad, tinggal klik kanan pada File Explorer atau Windows Explorer, lalu pilih perintah “Edit”.

Format CSV biasanya digunakan oleh perusahaan besar, yayasan, ataupun sekolah karena mereka memiliki basis data sangat besar dan penggunaan CSV memungkinkan pencarian data menjadi lebih mudah dengan menggunakan WordPad.

Selain itu, banyak aplikasi kasir atau faktur yang secara otomatis menyimpan data dengan format CSV.

Salah satu format pelaporan yang juga menggunakan format CSV adalah dalam pelaporan SPT melalui e-Filing.

Ilustrasi file CSV

Membuat ‘File’ CSV Pajak

Untuk mendapatkan file CSV Pajak yang digunakan dalam melaporkan pajak melalui e-Filing, WP harus mengisi SPT melalui aplikasi e-SPT. Ini merupakan aplikasi milik DJP.

Setelah SPT diisi menggunakan e-SPT, barulah WP dapat memperoleh file CSV untuk selanjutnya dilaporkan melalui e-Filing. 

Untuk membuat file CSV pajak, WP harus mengisi lampiran I-VI yang ada pada SPT.

Selanjutnya, masukkan data-data pada lampiran khusus dan Surat Setoran Pajak (SSP). Namun, lampiran hanya diisi apabila ada data terkait.

Setelah menginput data, untuk membuat file CSV (contoh kali ini adalah CSV untuk SPT PPh Badan), berikut ini langkah yang harus dilakukan:

  1. Masuk SPT Tools.
  2. Masuk menu “Lapor Data SPT”.
  3. Tampilkan data.
  4. Tandai data yang hendak dilaporkan.
  5. Pilih lokasi penyimpanan file CSV.
  6. “Create File” untuk membuat file CSV SPT Tahunan PPh Badan.

File CSV yang sudah dibuat itu selanjutnya dilaporkan dengan sejumlah lampiran, seperti laporan keuangan yang telah ditandatangani oleh pejabat berwenang.

Ilustrasi membuat file CSV

Jika File CSV ‘Error’ Tidak Terbaca oleh Sistem

Apabila file CSV yang telah dibuat mendapatkan penolakan karena tidak terbaca oleh sistem di Kantor Pelayanan Pajak (KPP), penyebabnya bisa karena beberapa faktor sebagai berikut:

1. Mengubah Nama ‘File’ 

Sebaiknya Anda tidak melakukan perubahan apapun terhadap nama file CSV, karena didalamnya termuat kode unik.

Besar kemungkinan jika nama file berubah maka data CSV tersebut tidak bisa terbaca.

Note: Cara Mengatasi Gagal ‘Submit’ Laporan SPT Tahunan Online

2. Karena Memasukkan Karakter yang Dilarang pada Data e-SPT

Ada karakter tertentu yang sebaiknya dihindari ketika melakukan pengisian data e-SPT diantaranya tanpa apostrof atau kutip (‘) , quote (“) dan soft enter.

Untuk keamanan, WP cukup menggunakan alphabet seperti; (A-Za-z), angka(0-9) dan space ( ) untuk pengisian data e-SPT.

3. WP Belum Memperbaharui Aplikasi e-SPT

Aplikasi e-SPT yang akan digunakan sebaiknya adalah versi yang paling baru.

Maka dari itu, WP harus memperbaharui aplikasi e-SPT sebelum memulai tindakan.

Ilustrasi update aplikasi sebelum upload file CSV

4. Lokasi Penyimpanan ‘File’ CSV Sulit Dibaca

Lokasi penyimpanan yang kurang tepat atau terlalu dalam dapat menyebabkan file tidak bisa terbaca.

Misalnya; C:\Users\Administrator\Documents\Data\csv\data wajib pajak\2018\pt abc de\masa juli\dst\dst\

5. Tempat Penyimpanan atau ‘File’ CSV Terinfeksi Virus

Virus pada komputer atau flashdisk dapat menyebabkan kerusakan file sehingga tidak dapat dibaca.

Lakukan scan menggunakan aplikasi anti-virus versi terbaru untuk menghindari masalah ini.

Note: Cara Memindahkan ‘Database’ e-Faktur ke Komputer Lain. Cek di Sini!

6. Kantor Pelayanan Pajak Mengalami ‘Error System’

Penyebab lain yang dapat menyebabkan CSV tidak terbaca adalah terjadinya error pada aplikasi di KPP.

Petugas pelayanan pajak sebaiknya juga mengantisipasi masalah ini.

Jika menemui masalah-masalah tersebut, sebaiknya melapor ke KPP dengan membawa database e-SPT agar mendapatkan bantuan dari staf IT KPP untuk menyelesaikan permasalahan.

Cara ‘Upload’ CSV

Untuk dapat meunggah file CSV, langkah pertama yang harus dilakukan adalah pastikan sudah mengunduh aplikasi e-SPT.

Langkah kedua, harus mengisi lampiran-lampiran yang ada di aplikasi e-SPT tersebut, yang kemudian dilaporkan melalui DJP Online atau ke KPP.

Aplikasi e-SPT ini juga berguna melakukan perhitungan pajak secara otomatis.

Dengan begitu, WP perlu mengisinya dengan lengkap sebelum melakukan pencetakan formulir SPT dan membuat file CSV untuk dilaporkan ke KPP atau secara online melalui DJP Online.

Secara detail tahapan upload file CSV untuk lapor SPT WP Pribadi dan SPT Badan sebagai berikut:

Ilustrasi upload file CSV adalah mudah

1. Cara Lapor SPT Pribadi

Berikut langkah-langkah membuat file CSV untuk WP Orang Pribadi:

  • Langkah pertama yang harus dilakukan, yakni mengunduh aplikasi e-SPT.
  • Lalu, buat profil atau database WP.
  • Setelah itu, pilih formulir 1770 S atau 1770 dan silahkan merekam data pada sejumlah lampiran.
  • Selanjutnya, pilih menu Lapor Data SPT ke KPP, lalu buat SPT dengan file CSV yang nanti akan disimpan di folder komputer si WP.
  • Setelah selesai, lanjutkan dengan mengakses atau login DJP Online.
  • Ketika sudah login, pilih menu Lapor dan klik e-Filing’. Kemudian pilih fasilitas upload CSV dari e-SPT. Klik Upload SPT’.
  • Masukan file SPT berbentuk CSV yang disimpan di komputer. Lampirkan juga dokumen lain seperti bukti potong dan lainnya.
  • Sebelum unggah dokumen lainnya, jangan lupa menyamakan nama file dokumen lain dengan nama file SPT CSV wajib pajak.
  • Bila nama file dokumen lain tersebut tidak sama dengan nama file SPT CSV maka proses unggah kemungkinan tidak akan berhasil.

Untuk itu, silakan samakan nama file dokumen lainnya tersebut terlebih dahulu. Setelah itu, klik Start Upload’.

Nanti, Anda akan diarahkan untuk mengambil kode verifikasi. Isi kodenya, setelah itu kirim SPT.

Ilustrasi lapor SPT dan mengupload file CSV

2. Cara Lapor SPT Badan

WP yang hendak melaporkan e-Filing SPT Tahunan Badan, tahapan pelaporannya yaitu:

  • Membuat laporan keuangan tahunan dalam bentuk PDF dan impor data SPT 1771 yang ingin dilaporkan dalam bentuk CSV.
  • Langkah selanjutnya, buat SPT dalam DJP Online, lalu upload kedua file tersebut sekaligus ke DJP Online dan klik tombol Start Upload.
  • Nama file laporan keuangan tahunan dalam bentuk PDF terlebih dahulu harus disamakan seperti nama file CSV.
  • Setelah itu, kode verifikasi dikirimkan ke email WP yang terdaftar. Salin kode verifikasi tersebut, lalu klikKirim SPT.
  • WP juga bisa mencetak bukti penerimaan elektronik SPT dari email yang dikirim.

Tutorial untuk semua tahapan ini juga bisa dilihat pada tautan video berikut ini:

Lebih Mudah Lapor SPT Pajak di e-Filing Klikpajak

Agar lebih mudah mengurus perpajakan mulai dari menghitung, membayar hingga melaporkan pajak Anda, gunakan aplikasi pajak online Klikpajak.

Klikpajak.id adalah Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) Application Service Provider (ASP) mitra resmi DJP yang disahkan dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-169/PJ/2018.

Melalui e-Filing Klikpajak, Anda dapat melaporkan semua jenis SPT Tahunan/Masa dengan langkah-langkah yang mudah.

Lapor SPT pajak di e-Filing Klikpajak juga gratis selama, seperti:

  • SPT Tahunan Pajak Badan
  • SPT Masa (Bulanan) Pajak
  • SPT Tahunan Pajak Pribadi

Setelah menyampaikan SPT Pajak, Anda akan peroleh bukti lapor dalam bentuk elektronik, yakni Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) dari DJP, yang berisi:

  • Informasi Nama Wajib Pajak (WP)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Tanggal pembuatan BPE
  • Jam pembuatan BPE
  • Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE)

Melalui Klikpajak, Anda juga akan mendapatkan NTTE resmi dari DJP sebagai bukti lapor.

Mudah Lihat Batas Waktu Bayar dan Lapor Pajak

Tak perlu bingung kapan waktunya harus membayar dan melaporkan pajak Anda tepat waktu.

Hindari sanksi atau denda telat bayar dan lapor pajak, lebih mudah lihat semua jadwal pembayaran dan pelaporan pajak pada kalender saku di Kalender Pajak Klikpajak.

Membuat Kode Billing dan Sekaligus Bayar Pajak Bisa di e-Billing Klikpajak

Sebelum menyetor pajak, Anda perlu mendapatkan Kode Billing atau ID Billing terlebih dahulu dari DJP melalui e-Billing.

Anda juga bisa membuat Kode Billing sebagai syarat yang harus dipenuhi pada saat akan melakukan pembayaran pajak dengan mudah di Klikpajak.

Anda bisa membuat Kode Billing untuk semua jenis Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS) dengan mudah dan gratis.

Semua riwayat ID Billing dan SSP akan tersimpan dengan aman sesuai jenis dan masa pajak yang diinginkan.

Begitu juga Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) juga akan disimpan dengan rapi dan aman pada Arsip Pajak di Klikpajak.

Sistem e-Billing akan membimbing Anda mengisi Surat Setoran Pajak (SSP) elektronik dengan benar sesuai transaksi.

Klikpajak akan menerbitkan ID Billing Anda resmi dari DJP dan Anda dapat langsung membayar pajak tanpa harus keluar dari platform.

Karena e-Billing Klikpajak terintegrasi dengan bank persepsi yang ditunjuk DJP untuk menerima pembayaran/setoran pajak.

Setelah pembayaran pajak selesai, Anda akan langsung menerima Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) resmi dari DJP.

Note: Langkah-langkah cara membuat Kode Billing dan Bayar Billing, selengkapnya lihat di SINI.

Contoh BPE yang diterbitkan Klikpajak resmi dari DJP

Bisa Membuat e-Faktur Tanpa Ribet ‘Install’

Tahukah, Anda dapat lebih mudah dan praktis menggunakan e-Faktur Klikpajak karena Anda tidak perlu ribet harus menginstall aplikasi maupun backup data e-Faktur ke komputer lain terlebih dahulu.

Sebab aplikasi e-Faktur online Klikpajak mengadopsi sistem berbasis web dengan teknologi cloud.

Cloud computing atau komputasi awan adalah teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat server untuk mengelola data dan juga aplikasi pengguna.

Melalui teknologi cloud, Anda bisa menggunakan aplikasi tanpa harus mengunduh (download) dan memasang (install) aplikasi terlebih dahulu.

Sebab sistem cloud yang berbasis web ini memudahkan Anda dalam mengakses data dan informasi melalui internet secara cepat.

Klikpajak.id adalah Penyedia Jasa Apikasi Perpajakan (PJAP) atau Application Service Provider (ASP) mitra resmi DJP yang disahkan dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-169/PJ/2018.

Contoh membuat Faktur Pajak di e-Faktur Klikpajak

Bisa Manfaatkan Prepopulated e-Faktur 3.0 Tanpa ‘Update’ Sendiri

Seperti diketahui, per 1 Oktober 2020, DJP telah mewajibkan pengguna e-Faktur client desktop harus update e-Faktur 3.0 karena e-Faktur 2.2 telah ditutup.

Perbedaan e-Faktur 3.0 dan e-Faktur 2.2.

Melalui e-Faktur Klikpajak, Anda tidak perlu repot-repot download patch terbaru e-Faktur ini karena Anda bisa langsung menggunakannya dan memanfaatkan fitur prepopulated e-Faktur.

“Gunakan aplikasnya, biar Klikpajak yang mengurus sistemnya untuk mempermudah pembuatan e-Faktur hingga pelaporan SPT Masa PPN Anda.”

Melalui e-Faktur Klikpajak, Anda dapat mengelola Nomor Seri Faktur Pajak (NSFP) dan memperoleh Surat Pemberitahuan PPN sesuai data yang diunggah ke DJP.

Bahkan pembuatan dan pengelolaan e-Faktur Anda semakin cepat karena salah satu kelebihan Klikpajak adalah terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal by Mekari – Simple Online Accounting Software.

Melalui e-Faktur Klikpajak, Anda bisa menarik data langsung dari pembukuan atau laporan keuangan Jurnal.id tanpa harus keluar masuk platform lagi.

Tentu saja, hal ini semakin menghemat waktu Anda, bukan?

Ilustrasi fitur prepopulated dalam e-Fakktur 3.0

Cara Membuat e-Faktur dan Pelaporan SPT Masa PPN

Jadi, kemudahan berlipat Anda dapatkan dengan menggunakan e-Faktur Klikpajak adalah:

  • Langsung menggunakan aplikasi e-Faktur tanpa install terlebih dahulu
  • Tidak perluinput data satu per satu secara manual saat membuat e-Faktur karena bisa langsung menarik data transaksi dari laporan keuangan ‘online’
  • Membuat e-Faktur dan menyampaikan SPT Masa PPN lebih praktis dengan sistem yang terintegrasi dengan Jurnal.id

Untuk mengetahui bagaimana cara membuat e-Faktur, bayar PPN dan melaporkan SPT Masa PPN, lihat tutorialnya di SINI.

Lebih jelasnya bagaimana cara membuat:

  • Cara membuat Faktur Keluaran
  • Membuat Faktur Pengganti
  • Cara membuat Faktur Pajak Pembatalan
  • Membuat Faktur Pajak Retur
  • Cara menghapus ‘Draft’ Faktur Pajak

Berikut panduan langkah-langkah pembuatan berbagai jenis Faktur Pajak di e-Faktur Online.

Ilustrasi membuat Faktur Pajak dan Lapor SPT Masa

Bisa Membuat Bukti Potong PPh 23/26 di e-Bupot Klikpajak

Klikpajak juga dilengkapi fitur e-Bupot yang memudahkan Anda menerbitkan Bukti Potong dan mengelola bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah.

Bahkan fitur e-Bupot yang semakin memudahkan Anda membuat bukti pemotongan PPh Pasal 23/26 dan melaporkan SPT PPh 23/26 melalui e-Bupot dengan menarik data langsung dari laporan keuangan elektronik.

Wajib e-Bupot

Seperti diketahui, baik WP Pengusaha Kena Pajak (PKP) maupun Non-PKP yang melakukan transaksi yang mengharuskan membuat bukti pemotongan PPh 23/26 wajib menggunakan e-Bupot mulai 1 Oktober untuk masa pajak September 2020.

Wajib e-Bupot bagi WP PKP dan Non-PKP ini diatur dalam Kepdirjen Nomor KEP-368/PJ/2020 tentang Penetapan Pemotong PPh Pasal 23/26 yang Diharuskan Membuat Bukti Pemotongan dan Diwajibkan Menyampaikan SPT Masa PPh Pasal 23/26 Berdasarkan PER-04/PJ/2017.

Keunggulan e-Bupot Klikpajak

Berikut keunggulan e-Bupot Klikpajak yang dapat membantu bisnis perusahaan:

  • Pengelolaan bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah karena alur pembuatan yang efisien dan ramah penggunaan (user friendly).
  • Penghitungan pajak otomatis pada SPT Masa PPh 23/26.
  • Pengiriman bukti pemotongan pajak langsung ke lawan transaksi.
  • Bukti pemotongan serta pelaporan SPT Masa PPh 23/26 tidak perlu ditandatangani dengan tanda tangan basah.
  • Bukti pemotongan dan bukti pelaporan tersimpan aman, baik di PJAP dan DJP karena Klikpajak menggunakan teknologi cloud. Sehingga tak perlu khawatir bukti potong dan lapor pajak hilang jika terjadi kerusakan atau kehilangan komputer maupun laptop karena Anda tetap bisa mengaksesnya di mana pun.
  • Keamanan dan kerahasiaan data terjamin karena Klikpajak sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standar Internasional ISO, yang menjadi standar keamanan sistem teknologi informasi.
  • e-Bupot Klikpajak juga terintegrasi dengan sistem pembukuan akuntansi online Jurnal.id, sehingga semakin mudah dalam pembuatan bukti potong.
  • e-Bupot Klikpajak juga memiliki performa yang dapat di-scale upsesuai kebutuhan.
  • Layanan support pajak yang dapat diandalkan dan tutorial dalam penggunaan aplikasi yang terus diperbarui.
  • Fitur e-Bupot Klikpajak juga menyediakan data untuk kebutuhan rekapitulasi dan rekonsiliasi data faktur pajak atas transaksi yang dilakukan.

Contoh fitur membuat bukti potong PPh 23/26 di e-Bupot Klikpajak

Data Terlindungi

Anda dapat nyaman menggunakan aplikasi Klikpajak karena keamanan dan kerahasiaan data terjamin.

Sebab Klikpajak sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standar Internasional ISO yang menjamin standar keamanan sistem teknologi informasi.

Makin Mudah dengan Aplikasi Akuntansi ‘Online’ Jurnal.id

Agar semakin mudah dan praktis dalam melakukan administrasi perpajakan Anda, gunakan juga pembukuan dan laporan keuangan dalam aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Karena aplikasi pajak online Klikpajak.id terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Anda dapat menarik data transaksi dalam laporkan keuangan untuk langsung dibuatkan Faktur Pajaknya maupun Bukti Pemotongan pajaknya serta langsung saat diperlukan untuk melaporkan SPT pajaknya dengan cepat dalam satu platform.

Integrasi dengan Jurnal by Mekari ini merupakan teknologi canggih berbasis API integration yang membuat proses pengolahan data pajak dari bagian keuangan (accounting) lebih cepat dan mudah.

Proses pengelolaan pajak pun jadi makin gampang dan tepat hanya dengan Klikpajak.

Note: Ingin mengetahui bagaimana kemudahan dalam pengelolaan administrasi perpajakan Anda dari integrasi Klikpajak dan Jurnal.id, selengkapnya baca di SINI.

Contoh fitur aplikasi akuntansi online Jurnal.id yang terintegrasi dengan aplikasi pajak online Klikpajak.id

Tim Support Klikpajak Selalu Siap Membantu Anda!

“Fitur lengkap Klikpajak membantu mempermudah urusan perpajakan bagi Anda para pelaku usaha, konsultan pajak, maupun bagi Anda yang berprofesi pada bagian keuangan atau sebagai sebagai tax officer di perusahaan.”

Sebagai mitra resmi DJP, Klikpajak akan membantu Anda dalam menghitung, membayar hingga melaporkan kegiatan perpajakan Anda.

Tinggal klik, semua urusan pajak Anda selesai dalam sekejap!

Ingin melihat bagaimana Klikpajak dapat membantu bisnis atau aktivitas Anda dalam membuat Faktur Pajak, Bukti Pemotongan pajak, penyampaian SPT Tahunan/Masa PPh dan PPN, serta berbagai aktivitas perpajakan lainnya secara efektif yang dapat menghemat banyak waktu Anda?

“Jangan segan menghubungi kami, karena kami senang berbicara dengan Anda. Jadwalkan demo dan kami dapat menunjukkan caranya. Klikpajak mengerti yang Anda butuhkan.”

Cukup daftarkan email Anda di www.klikpajak.id dan temukan bagaimana Anda dapat melakukan urusan pajak dengan sangat menyenangkan. Lebih mudah dari sekadar yang Anda bayangkan.


PUBLISHED15 Oct 2020
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: