e-Faktur 3.0 Eror, Penyebab dan Cara Mengatasinya

e-Faktur 3.0 Eror, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Apakah Anda sedang menghadapi kendala saat menggunakan aplikasi e-Faktur? Jika masalahnya e-Faktur 3.0 eror, ketahui penyebab dan cara mengatasinya dengan mudah.

Seperti diketahui, wajib pajak Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang selama ini menggunakan aplikasi e-Faktur client desktop Direktorat Jenderal Pajak (DJP), wajib update sistem terbaru yakni e-Faktur 3.0 menggantikan versi e-Faktur 2.2, efektif mulai 1 Oktober 2020.

Untuk memperbarui aplikasi e-Faktur DJP ini, PKP harus download dan install patch e-Faktur 3.0 yang tersedia di laman efaktur.pajak.do.id pada perangkat komputer sesuai dengan sistem operasi yang digunakan.

Jika Anda mengalami berbagai kendala dalam mengakses e-Faktur 3.0 eror, berikut Klikpajak by Mekari ulas penyebab dan cara mengatasinya.

e-Faktur 2.2 Tidak Bisa Digunakan

Dengan berlakunya pembaruan sistem aplikasi e-Faktur 3.0, maka e-Faktur 2.2 terhitung sejak 5 Oktober 2020 tidak bisa lagi digunakan.

Artinya, pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Masa Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk Masa Pajak September 2020 dan seterusnya tidak bisa melalui e-Filing dengan cara upload CSV (Comma Separated Value) lagi.

Tapi pelaporan SPT Masa PPN harus melalui aplikasi e-Faktur yang sudah dilengkap dengan fitur prepopulated SPT Masa PPN.

Bagi pengguna e-Faktur Client Desktop DJP, untuk pelaporan SPT Masa PPN, PKP harus masuk ke dalam website dari aplikasi e-Faktur 3.0 karena SPT Masa PPN sudah ada di sistem e-Faktur terbaru ini dan tinggal konfirmasi saja.

Note: Perbedaan e-Faktur 3.0 dan e-Faktur 2.2

Melalui fitur prepopulated ini, DJP menyediakan data Pajak Masukan secara otomatis ketika PKP mendapatkan Faktur Pajak dari lawan transaksi.

Dengan begitu, PKP tinggal mencocokan data Faktur Pajak Masukan dan Faktur Pajak Keluaran pada akhir periode suatu Masa Pajak.

PKP juga tinggal memilih apakah Pajak Masukan akan dikreditkan secara otomatis melalui sistem e-Faktur 3.0 ini untuk kategori Faktur Pajak Masukan yang bisa dikreditkan.

Ilustrasi e-Faktur 3.0 eror

ETAX-40001, Masalah yang Umumnya Sering Terjadi

ETAX-40001 adalah gangguan yang salah satunya terjadi akibat sambungan internet yang tidak bagus sehingga antara aplikasi e-Faktur PKP dengan server pajak tidak bisa terkoneksi lancar.

Gangguan ETAX-40001 sangat mengesalkan karena menghambat PKP dalam mengakses e-Faktur.

Error ETAX-40001 ini menyebabkan PKP tidak bisa mengunggah Faktur Pajak Keluaran dan Faktur Pajak Masukan untuk mendapatkan approval (pengesahan) dan belum bisa mencetaknya.

Dengan begitu, tugas yang seharusnya rampung, menjadi terhambat. 

Selain karena jaringan internet yang kurang bagus, berikut ini penyebab lain munculnya error ETAX-40001 e-Faktur:

  • Masalah pada server ETaxInvoice pada aplikasi e-Faktur Anda.
  • Ada virus pada komputer atau laptop.
  • Aplikasi yang digunakan bisa jadi terblokir oleh firewall Windows atau antivirus bawaan komputer yang digunakan PKP.
  • Sertifikat Elektronik sudah kedaluwarsa.

Note: Cara Cek Sertifikat Elektronik yang Kedaluwarsa (Expired)

Ketika masalah-masalah tersebut muncul dan agar aplikasi e-Faktur dapat digunakan kembali, berikut solusinya :

1. Jika kendalanya ada pada koneksi internet yang lambat, maka tingga mengecek jaringan internet pada komputer.

Pastikan sinyal internet kuat, sehingga bisa mendukung aktivitas dalam mengakses aplikasi e-Faktur ini.

2. Untuk menangkal virus adware atau malware yang bisa merusak program pada komputer atau laptop, maka disarankan untuk melakukan scan berkala sebelum membuka aplikasi e-Faktur.

3. Jika muncul kendala aplikasi e-Faktur terblokir oleh firewall Windows atau oleh antivirus yang dipakai, maka klik turn off firewall windows atau anti-virus, selanjutnya aplikasi e-Faktur sudah bisa dioperasikan.

4. Salah satu penyebab terjadinya error ETAX-40001 e-Faktur karena sertifikat elektronik sudah kadaluarsa.

Maka PKP harus memperbaharui sertifikat elektronik terlebih dahulu.

Caranya sama seperti ketika melakukan permintaan Sertifikat Elektronik untuk pertama kalinya.

5. Jika poin 1-4 sudah di cek semua, namun masih muncul kendala Etax 40001, kemungkinan server DJP sedang bermasalah atau antrean sedang banyak. 

Ilustrasi download aplikasi e-Faktur 3.0 gagal

Eror Saat Menggunakan e-Faktur 3.0

Ada saja kendala saat menggunakan aplikasi pembuatan Faktur Pajak elektronik ini.

Berikut beberapa macam kode eror e-Faktur yang mungkin saja sedang Anda jumpai saat ini dan cara mengatasinya sebagaimana DJP umumkan.

No. Keterangan Eror Cara Mengatasi
1. Database tidak bisa dijakankan atau Etax-10001: Error Database 1. Pastikan database ada dan aplikasi yang berjalan di komputer Anda hanya satu aplikasi yaitu e-Faktur 3.0.0.1.

2. Jangan lupa menjalankan ETaxInvoiceUpd.exe.

2. ETAX-40001: Tidak dapat menghubungi ETaxInvoice Server 1. Pastikan Anda terhubung dengan internet.

2. Cek koneksi internet.

3. Jika menggunakan proxy, maka atur proxy pada aplikasi e-Faktur.

4. Cek apakah e-Faktur diblok oleh antivirus atau firewall.

5. Cek juga apakah Sertifikat Elektronik masih aktif dan perkenalkan ulang Sertifikat Elektronik.

6. Jika sudah melakukan semua pengecekan tersebut, tapi pesan Etax-40001 masih muncul 

3. ETAX-10004: Data tidak ditemukan Lakukan Get Data kembali untuk mengulangi proses request ke server DJP, karena ada kemungkinan koneksi terputus.
4. ETAX-API-50031: NOT FOUND Jika saat menginput Pajak Masukan mendapat notifikasi tersebut, maka penyebab adalah:

1. Salah input Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN).

2. Salah input kode Kantor Pelayanan Pajak (KPP) saat pembuatan ID Billing

3. Atau data pembayaran di sistem DJP belum sinkron atau belum sesuai.

Untuk mengatasi hal ini, pastikan tata cara pembuatan Kode Billing dan pembayaran telah sesuai sebelum menyetor dan mengkreditkan Pajak masukan BKP tidak berwujud/JKP dari luar daerah pabean di dalam daerah pabean.

5. Database rusak dan tidak bisa digunakan Apakah bisa mendapatkan kembali (recovery) data e-Faktur?

1. Atas data e-Faktur yang rusak atau hilang, Anda dapat mengajukan permintaan data e-Faktur ke KPP tempat perusahaan terdaftar dengan menyampaikan surat permintaan data e-Faktur sebagaimana diatur dalam PER-16/PJ/2014 dan perubahannya.

2. Data e-Faktur yang dapat dimintakan terbatas pada data Faktur Pajak Keluaran yang telah diuanggah (upload) ke DJP dan telah memperoleh persetujuan DJP.

3. Prosedur penyelesaian atas permintaan data e-Faktur adalah sebagaimana ditetapkan pada SE-58/PJ/2015.

Catatan: Pastikan Anda melakukan backup db (database) secara rutin.

Jika Gagal Update e-Faktur 3.0

Apabila Anda gagal saat melakukan pembaruan sistem pada aplikasi e-Faktur 3.0, ketahui ketentuan yang harus dipenuhi saat melakukan update.

DJP telah memberikan petunjuk dalam melakukan update e-Faktur versi terbaru ini.

Perlu diperhatikan, untuk update database e-Faktur 3.0 ini, harus dilakukan baik di sisi server maupun client.

Setelah melakukan download e-Faktur versi terbaru, file yang harus di-copy dan di-replace ke database existing adalah:

1. Ketiga File (ETaxInvoice, ETaxInvoiceMain, dan EtaxInvoiceUpd) disalin seluruhnya dan akan menggantikan file existing.

2. Selanjutnya Anda dapat menjalankan ETaxInvoice.exe

Anda diminta untuk tetap melakukan backup data secara manual.

Note: Gagal ‘Update’ e-Faktur? Ini Alternatif ‘Download’ e-Faktur 3.0

Jika sudah sudah berhasil update ke versi 3.0, silakan me-rename fileETaxInvoiceUpd.exe menjadi ETaxInvoiceUpd_backup.exe (Pastikan aplikasi dalam posisi tertutup).

Tujuannya supaya setiap kali aplikasi dibuka, tidak melakukan backup otomatis, di mana proses ini biasanya membutuhkan waktu yang cukup lama jika ukuran database besar.

Selanjutnya, pastikan melakukan backup folder db secara manual dengan menutup aplikasi e-Faktur terlebih dahulu, karena backup otomatisnya sudah tidak aktif.

Berikut beberapa masalah saat update e-Faktur 3.0 dan solusinya:

No. Keterangan Eror Penyebab dan Cara Mengatasi
1. Notifikasi Java Runtime Environment not valid Ini dikarenakan versi aplikasi e-Faktur yang digunakan berbeda dengan versi OS (32bit atau 64bit) pada komputer atau perangkat yang digunakan.

 

Agar lebih mudah membuat dan mengelola e-Faktur serta perlaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Masa Pajak Pertambahan Nilai (PPN), gunakan aplikasi pajak online Klikpajak.id.

Klikpajak.id adalah Penyedia Jasa Apikasi Perpajakan (PJAP) atau Application Service Provider (ASP) mitra resmi DJP yang disahkan dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-169/PJ/2018.

Ilustrasi backup database saat e-Faktur 3.0

Membuat e-Faktur Tanpa ‘Instal’ Aplikasi e-Faktur 3.0

Tahukah, Anda dapat lebih mudah dan praktis menggunakan e-Faktur Klikpajak karena Anda tidak perlu ribet harus menginstall aplikasi maupun backup data e-Faktur ke komputer lain terlebih dahulu.

Melalui e-Faktur Klikpajak, Anda tidak perlu repot-repot download patch terbaru e-Faktur ini karena Anda bisa langsung menggunakannya dan memanfaatkan fitur prepopulated e-Faktur.

“Gunakan aplikasnya, biar Klikpajak yang mengurus sistemnya untuk mempermudah pembuatan e-Faktur hingga pelaporan SPT Masa PPN Anda.”

Sebab aplikasi e-Faktur online Klikpajak mengadopsi sistem berbasis web dengan teknologi cloud. Memudahkan Anda dalam mengakses data dan informasi melalui internet kapan pun dan di mana saja.

Cloud computing atau komputasi awan adalah teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat server untuk mengelola data dan juga aplikasi pengguna.

Melalui teknologi cloud, Anda bisa menggunakan aplikasi tanpa harus mengunduh (download) dan memasang (install) aplikasi terlebih dahulu.

Melalui e-Faktur Klikpajak, Anda dapat mengelola Nomor Seri Faktur Pajak (NSFP) dan memperoleh Surat Pemberitahuan PPN sesuai data yang diunggah ke DJP.

Bahkan pembuatan dan pengelolaan e-Faktur Anda semakin cepat karena salah satu kelebihan Klikpajak adalah terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal by Mekari – Simple Online Accounting Software.

Ini adalah teknologi canggih berbasis API integration yang membuat proses pengelolaan data pajak dari bagian keuangan (accounting) lebih cepat dan mudah.

Melalui e-Faktur Klikpajak, Anda bisa menarik data langsung dari pembukuan atau laporan keuangan Jurnal.id tanpa harus keluar masuk platform lagi.

Tentu saja, hal ini semakin menghemat waktu Anda, bukan?

Cara Membuat e-Faktur dan Pelaporan SPT Masa PPN

Jadi, kemudahan berlipat Anda dapatkan dengan menggunakan e-Faktur Klikpajak adalah:

  • Langsung menggunakan aplikasi e-Faktur tanpainstall terlebih dahulu
  • Tidak perluinput data satu per satu secara manual saat membuat e-Faktur karena bisa langsung menarik data transaksi dari laporan keuangan ‘online’
  • Membuat e-Faktur dan menyampaikan SPT Masa PPN lebih praktis dengan sistem yang terintegrasi dengan Jurnal.id

Untuk mengetahui bagaimana cara membuat e-Faktur, bayar PPN dan melaporkan SPT Masa PPN, lihat tutorialnya di SINI.

Lebih jelasnya bagaimana cara membuat:

  • Faktur Keluaran
  • Membuat Faktur Pengganti
  • Cara membuat Faktur Pajak Pembatalan
  • Membuat Faktur Pajak Retur
  • Cara menghapus ‘Draft’ Faktur Pajak

Selengkapnya, lihat di sini Panduan Lengkap Penggunaan e-Faktur ‘Online’

Contoh fitur membuat Faktur Pajak di e-Faktur Klikpajak

Fitur Lengkap Klikpajak

Di Klikpajak, selain membuat e-Faktur Anda juga dapat membuat bukti pemotongan PPh Pasal 23/26 serta melaporkan SPT PPh 23/26 di e-Bupot, membuat Kode Billing dan bayar billing serta lapor SPT Tahunan/Masa di e-Filing hanya dalam satu platform saja.

“Karena Klikpajak memiliki fitur lengkap mulai dari membantu Anda melakukan administrasi perpajakan dan melaporkan pajaknya hingga beres.”

a. Membuat Bukti Potong PPh 23/26 di e-Bupot Klikpajak

Klikpajak juga dilengkapi fitur e-Bupot yang memudahkan Anda menerbitkan Bukti Potong dan mengelola bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah.

Bahkan fitur e-Bupot yang semakin memudahkan Anda membuat bukti pemotongan PPh Pasal 23/26 dan melaporkan SPT PPh 23/26 melalui e-Bupot dengan menarik data langsung dari laporan keuangan elektronik.

Wajib e-Bupot

Seperti diketahui, baik WP Pengusaha Kena Pajak (PKP) maupun Non-PKP yang melakukan transaksi yang mengharuskan membuat bukti pemotongan PPh 23/26 wajib menggunakan e-Bupot mulai 1 Oktober untuk masa pajak September 2020.

Wajib e-Bupot bagi WP PKP dan Non-PKP ini diatur dalam Kepdirjen Nomor KEP-368/PJ/2020 tentang Penetapan Pemotong PPh Pasal 23/26 yang Diharuskan Membuat Bukti Pemotongan dan Diwajibkan Menyampaikan SPT Masa PPh Pasal 23/26 Berdasarkan PER-04/PJ/2017.

Keunggulan e-Bupot Klikpajak

Berikut keunggulan e-Bupot Klikpajak yang dapat membantu bisnis perusahaan:

  • Pengelolaan bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah karena alur pembuatan yang efisien dan ramah penggunaan (user friendly).
  • Penghitungan pajak otomatis pada SPT Masa PPh 23/26.
  • Pengiriman bukti pemotongan pajak langsung ke lawan transaksi.
  • Bukti pemotongan serta pelaporan SPT Masa PPh 23/26 tidak perlu ditandatangani dengan tanda tangan basah.
  • Bukti pemotongan dan bukti pelaporan tersimpan aman, baik di PJAP dan DJP karena Klikpajak menggunakan teknologi cloud. Sehingga tak perlu khawatir bukti potong dan lapor pajak hilang jika terjadi kerusakan atau kehilangan komputer maupun laptop karena Anda tetap bisa mengaksesnya di mana pun.
  • e-Bupot Klikpajak juga terintegrasi dengan sistem pembukuan akuntansi online Jurnal.id, sehingga semakin mudah dalam pembuatan bukti potong.
  • e-Bupot Klikpajak juga memiliki performa yang dapat di-scale upsesuai kebutuhan.
  • Layanan support pajak yang dapat diandalkan dan tutorial dalam penggunaan aplikasi yang terus diperbarui.
  • Fitur e-Bupot Klikpajak juga menyediakan data untuk kebutuhan rekapitulasi dan rekonsiliasi data faktur pajak atas transaksi yang dilakukan.

Contoh fitur membuat bukti potong PPh 23/26 di e-Bupot Klikpajak

b. Cara Membuat Kode Billing Sekaligus Bayar Pajak di e-Billing Klikpajak

Sebelum menyetor pajak, Anda perlu mendapatkan Kode Billing atau ID Billing terlebih dahulu dari DJP melalui e-Billing.

Anda juga bisa membuat Kode Billing sebagai syarat yang harus dipenuhi pada saat akan melakukan pembayaran pajak dengan mudah di Klikpajak.

Anda bisa membuat Kode Billing untuk semua jenis Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS) dengan mudah dan gratis.

Semua riwayat ID Billing dan SSP akan tersimpan dengan aman sesuai jenis dan masa pajak yang diinginkan.

Begitu juga Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) juga akan disimpan dengan rapi dan aman pada Arsip Pajak di Klikpajak.

Sistem e-Billing akan membimbing Anda mengisi Surat Setoran Pajak (SSP) elektronik dengan benar sesuai transaksi.

“Klikpajak akan menerbitkan ID Billing Anda resmi dari DJP dan Anda dapat langsung membayar pajak tanpa harus keluar dari platform. Karena e-Billing Klikpajak terintegrasi dengan bank persepsi yang ditunjuk DJP untuk menerima pembayaran/setoran pajak.”

Setelah pembayaran pajak selesai, Anda akan langsung menerima Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) resmi dari DJP.

Note: Langkah-langkah cara membuat Kode Billing dan Bayar Billing, selengkapnya lihat di SINI.

Contoh fitur membuat Kode Billing dan bayar billing di e-Billing Klikpajak

c. Lapor SPT di e-Filing Klikpajak Gratis!

Melalui e-Filing Klikpajak Anda dapat melaporkan semua jenis SPT Tahunan/Masa PPh dengan langkah-langkah yang mudah.

Lapor SPT di e-Filing Klikpajak juga gratis selamanya, seperti:

  • SPT Tahunan Pajak Badan
  • SPT Masa (Bulanan) Pajak
  • SPT Tahunan Pajak Pribadi

Setelah menyampaikan SPT Pajak, Anda akan peroleh bukti lapor dalam bentuk elektronik, yakni Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) dari DJP, yang berisi:

  • Informasi Nama Wajib Pajak (WP)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Tanggal pembuatan BPE
  • Jam pembuatan BPE
  • Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE)

Melalui Klikpajak, Anda juga akan mendapatkan NTTE resmi dari DJP sebagai bukti lapor.

Note: Langkah-langkah cara lapor SPT Pajak di e-Filing

Ketahui Batas Waktu Bayar dan Lapor SPT Pajak

Tak perlu bingung kapan waktunya harus bayar dan lapor pajak.

Hindari sanksi atau denda telat bayar dan lapor pajak, lebih mudah lihat semua jadwal pembayaran dan pelaporan pajak pada kalender saku di Kalender Pajak Klikpajak

Data Terlindungi

Tenang, Anda dapat menyimpan berbagai riwayat pembayaran atau bukti pelaporan pajak maupun aktivitas pajak lainnya dengan nyaman, karena keamanan dan kerahasiaan data terjamin.

Sebab Klikpajak sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standar Internasional ISO yang menjamin standar keamanan sistem teknologi informasi.

Sehingga Anda tidak perlu khawatir kehilangan bukti bayar atau lapor pajak hilang jika terjadi kerusakan atau kehilangan komputer maupun laptop.

Ilustrasi sistem keamanan cloud yang berlapis

Makin Mudah Lakukan Administrasi Perpajakan karena Terhubung Jurnal.id

Agar semakin mudah dan praktis dalam melakukan administrasi perpajakan Anda, gunakan juga pembukuan dan laporan keuangan dalam aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Karena aplikasi pajak online Klikpajak.id terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Anda dapat menarik data transaksi dalam laporkan keuangan untuk langsung dibuatkan Faktur Pajaknya maupun Bukti Pemotongan pajaknya serta langsung saat diperlukan untuk melaporkan SPT pajaknya dengan cepat dalam satu platform.

Jurnal.id adalah software akuntansi online berbasis cloud dengan laporan keuangan lengkap seperti:

  • Neraca keuangan
  • Arus kas
  • Laba-rugi

Dan lainnya yang memudahkan Anda mengelola faktur, biaya, stok barang, cash link atau transfer langsung dalam aplikasi, hingga melihat ringkasan bisnis dari smartphone Anda.

Note: Ingin mengetahui bagaimana integrasi aplikasi akuntansi online Jurnal.id dan aplikasi pajak online Klikpajak.id ini semakin mempermudah urusan Anda, selengkapnya lihat di SINI.

Contoh fitur aplikasi akuntansi online Jurnal.id yang terhubung dengan aplikasi pajak online Klikpajak.id

Tim Support Klikpajak Selalu Siap Membantu Anda!

“Fitur lengkap Klikpajak membantu mempermudah urusan perpajakan bagi Anda para pelaku usaha, konsultan pajak, maupun bagi Anda yang berprofesi pada bagian keuangan atau sebagai sebagai tax officer di perusahaan.”

Sebagai mitra resmi DJP, Klikpajak akan membantu Anda dalam menghitung, membayar hingga melaporkan kegiatan perpajakan Anda.

Tinggal klik, semua urusan pajak Anda selesai dalam sekejap!

Ingin melihat bagaimana Klikpajak dapat membantu bisnis atau aktivitas Anda dalam membuat Faktur Pajak, Bukti Pemotongan pajak, penyampaian SPT Tahunan/Masa PPh dan PPN, serta berbagai aktivitas perpajakan lainnya secara efektif yang dapat menghemat banyak waktu Anda?

“Jangan segan menghubungi kami, karena kami senang berbicara dengan Anda. Jadwalkan demo dan kami dapat menunjukkan caranya. Klikpajak mengerti yang Anda butuhkan.”

Cukup daftarkan email Anda di www.klikpajak.id dan temukan bagaimana Anda dapat melakukan urusan pajak dengan sangat menyenangkan. Lebih mudah dari sekadar yang Anda bayangkan.

 


PUBLISHED28 Oct 2020
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: