Bagaimana Cara Upload Pajak Masukan Prepopulated di e-Faktur 3.0?

Bagaimana Cara Upload Pajak Masukan Prepopulated di e-Faktur 3.0?

e-Faktur 3.0 adalah fitur perpajakan terbaru Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk menggantikan e-Faktur 2.2 yang berlaku nasional 1 Oktober 2020 lalu. Dalam e-Faktur 3.0, terdapat fitur prepopulated alias pengisian otomatis. Dengan begitu, cara upload Pajak Masukan prepopulated pada e-Faktur 3.0 menjadi sedikit berbeda dibanding e-Faktur 2.2.

Sebelum membahas bagaimana cara upload Pajak Masukan di e-Faktur 3.0, mari kilas balik sesaat apa itu teknologi prepopulated yang ditanamkan dalam e-Faktur 3.0.

Selain di Pajak Masukan, teknologi prepopulated juga dimasukkan pada Pemberitahuan Impor Barang (PIB), Surat Pemberitahuan (SPT) Masa Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Prepopulated VAT (Value Added Tax) Refund, dan Sinkronisasi kode cap fasilitas.

Inovasi dalam e-Faktur 3.0 menyediakan data Pajak Masukan yang dapat WP kreditkan by system. Dengan begitu, WP tidak perlu lagi melakukan input data secara manual ke aplikasi e-Faktur.

Sedangkan untuk prepopulated SPT, pelaporan SPT Masa PPN tidak perlu lagi berpindah ke aplikasi e-Filing atau e-SPT karena penyampaian SPT Masa PPN ini sudah wajib dilakukan di aplikasi e-Faktur juga yakni di e-Faktur web based bagi pengguna e-Faktur client desktop.

Semua data Pajak Keluaran dan Pajak Masukan yang tersedia untuk dilaporkan di SPT Masa PPN akan disediakan melalui e-Faktur web based tersebut.

Lebih lanjut mengenai fitur terbaru pembuatan Faktur Pajak elektronik DJP ini dan bagaimana cara upload Pajak Masukan prepopulated di e-Faktur 3.0, berikut ulasan dari Klikpajak by Mekari.

Harus Download Patch dan Update e-Faktur 3.0

Untuk dapat menggunakan fitur e-Faktur versi terbaru DJP ini, Pengusaha Kena Pajak (PKP) harus update e-Faktur 3.0 pada perangkat komputernya.

Update e-Faktur 3.0 ini mau tidak mau harus dilakukan PKP karena DJP telah menutup saluran e-Faktur 2.2 pada 5 Oktober 2020 lalu.

PKP bisa mendapatkan e-Faktur 3.0 di https://efaktur.pajak.go.id/aplikasi. Ini merupakan Patch Update yang harus ditambahkan pada aplikasi e-Faktur versi sebelumnya, yakni e-Faktur versi 2.2 agar e-Faktur 3.0 terpasang pada perangkat komputer PKP.

Perusahaan atau WP yang baru mendapat status PKP dapat melakukan langkah berikut ini untuk mendapatkan e-Faktur 3.0:

  1. Download aplikasi e-Faktur versi 2.2 dan Patch Update Aplikasi e-Faktur 3.0
  2. Extract aplikasi e-Faktur versi 2.2
  3. Silahkan install aplikasi e-Faktur versi 2.2 terlebih dahulu sebelum Patch Update Aplikasi e-Faktur 3.0
  4. Extract Patch Update Aplikasi e-Faktur 3.0
  5. Copy seluruh file (3 file) hasil extract Patch Update Aplikasi e-Faktur 3.0
  6. Paste file nomor (5) ke aplikasi e-Faktur versi 2.2
  7. Jalankan instalasi aplikasi e-Faktur

Setelah aplikasi e-Faktur 3.0 terpasang pada komputer, selanjutnya PKP dapat melakukan aktivitas terkait Faktur Pajak salah satunya upload Pajak Masukan di e-Faktur 3.0.

Ilustrasi update e-Faktur 3.0

Cara Upload Pajak Masukan dengan Fitur Prepopulated e-Faktur 3.0

Untuk memulai upload Pajak Masukan menggunakan fitur prepopulated ini, sebelumnya pastikan terlebih dahulu menu Prepopulated Data yang jadi tanda bahwa e-Faktur Anda sudah ter-update versi 3.0.

Berikut langkah-langkah cara upload Pajak Masukan selanjutnya:

  • Setelah aplikasi e-Faktur ter-update di komputer, pilih menu ‘Prepopulated Data’
  • Kemudian pilih ‘Faktur Pajak Masukan’
  • Lalu pilih Masa dan Tahun Pajak yang ingin diproses
  • Setelah Masa dan Tahun Pajak diisi, klik ‘Get Data’
  • Kemudian akan diarahkan pada pengisian kode captcha sebanyak 2 kali.
  • Kode captcha pertama untuk menjalankan ‘Start Uploader’ dan membangun koneksi antara aplikasi client desktop dengan server DJP
  • Isi kode captcha yang tertera dan isi password akun PKP atau e-Nofa
  • Lalu klik ‘Submit’
  • Setelah itu kode captcha kedua akan muncul
  • Kode captcha kedua ini untuk validasi ‘Get Data’ per halaman untuk kemudian data dapat ditarik
  • Lanjutkan dengan menginput kode capctcha yang tertera, klik ‘Validate’
  • Setelah itu akan terlihat seluruh Faktur Pajak Masukan untuk Masa dan Tahun Pajak yang sebelumnya diisi
  • Lalu pilih Faktur Pajak Masukan yang ingin dikreditkan
  • Jika ingin mengkreditkan semua Faktur Pajak Masukan, bisa dilakukan dengan cara seluruh data disorot (Ctrl + A)
  • Kemudian klik ‘Upload’
  • Berikutnya akan ada ‘Notifikasi’ bahwa Faktur Pajak yang sudah siap diupload tidak dapat diubah kembali
  • Lalu klik ‘Yes’ dan ‘Ok’ jika memang sudah yakin
  • Untuk memastikan uploader berjalan, pilih menu ‘Manajemen Upload’ pada menu utama
  • Selanjutnya klik ‘Upload Faktur/Retur’
  • Berikutnya klik ‘Start Uploader’, tunggu beberapa saat lalu akan muncul notifikasi bahwa uploader berjalan
  • Lalu pilih menu ‘Faktur’ di menu utama untuk mengecek Faktur Pajak Masukan yang berhasil di-upload
  • Kemudian pilih ‘Pajak Masukan’ dan klik ‘Administrasi Faktur’
  • Pastikan Faktur Pajak yang di-upload statusnya ‘Approval Succes’
  • Jika terjadi status tidak sukses, periksa kembali penyebab atau kode erornya

Note: Untuk mengetahui berbagai kode eror pada e-Faktur 3.0, selengkapnya baca di SINI.

Ilustrasi upload Pajak Masukan prepopulated

Cara Input dan Mengkreditkan Pajak Masukan Prepopulated e-Faktur 3.0

Bagi Anda yang ingin mengetahui cara input Pajak Masukan maupun cara mengkreditkan Pajak Masukan prepopulated pada e-Faktur 3.0m berikut langkah-langkahnya:

1. Input Pajak Masukan

Sedangkan untuk input Pajak Masukan caranya seperti berikut:

  • Masuk ke aplikasi e-Faktur, lalu ‘Login’ di efaktur.go.id
  • Klik menu ‘Faktur’, lalu pilih ‘Pajak Masukan’, dan pilih ‘Administrasi Faktur’
  • Masuk ke ‘Daftar Faktur Pajak Masukan’, lalu klik ‘Rekam Faktur’
  • Pada menu ‘Rekam Faktur Pajak Masukan’, masukkan nomor Faktur Pajak Masukan, NPWP lawan transaksi sesuai dengan Faktur Pajak. 
  • Jika lawan transaksi bukan PKP baru dan sudah pernah upload datanya, maka tinggal klik F3 dan pilih ‘Cari’
  • Kalau belum pernah bertransaksi dengan lawan transaksi tersebut, maka ketika mengisi NPWP lawan transaksi, WP akan diarahkan untuk mengisi terlebih dahulu data lawan transaksi baru.

Baca Juga: Aturan Baru Membuat e-Faktur dan Cara Mengkreditkan Pajak Masukan di UU Cipta Kerja

2. Cara Input Data Lawan Transaksi

  • Klik ‘Buat Lawan Transaksi Baru’
  • Upload data lawan transaksi. Contohnya nama, NPWP, alamat dan data lain
  • Klik ‘Simpan’. WP nanti akan mendapat notifikasi berhasil input data lawan transaksi
  • Silakan kembali ke menu ‘Rekam Faktur Pajak Masukan’. Maka akan terlihat nama lawan transaksi
  • Cek kembali tanggal faktur apakah sudah sesuai semua dengan Faktur Pajak yang diterima, pelaporan SPT dan nilai DPP
  • Jika sudah cocok semua, klik ‘Simpan’. Selesai.  

3. Pilihan Mengkreditkan atau Tidak Mengkreditkan

  • Pilih Faktur Pajak, klik ‘Ubah Faktur”
  • Silakan memilih dikreditkan atau tidak dikreditkan. Lalu klik ‘Simpan’
  • Upload Faktur Pajak Masukan. PKP selanjutnya akan mendapatkan notifikasi yang menginformasikan Faktur Pajak Masukan siap diproses. Maka klik ‘OK’
  • Status Faktur Pajak Masukan sekarang statusnya ‘Siap Approved’
  • Berikutnya, silakan ke menu ‘Management Upload’ yang ada di atas layar, pilih ‘Upload Faktur’, klik ‘Start Uploader’
  • Isi kode keamanan (captcha) dan password e-Nofa, klik ‘Submit’
  • Selanjutnya, WP akan melihat notifikasi ‘Uploader Berjalan’. Klik ‘Perbarui’ pada daftar Pajak Masukan paling kanan atas layar
  • Status Faktur Pajak Masukan pun berubah menjadi ‘Approval Sukses’. Selesai.

Sebagai tambahan informasi, WP harus menentukan terlebih dahulu Masa Pajak dan Tahun Pajak pengkreditan, kemudian melakukan get data.

Pajak Masukan yang muncul dan tersedia sifatnya data prepopulated berdasarkan Pajak Masukan untuk Masa Pajak yang dipilih dan 3 Masa Pajak sebelumnya yang belum dikreditkan.

Pajak Masukan yang muncul melalui prepopulated data Pajak Masukan dan WP tidak bermaksud untuk mengkreditkan di Masa Pajak yang dipilih, maka biarkan saja data Pajak Masukan tersebut.

Pajak Masukan yang tidak dipilih untuk di-upload akan kembali muncul sebagai Pajak Masukan yang tersedia untuk dikreditkan di Masa Pajak berikutnya, asalkan selama masih memenuhi ketentuan pengkreditan Pajak Masukan.

Dalam fitur ubah pengkreditan, WP bisa menggunakannya kalau ingin mengubah status pengkreditan dari DIKREDITKAN (B1/B2) menjadi TIDAK DIKREDITKAN (B3) atau sebaliknya.

Perlu dicatat, fitur prepopulated Pajak Masukan ini merupakan fitur tambahan dan tidak menghilangkan fungsi key-in atau mekanisme import data CSV.

Menu ini merupakan alat bantu untuk memudahkan anda agar tidak perlu melakukan input (key-in) atau mekanisme import data.

Ingat, seiring dengan pembaruan sistem e-Faktur 3.0 DJP ini, selain harus update dengan install dan download patch terbaru e-Faktur 3.0 ini, PKP yang menggunakan e-Faktur Client Desktop masih harus berpindah platform ke e-Faktur Web Based di web-efaktur.pajak.go.id untuk menyampaikan SPT Masa PPN.

Update e-Faktur 3.0 ini juga diharuskan bagi Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) mitra resmi DJP pada servernya, seperti Klikpajak.id.

Tahukah, Anda dapat dengan mudah membuat Faktur Pajak dan memanfaatkan fitur prepopulated 3.0 tanpa install aplikasi dan bisa lapor SPT Masa PPN dalam satu platform di e-Faktur Klikpajak.id.

Klikpajak.id adalah PJAP atau Application Service Provider (ASP) mitra resmi Ditjen Pajak yang disahkan dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-169/PJ/2018.

Jadi, ketika Anda menggunakan aplikasi e-Faktur Klikpajak.id, bukan hanya dapat langsung memanfaatkan fitur prepopulated e-Faktur 3.0 DJP untuk membuat Faktur Pajaknya, tapi juga bisa lapor SPT Masa PPN di e-Faktur tanpa keluar platform.

Seperti diketahui, sejak berlakunya e-Faktur 3.0, penyampaian SPT Masa PPN tidak bisa lagi melalui aplikasi e-Filing atau e-SPT. Akan tetapi, lapor SPT Masa PPN wajib menggunakan aplikasi e-Faktur mulai Masa Pajak September 2020.

“Jadi, langsung saja gunakan aplikasinya, biar Klikpajak.id yang mengurus sistemnya untuk mempermudah pembuatan e-Faktur dan pelaporan SPT Masa PPN Anda.”

Ingin langsung gunakan aplikasi e-Faktur 3.0 tanpa install dan update aplikasi e-Faktur sendiri, daftar dan aktifkan akun e-Faktur Anda sekarang juga di https://my.klikpajak.id/register.

Fitur lengkap aplikasi pajak online Klikpajak.id

Kenapa Lebih Mudah di Klikpajak?

Melalui Klikpajak, Anda dapat membuat Faktur Pajak Keluaran, Faktur Pajak Pengganti, Faktur Pajak Retur, dapat menghapus draft Faktur Pajak, hingga bayar PPN dan lapor SPT Masa PPN dengan mudah hanya dalam satu platform.

  1. Cara Impor Faktur Pajak Masukan di e-Faktur 3.0
  2. Alur Pembuatan Faktur Pajak, Bayar PPN dan Lapor SPT Masa PPN di e-Faktur
  3. Tutorial Membuat Berbagai Jenis Faktur pajak di e-Faktur

Bahkan pembuatan Faktur Pajak semakin cepat dan praktis karena Klikpajak.id terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id, sehingga dapat menarik data laporan keuangan yang akan dibuat Faktur Pajaknya.

Bukan hanya itu, Klikpajak juga memiliki fitur lengkap yang memudahkan Anda menghitung, membayar dan melaporkan pajak Anda hanya dalam satu platform.

Apa saja fitur lengkap Klikpajak.id yang membuat Anda dapat menghemat waktu dan tenaga?

a. Mudah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT Masa PPh 23/26 di e-Bupot

Klikajak juga dilengkapi fitur e-Bupot yang memudahkan Anda menerbitkan Bukti Potong PPh Pasal 23/26 dan mengelola bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah.

Melalui fitur e-Bupot Klikpajak, Anda juga dapat langsung menarik data laporan keuangan elektronik yang akan dibuatkan bukti pemotongan pajaknya maupun penyampaian SPT PPh Pasal 23/26.

Wajib e-Bupot

Seperti diketahui, baik WP Pengusaha Kena Pajak (PKP) maupun Non-PKP yang melakukan transaksi mengharuskan membuat bukti pemotongan PPh Pasal 23/26, wajib menggunakan e-Bupot mulai 1 Oktober untuk Masa Pajak September 2020.

Wajib e-Bupot bagi WP PKP dan Non-PKP ini diatur dalam Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-368/PJ/2020 tentang Penetapan Pemotong PPh Pasal 23/26 yang Diharuskan Membuat Bukti Pemotongan dan Diwajibkan Menyampaikan SPT Masa PPh 23/26 Berdasarkan PER-04/PJ/2017.

Note: Tutorial Langkah-Langkah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT PPh Pasal 23/26 di e-Bupot.

Keunggulan e-Bupot Klikpajak

Berikut keunggulan e-Bupot Klikpajak yang dapat membantu bisnis perusahaan:

  • Pengelolaan bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah karena alur pembuatan yang efektif dan ramah penggunaan (user friendly)
  • Penghitungan pajak otomatis pada SPT Masa PPh 23/26
  • Pengiriman bukti pemotongan pajak langsung ke lawan transaksi
  • Bukti pemotongan serta pelaporan SPT Masa PPh 23/26 tidak perlu ditandatangani dengan tanda tangan basah
  • Bukti pemotongan dan bukti pelaporan tersimpan aman, baik di Klikpajak dan DJP
  • e-Bupot Klikpajak juga terintegrasi dengan sistem pembukuan akuntansi online Jurnal.id, sehingga semakin mudah membuat bukti potong
  • e-Bupot Klikpajak juga memiliki performa yang dapat di-scale up sesuai kebutuhan
  • Layanan support pajak yang dapat diandalkan dan tutorial dalam penggunaan aplikasi yang terus diperbarui
  • Fitur e-Bupot Klikpajak juga menyediakan data untuk kebutuhan rekapitulasi dan rekonsiliasi data Faktur Pajak atas transaksi yang dilakukan

Fitur membuat bukti potong PPh Pasal 23/26 di e-Bupot Klikpajak

b. Anda Bisa Membuat Kode Billing Sekaligus Bayar Pajak di e-Billing

Sebelum menyetor pajak, Anda perlu mendapatkan Kode Billing atau ID Billing terlebih dahulu dari DJP sebagai syarat untuk membayar pajak.

Setelah mendapatkan Kode Billing dari DJP, Anda wajib membayar billing ke pos atau bank persepsi seperti ATM, internet banking ataupun teller bank.

Melalui e-Billing Klikpajak, Anda dapat membuat Kode Billing untuk semua jenis Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS) dengan mudah dan gratis.

Semua riwayat ID Billing dan SSP akan tersimpan dengan aman sesuai jenis dan Masa Pajak yang diinginkan.

Begitu juga Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) juga akan disimpan dengan rapi dan aman pada fitur Arsip Pajak di Klikpajak.

Sistem e-Billing akan membimbing Anda mengisi Surat Setoran Pajak (SSP) elektronik dengan benar sesuai transaksi.

“Klikpajak akan menerbitkan ID Billing Anda resmi dari DJP dan Anda dapat langsung membayar pajak tanpa keluar dari platform. Karena e-Billing Klikpajak terintegrasi dengan bank persepsi yang ditunjuk DJP untuk menerima pembayaran/setoran pajak.”

Setelah pembayaran pajak selesai, Anda akan langsung menerima Bukti Penerimaan Negara (BPN) resmi dari Direkorat Jenderal Pajak (DJP).

Note: Langkah-Langkah Cara Membuat Kode Billing dan Bayar Billing di e-Billing

Fitur membuat Kode Billing dan bayar billing langsung di e-Billing Klikpajak

c. Lapor SPT Pajak di e-Filing Klikpajak Gratis!

Melalui e-Filing Klikpajak, Anda dapat melaporkan semua jenis SPT Tahunan/Masa dengan langkah-langkah yang mudah.

Lapor SPT pajak di e-Filing Klikpajak juga gratis selamanya, seperti:

  • SPT Tahunan Pajak Badan
  • SPT Masa (Bulanan) Pajak
  • SPT Tahunan Pajak Pribadi

Setelah menyampaikan SPT pajak, Anda akan peroleh bukti lapor dalam bentuk elektronik, yakni Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) dari DJP yang berisi:

  • Informasi Nama Wajib Pajak (WP)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Tanggal pembuatan BPE
  • Jam pembuatan BPE
  • Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE)

Melalui Klikpajak.id, Anda juga akan mendapatkan NTTE resmi dari DJP sebagai bukti lapor.

Untuk mengetahui cara lapor SPT PPh Badan, dapat melihat tutorialnya pada video berikut ini:

Mudah Lihat Batas Waktu Bayar dan Lapor Pajak

Tidak perlu bingung kapan waktunya harus membayar dan melaporkan pajak Anda tepat waktu.

Hindari sanksi atau denda terlambat bayar dan lapor pajak, lebih mudah lihat semua jadwal pembayaran dan pelaporan SPT pada kalender saku di Kalender Pajak Klikpajak.

d. Dilengkapi Fitur ‘Multi Users dan Multi NPWP’ Unlimited dan Gratis!

Klikpajak.id juga dilengkapi dengan fitur Multi Users dan Multi Company (NPWP) yang semakin membuat aktivitas perpajakan Anda lebih efektif.

Fitur ‘Multi Users’ Klikpajak adalah fitur yang memungkinkan Anda untuk dapat mengatur siapa saja dan berapa banyak pengguna yang dapat mengakses akun aplikasi Klikpajak.id di bawah nama perusahaan yang sama.

Sedangkan fitur ‘Multi Company/NPWP’ adalah fitur yang memungkinkan Anda untuk mengelola beberapa perusahaan dalam satu akun Klikpajak.

Note: Lebih jelasnya bagaimana cara kerja fitur Multi Users dan Multi Company ini, selengkapnya lihat di SINI.

e. Terintegrasi Jurnal.id, Administrasi Perpajakan Makin Mudah dan Cepat

Agar semakin mudah dan praktis dalam melakukan administrasi perpajakan Anda, gunakan juga pembukuan dan laporan keuangan dalam aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Karena aplikasi pajak online Klikpajak.id terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Anda dapat menarik data transaksi dalam laporan keuangan untuk langsung dibuatkan Faktur Pajaknya maupun Bukti Potong Pajaknya secara langsung, dan saat diperlukan untuk melaporkan SPT pajaknya dengan cepat dalam satu plaform.

Integrasi dengan Jurnal by Mekari ini merupakan teknologi canggih berbasis API integration yang membuat proses pengolahan data pajak dari bagian keuangan (accounting) lebih cepat dan mudah.

Jurnal.id adalah software akuntansi online berbasis cloud dengan laporan keuangana lengkap, seperti:

  • Neraca keuangan
  • Arus kas
  • Laba-rugi

Dan lainnya yang memudahkan Anda mengelola faktur, biaya, stok barang, cash link atau transfer langsung dalam aplikasi, hingga melihat ringkasan bisnis dari smartphone Anda.

Note: Ingin mengetahui bagaimana integrasi aplikasi akuntansi online Jurnal.id dan aplikasi pajak online Klikpajak.id ini semakin memudahkan urusan perpajakan Anda, selengkapnya temukan di SINI.

Integrasi Jurnal.id dan Klikpajak.id semakin memudahkan administrasi perpajakan Anda

Keamanan Data Terlindungi

Tenang, Anda dapat menyimpan berbagai riwayat pembayaran atau bukti pelaporan pajak maupun aktivitas pajak lainnya dengan nyaman, karena keamanan dan kerahasiaan data terjamin.

Sebab Klikpajak.id sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standar Internasional ISO yang menjamin standar keamanan sistem teknologi informasi.

Sehingga Anda tidak perlu khawatir kehilangan bukti bayar atau lapor pajak hilang jika terjadi kerusakan maupun kehilangan komputer atau laptop.

Keamanan data adalah yang utama

Tim ‘Support’ Klikpajak Selalu Siap Membantu Anda!

“Fitur lengkap Klikpajak membantu mempermudah urusan perpajakan bagi Anda para pelaku usaha, konsultan pajak, maupun bagi Anda yang berprofesi pada bagian keuangan atau sebagai tax officer di perusahaan.”

Sebagai mitra resmi DJP, Klikpajak akan membantu Anda dalam menghitung, membayar dan melaporkan pajak Anda dengan mudah.

Tinggal klik, semua urusan pajak Anda selesai dalam sekejap!

Ingin melihat bagaimana Klikpajak dapat membantu bisnis atau aktivitas Anda dalam membuat Faktur Pajak, Bukti Pemotongan Pajak, penyampaian SPT Tahunan/Masa PPh dan PPN, serta berbagai aktivitas perpajakan lainnya secara efektif menghemat banyak waktu Anda?

“Jangan segan menghubungi kami, karena kami senang berbicara dengan Anda. Jadwalkan demo dan kami dapat menunjukkan caranya untuk memudahkan urusan perpajakan Anda. Klikpajak mengerti yang Anda butuhkan.”

Cukup daftarkan email Anda di www.klikpajak.id dan temukan bagaimana Anda dapat melakukan urusan pajak dengan sangat menyenangkan. Lebih mudah dari sekadar yang Anda bayangkan.


PUBLISHED10 Dec 2020
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: