Aplikasi Scan Barcode Faktur Pajak untuk PKP - Klikpajak

Aplikasi Scan Barcode Faktur Pajak untuk PKP

Faktur pajak dapat dikatakan menjadi salah satu dokumen penting terkait transaksi antara PKP. Pasalnya, dokumen ini menunjukkan perhitungan PPN yang dilakukan atas transaksi tersebut, yang artinya PKP sudah melaksanakan kewajiban perpajakan. Dalam prosesnya, tidak sedikit pencatatan faktur pajak yang mengalami kesalahan. Namun kesalahan dapat diminimalisir dengan penggunaan aplikasi scan barcode faktur pajak. Aplikasi tersebut berhubungan langsung dengan aplikasi e-Faktur milik DJP Online.

Baca Juga : e-Faktur: Pahami 3 Tahapan Mudah Pengisiannya

 

Cara Kerja Aplikasi

Aplikasi ini menggunakan kamera smartphone atau alat scan khusus untuk membaca barcode yang tercetak pada lembar faktur pajak. Barcode berisi semua informasi yang terdapat pada faktur pajak, sekaligus menjadi identitas unik untuk faktur pajak tersebut. Satu barcode dengan barcode lainnya tidak akan memiliki kesamaan, karena faktur pajak juga tidak akan sama informasinya.

Pemanfaatan aplikasi semacam ini lebih condong pada input Faktur Pajak Masukan. Langkah pertama adalah dengan mencetak dokumen faktur pajak masukan, kemudian lakukan scan pada bagian barcode yang ada. Secara langsung barcode tersebut akan terbaca. Kemudian informasi data yang ada dalam Faktur Pajak Masukan langsung disimpan dalam direktori penyimpanan perangkat Anda.

Selanjutnya, Anda tinggal melakukan import data yang sudah didapatkan ke aplikasi e-Faktur milik DJP. Dengan begitu, semua Faktur Pajak Masukan yang Anda scan masuk ke penyimpanan dan database e-faktur yang ada di perangkat Anda. Praktis dan mudah bukan?

 

Keuntungan Penggunaan Aplikasi

Dengan digitalisasi yang diterapkan pada transkasi faktur pajak, validnya faktur pajak dapat semakin terjamin. Bagaimana tidak, faktur pajak digital seperti ini harus dinomori dengan Nomor Seri Faktur Pajak yang secara resmi diterbitkan oleh DJP dengan pengajuan melalui e-Nofa yang dikelola oleh DJP. Setiap NFSP hanya dapat digunakan satu kali, sehingga terhindar dari penyalahgunaan faktur pajak.

Selain itu, input faktur pajak yang dilakukan dengan aplikasi scan barcode faktur pajak juga akan terhindar dari kesalahan input yang bisa membawa masalah untuk Anda sebagai PKP. Aplikasi dapat mengidentifikasi jika faktur pajak sudah pernah dipindai dan datanya sudah masuk ke direktori. Sehingga Anda tidak akan melakukan kesalahan berupa input berulang.

Berapa lama waktu yang Anda perlukan untuk melakukan input data faktur pajak masukan secara manual? Dengan cara pemindaian, proses input dapat dilakukan kurang dari 5 detik. Tentu saja aplikasi ini dapat meningkatkan efektivitas kerja administrastrator faktur pajak.

Selain menawarkan kecepatan pemindaian, aplikasi semacam ini juga dapat dengan mudah mengenali faktur pajak fiktif. Faktur pajak resmi memiliki barcode unik yang dicetak oleh layanan DJP, sehingga tentu informasinya dan dapat terbaca. Faktur pajak fiktif akan memiliki barcode yang tidak valid, sehingga ketika dipindai tidak ada informasi yang ditampilkan.

Hasil pemindaian juga menggunakan format CSV yang serupa dengan yang digunakan pada aplikasi e-Faktur milik DJP. Sehingga proses export-nya juga akan jauh lebih cepat dan sederhana. Anda tidak perlu lagi menyesuaikan format dan detailnya agar bisa langsung digunakan.

Baca Juga : Pelaporan Pajak Pertambahan Nilai dengan Membuat e-Faktur

 

Pada dasarnya keberadaan aplikasi scan barcode faktur pajak dapat memudahkan PKP dalam administrasi Faktur Pajak Masukan. Dengan fitur yang cukup lengkap, dirasa transaksi dan administrasi faktur pajak akan berjalan jauh lebih cepat dan jauh lebih efektif daripada secara manual.

Digitalisasi dalam administrasi perpajakan terus berkembang. Keberadaan aplikasi scan barcode faktur pajak, kanal pembayaran dan pelaporan online bertujuan untuk memudahkan wajib pajak dalam melaksanakan kewajibannya. Sama seperti aplikasi pemindaian barcode, Klikpajak juga hadir untuk memudahkan transaksi perpajakan. Melalui Klikpajak, wajib pajak dapat menghitung, membayar hingga melaporkan pajaknya secara resmi dan gratis, tanpa dipungut biaya sama sekali.

 

Kategori : Perencanaan Pajak

PUBLISHED10 Oct 2019
Ageng Prabandaru
Ageng Prabandaru

SHARE THIS ARTICLE: