Jenis & Cara Mendapat e-Fin yang Perlu Anda Ketahui - Klikpajak

Jenis & Cara Mendapat e-Fin yang Perlu Anda Ketahui

Fasilitas pajak online yang diberlakukan oleh Dirjen Denderal Pajak (DJP) mewajibkan Anda memahami beberapa kosakata baru seperti efin, e-filling, e-billing, dan sebagainya. Namun, Anda tidak perlu khawatir, karena ulasan kali ini akan membahas salah satu dari kosa kata tersebut yaitu e-fin. Apakah yang dimaksud dengan e-fin? Ada berapa jenis efin? Dan bagaimana cara mendapatkannya? Berikut ini pembahasannya.

Apa yang dimaksud dengan e-Fin?

Beberapa dari Anda yang baru pertama kali menggunakan fitur lapor pajak online atau e-filling pasti akan bertanya-tanya apa itu efin pajak. E-fin dibutuhkan untuk setiap wajib pajak yang baru pertama kali menggunakan fitur online pelaporan pajak e-filling. Ataupun ASP (Application Service Provider) yaitu aplikasi pelaporan pajak secara online yang telah bekerjasama dan diakui oleh Direktorat Jenderal Pajak.

Adapun yang dimaksud dengan e-fin yang memiliki kepanjangan Electronic Filling Identification Number ialah 10 digit nomor identitas yang diterbitkan langsung oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) kepada wajib pajak. Kode e-fin ini berfungsi sebagai identifikasi bagi wajib pajak agar dapat melakukan berbagai transaksi elektronik perpajakan salah satunya pelaporan SPT.

Memiliki e-fin pajak adalah syarat wajib agar dapat melakukan pelaporan spt online (e-filling) baik di website DJP maupun aplikasi lainnya. Dengan kode efin ini, Anda akan mendapatkan keamanan dengan sistem enkripsi, sehingga kerahasiaan data akan terjamin.

Jenis e-Fin

Sebelum Anda pergi ke kantor pajak dan meminta pengajuan e-fin, Anda perlu mengetahui beberapa jenis e-fin. Adapun jenis e-fin pajak ada dua, yaitu e-fin Pajak Pribadi dan e-fin Pajak Wajib Badan. Apa perbedaannya? Mari kita simak penjelasannya di bawah ini.

  1. E-fin Pajak Pribadi

E-fin Pajak Pribadi adalah kode yang akan digunakan untuk melakukan laporan SPT. Adapun persyaratannya antara lain ;

  • Formulir aktivasi e-fin yang sudah diisi
  • Alamat email aktif untuk mengirimkan verifikasi
  • Identitas diri asli dan fotokopi (KTP untuk WNI atau KITAS / KITAP untuk WNA)
  • NPWP asli dan fotokopi
  1. E-fin Pajak Wajib Badan

Sedangkan E-fin Pajak Wajib Badan dapat digunakan untuk laporan SPT bagi wajib badan yang dilakukan oleh petugas tertentu dari badan yang bersangkutan ataupun pengusaha itu langsung. Adapun persyaratannya antara lain ;

a. Wajib Pajak Badan

  • Fotokopi kartu NPWP atau Surat Keterangan Terdaftar Wajib Pajak Badan.
  • Fotokopi kartu NPWP atau Surat keterangan terdaftar pengurus yang bersangkutan.
  • Fotokopi identitas diri pengurus (KTP untuk WNI atau KITAS/KITAP untuk WNA)
  • Surat kuasa penunjukan pengurus yang mewakili dari wajib pajak badan.

b. Wajib Pajak Kantor Cabang

  • Fotokopi kartu NPWP atau Surat Keterangan terdaftar kantor cabang.
  • Fotokopi kartu NPWP atau Surat Keterangan terdaftar pimpinan kantor cabang.
  • Fotokopi identitas diri pimpinan kantor cabang (KTP untuk WNI atau KITAS/KITAP untuk WNA).
  • Surat pengangkatan pimpinan kantor cabang.
  • Surat kuasa/ penunjukan pimpinan kantor cabang sebagai pengurus yang mewakili badan.

Pada dasarnya jenis e-fin ini sama, namun yang membedakannya adalah dalam persyaratan berkas yang perlu Anda siapkan.

Bagaimana Cara Mendapatkan Kode e-Fin

  1. Unduh dan lengkapi formulir

Sebenarnya Anda dapat langsung pergi ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) untuk mendapatkan e-fin. Namun, alangkah lebih baiknya, Anda mengunduh terlebih dahulu dan melengkapi semua persyaratannya agar mempermudah dan mempercepat proses pengajuan e-fin. Anda dapat mengunduh formulir e-fin di pajak.go.id . Cetak, kemudian isi formulirnya, kecuali kolom kode e-fin Anda kosongkan karena akan diisi oleh petugas pajak.

  1. Menyiapkan berkas dan pergi ke kantor KPP

Setelah Anda melengkapi formulir, siapkan berkas yang dibutuhkan, karena wajib pajak pribadi dan badan memiliki persyaratan yang berbeda. Jika Anda telah melengkapi semuanya, Anda tinggal pergi ke kantor pajak dan menyerahkan semua berkas kepada petugas untuk selanjutnya diproses dan mendapatkan kode e-fin.

  1. Mengaktivasi e-fin

Sesudah menerima kode e-fin, Anda dapat melakukan aktivasi secara mandiri di website resmi DJP maupun ASP (Application Service Provider) lainnya.

Bagi para wajib pajak pribadi maupun badan harus mendatangi KPP terdekat untuk mendapatkan kode e-fin dan tidak boleh diwakilkan. Ketentuan ini terdapat dalam peraturan DJP Nomor  PER – 32/PJ/2017 tentang Pengamanan Transaksi Elektronik Layanan Pajak Online. Jadi tunggu apalagi? Permudah lapor pajak Anda dengan mengaktifkan e-Fin sekarang juga.


PUBLISHED20 Jul 2018
Novia Widya Utami
Novia Widya Utami

SHARE THIS ARTICLE: