Bagaimana Cara Pembulatan PPN di e-Faktur yang Benar?

Bagaimana Cara Pembulatan PPN di e-Faktur yang Benar?

Membuat faktur pajak elektronik atau e-Faktur memang gampang. Tapi jika teledor dalam hal pembulatan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) saja, bisa-bisa faktur pajak yang diupload outo rejected alias ditolak. Supaya pembuatan e-Faktur lancar, perhatikan cara pembulatan PPN di e-Faktur yang benar.

Ada ketentuan dan tata cara yang harus diikuti dalam pembulatan PPN agar pembuatan e-faktur berjalan lancar. Bisa dibayangkan jika Anda membuat ratusan, bahkan ribuan faktur pajak dalam sehari. Namun ke semua faktur pajak itu gagal diunggah hanya karena salah dalam pembulatan angka PPN.

Buang-buang waktu dan tenaga karena harus mengulang upload e-Faktur satu per satu? Pasti. Oleh karena itu ketahui ketentuan dan cara pembulatan PPN di faktur pajak elektronik yang benar. Seperti apa caranya, simak ulasan Klikpajak by Mekari berikut ini.

Aturan Pembulatan PPN e-Faktur

Dasar ketentuan penulisan nominal rupiah dalam pembulatan PPN faktur pajak ini diatur dalam Surat Edaran Dirjen Pajak Nomor SE-22/PJ.24/1990 tentang Penulisan Angka Rupiah Pada Dokumen Perpajakan.

Dalam beleid ini disebutkan, penulisan angka rupiah dalam dokumen perpajakan dari semua jenis pajak (Laporan/SSP/SPT/Semua Jenis Ketetapan Pajak dan sebagainya) ditetapkan;

Jumlah Pajak yang Terutang, Kredit Pajak, Kenaikan, Bunga, dan Pajak yang Masih Harus Dibayar dibulatkan ke bawah hingga rupiah penuh”.

Aturan pembulatan PPN faktur pajak mengalami beberapa kali perubahan. Yakni, Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-25/PJ/2014 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Jenderal Pajak Nomor PER-44/PJ/2010 tentang Bentuk, Isi, dan Tata Cara Pengisian Serta Penyampaian Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai (SPT Masa PPN).

Dalam Perdirjen ini dijelaskan, petunjuk pengisian SPT Masa PPN disebutkan, “Jumlah Rupiah PPN atau PPN dan PPnBM dihitung dalam satuan Rupiah penuh (dibulatkan ke bawah)”.

Berikutnya, diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-29/PJ/2015 tentang Bentuk , Isi, dan Tata Cara Pengisian serta Penyampaian Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai (SPT Masa PPN).

Note: Perhatian, Ini Perlunya Pembetulan Faktur Pajak yang Sudah Dilaporkan

Dalam Lampiran II, Penjelasan Umum Halaman 4, Catatan Huruf C beleid tersebut disebutkan, ketentuan isian kolom jumlah PPN dan PPnBM (Pajak Penjualan Atas Barang Mewah) dihitung dalam satuan rupiah penuh (dibulatkan ke bawah) tanpa angka dibelakang koma.

Dengan ketentuan ini, apabila pengisian jumlah PPN dan PPnBM pada e-Faktur angkanya dibulatkan ke atas maka bisa menyebabkan unggahan faktur pajak ditolak alias rejected.

Contoh,

Nilai Dasar Pengenaan Pajak (DPP) sebesar Rp21.857, kemudian dilakukan pembulatan ke atas menjadi Rp2.186. Maka otomatis e-Faktur yang upload otomatis gagal karena dianggap “PPN tidak 10% dari DPP”. Jika dilakukan pembulatan ke bawah sesuai ketentuan, maka harus tertulis Rp2.185.

Ilustrasi membuat faktur pajak

Berlakunya 3 Aplikasi e-Faktur

Tepatnya, pada tahun 2017 Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) meluncurkan tiga aplikasi pembuatan faktur pajak dan Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai 1111 (SPT Masa PPN 1111). Ketiga aplikasi e-Faktur tersebut adalah:

  • Aplikasi e-Faktur Desktop versi v.2.0
  • Aplikasi e-Faktur Web-based
  • Aplikasi e-Faktur Host-to-Host

Peluncuran tiga saluran pembuatan faktur pajak dan SPT Masa PPN 1111 tersebut tertuang dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor S-341/-J.10/2017 tentang Pemberitahuan Down-Time Aplikasi e-Nofa dan e-Faktur dan Peluncuran Aplikasi e-Faktur Desktop Versi V2.0, e-Faktur Web-Based, dan e-Faktur Host-to-Host.

Note: Tak sama, ini Perbedaan Faktur Pajak Masukan-Faktur Pajak Keluaran dan Cara Hitung

Melalui surat edaran Ditjen Pajak terbaru ini, maka jumlah PPN dan PPnBM yang dibulatkan ke atas maupun ke bawah bisa diupload dengan sukses. Namun angka pembulatan ke atas tidak lebih dari satu angka.

Untuk memudahkan pembuatan faktur pajak, Anda bisa memanfaatkan aplikasi e-Faktur dari Klikpajak by Mekari. Karena penggunaan fitur e-Faktur Klikpajak sangat mudah dengan panduan langkah-langkah pembuatan faktur pajak yang simpel.

Klikpajak adalah Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) atau Application Service Provider (ASP) mitra resmi DJP. Klikpajak merupakan aplikasi pajak online resmi yang membantu proses bayar, lapor hingga pengelolaan pajak, yang disahkan dengan Surat Keputusan Direktorat Jenderal Pajak No. KEP-169/PJ/2018.

Ilustrasi aplikasi faktur pajak elektronik

Klikpajak Solusi Membuat Faktur Pajak

Membuat faktur pajak itu harus benar. Jika faktur pajak tidak sesuai, Pengusaha Kena Pajak (PKP) bisa-bisa kena denda 2% dari DPP. Atau PKP tidak bisa memanfaatkan pajak masukan yang dikreditkan untuk mengurangi beban PPN yang harus dibayarkan.

Bahkan lebih mirisnya lagi jika gagal upload faktur pajak hanya karena salah dalam pembuatannya. Beberapa kesalahan yang kerap terjadi dalam pembuatan faktur pajak adalah:

  • Bentuk faktur atau cara pengisian faktur pajak salah
  • Faktur tidak lengkap atau penggunaan nomor seri faktur tidak tepat
  • Pengisian Surat Setoran Pajak (SSP) tidak sesuai
  • Terlambat melakukan pelaporan faktur pajak
  • Tidak melaporkan ekspor dalam SPT PPN (jika melakukan kegiatan ekspor)

Kesalahan-kesalahan tersebut sangat mungkin terjadi. Ketika pembuatan faktur pajak dilakukan secara manual atau tidak ditunjang dengan teknologi, yang memungkinkan pengerjaannya lebih mudah dan sederhana. Tak jarang masalah faktur pajak ini memengaruhi kinerja perusahaan.

Ketika pembuatan faktur pajak tidak lengkap atau salah memasukkan data, maka faktur pajak yang diterbitkan pun bisa dianggap tidak sah. Melalui aplikasi Klikpajak, Anda juga bisa melakukan pengelolaan pajak. Mulai dari pembetulan hingga pengarsipan atau dokumentasi faktur pajak yang telah diterbitkan.

Bahkan di Klikpajak, berbagai riwayat pembayaran pajak atau bukti pelaporan pajak Anda akan tersimpan rapi dan aman karena menggunakan teknologi cloud. Anda pun tidak perlu khawatir bukti bayar dan lapor pajak hilang jika terjadi kerusakan atau kehilangan komputer maupun laptop.

Note: Harus tahu, begini Cara Pengisian PIB yang Benar agar Fungsinya Sama dengan Faktur Pajak

Keamanan dan kerahasiaan data terjamin. Karena Klikpajak sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standar Internasional ISO -yang menjamin standar keamanan sistem teknologi informasi.

Selain bisa menghemat waktu dan biaya karena pengelolaan pajak hanya dilakukan dalam satu platform, kelebihan Klikpajak adalah bisa menarik data langsung dari laporan keuangan pengguna aplikasi akuntansi online seperti Jurnal by Mekari Simple Online Accounting Software.

Teknologi canggih berbasis API integration yang membuat proses pengolahan data pajak dari bagian accounting (keuangan) lebih cepat dan mudah dengan pemakain Klikpajak.id. Sehingga proses pembuatan, pembayaran, pelaporan pajak jadi makin gampang dan tepat.

Anda juga dapat menelusuri file perpajakan sebelumnya dengan mudah dan cepat. Karena seluruh aktivitas perpajakan terintegrasi secara terpusat melalui Tax Activity di Klikpajak. Sehingga semakin memudahkan untuk mengecek kembali file mana saja yang masih perlu ada pembetulan atau statusnya masih kurang bayar maupun lebih bayar.

Di Klikpajak, arsip riwayat Surat Setoran Pajak (SSP) dan ID Billing tersimpan aman, sesuai jenis dan masa pajak yang diinginkan. Bukan hanya itu, Anda juga akan lebih mudah melakukan pembetulan SPT apabila dibutuhkan sewaktu-waktu secara online. Bahkan bisa langsung terupdate secara otomatis.

Terbaru! Kini Anda Dapat Membuat ID Billing Langsung Melalui eBilling di KlikpajakIlustrasi menggunakan aplikasi pajak online Klikpajak

Cara membuat faktur pajak di Klikpajak

Aktivasi Pajak

1. Cara aktivasi e-Faktur adalah dengan mengajukan sertifikat elektronik pajak bagi yang belum memilikinya.

2. Jika permohonan sertifikat elektronik pajak sudah disetujui, unduh di situs resmi DJP di efaktur.pajak.go.id.

Pendaftaran Akun di Klikpajak

1. Daftarkan akun Anda di Klikpajak dengan mencantumkan informasi yang terdiri dari Profil Pajak, NPWP, Nama Perusahaan, dan Jabatan

2. Kemudian aktifkan fitur e-Filing dengan mencantumkan NPWP dan EFIN

3. Aktifkan e-Faktur dengan cara impor sertifikat elektronik pajak Anda ke Klikpajak, dengan cara masuk ke aplikasi Klikpajak, kemudian tab “e-Faktur > NSFP, Faktur, Dokumen Lain atau SPT”, maka akan diarahkan ke halaman “Lengkapi informasi sertifikat elektronik”.

4. Lengkapi semua informasi yang ada di formulir pendaftaran e-Faktur tersebut. Lalu impor sertifikat elektronik yang sudah diperoleh dari e-Nofa dan klik tombol “Daftarkan”.

Membuat Pengaturan Awal

1. Masuk pada pengaturan dan “Pilih Pajak”

2. Jika ingin menggunakan Nomor Invoice sebagai referensi di faktur pajak, masuk pada pengaturan lalu “e-Faktur”, kemudian “Referensi”

3. Jika ingin menambahkan NSFP yang diperoleh dari aplikasi e-Nofa, masuk ke pengaturan, pilih “e-Faktur”, kemudian “Nomor Seri Faktur Pajak”

Membuat Faktur PPN

1. Catat faktur pajak masukan sesuai rinciannya di “e-Faktur”, masuk ke “Faktur Masukan”

2. Apabila melakukan retur faktur masukan, pilih di “e-Faktur”, kemudian masuk ke “Faktur Masukan”

3. Jika ingin menerbitkan faktur pajak atas penjualan, masuk ke “e-Faktur”, pilih “Faktur Keluaran” dan “Impor”

4. Input data retur faktur keluaran di “e-Faktur”, kemudian pilih fatur yang akan diretur di “Faktur Keluaran”, dan “Retur”

5. Apabila perlu memasukkan Pemberitahuan Impor Barang (PIB), masuk ke “e-Faktur”, pilih “Dokumen Lain Masukan”

6. Jika ingin memposting SPT Masa sebelum memvalidasi ke DJP, masuk ke “e-Faktur”, pilih “SPT”, dan “Posting SPT”

Buat Kode Billing

1. Saat ingin menyetor PPN Keluaran ke negara perlu ID Billing, maka masuk ke “Buat Kode Billing”. Lalu “Buat ID Billing dan Lanjutkan”, kemudian “Catat ID Billing”

2. Ketika ingin mengarsipkan pembayaran PPN Keluaran tersebut, masuk ke “NTPN Terlampir”. Lalu “Buat Kode Billing”, dilanjutkan “Buat ID Billing dan Lanjutkan”, serta “Catat ID Billing”

Cara untuk mendapatkan berbagai kemudahan melakukan urusan perpajakan sangat mudah. Cukup daftarkan alamat e-mail di www.klikpajak.id dan manfaatkan semua fitur pajak online, mulai dari buat dan kelola faktur pajak lewat e-Faktur secara simpel, menggunakan fitur e-Billing dan lapor SPT Pajak secara online dengan e-Filing hanya dalam satu aplikasi Klikpajak.


PUBLISHED28 May 2020
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: