Syarat Membuat NPWP Karyawan Online & Fungsi NPWP bagi Karyawan

Syarat Membuat NPWP Karyawan Online & Fungsi NPWP bagi Karyawan

Sobat Klikpajak, sudah tahu fungsi NPWP bagi karyawan? Lalu, apa saja sih syarat membuat NPWP karyawan online? Klikpajak by Mekari akan menunjukkan manfaat NPWP bagi karyawan, contoh no NPWP karyawan dan cara daftar NPWP karyawan online.

Adanya anggapan bahwa membuat Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) itu cukup rumit terkadang membuat karyawan menjadi malas untuk mengurusnya.

Padahal, merujuk pada Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007, bukan hanya kerugian secara materil, namun bagi Wajib Pajak yang tidak memiliki NPWP bisa terancam pidana penjara paling singkat selama enam bulan dan paling lama hingga enam tahun.

Padahal, memiliki NPWP bagi setiap wajib pajak justru memiliki banyak manfaat bagi diri.

Sebelum lebih lanjut membahas tentang manfaat NPWP bagi karyawan, syarat membuat NPWP karyawan online, contoh no NPWP karyawan dan cara daftar NPWP karyawan online, Klikpajak.id akan kembali mengingatkan Sobat Klikpajak.

Apa itu? Klikpajak by Mekari akan terus mengingatkan Sobat Klikpajak tentang pentingnya kelola pajak dan keuangan bisnis yang efektif dan efisien untuk mendukung kinerja usaha.

Ingin tahu cara kelola pajak dan keuangan bisnis yang mudah dan cepat?

Ikuti demo online cara kelola pajak dan keuangan perusahaan yang praktis hanya di Klikpajak Demo Jurnal, kami dapat menyesuaikan waktu Sobat Klikpajak.

Syarat Membuat NPWP Karyawan Online & Fungsi NPWP bagi Karyawan

Klikpajak by Mekari adalah Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) atau Application Service Provider (ASP) mitra resmi Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang disahkan dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-169/PJ/2018.

Melalui Klikpajak.id, Sobat Klikpajak dapat menghitung, membayar, melaporkan pajak kapan saja dan di mana pun, serta menyimpan arsip perpajakan dengan aman dalam satu platform aplikasi pajak online berbasis web yang terintegrasi.

Dengan Klikpajak, kelola e-Faktur maupun e-Bupot juga lebih mudah dan cepat karena terintegrasi dengan fitur akuntansi perpajakan online Jurnal.id.

Temukan kemudahan kelola pajak dari integrasi Klikpajak dan Jurnal.id ini.

Jurnal by Mekari adalah software akuntansi online berbasis cloud dengan laporan keuangan lengkap, seperti:

  • Neraca keuangan
  • Arus kas
  • Laba-rugi

Kembangkan bisnis tanpa batas dengan software akuntansi terintegrasi Jurnal by Mekari. Coba Gratis 14 hari sekarang!

Bukan hanya itu, Sobat Klikpajak juga dapat mengelola karyawan dengan mudah melalui sistem HRIS (Human Resources Information System) Talenda by Mekari.

Melalui HRIS Talenta.co, segala urusan payroll dan manajemen HR (Human Resources) lebih mudah dan praktis.

Jaga bisnis tetap produktif dengan software payroll dan HRIS terautomasi Talenta by Mekari. Coba Talenta Gratis sekarang!

“Serahkan semua urusan perpajakan, keuangan perusahaan dan manajemen SDM melalui support system yang lengkap dan terintegrasi guna mendukung kinerja perusahaan serta perkembangan bisnis Sobat Klikpajak.”

 

Sebelum mulai membahas tentang manfaat NPWP bagi karyawan, syarat membuat NPWP karyawan online, contoh no NPWP karyawan dan cara daftar NPWP karyawan online, simak penjelasan umum tentang subjek yang diwajibkan NPWP.

Sebagai Wajib Pajak jadi Syarat Membuat NPWP Karyawan ‘Online’

Siapa yang memenuhi syarat membuat NPWP karyawan online?

Sesuai ketentuan perundang-undangan perpajakan, yang termasuk memenuhi syarat membuat NPWP karyawan online adalah setiap wajib pajak.

Wajib Pajak adalah setiap orang atau karyawan perusahaan yang memiliki penghasilan di atas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP).

PTKP adalah jumlah pendapatan Wajib Pajak Orang Pribadi yang dibebaskan dari PPh 21.

Artinya, jika penghasilan seorang karyawan berada di bawah atau sama dengan PTKP, maka karyawan tersebut tidak wajib membayar pajak penghasilan atau PPh 21.

Sedangkan setiap karyawan yang penghasilannya di atas PTKP, wajib membayar pajak penghasilan atau PPh 21.

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 101/PMK.010/2016, besar PTKP Wajib Pajak Orang Pribadi termasuk karyawan perusahaan adalah Rp54 juta per tahun atau sekira Rp4,5 juta per bulan.

Baca juga penjelasan lengkap tentang PTKP Terbaru: Istilah Status PTKP PPh 21 dan Tarif PTKP

Untuk memenuhi kewajiban membayar pajak penghasilan, maka setiap Wajib Pajak harus memiliki NPWP.

NPWP inilah yang akan menjadi identitas untuk digunakan pada setiap administrasi perpajakan yang dilakukan.

Setiap NPWP memuat sejumlah data, meliputi penghasilan per tahun, kewajiban pajak yang harus dibayar, serta besaran PTKP.

Sebetulnya seorang karyawan dapat membayar pajak tanpa memiliki NPWP.

Namun biayanya menjadi 20% lebih tinggi dibanding pembayaran pajak dengan NPWP.

Oleh sebab itu, NPWP selalu menjadi salah satu persyaratan administrasi yang dicantumkan oleh setiap perusahaan untuk dipenuhi setiap calon karyawan.

Buat e-Faktur dan Lapor SPT Masa PPN Langsung di Klikpajak by Mekari

Fungsi NPWP bagi Karyawan & Manfaat NPWP bagi Karyawan

Tidak hanya sebagai kewajiban Wajib Pajak, kepemilikan NPWP juga memberikan sejumlah kemudahan, terutama untuk menikmati berbagai fasilitas keuangan.

Apa sajakah fungsi NPWP bagi karyawan dan manfaat NPWP bagi karyawan?

Fungsi NPWP bagi karyawan adalah:

NPWP berfungsi sebagai tanda pengenal diri atau identitas.

Hal ini karena satu nomor NPWP hanya berlaku untuk satu Wajib Pajak.

Sehingga dapat dipastikan bahwa tidak mungkin ada NPWP yang sama untuk lebih dari satu orang di seluruh Indonesia.

Selain itu, NPWP juga berfungsi untuk menjaga ketertiban dalam administrasi perpajakan sehingga memungkinkan Wajib Pajak untuk memenuhi hak dan kewajibannya sebagai Wajib Pajak.

Setidaknya, berikut adalah manfaat NPWP bagi karyawan:

1. Dapat mempermudah setiap karyawan yang ingin melakukan pengajuan kredit dan pembukaan rekening tabungan.

NPWP merupakan salah satu syarat kelengkapan administratif di bank.

Sebagai contohnya, bank memberikan fasilitas kredit kepada nasabah yang memiliki NPWP.

Fasilitas kredit tersebut dapat berupa kartu kredit, kredit pemilikan rumah (KPR), kredit tanpa agunan (KTA), kredit kendaraan bermotor( KKB), atau kredit multiguna.

2. NPWP dapat digunakan untuk mengurus restitusi pajak.

Bagi Wajib Pajak yang terlanjur membayar pajak dengan nominal yang melebihi seharusnya, maka dapat diurus menggunakan NPWP.

Karena proses permintaan kelebihan pembayaran ini hanya dapat dilakukan oleh mereka yang memiliki NPWP.

Panduan Lengkap Cara Hitung PPh 21 Tanpa NPWP untuk Karyawan

Persiapan sebagai Syarat Membuat NPWP Karyawa Online

Sebelum mendaftar, berikut ini beberapa syarat membuat NPWP karyawan online yang perlu dipersiapkan terlebih dahulu.

Bagi Sobat Klikpajak yang berstatus sebagai seorang karyawan perusahaan yang tidak menjalankan usaha, maka syarat membuat NPWP karyawan online adalah harus menyiapkan fotokopi atau scan KTP (Warga Negara Indonesia/WNI).

Atau fotokopi/scan paspor, Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS), atau Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP) bagi Warga Negara Asing (WNA).

Sedangkan bagi seorang karyawan perempuan yang sudah menikah, namun kewajiban perpajakannya ingin terpisah dari suami, maka syarat membuat NPWP karyawan online adalah sebagai berikut:

  • Fotokopi/scan kartu NPWP suami, fotokopi/scan kartu keluarga (KK), dan fotokopi/scan surat perjanjian pemisahan penghasilan dan harta/Surat Pernyataan menghendaki pemisahan hak dan kewajiban perpajakan dengan suami.

Untuk melakukan pendaftaran secara online, semua dokumen persyaratan tersebut di atas dapat di scan terlebih dahulu.

Syarat Membuat NPWP Karyawan Online & Fungsi NPWP bagi KaryawanIlustrasi membuat NPWP karyawan online

Cara Daftar NPWP Karyawan Setelah Penuhi Syarat Membuat NPWP Karyawan Online

Setiap karyawan perusahaan dapat melakukan pendaftaran NPWP melalui situs resmi yang disediakan oleh pemerintah dalam hal ini Ditjen Pajak.

Berikut ini adalah tahapan cara membuat NPWP karyawan online:

  1. Langkah pertama adalah membuka situs https://ereg.pajak.go.id. Setelah berhasil membukanya, maka akan muncul tampilan untuk login ke dalam NPWP online, pilihlah bagian “daftar”.
  2. Selanjutnya harus memasukkan email aktif dan mengisi kode keamanan atau captcha. Pastikan mengisikan alamat email yang masih aktif, setelah itu klik “daftar”. Lalu cek kotak masuk atau folder spam pada email. Klik tautan yang dikirimkan ke email.
  3. Silahkan isi formulir NPWP online sesuai dengan data asli yang dmiliki. Setelah selesai, klik tombol “daftar” sekali lagi, lalu cek kembali email untuk melakukan konfirmasi akun.
  4. Lanjutkan dengan pengisian formulir pendaftaran Wajib Pajak. Untuk mengisi formulir pendaftaran Wajib Pajak, silahkan login akun yang telah berhasil dibuat. Kemudian isikan seluruh data yang diminta. Kolom pada bagian kategori Wajib Pajak pilih “Orang Pribadi”. Kemudian pilih “Pusat” jika belum menikah, dan pilih “cabang” jika wanita yang telah menikah dan ingin membuat cabang NPWP pada suami.
  5. Lanjutkan pengisian formulir pada bagian-bagian lainnya hingga selesai. Setelah selesai mengisi formulir dengan benar, klik tombol “selesai”. Selanjutnya akan dialihkan ke bagian dashboard situs, silahkan klik tombol “minta token”. Kemudian periksa kembali email. Jika email yang berisi token telah diterima, salinlah token tersebut. Buka kembali halaman dashboard, pilih tombol “kirim permohonan”, selanjutnya isi token, kemudian klik “kirim”. Jika muncul notifikasi sukses artinya telah berhasil melakukan permohonan pembuatan NPWP.
  6. Jika permohonan telah sukses, maka kartu NPWP Anda akan dikirimkan oleh pihak perpajakan.

NPWP Perusahaan atau Badan dan Syarat NPWP Badan Adalah…

Membuat NPWP secara online sangat mudah, bukan?

Tidak perlu lagi repot-repot datang ke KPP terdekat sambil membawa berkas-berkas dan antre untuk mendapatkan NPWP.

Setelah memiliki NPWP, penuhi kewajiban perpajakan dan manfaatkan keuntungan dari memiliki NPWP karyawan.

Miliki NPWP, bayar dan lapor pajak melalui aplikasi pajak online Klikpajak by Mekari.

Syarat Membuat NPWP Karyawan Online & Fungsi NPWP bagi KaryawanContoh no NPWP karyawan elektronik

Fitur Lengkap Klikpajak by Mekari yang Memudahkan Urusan Perpajakan

Jika bisa praktis, kenapa harus menggunakan cara-cara yang dapat menyita banyak waktu dan tenaga Sobat Klikpajak untuk urusan perpajakan?

Sobat Klikpajak dapat menemukan semua kemudahan mengurus dan melakukan administrasi perpajakan ini melalui Klikpajak.

“Karena Klikpajak didukung dengan teknologi cloud yang memudahkan Sobat Klikpajak melakukan aktivitas perpajakan hanya dalam satu platform dan mengaksesnya di mana pun serta kapan saja Sobat Klikpajak inginkan.”

Cloud computing atau komputasi awan adalah teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat server untuk mengelola data dan juga aplikasi pengguna.

Melalui teknologi cloud, Sobat Klikpajak bisa menggunakan aplikasi tanpa harus mengunduh (download) dan memasang (install) aplikasi terlebih dahulu.

Sebab sistem cloud yang berbasis web ini memudahkan Sobat Klikpajak dalam mengakses data dan informasi melalui internet secara cepat.

Baca juga Perbedaan e-Faktur Client Desktop, Web Based, Host to Host dan Penggunaannya

Melalui Klikpajak, Sobat Klikpajak dapat mengurus berbagai kewajiban perpajakan dengan mudah dan cepat karena dapat dilakukan dalam satu platfrom, sebab Klikpajak memiliki fitur lengkap.

Klikpajak by Mekari adalah cara simpel untuk melakukan berbagai aktivitas perpajakan Sobat Klikpajak, mulai dari menghitung, membayar dan cara lapor pajak dalam satu platform.

“Klikpajak akan menghitung kewajiban pajak dengan tepat dan akurat sehingga Sobat Klikpajak terhindar dari kesalahan penghitungan yang dapat menyebabkan pengenaan sanksi denda pajak.”

Tentu saja bukan hanya menghitung, membayar dan melaporkan pajak saja, fitur lengkap Klikpajak by Mekari yang semakin memudahkan aktivitas perpajakan Sobat Klikpajak mulai dari membuat Faktur Pajak elektronik hingga Bukti Potong elektronik.

Temukan kemudahan urus perpajakan lainnya dengan Klikpajak by Mekari di bawah ini:

Syarat Membuat NPWP Karyawan Online & Fungsi NPWP bagi Karyawan

A. Mudah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT Masa PPh Pasal 23/26 di e-Bupot

Seperti diketahui, baik WP Pengusaha Kena Pajak (PKP) maupun Non-PKP yang melakukan transaksi yang mengharuskan membuat bukti pemotongan PPh 23/26 wajib menggunakan e-Bupot mulai 1 Oktober untuk masa pajak September 2020.

Wajib e-Bupot bagi WP PKP dan Non-PKP ini diatur dalam Kepdirjen Nomor KEP-368/PJ/2020 tentang Penetapan Pemotong PPh Pasal 23/26 yang Diharuskan Membuat Bukti Pemotongan dan Diwajibkan Menyampaikan SPT Masa PPh Pasal 23/26 Berdasarkan PER-04/PJ/2017.

Klikpajak juga dilengkapi dengan fitur e-Bupot yang semakin memudahkan Sobat Klikpajak membuat bukti pemotongan PPh Pasal 23/26 dan melaporkan SPT PPh 23/26 melalui e-Bupot dengan menarik data langsung dari laporan keuangan elektronik.

Langkah-Langkah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT PPh Pasal 23/26 di e-Bupot

Keunggulan e-Bupot Klikpajak

Berikut keunggulan e-Bupot Klikpajak yang dapat membantu bisnis perusahaan:

  • Pengelolaan bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah karena alur pembuatan yang efektif dan ramah penggunaan (user friendly).
  • Penghitungan pajak otomatis pada SPT Masa PPh 23/26.
  • Pengiriman bukti pemotongan pajak langsung ke lawan transaksi.
  • Bukti pemotongan serta pelaporan SPT Masa PPh 23/26 tidak perlu ditandatangani dengan tanda tangan basah.
  • Bukti pemotongan dan bukti pelaporan tersimpan aman, baik di Klikpajak dan DJP.
  • e-Bupot Klikpajak juga terintegrasi dengan sistem pembukuan akuntansi online Jurnal by Mekari, sehingga semakin mudah membuat bukti potong.
  • e-Bupot Klikpajak juga memiliki performa yang dapat di-scale upsesuai kebutuhan.
  • Layanan supportpajak yang dapat diandalkan dan tutorial dalam penggunaan aplikasi yang terus diperbarui.
  • Fitur e-Bupot Klikpajak juga menyediakan data untuk kebutuhan rekapitulasi dan rekonsiliasi data Faktur Pajak atas transaksi yang dilakukan.

Syarat Membuat NPWP Karyawan Online & Fungsi NPWP bagi Karyawan

B. Buat e-Faktur dan Lapor SPT Masa PPN Tanpa ‘Install’ Aplikasi

Seperti diketahui, DJP telah mewajibkan pengguna e-Faktur untuk melakukan update e-Faktur 3.0 menggantikan e-Faktur 2.2 mulai 1 Oktober 2020.

Wajib Pajak (WP) Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang selama ini menggunakan aplikasi e-Faktur Client Desktop DJP, harus install dan download patch terbaru untuk update e-Faktur 3.0 pada perangkat komputernya agar bisa menggunakan aplikasi yang dilengkapi dengan fitur prepopulated ini.

Dengan fitur prepopulated e-Faktur 3.0, maka DJP sudah menyiapkan data yang dibutuhkan untuk kemudian PKP tinggal mencocokkan saja saat pembuatan e-Faktur maupun pelaporan SPT Masa PPN-nya.

Ingat, meskipun PKP pengguna e-Faktur Client Desktop sudah update e-Faktur 3.0, tapi tetap harus berpindah ke aplikasi e-Faktur Web Based DJP di web-efaktur.pajak.go.id saat akan melaporkan SPT Masa PPN.

Karena DJP telah menutup pelaporan SPT Masa PPN di e-Filing dan e-SPT. Tapi lapor SPT Masa PPN wajib di aplikasi e-Faktur.

Update sistem terbaru e-Faktur 3.0 DJP ini juga harus dilakukan pada server PJAP mitra resmi DJP, seperti Klikpajak.id.

Jadi, ketika Sobat Klikpajak menggunakan e-Faktur Klikpajak, bukan hanya dapat langsung memanfaatkan fitur prepopulated e-Faktur untuk membuat Faktur Pajaknya, tapi juga bisa lapor SPT Masa PPN di e-Faktur tanpa keluar atau pindah platform.

“Langsung saja gunakan aplikasinya, biar Klikpajak.id yang mengurus sistemnya untuk mempermudah pembuatan e-Faktur, pembayaran PPN, hingga pelaporan SPT Masa PPN Sobat Klikpajak dengan mudah hanya dalam satu langkah.”

Ingin langsung menggunakan aplikasi e-Faktur 3.0 tanpa install aplikasinya? Langsung saja daftar dan aktifkan akun e-Faktur Sobat Klikpajak di https://my.klikpajak.id/register.

Kenapa urus Faktur Pajak lebih mudah di Klikpajak?

Melalui Klikpajak.id, Sobat Klikpajak dapat membuat berbagai macam Faktur pajak, mulai dari Faktur Pajak Pengganti, Retur, bahkan dapat menghapus draft Faktur Pajak, hingga bayar PPN dan lapor SPT Masa PPN dengan langkah-langkah yang mudah hanya dalam satu platform.

Bahkan administrasi e-Faktur semakin cepat dan praktis karena Klikpajak.id terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Sehingga Sobat Klikpajak dapat menarik data laporan keuangan yang akan dibuat Faktur Pajaknya dengan sangat mudah dan simpel.

Lihat beberapa tutorial penggunaan aplikasi e-Faktur Klikpajak berikut ini:

  1. Alur Pembuatan Faktur Pajak, Bayar PPN dan Lapor SPT Masa PPN di e-Faktur
  2. Tutorial Membuat Berbagai Jenis Faktur Pajak di e-Faktur
  3. Cara Menggunakan Prepopulated Faktur Pajak Masukan di e-Faktur 3.0

Syarat Membuat NPWP Karyawan Online & Fungsi NPWP bagi Karyawan

C. Lapor SPT Pajak di Klikpajak, Gratis!

Lapor SPT pajak penghasilan melalui e-Filing Klikpajak sangat cepat karena Sobat Klikpajak akan dipandu dengan langkah-langkah yang mudah.

Melalui e-Filing Klikpajak, Sobat Klikpajak dapat melaporkan berbagai jenis SPT Tahunan/Masa PPh dengan langkah-langkah yang mudah.

“Lapor SPT di e-Filing Klikpajak juga gratis selamanya!”

Setelah menyampaikan SPT Pajak, Sobat Klikpajak akan peroleh bukti lapor dalam bentuk elektronik, yakni Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) dari DJP, yang berisi:

  • Informasi Nama Wajib Pajak (WP)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Tanggal pembuatan BPE
  • Jam pembuatan BPE
  • Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE)

Sobat Klikpajak juga akan mendapatkan NTTE resmi dari DJP sebagai bukti lapor.

Sebelum menyampaikan SPT pajak, terlebih dahulu Sobat Klikpajak harus melakukan daftar pajak online.

Setelah melalui tahap cara menghitung pajak penghasilan perusahaan, berikut cara lapor SPT pajak di e-Filing:

Sobat Klikpajak juga dapat mengetahui cara lapor SPT PPh Pribadi berikut ini:

Selengkapnya tutorial lapor SPT pajak lainnya:

D. Buat Kode Billing dan Setor Pajak hanya Satu Platform di e-Billing

Sebelum menyetor pajak, harus mendapatkan Kode Billing atau ID Billing terlebih dahulu dari DJP sebagai syarat untuk membayar pajak.

Setelah mendapatkan Kode Billing dari DJP, selanjutnya membayar/menyetor pajak melalui ATM, internet banking atau teller bank/pos persepsi.

Melalui e-Billing Klikpajak, Sobat Klikpajak dapat membuat Kode Billing untuk semua jenis Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS) dengan mudah dan gratis.

Semua riwayat ID Billing dan SSP akan tersimpan dengan aman sesuai jenis dan Masa Pajak yang diinginkan.

Begitu juga Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) akan disimpan dengan rapi dan aman pada fitur Arsip Pajak di Klikpajak.

Sistem e-Billing akan membimbing Sobat Klikpajak mengisi Surat Setoran Pajak (SSP) elektronik dengan benar sesuai transaksi.

Klikpajak.id akan menerbitkan ID Billing Sobat Klikpajak resmi dari DJP dan Sobat Klikpajak dapat langsung membayar Pajak tanpa keluar dari platform. Karena e-Billing Klikpajak terintegrasi dengan bank persepsi yang ditunjuk DJP untuk menerima pembayaran/setoran pajak.”

Setelah pembayaran pajak selesai, Sobat Klikpajak akan langsung menerima Bukti Penerimaan Negara (BPN) resmi dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Langkah-Langkah Cara Membuat Kode Billing dan Bayar Billing di e-Billing

E. Dilengkapi Fitur ‘Multi Users dan Multi NPWP’ Unlimited, Gratis!

Klikpajak.id juga dilengkapi dengan fitur Multi Users dan Multi Company (NPWP) yang semakin membuat aktivitas perpajakan Sobat Klikpajak lebih efektif.

Fitur ‘Multi Users’ Klikpajak adalah fitur yang memungkinkan Sobat Klikpajak untuk dapat mengatur siapa saja cdan berapa banyak pengguna yang dapat mengakses akun aplikasi Klikpajak.id di bawah nama perusahaan yang sama.

Sedangkan fitur ‘Multi Company/NPWP’ adalah fitur yang memungkinkan Sobat Klikpajak untuk mengelola beberapa perusahaan dalam satu akun Klikpajak.

Lebih jelasnya, berikut cara kerja fitur Multi Users dan Multi Company.

Syarat Membuat NPWP Karyawan Online & Fungsi NPWP bagi Karyawan

Kemanan Data Terlindungi

Tenang, Sobat Klikpajak dapat menyimpan berbagai riwayat pembayaran atau bukti pelaporan pajak maupun aktivitas pajak lainnya dengan nyaman, karena keamanan dan kerahasiaan data terjamin.

Sistem keamanan yang berlapis dan menjaga data Sobat Klikpajak dengan aman adalah menjadi komitmen utama.

Klikpajak.id sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standar Internasional ISO yang menjamin standar keamanan sistem teknologi informasi.

Sehingga Sobat Klikpajak tidak perlu khawatir kehilangan bukti bayar atau lapor pajak hilang jika terjadi kerusakan maupun kehilangan komputer atau laptop.

data protectionKeamanan data adalah yang utama

Ketahui Aturan Tarif Sanksi Pajak Terbaru

Perlu diingat, aturan pengenaan sanksi denda telat lapor atau bayar pajak sudah berubah.

Terbaru, ketentuan tarif sanksi pajak ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Berlaku tarif bunga sanksi administrasi pajak yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan yang perhitungannya mengacu pada suku bunga bank sentral Indonesia (Bank Indonesia/BI 7 days repo reserve rate).

Tarif bunga sanksi administrasi pajak yang ditetapkan Kementerian Keuangan ini digunakan sebagai dasar untuk menghitung besar sanksi pajak yang akan dikenakan pada wajib pajak yang tidak memenuhi ketentuan perpajakan berlaku.

“Jadi, tarif sanksi denda ini akan berbeda-beda setiap bulannya tergantung besar tarif bunga sanksi administrasi pajak yang ditetapkan Menkeu.”

Berikut dasar perhitungan sanksi denda pajak terbaru:

1. Sanksi denda terkait Surat Pemberitahuan (SPT)

Rumus hitungannya:

(Tarif bunga sanksi pajak + 5% : 12)

Pengenaan sanksi paling lama 24 bulan (2 tahun).

Sanksi denda ini dikenakan pada Wajib Pajak (WP) yang:

  • Melakukan pembetulan SPT sendiri dan membuat utang pajak jadi lebih besar
  • Kurang bayar karena pembetulan SPT Tahunan/Masa
  • Terlambat membayar PPh Pasal 29 SPT Tahunan
  • Terlambat membayar SPT Masa

2. Sanksi denda tidak melunasi SPT kurang bayar

Rumus hitungannya:

(Tarif bunga sanksi pajak + 10% : 12)

Pengenaan sanksi paling lama 24 bulan (2 tahun).

Baca juga Ulasan Lengkap PPh Pasal 29: Pengertian, Subjek, Tarif, Contoh dan Cara Bayar

3. Sanksi denda tidak melunasi pajak kurang bayar dan mendapat SKPKB

Rumus hitungannya:

(Tarif bunga sanksi pajak + 15% : 12)

Pengenaan sanksi paling lama 24 bulan (2 tahun).

Sanksi denda ini dikenakan pada WP yang tidak melunasi pajak kurang bayar dan telah mendapatkan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB).

4. Sanksi denda tidak lapor SPT dan mengisi SPT tidak benar

Untuk sanksi denda ini tidak menggunakan tarif fluktuatif yang mengacu pada suku bunga acuan BI.

Sanksi denda tidak lapor SPT atau mengisi SPT dengan tidak benar atau tidak lengkap, maupun melampirkan keterangan yang isinya tidak benar, sebesar 100% dari jumlah pajak yang kurang bayar saat pengungkapan pelaporan pajak tidak benar.

5. Sanksi administratif PPh PKP kurang bayar

Sanksi administratif berupa bunga yang ditetapkan Menteri Keuangan dihitung sejak terutangnya pajak atau berakhirnya Masa Pajak, bagian Tahun Pajak, atau Tahun Pajak hingga diterbitkannya Surat Tagihan (STP).

Temukan ketentuan terbaru tentang perpajakan dalam Undang-Undang Cipta Kerja Nomor 11 Tahun 2020 pada e-Book “Susunan dalam Satu Naskah UU Perpajakan (UU Cipta Kerja)”.

Setiap pembayaran dan pelaporan SPT pajak ada batas waktunya.

Untuk menghindari sanksi denda telat bayar pajak ataupun terlambat lapor SPT pajak, Klikpajak menyediakan kalender saku di Kalender Klikpajak.

Sobat Klikpajak dapat mengecek jadwal lapor ataupun bayar pajak kapan saja lebih mudah dan terhindar dari sanksi denda akibat terlambat bayar dan lapor pajak.

Tim ‘Support’ Klikpajak by Mekari Selalu Siap Membantu Anda!

“Fitur lengkap Klikpajak membantu mempermudah urusan perpajakan bagi Sobat Klikpajak para pelaku usaha, konsultan pajak, maupun bagi Sobat Klikpajak yang berprofesi pada bagian keuangan atau sebagai tax officer di perusahaan.”

Sebagai mitra resmi DJP, Klikpajak akan membantu Sobat Klikpajak dalam menghitung, membayar dan melaporkan pajak Sobat Klikpajak dengan mudah.

Tinggal klik, semua urusan pajak Sobat Klikpajak selesai dalam sekejap!

Ingin melihat bagaimana Klikpajak dapat membantu bisnis atau aktivitas Sobat Klikpajak dalam membuat Faktur Pajak, Bukti Pemotongan Pajak, penyampaian SPT Tahunan/Masa PPh dan PPN, serta berbagai aktivitas perpajakan lainnya secara efektif menghemat banyak waktu Sobat Klikpajak?

klikpajak support

“Jangan segan menghubungi kami, karena kami senang berbicara dengan Sobat Klikpajak. Jadwalkan demo dan kami dapat menunjukkan caranya untuk memudahkan urusan perpajakan Sobat Klikpajak. Klikpajak by Mekari mengerti yang Sobat Klikpajak butuhkan.”

Cukup daftarkan email Sobat Klikpajak di www.klikpajak.id dan temukan bagaimana Sobat Klikpajak dapat melakukan urusan pajak dengan sangat menyenangkan. Lebih mudah dari sekadar yang dibayangkan.

Sudah tahu ya fungsi NPWP bagi karyawan, manfaat NPWP bagi karyawan, contoh no NPWP karyawan, cara daftar NPWP karyawan online serta syarat membuat NPWP karyawan online.

Itulah fungsi NPWP bagi karyawan dan syarat membuat NPWP karyawan online?

Kini saatnya Sobat Klikpajak juga dapat mengetahui pemahaman tentang berbagai aktivitas pajak mulai dari cara menghitung, bayar dan lapor pajak secara komprehensif melalui Mekari University.

Asah kemampuan Sobat Klikpajak tentang perpajakan melalui kursus online di Mekari University, gratis!

Setelah menyelesaikan kursus online pajak ini, Sobat Klikpajak akan mendapatkan sertifikat dari Mekari University yang bisa menjadi portofolio Sobat Klikpajak di bidang perpajakan.

Karena belajar pajak itu mudah!

Tak perlu bayar, kemampuan pajak bisa bertambah melalui Kursus Pajak Online bersama Mekari University.

Jangan lupa, jika Sobat Klikpajak ingin lebih mudah melakukan pengelolaan pajak dan keuangan bisnis, gunakan aplikasi pajak online Klikpajak.id yang terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Klik banner di bawah ini untuk menjadwalkan demo online bersama tim konsultan kami.

Kategori : Tips Pajak

PUBLISHED06 May 2021
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: