SPT Tahunan Wajib Pajak Orang Pribadi dan Cara Pengisian SPT

Pengisian SPT Tahunan Wajib Pajak Orang Pribadi

Setiap tahunnya, Wajib Pajak harus menyampaikan SPT Tahunan untuk Tahun Pajak sebelumnya. Klikpajak by Mekari akan mengulas ketentuan dan tata cara dan syarat pengisian SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Orang Pribadi untuk Sobat Klikpajak.

Namun sebelum itu, Klikpajak.id akan kembali mengingatkan Sobat Klikpajak pentingnya mengetahi cara mengelola pajak dan keuangan usaha yang mudah untuk kelancaran bisnis.

Ingin tahu cara kelola pajak dan keuangan bisnis yang praktis?

Ikuti demo online cara mengelola perpajakan dan laporan keuangan perusahaan atau usaha di Klikpajak Demo Jurnal, kami dapat menyesuaikan waktu Sobat Klikpajak.

Klikpajak by Mekari adalah Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) atau Application Service Provider (ASP) mitra resmi Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang disahkan dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-169/PJ/2018.

Sebagai mitra resmi Ditjen Pajak Indonesia, Klikpajak by Mekari memberikan kemudahan mengurus perpajakan dengan cepat dan praktis karena berbasis web dan terhubung dengan software akuntansi perpajakan Jurnal by Mekari yang semakin cepat dan praktis mengelola pajak dan keuangan perusahaan.

Sebelum masuk pada ulasan cara pengisian SPT Tahunan orang pribadi untuk melaporkan SPT Pajak Penghasilan (PPh), Klikpajak.id akan sedikit mengulas tentang pemahaman dasar dari SPT pajak ini.

Harapannya, Sobat Klikpajak tidak salah dalam menggunakan jenis formulir untuk dapat melakukan cara pelaporan SPT Tahunan PPh orang pribadi yang benar dan memahami bagaimana ketentuan dan syarat pengisian SPT pajaknya.

Apa itu SPT Tahunan?

Surat Pemberitahuan atau SPT Tahunan adalah laporan pajak yang disampaikan oleh wajib pajak ke negara melalui Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Indonesia.

Sesuai ketentuan dalam peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku, pengertian SPT Tahunan adalah surat pemberitahuan untuk suatu Tahun Pajak.

SPT Tahunan ini wajib digunakan oleh WP Orang Pribadi maupun Wajib Pajak Badan (WP Badan) untuk melaoporkan pembayaran pajaknya.

Tentu saja, jika ada SPT Tahunan, maka juga ada yang namanya SPT Masa.

Kebalikannya SPT Tahunan, SPT Masa adalah surat pemberitahuan untuk suatu Masa Pajak atau disebut SPT bulanan.

Seperti yang sudah disinggung di atas, kali ini Klikpajak hanya akan membahas tentang SPT Tahunan wajib pajak orang pribadi.

Selain SPT Tahunan, Sobat Klikpajak juga dapat memahami tentang Unifikasi SPT Masa PPh yang Harus Dipahami Pengusaha

Menghitung Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 Pegawai Tetap Gross UpIlustrasi ketentuan pengisian SPT Tahunan wajib pajak orang pribadi

Kenali Jenis-Jenis SPT Tahunan Orang Pribadi

Siapakah Pengguna Formulir SPT Pribadi?

Formulir SPT Tahunan Pribadi ini diperuntukkan bagi Wajib Pajak Orang Pribadi yang berpenghasilan dengan ketentuan sebagai berikut:

  • Memiliki penghasilan dari satu atau lebih pemberi kerja
  • Berstatus pegawai atau karyawan
  • Punya penghasilan dari dalam negeri lainnya
  • Dikenakan PPh Final dan/atau bersifat Final

Note: Pajak Penghasilan Orang Pribadi: Objek, Subjek, Cara Hitung

Setidaknya, DJP menyiapkan tiga jenis formulir SPT Tahunan yang berbeda untuk kategori wajib pajak orang pribadi ini, diantaranya:

a. Formulir SPT Tahunan PPh 1770SS (Sangat Sederhana)

Formulir SPT 1770SS ini diperuntukkan bagi wajib pajak pribadi karyawan yang memiliki penghasilan di bawah PTKP (Penghasilan Kena Pajak) atau kurang dari Rp60.000.000 setahun.

Bagi karyawan swasta, harus melampirkan Bukti Potong 1721 A1 sebagai syarat pelaporan SPT Tahunan dan Bukti Potong 1721 A2 bagi pegawai negeri.

b. Formulir SPT Tahunan PPh 1770 S (Sederhana)

Formulir SPT 1770S ini diperuntukkan bagi wajib pajak pribadi karyawan dengan penghasilan lebih dari Rp60.000.000 setahun atau di atas PTKP.

Saat menyampaikan SPT Tahunan 1770S, wajib pajak juga harus melampirkan Bukti Potong 1721 A1 untuk karyawan swasta dan 1721 A2 untuk pehawai negeri.

Bagi wajib pajak yang memiliki status PH (Pisah Harta) atau MT (Manajemen Terpisah), turut menyertakan Lembar Penghitungan Pajak Penghasilan Terutang.

c. Formulir SPT Tahunan PPh 1770

Sedangkan formulir SPT 1770 ini diperuntukkan bagi wajib pajak orang pribadi yang melakukan usaha atau pekerjaan.

Wajib Pajk Orang Pribadi yang melakukan pelaporan pajak online menggunkan formulir 1770, harus mempersiapkan Dokumen Lapor SPT Tahunan Pribadi Pengusaha atau Pekerja Bebas

Ilustrasi melakukan pengisian SPT Tahunan Pribadi

Syarat & Persiapan Lapor dan Pengisian SPT Tahunan Orang Pribadi

Setelah mengenali jenis-jenis SPT Tahunan Pribadi, berikutnya mulai lapor pajak online dengan formulir yang tepat melalui e-Filing Klikpajak.

Batas pelaporan SPT Tahunan Pribadi adalah tanggal 31 Maret setiap tahun pajak atau 3 bulan setelah tahun pajak berakhir.

Berikutnya, Klikpajak akan menjelaskan tata cara pengisian SPT dan lapor SPT Tahunan pribadi yang menggunakan Formulir 1770.

Dalam persiapan lapor SPT Tahunan Pribadi ini, Sobat Klikpajak harus menyiapkan hal-hal berikut ini sebagai syarat pengisian SPT Tahunan online.

  1. Memiliki EFIN Pajak Pribadi, sebagai syarat utama lapor SPT Pajak Online melalui e-Filing.
  2. Formulir SPT Pribadi (Klik disini untuk melihat cara membuat e-SPT Pajak Pribadi) Panduan lengkap membuat SPT 1770 pada aplikasi e-SPT
  3. Formulir 1721-A1 (Jika Sobat Klikpajak bekerja di perusahaan)

Petunjuk Pengisian SPT Tahunan PPh Orang Pribadi

Setelah memperisapkan hal yang dibutuhkan di atas, berikutnya ketahui petunjuk pengisian pelaporan SPT Tahunan Orang Pribadi Formulir SPT 1770 berikut ini:

1. Buat Akun Klikpajak

Jika Sobat Klikpajak belum memiliki akun di e-Filing Klikpajak, silakan daftar untuk memiliki akun di aplikasi e-Filing Klikpajak.

2. Siapkan Dokumen Pendukung

Sebelum melapor pajak, siapkan dokumen pendukung bagi wajib pajak orang pribadi yang menggunakan SPT 1770 seperti yang telah disinggung di atas.

3. Lapor SPT yang Telah Dibuat

Berikut tutorial langkah-langkah Cara Lapor SPT Tahunan Pribadi 1770 di e-Filing Klikpajak

Setelah semua tahapan dilakukan, maka pelaporan SPT Tahunan Sobat Klikpajak pun selesai jika hasilnya nihil.

Apabila hasilnya pengisian SPT ini mengalami lebih bayar atau kurang bayar, coba cek ulang apakah proses pengisiannya sudah benar dan sesuai.

Jika ternyata pengisian SPT-nya sudah benar dan hasilnya lebih bayar, maka Sobat Klikpajak dapat melakukan pengembalian pajak lebih bayar atau biasa disebut restitusi pajak.

Namun, jika hasil pelaporan SPT ternyata hasilnya kurang bayar, maka lakukan pembayaran SPT Kurang Bayar tersebut terlebih dahulu.

Setelah melakukan restitusi pajak atau membayar pajak kurang bayar, lakukan pembetulan SPT hingga hasilnya menjadi nihil.

Note: PPh Pasal 29 dan Cara Bayar SPT Kurang Bayar

 

Klikpajak by Mekari, Solusi Kelola Pajak Lebih Mudah & Cepat

Klikpajak.id memiliki fitur lengkap dan terintegrasi yang semakin memudahkan Sobat Klikpajak melakukan aktivitas perpajakan.

Klikpajak akan menghitung kewajiban pajak dengan tepat dan akurat sehingga Sobat Klikpajak terhindar dari kesalahan penghitungan yang dapat menyebabkan pengenaan sanksi denda pajak.

Bahkan, Sobat Klikpajak juga dapat kelola pajak lebih mudah dan cepat karena Klikpajak.id terhubung dengan software akuntansi online Jurnal by Mekari.

Sehingga, dapat menarik data laporan keuangan untuk langsung dibuatkan Faktur Pajak maupun Bukti Potong pajaknya dan langsung bisa mengambil datanya saat diperlukan untuk lapor SPT Pajak dengan cepat dalam satu platform.

Integrasi dengan Jurnal.id ini merupakan teknologi canggih berbasis API integration yang membuat proses pengolahan data pajak dari bagian keuangan (accounting) lebih cepat dan mudah.

Jurnal.id adalah software akuntansi online berbasis cloud dengan laporan keuangan lengkap, seperti:

  • Neraca keuangan
  • Arus kas
  • Laba-rugi

Note: Temukan kemudahan kelola pajak dari integrasi Klikpajak dan Jurnal.id.

Pajak Penghasilan Orang Pribadi: Subjek, Hitung, Cara Bayar, Lapor SPT

Fitur lengkap apa saja yang membuat pengelolaan perpajakan Sobat Klikpajak lebih efektif dan efisien?

A. Mudah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT Masa PPh Pasal 23/26 di e-Bupot

Seperti diketahui, baik WP Pengusaha Kena Pajak (PKP) maupun Non-PKP yang melakukan transaksi yang mengharuskan membuat bukti pemotongan PPh 23/26 wajib menggunakan e-Bupot mulai 1 Oktober untuk masa pajak September 2020.

Wajib e-Bupot bagi WP PKP dan Non-PKP ini diatur dalam Kepdirjen Nomor KEP-368/PJ/2020 tentang Penetapan Pemotong PPh Pasal 23/26 yang Diharuskan Membuat Bukti Pemotongan dan Diwajibkan Menyampaikan SPT Masa PPh Pasal 23/26 Berdasarkan PER-04/PJ/2017.

Klikpajak juga dilengkapi dengan fitur e-Bupot yang semakin memudahkan Sobat Klikpajak membuat bukti pemotongan PPh Pasal 23/26 dan melaporkan SPT PPh 23/26 melalui e-Bupot dengan menarik data langsung dari laporan keuangan elektronik.

Note: Langkah-Langkah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT PPh Pasal 23/26 di e-Bupot

Keunggulan e-Bupot Klikpajak

Berikut keunggulan e-Bupot Klikpajak yang dapat membantu bisnis perusahaan:

  • Pengelolaan bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah karena alur pembuatan yang efektif dan ramah penggunaan (user friendly).
  • Penghitungan pajak otomatis pada SPT Masa PPh 23/26.
  • Pengiriman bukti pemotongan pajak langsung ke lawan transaksi.
  • Bukti pemotongan serta pelaporan SPT Masa PPh 23/26 tidak perlu ditandatangani dengan tanda tangan basah.
  • Bukti pemotongan dan bukti pelaporan tersimpan aman, baik di Klikpajak dan DJP.
  • e-Bupot Klikpajak juga terintegrasi dengan sistem pembukuan akuntansi online Jurnal by Mekari, sehingga semakin mudah membuat bukti potong.
  • e-Bupot Klikpajak juga memiliki performa yang dapat di-scale up sesuai kebutuhan.
  • Layanan support pajak yang dapat diandalkan dan tutorial dalam penggunaan aplikasi yang terus diperbarui.
  • Fitur e-Bupot Klikpajak juga menyediakan data untuk kebutuhan rekapitulasi dan rekonsiliasi data Faktur Pajak atas transaksi yang dilakukan.

Pajak Penghasilan Orang Pribadi: Subjek, Hitung, Cara Bayar, Lapor SPT

B. Membuat e-Faktur dan Lapor SPT Masa PPN Tanpa ‘Install’ Aplikasi

Seperti diketahui, DJP telah mewajibkan pengguna e-Faktur untuk melakukan update e-Faktur 3.0 menggantikan e-Faktur 2.2 mulai 1 Oktober 2020.

Wajib Pajak (WP) Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang selama ini menggunakan aplikasi e-Faktur Client Desktop DJP, harus install dan download patch terbaru untuk update e-Faktur 3.0 pada perangkat komputernya agar bisa menggunakan aplikasi yang dilengkapi dengan fitur prepopulated ini.

Dengan fitur prepopulated e-Faktur 3.0, maka DJP sudah menyiapkan data yang dibutuhkan untuk kemudian PKP tinggal mencocokkan saja saat pembuatan e-Faktur maupun pelaporan SPT Masa PPN-nya.

Ingat, meskipun PKP pengguna e-Faktur Client Desktop sudah update e-Faktur 3.0, tapi tetap harus berpindah ke aplikasi e-Faktur Web Based DJP di web-efaktur.pajak.go.id saat akan melaporkan SPT Masa PPN.

Karena DJP telah menutup pelaporan SPT Masa PPN di e-Filing dan e-SPT. Tapi lapor SPT Masa PPN wajib di aplikasi e-Faktur.

Update sistem terbaru e-Faktur 3.0 DJP ini juga harus dilakukan pada server PJAP mitra resmi DJP, seperti Klikpajak.id.

Jadi, ketika Sobat Klikpajak menggunakan e-Faktur Klikpajak, bukan hanya dapat langsung memanfaatkan fitur prepopulated e-Faktur untuk membuat Faktur Pajaknya, tapi juga bisa lapor SPT Masa PPN di e-Faktur tanpa keluar atau pindah platform.

“Langsung saja gunakan aplikasinya, biar Klikpajak by Mekari yang mengurus sistemnya untuk mempermudah pembuatan e-Faktur, pembayaran PPN, hingga pelaporan SPT Masa PPN dengan mudah hanya dalam satu langkah.”

Ingin langsung menggunakan aplikasi e-Faktur 3.0 tanpa install aplikasinya? Langsung saja daftar dan aktifkan akun e-Faktur Sobat Klikpajak di https://my.klikpajak.id/register.

Kenapa urus Faktur Pajak lebih mudah di Klikpajak?

Sebab Sobat Klikpajak dapat membuat berbagai macam Faktur pajak, mulai dari Faktur Pajak Pengganti, Retur, bahkan dapat menghapus draft Faktur Pajak, hingga bayar PPN dan lapor SPT Masa PPN dengan langkah-langkah yang mudah hanya dalam satu platform.

Bahkan administrasi e-Faktur semakin cepat dan praktis karena Klikpajak.id terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Sehingga Sobat Klikpajak dapat menarik data laporan keuangan yang akan dibuat Faktur Pajaknya dengan sangat mudah dan simpel.

Lihat beberapa tutorial penggunaan aplikasi e-Faktur Klikpajak berikut ini:

  1. Alur Pembuatan Faktur Pajak, Bayar PPN dan Lapor SPT Masa PPN di e-Faktur
  2. Tutorial Membuat Berbagai Jenis Faktur Pajak di e-Faktur
  3. Cara Menggunakan Prepopulated Faktur Pajak Masukan di e-Faktur 3.0

Pajak Penghasilan Orang Pribadi: Subjek, Hitung, Cara Bayar, Lapor SPT

C. Setor Pajak dengan Cara Praktis di e-Billing

Sebelum menyetor pajak, harus mendapatkan Kode Billing atau ID Billing terlebih dahulu dari DJP sebagai syarat untuk membayar pajak.

Setelah mendapatkan Kode Billing dari DJP, selanjutnya membayar/menyetor pajak melalui ATM, internet banking atau teller bank/pos persepsi.

Sobat Klikpajak dapat dengan mudah membuat Kode Billing dan bayar billing di e-Billing Klikpajak.

“e-Billing Klikpajak akan menerbitkan ID Billing resmi dari DJP dan Sobat Klikpajak dapat langsung membayar Pajak tanpa keluar dari platform. Karena e-Billing Klikpajak terintegrasi dengan bank persepsi yang ditunjuk DJP untuk menerima pembayaran/setoran pajak.”

Sistem e-Billing akan membimbing Sobat Klikpajak mengisi Surat Setoran Pajak (SSP) elektronik dengan benar sesuai transaksi.

Sobat Klikpajak bisa membuat ID Billing untuk semua jenis Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS) dengan mudah dan gratis.

Semua riwayat ID Billing dan SSP akan tersimpan dengan aman sesuai jenis dan masa pajak yang diinginkan.

Begitu juga Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) juga akan disimpan dengan rapi dan aman pada Arsip Pajak di Klikpajak.

Hanya dalam satu platform, membuat Kode Billing dan bayar billing selesai dalam sekejap lewat e-Billing Klikpajak.

Setelah pembayaran pajak selesai, Sobat Klikpajak akan langsung menerima Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) resmi dari DJP.

D. Lapor SPT Pajak di e-Filing Klikpajak, Gratis!

Melalui Klikpajak.id, Sobat Klikpajak dapat melaporkan berbagai jenis SPT Tahunan/Masa PPh dengan langkah-langkah yang mudah.

“Lapor SPT di e-Filing Klikpajak juga gratis selamanya!”

Sobat Klikpajak bisa melaporkan semua jenis SPT mulai dari SPT Tahunan Pajak Badan, SPT Masa (Bulanan) Pajak, dan SPT Tahunan Pajak Pribadi.

Setelah menyampaikan SPT Pajak, Sobat Klikpajak akan peroleh bukti lapor dalam bentuk elektronik, yakni Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) dari DJP, yang berisi:

  • Informasi Nama Wajib Pajak (WP)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Tanggal pembuatan BPE
  • Jam pembuatan BPE
  • Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE)

Sobat Klikpajak juga akan mendapatkan NTTE resmi dari DJP sebagai bukti lapor.

E. Dilengkapi Fitur ‘Multi Users dan Multi NPWP’ Unlimited dan Gratis!

Klikpajak.id juga dilengkapi dengan fitur Multi Users dan Multi Company (NPWP) yang semakin membuat aktivitas perpajakan lebih efektif.

Fitur ‘Multi Users’ Klikpajak adalah fitur yang memungkinkan Sobat Klikpajak untuk dapat mengatur siapa saja dan berapa banyak pengguna yang dapat mengakses akun aplikasi Klikpajak.id di bawah nama perusahaan yang sama.

Sedangkan fitur ‘Multi Company/NPWP’ adalah fitur yang memungkinkan Sobat Klikpajak untuk mengelola beberapa perusahaan dalam satu akun Klikpajak.

Note: Lebih jelasnya begini cara kerja fitur Multi Users dan Multi Company.

Pajak Penghasilan Orang Pribadi: Subjek, Hitung, Cara Bayar, Lapor SPT

Data Sobat Klikpajak Terlindungi

Tenang, Sobat Klikpajak dapat menyimpan berbagai riwayat pembayaran atau bukti pelaporan pajak maupun aktivitas pajak lainnya dengan aman, karena keamanan dan kerahasiaan data terjamin.

Sebab Klikpajak.id sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standarisasi Internasional ISO (International Organization for Standardization) yang menjamin standar keamanan sistem teknologi informasi.

Sehingga Sobat Klikpajak tidak perlu khawatir kehilangan bukti bayar atau lapor pajak hilang jika terjadi kerusakan atau kehilangan komputer maupun laptop.

Karena Klikpajak merupakan aplikasi pajak berbasis web (web based) yang didukung dengan teknologi cloud, semakin memudahkan Sobat Klikpajak melakukan semua aktivitas perpajakan hanya dalam satu platform kapan pun dan di mana saja.

Baca Juga: Perbedaan e-Faktur Client Desktop, Web Based, Host to Host dan Penggunaannya

Cloud computing atau komputasi awan adalah teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat server untuk mengelola data dan juga aplikasi pengguna.

Melalui teknologi cloud, Sobat Klikpajak bisa menggunakan aplikasi tanpa harus mengunduh (download) dan memasang (install) aplikasi terlebih dahulu.

Sebab sistem cloud yang berbasis web ini memudahkan dalam mengakses data dan informasi melalui internet secara cepat.

Pajak Penghasilan Orang Pribadi: Subjek, Hitung, Cara Bayar, Lapor SPTKeamanan data adalah yang utama

Tim ‘Support’ Klikpajak by Mekari Siap Membantu Sobat Klikpajak!

“Fitur lengkap Klikpajak membantu mempermudah urusan perpajakan bagi para pelaku usaha, konsultan pajak, maupun bagi Sobat Klikpajak yang berprofesi pada bagian keuangan atau sebagai tax officer di perusahaan.”

Sebagai mitra resmi DJP, Klikpajak akan membantu dalam menghitung, membayar dan melaporkan pajak dengan mudah.

Tinggal klik, semua urusan pajak Sobat Klikpajak selesai dalam sekejap!

Ingin melihat bagaimana Klikpajak dapat membantu bisnis atau aktivitas Sobat Klikpajak dalam membuat Faktur Pajak, Bukti Pemotongan Pajak, penyampaian SPT Tahunan/Masa PPh dan PPN, serta berbagai aktivitas perpajakan lainnya secara efektif menghemat banyak waktu Sobat Klikpajak?

Pajak Penghasilan Orang Pribadi: Subjek, Hitung, Cara Bayar, Lapor SPT

“Jangan segan menghubungi kami, karena kami senang berbicara dengan Sobat Klikpajak. Jadwalkan demo dan kami dapat menunjukkan caranya untuk memudahkan urusan perpajakan Sobat Klikpajak. Klikpajak by Mekari mengerti yang Sobat Klikpajak butuhkan.”

Cukup daftarkan email Sobat Klikpajak di www.klikpajak.id dan temukan bagaimana Sobat Klikpajak dapat melakukan urusan pajak dengan sangat menyenangkan. Lebih mudah dari sekadar yang dibayangkan.

Itulah penjelasan tentang syarat pengisian SPT Tahunan dan cara pelaporan SPT Tahunan PPh orang pribadi

Kini saatnya Sobat Klikpajak juga dapat mengetahui pemahaman tentang berbagai aktivitas pajak mulai dari cara menghitung, bayar dan lapor pajak secara komprehensif melalui Mekari University.

Asah kemampuan Sobat Klikpajak tentang perpajakan melalui kursus online di Mekari University, gratis!

Setelah menyelesaikan kursus online pajak ini, Sobat Klikpajak akan mendapatkan sertifikat dari Mekari University yang bisa menjadi portofolio Sobat Klikpajak di bidang perpajakan.

Karena belajar pajak itu mudah!

Tak perlu bayar, kemampuan pajak bisa bertambah melalui Kursus Pajak Online bersama Mekari University.

Ingin tahu cara kelola pajak dan keuangan bisnis dengan mudah dan praktis? Klik banner di bawah ini.

live demo pajak online

Kategori : Perencanaan Pajak

PUBLISHED16 Mar 2021
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: