EFIN Pajak Pribadi: Apa itu EFIN Pajak Pribadi & Syarat EFIN Pribadi

EFIN Pajak Pribadi, Cara Daftar dan Aktivasi EFIN

EFIN pajak pribadi diperlukan ketika Sobat Klikpajak akan melakukan transaksi perpajakan elektronik. Apa itu EFIN Pajak Pribadi dan Syarat EFIN Pribadi? Klikpajak by Mekari akan mengulas cara daftar dan aktivasi EFIN Pribadi untuk Sobat Klikpajak.

Sebelum itu, Klikpajak.id akan kembali mengingatkan Sobat Klikpajak tentang pentingnya kelola pajak dan keuangan bisnis yang efektif dan efisien untuk mendukung kinerja perusahaan.

Ingin tahu cara mengelola perpajakan dan keuangan bisnis?

Ikuti demo online cara kelola pajak dan keuangan perusahaan yang mudah dan cepat hanya di Klikpajak Demo Jurnal, kami dapat menyesuaikan waktu Sobat Klikpajak.

EFIN Pajak Pribadi: Apa itu EFIN Pajak Pribadi & Syarat EFIN Pribadi

Klikpajak by Mekari adalah Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) atau Application Service Provider (ASP) mitra resmi Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang disahkan dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-169/PJ/2018.

Melalui Klikpajak.id, Sobat Klikpajak dapat menghitung, membayar, melaporkan pajak kapan saja dan di mana pun, serta menyimpan arsip perpajakan dengan aman dalam satu platform aplikasi pajak online berbasis web yang terintegrasi.

Dengan Klikpajak, kelola e-Faktur maupun e-Bupot juga lebih mudah dan cepat karena terintegrasi dengan fitur akuntansi perpajakan online Jurnal.id.

Temukan kemudahan kelola pajak dari integrasi Klikpajak dan Jurnal.id ini.

Jurnal by Mekari adalah software akuntansi online berbasis cloud dengan laporan keuangan lengkap, seperti:

  • Neraca keuangan
  • Arus kas
  • Laba-rugi

Kembangkan bisnis tanpa batas dengan software akuntansi terintegrasi Jurnal by Mekari. Coba Gratis 14 hari sekarang!

Bukan hanya itu, Sobat Klikpajak juga dapat mengelola karyawan dengan mudah melalui sistem HRIS (Human Resources Information System) Talenda by Mekari.

Melalui HRIS Talenta.co, segala urusan payroll dan manajemen HR (Human Resources) lebih mudah dan praktis.

Jaga bisnis tetap produktif dengan software payroll dan HRIS terautomasi Talenta by Mekari. Coba Talenta Gratis sekarang!

“Serahkan semua urusan perpajakan, keuangan perusahaan dan manajemen SDM melalui support system yang lengkap dan terintegrasi guna mendukung kinerja perusahaan serta perkembangan bisnis Sobat Klikpajak.”

 

Apa itu EFIN Pajak Pribadi?

EFIN atau Electronic Filing Identification Number merupakan nomor identitas bagi wajib pajak yang digunakan pada saat registrasi pendaftaran akun DJP online atau akun aplikasi pajak online PJAP resmi Dirjen Pajak, seperti Klikpajak.

EFIN digunakan sebagai salah satu alat autentikasi agar setiap transaksi perpajakan elektronik dapat dienkripsi sehingga data perpajakan Sobat Klikpajak terjamin kerahasiannya.

Nomor EFIN dapat diperoleh melalui Kantor Pelayanan Pajak (KPP) tempat terdaftarnya Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Sobat Klikpajak.

Belum punya NPWP Pribadi?

EFIN Pajak Pribadi: Apa itu EFIN Pajak Pribadi & Syarat EFIN Pribadi

Syarat EFIN Pribadi secara Kolektif

Pengajuan pembuatan EFIN Pajak Pribadi juga dapat dilakukan secara kolektif.

Berikut ketentuan dan syarat EFIN Pribadi yang harus dipenuhi dalam pengajuannya:

  1. Pemohon EFIN Pajak Pribadi atau jumlah karyawan paling sedikit 20 orang.
  2. Nama lengkap pemohon atau karyawan harus dicantumkan pada laporan SPT PPh Pasal 21.
  3. Fasilitas berupa tempat dan peralatan yang dibutuhkan harus disediakan oleh perusahaan untuk kelancaran aktivasi EFIN.
  4. Unduh formulir EFIN kolektif pada situs resmi DJP Online
  5. Isi formulir EFIN kolektif secara benar dan lengkap.
  6. Jangan lupa lampirkan dokumen-dokumen, seperti KTP (asli dan fotokopi).

Temukan cara mudah & cepat kelola e-Faktur dengan menarik data langsung dari akuntansi online hanya di e-Faktur Klikpajak by Mekari. Coba dan buktikan sekarang juga!

Tahapan Cara Mendapatkan EFIN Pajak Pribadi

Tata cara pengajuan Kode EFIN Pajak ribadi sangatlah mudah.

Sobat Klikpajak dapat dengan cepat mendapatkannya dalam satu hari kerja.

Berikut ini tahapan cara pengajuan EFIN Pajak Pribadi atau EFIN Pribadi:

a. Mengisi formulir permohonan

Caranya cukup mudah, hanya dengan mengisi, menandatangani, dan menyampaikan formulir  permohonan aktivasi EFIN.

Permohonan dilakukan secara langsung dengan mendatangi Kantor Pelayanan Pajak tempat Sobat Klikpajak terdaftar.

Permohonan aktivasi EFIN ke KPP tidak dapat diwakilkan oleh orang lain. Kecuali bagi karyawan, permohonan dapat dilakukan secara kolektif.

Sebelum datang ke KPP, Sobat Klikpajak dapat mengisi formulir sesuai format formulir EFIN.

Tentu saja, pembuatan EFIN Pajak Pribadi atau daftar EFIN Pribadi dapat dilakukan secara online atau daring.

b. Siapkan dokumen persyaratan permohonan EFIN

Wajib pajak harus menyiapkan sesegera mungkin beberapa dokumen untuk permohonan EFIN. Berikut ini adalah beberapa dokumen asli yang wajib dibawa dan ditunjukkan kepada KPP:

  • Formulir aktivasi EFIN Pajak yang telah dilengkapi.
  • Alamat email aktif.
  • KTP asli dan fotokopi bagi WNI atau KITAS/KITAP bagi WNA.
  • Kartu NPWP asli dan fotokopi.

c. Jangan lupa registrasi EFIN pajak Sobat Klikpajak

Setelah Sobat Klikpajak mendapat kertas EFIN, maka segeralah lakukan aktivasi dengan mengakses djponline.pajak.go.id.

Ikuti tahapan atau prosedur registrasi yang tertera dengan benar dan lengkap.

Langkah terakhir pada tahapan aktivasi EFIN pajak ini, Sobat Klikpajak akan mendapatkan email konfirmasi yang berisikan password sementara.

Silahkan klik tautan pada email tersebut dan ganti password Sobat Klikpajak.

Untuk mengetahui lebih detail tutorial cara mendapatkan EFIN Pajak Pribadi, selengkapnya baca EFIN Pajak Pribadi: Cara Daftar, Aktivasi dan Cara Membuat EFIN Online

Buat e-Faktur dan Lapor SPT Masa PPN Langsung di Klikpajak by Mekari

Bagaimana jika Lupa EFIN Pajak Pribadi?

Begini solusi jika lupa EFIN Pajak Pribadi atau cara mendapatkan kembali EFIN Pajak yang hilang.

Perlu ketahui, terdapat cara yang dapat Sobat Klikpajak lakukan untuk mencari dan mendapatkan kembali EFIN yang hilang.

  1. Bongkar berkas perpajakan Sobat Klikpajak. Carilah dengan teliti, mungkin saja kertas yang memuat informasi EFIN Sobat Klikpajak terselip.
  2. Cek kembali Inbox notifikasi email Sobat Klikpajak, ketik “EFIN” pada kolom ‘search’.
  3. Bagi Sobat Klikpajak Wajib Pajak Orang Pribadi, segera telepon Kring Pajak di 1500200. Siapkan juga Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan konfirmasi data diri Sobat Klikpajak.
  4. Namun, apabila Sobat Klikpajak tidak mendapatkan EFIN dengan cara-cara di atas, silakan datang kembali ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) terdekat . Jangan lupa membawa fotokopi KTP dan NPWP beserta dokumen aslinya untuk meminta cetak ulang Electronic Filing Identification. Penuhi segala persyaratan aktivasi EFIN sebagaimana telah diatur dalam PER-06/PJ/2018. Selamat mencoba!

Jika sudah memiliki EFIN Pajak Pribadi, segera penuhi kewajiban perpajakan Sobat Klikpajak salah satunya melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan pajak penghasilan.

EFIN Pajak Pribadi: Apa itu EFIN Pajak Pribadi & Syarat EFIN PribadiIlustrasi lupa EFIN Pajak Pribadi via DJP

Kelola Pajak Mudah & Cepat dengan Klikpajak by Mekari

Jika bisa praktis, kenapa harus menggunakan cara-cara yang dapat menyita banyak waktu dan tenaga Sobat Klikpajak untuk urusan perpajakan?

Sobat Klikpajak dapat menemukan semua kemudahan mengurus dan melakukan administrasi perpajakan ini melalui Klikpajak.

“Karena Klikpajak didukung dengan teknologi cloud yang memudahkan Sobat Klikpajak melakukan aktivitas perpajakan hanya dalam satu platform dan mengaksesnya di mana pun serta kapan saja Sobat Klikpajak inginkan.”

Cloud computing atau komputasi awan adalah teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat server untuk mengelola data dan juga aplikasi pengguna.

Melalui teknologi cloud, Sobat Klikpajak bisa menggunakan aplikasi tanpa harus mengunduh (download) dan memasang (install) aplikasi terlebih dahulu.

Sebab sistem cloud yang berbasis web ini memudahkan Sobat Klikpajak dalam mengakses data dan informasi melalui internet secara cepat.

Baca juga Perbedaan e-Faktur Client Desktop, Web Based, Host to Host dan Penggunaannya

Melalui Klikpajak, Sobat Klikpajak dapat mengurus berbagai kewajiban perpajakan dengan mudah dan cepat karena dapat dilakukan dalam satu platfrom, sebab Klikpajak memiliki fitur lengkap.

Klikpajak by Mekari adalah cara simpel untuk melakukan berbagai aktivitas perpajakan Sobat Klikpajak, mulai dari menghitung, membayar dan cara lapor pajak dalam satu platform.

“Klikpajak akan menghitung kewajiban pajak dengan tepat dan akurat sehingga Sobat Klikpajak terhindar dari kesalahan penghitungan yang dapat menyebabkan pengenaan sanksi denda pajak.”

Tentu saja bukan hanya menghitung, membayar dan melaporkan pajak saja, fitur lengkap Klikpajak by Mekari yang semakin memudahkan aktivitas perpajakan Sobat Klikpajak mulai dari membuat Faktur Pajak elektronik hingga Bukti Potong elektronik.

Temukan kemudahan urus perpajakan lainnya dengan Klikpajak by Mekari di bawah ini:

A. Mudah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT Masa PPh Pasal 23/26 di e-Bupot

Seperti diketahui, baik WP Pengusaha Kena Pajak (PKP) maupun Non-PKP yang melakukan transaksi yang mengharuskan membuat bukti pemotongan PPh 23/26 wajib menggunakan e-Bupot mulai 1 Oktober untuk masa pajak September 2020.

Wajib e-Bupot bagi WP PKP dan Non-PKP ini diatur dalam Kepdirjen Nomor KEP-368/PJ/2020 tentang Penetapan Pemotong PPh Pasal 23/26 yang Diharuskan Membuat Bukti Pemotongan dan Diwajibkan Menyampaikan SPT Masa PPh Pasal 23/26 Berdasarkan PER-04/PJ/2017.

Klikpajak juga dilengkapi dengan fitur e-Bupot yang semakin memudahkan Sobat Klikpajak membuat bukti pemotongan PPh Pasal 23/26 dan melaporkan SPT PPh 23/26 melalui e-Bupot dengan menarik data langsung dari laporan keuangan elektronik.

Langkah-Langkah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT PPh Pasal 23/26 di e-Bupot

Keunggulan e-Bupot Klikpajak

Berikut keunggulan e-Bupot Klikpajak yang dapat membantu bisnis perusahaan:

  • Pengelolaan bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah karena alur pembuatan yang efektif dan ramah penggunaan (user friendly).
  • Penghitungan pajak otomatis pada SPT Masa PPh 23/26.
  • Pengiriman bukti pemotongan pajak langsung ke lawan transaksi.
  • Bukti pemotongan serta pelaporan SPT Masa PPh 23/26 tidak perlu ditandatangani dengan tanda tangan basah.
  • Bukti pemotongan dan bukti pelaporan tersimpan aman, baik di Klikpajak dan DJP.
  • e-Bupot Klikpajak juga terintegrasi dengan sistem pembukuan akuntansi online Jurnal by Mekari, sehingga semakin mudah membuat bukti potong.
  • e-Bupot Klikpajak juga memiliki performa yang dapat di-scale upsesuai kebutuhan.
  • Layanan supportpajak yang dapat diandalkan dan tutorial dalam penggunaan aplikasi yang terus diperbarui.
  • Fitur e-Bupot Klikpajak juga menyediakan data untuk kebutuhan rekapitulasi dan rekonsiliasi data Faktur Pajak atas transaksi yang dilakukan.

B. Lapor SPT Pajak di Klikpajak, Gratis!

Lapor SPT pajak penghasilan melalui e-Filing Klikpajak sangat cepat karena Sobat Klikpajak akan dipandu dengan langkah-langkah yang mudah.

Melalui e-Filing Klikpajak, Sobat Klikpajak dapat melaporkan berbagai jenis SPT Tahunan/Masa PPh dengan langkah-langkah yang mudah.

“Lapor SPT di e-Filing Klikpajak juga gratis selamanya!”

Setelah menyampaikan SPT Pajak, Sobat Klikpajak akan peroleh bukti lapor dalam bentuk elektronik, yakni Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) dari DJP, yang berisi:

  • Informasi Nama Wajib Pajak (WP)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Tanggal pembuatan BPE
  • Jam pembuatan BPE
  • Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE)

Sobat Klikpajak juga akan mendapatkan NTTE resmi dari DJP sebagai bukti lapor.

Sebelum menyampaikan SPT pajak, terlebih dahulu Sobat Klikpajak harus melakukan daftar pajak online.

Setelah melalui tahap cara menghitung pajak penghasilan perusahaan, berikut cara lapor SPT pajak di e-Filing:

Sobat Klikpajak juga dapat mengetahui cara lapor SPT PPh Pribadi berikut ini:

Selengkapnya tutorial lapor SPT pajak lainnya:

C. Buat Kode Billing dan Setor Pajak hanya Satu Platform di e-Billing

Sebelum menyetor pajak, harus mendapatkan Kode Billing atau ID Billing terlebih dahulu dari DJP sebagai syarat untuk membayar pajak.

Setelah mendapatkan Kode Billing dari DJP, selanjutnya membayar/menyetor pajak melalui ATM, internet banking atau teller bank/pos persepsi.

Melalui e-Billing Klikpajak, Sobat Klikpajak dapat membuat Kode Billing untuk semua jenis Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS) dengan mudah dan gratis.

Semua riwayat ID Billing dan SSP akan tersimpan dengan aman sesuai jenis dan Masa Pajak yang diinginkan.

Begitu juga Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) akan disimpan dengan rapi dan aman pada fitur Arsip Pajak di Klikpajak.

Sistem e-Billing akan membimbing Sobat Klikpajak mengisi Surat Setoran Pajak (SSP) elektronik dengan benar sesuai transaksi.

Klikpajak.id akan menerbitkan ID Billing Sobat Klikpajak resmi dari DJP dan Sobat Klikpajak dapat langsung membayar Pajak tanpa keluar dari platform. Karena e-Billing Klikpajak terintegrasi dengan bank persepsi yang ditunjuk DJP untuk menerima pembayaran/setoran pajak.”

Setelah pembayaran pajak selesai, Sobat Klikpajak akan langsung menerima Bukti Penerimaan Negara (BPN) resmi dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Langkah-Langkah Cara Membuat Kode Billing dan Bayar Billing di e-Billing

EFIN Pajak Pribadi: Apa itu EFIN Pajak Pribadi & Syarat EFIN Pribadi

D. Dilengkapi Fitur ‘Multi Users dan Multi NPWP’ Unlimited, Gratis!

Klikpajak.id juga dilengkapi dengan fitur Multi Users dan Multi Company (NPWP) yang semakin membuat aktivitas perpajakan Sobat Klikpajak lebih efektif.

Fitur ‘Multi Users’ Klikpajak adalah fitur yang memungkinkan Sobat Klikpajak untuk dapat mengatur siapa saja cdan berapa banyak pengguna yang dapat mengakses akun aplikasi Klikpajak.id di bawah nama perusahaan yang sama.

Sedangkan fitur ‘Multi Company/NPWP’ adalah fitur yang memungkinkan Sobat Klikpajak untuk mengelola beberapa perusahaan dalam satu akun Klikpajak.

Lebih jelasnya, berikut cara kerja fitur Multi Users dan Multi Company.

EFIN Pajak Pribadi: Apa itu EFIN Pajak Pribadi & Syarat EFIN Pribadi

Keamanan Data Terlindungi

Tenang, Sobat Klikpajak dapat menyimpan berbagai riwayat pembayaran atau bukti pelaporan pajak maupun aktivitas pajak lainnya dengan nyaman, karena keamanan dan kerahasiaan data terjamin.

Sistem keamanan yang berlapis dan menjaga data Sobat Klikpajak dengan aman adalah menjadi komitmen utama.

Klikpajak.id sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standar Internasional ISO yang menjamin standar keamanan sistem teknologi informasi.

Sehingga Sobat Klikpajak tidak perlu khawatir kehilangan bukti bayar atau lapor pajak hilang jika terjadi kerusakan maupun kehilangan komputer atau laptop.

data protectionKeamanan data adalah yang utama

Ketahui Aturan Tarif Sanksi Pajak Terbaru

Perlu diingat, aturan pengenaan sanksi denda telat lapor atau bayar pajak sudah berubah.

Terbaru, ketentuan tarif sanksi pajak ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Berlaku tarif bunga sanksi administrasi pajak yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan yang perhitungannya mengacu pada suku bunga bank sentral Indonesia (Bank Indonesia/BI 7 days repo reserve rate).

Tarif bunga sanksi administrasi pajak yang ditetapkan Kementerian Keuangan ini digunakan sebagai dasar untuk menghitung besar sanksi pajak yang akan dikenakan pada wajib pajak yang tidak memenuhi ketentuan perpajakan berlaku.

“Jadi, tarif sanksi denda ini akan berbeda-beda setiap bulannya tergantung besar tarif bunga sanksi administrasi pajak yang ditetapkan Menkeu.”

Berikut dasar perhitungan sanksi denda pajak terbaru:

1. Sanksi denda terkait Surat Pemberitahuan (SPT)

Rumus hitungannya:

(Tarif bunga sanksi pajak + 5% : 12)

Pengenaan sanksi paling lama 24 bulan (2 tahun).

Sanksi denda ini dikenakan pada Wajib Pajak (WP) yang:

  • Melakukan pembetulan SPT sendiri dan membuat utang pajak jadi lebih besar
  • Kurang bayar karena pembetulan SPT Tahunan/Masa
  • Terlambat membayar PPh Pasal 29 SPT Tahunan
  • Terlambat membayar SPT Masa

2. Sanksi denda tidak melunasi SPT kurang bayar

Rumus hitungannya:

(Tarif bunga sanksi pajak + 10% : 12)

Pengenaan sanksi paling lama 24 bulan (2 tahun).

Baca juga Ulasan Lengkap PPh Pasal 29: Pengertian, Subjek, Tarif, Contoh dan Cara Bayar

3. Sanksi denda tidak melunasi pajak kurang bayar dan mendapat SKPKB

Rumus hitungannya:

(Tarif bunga sanksi pajak + 15% : 12)

Pengenaan sanksi paling lama 24 bulan (2 tahun).

Sanksi denda ini dikenakan pada WP yang tidak melunasi pajak kurang bayar dan telah mendapatkan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB).

4. Sanksi denda tidak lapor SPT dan mengisi SPT tidak benar

Untuk sanksi denda ini tidak menggunakan tarif fluktuatif yang mengacu pada suku bunga acuan BI.

Sanksi denda tidak lapor SPT atau mengisi SPT dengan tidak benar atau tidak lengkap, maupun melampirkan keterangan yang isinya tidak benar, sebesar 100% dari jumlah pajak yang kurang bayar saat pengungkapan pelaporan pajak tidak benar.

5. Sanksi administratif PPh PKP kurang bayar

Sanksi administratif berupa bunga yang ditetapkan Menteri Keuangan dihitung sejak terutangnya pajak atau berakhirnya Masa Pajak, bagian Tahun Pajak, atau Tahun Pajak hingga diterbitkannya Surat Tagihan (STP).

Temukan ketentuan terbaru tentang perpajakan dalam Undang-Undang Cipta Kerja Nomor 11 Tahun 2020 pada e-Book “Susunan dalam Satu Naskah UU Perpajakan (UU Cipta Kerja)”.

Setiap pembayaran dan pelaporan SPT pajak ada batas waktunya.

Untuk menghindari sanksi denda telat bayar pajak ataupun terlambat lapor SPT pajak, Klikpajak menyediakan kalender saku di Kalender Klikpajak.

Sobat Klikpajak dapat mengecek jadwal lapor ataupun bayar pajak kapan saja lebih mudah dan terhindar dari sanksi denda akibat terlambat bayar dan lapor pajak.

Tim ‘Support’ Klikpajak by Mekari Selalu Siap Membantu Anda!

“Fitur lengkap Klikpajak membantu mempermudah urusan perpajakan bagi Sobat Klikpajak para pelaku usaha, konsultan pajak, maupun bagi Sobat Klikpajak yang berprofesi pada bagian keuangan atau sebagai tax officer di perusahaan.”

Sebagai mitra resmi DJP, Klikpajak akan membantu Sobat Klikpajak dalam menghitung, membayar dan melaporkan pajak Sobat Klikpajak dengan mudah.

Tinggal klik, semua urusan pajak Sobat Klikpajak selesai dalam sekejap!

Ingin melihat bagaimana Klikpajak dapat membantu bisnis atau aktivitas Sobat Klikpajak dalam membuat Faktur Pajak, Bukti Pemotongan Pajak, penyampaian SPT Tahunan/Masa PPh dan PPN, serta berbagai aktivitas perpajakan lainnya secara efektif menghemat banyak waktu Sobat Klikpajak?

klikpajak support

“Jangan segan menghubungi kami, karena kami senang berbicara dengan Sobat Klikpajak. Jadwalkan demo dan kami dapat menunjukkan caranya untuk memudahkan urusan perpajakan Sobat Klikpajak. Klikpajak by Mekari mengerti yang Sobat Klikpajak butuhkan.”

Cukup daftarkan email Sobat Klikpajak di www.klikpajak.id dan temukan bagaimana Sobat Klikpajak dapat melakukan urusan pajak dengan sangat menyenangkan. Lebih mudah dari sekadar yang dibayangkan.

Syarat EFIN Pribadi dan cara daftar EFIN Pajak Pribadi gampang, ‘kan?

Kini saatnya Sobat Klikpajak juga dapat mengetahui pemahaman tentang berbagai aktivitas pajak mulai dari cara menghitung, bayar dan lapor pajak secara komprehensif melalui Mekari University.

Asah kemampuan Sobat Klikpajak tentang perpajakan melalui kursus online di Mekari University, gratis!

Setelah menyelesaikan kursus online pajak ini, Sobat Klikpajak akan mendapatkan sertifikat dari Mekari University yang bisa menjadi portofolio Sobat Klikpajak di bidang perpajakan.

Karena belajar pajak itu mudah!

Tak perlu bayar, kemampuan pajak bisa bertambah melalui Kursus Pajak Online bersama Mekari University.

Jangan lupa, jika Sobat Klikpajak ingin lebih mudah melakukan pengelolaan pajak dan keuangan bisnis, gunakan aplikasi pajak online Klikpajak.id yang terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Klik banner di bawah ini untuk menjadwalkan demo online bersama tim konsultan kami.

EFIN Pajak Pribadi: Apa itu EFIN Pajak Pribadi & Syarat EFIN Pribadi

Kategori : Perencanaan Pajak

PUBLISHED04 May 2021
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: