Cara Mudah Mengatasi Nomor Faktur Pajak Tidak Otomatis

Cara Mudah Mengatasi Nomor Faktur Pajak Tidak Otomatis

Kendala dalam membuat e-Faktur salah satunya terkait penomoran faktur. Tidak perlu khawatir, karena ada cara mudah mengatasi nomor Faktur Pajak tidak otomatis.

Setiap Wjib Pajak (WP) yang sudah dikukuhkan menjadi Pengusaha Kena Pajak (PKP) wajib membuat Faktur Pajak.

Faktur Pajak ini dibuat PKP yang melakukan transaksi Barang Kena Pajak (BKP) atau Jasa Kena Pajak (JKP).

Jika menghadapi kendala penomoran faktur, berikut ulasan dari Klikpajak by Mekari cara mudah mengatasi nomro Faktur Pajak tidak otomatis.

Penjelasan Singkat tentang NSFP

PKP pastinya sudah tidak asing dengan istilah Nomor Seri Faktur Pajak (NSFP). NSFP merupakan nomor seri faktur terdiri dari 13 digit dan diterbitkan sekali per satu tahun pajak oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) kepada PKP.

NSFP dapat berupa kumpulan angka, huruf, atau kombinasi angka dan huruf. Nomor seri pada Faktur Pajak ini selalu berbeda dan bisa didapatkan melalui dua cara, yakni:

  • Cara pertama adalah secara offline dengan mengajukan permintaan langsung ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) atau melalui Kepala Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) dengan menyampaikan surat permintaan NSFP.
  • Cara kedua adalah secara online melalui situs web https://efaktur.pajak.go.id yang biasa disebut Elektronik Nomor Faktur (e-Nofa).

Pemerintah selalu menerbitkan NSFP baru setiap akhir tahun pajak. Mengenai masalah NSFP yang tidak digunakan, PKP wajib mengembalikannya ke KPP sambil menyerahkan SPT Masa PPN Desember pada tahun pajak tersebut.

Note: Mungkin Anda sedang menjumpai masalah dalam pembuatan e-Faktur dengan keterangan NSFP bukan jatah penjual. Apa itu Nomor Seri Faktur Pajak Bukan Jatah Penjual?

Untuk mengetahui NSFP mana saja yang tidak digunakan, PKP harus merekam nomor referensi Faktur Pajak selama satu tahun berjalan.

Setelah itu, PKP harus mengajukan kembali permohonan NSFP yang baru sesuai dengan ketentuan perpajakan.

PKP bisa meminta NSFP yang baru sejak Desember setiap tahun pajak berakhir dan perlu merekam nomor referensi Faktur Pajak.

Ilustrasi mengatasi nomor Faktur Pajak tidak otomatis

Cara Mengatasi Nomor Faktur Pajak Tidak Otomatis

Apabila masih terdapat sisa NSFP yang belum digunakan, Anda perlu mengajukan surat pemberitahuan pengembalian NSFP tersebut ke KPP.

Guna mengajukan surat pemberitahuan pengembalian NSFP, perlu melampirkan dokumen seperti e-Nofa terakhir dan fotokopi KTP pengurus PKP. Lalu KPP akan memberikan bukti penerimaan surat jika sudah selesai.

Setelah itu, Anda perlu meminta NSFP yang baru untuk digunakan pada transaksi di tahun pajak berikutnya.

Begitu mendapatkan NSFP baru, rekam nomor faktur ke dalam menu referensi Faktur Pajak dan memperbarui range nomor faktur dengan cara sebagai berikut:

  1. Masuk ke layanan e-Faktur DJP Online atau e-Faktur Klikpajak
  2. Klik “Referensi”.
  3. Pilih menu “Referensi-referensi Nomor Faktur”.
  4. Pilih “Rekam Range Nomor Faktur”.
  5. Masukkan Nomor Awal Faktur Pajak dan Nomor Akhir Faktur Pajak.
  6. Klik “Rekam Nomor Faktur”.
  7. Maka NSFP telah tersimpan pada menu referensi e-Faktur.

Note: Membuat Faktur Pajak wajib menggunakan e-Faktur. Ingat! ‘Update’ e-Faktur Pajak 3.0 Berlaku Tahun ini

Meski sudah tersimpan, NSFP baru tidak otomatis terinput saat hendak menerbitkan faktur pajak. NSFP tahun sebelumnya yang tidak terpakai masih muncul pada e-Faktur.

Meskipun restart aplikasi e-Faktur dengan menutup lalu membuka kembali aplikasi, akan tetap muncul rekam Faktur Pajak tahun sebelumnya.

Untuk mengatasi masalah tersebut hanya perlu menghapus range NSFP tahun sebelumnya yang tersisa.

Berikut cara menghapusnya:

  1. Masuk ke layanan e-Faktur.
  2. Klik “Referensi”.
  3. Pilih menu “Referensi-referensi Nomor Faktur”.
  4. Pilih range nomor faktur yang hendak dihapus.
  5. Klik “Hapus Range NSFP“.

Setelah menghapus range NSFP, kadang kala timbul masalah lain.

Terdapat keterangan yang menyebut:

“Anda tidak dapat menghapus nomor faktur ini karena sudah terpakai sebagai nomor faktur. Anda hanya dapat mengupdate Referensi Nomor Faktur nilai 08117. Yakin akan melakukan update referensi Nomor Faktur ini?” Apabila kasusnya seperti ini, maka klik “Ya”.

Dengan begitu, NSFP baru akan update secara otomatis. Cobalah untuk melakukan input ulang Faktur Pajak.

Dengan cara tersebut, biasanya NSFP akan secara otomatis menjadi berurutan. Setelah itu, Anda dapat menerbitkan faktur pajak tanpa masalah karena NSFP sudah sesuai.

Agar lebih mudah membuat Faktur Pajak elektronik, gunakan aplikasi pajak online Klikpajak.id.

Klikpajak.id adalah Penyedia Jasa Aplikasi Pajak (PJAP) atau Application Service Provider (ASP) mitra resmi Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang disahkan dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-169/PJ/2018.

Cara Mudah Membuat e-Faktur

Klikpajak merupakan aplikasi pajak online lengkap dan terintegrasi dalam satu platform yang memudahkan Anda mengelola administrasi perpajakan, mulai dari:

  • Faktur Pajak Masukan
  • Faktur Pajak Keluaran
  • Membuat Faktur Pajak Retur
  • Mengelola Faktur Pajak Masukan, Keluaran, dan Retur

Anda akan dipandu dengan langkah-langkah penggunaan fitur e-Faktur yang mudah dan sederhana.

Panduan langkah-langkah cara membuat e-Faktur dan contoh perhitungan PPN serta pelaporan SPT Masa PPN selengkapnya bisa dilihat di SINI.

Fitur e-Faktur Klikpajak juga memudahkan Anda mengelola Nomor Seri Faktur Pajak (NSFP) dan memperoleh Surat Pemberitahuan (Pajak Pertambahan Nilai) PPN sesuai data yang diunggah ke DJP.

Note: Anda juga dapat menginput data Faktur Masukan menggunakan Scan QR Code e-Faktur Klikpajak secara gratis. Langkah-langkah input Faktur Pajak Masukan lewat handphone selengkapnya lihat di SINI.

Teknologi cloud computing untuk kemudahan aktivitas online yang hakiki

Fitur Lengkap Klikpajak Memudahkan Urusan Perpajakan Anda

Klikpajak didukung dengan teknologi berbasis cloud yang bisa menyimpan berbagai riwayat pembayaran atau bukti pelaporan pajak Anda dan lainnya dengan aman.

Sehingga tidak perlu ada kekhawatiran bukti bayar atau lapor pajak hilang jika terjadi kerusakan atau kehilangan komputer maupun laptop.

Dengan mengadopsi teknologi cloud ini pula, Anda bisa urus pajak melalui Klikpajak hanya dengan ponsel pintar (Smartphone).

Komputasi awan atau cloud computing adalah teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat server untuk mengelola data dan juga aplikasi pengguna.

Dengan teknologi cloud ini, memudahkan penggunanya untuk menjalankan program tanpa harus memasang (instal) aplikasi terlebih dahulu.

Selain itu, sistem komputasi awan ini memudahkan penggunanya untuk mengakses data dan informasi melalui internet.

Melalui sistem ini, berbagai aktivitas termasuk urusan perpajakan bisa dilakukan secara online dengan mudah dan cepat.

“Klikpajak memiliki fitur lengkap sebagai aplikasi pajak online yang membantu mempermudah urusan perpajakan bagi Anda para pelaku usaha, konsultan pajak, maupun bagi Anda yang bekerja sebagai tax officer di perusahaan.”

Anda dapat nyaman menggunakan aplikasi Klikpajak karena keamanan dan kerahasiaan data terjamin. Sebab Klikpajak sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standar Internasional ISO yang menjamin standar keamanan sistem teknologi informasi.

Apa saja fitur lengkap Klikpajak yang semakin memudahkan Anda dalam melakukan aktivitas perpajakan?

Contoh fitur membuat bukti potong PPh Pasal 23/26 di e-Bupot Klikpajak

e-Bupot Klikpajak

Klikpajak juga dilengkapi fitur e-Bupot yang memudahkan Anda menerbitkan Bukti Potong dan mengelola bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah.

Seperti diketahui, melalui Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-269/PJ/2020, mulai 1 Agustus 2020 setiap Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang telah terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) seluruh Indonesia diwajibkan membuat bukti potong pajak dan melaporkan SPT masa PPh Pasal 23 dan/atau Pasal 26 secara elektronik melalui aplikasi e-Bupot.

Kini, penerapan wajib e-Bupot secara nasional berlaku mulai 1 September 2020 melalui KEP-368/PJ/2020 yang menyebutkan:

“Semua wajib pajak yang telah memenuhi ketentuan Pasal 6 dari PER-04/PJ/2017 sudah langsung diwajibkan membuat SPT masa PPh Pasal 23/26 dan membuat bukti pemotongan secara elektronik melalui e-Bupot mulai September 2020.”

Keunggulan e-Bupot Klikpajak

e-Bupot Klikpajak memiliki keunggulan yang bisa Anda manfaatkan untuk membantu bisnis perusahaan, di antaranya:

  • Pengelolaan bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah karena alur pembuatan yang efisien dan ramah penggunaan (user friendly).
  • Penghitungan pajak otomatis pada SPT Masa PPh 23/26.
  • Pengiriman bukti pemotongan pajak langsung ke lawan transaksi.
  • Bukti pemotongan serta pelaporan SPT Masa PPh 23/26 tidak perlu ditandatangani dengan tanda tangan basah.
  • Bukti pemotongan dan bukti pelaporan tersimpan aman, baik di PJAP dan DJP karena Klikpajak menggunakan teknologi cloud. Sehingga tak perlu khawatir bukti potong dan lapor pajak hilang jika terjadi kerusakan atau kehilangan komputer maupun laptop karena Anda tetap bisa mengaksesnya di mana pun.
  • Keamanan dan kerahasiaan data terjamin karena Klikpajak sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standar Internasional ISO, yang menjadi standar keamanan sistem teknologi informasi.
  • e-Bupot Klikpajak juga terintegrasi dengan sistem pembukuan akuntansi online Jurnal.id, sehingga semakin mudah dalam pembuatan bukti potong.
  • e-Bupot Klikpajak juga memiliki performa yang dapat di-scale up sesuai kebutuhan.
  • Layanan support pajak yang dapat diandalkan dan tutorial dalam penggunaan aplikasi yang terus diperbarui.
  • Fitur e-Bupot Klikpajak juga menyediakan data untuk kebutuhan rekapitulasi dan rekonsiliasi data faktur pajak atas transaksi yang dilakukan.

Note: Langkah-langkah membuat bukti potong PPh Pasal 23/26 dan penjelasan lengkap mengenai bukti pemotongan, baca di SINI.

e-Filing Klikpajak

Anda akan mendapatkan kemudahan cara lapor SPT Tahunan/Masa pajak dengan menggunakan aplikasi e-Filing Klikpajak karena akan dipandu dengan langkah-langkah yang mudah.

Selain itu, melaporkan seluruh jenis SPT melalui e-Filing Klikpajak gratis selamanya dan bisa dilakukan kapan saja serta di mana saja, seperti:

  • Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Badan
  • SPT Masa (Bulanan) Pajak
  • SPT Tahunan Pajak Pribadi

Setelah menyampaikan SPT Pajak, Anda akan peroleh bukti lapor dalam bentuk elektronik, yakni Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) dari DJP, yang berisi:

  • Informasi Nama Wajib Pajak (WP)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Tanggal pembuatan BPE
  • Jam pembuatan BPE
  • Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE)

Melalui Klikpajak, Anda juga akan mendapatkan NTTE resmi dari DJP sebagai bukti lapor.

Ketahui Batas Waktu Bayar dan Lapor SPT Pajak

Hindari sanksi atau denda telat bayar dan lapor pajak, lebih mudah lihat semua jadwal pembayaran dan pelaporan pajak pada kalender saku di Kalender Pajak Klikpajak.

e-Billing Klikpajak

Sistem e-Billing akan membimbing Anda mengisi Surat Setoran Pajak (SSP) elektronik dengan benar sesuai transaksi. Sebelum menyetor pajak, Anda perlu mendapatkan Kode Billing atau ID Billing terlebih dahulu dari DJP melalui e-Billing.

Anda bisa membuat ID Billing untuk semua jenis Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS) dengan mudah dan gratis.

Semua riwayat ID Billing dan SSP akan tersimpan dengan aman sesuai jenis dan masa pajak yang diinginkan. Begitu juga Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) juga akan disimpan dengan rapi dan aman pada Arsip Pajak di Klikpajak.

Contoh fitur aplikasi akuntansi online Jurnal.id yang terintegrasi dengan support system aplikasi pajak Klikpajak.id

Terintegrasi dengan Aplikasi Akuntansi ‘Online’

Kelebihan lain Klikpajak adalah bisa menarik data langsung dari laporan keuangan pengguna aplikasi akuntansi online. Salah satunya adalah Jurnal.id.

Anda semakin mudah dalam membuat dan mengelola e-Faktur serta e-Bupot karena Klikpajak bisa menarik data langsung dari laporan keuangan pengguna aplikasi akuntansi online seperti Jurnal by Mekari – Simple Online Accounting Software.

Ini adalah teknologi canggih berbasis API integration yang membuat proses pengolahan data pajak dari bagian accounting (keuangan) lebih cepat dan mudah. Sehingga proses pengelolaan pajak jadi makin gampang dan tepat hanya dengan Klikpajak.

Tim ‘Support’ Klikpajak Siap Membantu Anda!

Sebagai mitra resmi DJP, KlikPajak akan membantu Anda dalam menghitung, membayar hingga melaporkan kegiatan perpajakan. Tinggal klik, semua urusan pajak Anda selesai dalam sekejap!

Ingin melihat bagaimana Klikpajak dapat membantu bisnis Anda dalam membuat Faktur Pajak secara efektif yang dapat menghemat banyak waktu Anda?

“Kami senang berbicara dengan Anda. Jadwalkan demo dan kami dapat menunjukkan caranya. Klikpajak mengerti yang Anda butuhkan.”

Cukup daftarkan email Anda di www.klikpajak.id dan manfaatkan kemudahan dalam mengurus perpajakan Anda mulai dari menghitung, membayar hingga melaporkan pajak hanya dalam satu platform.


PUBLISHED18 Sep 2020
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: