Cara Memindahkan 'Database' e-Faktur ke Komputer Lain. Cek di Sini!

Cara Memindahkan ‘Database’ e-Faktur ke Komputer Lain. Cek di Sini!

Tiba-tiba error saat membuat Faktur Pajak elektronik ataupun melaporkan SPT Masa PPN? Untuk menghindari masalah ini, ketahui cara memindahkan database e-Faktur ke komputer lain.

Seorang Pengusaha Kena Pajak (PKP) diwajibkan menerbitkan Faktur Pajak untuk setiap transaksi penjualan barang atau jasa kena pajak yang dilakukan.

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan RI telah mempermudah pengurusan pajak ini dengan menerbitkan aplikasi e-Faktur.

Masalah yang Sering Muncul

Akan tetapi di sejumlah kasus penggunaan aplikasi e-Faktur, tidak sedikit ditemukan program aplikasi eror (error) atau tidak bisa diakses sehingga database hilang.

Ada juga yang disebabkan karena kelalaian Wajib Pajak (WP) atau PKP karena rusaknya hardware yang digunakan dan gangguan kerusakan lainnya. 

Database hilang bisa menyebabkan kesulitan dalam membuat laporan Surat Pemberitahuan (SPT) Masa Pajak Pertambahan (PPN).

PKP bisa saja mengajukan permintaan data ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) terdaftar, namun itu memerlukan waktu dan hanya data Faktur Pajak Keluaran bisa diperoleh.

Pentingnya ‘Backup Database’ e-Faktur

Untuk mengatasi masalah dengan database, maka cara amannya rutin membackup database setidaknya seminggu sekali.

Hanya saja, melakukan backup ini tidak bisa asal-asalan.

Database e-Faktur merupakan bagian yang sangat penting dari aplikasi e-Faktur tersebut.

Dalam database e-Faktur, terekam seluruh data registrasi, aktivasi dan rekam jejak transaksi PKP.

Jika Pengusaha Kena Pajak salah saat memindahkan database e-Faktur ke komputer lain, bisa-bisa database e-Faktur tersebut corrupt.

Akibatnya, PKP harus mengunduh kembali aplikasi e-Faktur dan melakukan install ulang. Duh, urusan jadi runyam, bukan?

Untuk mengetahui bagaimana cara memindahkan database e-Faktur ke komputer lain, berikut ulasan dari Klikpajak by Mekari.

Langkah-Langkah Memindahkan ‘Database’ e-Faktur

Berikut tiga hal yang harus diperhatikan saat hendak memindahkan database e-Faktur ke komputer lain.

1. Lakukan backup data e-Faktur beserta semua hal yang berkaitan dengan aplikasi e-Faktur, seperti Sertifikat Elektronik.

Backup data e-Faktur bisa diletakkan dalam satu folder yang sama dengan e-Faktur.

2. Compress hasil back-up ke dalam file ZIP atau RAR dan pindahkan ke external hard drive atau flashdisk.

3. Install aplikasi e-Faktur di komputer lain agar database e-Faktur yang sudah dibackup bisa langsung dipindahkan.

a. Cara ‘Backup’ Database di e-Faktur 

Aplikasi e-Faktur sudah dilengkapi fitur backup database secara otomatis.

Maka setelah proses instalasi selesai dan e-Faktur dijalankan, secara otomatis aplikasi akan membentuk folder dengan nama “Backup” dalam folder ini seluruh database akan dibackup menjadi file yang dikompres dengan format zip atau rar

Proses ini berjalan setiap kali Pengusaha Kena Pajak mengakses aplikasi e-Faktur.

Untuk mengetahui apakah data itu sudah terbackup otomatis atau belum, bisa dicek di folder aplikasi e-Faktur. 

Dengan begitu, apabila terjadi masalah dengan aplikasi atau database corrupt, Anda tidak perlu risau karena sudah punya backup datanya, di mana file terbentuk sesuai tanggal backup

Berikut cara backup data Pajak Keluaran, Pajak Masukan, Retur dan Dokumen Lain secara manual:

1. Login ke Aplikasi e-Faktur

2. Untuk membackup Faktur Pajak Keluaran

  • Menu Faktur ==> Pajak Keluaran ==> Administrasi Faktur ==> Filter masa/tahun berapa yang akan dibackup
  • Blok semua data dengan cara tekan CTRL+A ==> klik kanan ==> Ekspor ==> simpan file dalam bentuk CSV.

Lakukan langkah yang sama dilakukan untuk backup Pajak Masukan, Retur, dan Dokumen Lainnya.

Note: Faktur Pajak Pengganti Beda Masa: Beda Tanggal, Bulan dan Tahun

Cara otomatis backup seperti ini sangat penting karena apabila ada data e-Faktur yang hilang atau data corrupt Anda bisa melakukan input ulang dengan memanfaatkan feature import data dari file CSV yang kita buat tersebut.

Backup database e-Faktur juga bisa dilakukan secara manual.

Caranya dengan menyalin folder database ke folder lain atau flashdisk.

Akan tetapi, sebelum melakukan langkah ini Anda harus keluar dan menutup aplikasi e-Faktur.

Jika tidak, bisa menyebabkan database penyimpanan e-Faktur corrupt saat disalin.

Ilustrasi upload database e-Faktur

b. Cara Mengatasi Database e-Faktur ‘Corrupt’

Berikut cara mengatasi database e-Faktur yang corrupt:

  • Keluar dan tutup aplikasi e-Faktur
  • Ganti nama atau rename folder database dengan nama lain
  • Cari folder backup dan buka foldernya, pilih file backup terbaru (cari berdasarkan tanggal terbaru) dalam file backup tersebut, yang kemungkinan besar masih menyimpan database yang lengkap.
  • Ekstrak file backup tersebut cari folder “db” di data yang diekstrak
  • Pindahkan folder “db” hasil ekstrak ke folder e-Faktur (jangan mengubah nama folder).
  • Jalankan etaxinvoice.exe, database anda akan normal ke posisi semula sebelum database corrupt.

Perlu diingat, Data Faktur Pajak Keluaran yang sudah dibuat PKP dan sudah berstatus Approved, jika hilang maka sesuai Peraturan Direktorat Jenderal Pajak Nomor PER 16/PJ/2014, PKP bisa meminta data e-Faktur ke KPP tempat PKP itu dikukuhkan dan cukup melampirkan surat permohonan permintaan data e-Faktur.

Akan tetapi, permintaan data e-Faktur hanya terbatas pada data e-Faktur yang telah diunggah ke server Dirjen Pajak dan telah memperoleh persetujuan Dirjen Pajak atau status faktur sudah berstatus “Approved”. 

Sedangkan data Faktur Pajak Masukan, Retur, dan Dokumen lain tidak bisa melakukan permintaan ke KPP karena data-data tersebut tersimpan di Komputer si PKP, buka di server Direktorat Jenderal Pajak.

Ilustrasi backup database e-Faktur gagal

c. Menyalin Database e-Faktur ke Komputer OS yang Sama 

Untuk memindahkan database e-Faktur ke komputer lain, caranya cukup mudah.

Asalkan komputer lain yang akan digunakan memiliki sistem operasi atau operation system (OS) yang sama.

Misalnya, dari komputer yang menggunakan OS Windows 32 bit ke komputer yang juga menggunakan OS Windows 32 bit juga.

Caranya, hanya dengan melakukan copy paste database yang telah di backup, lalu diletakkan di external hard drive ke aplikasi e-Faktur yang telah diinstall di komputer lain.

Namun sebelum copy paste, extract dahulu database (db) yang dibackup dalam format ZIP atau RAR.

Ilustrasi gagal backup database e-Faktur karena sistem operasi komputer yang berbeda

d. Menyalin Database e-Faktur ke komputer OS yang berbeda  

Memindahkan database e-Faktur ke komputer lain dengan OS berbeda, misalnya dari OS Windows 7 32 bit ke OS Windows 7 64 bit, tidak banyak berbeda dengan memindahkan database e-Faktur ke komputer dengan OS sama.

Hanya saja, aplikasi e-Faktur yang diinstal harus sudah compatible.

Artinya, jika menggunakan komputer dengan OS Windows 7 64 bit, maka aplikasi e-Faktur yang diinstall adalah e-Faktur 64 bit. Jika tidak compatible, maka database akan corrupt.

Detail langkah memindahkan database e-Faktur ke komputer beda OS sebagai berikut:

  1. Unduh aplikasi e-Faktur sesuai OS komputer baru.
  2. Extract hasil unduhan dan instal.
  3. Copy paste folder db yang sudah dibackup ke folder e-Faktur yang sudah di-extract pada komputer baru.

Setelah mengikuti langkah-langkah tersebut, database e-Faktur yang semula dijalankan untuk OS Windows 7 32 bit bisa digunakan pada OS Windows 7 64 bit.

Note: Penyebab Permintaan Nomor Seri Faktur Pajak Gagal dan Cara Mengatasi

Proses ini juga bisa dilakukan untuk komputer dengan sistem operasi berbeda, misalkan dari komputer dengan sistem operasi Windows ke komputer dengan sistem operasi Linux atau Mac.

Akan tetapi, sebelum mengunggah database e-Faktur ke komputer lain, Pengusaha Kena Pajak harus melakukan setting ulang Sertifikat Digital (Sertifikat Elektronik) yang ada di aplikasi e-Faktur ke komputer baru. 

Atur (setting) ulang bisa dilakukan dengan masuk ke menu “Referensi” dan ke sub-menu “Administrasi Sertifikat”.

Terakhir, masukkan kembali Sertifikat Elektronik dan masukkan passphrase. Selesai, PKP sudah dapat menggunakan e-Faktur di komputer baru.

Ilustrasi sistem operasi perangkat lunak yang harus diperhatikan saat backup database e-Faktur

Lebih Praktis dengan e-Faktur Klikpajak Tanpa Ribet ‘Install’ dan ‘Backup’ Data

Tahukah, Anda dapat lebih mudah dan praktis menggunakan e-Faktur Klikpajak karena Anda tidak perlu ribet harus menginstall aplikasi maupun backup data e-Faktur ke komputer lain terlebih dahulu.

Sebab aplikasi e-Faktur online Klikpajak mengadopsi sistem berbasis web dengan teknologi cloud.

Cloud computing atau komputasi awan adalah teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat server untuk mengelola data dan juga aplikasi pengguna.

Melalui teknologi cloud, Anda bisa menggunakan aplikasi tanpa harus mengunduh (download) dan memasang (install) aplikasi terlebih dahulu.

Sebab sistem cloud yang berbasis web ini memudahkan Anda dalam mengakses data dan informasi melalui internet secara cepat.

Klikpajak.id adalah Penyedia Jasa Apikasi Perpajakan (PJAP) atau Application Service Provider (ASP) mitra resmi DJP yang disahkan dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-169/PJ/2018.

Contoh membuat Faktur Pajak elektronik di e-Faktur Klikpajak

Bisa Manfaatkan Prepopulated e-Faktur 3.0 Tanpa ‘Update’ Sendiri

Seperti diketahui, per 1 Oktober 2020, DJP telah mewajibkan pengguna e-Faktur client desktop harus update e-Faktur 3.0 karena e-Faktur 2.2 telah ditutup.

Perbedaan e-Faktur 3.0 dan e-Faktur 2.2.

Melalui e-Faktur Klikpajak, Anda tidak perlu repot-repot download patch terbaru e-Faktur ini karena Anda bisa langsung menggunakannya dan memanfaatkan fitur prepopulated e-Faktur.

“Gunakan aplikasnya, biar Klikpajak yang mengurus sistemnya untuk mempermudah pembuatan e-Faktur hingga pelaporan SPT Masa PPN Anda.”

Melalui e-Faktur Klikpajak, Anda dapat mengelola Nomor Seri Faktur Pajak (NSFP) dan memperoleh Surat Pemberitahuan PPN sesuai data yang diunggah ke DJP.

Bahkan pembuatan dan pengelolaan e-Faktur Anda semakin cepat karena salah satu kelebihan Klikpajak adalah terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal by Mekari – Simple Online Accounting Software.

Ini adalah teknologi canggih berbasis API integration yang membuat proses pengelolaan data pajak dari bagian keuangan (accounting) lebih cepat dan mudah.

Melalui e-Faktur Klikpajak, Anda bisa menarik data langsung dari pembukuan atau laporan keuangan Jurnal.id tanpa harus keluar masuk platform lagi.

Tentu saja, hal ini semakin menghemat waktu Anda, bukan?

Ilustrasi update e-Faktur 3.0

Cara Membuat e-Faktur dan Pelaporan SPT Masa PPN

Jadi, kemudahan berlipat Anda dapatkan dengan menggunakan e-Faktur Klikpajak adalah:

  • Langsung menggunakan aplikasi e-Faktur tanpa install terlebih dahulu
  • Tidak perlu input data satu per satu secara manual saat membuat e-Faktur karena bisa langsung menarik data transaksi dari laporan keuangan ‘online’
  • Membuat e-Faktur dan menyampaikan SPT Masa PPN lebih praktis dengan sistem yang terintegrasi dengan Jurnal.id

Untuk mengetahui bagaimana cara membuat e-Faktur, bayar PPN dan melaporkan SPT Masa PPN, lihat tutorialnya di SINI.

Lebih jelasnya bagaimana cara membuat:

  • Cara membuat Faktur Keluaran
  • Membuat Faktur Pengganti
  • Cara membuat Faktur Pajak Pembatalan
  • Membuat Faktur Pajak Retur
  • Cara menghapus ‘Draft’ Faktur Pajak

Berikut Panduan Lengkap Penggunaan e-Faktur ‘Online’

Contoh fitur membuat e-Faktur di Klikpajak

Bisa Membuat Bukti Potong PPh 23/26 di e-Bupot Klikpajak

Klikpajak juga dilengkapi fitur e-Bupot yang memudahkan Anda menerbitkan Bukti Potong dan mengelola bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah.

Bahkan fitur e-Bupot yang semakin memudahkan Anda membuat bukti pemotongan PPh Pasal 23/26 dan melaporkan SPT PPh 23/26 melalui e-Bupot dengan menarik data langsung dari laporan keuangan elektronik.

Wajib e-Bupot

Seperti diketahui, baik WP Pengusaha Kena Pajak (PKP) maupun Non-PKP yang melakukan transaksi yang mengharuskan membuat bukti pemotongan PPh 23/26 wajib menggunakan e-Bupot mulai 1 Oktober untuk masa pajak September 2020.

Wajib e-Bupot bagi WP PKP dan Non-PKP ini diatur dalam Kepdirjen Nomor KEP-368/PJ/2020 tentang Penetapan Pemotong PPh Pasal 23/26 yang Diharuskan Membuat Bukti Pemotongan dan Diwajibkan Menyampaikan SPT Masa PPh Pasal 23/26 Berdasarkan PER-04/PJ/2017.

Keunggulan e-Bupot Klikpajak

Berikut keunggulan e-Bupot Klikpajak yang dapat membantu bisnis perusahaan:

  • Pengelolaan bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah karena alur pembuatan yang efisien dan ramah penggunaan (user friendly).
  • Penghitungan pajak otomatis pada SPT Masa PPh 23/26.
  • Pengiriman bukti pemotongan pajak langsung ke lawan transaksi.
  • Bukti pemotongan serta pelaporan SPT Masa PPh 23/26 tidak perlu ditandatangani dengan tanda tangan basah.
  • Bukti pemotongan dan bukti pelaporan tersimpan aman, baik di PJAP dan DJP karena Klikpajak menggunakan teknologi cloud. Sehingga tak perlu khawatir bukti potong dan lapor pajak hilang jika terjadi kerusakan atau kehilangan komputer maupun laptop karena Anda tetap bisa mengaksesnya di mana pun.
  • Keamanan dan kerahasiaan data terjamin karena Klikpajak sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standar Internasional ISO, yang menjadi standar keamanan sistem teknologi informasi.
  • e-Bupot Klikpajak juga terintegrasi dengan sistem pembukuan akuntansi online Jurnal.id, sehingga semakin mudah dalam pembuatan bukti potong.
  • e-Bupot Klikpajak juga memiliki performa yang dapat di-scale upsesuai kebutuhan.
  • Layanansupport pajak yang dapat diandalkan dan tutorial dalam penggunaan aplikasi yang terus diperbarui.
  • Fitur e-Bupot Klikpajak juga menyediakan data untuk kebutuhan rekapitulasi dan rekonsiliasi data faktur pajak atas transaksi yang dilakukan.

Contoh fitur membuat bukti potong PPh 23/26 di e-Bupot Klikpajak

Bisa Membuat Kode Billing di e-Billing Klikpajak

Anda juga bisa membuat Kode Billing sebagai syarat yang harus dipenuhi pada saat Anda akan melakukan pembayaran pajak.

Buat ID Billing di e-Billing Klikpajak, karena Klikpajak.id juga menerbitkan ID Billing resmi dari DJP.

Sistem e-Billing akan membimbing Anda mengisi Surat Setoran Pajak (SSP) elektronik dengan benar sesuai transaksi.

Sebelum menyetor pajak, Anda perlu mendapatkan Kode Billing atau ID Billing terlebih dahulu dari DJP melalui e-Billing.

Anda bisa membuat ID Billing untuk semua jenis Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS) dengan mudah dan gratis.

Semua riwayat ID Billing dan SSP akan tersimpan dengan aman sesuai jenis dan masa pajak yang diinginkan.

Begitu juga Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) juga akan disimpan dengan rapi dan aman pada Arsip Pajak di Klikpajak.

Contoh BPE yang diterbitkan Klikpajak resmi dari DJP

Bisa Langsung Bayar Pajak di e-Billing Klikpajak

Tidak hanya membuat Kode Billing saja, melalui aplikasi e-Billing Klikpajak Anda juga dapat langsung membayar pajak dari jumlah yang tertera pada billing pajak Anda ini.

“Hanya dalam satu platform, membuat Kode Billing dan bayar billing selesai dalam sekejap lewat e-Billing Klikpajak.”

Setelah pembayaran pajak selesai, Anda akan langsung menerima Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) resmi dari DJP.

Note: Langkah-langkah cara membuat Kode Billing dan Bayar Billing, selengkapnya lihat di SINI.

Lapor SPT di e-Filing Klikpajak Gratis!

Anda dapat memanfaatkan fitur e-Filing Klikpajak untuk melaporkan berbagai jenis SPT Tahunan/Masa PPh dengan langkah-langkah yang mudah.

Lapor SPT juga gratis selamanya melalui e-Filing Klikpajak. Anda bisa melaporkan semua jenis SPT mulai dari:

  • SPT Tahunan Pajak Badan
  • SPT Masa (Bulanan) Pajak
  • SPT Tahunan Pajak Pribadi

Setelah menyampaikan SPT Pajak, Anda akan peroleh bukti lapor dalam bentuk elektronik, yakni Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) dari DJP, yang berisi:

  • Informasi Nama Wajib Pajak (WP)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Tanggal pembuatan BPE
  • Jam pembuatan BPE
  • Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE)

Melalui Klikpajak, Anda juga akan mendapatkan NTTE resmi dari DJP sebagai bukti lapor.

Ketahui Batas Waktu Bayar dan Lapor SPT Pajak

Tak perlu bingung kapan waktunya harus bayar dan lapor pajak.

Hindari sanksi atau denda telat bayar dan lapor pajak, lebih mudah lihat semua jadwal pembayaran dan pelaporan pajak pada kalender saku di Kalender Pajak Klikpajak

Data Terlindungi

Anda dapat nyaman menggunakan aplikasi Klikpajak karena keamanan dan kerahasiaan data terjamin.

Sebab Klikpajak sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standar Internasional ISO yang menjamin standar keamanan sistem teknologi informasi.

Makin Mudah dengan Aplikasi Akuntansi ‘Online’ Jurnal.id

Agar semakin mudah dan praktis dalam melakukan administrasi perpajakan Anda, gunakan juga pembukuan dan laporan keuangan dalam aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Karena aplikasi pajak online Klikpajak.id terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Anda dapat menarik data transaksi dalam laporkan keuangan untuk langsung dibuatkan Faktur Pajaknya maupun Bukti Pemotongan pajaknya serta langsung saat diperlukan untuk melaporkan SPT pajaknya dengan cepat dalam satu platform.

Integrasi dengan Jurnal by Mekari ini merupakan teknologi canggih berbasis API integration yang membuat proses pengolahan data pajak dari bagian keuangan (accounting) lebih cepat dan mudah.

Proses pengelolaan pajak pun jadi makin gampang dan tepat hanya dengan Klikpajak.

Ingin mengetahui bagaimana kemudahan dalam pengelolaan administrasi perpajakan Anda dari integrasi Klikpajak dan Jurnal.id, selengkapnya baca di SINI.

Contoh fitur aplikasi akuntansi online Jurnal.id yang terintegrasi dengan aplikasi pajak online Klikpajak.id

Tim Support Klikpajak Selalu Siap Membantu Anda!

“Fitur lengkap Klikpajak membantu mempermudah urusan perpajakan bagi Anda para pelaku usaha, konsultan pajak, maupun bagi Anda yang berprofesi pada bagian keuangan atau sebagai sebagai tax officer di perusahaan.”

Sebagai mitra resmi DJP, Klikpajak akan membantu Anda dalam menghitung, membayar hingga melaporkan kegiatan perpajakan Anda.

Tinggal klik, semua urusan pajak Anda selesai dalam sekejap!

Ingin melihat bagaimana Klikpajak dapat membantu bisnis atau aktivitas Anda dalam membuat Faktur Pajak, Bukti Pemotongan pajak, penyampaian SPT Tahunan/Masa PPh dan PPN, serta berbagai aktivitas perpajakan lainnya secara efektif yang dapat menghemat banyak waktu Anda?

“Jangan segan menghubungi kami, karena kami senang berbicara dengan Anda. Jadwalkan demo dan kami dapat menunjukkan caranya. Klikpajak mengerti yang Anda butuhkan.”

Cukup daftarkan email Anda di www.klikpajak.id dan temukan bagaimana Anda dapat melakukan urusan pajak dengan sangat menyenangkan. Lebih mudah dari sekadar yang Anda bayangkan.


PUBLISHED14 Oct 2020
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: