Cara Lapor SPT Tahunan Pribadi PPh Pasal 21 Bukan Karyawan

Cara Lapor SPT Tahunan Pribadi PPh Pasal 21 Bukan Karyawan

Meski sama-sama berstatus pekerja, tapi antara pekerja yang statusnya karyawan dengan yang bukan karyawan tentunya berbeda. Tapi sama-sama memiliki kewajiban Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 yang dipotong oleh perusahaan pengguna jasa bagi Wajib Pajak (WP) bukan karyawan ini. Ketahui cara lapor SPT Tahunan Pribadi PPh Pasal 21 bukan karyawan

WP yang merupakan bukan karyawan ini contohnya pekerja bebas atau freelancer dan pengusaha.

Baik karyawan maupun bukan karyawan yang melakukan pekerjaan bebas dengan dipotong PPh 21 oleh perusahaan pengguna jasanya, harus melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan pribadi di e-Filing atau e-Form.

Seperti apa cara lapor SPT Tahunan Pribadi PPh Pasal 21 bukan karyawan alias pekerja bebas ini, berikut ulasan dari Klikpajak by Mekari.

Kategori Pekerja Bebas atau Bukan Karyawan

Wajib Pajak kategori pekerja bebas atau orang yang bukan pekerja kantoran, diantaranya seperti penulis, atlet, penyanyi, musisi, selebriti, arsitek, dokter, peneliti, pengacara, konsultan, akuntan, tenaga ahli, pelawak, sutradara, kru film, foto model, peragawan atau peragawati, penari dan lainnya. 

Para pekerja lepas itu, tetap harus membayar pajak karena mereka menerima penghasilan tetap setiap bulan.

Contohnya, seorang dokter yang bekerja di rumah sakit adalah pegawai kantoran, namun jika dia membuka praktek sendiri, maka dokter itu masuk kategori pekerja bebas.

Aturan soal pekerja bebas dalam perpajakan ini diatur dalam Pasal 1 Poin 24 UU Nomor 28 Tahun 2007 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan.

Dalam aturan itu disebutkan, pekerjaan bebas adalah pekerjaan yang dilakukan oleh orang pribadi yang mempunyai keahlian khusus untuk mencari nafkah atau mendapatkan penghasilan, yang tidak terikat oleh suatu hubungan kerja.

Detail pekerjaan bebas ini diatur PMK Nomor 99/PMK.03/2018 tentang Pelaksanaan PP Nomor 23 Tahun 2018 tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Usaha yang Diterima atau Diperoleh Wajib Pajak yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu.

spt tahunan karyawanIlustrasi wajib pajak dari berbagai profesi yang harus menyampaikan SPT Tahunan PPh Pasal 21 bagi pekerja bebas yang dipotong PPh 21 pengguna jasa

Jenis Formulir SPT Tahunan Pribadi Bukan Karyawan

Pada dasarnya, formulir SPT Tahunan pribadi ditentukan berdasarkan total dan sumber penghasilan WP.

Ada tiga jenis formulir SPT, yaitu formulir SPT 1770, formulir SPT 1770 S, dan formulir SPT 1770 SS.

Karena kali ini yang dibahas adalah SPT Tahunan pribadi PPh Pasal 21 bukan karyawan.

Artinya, jenis formulir yang digunakan bagi WP yang berstatus pekerja bebas ini adalah formulir SPT 1770.

Formulir 1770 adalah formulir yang diperuntukkan bagi Wajib Pajak (WP) yang memiliki penghasilan dari salah satu pekerjaan sebagai berikut:

  • Pekerjaan bebas
  • Dari beberapa sumber pekerjaan (bukan satu pemberi kerja)
  • Memperoleh penghasilan yang dikenakan PPh Final
  • Penghasilan dalam negeri lain  seperti bunga, royalti, dan lainnya
  • Penghasilan luar negeri

Meski status WP yang sebagai bukan karyawan alias pekerja bebas, tetap akan dipotong PPh 21 oleh pengguna jasa, yang mana dalam penghitungan PPh Final akan menjadi komponen pengurang pajaknya.

spt tahunan pribadiIlustrasi jenis-jenis formulir SPT Tahunan Pribadi PPh Pasal 21 yang dipotong pemberi kerja

Persiapan Lapor SPT Tahunan Pribadi PPh Pasal 21 Bukan Karyawan

Sama seperti langkah-langkah dalam pelaporan SPT pajak pribadi lainnya, WP bukan karyawan ini harus melakukan beberapa persiapan untuk menyampaikan SPT pajaknya.

Persiapan yang harus dilakukan oleh WP bukan karyawan sebelum lapor SPT Tahunan pribadi adalah memiliki dokumen sebagai berikut:

1. NPWP

Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) adalah nomor yang diberikan kepada WP sebagai sarana dalam administrasi perpajakan yang dipergunakan sebagai tanda pengenal diri atau identitas WP dalam melaksanakan hak dan kewajibannya.

NPWP diberikan kepada WP yang telah memenuhi persyaralan subjektif dan objektif sebagaimana telah diatur dalam peraturan perundang-undangan perpajakan.

NPWP tidak berubah meskipun WP pindah tempat tinggal atau tempat kedudukan atau mengalami pemindahan tempat terdaftar.

Belum memiliki NPWP? Ini syarat dan cara membuat NPWP Pribadi online.

2. EFIN

Bagi yang belum memiliki nomor EFIN (Electronic Filing Identification Number), maka harus menjalani prosedur untuk mendapatkannya terlebih dahulu.

EFIN yang diterbitkan oleh DJP kepada WP, digunakan yang melakukan transaksi atau mengakses layanan elektronik Ditjen Pajak, seperti lapor SPT melalui e-Filing atau e-Form.

Belum memiliki EFIN? Begini langkah mudah cara membuat atau daftar dan aktivasi EFIN online untuk wajib pajak pribadi.

3. Dokumen Syarat Pelaporan SPT

Ada baberapa dokumen yang harus disiapkan oleh pekerja bebas atau wajib pajak bukan karyawan, salah satunya bukti potong PPh 21 dari perusahaan pengguna jasanya.

WP bukan karyawan alias pekerja bebas ini dapat meminta bukti disediakan oleh perusahaan pengguna jasa.

Dokumen yang disiapkan untuk mengisi SPT 1770 Tahunan:

  • Bukti Potong PPh (jika ada),
  • Kartu Keluarga,
  • Daftar Harta,
  • Daftar Utang, 
  • Catatan omzet per bulan,
  • Bukti penyetoran PPh Final.

melaporkan SPT Tahunan PPh Pasal 21Ilustrasi pekerja bebas atau pekerja bukan karyawan yang harus melaporkan SPT Tahunan PPh Pasal 21

Mulai Melaporkan SPT Tahunan Pribadi PPh Pasal 21 Bukan Karyawan

Seperti yang sudah disinggung di atas, bahwa pekerja bebas atau wajib pajak bukan karyawan juga akan dipotong PPh Pasal 21 oleh perusahaan yang menggunakan jasanya.

Maka pemotongan PPh Pasal 21 tersebut harus dimasukkan dalam komponen perhitungan penghasilan kena pajak dalam perhitungan PPh Final yang menjadi PPh terutang pekerja bebas ini.

Ada beberapa pilihan cara menyampaikan SPT Tahunan PPh pribadi, yakni:

  • Datang langsung ke KPP/Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) terdekat
  • Memasukkan melalui Drop Box (khusus SPT Tahunan)
  • menggunakan Pos Tercatat atau Jasa Pengiriman
  • Lapor SPT Tahunan melalui e-Filing atau e-Form

Dari kesemua pilihan pelaporan SPT, yang paling mudah, efektif dan efisien tentunya lapor SPT Tahunan secara daring melalui e-Filing.

e-Filing adalah suatu cara penyampaian SPT pajak secara elektronik yang dilakukan secara online dan real time melalui internet pada website Direktorat Jenderal Pajak atau Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) mitra resmi DJP, seperti e-Filing Klikpajak.id

Klikpajak.id adalah PJAP atau Application Service Provider (ASP) mitra resmi Ditjen Pajak yang disahkan dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-169/PJ/2018.

Fitur lapor SPT Tahunan di e-FilingFitur lapor SPT Tahunan di e-Filing

 

 

Cara Lapor SPT Tahunan Pribadi PPh Pasal 21 Bukan Karyawan  

Untuk menjawab bagaimana cara mengisi formulir SPT Tahunan pribadi Pasal 21 bukan karyawan, maka hal pertama adalah WP harus sudah punya akun DJP Online atau akun lapor pajak online di Klikpajak.id

Jika belum punya, silakan mendaftar terlebih dahulu ke situs ini: djponline.pajak.go.id/registrasi atau e-Filing Klikpajak.id

WP juga harus menyiapkan dokumen peredaran atau penghasilan bruto. Scan dokumen-dokumen tersebut karena akan diunggah (upload).

Berikut tahapan lapor SPT Tahunan bagi bukan karyawan atau pekerja lepas di DJP Online:

  1. Masuk ke situ DJP Online. Lalu Login dengan cara memasukkan Nomor NPWP dan kata sandi atau password. 
  2. Pilih e-Form, lalu klik ‘Buat SPT’ dan pilih ‘Ya’.
  3. Klik ‘e-Form SPT 1770’. Pilih tahun pajak 2020 (contohnya) dan klik ‘Kirim Permintaan’. Dokumen e-form akan otomatis terunduh. Pada saat bersamaan, WP juga akan mendapatkan kode verifikasi ke email WP yang sudah didaftarkan ke DJP.
  4. Pada halaman unduh formulir elektronik, klik ‘Download Viewer’, di ikuti klik ‘windows (24mb)’. Setelah proses unduh selesai, instalasikan form viewer tersebut.
  5. Dokumen e-form yang sudah diunduh buka melalui program viewer, lalu diisi. Masukkan pula daftar peredaran bruto selama satu tahun. 
  6. Pada lampiran 1770-IV bagian A, isi harta yang dimiliki sampai 2020. Apabila WP melakukan pembukuan klik ‘pembukuan’ dan jika ada pencatatan maka klik ‘pencatatan’. Katakanlah, Anda pilih ‘pencatatan’.
  7. Pada lampiran 1770-IV bagian B, isi utang yang dimiliki jika ada
  8. Pada lampiran 1770-IV bagian C, isi anggota keluarga WP. 
  9. Pada lampiran 1770-III, WP akan melihat daftar penghasilan yang dikenakan pajak final. Abaikan jika WP tidak memiliki penghasilan dari daftar tersebut. Saat yang sama, WP juga akan melihat daftar penghasilan yang tidak termasuk objek pajak. Jika Anda punya penghasilan yang masuk dalam daftar itu, silahkan diisi dan jika tidak, abaikan. 
  10. Pada lampiran II, WP akan diminta mengisi bukti potong. Artinya, apabila WP memiliki penghasilan yang dipotong atau dipungut oleh pihak lain, cantumkan nilainya di kolom ini. 
  11. Pada lampiran 1, masukkan peredaran atau penghasilan bruto WP dan kalikan dengan norma perhitungan penghasilan neto (NPPN) sesuai dengan ketentuan. Hasilnya adalah angka penghasilan bersih (neto) WP.
  12. Halaman induk 1770. Di kolom ini, isi status kewajiban pajak WP sesuai keadaan. Pada bagian B, pilih penghasilan tidak kena pajak (PTKP) sesuai dengan WP, isi kolom tanggal dan klik ‘submit’.
  13. Klik ‘unggah lampiran’, di mana ukuran file tidak boleh lebih dari 40 mb dan harus berbentuk PDF. Buka email WP, dan salin kode verifikasi. 
  14. Kembali ke form viewer, tinggal paste kode verifikasi tadi dan klik ‘submit’. Klik ‘Yes’ dan jika proses submit sudah rampung, akan muncul keterangan ‘submit SPT berhasil’.
  15. Bukti penerimaan elektronik kemudian akan dikirimkan ke email WP. Selesai.  

lapor SPT Tahunan Pribadi PPh Pasal 21Ilustrasi lapor SPT Tahunan Pribadi PPh Pasal 21

Sanksi Denda Terlambat Lapor SPT Pajak

Batas waktu lapor SPT Tahunan PPh Pasal 21 karyawan adalah paling lamabat 31 Maret setiap tahunnya.

Jika terlambat menyampaikan SPT pajak, akan dikenakan sanksi daan denda sesuai ketentuan perundang-undangan perpajakan.

Note: Ketahui besar sanksi dan denda terlambat lapor SPT Pajak terbaru yang diatur dalam Undang-Undang Cita Kerja klaster perpajakan.

Mudah Lihat Batas Waktu Bayar dan Lapor Pajak

Tidak perlu bingung kapan waktunya harus membayar dan melaporkan pajak Anda tepat waktu.

Hindari sanksi atau denda terlambat bayar dan lapor pajak, lebih mudah lihat semua jadwal pembayaran dan pelaporan SPT pada kalender saku di Kalender Pajak Klikpajak.

Tahukah, Anda dapat melaporkan SPT Tahunan Pajak secara online dengan mudah melalui e-Filing Klikpajak.

Cara lapor SPT Tahunan di e-Filing Klikpajak, simak tutorial caranya di SINI.

Anda juga dapat melihat tutorial cara lapor SPT Tahunan PPh Pribadi melalui video berikut ini:

Melalui e-Filing Klikpajak, Anda dapat melaporkan semua jenis SPT Tahunan/Masa dengan langkah-langkah yang mudah.

Lapor SPT pajak di e-Filing Klikpajak juga gratis selamanya, seperti:

  • SPT Tahunan Pajak Badan
  • SPT Masa (Bulanan) Pajak
  • SPT Tahunan Pajak Pribadi

Setelah menyampaikan SPT pajak, Anda akan peroleh bukti lapor dalam bentuk elektronik, yakni Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) dari DJP yang berisi:

  • Informasi Nama Wajib Pajak (WP)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Tanggal pembuatan BPE
  • Jam pembuatan BPE
  • Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE)

Melalui Klikpajak.id, Anda juga akan mendapatkan NTTE resmi dari DJP sebagai bukti lapor.

lapor pajak

Fitur Lengkap Klikpajak yang Terintegrasi

Klikpajak.id memiliki fitur lengkap dan cara yang simpel untuk melakukan berbagai aktivitas perpajakan, mulai dari menghitung, membayar dan lapor pajak dalam satu platform.

Sistem Klikpajak akan membantu Anda menghitung kewajiban perpajakan dengan akurat sehingga menghindari adanya kesalahan penghitungan.

Selain bayar dan lapor pajak, apa saja fitur lengkap Klikpajak lainnya yang semakin memudahkan urusan perpajakan?

a. Bayar Pajak dalam Satu Platform, Membuat Kode Billing Langsung Bayar Billing

Sebelum menyetor pajak, harus mendapatkan Kode Billing atau ID Billing terlebih dahulu dari DJP sebagai syarat untuk membayar pajak ke bank persepsi.

Tahukah, Anda dapat membuat kode billing dan langsung bayar billing/pajak hanya dalam satu platform melalui e-Billing Klikpajak.

Melalui e-Billing Klikpajak, Anda dapat membuat Kode Billing untuk semua jenis Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS) dengan mudah dan gratis.

Semua riwayat ID Billing dan SSP akan tersimpan dengan aman sesuai jenis dan Masa Pajak yang diinginkan.

Begitu juga Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) akan disimpan dengan rapi dan aman pada fitur Arsip Pajak di Klikpajak.

Sistem e-Billing akan membimbing Anda mengisi Surat Setoran Pajak (SSP) elektronik dengan benar sesuai transaksi.

“Klikpajak akan menerbitkan ID Billing Anda resmi dari DJP dan Anda dapat langsung membayar pajak tanpa keluar dari platform. Karena e-Billing Klikpajak terintegrasi dengan bank persepsi yang ditunjuk DJP untuk menerima pembayaran/setoran pajak.”

Setelah pembayaran pajak selesai, Anda akan langsung menerima Bukti Penerimaan Negara (BPN) resmi dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Note: Langkah-Langkah Cara Membuat Kode Billing dan Bayar Billing di e-Billing

ebilling pajakFitur membuat kode billing dan bayar billing di e-Billing Klikpajak

b. Mudah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT Masa PPh 23/26 di e-Bupot

Fitur e-Bupot memudahkan Anda menerbitkan Bukti Potong PPh Pasal 23/26 dan mengelola bukti pemotongan dalam jumlah banyak.

Apa saja keunggulan e-Bupot Klikpajak yang dapat membantu bisnis perusahaan korporasi Anda?

  • Pengelolaan bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah karena alur pembuatan yang efektif dan ramah penggunaan (user friendly)
  • Penghitungan pajak otomatis pada SPT Masa PPh 23/26
  • Pengiriman bukti pemotongan pajak langsung ke lawan transaksi
  • Bukti pemotongan serta pelaporan SPT Masa PPh 23/26 tidak perlu ditandatangani dengan tanda tangan basah
  • Bukti pemotongan dan bukti pelaporan tersimpan aman, baik di Klikpajak dan Ditjen Pajak
  • e-Bupot Klikpajak juga terintegrasi dengan sistem pembukuan akuntansi online Jurnal.id, sehingga semakin mudah membuat bukti potong
  • e-Bupot Klikpajak juga memiliki performa yang dapat di-scale up sesuai kebutuhan
  • Layanan support pajak yang dapat diandalkan dan tutorial dalam penggunaan aplikasi yang terus diperbarui
  • Fitur e-Bupot Klikpajak juga menyediakan data untuk kebutuhan rekapitulasi dan rekonsiliasi data Faktur Pajak atas transaksi yang dilakukan

Dari integrasi Klikpajak.id dan Jurnal.id ini, Anda akan lebih mudah mengirim bukti pemotongan pajak langsung ke lawan transaksi dan melakukan rekapitulasi serta rekonsiliasi data Faktur Pajak atas transaksi yang dilakukan melalui e-Bupot.

Note: Tutorial Langkah-Langkah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT PPh Pasal 23/26 di e-Bupot.

e-Bupot KlikpajakFitur membuat bukti potong PPh Pasal 23/26 di e-Bupot Klikpajak

c. Lebih Mudah Membuat e-Faktur dan Lapor SPT Masa PPN

DJP telah memberlakukan e-Faktur 3.0 secara nasional mulai 1 Oktober 2020. Dengan berlakunya e-Faktur versi terbaru ini pula, penyampaian SPT Masa PPN harus melalui e-Faktur web based.

Tidak bisa lagi lapor SPT Masa PPN di e-SPT atau e-Filing.

Bagi pengguna e-Faktur client desktop DJP, harus memperbarui dengan cara install dan download patch untuk update e-Faktur 3.0 agar bisa menggunakan aplikasi e-Faktur yang sudah dilengkapi dengan fitur prepopulated ini.

Namun, bagi pengguna e-Faktur client desktop DJP tetap harus berpindah ke aplikasi e-Faktur 3.0 Web Based DJP di https://web-efaktur.pajak.go.id/ ketika ingin melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Masa Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Update e-Faktur 3.0 ini juga diharuskan bagi Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) mitra resmi DJP seperti Klikpajak.id.

Jadi, ketika Anda menggunakan aplikasi e-Faktur Klikpajak.id, bukan hanya dapat langsung memanfaatkan fitur prepopulated e-Faktur 3.0 DJP untuk membuat Faktur Pajaknya, tapi juga bisa lapor SPT Masa PPN di e-Faktur tanpa install aplikasi.

“Langsung gunakan aplikasinya, biar Klikpajak.id yang mengurus sistemnya untuk memudahkan pembuatan e-Faktur dan pelaporan SPT Masa PPN Anda.”

Kenapa Lebih Mudah di Klikpajak?

Melalui Klikpajak, Anda dapat membuat Faktur Pajak Keluaran, Faktur Pajak Pengganti, Faktur Pajak Retur, dapat menghapus draft Faktur Pajak, hingga bayar PPN dan lapor SPT Masa PPN dengan mudah hanya dalam satu platform.

  1. Cara Impor Faktur Pajak Masukan di e-Faktur 3.0
  2. Alur Pembuatan Faktur Pajak, Bayar PPN dan Lapor SPT Masa PPN di e-Faktur
  3. Tutorial Membuat Berbagai Jenis Faktur pajak di e-Faktur

Bahkan pembuatan Faktur Pajak semakin cepat dan praktis karena Klikpajak.id terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Melalui integrasi ini Anda dapat lebih mudah:

  • Menarik data laporan keuangan dari akun Jurnal.id Anda yang akan dibuat Faktur Pajaknya
  • Lebih mudah melakukan rekonsiliasi atau mencocokkan data pada invoice dengan Faktur Pajak
  • Membuat Faktur Pajak dalam jumlah banyak jadi lebih mudah
  • Melakukan pembatalan Faktur dan pembetulan Faktur Pajak jauh lebih mudah
  • Mudah melakukan penagihan pada mitra

lapor SPT Masa PPN di e-Faktur KlikpajakFitur membuat Faktur Pajak dan lapor SPT Masa PPN di e-Faktur Klikpajak

d. Dilengkapi Fitur ‘Multi Users dan Multi NPWP’ Unlimited dan Gratis!

Klikpajak.id juga dilengkapi dengan fitur Multi Users dan Multi Company (NPWP) yang semakin membuat aktivitas perpajakan Anda lebih efektif.

Fitur ‘Multi Users’ Klikpajak adalah fitur yang memungkinkan Anda untuk dapat mengatur siapa saja dan berapa banyak pengguna yang dapat mengakses akun aplikasi Klikpajak.id di bawah nama perusahaan yang sama.

Sedangkan fitur ‘Multi Company/NPWP’ adalah fitur yang memungkinkan Anda untuk mengelola beberapa perusahaan dalam satu akun Klikpajak.

Note: Pelajari lebih jelasnya bagaimana cara kerja fitur Multi Users dan Multi Company dari Klikpajak.id disini!

multi npwp dan user

e. Terintegrasi dengan Aplikasi Akuntansi ‘Online’

Aplikasi pajak online Klikpajak yang terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id ini semakin membuat aktivitas perpajakan Anda lebih praktis dan cepat.

Karena Anda dapat menarik data langsung dari laporan keuangan perusahaan ketika ingin membuat Faktur Pajak, Bukti Potong Pajak dan penyampaian SPT Tahunan/Masa PPh maupun PPN.

Penarikan data ini akan membuat Anda tidak perlu lagi input data secara manuai satu per satu dari setiap transaksi pada laporan keuangan yang akan dibuat administrasi pajaknya.

Tentu saja, hal ini akan menghemat banyak waktu Anda untuk mengurus perpajakan perusahaan korporasi.

Integrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal by MekariSimple Online Accounting Software ini merupakan teknologi canggih berbasis API integration yang membuat proses pengelolaan data pajak dari bagian keuangan (accounting) lebih cepat dan mudah

Note: Ketahui lebih lanjut bagaimana integrasi aplikasi akuntansi online Jurnal.id dan aplikasi pajak online Klikpajak.id ini semakin memudahkan urusan perpajakan Anda!

gabungan jurnal dan pajakIntegrasi Jurnal.id dan Klikpajak.id mempermudah administrasi perpajakan Anda

Keamanan Data Terlindungi

Tenang, Anda dapat menyimpan berbagai riwayat pembayaran atau bukti pelaporan pajak maupun aktivitas pajak lainnya dengan nyaman, karena keamanan dan kerahasiaan data terjamin.

Sistem keamanan yang berlapis dan menjaga keamanan data menjadi komitmen utama.

Klikpajak.id sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standar Internasional ISO yang menjamin standar keamanan sistem teknologi informasi.

Sehingga Anda tidak perlu khawatir kehilangan bukti bayar maupun lapor pajak hilang jika terjadi kerusakan maupun kehilangan komputer atau laptop.

keamanan dataKeamanan data adalah yang utama

Tim ‘Support’ Klikpajak Selalu Siap Membantu Anda!

“Fitur lengkap Klikpajak membantu mempermudah urusan perpajakan bagi Anda para pelaku usaha, konsultan pajak, maupun bagi Anda yang berprofesi pada bagian keuangan atau sebagai tax officer di perusahaan.”

Sebagai mitra resmi DJP, Klikpajak akan membantu Anda dalam menghitung, membayar dan melaporkan pajak Anda dengan mudah.

Tinggal klik, semua urusan pajak Anda selesai dalam sekejap!

Ingin melihat bagaimana Klikpajak dapat membantu bisnis atau aktivitas Anda dalam membuat Faktur Pajak, Bukti Pemotongan Pajak, penyampaian SPT Tahunan/Masa PPh dan PPN, serta berbagai aktivitas perpajakan lainnya secara efektif menghemat banyak waktu Anda?

tim support klikpajak

“Jangan segan menghubungi kami, karena kami senang berbicara dengan Anda. Jadwalkan demo dan kami dapat menunjukkan caranya untuk memudahkan Anda. Klikpajak mengerti yang Anda butuhkan.”

Cukup daftarkan email Anda di www.klikpajak.id dan temukan bagaimana Anda dapat melakukan urusan pajak dengan sangat menyenangkan. Lebih mudah dari sekadar yang Anda bayangkan.

ebook pajak

Kategori : Perencanaan Pajak

PUBLISHED01 Dec 2020
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: