Cek NPWP Online: Begini Cara Cek Nomor NPWP

Lupa Nomor NPWP, Bagaimana Cara Cek Nomor NPWP Online?

Di era dengan kemajuan teknologi yang pesat, sekarang Anda bisa membuat NPWP secara online melalui situs resmi Ditjen Pajak. Dapat pula mengecek nomor NPWP secara daring jika lupa. Klikpajak by Mekari akan mengulas cara cek NPWP online jika lupa nomor NPWP.

Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) sangat penting keberadaaannya sebagai tanda bukti bahwa Anda merupakan wajib pajak yang statusnya diakui dan terdaftar di Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Dengan dengan NPWP pula, Anda dapat melakukan berbagai aktivitas perpajakan yang menjadi kewajiban Anda, seperti bayar hingga lapor pajak.

Ingin mengetahui cara kelola pajak dan keuangan bisnis dengan mudah?

Ikuti demo online cara ngelola perpajakan dan laporan keuangan perusahaan/usaha dengan cepat dan tepat di Klikpajak Demo Jurnal, kami dapat menyesuaikan waktu Anda.

Namun saat Anda ingin memasukkan nomor NPWP ketika hendak melakukan transaksasi perpajakan tapi lupa nomor NPWP, apa yang harus dilakukan?

Berikut ulasan dari Klikpajak.id cara cek nomor NPWP online jika Anda lupa nomor NPWP.

Pahami NPWP sebelum Cara Cek Nomor NPWP

Mengenai NPWP ini diatur dalam Pasal 1 Nomor 6 Undang-undang Nomor 28 Tahun 2007, menjelaskan NPWP adalah identitas atau tanda pengenal bagi WP yang diberikan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

NPWP terdiri dari 15 digit angka. Pada sebuah nomor NPWP, sembilan digit pertama adalah kode unik dari identitas WP.

Kode unik inilah yang membuat data perpajakan seorang WP tidak akan tertukar dengan orang lain.

Tiga digit nomor NPWP selanjutnya adalah kode dari Kantor Pelayanan Pajak (KPP) yang menerbitkan NPWP tersebut.

Note: Apa itu Wajib Pajak Non Efektif dan Apakah NPWP NE Bisa Digunakan Lagi?

Jika terdaftar sebagai WP baru, maka kode tersebut merupakan kode tempat WP melakukan pendaftaran.

Akan tetapi, bila statusnya sebagai WP lama, maka itu adalah kode tempat WP saat ini.

Tiga digit terakhir pada sebuah nomor NPWP menjelaskan status WP.

Untuk kode 000 berarti pusat atau tunggal. Sedangkan jika tiga digit terakhir 00x (002,003) itu artinya cabang dengan nomor terakhir menunjukkan urutan cabang.

NPWP dibedakan menjadi dua berdasarkan jenisnya, yakni:

  1. NPWP Pribadi, yang diberikan kepada setiap orang yang punya penghasilan di Indonesia.
  2. NPWP Badan, diberikan kepada perusahaan atau badan usaha yang mempunyai penghasilan di Indonesia.

Belum punya NPWP?

berikut ini cara mudah membuat NPWP online:

Itulah sekelumit tentang NPWP.

Selanjutnya, Klikpajak akan membahas secara rinci bagaimana mencari tahu nomor NPWP secara online ketika lupa atau saat kartu NPWP hilang.

Cara Cek Nomor NPWP Online, Ini Langkah - LangkahnyaIlustrasi NPWP dan cara cek nomor NPWP jika lupa nomor NPWP

Cara Cek Nomor NPWP ‘Online’

Cara termudahnya, yakni WP tinggal mengunduh atau download aplikasi DJP lewat ponsel pintar berbasis iOS dan Android.

Jika sudah mengunduh aplikasi tersebut, ikuti langkah-langkah berikut:  

  1. Buka aplikasi DJP.
  2. Masuk menggunakan akun yang sama saat Anda mendaftar di website.
  3. Buka dashboard yang ada di dalam halaman web.
  4. Cek apakah nomor NPWP dan identitas lainnya tertulis di sana. Jika tidak, itu tandanya nomor NPWP Anda belum aktif sehingga Anda harus ke kantor pajak untuk konfirmasi lebih lanjut.

Note: Cara Mengetahui NPWP Aktif atau Tidak dan Cara Mengaktifkan NPWP Non Efektif

Anda juga bisa menempuh cara lain untuk mengecek nomor NPWP selain mengunduh aplikasi DJP, yakni:

1. Melalui situs resmi pajak

  • Masuk ke situs ereg.pajak.go.id
  • Isilah kolom NPWP secara lengkap dan benar. Lalu, tunggu beberapa detik ketika pointer mouse berpindah ke kolom email.
  • Jika nomor NPWP masih aktif, maka nomor NPWP dan identitas lainnya akan muncul secara otomatis.

Jika identitas tidak muncul, itu tandanya NPWP belum atau sudah tidak aktif sehingga Anda sebaiknya mendatangi kantor pajak terdekat untuk mengkonfirmasi permasalahan tersebut.

2. Lewat telepon Kring Pajak (1500200)

Anda yang tidak mau repot, bisa langsung telepon Kring Pajak di 1500200 pada jam kerja.

Petugas pajak,yang ahli di bidang perpajakan, bisa memberikan solusi yang valid untuk setiap pertanyaan, termasuk membantu jika WP lupa nomor NPWP.

Ini merupakan hotline resmi perpajakan, yang sudah diterbitkan sejak 2012. Data Anda dijamin keamanan dan kerahasiaan.

3. Ke kantor pajak

Cara manual yang bisa dilakukan adalah mendatangi langsung Kantor Pelayanan Pajak (KPP) terdekat atau sesuai dengan domisili KTP.

Persyaratannya pun mudah, Anda hanya perlu membawa KTP untuk dicocokkan dengan data di NPWP yang tersimpan di perpajakan.

Anda bisa mendatangi Divisi Pelayanan. Sampaikan tujuan Anda, dan identitas Anda dengan benar sesuai dengan saat daftar NPWP dulu. 

KPP biasanya akan memiliki database semua WP, sehingga Anda juga bisa meminta cetak ulang NPWP jika hilang karena musibah kecopetan atau bencana alam.

Biasanya, jika NPWP hilang karena tindak kejahatan, Anda akan diminta melampirkan surat keterangan dari kepolisian.   

Akan tetapi, prosedur sedikit berbeda jika Anda ingin memeriksa nomor NPWP Badan atau perusahaan.

Bedanya, harus harus membawa Akta Perusahaan atau Badan serta surat kuasa jika staf yang ditunjuk untuk mengurusi hal ini bukan direktur dari perusahaan itu.

Note: Cara Membuat Kode Billing untuk Bayar Pajak ‘Online’ 

Proses pengecekan nomor NPWP tidak memakan waktu yang lama.

Selama data lengkap, petugas akan memvalidasi data secara cepat.

Jika nomor NPWP yang hilang itu masih aktif atau sudah terdaftar, Anda bisa mencetak ulang kartu NPWP baru saat itu juga.

Mencetak ulang kartu NPWP tak perlu membayar karena ini merupakan layanan gratis dari kantor perpajakan.

Cara Cek Nomor NPWP Online, Ini Langkah - LangkahnyaIlustrasi cara cek nomor NPWP online

Bisa dengan Cara Cek NPWP pada KTP 

Kartu Tanda Penduduk atau KTP dan NPWP sama-sama berfungsi sebagai kartu identitas.

Bedanya, NPWP adalah identitas untuk administrasi perpajakan.

Pada 2021 ini, DJP berinovasi dengan meluncurkan aplikasi cek NPWP menggunakan Nomor Induk Kependudukan atau NIK KTP dan juga nomor Kartu Keluarga (KK).

Hal ini tentu sangat membantu bagi Anda yang kartu NPWP-nya hilang karena bencana alam atau kecopetan.

KTP bisa disebut kartu serbaguna yang digunakan untuk mengurus perijinan atau syarat administratif lainnya.

KTP juga diperlukan saat hendak membuat kartu NPWP, baik secara online maupun datang langsung ke KPP.

Note: Ketentuan Pembetulan SPT Badan dan jika Statusnya Rugi

Anda yang lupa nomor NPWP-nya, bisa mengecek lewat nomor KTP karena saat ini NIK KTP sudah terdaftar.

Bukan hanya itu, data terkait NIK KTP dengan nomor NPWP juga sudah terhubung.

Dengan begitu, jika Anda ingin melakukan pendaftaran NPWP secara online dan mendapat peringatan nik sudah terdaftar NPWP, maka WP bakal tidak bisa melanjutkan proses pendaftaran NPWP online tersebut.

Lalu, bagaimana jika NIK sudah terdaftar NPWP, namun WP yakin belum pernah mendaftarkan NPWP atas nama sendiri?

Penyebabnya, bisa karena dua hal. 

  • Pertama, bisa jadi perusahaan tempat WP dulu bekerja, pernah dilakukan pendaftaran NPWP secara kolektif untuk kebutuhan instansi atau perusahaan tempat kerja.

Dengan begitu, tanpa disadari ternyata WP sudah punya kartu NPWP.

  • Kedua, terjadi NIK ganda atas KTP tersebut.

Hal ini beberapa kali terjadi ketika satu nomor NIK KTP ternyata dimiliki oleh dua atau lebih, namun dengan nama yang berbeda.

Kesalahan ini terjadi karena dari DISPENDUK melakukan salah pendataan atas data kependudukan.

Walhasil, data ganda ini mengakibatkan peringatan kalau NIK sudah terdaftar NPWP. 

Cara Cek Nomor NPWP Online, Ini Langkah - LangkahnyaIlustrasi KTP sebagai salah satu cara cek nomor NPWP

Cara cek NPWP dengan KTP dan KK

Tidak hanya KTP, untuk mengecek nomor NPWP lewat KTP juga diperlukan nomor Kartu Keluarga.

Cara untuk mengeceknya adalah:

  1. Silahkan masuk ke website: https://ereg.pajak.go.id/ceknpwp
  2. Masukkan NIK KTP dan juga nomor KK

Pada halaman tersebut, WP nanti akan menerima peringatan seperti berikut:

Catatan: Data NIK dan KK harus sesuai untuk melakukan validasi NPWP. Untuk keamanan, informasi Nama Wajib Pajak disamarkan.

Note: Bagaimana Cara Membuat Bukti Potong PPh 21 Karyawan?

Hal tersebut karena DJP menjaga kerahasiaan atas segala informasi WP. Walaupun nomor NPWP dan NIK KTP terhubung dan WP tidak memiliki akses seluruh data secara online untuk melihat data tersebut. Namun dari keterangan tersebut, WP setidaknya tahu bahwa NPWP-nya masih aktif atau tidak.

Untuk WP yang juga kehilangan KTP, maka harus terlebih dahulu mengurus KTP sementara ke DISPENDUK. Selanjutnya, WP baru bisa meminta petugas pajak melihat nomor NPWP Anda.

Itulah tadi beberapa cara cek nomor NPWP jika Anda lupa nomor NPWP.

Setelah mendapatkan nomor NPWP, saatnya melakukan berbagai aktivitas perpajakan dengan cara yang mudah.

Agar kelola pajak lebih mudah dan cepat, gunakan aplikasi pajak online Klikpajak.id.

Klikpajak.id adalah Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) atau Application Service Provider (ASP) mitra resmi Ditjen Pajak yang disahkan dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-169/PJ/2018.

Melalui klikpajak, Anda dapat mengurus perpajakan mulai dari menghitung, bayar pajak dan lapor SPT pajak lebih cepat karena Klikpajak.id terhubunga dengan software akuntansi online Jurnal.id.

Sehingga, melalui Klikpajak Anda dapat menarik data laporan keuangan untuk langsung dibuatkan Faktur Pajak maupun Bukti Potong pajaknya dan langsung bisa mengambil datanya saat diperlukan untuk lapor SPT Pajak dengan cepat dalam satu platform.

Integrasi dengan Jurnal by Mekari ini merupakan teknologi canggih berbasis API integration yang membuat proses pengolahan data pajak dari bagian keuangan (accounting) lebih cepat dan mudah.

Jurnal.id adalah software akuntansi online berbasis cloud dengan laporan keuangan lengkap, seperti:

  • Neraca keuangan
  • Arus kas
  • Laba-rugi

Cara Cek Nomor NPWP Online, Ini Langkah - Langkahnya

Fitur Lengkap Terintegrasi: Kelola Pajak Lebih Cepat dan Mudah di Klikpajak

Klikpajak.id memiliki fitur lengkap dan terintegrasi yang semakin memudahkan Anda melakukan aktivitas perpajakan.

Klikpajak akan menghitung kewajiban pajak Anda dengan tepat dan akurat sehingga Anda terhindar dari kesalahan penghitungan yang dapat menyebabkan pengenaan sanksi denda pajak.

Fitur lengkap apa saja yang membuat pengelolaan perpajakan Anda lebih efektif dan efisien?

A. Mudah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT Masa PPh Pasal 23/26 di e-Bupot

Seperti diketahui, baik WP Pengusaha Kena Pajak (PKP) maupun Non-PKP yang melakukan transaksi yang mengharuskan membuat bukti pemotongan PPh 23/26 wajib menggunakan e-Bupot mulai 1 Oktober untuk masa pajak September 2020.

Wajib e-Bupot bagi WP PKP dan Non-PKP ini diatur dalam Kepdirjen Nomor KEP-368/PJ/2020 tentang Penetapan Pemotong PPh Pasal 23/26 yang Diharuskan Membuat Bukti Pemotongan dan Diwajibkan Menyampaikan SPT Masa PPh Pasal 23/26 Berdasarkan PER-04/PJ/2017.

Klikpajak juga dilengkapi dengan fitur e-Bupot yang semakin memudahkan Anda membuat bukti pemotongan PPh Pasal 23/26 dan melaporkan SPT PPh 23/26 melalui e-Bupot dengan menarik data langsung dari laporan keuangan elektronik.

Note: Langkah-Langkah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT PPh Pasal 23/26 di e-Bupot

Keunggulan e-Bupot Klikpajak

Berikut keunggulan e-Bupot Klikpajak yang dapat membantu bisnis perusahaan:

  • Pengelolaan bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah karena alur pembuatan yang efektif dan ramah penggunaan (user friendly).
  • Penghitungan pajak otomatis pada SPT Masa PPh 23/26.
  • Pengiriman bukti pemotongan pajak langsung ke lawan transaksi.
  • Bukti pemotongan serta pelaporan SPT Masa PPh 23/26 tidak perlu ditandatangani dengan tanda tangan basah.
  • Bukti pemotongan dan bukti pelaporan tersimpan aman, baik di Klikpajak dan DJP.
  • e-Bupot Klikpajak juga terintegrasi dengan sistem pembukuan akuntansi online Jurnal.id, sehingga semakin mudah membuat bukti potong.
  • e-Bupot Klikpajak juga memiliki performa yang dapat di-scale up sesuai kebutuhan.
  • Layanan support pajak yang dapat diandalkan dan tutorial dalam penggunaan aplikasi yang terus diperbarui.
  • Fitur e-Bupot Klikpajak juga menyediakan data untuk kebutuhan rekapitulasi dan rekonsiliasi data Faktur Pajak atas transaksi yang dilakukan.

Cara Cek Nomor NPWP Online, Ini Langkah - Langkahnya

B. Membuat e-Faktur dan Lapor SPT Masa PPN Tanpa ‘Install’ Aplikasi

Seperti diketahui, DJP telah mewajibkan pengguna e-Faktur untuk melakukan update e-Faktur 3.0 menggantikan e-Faktur 2.2 mulai 1 Oktober 2020.

Wajib Pajak (WP) Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang selama ini menggunakan aplikasi e-Faktur Client Desktop DJP, harus install dan download patch terbaru untuk update e-Faktur 3.0 pada perangkat komputernya agar bisa menggunakan aplikasi yang dilengkapi dengan fitur prepopulated ini.

Dengan fitur prepopulated e-Faktur 3.0, maka DJP sudah menyiapkan data yang dibutuhkan untuk kemudian PKP tinggal mencocokkan saja saat pembuatan e-Faktur maupun pelaporan SPT Masa PPN-nya.

Ingat, meskipun PKP pengguna e-Faktur Client Desktop sudah update e-Faktur 3.0, tapi tetap harus berpindah ke aplikasi e-Faktur Web Based DJP di web-efaktur.pajak.go.id saat akan melaporkan SPT Masa PPN.

Karena DJP telah menutup pelaporan SPT Masa PPN di e-Filing dan e-SPT. Tapi lapor SPT Masa PPN wajib di aplikasi e-Faktur.

Update sistem terbaru e-Faktur 3.0 DJP ini juga harus dilakukan pada server PJAP mitra resmi DJP, seperti Klikpajak.id.

Jadi, ketika Anda menggunakan e-Faktur Klikpajak, bukan hanya dapat langsung memanfaatkan fitur prepopulated e-Faktur untuk membuat Faktur Pajaknya, tapi juga bisa lapor SPT Masa PPN di e-Faktur tanpa keluar atau pindah platform.

“Langsung saja gunakan aplikasinya, biar Klikpajak.id yang mengurus sistemnya untuk mempermudah pembuatan e-Faktur, pembayaran PPN, hingga pelaporan SPT Masa PPN Anda dengan mudah hanya dalam satu langkah.”

Ingin langsung menggunakan aplikasi e-Faktur 3.0 tanpa install aplikasinya? Langsung saja daftar dan aktifkan akun e-Faktur Anda di https://my.klikpajak.id/register.

Kenapa urus Faktur Pajak lebih mudah di Klikpajak?

Melalui Klikpajak.id, Anda dapat membuat berbagai macam Faktur pajak, mulai dari Faktur Pajak Pengganti, Retur, bahkan dapat menghapus draft Faktur Pajak, hingga bayar PPN dan lapor SPT Masa PPN dengan langkah-langkah yang mudah hanya dalam satu platform.

Bahkan administrasi e-Faktur semakin cepat dan praktis karena Klikpajak.id terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Sehingga Anda dapat menarik data laporan keuangan yang akan dibuat Faktur Pajaknya dengan sangat mudah dan simpel.

Lihat beberapa tutorial penggunaan aplikasi e-Faktur Klikpajak berikut ini:

  1. Alur Pembuatan Faktur Pajak, Bayar PPN dan Lapor SPT Masa PPN di e-Faktur
  2. Tutorial Membuat Berbagai Jenis Faktur Pajak di e-Faktur
  3. Cara Menggunakan Prepopulated Faktur Pajak Masukan di e-Faktur 3.0

Cara Cek Nomor NPWP Online, Ini Langkah - Langkahnya

2. Setor Pajak dengan Cara Praktis di e-Billing

Sebelum menyetor pajak, harus mendapatkan Kode Billing atau ID Billing terlebih dahulu dari DJP sebagai syarat untuk membayar pajak.

Setelah mendapatkan Kode Billing dari DJP, selanjutnya membayar/menyetor pajak melalui ATM, internet banking atau teller bank/pos persepsi.

Anda dapat dengan mudah membuat Kode Billing dan bayar billing di e-Billing Klikpajak.

“e-Billing Klikpajak akan menerbitkan ID Billing Anda resmi dari DJP dan Anda dapat langsung membayar Pajak tanpa keluar dari platform. Karena e-Billing Klikpajak terintegrasi dengan bank persepsi yang ditunjuk DJP untuk menerima pembayaran/setoran pajak.”

Sistem e-Billing akan membimbing Anda mengisi Surat Setoran Pajak (SSP) elektronik dengan benar sesuai transaksi.

Anda bisa membuat ID Billing untuk semua jenis Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS) dengan mudah dan gratis.

Semua riwayat ID Billing dan SSP akan tersimpan dengan aman sesuai jenis dan masa pajak yang diinginkan.

Begitu juga Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) juga akan disimpan dengan rapi dan aman pada Arsip Pajak di Klikpajak.

Hanya dalam satu platform, membuat Kode Billing dan bayar billing selesai dalam sekejap lewat e-Billing Klikpajak.

Setelah pembayaran pajak selesai, Anda akan langsung menerima Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) resmi dari DJP.

Note: Langkah-Langkah Cara Membuat Kode Billing dan Bayar Billing di e-Billing

C. Lapor SPT di e-Filing Klikpajak Gratis!

Anda dapat memanfaatkan fitur e-Filing Klikpajak untuk melaporkan berbagai jenis SPT Tahunan/Masa PPh dengan langkah-langkah yang mudah.

Lapor SPT juga gratis selamanya melalui e-Filing Klikpajak.

Anda bisa melaporkan semua jenis SPT mulai dari SPT Tahunan Pajak Badan, SPT Masa (Bulanan) Pajak, dan SPT Tahunan Pajak Pribadi.

Setelah menyampaikan SPT Pajak, Anda akan peroleh bukti lapor dalam bentuk elektronik, yakni Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) dari DJP, yang berisi:

  • Informasi Nama Wajib Pajak (WP)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Tanggal pembuatan BPE
  • Jam pembuatan BPE
  • Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE)

Melalui Klikpajak, Anda juga akan mendapatkan NTTE resmi dari DJP sebagai bukti lapor.

Tutorial cara lapor SPT Tahunan PPh Pribadi dan SPT Tahunan PPh Badan baca di bawah ini:

Cara Cek Nomor NPWP Online, Ini Langkah - Langkahnya

Tarf Sanksi Pajak Terbaru

Bicara sanksi pajak, besar tarif sanksi terbaru diatur dalam Undang-U No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Berikut tarif bunga sanksi administrasi pajak sebagai komponen untuk menghitung besarnya sanksi atau denda pajak:

1. Sanksi denda terkait Surat Pemberitahuan (SPT)

Rumus perhitungannya: (Tarif bunga sanksi pajak + 5% : 12)

Pengenaan sanksi paling lama 24 bulan (2 tahun).

Sanksi denda ini dikenakan pada Sobat Klikpajak yang:

  • Melakukan pembetulan SPT sendiri dan membuat utang pajak jadi lebih besar
  • Kurang bayar karena pembetulan SPT Tahunan/Masa
  • Terlambat membayar PPh Pasal 29 SPT Tahunan
  • Terlambat membayar SPT Masa

2. Sanksi denda tidak melunasi SPT kurang bayar

Rumus perhitungannya: (Tarif bunga sanksi pajak + 10% : 12)

Pengenaan sanksi paling lama 24 bulan (2 tahun).

Note: Ketentuan dan Syarat Lapor PPh 23 Online Terbaru

3. Sanksi denda tidak melunasi pajak kurang bayar dan mendapat SKPKB

Rumus perhitungannya: (Tarif bunga sanksi pajak + 15% : 12)

Pengenaan sanksi paling lama 24 bulan (2 tahun).

Sanksi denda ini dijatuhkan pada WP yang tidak mau melunasi pajak kurang bayar dan WP sudah mendapatkan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB).

4. Sanksi denda terkait tindak pidana karena pengungkapan ketidakbenaran

Untuk tarif sanksi denda ini, tidak menggunakan tarif fluktuatif yang mengacu pada suku bunga acuan BI.

Tarif sanksi dijatuhkan karena pengungkapan ketidakbenaran atau ketidaksesuaian data dalam konteks tindak pidana perpajakan, maupun melampirkan keterangan yang isinya tidak benar, sebesar 100% dari jumlah pajak yang kurang bayar saat pengungkapan pelaporan pajak tidak benar.

Note: Tahapan Pengenaan Sanksi Pajak: Pemeriksaan & Penyelesaiannya

5. Penghentian Penyidikan

Penghentian penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan cuma bisa dilakukan setelah melunasi semua utang pajak yang tidak/kurang bayar/seharusnya dikembalikan.

Sobat Klikpajak juga harus menyelesaikan sanksi administrasi berupa denda sebesar 3 kali jumlah pajak yang tidak/kurang dibayar, atau yang tidak seharusnya dikembalikan.

Note: Aturan Baru Membuat e-Faktur dan Cara Mengkreditkan Pajak Masukan di UU Cipta Kerja

Temukan ketentuan terbaru tentang perpajakan dalam UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja pada e-Book “Susunan dalam Satu Naskah UU Perpajakan (UU Cipta Kerja)”, di bawah ini:

D. Dilengkapi Fitur ‘Multi Users dan Multi NPWP’ Unlimited dan Gratis!

Klikpajak.id juga dilengkapi dengan fitur Multi Users dan Multi Company (NPWP) yang semakin membuat aktivitas perpajakan Anda lebih efektif.

Fitur ‘Multi Users’ Klikpajak adalah fitur yang memungkinkan Anda untuk dapat mengatur siapa saja dan berapa banyak pengguna yang dapat mengakses akun aplikasi Klikpajak.id di bawah nama perusahaan yang sama.

Sedangkan fitur ‘Multi Company/NPWP’ adalah fitur yang memungkinkan Anda untuk mengelola beberapa perusahaan dalam satu akun Klikpajak.

Note: Lebih jelasnya bagaimana cara kerja fitur Multi Users dan Multi Company ini, selengkapnya lihat di SINI.

Cara Daftar NPWP Online 2021, Begini Langkah-Langkah Caranya

Data Anda Terlindungi

Tenang, Anda dapat menyimpan berbagai riwayat pembayaran atau bukti pelaporan pajak maupun aktivitas pajak lainnya dengan aman, karena keamanan dan kerahasiaan data terjamin.

Sebab Klikpajak.id sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standarisasi Internasional ISO (International Organization for Standardization) yang menjamin standar keamanan sistem teknologi informasi.

Sehingga Anda tidak perlu khawatir kehilangan bukti bayar atau lapor pajak hilang jika terjadi kerusakan atau kehilangan komputer maupun laptop.

Karena Klikpajak merupakan aplikasi pajak berbasis web (web based) yang didukung dengan teknologi cloud, semakin memudahkan Anda melakukan semua aktivitas perpajakan hanya dalam satu platform kapan pun dan di mana saja.

Baca Juga: Perbedaan e-Faktur Client Desktop, Web Based, Host to Host dan Penggunaannya

Cloud computing atau komputasi awan adalah teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat server untuk mengelola data dan juga aplikasi pengguna.

Melalui teknologi cloud, Anda bisa menggunakan aplikasi tanpa harus mengunduh (download) dan memasang (install) aplikasi terlebih dahulu.

Sebab sistem cloud yang berbasis web ini memudahkan Anda dalam mengakses data dan informasi melalui internet secara cepat.

Keamanan data adalah yang utama

Tim ‘Support’ Klikpajak Selalu Siap Membantu Anda!

“Fitur lengkap Klikpajak membantu mempermudah urusan perpajakan bagi Anda para pelaku usaha, konsultan pajak, maupun bagi Anda yang berprofesi pada bagian keuangan atau sebagai tax officer di perusahaan.”

Sebagai mitra resmi DJP, Klikpajak akan membantu Anda dalam menghitung, membayar dan melaporkan pajak Anda dengan mudah.

Tinggal klik, semua urusan pajak Anda selesai dalam sekejap!

Ingin melihat bagaimana Klikpajak dapat membantu bisnis atau aktivitas Anda dalam membuat Faktur Pajak, Bukti Pemotongan Pajak, penyampaian SPT Tahunan/Masa PPh dan PPN, serta berbagai aktivitas perpajakan lainnya secara efektif menghemat banyak waktu Anda?

“Jangan segan menghubungi kami, karena kami senang berbicara dengan Anda. Jadwalkan demo dan kami dapat menunjukkan caranya untuk memudahkan urusan perpajakan Anda. Klikpajak.id mengerti yang Anda butuhkan.”

Cukup daftarkan email Anda di www.klikpajak.id dan temukan bagaimana Anda dapat melakukan urusan pajak dengan sangat menyenangkan. Lebih mudah dari sekadar yang Anda bayangkan.

Itulah tadi cara cek NPWP ‘online’

Kini saatnya Sobat Klikpajak juga dapat mengetahui pemahaman tentang berbagai aktivitas pajak mulai dari cara menghitung, bayar dan lapor pajak secara komprehensif melalui Mekari University.

Asah kemampuan Sobat Klikpajak tentang perpajakan melalui kursus online di Mekari University, gratis!

Setelah menyelesaikan kursus online pajak ini, Sobat Klikpajak akan mendapatkan sertifikat dari Mekari University yang bisa menjadi portofolio Sobat Klikpajak di bidang perpajakan.

Karena belajar pajak itu mudah!

Tak perlu bayar, kemampuan pajak bisa bertambah melalui Kursus Pajak Online bersama Mekari University.

Ingin tahu bagaimana cara mengelola pajak dan laporan keuangan bisnis?

Ikuti demo online cara kelola pajak dan keuangan usaha di Klikpajak Demo Jurnal, kami dapat menyesuaikan waktu Anda.

 

Kategori : Perencanaan Pajak

PUBLISHED04 Feb 2021
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: