Klikpajak by Mekari

EFIN sebagai Syarat Lapor SPT Online

Laporan SPT (Surat Pemberitahuan Tahunan) sudah menjadi rutinitas tahunan yang wajib dilakukan. Semua wajib pajak juga diharuskan untuk melaporkan pajak penghasilannya secara online. Lalu, apakah lapor SPT harus ada EFIN?

EFIN sendiri merupakan nomor identitas yang digunakan untuk melakukan transaksi elektronik secara online, termasuk dalam penyampaian SPT. Pendaftaran EFIN tidak dapat diwakilkan oleh siapapun, terkecuali karyawan perusahaan yang melakukan pengajuan pembuatan EFIN secara kolektif.

Nah, jika ingin mengetahui jawabannya secara lebih lanjut maka bisa simak pembahasan yang akan disampaikan dengan lengkap berikut ini.

Apakah Lapor SPT Harus Ada EFIN?

Seperti yang sudah disinggung, bahwa EFIN menjadi nomor identitas yang dibutuhkan dalam SPT. Mengenai pertanyaan apakah lapor SPT harus ada EFIN? Berarti secara tidak langsung sudah bisa diketahui.

Bagi yang belum memiliki EFIN, bisa langsung melakukan pendaftaran dengan cara mengisi formulir EFIN yang diperoleh di KPP. Selain itu, bisa juga mengunduh via online melalui situs pajak.go.id. Setelah mengunduh maka bisa mengisi formulir yang ada secara lengkap.

Kemudian bagi wajib pajak, baik pajak badan atau orang pribadi diharuskan untuk mendatangi kantor pajak terdekat dengan menyiapkan berbagai formulir pengajuan yang sudah dibuat tersebut.

Khusus untuk wajib pajak pribadi memang tidak boleh diwakilkan. Sedangkan untuk wajib pajak badan, DJP mengharuskan salah satu pengurus perusahaan atau menjadi wakil yang dipilih agar bisa mendapatkan EFIN.

Mengenal EFIN untuk Lapor SPT

EFIN atau Electronic Filing Identification Number merupakan suatu identitas dari DJP atau Direktorat Jenderal Pajak bagi wajib pajak yang berguna untuk melakukan beragam transaksi elektronik perpajakan, seperti untuk membuat kode billing pembayaran pajak dan lapor SPT lewat e-Filling.

Jadi EFIN adalah berupa nomor yang mirip seperti NPWP. Sistem EFIN secara menyeluruh akan menjamin wajib pajak dalam melakukan berbagai kegiatan perpajakan dengan tingkat keamanan yang lebih baik.

Jika dulu untuk lapor ataupun membayar pajak wajib datang ke kantor pajak, sekarang semuanya dapat dilakukan dengan mudah secara online. Namun seiring dengan teknologi yang sudah semakin canggih, maka kemungkinan besar data yang dimiliki bisa saja saja bocor.

Nah, fungsi EFIN dalam hal ini sangat dibutuhkan karena akan melindungi data pribadi pengguna. Bagi yang ingin mengakses EFIN harus menggunakan password yang sudah ditentukan sebelumnya. Jadi data rahasia yang dimiliki memang tidak bisa diakses oleh sembarang orang.

Fungsi EFIN

Memang banyak sekali wajib pajak yang menanyakan, apakah lapor SPT harus ada EFIN? Selain itu, mereka juga seringkali menanyakan fungsinya.

EFIN pajak yang digunakan dalam mengurus pelaporan SPT memiliki cukup banyak fungsi yang penting. Berikut akan dijelaskan berbagai fungsinya yang penting untuk diketahui:

  • EFIN dijadikan sebagai alat untuk autentifikasi, sehingga semua transaksi elektronik yang ada dalam pelaporan pajak dapat disandikan atau enkripsi untuk menjamin rahasianya.
  • Semua pihak wajib pajak diperbolehkan untuk mengakses sistem pajak online dimana saja dan kapan saja. Tanpa perlu antri ke kantor pajak hanya untuk melakukan lapor pajak tahunan.
  • Untuk melaporkan pajak di tahun berikutnya, jika ingin melaporkan pajak via online maka semua data yang sebelumnya sudah terekam dalam sistem pajak. Sehingga pada laporan untuk tahun berikutnya tidak harus melakukan ulang mulai dari awal lagi.

Jenis-Jenis EFIN

Pada dasarnya, EFIN terbagi dalam dua jenis sesuai dengan penggunaannya. Kali ini akan dijelaskan secara lengkap mengenai kedua jenis EFIN tersebut.

1. EFIN Badan atau Perusahaan

EFIN ini difungsikan khusus bagi badan usaha, baik itu untuk bisnis ataupun perusahaan yang akan melaporkan SPT. Contoh badan atau perusahaan yang dimaksud adalah PT (Perseroan Terbatas), BUMN (Badan Usaha Milik Negara), BUMD (Badan Usaha Milik Daerah, Koperasi, dan lainnya.

Untuk menyampaikan permohonan dapat dilakukan di kantor pengurusan pajak yang ada di wilayah terdekat. Pengurus yang sudah dipilih oleh perusahaan perlu menyiapkan berbagai data yang dibutuhkan, diantaranya:

  • Surat pengurus perpajakan yang dikeluarkan oleh perusahaan.
  • KTP atau identitas diri yang berlaku khusus untuk WNI. Sedangkan untuk pengurus asing atau
  • WNA, bisa menggunakan KITAS, Paspor, ataupun KITAP.
  • SKT dan NPWP sesuai dengan nama pihak pengurus.
  • SKT dan NPWP sesuai nama pihak wajib pajak badan atau perusahaan.
  • Email aktif untuk mendapatkan pemberitahuan dari pihak pajak.

2. EFIN Pribadi

EFIN adalah nomor identitas yang dimiliki oleh wajib pajak pribadi alias perorangan, untuk melaporkan SPT Tahunan Online. Proses mengurusnya tentu berbeda dengan EFIN badan karena harus dilakukan sendiri.

Untuk mengaktivasi EFIN dapat dilakukan menggunakan dua cara. Pertama yaitu dengan mendatangi KPP (Kantor Pelayanan Pajak). Sebelum itu, wajib pajak perlu menyiapkan berbagai persyaratan atau dokumen penting seperti NPWP dan KTP fotokopi ataupun asli, dan alamat email untuk mendaftar.

Cara yang kedua bisa dilakukan secara online dengan mudah. Wajib pajak hanya perlu masuk ke halaman resmi dari pajak online dan mengikuti arahan yang ada secara tepat.

Cara Mendapatkan Nomor EFIN

Bagi yang ingin mendapatkannya, bisa mengajukan lewat email dari setiap KPP berdasarkan domisili. Alamat email dari setiap KPP dari diakses dengan mudah lewat link ini https://pajak.go.id/id/unit-kerja. Sedangkan untuk mengetahui KPP manakah yang menjadi tempat Anda terdaftar, silahkan lihat pada kartu NPWP yang dimiliki.

1. Cara Daftar EFIN Online Pribadi

Dilansir dari laman DJP (Direktorat Jenderal Pajak), berikut langkah-langkah yang dilakukan untuk mendaftar EFIN khusus wajib pajak pribadi:

  • Langkah pertama adalah mendownload dan mengisi formulir untuk mengajukan EFIN. Formulir ini bisa didownload dengan mudah melalui link https://www.pajak.go.id/id/formulir-permohonan-efin.
  • Formulir yang sudah diisi secara lengkap tersebut bisa langsung difoto.
  • Kemudian bisa mulai swafoto atau selfie dengan cara memegang KTP dan NPWP. NIK KTP ataupun nomor NPWP harus nampak dengan jelas untuk memudahkan petugas dalam memproses.
  • Kirimkan pesan atau email baru untuk pengajuan EFIN online, subjeknya adalah Permintaan Nomor EFIN.
  • Pada bagian kolom di pesan, tuliskan Nama Lengkap, NIK KTP, Nomor NPWP, alamat sesuai domisili, nomor HP, dan alamat email pribadi.
  • Sertakan juga foto formulir pengajuan EFIN dan swafoto yang sudah dilakukan sebelumnya.
  • Apabila semua tahapan sudah dilakukan, maka pengajuan akan diproses oleh pihak DJP.
  • Untuk mendapatkan informasi secara lebih lanjut, wajib pajak pribadi juga diperbolehkan menghubungi KPP yang merupakan tempat mendaftar.
  • Jika sudah mendapat EFIN, lanjutkan dengan mengaktivasinya di website resmi DJP.
  • Setelah aktif, barulah bisa digunakan untuk melakukan pendaftaran pada website DJP online.

2. Cara Daftar EFIN untuk Wajib Pajak Badan

Inilah tahapan cara yang bisa dilakukan untuk wajib pajak badan atau perusahaan:

  • Silahkan unduh kemudian mengisi formulir permohonan EFIN. Formulir tersebut bisa didownload melalui alamat berikut https://www.pajak.go.id/id/formulir-permohonan-efin.
  • Pengisian formulir harus dilakukan oleh pengurus yang sudah dipilih perusahaan.
  • Pengurus harus mendatangi KPP yang sudah menjadi tempat terdaftar. Tidak diperbolehkan untuk mengunjungi KPP sesuai keinginan.
  • Kemudian bisa menunjukkan surat tugas atau penunjukkan pengurus terkait sebagai wakil perusahaan.
  • Bagi pengurus yang merupakan orang Indonesia, bisa tunjukkan fotokopi KTP, NPWP sesuai nama pengurus. Tapi orang asing, bisa menggunakan Paspor, KITAP atau KITAS, SKT, atau NPWP-nya.
  • Serahkan juga SKT atau NPWP dengan atas nama wajib pajak perusahaan atau badan.
  • Terakhir harus mencantumkan alamat email dari perusahaan itu sendiri.

3. Cara Daftar EFIN untuk Wajib Badan Khusus Kantor Cabang

Cara ini hanya khusus untuk kantor yang merupakan cabang dari kantor pusat. Adapun caranya adalah seperti berikut ini:

  • EFIN hanya bisa diajukan oleh pimpinan kantor cabang. Pimpinan harus mengunjungi KPP yang terdaftar sebagai pihak wajib pajak.
  • Serahkan surat pemilihan pimpinan kantor cabang yang memiliki tugas sebagai wakil perusahaan.
  • Sama dengan sebelumnya, kalau WNA harus menyerahkan NPWP, SKT, KTP atas nama pribadi. Sementara untuk orang asing bisa tunjukkan Paspor, KITAP/KITAS, SKT, atau NPW.
  • Tunjukkan juga NPWP atau SKT sesuai nama kantor cabang atau perusahaan.
  • Sertakan juga alamat email yang masih aktif dari kantor tersebut.
  • Pihak yang bertugas akan mulai memproses pendaftaran dan tunggu sampai selesai.
  • Jika sudah mendapatkan EFIN, maka bisa dilakukan aktivasi lewat halaman DJP online.

Cara Mengatasi Lupa EFIN Pajak

Salah satu hal yang sering terjadi yaitu ketika lupa dengan EFIN sendiri. Penyebabnya mungkin karena jarang sekali digunakan, atau bisa jadi karena sudah menjadi sifat pribadi yang sering pelupa.

Jika sudah demikian, jangan sampai panik dan usahakan untuk tetap. Ini karena semuanya dapat diatasi dengan mudah menggunakan beberapa cara seperti berikut ini:

1. Menghubungi Kantor Pelayanan Pajak

Wajib pajak bisa menyampaikan pengajuan layanan lupa EFIN dengan menghubungi nomor resmi KPP. Nomor resmi sesuai tempat mendaftar bisa dilihat pada halaman www.pajak.go.id/unit-kerja. Untuk satu panggilan telepon wajib pajak hanya bisa untuk satu pengajuan layanan lupa EFIN.

Tujuannya tentu agar terhindar dari penyalahgunaan kode EFIN. Pihak yang bertugas akan mengkonfirmasi verifikasi data PORO atau Proof of Record Ownership untuk memastikan bahwa yang menelpon merupakan pihak terkait.

PORO adalah konfirmasi data yang berguna untuk mengetahui bahwa yang melakukan permohonan lewat surel, merupakan pihak wajib pajak atau pengurus perusahaan terkait.

2. Mengirim Pengajuan Lupa EFIN pada Surel

Wajib pajak juga bisa menyampaikan pengajuan tentang kondisi lupa EFIN lewat surel resmi dari KPP. Satu surel hanya dapat digunakan untuk satu pengajuan layanan lupa EFIN. Berikut ini adalah berbagai persyaratan yang perlu dikirimkan ketika lupa EFIN.

  • Scan terlebih dahulu formulir pengajuan EFIN melalui alamat yang sudah kami sampaikan. Pastikan bahwa nomor HP dan surel yang dicantumkan pada formulir merupakan nomor yang masih aktif.
  • Khusus WNI bisa cantumkan foto KTP, sedangkan WNA bisa gunakan KITAS atau KITAP.
  • Lampirkan juga SKT (Surat Keterangan Terdaftar) atau NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak).
  • Lakukan swafoto dengan cara memegang KTP beserta NPWP. Pihak yang bertugas akan mengecek kesesuaian data yang dimiliki wajib pajak dengan database dari DJP.
  • Jika semua data yang diberikan sudah sesuai, petugas akan memberikan notifikasi EFIN berupa file PDF lewat surel.

3. Mengirim Pesan Ke Akun Resmi KPP

Akun media sosial DJP saat ini banyak digunakan untuk memberikan berbagai informasi tentang perpajakan, sehingga berbagai pertanyaan seperti apakah lapor SPT harus ada EFIN akan dijawab secara jelas.

Bahkan juga bisa tanya jawab mengenai solusi lupa EFIN lewat akun resminya seperti Instagram, Facebook, ataupun Twitter. Jadi wajib pajak bisa mengirim pesan pada akun KPP yang sudah terdaftar. Namun dalam hal ini tidak bisa mendapatkan kode EFIN secara langsung, karena adanya PORO.

Apabila berhasil mengirimkan pesan ke akun KPP, wajib pajak bisa mendapatkan pemberitahuan mengenai solusi yang dibutuhkan. Bahkan akan dijelaskan juga bagaimana persyaratan dan cara yang perlu dilakukan.

4. Menghubungi Kontak Agen Kring Pajak

Layanan berupa konsultasi secara langsung lewat telepon Kring Pajak di nomor 1500200 ternyata masih dialihkan sampai waktu yang masih belum bisa dipastikan. Maka dari itu, wajib pajak bisa menelpon berbagai agen yang lainnya.

Seperti misalnya dengan kontak akun twitter @kring_pajak, surel ke alamat informasi@pajak.go.id, surel ke pengaduan@pajak.go.id, atau bisa juga chat langsung di website resmi pajak ketika jam kerja.

Kategori : Tips Pajak

PUBLISHED16 Nov 2022
Mochammad Fadhil
Mochammad Fadhil

SHARE THIS ARTICLE: