Penghasilan Tidak Kena Pajak dengan Jumlah Tanggungan 3 Anak

Penghasilan Tidak Kena Pajak dengan Jumlah Tanggungan 3 Anak

Batas PTKP setiap status Wajib Pajak (WP) berbeda-beda tergantung dari ada tidaknya tanggungan maupun jumlah yang ditanggung. Bagi WP Pribadi berapa besar Penghasilan Tidak Kena Pajak dengan jumlah tanggungan 3 anak?

Menurut Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 tengang Perubahan Keempat UU No. 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan, pengertian PTKP adalah komponen pengurang dalam menghitung pajak penghasilan Wajib Pajak Orang Pribadi (WP OP). 

Maka dalam perhitungan besarnya pajak penghasilan seseorang, digunakan PTKP sebagai komponen pengurangan atas penghasilan yang diperoleh WP.

Penentuan PTKP adalah berdasarkan keadaan pada 1 Januari tahun pajak yang bersangkutan.

Jika batas PTKP itu berbeda-beda tergantung status WP tersebut, lalu berapa jumlah PTKP bagi yang memiliki jumlah tanggungan tiga anak? Berikut ulasan Klikpajak by Mekari.

Tujuan Adanya PTKP

Tujuan dari adanya PTKP memberikan keadilan bagi WP. Bagi masyarakat yang pendapatannya di bawah batas PTKP, maka tidak dikenakan pajak penghasilan.

Sementara itu, bagi masyarakat yang penghasilannya di atas dari PTKP maka jumlah pendapatannya setelah dipotong batas PTKP itulah yang dikenakan pajak.

Jadi, Pajak Penghasilan (PPh) itu sejatinya hanya dibebankan pada jumlah dari Penghasilan Kena Pajak (PKP) saja, yang mana di Indonesia menerapkan sistem pajak progresif.

Artinya, semakin tinggi penghasilan wajib pajak maka semakin tinggi juga pajak yang ditanggungnya. Ini sesuai dengan perhitungan tarif PPh Pasal 17.

Untuk menentukan jumlah PKP wajib pajak, penghasilan kotor harus dikurangi beberapa komponen, salah satunya adalah PTKP.

Hasil dari pengurangan tersebut adalah PKP yang harus dilaporkan oleh wajib pajak. 

Lalu, bagaimana perhitungan penghasilan tidak kena pajak?

Note: Untuk memahami lebih dalam terkait Pajak Penghasilan, muldai dari objek PPh, subjek PPh, contoh penghitungan PPh hingga tarif PPh, baca selengkapnya di SINI.

Ilustrasi wajib pajak yang memiliki hak batas Penghasilan Tidak Kena Pajak

Status Wajib Pajak

Besarnya PTKP ditentukan oleh status wajib pajak di awal tahun pajak yang bersangkutan.

Note: Ingin mengetahui berapa gaji karyawan yang mendapatkan insentif PPh 21 Ditanggung Pemerintah (DTP) tapi mengajukan resign, selengkapnya lihat di SINI.

Status wajib pajak terdiri dari:

  • TK/…. artinya Tidak Kawin, ditambah dengan banyaknya tanggungan anggota keluarga
  • K/…. artinya Kawin, ditambah dengan jumlah anggota keluarga yang menjadi tanggungan
  • K/I/… artinya Kawin, tambahan untuk istri yang penghasilannya digabung dengan suami, ditambah dengan banyaknya tanggungan anggota keluarga

Nah, yang dimaksud tanggungan anggota keluarga adalah anggota keluarga sedarah dalam satu garis keturunan.

Termasuk juga anak angkat yang menjadi tanggungan. Jumlah maksimal adalah 3 orang.

Ilustrasi menghitung Penghasilan Tidak Kena Pajak

Pembagian Penghasilan Tidak Kena Pajak

PTKP dibedakan antara Wajib Pajak kawin dan yang tidak kawin. Sejak tahun 2016, pembagian PTKP masih belum diberlakukan perubahan. 

Sesuai dengan aturan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 101/PMK.010/2016 besaran PTKP untuk tahun 2016 adalah sebagai berikut:

a. PTKP untuk Wajib Pajak Tidak Kawin

  • TK/0 = 54.000.000
  • TK/1 = 58.500.000
  • TK/2 = 63.000.000
  • TK/3 = 67.500.000

Note: Ketahui lebih mendalam Pemahaman Pajak Profesi dan Rumus Perhitungan Pajak Penghasilannya

b. PTKP untuk Wajib Pajak Kawin Istri Tidak Bekerja

  • K/0 = Rp58.500.000
  • K/1 = Rp63.000.000
  • K/2 = Rp67.500.000
  • K/3 = Rp72.000.000

c. PTKP untuk Wajib Pajak Kawin Istri Bekerja

  • K/I/0 = Rp112.500.000
  • K/I /1 = Rp117.000.000
  • K/I /2 = Rp121.500.000
  • K/I /3 = Rp126.000.000

Inilah 3 Syarat PKP Bagi Wajib Pajak Badan, Apa Saja?Ilustrasi WP dengan Penghasilan Tidak Kena Pajak dengan jumlah tanggungan 3 anak

Perhitungan PTKP dengan Jumlah Tanggungan 3 Anak

Contoh;

Pada 2019, Pak Kelik adalah karyawan yang belum menikah, maka berlaku PTKP TK/0, yaitu Rp54.000.000.

Kemudian pada 2020, Pak Kelik menikah dan istrinya tidak bekerja. Maka statusnya berubah menjadi K/0, PTKP yang berlaku adalah Rp58.500.000.

Lalu pada 2021 Pak Kelik memiliki satu anak, sehingga PTKP yang berlaku adalah K/1, yaitu Rp63.000.000

Tahun 2022 istri Pak Kelik melahirkan anak kembar, sehingga status PTKP berubah menjadi K/3, yaitu Rp72.000.000

Istrinya kemudian bekerja di perusahaan lain pada tahun 2023 untuk membantu Pak Kelik mencukupi kebutuhan rumah tangga. Sehingga PTKP yang berlaku adalah K/I/3, yaitu Rp126.000.000.

Setelah mengetahui batas PTKP dengan jumlah tanggungan yang dimiliki, sekarang saatnya mengetahui cara melaporkan SPT Tahunan PPh yang telah dibayarkan sebelumnya.

Agar lebih mudah melakukan pelaporan SPT Tahunan, gunakan aplikasi pajak online Klikpajak.id.

Klikpajak.id adalah Penyedia Jasa Aplikasi Pajak (PJAP) atau Application Service Provider (ASP) mitra resmi Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang disahkan dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-169/PJ/2018.

Ilustrasi lapor SPT Pajak di e-Filing Klikpajak

Laporkan SPT Pajak Anda di Klikpajak

Anda akan mendapatkan kemudahan cara lapor SPT Tahunan/Masa pajak dengan menggunakan aplikasi e-Filing Klikpajak. Sebab Anda akan dipandu dengan langkah-langkah mudah.

Anda bisa melaporkan seluruh jenis SPT secara gratis selamanya melalui e-Filing Klikpajak kapan saja dan di mana saja, seperti:

  • Sura Pemberutahuan (SPT) Tahunan Pajak Badan
  • SPT Masa (Bulanan) Pajak
  • SPT Tahunan Pajak Pribadi

Setelah menyampaikan SPT Pajak, Anda akan peroleh bukti lapor dalam bentuk elektronik, yakni Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) dari DJP, yang berisi:

  • Informasi Nama Wajib Pajak (WP)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Tanggal pembuatan BPE
  • Jam pembuatan BPE
  • Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE)

Melalui Klikpajak, Anda juga akan mendapatkan NTTE resmi dari DJP sebagai bukti lapor.

Note: Selengkapnya kemudahan dalam urusan penyampaian pajak mulai dari Membuat ID Billing hingga lapor SPT online lewat aplikasi e-Filing Klikpajak juga gratis, baca di SINI.

Ketahui Batas Waktu Bayar dan Lapor SPT Pajak

Hindari sanksi atau denda telat bayar dan lapor pajak, lebih mudah lihat semua jadwal pembayaran dan pelaporan pajak pada kalender saku di Kalender Pajak Klikpajak.

Fitur Lengkap Klikpajak

Selain e-Filing yang memudahkan Anda menyampaikan SPT Pajak, Klikpajak.id juga memiliki fitur lengkap lainnya yang membantu Anda melakukan aktivitas perpajakan dengan cepat dan praktis.

“Klikpajak memiliki fitur lengkap sebagai aplikasi pajak online yang membantu mempermudah urusan perpajakan bagi Anda para pelaku usaha, konsultan pajak, maupun bagi Anda yang bekerja sebagai tax officer di perusahaan.”

Anda dapat nyaman menggunakan aplikasi Klikpajak karena keamanan dan kerahasiaan data terjamin. Sebab Klikpajak sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standar Internasional ISO yang menjamin standar keamanan sistem teknologi informasi.

Apa saja fitur lengkap Klikpajak yang semakin memudahkan Anda dalam melakukan aktivitas perpajakan?

Contoh fitur membuat Faktur Pajak di e-Faktur Klikpajak

e-Faktur Klikpajak

Klikpajak merupakan aplikasi pajak online lengkap dan terintegrasi dalam satu platform yang memudahkan Anda mengelola administrasi perpajakan, mulai dari:

  • Faktur Pajak Masukan
  • Faktur Pajak Keluaran
  • Membuat Faktur Pajak Retur
  • Mengelola Faktur Pajak Masukan, Keluaran, dan Retur

Anda akan dipandu dengan langkah-langkah penggunaan fitur e-Faktur yang mudah dan sederhana.

Ingin mengetahui tutorial pembuatan e-Faktur dan Pelaporan SPT Masa PPN yang mudah di Klikpajak, lihat caranya di SINI.

Fitur e-Faktur Klikpajak juga memudahkan Anda mengelola Nomor Seri Faktur Pajak (NSFP) dan memperoleh Surat Pemberitahuan (Pajak Pertambahan Nilai) PPN sesuai data yang diunggah ke DJP.

Note: Anda juga dapat menginput data Faktur Masukan menggunakan Scan QR Code e-Faktur Klikpajak secara gratis. Untuk langkah-langkah input Faktur Pajak Masukan lewat handphone selengkapnya lihat di SINI.

Contoh ditur membuat Bukti Potong PPh 23/26 di e-Bupot Klikpajak

e-Bupot Klikpajak

Klikpajak juga dilengkapi fitur e-Bupot yang memudahkan Anda menerbitkan Bukti Potong dan mengelola bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah. Karena alur yang efisien dan ramah penggunaan (user friendly).

Seperti diketahui, pembuatan Bukti Potong PPh Pasal 23/26 wajib menggunakan e-Bupot ayang berlaku mulai 1 Agustus 2020 ditetapkan dalam Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-269/PJ/2020.

Keunggulan e-Bupot Klikpajak

e-Bupot Klikpajak memiliki keunggulan yang bisa Anda manfaatkan untuk membantu bisnis perusahaan, di antaranya:

  • Pengelolaan bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah karena alur pembuatan yang efisien dan ramah penggunaan (user friendly).
  • Penghitungan pajak otomatis pada SPT Masa PPh 23/26.
  • Pengiriman bukti pemotongan pajak langsung ke lawan transaksi.
  • Bukti pemotongan serta pelaporan SPT Masa PPh 23/26 tidak perlu ditandatangani dengan tanda tangan basah.
  • Bukti pemotongan dan bukti pelaporan tersimpan aman, baik di PJAP dan DJP karena Klikpajak menggunakan teknologi cloud. Sehingga tak perlu khawatir bukti potong dan lapor pajak hilang jika terjadi kerusakan atau kehilangan komputer maupun laptop karena Anda tetap bisa mengaksesnya di mana pun.
  • Keamanan dan kerahasiaan data terjamin karena Klikpajak sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standar Internasional ISO, yang menjadi standar keamanan sistem teknologi informasi.
  • e-Bupot Klikpajak juga terintegrasi dengan sistem pembukuan akuntansi online Jurnal.id, sehingga semakin mudah dalam pembuatan bukti potong.
  • e-Bupot Klikpajak juga memiliki performa yang dapat di-scale up sesuai kebutuhan.
  • Layanan support pajak yang dapat diandalkan dan tutorial dalam penggunaan aplikasi yang terus diperbarui.
  • Fitur e-Bupot Klikpajak juga menyediakan data untuk kebutuhan rekapitulasi dan rekonsiliasi data faktur pajak atas transaksi yang dilakukan.

Note: Langkah-langkah membuat bukti potong PPh Pasal 23/26 dan penjelasan lengkap mengenai bukti pemotongan, baca di SINI.

Contoh BPE yang diterbitkan Klikpajak resmi dari DJP

e-Billing Klikpajak

Sistem e-Billing akan membimbing Anda mengisi Surat Setoran Pajak (SSP) elektronik dengan benar sesuai transaksi. Sebelum menyetor pajak, Anda perlu mendapatkan Kode Billing atau ID Billing terlebih dahulu dari DJP melalui e-Billing.

Anda bisa membuat ID Billing untuk semua jenis Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS) dengan mudah dan gratis.

Semua riwayat ID Billing dan SSP akan tersimpan dengan aman sesuai jenis dan masa pajak yang diinginkan. Begitu juga Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) juga akan disimpan dengan rapi dan aman pada Arsip Pajak di Klikpajak.

Contoh fitur aplikasi akuntansi online Jurnal.id yang terintegrasi dengan support system perpajakan Klikpajak.id

Terintegrasi dengan Aplikasi Akuntansi ‘Online’

Kelebihan lain Klikpajak adalah bisa menarik data langsung dari laporan keuangan pengguna aplikasi akuntansi online. Salah satunya adalah Jurnal.id.

Anda semakin mudah dalam membuat dan mengelola e-Faktur serta e-Bupot karena Klikpajak bisa menarik data langsung dari laporan keuangan pengguna aplikasi akuntansi online seperti Jurnal by Mekari – Simple Online Accounting Software.

Ini adalah teknologi canggih berbasis API integration yang membuat proses pengolahan data pajak dari bagian accounting (keuangan) lebih cepat dan mudah.

Sehingga proses pengelolaan pajak jadi makin gampang dan tepat hanya dengan Klikpajak.

Tim ‘Support’ Klikpajak Siap Membantu Anda!

Sebagai mitra resmi DJP, KlikPajak akan membantu Anda dalam menghitung, membayar hingga melaporkan kegiatan perpajakan. Tinggal klik, semua urusan pajak Anda selesai dalam sekejap!

Ingin melihat bagaimana Klikpajak dapat membantu bisnis Anda dalam membuat Faktur Pajak secara efektif yang dapat menghemat banyak waktu Anda?

Kami senang berbicara dengan Anda. Jadwalkan demo dan kami dapat menunjukkan caranya. Klikpajak.id mengerti yang Anda butuhkan.

Cukup daftarkan email Anda di www.klikpajak.id dan manfaatkan kemudahan dalam mengurus perpajakan Anda mulai dari menghitung, membayar hingga melaporkan pajak hanya dalam satu platform.


PUBLISHED10 Sep 2020
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: