Laporan Keuangan dalam Pelaporan Pajak yang Pengusaha Wajib Tahu

Pengusaha Pemula, Wajib Pahami Laporan Keuangan dan Fungsinya dalam Pelaporan Pajak

Apa sih kaitannya laporan keuangan dengan pelaporan pajak? Sebagai pengusaha pemula wajib memahaminya. Untuk lebih jelasnya, Klikpajak by Mekari akan mengulas seputar laporan keuangan dan fungsinya dalam pelaporan pajak demi kelancaran bisnis Anda.

Financial statements atau laporan keuangan adalah sebuah laporan yang berisi informasi kondisi finansial suatu entitas atau perusahaan pada suatu periode tertentu. 

Lewat laporan keuangan, perusahaan dan investor dapat dengan mudah memantau perkembangan bisnisnya.

Sebab dalam menjalankan bisnis tidak bisa sembarangan tanpa perencanaan.

Diperlukan pengetahuan yang mumpuni terkait usaha serta aktivitas dalam menjalankan roda bisnis, salah satunya memantau laporan keuangan.

Keberadanaan laporan keuangan juga tak lepas dari urusan kewajiban pajak yang harus dibayarkan ke kas negara.

Jika laporan keuangan yang dibuat tidak benar atau keliru, akibatnya menimbulkan saksi denda pajak.

Tahukah Anda? Ada cara mudah kelola pajak dan keuangan bisnis.

Ingin mengetahui bagaimana cara mengelola perpajakan dan laporan keuangan usaha/perusahaan?

Ikuti demo online cara kelola pajak dan keuangan bisnis di Klikpajak Demo Jurnal, kami dapat menyesuaikan waktu Anda.

Keuangan merupakan unsur terpenting di dalam bisnis. Sebab, ini menjadi penentu usaha apakah akan berkembang atau mengalami kemunduran.

Dengan begitu itu, ketika membangun sebuah usaha diperlukan operator keuangan yang cakap.

Akan tetapi, tidak semua orang tahu bagaimana cara membuat dan mengelola laporan keuangan perusahaan atau badan.

Walhasil, kadang laporan keuangan hanya dibuat sekadarnya saja atau ada data keliru yang dimasukkan.

Untuk lebih memahami tentang laporan keuangan dan fungsinya dalam pelaporan pajak yang harus dipahami pelaku usaha atau Wajib Pajak (WP) Badan, khususnya pengusaha pemula, berikut ulasannya yang Klikpajak.id sajikan untuk Anda.

Sekelumit tentang Laporan Keuangan

Secara umum laporan keuangan adalah berkas yang berisi pencatatan lalu-lintas keuangan sebuah perusahaan.

Transaksi keuangan itu meliputi pembelian, penjualan dan kredit.

Laporan ini dibuat dalam periode tertentu.

Waktu atau periode laporan keuangan ditentukan oleh kebijakan perusahaan, apakah dibuat setiap bulan atau satu tahun sekali.

Kadang, ada juga perusahaan yang menggunakan kedua periode tersebut.

Tujuan laporan keuangan untuk mengetahui kondisi finansial perusahaan supaya pemilik usaha bisa mengevaluasi ketika kondisi keuangan usaha mengalami masalah dan untuk memproyeksikan kelangsungan perusahaan.

Untuk itu, laporan keuangan harus dibuat dengan tepat dan cermat.

Note: Klikpajak, Aplikasi Pajak ‘Online’ yang Terintegrasi dengan Laporan Keuangan

Sebuah laporan keuangan ada pertanggungjawabannya, yang diserahkan secara mutlak kepada manajer keuangan.

Dia selanjutnya mempresentasikan laporan keuangan tersebut kepada pemilik usaha atau atasan dan pemangku kepentingan lain.

Hal ini biasanya dilakukan saat evaluasi kinerja perusahaan.

Untuk menjadi perhatian,informasi dalam laporan keuangan, tidak hanya digunakan oleh pemilik atau manajemen, melainkan juga beberapa pihak yang ditunjuk untuk dapat menggunakannya.

Sebab dalam buku Praktis Menyusun Laporan Keuangan dengan penulis Hery (2015), dijelaskan laporan keuangan dapat digunakan sebagai alat untuk mengkomunikasikan data keuangan atau aktivitas perusahaan kepada pihak-pihak yang berkepentingan.

Secara sederhana, laporan keuangan merupakan produk akhir dari serangkaian proses pencatatan dan pengikhtisaran data transaksi bisnis.

Laporan Keuangan dalam Pelaporan Pajak yang Pengusaha Wajib TahuIlustrasi menyiapkan laporan keuangaan untuk pelaporan pajak

Fungsi Dibuatnya Laporan Keuangan 

Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, laporan keuangan bertujuan memberikan informasi kepada investor dan kreditor sehingga bisa membantu mereka dalam pengambilan keputusan investasi dan kredit.

Secara khusus, fungsi laporan keuangan adalah menginformasikan posisi keuangan, hasil usaha, dan perubahan posisi keuangan lainnya dalam sebuah perusahaan.

Laporan keuangan dibuat dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku secara umum.

Untuk lebih mendetail, berikut ini fungsi laporan keuangan dalam bisnis:

1. Memberikan informasi yang terpercaya

Dalam laporan keuangan, akan tersaji informasi tentang sumber daya ekonomi dan kewajiban perusahaan, yang dimaksud untuk:

  • Menilai kekuatan dan kelemahan perusahaan
  • Menunjukkan posisi keuangan dan investasi perusahaan
  • Menilai kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajibannya
  • Menunjukkan kemampuan sumber daya yang ada untuk pertumbuhan perusahaan

Note: Bagaimana Cara Membuat Laporan Laba Rugi yang Mudah untuk Administrasi Perpajakan?

2. Memberikan informasi sumber kekayaan

Memberikan informasi yang terpercaya tentang sumber kekayaan bersih yang diperoleh dari hasil kegiatan usaha. Hal ini dengan maksud:

  1. Memberikan gambaran jumlah dividen, yang diharapkan pemegang saham.
  2. Mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban kepada kreditur, supplier, pegawai, pemerintah, dan potensi untuk ekspansi perusahaan.
  3. Memberikan informasi kepada manajemen untuk digunakan dalam pelaksanaan fungsi perencanaan dan pengendalian.
  4. Mengukur kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba jangka panjang.

Note: Jenis-Jenis Laporan Keuangan Perusahaan yang Diperlukan untuk Administrasi Perpajakan

3. Menaksir potensi perusahaan dalam menghasilkan laba.

4. Memberikan informasi tentang perubahan aset dan kewajiban.

5. Menilai kondisi usaha, yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan

6. Sebagai bahan evaluasi kinerja perusahaan

7. Mengungkapkan informasi relevan lainnya yang dibutuhkan oleh para pemakai laporan.

8. Sebagai bentuk pertanggungjawaban perusahaan.

Laporan Keuangan dalam Pelaporan Pajak yang Pengusaha Wajib TahuIlustrasi investor yang juga membutuhkan laporan keuangan perusahaan

Macam-Macam Laporan Keuangan  

Selanjutnya, berikut ini empat macam laporan keuangan berdasarkan proses penyajian informasi:

1. Laporan laba rugi (income statement)

Ini merupakan laporan yang sistematis mengenai pendapatan dan beban perusahaan dalam suatu periode tertentu.

Laporan laba rugi memuat informasi mengenai hasil kinerja atau hasil kegiatan operasional perusahaan, yakni untung (laba) atau rugi. Laba bersih yang diperoleh merupakan hasil dari pendapatan dan keuntungan dikurangi dengan beban dan kerugian.

2. Laporan ekuitas pemilik (statement of Owner’s Equity)

Ini adalah laporan yang menyajikan ikhtisar perubahan dalam ekuitas pemilik suatu perusahaan untuk satu periode tertentu. Laporan ini sering disebut laporan perubahan modal.

Note: Benefit Perusahaan Korporasi Menggunakan Klikpajak

3. Laporan Neraca (balance sheet)

Seperti namanya, ini adalah laporan yang sistematis tentang posisi aset, kewajiban dan ekuitas perusahaan pada tanggal-tanggal tertentu.

Tujuan dari laporan ini adalah untuk menggambarkan posisi keuangan perusahaan.

4. Laporan arus kas (statement of cash flows)

Ini merupakan laporan yang menggambarkan arus kas masuk dan arus kas keluar, yang ditulis secara detail dari masing-masing aktivitas.

Aktivitas laporan arus kas diantaranya aktivitas operasional, investasi, sampai aktivitas pendanaan atau pembiayaan dalam satu periode waktu tertentu.

Laporan arus kas ditujukan untuk menunjukkan besarnya kenaikan atau penurunan bersih kas dari seluruh aktivitas selama periode berjalan.

Laporan ini juga untuk memperlihatkan saldo kas yang dimiliki perusahaan sampai dengan akhir periode.

Setiap laporan keuangan biasanya dilengkapi dengan catatan, yang menjadi bagian integral yang tidak dapat dipisahkan dari laporan keuangan.

Fungsi catatan ini, untuk memberikan penjelasan yang lebih lengkap mengenai informasi yang disajikan dalam laporan keuangan.

Laporan Keuangan dalam Pelaporan Pajak yang Pengusaha Wajib TahuIlustrasi membuat laporan keuangan untuk pelaporan pajak

Kenapa Laporan Keuangan Penting Saat Lapor SPT Tahunan Badan?

Bicara soal laporan keuangan dan kaitannya dengan perpajakan, dalam Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP) disebutkan bahwa laporan keuangan itu harus dilampirkan pada SPT Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) Wajib Pajak (WP) Badan.

Tanpa laporan keuangan, perusahaan atau WP Badan juga tidak akan dapat melaporkan pajaknya.

Itulah poin penting dari keberadaan laporan keuangan dalam perpajakan.

Berdasarkan Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) dalam PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) Nomor 1, ada empat karakter kualitatif pokok yang harus dimiliki sebuah laporan keuangan, detailnya sebagai berikut :

1. Bisa dipahami

Laporan keuangan harus menunjukkan item-item atau akun serta maksud yang jelas supaya dapat dimengerti dan dipahami oleh pembaca laporan keuangan.

Ketika laporan keuangan digunakan dalam lampiran SPT Tahunan, maka laporan keuangan itu harus menunjukkan akun-akun yang dijadikan dasar sebagai perhitungan pajak. Ini penting untuk menghindari kesalahpahaman antara fiskus dengan WP. 

2. Relevan

Laporan keuangan memiliki relevansi ketika dapat digunakan oleh pihak berkepentingan dalam mengevaluasi keuangan atas transaksi atau peristiwa yang sudah lewat, yang sedang berlangsung atau yang akan datang. 

Relevansi laporan keuangan juga untuk menegaskan atau mengoreksi hasil evaluasi sebelumnya, yang akan menentukan pengambilan keputusan.

Note: Panduan Penghitungan PPh 21 Karyawan, Contoh, Cara Bayar dan Lapor SPT

3. Keandalan

Informasi keuangan memiliki kualitas andal jika bebas dari informasi yang menyesatkan, kesalahan material, dan dapat diandalkan pemakainya sebagai penyajian yang jujur. 

4. Dapat diperbandingkan

Laporan keuangan perusahaan antar periode harus dapat diperbandingkan baik secara time series maupun antar perusahaan. Ini penting supaya kecenderungan posisi dan kinerja keuangan perusahaan dapat diidentifikasi.

Oleh sebab itu, pengukuran serta data yang disajikan harus konsisten, baik antar periode maupun untuk perusahaan yang berbeda. Lebih jauh mengenai hal ini, wajib pajak dapat mengacu pada Standar Akuntansi Keuangan.

Jika laporan keuangan sudah disiapkan dengan baik, berikutnya tinggal menyertakannya pada saat lapor Surat Pemberitahuan (SPT) Pajak Penghasilan (PPh) Badan.

Agar urusan membuat laporan keuangan dan administrasi perpajakan lancar, gunakan aplikasi pajak online Klikpajak.id.

Klikpajak.id adalah Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) atau Application Service Provider (ASP) mitra resmi Ditjen Pajak yang disahkan dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-169/PJ/2018.

Melalui Klikpajak, Anda dapat menarik data laporan keuangan untuk langsung dibuatkan Faktur Pajak maupun Bukti Potong pajaknya dan langsung bisa mengambil datanya saat diperlukan untuk lapor SPT Pajak dengan cepat dalam satu platform.

Sebab aplikasi pajak online Klikpajak.id terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Integrasi dengan Jurnal by Mekari ini merupakan teknologi canggih berbasis API integration yang membuat proses pengolahan data pajak dari bagian keuangan (accounting) lebih cepat dan mudah.

Jurnal.id adalah software akuntansi online berbasis cloud dengan laporan keuangan lengkap, seperti:

  • Neraca keuangan
  • Arus kas
  • Laba-rugi

Laporan Keuangan dalam Pelaporan Pajak yang Pengusaha Wajib TahuIlustrasi membuat laporan keuangan dan melakukan administrasi perpajakan

Fitur Lengkap Klikpajak yang Semakin Memudahkan Administrasi Perpajakan Anda

Klikpajak.id memiliki fitur lengkap dan terintegrasi yang memudahkan Anda melakukan berbagai aktivitas perpajakan, mulai dari menghitung, membayar pajak, hingga melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan/Masa PPh dengan mudah.

Klikpajak akan menghitung kewajiban pajak Anda secara akurat untuk menghindari sanksi denda akibat kesalahan penghitungan.

Berikut fitur lengkap Klikpajak yang membuat administrasi perpajakan Anda efefktif dan efisien:

A. Mudah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT Masa PPh Pasal 23/26 di e-Bupot

Seperti diketahui, baik WP Pengusaha Kena Pajak (PKP) maupun Non-PKP yang melakukan transaksi yang mengharuskan membuat bukti pemotongan PPh 23/26, wajib menggunakan e-Bupot mulai 1 Oktober 2020.

Wajib e-Bupot bagi WP PKP dan Non-PKP ini diatur dalam Kepdirjen Nomor KEP-368/PJ/2020 tentang Penetapan Pemotong PPh Pasal 23/26 yang Diharuskan Membuat Bukti Pemotongan dan Diwajibkan Menyampaikan SPT Masa PPh Pasal 23/26 Berdasarkan PER-04/PJ/2017.

Klikpajak juga dilengkapi dengan fitur e-Bupot yang semakin memudahkan Anda membuat bukti pemotongan PPh Pasal 23/26 dan melaporkan SPT PPh 23/26 melalui e-Bupot dengan menarik data langsung dari laporan keuangan elektronik.

Note: Langkah-Langkah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT PPh Pasal 23/26 di e-Bupot

Keunggulan e-Bupot Klikpajak

Berikut keunggulan e-Bupot Klikpajak yang dapat membantu bisnis perusahaan:

  • Pengelolaan bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah karena alur pembuatan yang efektif dan ramah penggunaan (user friendly).
  • Penghitungan pajak otomatis pada SPT Masa PPh 23/26.
  • Pengiriman bukti pemotongan pajak langsung ke lawan transaksi.
  • Bukti pemotongan serta pelaporan SPT Masa PPh 23/26 tidak perlu ditandatangani dengan tanda tangan basah.
  • Bukti pemotongan dan bukti pelaporan tersimpan aman, baik di Klikpajak dan DJP.
  • e-Bupot Klikpajak juga terintegrasi dengan sistem pembukuan akuntansi online Jurnal.id, sehingga semakin mudah membuat bukti potong.
  • e-Bupot Klikpajak juga memiliki performa yang dapat di-scale up sesuai kebutuhan.
  • Layanan support pajak yang dapat diandalkan dan tutorial dalam penggunaan aplikasi yang terus diperbarui.
  • Fitur e-Bupot Klikpajak juga menyediakan data untuk kebutuhan rekapitulasi dan rekonsiliasi data Faktur Pajak atas transaksi yang dilakukan.

Laporan Keuangan dalam Pelaporan Pajak yang Pengusaha Wajib Tahu

B. Membuat e-Faktur dan Lapor SPT Masa PPN Tanpa ‘Install’ Aplikasi

Seperti diketahui, DJP telah mewajibkan pengguna e-Faktur untuk melakukan update e-Faktur 3.0 menggantikan e-Faktur 2.2 mulai 1 Oktober 2020.

Wajib Pajak (WP) Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang selama ini menggunakan aplikasi e-Faktur Client Desktop DJP, harus install dan download patch terbaru untuk update e-Faktur 3.0 pada perangkat komputernya agar bisa menggunakan aplikasi yang dilengkapi dengan fitur prepopulated ini.

Dengan fitur prepopulated e-Faktur 3.0, maka DJP sudah menyiapkan data yang dibutuhkan untuk kemudian PKP tinggal mencocokkan saja saat pembuatan e-Faktur maupun pelaporan SPT Masa PPN-nya.

Ingat, meskipun PKP pengguna e-Faktur Client Desktop sudah update e-Faktur 3.0, tapi tetap harus berpindah ke aplikasi e-Faktur Web Based DJP di web-efaktur.pajak.go.id saat akan melaporkan SPT Masa PPN.

Karena DJP telah menutup pelaporan SPT Masa PPN di e-Filing dan e-SPT. Tapi lapor SPT Masa PPN wajib di aplikasi e-Faktur.

Update sistem terbaru e-Faktur 3.0 DJP ini juga harus dilakukan pada server PJAP mitra resmi DJP, seperti Klikpajak.id.

Jadi, ketika Anda menggunakan e-Faktur Klikpajak, bukan hanya dapat langsung memanfaatkan fitur prepopulated e-Faktur untuk membuat Faktur Pajaknya, tapi juga bisa lapor SPT Masa PPN di e-Faktur tanpa keluar atau pindah platform.

“Langsung saja gunakan aplikasinya, biar Klikpajak.id yang mengurus sistemnya untuk mempermudah pembuatan e-Faktur, pembayaran PPN, hingga pelaporan SPT Masa PPN Anda dengan mudah hanya dalam satu langkah.”

Ingin langsung menggunakan aplikasi e-Faktur 3.0 tanpa install aplikasinya? Langsung saja daftar dan aktifkan akun e-Faktur Anda di https://my.klikpajak.id/register.

Kenapa urus Faktur Pajak lebih mudah di Klikpajak?

Melalui Klikpajak.id, Anda dapat membuat berbagai macam Faktur pajak, mulai dari Faktur Pajak Pengganti, Retur, bahkan dapat menghapus draft Faktur Pajak, hingga bayar PPN dan lapor SPT Masa PPN dengan langkah-langkah yang mudah hanya dalam satu platform.

Bahkan administrasi e-Faktur semakin cepat dan praktis karena Klikpajak.id terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Sehingga Anda dapat menarik data laporan keuangan yang akan dibuat Faktur Pajaknya dengan sangat mudah dan simpel.

Lihat beberapa tutorial penggunaan aplikasi e-Faktur Klikpajak berikut ini:

  1. Alur Pembuatan Faktur Pajak, Bayar PPN dan Lapor SPT Masa PPN di e-Faktur
  2. Tutorial Membuat Berbagai Jenis Faktur Pajak di e-Faktur
  3. Cara Menggunakan Prepopulated Faktur Pajak Masukan di e-Faktur 3.0

Laporan Keuangan dalam Pelaporan Pajak yang Pengusaha Wajib Tahu

C. Lapor SPT di e-Filing Klikpajak Gratis!

Anda dapat memanfaatkan fitur e-Filing Klikpajak untuk melaporkan berbagai jenis SPT Tahunan/Masa PPh dengan langkah-langkah yang mudah.

Lapor SPT juga gratis selamanya melalui e-Filing Klikpajak.

Anda bisa melaporkan semua jenis SPT mulai dari SPT Tahunan Pajak Badan, SPT Masa (Bulanan) Pajak, dan SPT Tahunan Pajak Pribadi.

Setelah menyampaikan SPT Pajak, Anda akan peroleh bukti lapor dalam bentuk elektronik, yakni Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) dari DJP, yang berisi:

  • Informasi Nama Wajib Pajak (WP)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Tanggal pembuatan BPE
  • Jam pembuatan BPE
  • Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE)

Melalui Klikpajak, Anda juga akan mendapatkan NTTE resmi dari DJP sebagai bukti lapor.

Berikut langkah-langkah cara lapor SPT PPh Pribadi dan SPT PPh Badan di e-Filing dengan mudah:

Aturan Baru Tarif Sanksi Pajak

DJP telah menentukan kapan batas waktu pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Pajak Penghasilan (PPh) maupun PPN.

WP yang tidak lapor atau terlambat melakukan pelaporan pajak, harus bersiap menghadapi sanksi atau denda keterlambatan.

Sebelumnya, pengenaan sanksi terlambat dan kurang bayar pajak sebesar 2% per bulan dalam Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (UU KUP) No. 6/1983 yang diubah dengan UU 16/2009.

Namun ketentuan diubah dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, menjadi disesuaikan dengan tingkat atau tarif suku bunga acuan per bulan.

Hasil penghitungan sanksi telat lapor SPT dan kurang bayar pajak terbaru pengenaan sanksi terkait pelaporan SPT jumlahnya bisa lebih rendah dibanding sanksi sebelumnya.

Laporan Keuangan dalam Pelaporan Pajak yang Pengusaha Wajib Tahu

Berikut rincian aturan sanksi dan denda pajak dalam UU Cipta Kerja:

1. Sanksi denda terkait Surat Pemberitahuan (SPT)

Rumus hitungannya:

(Tarif bunga sanksi pajak + 5% : 12)

Pengenaan sanksi paling lama 24 bulan (2 tahun).

Sanksi denda ini dikenakan pada Wajib Pajak (WP) yang:

  • Melakukan pembetulan SPT sendiri dan membuat utang pajak jadi lebih besar
  • Kurang bayar karena pembetulan SPT Tahunan/Masa
  • Terlambat membayar PPh Pasal 29 SPT Tahunan
  • Terlambat membayar SPT Masa

2. Sanksi denda tidak melunasi SPT kurang bayar

Rumus hitungannya:

(Tarif bunga sanksi pajak + 10% : 12)

Pengenaan sanksi paling lama 24 bulan (2 tahun).

Note: Ulasan Lengkap PPh Pasal 29: Pengertian, Subjek, Tarif, Contoh dan Cara Bayar

3. Sanksi denda tidak melunasi pajak kurang bayar dan mendapat SKPKB

Rumus hitungannya:

(Tarif bunga sanksi pajak + 15% : 12)

Pengenaan sanksi paling lama 24 bulan (2 tahun).

Sanksi denda ini dikenakan pada WP yang tidak melunasi pajak kurang bayar dan telah mendapatkan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB).

4. Sanksi denda tidak lapor SPT dan mengisi SPT tidak benar

Untuk sanksi denda ini tidak menggunakan tarif fluktuatif yang mengacu pada suku bunga acuan BI.

Sanksi denda tidak lapor SPT atau mengisi SPT dengan tidak benar atau tidak lengkap, maupun melampirkan keterangan yang isinya tidak benar, sebesar 100% dari jumlah pajak yang kurang bayar saat pengungkapan pelaporan pajak tidak benar.

5. Sanksi administratif PPh PKP kurang bayar

Sanksi administratif berupa bunga yang ditetapkan Menteri Keuangan dihitung sejak terutangnya pajak atau berakhirnya Masa Pajak, bagian Tahun Pajak, atau Tahun Pajak hingga diterbitkannya Surat Tagihan (STP).

Note: Aturan Baru Membuat e-Faktur dan Mengkreditkan PPN di UU Cipta Kerja

Temukan ketentuan terbaru tentang perpajakan dalam Undang-Undang Cipta Kerja Nomor 11 Tahun 2020 pada e-Book “Susunan dalam Satu Naskah UU Perpajakan (UU Cipta Kerja)”, berikut ini:

Ketahui Batas Waktu Bayar dan Lapor SPT Pajak

Tak perlu bingung kapan waktunya harus bayar lapor pajak untuk menghindari sanksi atau denda telat bayar dan lapor pajak.

Lebih mudah lihat semua jadwal pembayaran dan pelaporan pajak pada kalender saku di Kalender Pajak Klikpajak.

D. Bisa Membuat Kode Billing Sekaligus Bayar Pajak di e-Billing

Sebelum menyetor pajak, harus mendapatkan Kode Billing atau ID Billing terlebih dahulu dari DJP sebagai syarat untuk membayar pajak.

Setelah mendapatkan Kode Billing dari DJP, selanjutnya membayar/menyetor pajak melalui ATM, internet banking atau teller bank/pos persepsi.

Melalui e-Billing Klikpajak, Anda dapat membuat Kode Billing untuk semua jenis Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS) dengan mudah dan gratis.

Semua riwayat ID Billing dan SSP akan tersimpan dengan aman sesuai jenis dan Masa Pajak yang diinginkan.

Begitu juga Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) akan disimpan dengan rapi dan aman pada fitur Arsip Pajak di Klikpajak.

Sistem e-Billing akan membimbing Anda mengisi Surat Setoran Pajak (SSP) elektronik dengan benar sesuai transaksi.

Klikpajak.id akan menerbitkan ID Billing Anda resmi dari DJP dan Anda dapat langsung membayar Pajak tanpa keluar dari platform. Karena e-Billing Klikpajak terintegrasi dengan bank persepsi yang ditunjuk DJP untuk menerima pembayaran/setoran pajak.”

Setelah pembayaran pajak selesai, Anda akan langsung menerima Bukti Penerimaan Negara (BPN) resmi dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Note: Langkah-Langkah Cara Membuat Kode Billing dan Bayar Billing di e-Billing.

E. Dilengkapi Fitur ‘Multi Users dan Multi NPWP’ Unlimited dan Gratis!

Klikpajak.id juga dilengkapi dengan fitur Multi Users dan Multi Company (NPWP) yang semakin membuat aktivitas perpajakan Anda lebih efektif.

Fitur ‘Multi Users’ Klikpajak adalah fitur yang memungkinkan Anda untuk dapat mengatur siapa saja dan berapa banyak pengguna yang dapat mengakses akun aplikasi Klikpajak.id di bawah nama perusahaan yang sama.

Sedangkan fitur ‘Multi Company/NPWP’ adalah fitur yang memungkinkan Anda untuk mengelola beberapa perusahaan dalam satu akun Klikpajak.

Note: Lebih jelasnya bagaimana cara kerja fitur Multi Users dan Multi Company ini, selengkapnya lihat di SINI.

Data Anda Terlindungi

Tenang, Anda dapat menyimpan berbagai riwayat pembayaran atau bukti pelaporan pajak maupun aktivitas pajak lainnya dengan aman, karena keamanan dan kerahasiaan data terjamin.

Sebab Klikpajak.id sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standarisasi Internasional ISO (International Organization for Standardization) yang menjamin standar keamanan sistem teknologi informasi.

Sehingga Anda tidak perlu khawatir kehilangan bukti bayar atau lapor pajak hilang jika terjadi kerusakan atau kehilangan komputer maupun laptop.

Karena Klikpajak merupakan aplikasi pajak berbasis web (web based) yang didukung dengan teknologi cloud, semakin memudahkan Anda melakukan semua aktivitas perpajakan hanya dalam satu platform kapan pun dan di mana saja.

Baca Juga: Perbedaan e-Faktur Client Desktop, Web Based, Host to Host dan Penggunaannya

Cloud computing atau komputasi awan adalah teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat server untuk mengelola data dan juga aplikasi pengguna.

Melalui teknologi cloud, Anda bisa menggunakan aplikasi tanpa harus mengunduh (download) dan memasang (install) aplikasi terlebih dahulu.

Sebab sistem cloud yang berbasis web ini memudahkan Anda dalam mengakses data dan informasi melalui internet secara cepat.

Keamanan data adalah yang utama

Tim ‘Support’ Klikpajak Selalu Siap Membantu Anda!

“Fitur lengkap Klikpajak membantu mempermudah urusan perpajakan bagi Anda para pelaku usaha, konsultan pajak, maupun bagi Anda yang berprofesi pada bagian keuangan atau sebagai tax officer di perusahaan.”

Sebagai mitra resmi DJP, Klikpajak akan membantu Anda dalam menghitung, membayar dan melaporkan pajak Anda dengan mudah.

Tinggal klik, semua urusan pajak Anda selesai dalam sekejap!

Ingin melihat bagaimana Klikpajak dapat membantu bisnis atau aktivitas Anda dalam membuat Faktur Pajak, Bukti Pemotongan Pajak, penyampaian SPT Tahunan/Masa PPh dan PPN, serta berbagai aktivitas perpajakan lainnya secara efektif menghemat banyak waktu Anda?

“Jangan segan menghubungi kami, karena kami senang berbicara dengan Anda. Jadwalkan demo dan kami dapat menunjukkan caranya untuk memudahkan urusan perpajakan Anda. Klikpajak.id mengerti yang Anda butuhkan.”

Cukup daftarkan email Anda di www.klikpajak.id dan temukan bagaimana Anda dapat melakukan urusan pajak dengan sangat menyenangkan. Lebih mudah dari sekadar yang Anda bayangkan.

Itulah tadi pentingnya laporan keuangan untuk pelaporan pajak pelaku usaha

Mengingatkan lagi, Anda dapat dengan mudah menyusun laporan keuangan bisnis sekaligus mengurus administrasi perpajakan dengan cara yang simpel.

Caranya?

Ikuti demo online kelola pajak dan keuangan perusahaan/bisnis dengan mendaftarkan diri di Klikpajak Demo Jurnal, kami dapat menyesuaikan waktu Anda.


PUBLISHED21 Jan 2021
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: