Istilah Akuntansi: 'Account Payable' dan 'Account Receivable' Adalah?

Kenali Istilah Akuntansi ini: ‘Account Payable’ dan ‘Account Receivable’ Adalah?

Account Payable dan Account Receivable adalah istilah akuntansi yang sudah sering kali didengar. Agar suatu perusahaan dapat berjalan tanpa hambatan, selain proses produksi, maka faktor lain yang berperan penting ialah aktivitas jual-beli dan utang piutang yang lebih dikenal dengan Account Payable dan Account Receivable.

Di samping proses produksi, proses jual beli dan utang piutang ini merupakan hal yang lazim diterapkan di dalam bisnis, bahkan cenderung dibutuhkan karena dapat memberikan keuntungan serta menimbulkan apa yang disebut dengan aliran kas atau cash flow.

Umumnya, Account Payable dan Account Receivable berkaitan dengan transaksi pembelian yang dilakukan. Agar tidak terkena beban utang, maka perusahaan perlu melunasinya. Namun, apa beda kedua jenis utang tersebut? Simak ulasan dari Klikpajak by Mekari berikut ini.

Mengenal ‘Account Payable’

Account Payable (AP) dapat diartikan sebagai utang dagang. Secara garis besar,  Account Payable merupakan kewajiban perusahaan kepada pihak lain yang harus segera dipenuhi dalam jangka waktu tertentu.

Hal ini disebabkan karena perusahaan tersebut membeli secara kredit kepada pihak lain dengan tujuan untuk menjual kembali barang dagangan kepada konsumen.

Namun di samping dengan cara kredit, utang dagang juga bisa disebabkan oleh pembelian menggunakan uang muka serta pembayaran yang dilakukan sebelum barang diterima (cash before delivery).

Note: Perbedaan Faktur Pajak dan Invoice yang Harus Anda Ketahui!

Penting untuk mengetahui bahwa Account Payable tercatat bukan ketika suatu barang dipesan, tetapi ketika barang tersebut sudah berada di tangan konsumen.

Apabila ada potongan dalam pembelian secara tunai, maka utang dagang tersebut harus dilaporkan sesuai jumlah yang dipotong oleh potongan tunai. Oleh karena itu, di dunia bisnis Account Payable dapat disebut liabilitas.

Umumnya, Account Payable ini biasa terjadi pada perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan atas pembelian barang jadi dan perusahaan yang bergerak di bidang industri/pabrik atas pembelian bahan baku.

Ilustrasi menerima barang belanjaan dalam istilah akuntansi account payable dan account receivable

Mengenal ‘Account Receivable’

Account Receivable (AR) merupakan kebalikan dari Account Payable, dan dapat diartikan sebagai piutang usaha.

Umumnya, Account Receivable merupakan catatan transaksi dari pihak lain, misalnya konsumen, yang menjadi acuan suatu perusahaan untuk menerima uang dari mereka.

Catatan transaksi yang dimaksud merupakan penagihan kepada konsumen yang telah berutang kepada pihak penjual.

Pihak penjual dan konsumen di sini dapat berarti organisasi, perusahaan atau perorangan.

Note: E-Faktur untuk Pembuatan Faktur Pajak BKP dan KJP

Berbeda dengan Account Payable, Account Receivable tercatat buka ketika perintah penjualan dibuat, melainkan saat konsumen sudah membeli barang dagangan yang diperjualbelikan menggunakan sistem kredit atau telah melakukan pembayaran di muka.

Apabila pembayaran dilakukan saat barang dagangan diterima, maka piutang usahanya dicatat ketika perusahaan menerbitkan invoice kepada pihak konsumen.

Sekarang ini, banyak perusahaan yang menerapkan sistem pembayaran secara kredit. Tujuannya adalah agar perusahaan dapat menjual banyak barang dagangan maupun jasa, menghabiskan stok, sehingga tak ada barang yang tersisa dan perusahaan terhindar dari kerugian.

Perlu diingat bahwa Account Receivable memiliki tiga ciri-ciri utama, yakni:

Ilustrasi account receivable atau menerima pembayaran dari konsumen

a. Nilai Jatuh Tempo

Nilai jatuh tempo diartikan sebagai jumlah nilai transaksi utama yang ditambah bunga.

Umumnya, pembayaran yang memiliki jatuh tempo dalam kurun waktu tertentu akan menimbulkan bunga. Bunga ini wajib dibayarkan oleh pihak terutang.

b. Tanggal Jatuh Tempo 

Tanggal jatuh tempo adalah hari atau tanggal pembayaran yang telah ditentukan. Pada tanggal ini, pihak penjual harus menagih tagihan yang wajib dibayar oleh pihak konsumen.

Apabila pihak konsumen terlambat dalam membayarnya, atau tidak sesuai tanggal jatuh tempo, maka biasanya pihak penjual akan menerapkan sistem denda.

Sehingga jumlah tagihan yang harus dibayarkan jauh lebih besar dibandingkan jumlah tagihan saat jatuh tempo.

Ilustrasi jatuh tempo penagihan pembayaran ke konsumen

c. Umur Jatuh Tempo

Dalam Account Receivable, umur jatuh tempo dibagi menjadi dua jenis, yaitu umur jatuh tempo bulanan dan umur jatuh tempo harian.

Piutang yang menggunakan sistem tempo bulanan, waktu jatuh tempo penagihan pembayarannya sama dengan tanggal terjadinya piutang pada bulan-bulan berikutnya.

Contohnya, bila penagihan dilakukan tanggal 6 Mei, maka piutang selanjutnya akan ditagih pada 6 Juni, tanggal yang sama bulan-bulan selanjutnya hingga utang tersebut lunas.

Setelah memahami dua istilah akuntansi seperti Account Payable dan Account Receivable, sekarang waktunya untuk memperhatikan pemenuhan kewajiban perpajakannya.

Tentu saja, dalam operasional laporan keuangan perusahaan tidak lepas dari aktivitas perpajakan, mulai dari Faktur Pajak, pembuatan bukti potong pajak, pembayaran dan penyetoran pajak, hingga pelaporan pajak.

Semua urusan perpajakan itu bisa mudah Anda lakukan dengan aplikasi pajak online yang didukung dengan teknologi komputasi awan (cloud computing).

Agar lebih mudah melakukan penghitungan, pembayaran dan penyetoran pajak serta pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan/Masa, gunakan aplikasi pajak online Klikpajak.id.

Klikpajak.id adalah Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) atau Application Service Provider (ASP) mitra resmi DJP yang disahkan dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-169/PJ/2018.

Ilustrasi teknologi cloud yang memudahkan aktivitas akuntansi dan perpajakan perusahaan

Pentingnya Teknologi ‘Cloud’ untuk Urus Pajak

Klikpajak.id mengadopsi teknologi komputasi awan (cloud computing). Cloud adalah teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat server untuk mengelola data dan juga aplikasi pengguna.

Melalui teknologi cloud, Anda bisa menggunakan aplikasi tanpa harus mengunduh (download) dan memasang (install) aplikasi terlebih dahulu.

Sebab sistem cloud ini berbasis web (Web Based) yang memudahkan dalam mengakses data dan informasi melalui internet secara cepat.

Ilustrasi keamanan data pada sistem cloud

Keamanan Data

Klikpajak.id merupakan aplikasi perpajakan berbasis web yang dapat menyimpan berbagai riwayat permbayaran atau bukti pelaporan pajak maupun aktivitas pajak lainnya yang Anda lakukan dengan aman.

Sehingga Anda tidak perlu khawatir kehilangan bukti bayar atau lapor pajak hilang jika terjadi kerusakan atau kehilangan komputer maupun laptop.

Anda juga dapat melakukan urusan perpajakan kapanpun dan dimanapun serta menggunakan perangkat apapun hanya bermodalkan jaringan internet.

Anda dapat nyaman menggunakan aplikasi Klikpajak karena keamanan dan kerahasiaan data terjamin.

Sebab Klikpajak sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standar Internasional ISO yang menjamin standar keamanan sistem teknologi informasi.

Ilustrasi fitur lengkap pajak online Klikpajak

Fitur Lengkap Klikpajak

“Klikpajak memiliki fitur lengkap sebagai aplikasi pajak online yang membantu mempermudah urusan perpajakan bagi Anda para pelaku usaha, konsultan pajak, maupun bagi Anda yang bekerja pada bagian keuangan atau sebagai tax officer di perusahaan.”

Apa saja fitur lengkap Klikpajak yang semakin memudahkan Anda dalam melakukan aktivitas perpajakan?

e-Faktur Klikpajak

Melalui fitur e-Faktur yang terintegrasi dalam satu platform, Anda dapat mengelola administrasi perpajakan mulai dari:

  • Faktur Pajak Masukan
  • Faktur Pajak Keluaran
  • Membuat Faktur Pajak Retur
  • Mengelola Faktur Pajak Masukan, Keluaran, dan Retur

Anda akan dipandu dengan langkah-langkah penggunaan fitur e-Faktur yang mudah dan sederhana.

Fitur e-Faktur Klikpajak juga memudahkan Anda mengelola Nomor Seri Faktur Pajak (NSFP) dan memperoleh Surat Pemberitahuan (Pajak Pertambahan Nilai) PPN sesuai data yang diunggah ke DJP.

Note: Anda juga dapat menginput data Faktur Masukan menggunakan Scan QR Code e-Faktur Klikpajak secara gratis. Langkah-langkah input Faktur Pajak Masukan lewat handphone selengkapnya lihat di SINI.

Ilustrasi membuat Faktur Pajak di e-Faktur Klikpajak

e-Bupot Klikpajak

Klikpajak juga dilengkapi fitur e-Bupot yang memudahkan Anda menerbitkan Bukti Potong dan mengelola bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah.

Seperti diketahui, melalui Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-269/PJ/2020, mulai 1 Agustus 2020 setiap Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama seluruh Indonesia harus membuat bukti potong dan melaporkan SPT masa PPh Pasal 23/26 secara elektronik melalui aplikasi e-Bupot.

Kini, penerapan wajib e-Bupot secara nasional berlaku mulai 1 September 2020 bagi semua wajib pajak yang telah memenuhi ketentuan Pasal 6 dari PER-04/PJ/2017, melalui KEP-368/PJ/2020.

Keunggulan e-Bupot Klikpajak

e-Bupot Klikpajak memiliki keunggulan yang bisa Anda manfaatkan untuk membantu bisnis perusahaan, di antaranya:

  • Pengelolaan bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah karena alur pembuatan yang efisien dan ramah penggunaan (user friendly).
  • Penghitungan pajak otomatis pada SPT Masa PPh 23/26.
  • Pengiriman bukti pemotongan pajak langsung ke lawan transaksi.
  • Bukti pemotongan serta pelaporan SPT Masa PPh 23/26 tidak perlu ditandatangani dengan tanda tangan basah.
  • e-Bupot Klikpajak juga terintegrasi dengan sistem pembukuan akuntansi online Jurnal.id, sehingga semakin mudah dalam pembuatan bukti potong.
  • e-Bupot Klikpajak juga memiliki performa yang dapat di-scale up sesuai kebutuhan.
  • Layanan support pajak yang dapat diandalkan dan tutorial dalam penggunaan aplikasi yang terus diperbarui.
  • Fitur e-Bupot Klikpajak juga menyediakan data untuk kebutuhan rekapitulasi dan rekonsiliasi data Faktur Pajak atas transaksi yang dilakukan.

Contoh membuat bukti potong PPh 23/26 di e-Bupot Klikpajak

e-Billing Klikpajak

Sistem e-Billing akan membimbing Anda mengisi Surat Setoran Pajak (SSP) elektronik dengan benar sesuai transaksi.

Sebelum menyetor pajak, Anda perlu mendapatkan Kode Billing atau ID Billing terlebih dahulu dari DJP melalui e-Billing.

Anda bisa membuat ID Billing untuk semua jenis Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS) dengan mudah dan gratis.

Semua riwayat ID Billing dan SSP akan tersimpan dengan aman sesuai jenis dan masa pajak yang diinginkan.

Begitu juga Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) juga akan disimpan dengan rapi dan aman pada Arsip Pajak di Klikpajak.

Contoh BPE yang diterbitkan Klikpajak resmi dari DJP

e-Filing Klikpajak

Anda akan mendapatkan kemudahan cara lapor SPT Tahunan/Masa pajak dengan menggunakan aplikasi e-Filing Klikpajak. Sebab Anda akan dipandu dengan langkah-langkah mudah.

Anda bisa melaporkan seluruh jenis SPT secara gratis selamanya melalui e-Filing Klikpajak kapan saja dan di mana saja, seperti:

  • SPT Tahunan Pajak Badan
  • SPT Masa (Bulanan) Pajak
  • SPT Tahunan Pajak Pribadi

Setelah menyampaikan SPT Pajak, Anda akan peroleh bukti lapor dalam bentuk elektronik, yakni Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) dari DJP, yang berisi:

  • Informasi Nama Wajib Pajak (WP)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Tanggal pembuatan BPE
  • Jam pembuatan BPE
  • Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE)

Melalui Klikpajak, Anda juga akan mendapatkan NTTE resmi dari DJP sebagai bukti lapor.

Note: Selengkapnya cara mudah membuat Kode Billing dan menyampaikan SPT online lewat e-Filing Klikpajak, lihat langkah-langkahnya di SINI.

Ketahui Batas Waktu Bayar dan Lapor SPT Pajak

Hindari sanksi atau denda telat bayar dan lapor pajak, lebih mudah lihat semua jadwal pembayaran dan pelaporan pajak pada kalender saku di Kalender Pajak Klikpajak.

Terintegrasi dengan Aplikasi Akuntansi ‘Online’

Kelebihan lain Klikpajak adalah bisa menarik data langsung dari laporan keuangan pengguna aplikasi akuntansi online. Salah satunya adalah Jurnal.id.

Anda semakin mudah dalam membuat dan mengelola e-Faktur serta e-Bupot karena Klikpajak bisa menarik data langsung dari laporan keuangan pengguna aplikasi akuntansi online seperti Jurnal by Mekari – Simple Online Accounting Software.

Contoh fitur aplikasi akuntansi online Jurnal.id yang terintegrasi dengan support system pajak online Klikpajak.id

Ini adalah teknologi canggih berbasis API integration yang membuat proses pengolahan data pajak dari bagian accounting (keuangan) lebih cepat dan mudah.

Sehingga proses pengelolaan pajak jadi makin gampang dan tepat hanya dengan Klikpajak.

Tim ‘Support’ Klikpajak Siap Membantu Anda!

Sebagai mitra resmi DJP, KlikPajak akan membantu Anda dalam menghitung, membayar hingga melaporkan kegiatan perpajakan. Tinggal klik, semua urusan pajak Anda selesai dalam sekejap!

Ingin melihat bagaimana Klikpajak dapat membantu bisnis Anda dalam membuat Faktur Pajak secara efektif yang dapat menghemat banyak waktu Anda?

“Kami senang berbicara dengan Anda. Jadwalkan demo dan kami dapat menunjukkan caranya. Klikpajak mengerti yang Anda butuhkan.”

Cukup daftarkan email Anda di www.klikpajak.id dan manfaatkan kemudahan dalam mengurus perpajakan Anda mulai dari menghitung, membayar hingga melaporkan pajak hanya dalam satu platform.


PUBLISHED24 Sep 2020
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: