Cara Mudah Urus NPWP Hilang atau Rusak. Cek di Sini!

Cara Mudah Urus NPWP Hilang atau Rusak

Sedari awal Direktorat Jenderal Pajak (DJP) sudah mewanti-wanti para wajib pajak agar menyimpan Nomor Pokok Wajib Pajak dengan baik. Lalu, bagaimana kalau sudah terlanjur hilang? Ketahui cara mudah urus NPWP hilang atau rusak.

Di mana Anda biasa menyimpan kartu NPWP? Kartu NPWP yang terselip karena lupa menyimpan atau hilang bahkan rusak kadang bikin pusing saat dibutuhkan.

Sebab keberadaan NPWP sangat penting bagi setiap Wajib Pajak (WP) saat mengurus perpajakan. Mulai dari bayar hingga mau lapor pajak harus mencantumkan NPWP.

Bukan hanya itu, NPWP juga sebagai dokumen penting yang akan selalu dilampirkan ketika melakukan aktivitas lainnya, seperti membuka rekening bank, dan masih banyak lagi.

Kartu NPWP yang hilang solusinya tak lain dan tak bukan adalah dengan mencetak ulang kartu.

Bagaimana cara untuk mendapatkan kembali NPWP yang hilang maupun rusak itu? Tak sulit, berikut ulasan dari Klikpajak by Mekari tentang cara mudah urus NPWP hilang atau rusak.

Apa Fungsi NPWP?

Sebelum lanjut ke pembahasan cara mengurus NPWP yang hilang atau rusak, sebaiknya pahami apa saja fungsi NPWP ini yang menjadi sangat penting dalam melakukan berbagai aktivitas perpajakan maupun di luar soal urusan pajak.

NPWP merupakan dokumen penting karena dibutuhkan sebagai syarat melakukan aktivitas perpajakan seperti e-Filling dan bayar pajak online.

Bukan hanya itu, NPWP berfungsi sebagai salah satu sarana administrasi dan pengawasan perpajakan dari pemerintah.

Selain itu, NPWP juga berfungsi sebagai persyaratan untuk mengurus berbagai jenis administrasi.

Seseorang yang telah menjadi WP, namun tidak punya NPWP akan dibebankan biaya pajak yang jauh lebih tinggi.

Beberapa kegiatan administrasi yang membutuhkan NPWP di antaranya adalah:

  • Keperluan mengajukan permohonan pinjaman uang ke bank
  • Pencetakan rekening koran bank
  • Pembuatan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)
  • Syarat melakukan kegiatan administrasi perpajakan

Di dalam sebuah kartu NPWP, terdapat berbagai tanda pengenal diri atau identitas WP pemilik NPWP tersebut, yang akan mempermudah proses administrasinya atau perusahaan tempatnya bekerja atau menjalankan roda usaha.

Seseorang yang telah menjadi WP, namun tidak punya NPWP akan dibebankan biaya pajak yang jauh lebih tinggi.

Penting sekali memiliki NPWP bagi seorang WP sehingga NPWP sebaiknya disimpan dengan baik agar tidak sampai hilang atau rusak.

npwpIlustrasi NPWP

Dokumen yang Harus Disiapkan untuk Urus NPWP Hilang atau Rusak

Dalam proses pengurusan kartu NPWP yang hilang atau rusak ini, prosesnya tidak memakan waktu lama.

Anda juga tidak dikenakan biaya alias gratis.

Untuk mengurus cetak ulang kartu NPWP yang hilang, Anda harus mempersiapkan dokumen berikut untuk dibawa ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP):

  • Surat kehilangan dari Kepolisian dekat tempat tinggal WP
  • Fotokopi KTP dan kartu keluarga
  • Fotokopi NPWP yang hilang jika ada
  • Untuk WP yang kartu NPWP-nya rusak, bisa ikut dibawa

Note: Cara Lapor Pajak tapi Lupa ‘Password’ dan Lupa EFIN

Mengurus NPWP Hilang & Rusak ke KPP

Pastikan semua dokumen pengajuan NPWP baru sudah lengkap.

Setelah melengkapi semua dokumen persyaratan untuk pembuatan kembali NPWP baru menggantikan NPWP yang hilang tersebut, berikut langkah-langkahnya.

a. Jika NPWP Hilang

Sambil membawa semua dokumen tersebut, Anda bisa mendatangi KPP terdekat.

Di KPP tersebut, nantinya Anda diminta mengisi Formulir Permohonan Pencetakan Ulang kartu NPWP.

Formulir itu harus dibubuhi meterai Rp10.000 yang mulai berlaku 1 Januari 2020.

Agar proses berjalan mulus, sebaiknya siapkan meterai ini dari rumah. 

Setelah mengisi formulir, ambil nomor antrean untuk percetakan NPWP. 

Langkah berikutnya, serahkan dokumen yang dibutuhkan pada petugas di KPP.

Anda akan diminta menceritakan kronologi hilangnya kartu NPWP tersebut. 

Petugas kemudian akan mencetak ulang kartu NPWP yang hilang atau rusak tersebut.

Mohon dicek untuk memastikan data Anda pada kartu NPWP yang baru sudah sesuai.

Jika ada yang salah, petugas bisa mencetak ulang hingga sesuai dengan data pribadi WP.

npwp hilangIlustrasi NPWP hilang

b. Jika NPWP Rusak

Langkah yang sama berlaku untuk pengurusan kartu NPWP yang rusak, seperti patah atau tergores hingga keterangan pada kartu menjadi kurang jelas.

Hanya saja, Anda dianjurkan membawa kartu NPWP yang rusak itu, saat pengurusan pencetakan ulang kartu NPWP yang baru.

Note: Contoh Syarat NPWP Pribadi bagi Pekerja & Wirausaha

c. Jika NPWP Atas Nama Perusahaan

Lalu, bagaimana pengurusan jika kartu NPWP yang hilang atau rusak itu atas nama perusahaan?

Ikuti tahapan ini:   

Ada beberapa tambahan dokumen yang harus dibawa oleh seorang staf kantor, ketika akan mengurus NPWP perusahaannya yang hilang atau rusak.

Berikut dokumen yang diperlukan saat hendak mengurus NPWP perusahaan yang hilang atau rusak:

  • Surat kehilangan dari kantor Kepolisian
  • Fotokopi NPWP milik direktur perusahaan
  • Fotokopi Akta Perusahaan
  • Jika proses cetak ulang NPWP dilakukan bukan oleh direktur perusahaan tersebut, namun diwakilkan oleh staf di perusahaan tersebut, maka dibutuhkan surat kuasa
  • Formulir Cetak Ulang NPWP Perusahaan yang tersedia di kantor pajak

Bawa semua dokumen itu ke KPP terdekat.

Langkah selanjutnya, sama seperti pengurusan NPWP pribadi yang hilang atau rusak yakni mengambil nomor antrian untuk pencetakan ulang NPWP, menyerahkan dokumen persyaratan ke petugas di KPP, menceritakan kronologi kehilangan atau kerusakan.

Kartu dicetak, selesai. 

Bagaimana pula jika kartu NPWP hilang dalam sebuah perjalanan ke luar kota ? Bagaimana pengurusannya?

Jawabannya, cetak ulang kartu NPWP bisa dilakukan di KPP mana saja. Hanya saja, dokumen persyaratannya harus dilengkapi. 

npwp rusakIlustrasi NPWP rusak

Urus NPWP Hilang Secara ‘Online’ 

Selain pengurusan NPWP hilang atau rusak dengan mendatangi langsung ke KPP, DJP juga menyediakan pelayanan pengurusan NPWP secara online.

DJP menyediakan fitur untuk melakukan cetak NPWP Elektronik.

Namanya juga kartu elektronik, maka kalau kartu NPWP umumnya berbentuk kartu fisik, maka NPWP elektronik akan dikirim ke alamat email WP yang mengajukan permohonan.

Syarat untuk pengurusan NPWP elektronik ini, WP harus sudah punya akun DJP Online dan untuk membuat akun tersebut, WP harus punya kode EFIN.

Baik itu NPWP Pribadi maupun NPWP Badan/Perusahaan, proses atau langkah-langkah pengajuan kembali NPWP yang hilang atau rusak adalah sama saja.

Note: EFIN Pajak Badan: Cara Mendapatkan, Aktivasi, dan Daftar EFIN Online

Seorang staf perusahaan yang ingin mengurus NPWP elektronik perusahaan (badan) bisa mengikuti tahapan berikut:

1. Masuk ke situs www.pajak.go.id dan pilih menu sistem e-Registration.

2. Apabila belum mendaftar sebelumnya, maka daftarkan diri agar bisa mendapatkan akun dengan klik “Daftar”. Jika sudah, masukan identitas dan password, klik “Save”

3. Selanjutnya, aktivasi akun dengan membuka email dari DJP, yang digunakan untuk mendaftar. Ikuti petunjuk yang tertera dalam email tersebut untuk melakukan aktivasi.

4. Isi formulir pendaftaran. Caranya, masuk ke sistem e-Registration dengan menginput alamat email dan password yang Anda gunakan sebelumnya atau klik tautan yang dikirimkan ke email kedua dari DJP.

Kalau sudah bisa login, Anda akan dibawa menuju halaman Registrasi Data Wajib Pajak untuk memulai proses pembuatan NPWP dengan cara mengisi data yang diperlukan.

Selanjutnya, WP akan mendapat surat keterangan terdaftar sementara. 

5. Kirim formulir pendaftaran dengan pilih “Daftar”. Maka secara otomatis Anda telah mengirim formulir registrasi wajib pajak secara online ke KPP tempat Anda terdaftar.

6. Cetak atau print dokumen: Formulir Registrasi Wajib Pajak dan Surat Keterangan Terdaftar Sementara

7. Bubuhkan tanda tangan pada formulir registrasi WP dan lengkapi dokumen setelah formulir registrasi wajib pajak dicetak. Sertakan pula berkas dokumen persyaratan yang telah Anda siapkan sebelumnya.

8. Langkah terakhir, kirim formulir registrasi WP ke KPP. Selesai.

daftar npwp online

Mulai Lakukan Kewajiban Pajak dengan Cara Mudah

Setelah mendapatkan kembali NPWP Anda yang hilang ataua rusak, selanjutnya tinggal menggunakan NPWP tersebut untuk melakukan berbagai urusan perpajakan, salah satunya bayar pajak yang menjadi kewajiban setiap WP.

Membayar pajak adalah salah satu kewajiban bagi masyarakat yang sudah berpenghasilan dalam ikut andil pembangunan bangsa.

Mungkin beberapa orang meremehkan dengan kewajiban membayar pajak, padahal manfaatnya besar sekali bagi masyarakat dan negara.

Membayar pajak adalah hal paling nyata yang  bisa lakukan dalam pembangunan negara.

Pajak-pajak yang dibayarkan masyarakat dan badan akan digunakan lebih lanjut oleh negara sebagai dana pembangunan infrastruktur, subsidi negara, belanja modal negara, dan lainnya.

WP yang masih merasa membayar pajak adalah hal yang merepotkan karena harus meluangkan waktu, tenaga, dan harus mengikuti prosedur birokrasi yang rumit, sekarang tidak bisa lagi berpikir demikian.

Sebab, DJP sudah menyediakan berbagai fitur yang bisa membuat kegiatan perpajakan menjadi sederhana dan praktis, yaitu pembayaran pajak secara online.

Seiring dengan perkembangan teknologi, DJP pun berbenah. Fitur perpajakan di DJP dibuat cukup modern dan dibuat dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi.

Mencetak NPWP elektronik adalah salah satu pemanfaatan teknologi yang dilakukan DJP untuk memudahkan WP.

Guna semakin memudahkan urusan perpajakan, DJP juga menggandeng PJAP untuk melayani kebutuhan perpajakan Wajib Pajak, salah satunya adalah Klikpajak.id.

Klikpajak.id adalah Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) atau Application Service Provider (ASP) mitra resmi Ditjen Pajak yang disahkan dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-169/PJ/2018.

Fitur aplikasi pajak online KlikpajakFitur aplikasi pajak online Klikpajak

Fitur Lengkap Klikpajak yang Terintegrasi

Klikpajak.id memiliki fitur lengkap dan cara yang simpel untuk melakukan berbagai aktivitas perpajakan, mulai dari menghitung, membayar dan lapor pajak dalam satu platform.

Sistem Klikpajak akan membantu Anda menghitung kewajiban perpajakan dengan akurat sehingga menghindari adanya kesalahan penghitungan.

Apa saja fitur lengkap Klikpajak yang dapat memudahkan urusan perpajakan Anda?

a. Bisa Membuat Kode Billing Sekaligus Bayar Pajak di e-Billing Klikpajak

Sebelum menyetor pajak, harus mendapatkan Kode Billing atau ID Billing terlebih dahulu dari DJP sebagai syarat untuk membayar pajak.

Melalui e-Billing Klikpajak, Anda dapat membuat Kode Billing untuk semua jenis Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS) dengan mudah dan gratis.

Semua riwayat ID Billing dan SSP akan tersimpan dengan aman sesuai jenis dan Masa Pajak yang diinginkan.

Begitu juga Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) akan disimpan dengan rapi dan aman pada fitur Arsip Pajak di Klikpajak.

Sistem e-Billing akan membimbing Anda mengisi Surat Setoran Pajak (SSP) elektronik dengan benar sesuai transaksi.

“Klikpajak akan menerbitkan ID Billing Anda resmi dari DJP dan Anda dapat langsung membayar pajak tanpa keluar dari platform. Karena e-Billing Klikpajak terintegrasi dengan bank persepsi yang ditunjuk DJP untuk menerima pembayaran/setoran pajak.”

Setelah pembayaran pajak selesai, Anda akan langsung menerima Bukti Penerimaan Negara (BPN) resmi dari Direkorat Jenderal Pajak (DJP).

Note: Langkah-Langkah Cara Membuat Kode Billing dan Bayar Billing di e-Billing

e-Billing KlikpajaFitur membuat Kode Billing dan bayar billing di e-Billing Klikpajak

b. Mudah Membuat e-Faktur dan Lapor SPT Masa PPN Tanpa ‘Install’ Aplikasi

Seperti diketahui, sejak berlakunya e-Faktur 3.0 pada 1 Oktober 2020, pembuatan Faktur Pajak elektronik harus melalui sistem terbaru dan pelaporan SPT Masa PPN wajib melalui e-Faktur web based.

Seiring pembaruan sistem ini, Wajib Pajak (WP) Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang selama ini menggunakan aplikasi e-Faktur Client Desktop DJP, harus install dan download patch terbaru e-Faktur 3.0 pada perangkat komputernya agar bisa menggunakan aplikasi ini.

Lihat di sini untuk cara update e-Faktur 3.0.

Namun, bagi pengguna e-Faktur Client Desktop DJP tetap harus berpindah ke aplikasi e-Faktur 3.0 Web Based DJP di https://web-efaktur.pajak.go.id/ ketika ingin melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Masa Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Update e-Faktur 3.0 ini juga diharuskan bagi Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) mitra resmi DJP seperti Klikpajak.id.

Jadi, ketika Anda menggunakan aplikasi e-Faktur Klikpajak.id, bukan hanya dapat langsung memanfaatkan fitur prepopulated e-Faktur 3.0 DJP untuk membuat Faktur Pajaknya, tapi juga bisa lapor SPT Masa PPN di e-Faktur tanpa keluar platform.

“Langsung gunakan aplikasinya, biar Klikpajak.id yang mengurus sistemnya untuk memudahkan pembuatan e-Faktur dan pelaporan SPT Masa PPN Anda.”

Dengan fitur prepopulated e-Faktur 3.0 ini, artinya DJP sudah menyiapkan data yang dibutuhkan untuk kemudian WP PKP tinggal mencocokkan saja dan bisa langsung dibuat Faktur Pajaknya atau pelaporan SPT Masa PPN-nya.

Ingin langsung menggunakan aplikasi e-Faktur 3.0 tanpa install aplikasinya, daftar dan aktifkan akun e-Faktur Anda di https://my.klikpajak.id/register.

Kenapa Lebih Mudah di Klikpajak?

Melalui Klikpajak, Anda dapat membuat Faktur Pajak Keluaran, Faktur Pajak Pengganti, Faktur Pajak Retur, dapat menghapus draft Faktur Pajak, hingga bayar PPN dan lapor SPT Masa PPN dengan mudah hanya dalam satu platform.

  1. Cara Impor Faktur Pajak Masukan di e-Faktur 3.0
  2. Alur Pembuatan Faktur Pajak, Bayar PPN dan Lapor SPT Masa PPN di e-Faktur
  3. Tutorial Membuat Berbagai Jenis Faktur pajak di e-Faktur

Bahkan pembuatan Faktur Pajak semakin cepat dan praktis karena Klikpajak.id terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id, sehingga dapat menarik data laporan keuangan yang akan dibuat Faktur Pajaknya.

e-Faktur KlikpajakFitur membuat Faktur Pajak di e-Faktur Klikpajak

c. Mudah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT Masa PPh 23/26 di e-Bupot

Klikpajak juga dilengkapi fitur e-Bupot yang memudahkan Anda menerbitkan Bukti Potong PPh Pasal 23/26 dan mengelola bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah.

Melalui fitur e-Bupot Klikpajak, Anda juga dapat langsung menarik data laporan keuangan elektronik yang akan dibuatkan bukti pemotongan pajaknya maupun penyampaian SPT PPh Pasal 23/26.

Wajib e-Bupot

Seperti diketahui, baik WP Pengusaha Kena Pajak (PKP) maupun Non-PKP yang melakukan transaksi mengharuskan membuat bukti pemotongan PPh Pasal 23/26, wajib menggunakan e-Bupot mulai 1 Oktober untuk Masa Pajak September 2020.

Wajib e-Bupot bagi WP PKP dan Non-PKP ini diatur dalam Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-368/PJ/2020 tentang Penetapan Pemotong PPh Pasal 23/26 yang Diharuskan Membuat Bukti Pemotongan dan Diwajibkan Menyampaikan SPT Masa PPh 23/26 Berdasarkan PER-04/PJ/2017.

Note: Tutorial Langkah-Langkah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT PPh Pasal 23/26 di e-Bupot.

Keunggulan e-Bupot Klikpajak

Berikut keunggulan e-Bupot Klikpajak yang dapat membantu bisnis perusahaan:

  • Pengelolaan bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah karena alur pembuatan yang efektif dan ramah penggunaan (user friendly)
  • Penghitungan pajak otomatis pada SPT Masa PPh 23/26
  • Pengiriman bukti pemotongan pajak langsung ke lawan transaksi
  • Bukti pemotongan serta pelaporan SPT Masa PPh 23/26 tidak perlu ditandatangani dengan tanda tangan basah
  • Bukti pemotongan dan bukti pelaporan tersimpan aman, baik di Klikpajak dan DJP
  • e-Bupot Klikpajak juga terintegrasi dengan sistem pembukuan akuntansi online Jurnal.id, sehingga semakin mudah membuat bukti potong
  • e-Bupot Klikpajak juga memiliki performa yang dapat di-scale up sesuai kebutuhan
  • Layanan support pajak yang dapat diandalkan dan tutorial dalam penggunaan aplikasi yang terus diperbarui
  • Fitur e-Bupot Klikpajak juga menyediakan data untuk kebutuhan rekapitulasi dan rekonsiliasi data Faktur Pajak atas transaksi yang dilakukan

e-Bupot KlikpajakFitur membuat bukti potong PPh Pasal 23/26 di e-Bupot Klikpajak

d. Lapor SPT Pajak di e-Filing Klikpajak Gratis!

Melalui e-Filing Klikpajak, Anda dapat melaporkan semua jenis SPT Tahunan/Masa dengan langkah-langkah yang mudah.

Lapor SPT pajak di e-Filing Klikpajak juga gratis selamanya, seperti:

  • SPT Tahunan Pajak Badan
  • SPT Masa (Bulanan) Pajak
  • SPT Tahunan Pajak Pribadi

Setelah menyampaikan SPT pajak, Anda akan peroleh bukti lapor dalam bentuk elektronik, yakni Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) dari DJP yang berisi:

  • Informasi Nama Wajib Pajak (WP)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Tanggal pembuatan BPE
  • Jam pembuatan BPE
  • Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE)

Melalui Klikpajak.id, Anda juga akan mendapatkan NTTE resmi dari DJP sebagai bukti lapor.

Untuk mengetahui cara lapor SPT PPh Pribadi, dapat melihat tutorialnya pada video berikut ini:

Tutorial menyampaikan SPT PPh Badan, selengkapnya simak video berikut ini”

Mudah Lihat Batas Waktu Bayar dan Lapor Pajak

Tidak perlu bingung kapan waktunya harus membayar dan melaporkan pajak Anda tepat waktu.

Hindari sanksi atau denda terlambat bayar dan lapor pajak, lebih mudah lihat semua jadwal pembayaran dan pelaporan SPT pada kalender saku di Kalender Pajak Klikpajak.

kalender pajak terbaru

e. Dilengkapi Fitur ‘Multi Users dan Multi NPWP’ Unlimited dan Gratis!

Klikpajak.id juga dilengkapi dengan fitur Multi Users dan Multi Company (NPWP) yang semakin membuat aktivitas perpajakan Anda lebih efektif.

Fitur ‘Multi Users’ Klikpajak adalah fitur yang memungkinkan Anda untuk dapat mengatur siapa saja dan berapa banyak pengguna yang dapat mengakses akun aplikasi Klikpajak.id di bawah nama perusahaan yang sama.

Sedangkan fitur ‘Multi Company/NPWP’ adalah fitur yang memungkinkan Anda untuk mengelola beberapa perusahaan dalam satu akun Klikpajak.

Note: Pelajari lebih jelasnya bagaimana cara kerja fitur Multi Users dan Multi Company dari Klikpajak.id disini!

fitur mulit npwp

f. Terintegrasi Jurnal.id: Administrasi Perpajakan Makin Mudah dan Cepat

Agar semakin mudah dan praktis dalam melakukan administrasi perpajakan Anda, gunakan juga pembukuan dan laporan keuangan dalam aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Karena aplikasi pajak online Klikpajak.id terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Anda dapat menarik data transaksi dalam laporan keuangan untuk langsung dibuatkan Faktur Pajaknya maupun Bukti Potong Pajaknya secara langsung, dan saat diperlukan untuk melaporkan SPT pajaknya dengan cepat dalam satu platform.

Integrasi dengan Jurnal by Mekari ini merupakan teknologi canggih berbasis API integration yang membuat proses pengolahan data pajak dari bagian keuangan (accounting) lebih cepat dan mudah.

Jurnal.id adalah software akuntansi online berbasis cloud dengan laporan keuangan lengkap, seperti:

  • Neraca keuangan
  • Arus kas
  • Laba-rugi

Dan lainnya yang memudahkan Anda mengelola faktur, biaya, stok barang, cash link atau transfer langsung dalam aplikasi, hingga melihat ringkasan bisnis dari smartphone Anda.

Note: Ketahui lebih lanjut bagaimana integrasi aplikasi akuntansi online Jurnal.id dan aplikasi pajak online Klikpajak.id ini semakin memudahkan urusan perpajakan Anda!

Integrasi Jurnal.id dan Klikpajak.idIntegrasi Jurnal.id dan Klikpajak.id semakin memudahkan administrasi perpajakan Anda

Kemanan Data Terlindungi

Tenang, Anda dapat menyimpan berbagai riwayat pembayaran atau bukti pelaporan pajak maupun aktivitas pajak lainnya dengan nyaman, karena keamanan dan kerahasiaan data terjamin.

Sistem keamanan yang berlapis dan menjaga data Anda dengan aman adalah menjadi komitmen utama.

Klikpajak.id sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standar Internasional ISO yang menjamin standar keamanan sistem teknologi informasi.

Sehingga Anda tidak perlu khawatir kehilangan bukti bayar atau lapor pajak hilang jika terjadi kerusakan maupun kehilangan komputer atau laptop.

Keamanan data adalah yang utamaKeamanan data adalah yang utama

Tim ‘Support’ Klikpajak Selalu Siap Membantu Anda!

“Fitur lengkap Klikpajak membantu mempermudah urusan perpajakan bagi Anda para pelaku usaha, konsultan pajak, maupun bagi Anda yang berprofesi pada bagian keuangan atau sebagai tax officer di perusahaan.”

Sebagai mitra resmi DJP, Klikpajak akan membantu Anda dalam menghitung, membayar dan melaporkan pajak Anda dengan mudah.

Tinggal klik, semua urusan pajak Anda selesai dalam sekejap!

Ingin melihat bagaimana Klikpajak dapat membantu bisnis atau aktivitas Anda dalam membuat Faktur Pajak, Bukti Pemotongan Pajak, penyampaian SPT Tahunan/Masa PPh dan PPN, serta berbagai aktivitas perpajakan lainnya secara efektif menghemat banyak waktu Anda?

cs pajak

“Jangan segan menghubungi kami, karena kami senang berbicara dengan Anda. Jadwalkan demo dan kami dapat menunjukkan caranya untuk memudahkan urusan perpajakan Anda. Klikpajak mengerti yang Anda butuhkan.”

Cukup daftarkan email Anda di www.klikpajak.id dan temukan bagaimana Anda dapat melakukan urusan pajak dengan sangat menyenangkan. Lebih mudah dari sekadar yang Anda bayangkan.

ebook pajak terlengkap

Kategori : Berita Regulasi

PUBLISHED04 Dec 2020
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: