Cara Mengisi SPT Tahunan Badan PPh Final dan Ketentuannya

Cara Mengisi SPT Tahunan Badan PPh Final dan Ketentuannya

Setiap Wajib Pajak yang menjalankan usahanya di Indonesia harus paham cara mengisi SPT Tahunan Badan PPh Final. Ketahui bagaimana cara pengisian Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Badan PPh Final ini dan ketentuannya.

Pajak Penghasilan (PPh) Final adalah PPh yang pengenaannya sudah final atau berakhir, sehingga tidak dapat dikreditkan atau dikurangkan dari total PPh terutang pada akhir tahun pajak.

PPh Final merupakan istilah atau nama lain dari PPh Pasal 4 Ayat 2. Terdapat berbagai macam objek PPh Final, misalnya untuk sewa bangunan, jasa konstruksi, pajak atas obligasi, pajak atas peredaran bruto (omzet) usaha, dan lain sebagainya.

Untuk mengetahui lebih jelasnya begaimana cara mengisi SPT Tahunan Badan PPh Final dan ketentuannya, berikut ulasan Klikpajak by Mekari.

Ketentuan Terkait Badan PPh Final

Pada tanggal 8 Juni 2018, pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2018 tentang:

Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Usaha yang Diterima atau Diperoleh Wajib Pajak yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu sebagai pengganti atas Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013. 

Ada beberapa ketentuan yang berubah seiring dikeluarkannya peraturan baru tersebut, diantaranya adalah:

  1. Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2018 ditetapkan dan dinyatakan berlaku mulai 1 Juli 2018.
  2. Penurunan tarif PPh Final, dari 1% menjadi 0,5% dari omzet yang wajib dibayarkan setiap bulannya.
  3. Kriteria yang dikenakan adalah wajib pajak dengan omzet di bawah Rp4,8 miliar dalam setahun.
  4. Hitungan omzet yang dikenakan tarif 0,5% mengacu pada ambang batas (threshold) omzet per bulan. Apabila dalam periode melebihi Rp 4,8 miliar, tetap dikenakan tarif 0,5% sampai tutup tahun pajak selesai.

Jangka waktu berlakunya tarif pajak penghasilan final badan yang berbentuk koperasi, persekutuan komanditer atau firma paling lama adalah 4 tahun pajak, sementara untuk PT 3 tahun pajak.

Jenis Pajak Penghasilan Terbaru dan Tarifnya

Formulir SPT 1771 IV (PPh Final)

Untuk melaporkan SPT Tahunan PPh Badan, wajib pajak harus mengisi formulir 1771.

Menurut Peraturan Dirjen Pajak No.PER/19/PJ/2014, formulir 1771 terdiri dari formulir induk yang berisi dua halaman, dan I-VI formulir lampiran.

Formulir 1771 lampiran IV adalah formulir yang digunakan untuk melaporkan jumlah penghasilan yang dikenakan PPh Final, jumlah PPh Final yang dibayarkan, dan jumlah penghasilan yang bukan merupakan objek PPh selama tahun pajak yang bersangkutan.

Note: Perlu tahui, ini daftar Kode Akun Pajak PPh Final PP 46 yang Selalu Digunakan

Menghitung Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 Pegawai Tetap Gross UpIlustrasi mengisi formulir SPT Tahunan Badan

Cara Isi SPT Tahunan Pajak Badan Formulir SPT 1771 secara ‘Online’

Sebelum mengisi SPT Tahunan Pajak Badan, ada beberapa dokumen pendukung yang perlu disiapkan termasuk termasuk bukti potong PPh final.

Setelah semua dokumen siap, berikut adalah cara mengisi SPT Tahunan Pajak Badan:

Note: Ketahui hal yang harus disiapkan sebelum lapor SPT. Selengkapnya baca Kenapa Laporan Keuangan Penting Saat Lapor SPT Tahunan Badan?

a. Isi Profil Wajib Pajak

  • Buka aplikasi e-SPT Tahunan PPh Badan, kemudian buka basis data Wajib Pajak.
  • Jika basis data masih baru, Anda akan diminta mengisi NPWP.
  • Setelah itu akan muncul isian menu “Profil Wajib Pajak”. Lengkapi sampai halaman ke-2.
  • Lalu klik “Simpan”.

Ilustrasi mengisi SPT Tahunan Badan Final

b. Buat SPT

Setelah profil Wajib Pajak tersimpan, akan muncul kotak dialog untuk masuk e-SPT.

Setelah itu masukkan:

  • Username : administrator
  • Password  : 123

Begitu selesai, Anda bisa mulai buat SPT dengan cara:

  •  Klik “Program”.
  • Buat “SPT Baru”.
  • Pilih “Tahun Pajak” dan “Status”, pilih status normal atau pembetulan ke-0.
  • Klik “Buat”.

Selanjutnya buka SPT dengan cara:

  • Klik “Program”, lalu pilih “Buka SPT yang Ada”.
  • Pilih tahun pajak.
  • Pilih “Buka SPT Untuk Diedit Kembali/Revisi”.
  • Klik “OK”.

Ilustrasi laporan keuangan sebagai dokumen hang disertakan dalam mengisis SPT Tahunan Badan

c. Isi Laporan Keuangan

Langkah selanjutnya adalah mengisi berkas SPT fisik.Pengisian SPT dimulai dari bagian lampiran, kemudian dilanjutkan pada bagian induk SPT.

Lampiran pertama yang harus diisi adalah Transkrip Kutipan Elemen Laporan Keuangan. Transkrip ini berisi ringkasan dari akun-akun laporan neraca dan laporan laba rugi.

Sesuaikan nama akun berdasarkan kategorinya apabila nama-nama akun berbeda dengan laporan keuangan. Ini dilakukan agar hasil akhirnya sesuai atau balance.

Note: Sebaiknya Pahami Jenis-Jenis Laporan Keuangan Perusahaan Dagang

1. Contoh Pengisian Neraca:

  • Klik “SPT PPh”.
  • Pilih “Transkrip Kutipan Elemen Laporan Keuangan”.
  •  Klik tab “Neraca-Aktiva” dan “Neraca-Kewajiban”.
  •  Isilah akun-akun yang sesuai.
  • Jika sudah terisi semua dan balance, klik “Simpan”.

2. Isi Lampiran V dan VI

  •  Klik “Baru”.
  •  Isi data pemegang saham.
  • Klik “Simpan”, begitu juga seterusnya.
  • Untuk menambah daftar pengurus, klik “Baru”.
  • Lalu isi data pengurus sesuai dengan akta perusahaan yang terbaru.Setelah itu klik “Simpan”.Data isian akan muncul pada daftar.
  • Jika semua sudah diisi, klik “Tutup”

Ilustrasi surat setoran pajak dalam mengisi SPT Tahunan badan

3. Lampiran Khusus dan SSP

Pada menu SPT PPh akan ditemukan menu lampiran khusus dan Susrat Setoran Pajak (SSP), lampiran dapat diisi ataupun tidak. Apabila ada data yang terkait lampiran, menu ini perlu diisi. Berikut caranya: 

  • Isi Induk SPT, SPT PPh dan SPT PPh Wajib Pajak Badan.
  • Pada tab “Pembukuan”, isi status diaudit, nama auditor (jika ada) dan nama konsultan pajak (jika ada). Kosongkan yang lain.
  • Pada bagian checklist, pilih yang perlu saja.
  • Pilih tanggal laporan.
  • Klik “Simpan”.
  • Klik “Cetak”.Untuk lapor SPT Badan ke KPP wajib cetak induk SPT dan membawa CSV.

4. Buat File CSV

  • Klik “SPT Tools”.
  • Lapor Data SPT ke KPP.
  • Akses direktori penyimpanan database yang ada di C:\Program Files (x86)\DJP\eSPT 1771 2018/Database untuk windows 64 bit.
  • Klik “Tampilkan Data”.
  • Setelah data ditampilkan, pilih tahun pajak dan akan tampil ringkasan PPh kurang atau lebih bayar.
  • Pilih “Create File” dan simpan file CSV di folder yang diinginkan. 

Setelah memiliki EFIN dan membuat file CSV, Anda sudah bisa memulai melakukan pengisian e-Filing. Pastikan data-data yang Anda isikan benar agar proses pelaporan tidak terhambat.

Agar lebih mudah menyampaikan SPT Tahunan Badan Final, gunakan aplikasi pajak online Klikpajak.id.

Klikpajak.id adalah Penyedia Jasa Aplikasi Pajak (PJAP) atau Application Service Provider (ASP) mitra resmi Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang disahkan dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-169/PJ/2018.

Contoh fitur aplikasi pajak online Klikpajak

Keuntungan Menggunakan e-Filing Klikpajak

Anda akan mendapatkan kemudahan cara lapor SPT Tahunan/Masa pajak dengan menggunakan aplikasi e-Filing Klikpajak. Sebab Anda akan dipandu dengan langkah-langkah mudah.

Melaporkan seluruh jenis SPT melalui e-Filing Klikpajak gratis selamanya dan bisa dilakukan kapan saja serta di mana saja, seperti:

  • Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Badan
  • SPT Masa (Bulanan) Pajak
  • SPT Tahunan Pajak Pribadi

Setelah menyampaikan SPT Pajak, Anda akan peroleh bukti lapor dalam bentuk elektronik, yakni Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) dari DJP, yang berisi:

  • Informasi Nama Wajib Pajak (WP)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Tanggal pembuatan BPE
  • Jam pembuatan BPE
  • Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE)

Melalui Klikpajak, Anda juga akan mendapatkan NTTE resmi dari DJP sebagai bukti lapor.

Note: Selengkapnya cara mudah lapor SPT Pajak online dan cara membuat ID Billing, baca di SINI.

Ketahui Batas Waktu Bayar dan Lapor SPT Pajak

Hindari sanksi atau denda telat bayar dan lapor pajak, lebih mudah lihat semua jadwal pembayaran dan pelaporan pajak pada kalender saku di Kalender Pajak Klikpajak.

Manfaatkan Fitur Lengkap Klikpajak

“Klikpajak memiliki fitur lengkap sebagai aplikasi pajak online yang membantu mempermudah urusan perpajakan bagi Anda para pelaku usaha, konsultan pajak, maupun bagi Anda yang bekerja sebagai tax officer di perusahaan.”

Anda dapat nyaman menggunakan aplikasi Klikpajak karena keamanan dan kerahasiaan data terjamin. Sebab Klikpajak sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standar Internasional ISO yang menjamin standar keamanan sistem teknologi informasi.

Apa saja fitur lengkap Klikpajak yang semakin memudahkan Anda dalam melakukan aktivitas perpajakan?

Contoh fitur membuat Faktur Pajak di e-Faktur Klikpajak

e-Faktur Klikpajak

Selain e-Filing, berikut fitur lengkap Klikpajak lainnya yang semakin memudahkan Anda dalam melakukan aktivitas perpajakan:

Klikpajak merupakan aplikasi pajak online lengkap dan terintegrasi dalam satu platform yang memudahkan Anda mengelola administrasi perpajakan, mulai dari:

  • Faktur Pajak Masukan
  • Faktur Pajak Keluaran
  • Membuat Faktur Pajak Retur
  • Mengelola Faktur Pajak Masukan, Keluaran, dan Retur

Anda akan dipandu dengan langkah-langkah penggunaan fitur e-Faktur yang mudah dan sederhana.

Panduan langkah-langkah cara membuat e-Faktur dan contoh perhitungan PPN serta pelaporan SPT Masa PPN, selengkapnya bisa Anda lihat di SINI.

Fitur e-Faktur Klikpajak juga memudahkan Anda mengelola Nomor Seri Faktur Pajak (NSFP) dan memperoleh Surat Pemberitahuan (Pajak Pertambahan Nilai) PPN sesuai data yang diunggah ke DJP.

Note: Anda juga dapat menginput data Faktur Masukan dengan mudah menggunakan Scan QR Code e-Faktur Klikpajak secara gratis. Untuk mengetahui langkah-langkah input Faktur Pajak Masukan lewat handphone dengan Scan QR Code ini, selengkapnya lihat di SINI.

Contoh fitur membuat Bukti Pemotongan PPh Pasal 23/26 di e-Bupot Klikpajak

e-Bupot Klikpajak

Klikpajak juga dilengkapi fitur e-Bupot yang memudahkan Anda menerbitkan Bukti Potong dan mengelola bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah. Karena alur yang efisien dan ramah penggunaan (user friendly).

Seperti diketahui, pembuatan Bukti Potong PPh Pasal 23/26 wajib menggunakan e-Bupot ayang berlaku mulai 1 Agustus 2020 ditetapkan dalam Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-269/PJ/2020.

Keunggulan e-Bupot Klikpajak

e-Bupot Klikpajak memiliki keunggulan yang bisa Anda manfaatkan untuk membantu bisnis perusahaan, di antaranya:

  • Pengelolaan bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah karena alur pembuatan yang efisien dan ramah penggunaan (user friendly).
  • Penghitungan pajak otomatis pada SPT Masa PPh 23/26.
  • Pengiriman bukti pemotongan pajak langsung ke lawan transaksi.
  • Bukti pemotongan serta pelaporan SPT Masa PPh 23/26 tidak perlu ditandatangani dengan tanda tangan basah.
  • Bukti pemotongan dan bukti pelaporan tersimpan aman, baik di PJAP dan DJP karena Klikpajak menggunakan teknologi cloud. Sehingga tak perlu khawatir bukti potong dan lapor pajak hilang jika terjadi kerusakan atau kehilangan komputer maupun laptop karena Anda tetap bisa mengaksesnya di mana pun.
  • Keamanan dan kerahasiaan data terjamin karena Klikpajak sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standar Internasional ISO, yang menjadi standar keamanan sistem teknologi informasi.
  • e-Bupot Klikpajak juga terintegrasi dengan sistem pembukuan akuntansi online Jurnal.id, sehingga semakin mudah dalam pembuatan bukti potong.
  • e-Bupot Klikpajak juga memiliki performa yang dapat di-scale up sesuai kebutuhan.
  • Layanan support pajak yang dapat diandalkan dan tutorial dalam penggunaan aplikasi yang terus diperbarui.
  • Fitur e-Bupot Klikpajak juga menyediakan data untuk kebutuhan rekapitulasi dan rekonsiliasi data faktur pajak atas transaksi yang dilakukan.

Note: Langkah-langkah membuat bukti potong PPh Pasal 23/26 dan penjelasan lengkap mengenai bukti pemotongan, baca di SINI.

Contoh BPE yang diterbitkan Klikpajak resmi dari DJP

e-Billing Klikpajak

Sistem e-Billing akan membimbing Anda mengisi Surat Setoran Pajak (SSP) elektronik dengan benar sesuai transaksi. Sebelum menyetor pajak, Anda perlu mendapatkan Kode Billing atau ID Billing terlebih dahulu dari DJP melalui e-Billing.

Anda bisa membuat ID Billing untuk semua jenis Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS) dengan mudah dan gratis.

Semua riwayat ID Billing dan SSP akan tersimpan dengan aman sesuai jenis dan masa pajak yang diinginkan. Begitu juga Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) juga akan disimpan dengan rapi dan aman pada Arsip Pajak di Klikpajak.

Contoh fitur aplikasi akuntansi online Jurnal.id yang terintegrasi dengan support system perpajakan Klikpajak.id

Terintegrasi dengan Aplikasi Akuntansi ‘Online’

Kelebihan lain Klikpajak adalah bisa menarik data langsung dari laporan keuangan pengguna aplikasi akuntansi online. Salah satunya adalah Jurnal.id.

Anda semakin mudah dalam membuat dan mengelola e-Faktur serta e-Bupot karena Klikpajak bisa menarik data langsung dari laporan keuangan pengguna aplikasi akuntansi online seperti Jurnal by Mekari – Simple Online Accounting Software.

Ini adalah teknologi canggih berbasis API integration yang membuat proses pengolahan data pajak dari bagian accounting (keuangan) lebih cepat dan mudah. Sehingga proses pengelolaan pajak jadi makin gampang dan tepat hanya dengan Klikpajak.

Tim ‘Support’ Klikpajak Siap Membantu Anda!

Sebagai mitra resmi DJP, KlikPajak akan membantu Anda dalam menghitung, membayar hingga melaporkan kegiatan perpajakan. Tinggal klik, semua urusan pajak Anda selesai dalam sekejap!

Ingin melihat bagaimana Klikpajak dapat membantu bisnis Anda dalam membuat Faktur Pajak secara efektif yang dapat menghemat banyak waktu Anda?

Kami senang berbicara dengan Anda. Jadwalkan demo dan kami dapat menunjukkan caranya. Klikpajak mengerti kebutuhan Anda!

Cukup daftarkan email Anda di www.klikpajak.id dan manfaatkan kemudahan dalam mengurus perpajakan Anda mulai dari menghitung, membayar hingga melaporkan pajak hanya dalam satu platform.


PUBLISHED13 Sep 2020
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: