Pajak Online 2021, Begini Cara Lapor SPT Pajak di e-Filing

Cara Lapor SPT Pajak Online 2021 di e-Filing

Tahun Pajak 2020 hampir berakhir, waktunya bersiap untuk melaporkan SPT Tahunan pajak Orang Pribadi mulai 1 Januari hingga 31 Maret 2021 dan lapor SPT Tahunan Badan mulai 1 Januari hingga 30 April 2021. Ketahui tata cara lapor SPT pajak online 2021 di e-Filing pajak.

Seperti kita tahu, pelaporan pajak tidak hanya dilakukan secara offline dengan datang langsung ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP), tapi juga bisa dilakukan secara online melalui aplikasi e-Filing maupun e-Form.

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) juga menunjuk Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) seperti Klikpajak.id untuk menyelenggarakan pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) pajak online.

Melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) pajak lewat e-Filing saat ini dianggap menjadi salah satu cara paling praktis karena Wajib Pajak (WP) tak perlu antre di KPP.

Cara lapor pajak online 2021 ini juga lebih aman dalam menghindari penyebaran wabah Virus Corona (Covid-19).    

Lebih jelasnya tentang lapor SPT pajak online 2021 di e-Filing berikut ulasan dari Klikpajak by Mekari untuk persiapan Anda melakukan lapor pajak online 2021 ini.

Pembuatan SPT Pajak Online 2021

e-Filing adalah cara penyampaian SPT Tahunan secara elektronik yang dilakukan secara online dan real time.

e-Filing bisa diakses melalui internet di situs DJP www.pajak.go.id atau ASP (Application Service Provider/Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan) Klikpajak.id.

Berikut ini jenis layanan e-Filing untuk pelaporan beberapa macam jenis SPT pajak online:

1. SPT Tahunan OP 1770SS

Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Orang Pribadi 1770SS ini diperuntukkan bagi karyawan/pegawai dengan gaji yang diterimanya kurang dari Rp60.000.000 setahun.

2. SPT Tahunan OP 1770S 

SPT Tahunan Orang Pribadi 1770S ini diperuntukkan bagi WP karyawan/pegawai yang mendapat dari satu atau lebih pemberi kerja di dalam negeri lainnya; dan/atau dikenakan PPh Final dan/atau bersifat final.

WP yang dapat menggunakan jenis SPT 1770S ini adalah yang bergaji atau dengan penghasilan sebesar minimal dan lebih dari Rp60.000.000 setahun.

3. SPT Tahunan OP 1770 

Untuk WP yang sumber pendapatannya dari usaha/pekerjaan bebas; dari satu atau lebih pemberi kerja. WP juga dikenakan PPh Final dan/atau bersifat Final di dalam negeri atau luar negeri. 

Note: Berkas yang Harus Disiapkan Jadi Persyaratan Lapor SPT Badan Terbaru

4. SPT Tahunan Badan 1771

SPT Tahunan 1771 ini merupakan bentuk Surat Pemberitahuan pajak yang diperuntukkan bagi Wwajib Pajak Badan.

Pelaporan SPT Badan 1771 ini terbilang lebih kompleks dibanding SPT Orang Pribadi.

Sebab ada beberapa dokumen tambahan yang wajib dilampirkan WP Badan sebagai salah satu syarat pelaporan pajaknya.

Pajak Online 2021, Begini Cara Lapor SPT Pajak di e-Filing

Persiapan Lapor SPT Pajak Online 2021

Sebelum pengisian SPT, siapkan dokumen pendukung.

Secara umum, dokumen yang harus disiapkan dalam pelaporan SPT pajak online 2021 adalah sebagai berikut:  

  • Bukti pemotongan pajak (1721 A1 untuk karyawan dan 1721 A2 untuk pegawai negeri)
  • Daftar penghasilan
  • Daftar harta dan utang
  • Daftar tanggungan eluarga
  • Bukti pembayaran zakat/sumbangan lain
  • Dan dokumen terkait lainnya

Untuk bisa melapor SPT pajak online 2021, WP membutuhkan tiga hal ini: 

1. Nomor NPWP

Belum punya NPWP?

Begini cara membuat NPWP Pribadi

Bagi Anda Wajib Pajak Badan, berikut ini cara membuat NPWP Badan

2. Nomor EFIN 

Anda belum memiliki EFIN?

Ini adalah Cara Mendapatkan EFIN Pajak Secara Online Mudah untuk Wajib Pajak Pribadi dan Badan

3. Akun di DJP Online atau akun Klikpajak.id

Ikuti petunjuk ini untuk daftar akun DJP Online atau daftar akun Klikpajak.id.

Pajak Online 2021, Begini Cara Lapor SPT Pajak di e-Filing

Cara Registrasi Akun Klikpajak.id untuk lapor SPT pajak online 2021

Sebelum menggunakan aplikasi Klikpajak, Anda harus membuat akun Klikpajak terleboh dahulu. Ikuti langkah berikut untuk membuat akun di aplikasi Klikpajak:

1. Hal utama yang Anda lakukan adalah mengakses link Daftar Klikpajak lalu isi data diri Anda sesuai pada kolom tertera pada data Klikpajak seperti gambar di bawah ini, jangan lupa untuk mencentang captcha ‘I’m not robot’ lalu klik ‘Daftar’.

 

Pajak Online 2021, Begini Cara Lapor SPT Pajak di e-Filing

2. Jika sudah klik ‘Daftar’, Anda akan menerima email dari Klikpajak untuk verifikasi email dan juga Anda akan diminta untuk melakukan pengisian data pada kolom ‘Pajak apa yang ingin Anda kelola‘, pilih sesuai kebutuhan Anda (Badan atau Pribadi), di bawah ini kami memberikan contoh jika Anda memilih pajak Badan, lalu isikan informasi pada kolom yang tersedia.

(Harap diperhatikan untuk NPWP harus diisikan dengan NPWP yang valid, sistem akan mengecek validasi ini secara otomatis).

 

3. Setelah selesai, maka Anda akan langsung masuk ke halaman utama (Home). Namun Anda belum bisa menggunakan fitur yang ada di Klikpajak karena belum melakukan verifikasi email.

4. Untuk dapat menggunakan fitur-fitur yang ada pada Klikpajak Anda harus verifikasi terlebih dahulu email Anda dengan cara masuk ke halaman email Anda dan cek inbox (kotak masuk) dari no-reply@klikpajak.id, lalu klik pada tombol ‘Verifikasi Email Saya‘.

Setelah melakukan verifikasi email Anda dapat menggunakan fitur-fitur dari Klikpajak untuk kebutuhan pajak Anda.

Pajak Online 2021, Begini Cara Lapor SPT Pajak di e-Filing

Panduan Lapor SPT Pajak Online 2021

Lapor SPT pajak online 2021 DJP memberikan pilihan proses pelaporan, yakni melalui e-Filing atau dengan cara upload SPT melalui e-SPT atau melalui e-Form.

Untuk pelaporan SPT Pribadi bisa menggunakan e-Filing atau e-Form, sedangkan SPT Badan dapat melalui e-SPT.

Berikut panduan lapor SPT pajak online 2021 melalui e-SPT bagi WP Badan dengan cara upload e-SPT :

  • Siapkan dokumen pendukung tersebut di atas  
  • Masuk ke www.pajak.go.id, pilih “LOGIN”, lalu masukkan NPWP, kata sandi dan kode keamanan, lalu klik ‘Login’ 
  • Pilih Menu: “Lapor”, lalu Pilih Layanan: e-Filing  
  • Pilih ‘Buat SPT’
  •  Ikuti panduan yang diberikan, termasuk yang berbentuk pertanyaan. Lalu pilih ‘Upload SPT’ 
  • Klik dan pilih file .csv dari e-SPT Anda  
  • Anda juga bisa meng-upload lampiran (pdf), bila ada  
  • Upload SPT Anda ‘Start Upload’ 
  • Klik tombol “OK” pada waktu muncul info bahwa proses upload telah selesai  
  • Cek kolom “Status Pengiriman”, pastikan statusnya “Siap Kirim” 
  • Lanjutkan dengan proses pengambilan dan pengisian kode verifikasi, lalu kirim SPT. 
  • BPE dikirim ke email WP.

Tata cara lapor SPT pajak onlien 2021 melalui e-Filing DJP:

  1. Silakan Login di www.pajak.go.id dengan Akun DJP Online  
  2. Pilih layanan e-Filing Pada menu ”Lapor” 
  3. Klik Buat SPT
  4. Ambil dan isi Kode Verifikasi
  5. Silakan kirim SPT
  6. Jika sudah selesai, WP akan menerima Bukti Penerimaan Elektronik Dikirim yang dikirim ke email WP

Berikut salah satu simulasi lapor SPT pajak online 2021 untuk pelaporan SPT 1770S bagi WP Pribadi karyawan/pegawai melalui DJP Online dengan pilihan pembuatan SPT-nya adalah “Dengan Panduan”:

  • Ikuti Panduan Pengisian e-Filing dengan menjawab beberapa pertanyaan yang disuguhkan.
  • Jika Anda sudah memiliki pengetahuan yang cukup dalam mengisi Formulir 1770S dalam bentuk Formulir, silahkan pilih pengisian form “Dengan Bentuk Formulir”. 
  • Jika Anda ingin dipandu dan dipermudah bentuk tampilan pengisiannya, silahkan pilih pengisian form “Dengan panduan” 
  • Selanjutnya Isi data formulir
  • Jika Anda memiliki Bukti Pemotongan Pajak, tambahkan dalam langkah ke dua. Misalnya, Pemotongan Gaji PNS oleh Bendahara yang dituangkan dalam formulir 1721-A2, kita input ke dalam kotak dialog ini. Setelah disimpan, akan tertampil dalam ringkasan pemotongan pajak di Langkah ke-2.
  • Masukkan Penghasilan Neto Dalam Negeri Sehubungan dengan Pekerjaan
  • Masukkan Penghasilan Dalam Negeri Lainnya, bila ada
  • Masukkan Penghasilan Luar Negeri, bila ada
  • Masukkan Penghasilan yang tidak termasuk objek pajak, bila ada Misal: harta warisan sebesar Rp50.000.000
  • Masukkan Penghasilan yang telah dipotong PPh Final, bila ada Misal: Hadiah Undian senilai Rp20.000.000, telah dipotong PPh Final 25% (Rp5.000.000) 
  • Tambahkan Harta yang Anda miliki. 

Jika tahun sebelumnya Anda sudah melaporkan daftar harta dalam e-filing, Anda dapat menampilkan kembali dengan klik “Harta Pada SPT Tahun Lalu” 

  • Tambahkan Utang yang Anda miliki. 

Jika tahun sebelumnya Anda sudah melaporkan daftar utang dalam e-filing, Anda dapat menampilkannya kembali dengan memilih “Utang Pada SPT Tahun Lalu” 

  • Tambahkan tanggungan yang Anda miliki. Jika tahun sebelumnya Anda sudah melaporkan daftar tanggungan dalam e-filing, Anda dapat menampilkannya kembali dengan memilih “Tanggungan Pada SPT Tahun Lalu” 
  • Isi Zakat/Sumbangan Keagamaan Wajib yang Anda bayarkan ke Lembaga Pengelola yang disahkan oleh Pemerintah
  • Isi status perpajakan suami istri. 

Dalam hal ini, mohon diperhatikan jika Anda melakukan kewajiban perpajakan secara terpisah dengan suami/istri, hidup berpisah, atau melakukan perjanjian pemisahan harta. (MT/HB/PH) Misal: WP adalah kepala keluarga dan istri tidak bekerja 

  • Isi pengembalian/pengurangan PPh Pasal 24 dari penghasilan Luar Negeri, bila ada. 
  • Isi Pembayaran PPh Pasal 25 dan Pokok SPT PPh Pasal 25, bila ada.
  • Silakan hitung Pajak Penghasilan Anda sendiri
  • Silakan hitung dan masukkan PPh Pasal 25, bila ada
  • Terakhir Konfirmasi. 

Centang kolom ‘Setuju/agree’. 

  • Rangkaian proses ini dianggap selesai jika WP menerima Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) SPT dari DJP ke email WP yang sudah didaftarkan.

Bagaimana jika SPT ternyata statusnya kurang bayar? 

Dalam formulir 1770S, akan muncul kotak dialog untuk melaporkan pembayaran pajak atau membuat ID Billing di Langkah ke-16.

Jika WP sudah membayar pajak, silakan klik ‘SUDAH’ dan masukkan kode Nomor Tanda Penerimaan Negara (NPTN) serta tanggal setor yang tercetak dalam bukti pembayaran pajak.

Akan tetapi, jika WP belum membayar pajak, silakan pilih ‘BELUM’. Selanjut, pilih “BUAT KODE BILLING”

Silakan bayar Kode Billing tersebut, bisa lewat ATM, Internet Banking, mesin EDC, Bank Persepsi atau bahkan ke Kantor Pos Persepsi.  

Jika sudah membayar, buka dan edit kembali SPT Anda di menu Submit SPT.

Input NTPN dan tanggal, lalu lanjutkan hingga tahap pengiriman SPT.

Anda dapat membayar kekuarang pajak pada pelaporan SPT pajak online 2021 lebih mudah melalui e-Billing Klikpajak.

Lalu bagaimana jika SPT ternyata lebih bayar? 

Jika muncul notifikasi SPT LB, maka SPT WP tersebut statusnya adalah “LEBIH BAYAR”

  • Pastikan WP telah mengisi SPT (seluruh penghasilan, pengurang, PTKP dan PPh yang dipotong pihak lain) dengan benar dan lengkap.  
  • Kelebihan pembayaran pajak WP akan dikembalikan setelah dilakukan pemeriksaan atau penelitian. Siapkan SPT dan dokumen pendukung (seperti: bukti pemotongan).  
  • Khusus SPT Lebih Bayar, dokumen yang dipersyaratkan dipindai dan diunggah dalam format PDF oleh Wajib Pajak. 

Untuk lebih mudahnya melakukan penyampaian SPT Tahunan pajak online melalui e-Filing, berikut video tutorial lapor SPT pajak online 2021:

a. Lapor SPT Pajak online 2021 untuk PPh Pribadi:

b. Lapor SPT Pajak online 2021 untuk PPh Badan:

Melalui Klikpajak.id, Anda dapat memanfaatkan fitur e-Filing Klikpajak untuk melaporkan berbagai jenis SPT Tahunan/Masa PPh dengan langkah-langkah yang mudah.

Lapor SPT juga gratis selamanya melalui e-Filing Klikpajak. Anda bisa melaporkan semua jenis SPT mulai dari SPT Tahunan Pajak Badan, SPT Masa (Bulanan) Pajak, dan SPT Tahunan Pajak Pribadi.

Setelah menyampaikan SPT Pajak, Anda akan peroleh bukti lapor dalam bentuk elektronik, yakni Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) dari DJP, yang berisi:

  • Informasi Nama Wajib Pajak (WP)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Tanggal pembuatan BPE
  • Jam pembuatan BPE
  • Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE)

Melalui Klikpajak, Anda juga akan mendapatkan NTTE resmi dari DJP sebagai bukti lapor.

Aturan Baru Sanksi Tidak/Telat Lapor SPT Pajak

DJP telah menetukan kapan batas waktu pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Pajak Penghasilan (PPh) maupun PPN.

WP yang tidak lapor atau terlambat melakukan pelaporan pajak, harus bersiap menghadapi sanksi atau denda keterlambatan.

Sebelumnya, pengenaan sanksi terlambat dan kurang bayar pajak sebesar 2% per bulan dalam Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (UU KUP) No. 6/1983 yang diubah dengan UU 16/2009.

Namun ketentuan diubah dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, menjadi disesuaikan dengan tingkat atau tarif suku bunga acuan per bulan.

Hasil penghitungan sanksi telat lapor SPT dan kurang bayar pajak terbaru pengenaan sanksi terkait pelapiran SPT jumlahnya bisa lebih rendah dibanding sanksi sebelumnya.

Note: Poin-Poin UU Cipta Kerja Klaster Perpajakan 

Berikut rincian aturan sanksi dan denda terkait pelaporan SPT pajak dalam UU Cipta Kerja:

1. Sanksi denda berdasarkan suku bunga acuan ditambah 5% dibagi 12 berlaku pada tanggal dimulai penghitungan sanksi, paling lama 24 bulan pada WP yang;

  • Melakukan pembetulan SPT sendiri dan membuat utang pajak menjadi lebih besar
  • Kurang bayar karena pembetulan SPT Tahunan/Masa
  • Terlambat membayar PPh Pasal 29 SPT tahunan
  • Terlambat membayar SPT Masa

2. Jika tidak melunasi SPT kurang bayar => Sanksi denda berdasarkan suku bunga acuan ditambah 10% dibagi 12, paling lama 24 bulan

3. Jika tidak melunasi pajak kurang bayar dan mendapatkan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) => Sanksi denda berdasarkan suku bunga acuan ditambah 15% dibagi 12, paling lama 24 bulan

4. Jika tidak menyampaikan SPT atau mengisi SPT dengan tidak benar atau tidak lengkap, atau melampirkan keterangan yang isinya tidak benar => Akan didenda sebesar 100% dari jumlah pajak yang kurang bayar saat pengungkapan pelaporan pajak tidak benar.

Jumlah ini lebih rendah dari yang tertulis di UU KUP, sebesar 150%.

5. Jika PPh PKP kurang bayar, sanksi administratif berupa bunga yang ditetapkan Menkeu dihitung sejak terutangnya pajak atau berakhirnya Masa Pajak, bagian Tahun Pajak, atau Tahun Pajak sampai diterbitkannya Surat Tagihan Pajak (STP).

Note: Aturan Baru Membuat e-Faktur dan Mengkreditkan PPN di UU Cipta Kerja

Temukan ketentuan terbaru tentang perpajakan dalam Undang-Undang Cipta Kerja Nomor 11 Tahun 2020 pada e-Book “Susunan dalam Satu Naskah UU Perpajakan (UU Cipta Kerja)”, berikut ini:

Ketahui Batas Waktu Bayar dan Lapor SPT Pajak

Tak perlu bingung kapan waktunya harus bayar lapor pajak untuk menghindari sanksi atau denda telat bayar dan lapor pajak.

Lebih mudah lihat semua jadwal pembayaran dan pelaporan pajak pada kalender saku di Kalender Pajak Klikpajak.

Lebih Mudah Urus Perpajakan Lainnya dengan Klikpajak.id

Bukan hanya fitur e-Filing yang memudahkan lapor SPT pajak online 2021, Anda juga lebih mudah melakukan berbagai aktivitas pajak lainnya karena aplikasi pajak online yang terintegrasi.

Integrasi fitur pajak online Klikpajak ini adalah mulai dari menghitung, membayar dan melaporkan pajak hanya dalam satu platform yang bisa dilakukan kapan saja serta di mana pun Anda berada dengan cara mudah.

Sistem Klikpajak akan membantu Anda menghitung kewajiban perpajakan Anda dengan akurat, sehingga menghindari adanya kesalahan penghitungan yang dapat merugikan.

Apa saja fitur lengkap Klikpajak yang memudahkan urusan perpajakan Anda?

A. Bisa Membuat Kode Billing Sekaligus Bayar Pajak di e-Billing

Sebelum menyetor pajak, harus mendapatkan Kode Billing atau ID Billing terlebih dahulu dari DJP sebagai syarat untuk membayar pajak.

Setelah mendapatkan Kode Billing dari DJP, selanjutnya membayar/menyetor pajak melalui ATM, internet banking atau teller bank/pos persepsi.

Melalui e-Billing Klikpajak, Anda dapat membuat Kode Billing untuk semua jenis Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS) dengan mudah dan gratis.

Semua riwayat ID Billing dan SSP akan tersimpan dengan aman sesuai jenis dan Masa Pajak yang diinginkan.

Begitu juga Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) akan disimpan dengan rapi dan aman pada fitur Arsip Pajak di Klikpajak.

Sistem e-Billing akan membimbing Anda mengisi Surat Setoran Pajak (SSP) elektronik dengan benar sesuai transaksi.

“Klikpajak akan menerbitkan ID Billing Anda resmi dari DJP dan Anda dapat langsung membayar pajak tanpa keluar dari platform. Karena e-Billing Klikpajak terintegrasi dengan bank persepsi yang ditunjuk DJP untuk menerima pembayaran/setoran pajak.”

Setelah pembayaran pajak selesai, Anda akan langsung menerima Bukti Penerimaan Negara (BPN) resmi dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Note: Langkah-Langkah Cara Membuat Kode Billing dan Bayar Billing di e-Billing

Pajak Online 2021, Begini Cara Lapor SPT Pajak di e-Filing

B. Mudah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT Masa PPh Pasal 23/26 di e-Bupot

Seperti diketahui, baik WP Pengusaha Kena Pajak (PKP) maupun Non-PKP yang melakukan transaksi yang mengharuskan membuat bukti pemotongan PPh 23/26 wajib menggunakan e-Bupot mulai 1 Oktober untuk masa pajak September 2020.

Wajib e-Bupot bagi WP PKP dan Non-PKP ini diatur dalam Kepdirjen Nomor KEP-368/PJ/2020 tentang Penetapan Pemotong PPh Pasal 23/26 yang Diharuskan Membuat Bukti Pemotongan dan Diwajibkan Menyampaikan SPT Masa PPh Pasal 23/26 Berdasarkan PER-04/PJ/2017.

Klikpajak juga dilengkapi dengan fitur e-Bupot yang semakin memudahkan Anda membuat bukti pemotongan PPh Pasal 23/26 dan melaporkan SPT PPh 23/26 melalui e-Bupot dengan menarik data langsung dari laporan keuangan elektronik.

Note: Langkah-Langkah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT PPh Pasal 23/26 di e-Bupot

Keunggulan e-Bupot Klikpajak

Berikut keunggulan e-Bupot Klikpajak yang dapat membantu bisnis perusahaan:

  • Pengelolaan bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah karena alur pembuatan yang efektif dan ramah penggunaan (user friendly)
  • Penghitungan pajak otomatis pada SPT Masa PPh 23/26
  • Pengiriman bukti pemotongan pajak langsung ke lawan transaksi
  • Bukti pemotongan serta pelaporan SPT Masa PPh 23/26 tidak perlu ditandatangani dengan tanda tangan basah
  • Bukti pemotongan dan bukti pelaporan tersimpan aman, baik di Klikpajak dan DJP
  • e-Bupot Klikpajak juga terintegrasi dengan sistem pembukuan akuntansi online Jurnal.id, sehingga semakin mudah membuat bukti potong
  • e-Bupot Klikpajak juga memiliki performa yang dapat di-scale up sesuai kebutuhan
  • Layanan support pajak yang dapat diandalkan dan tutorial dalam penggunaan aplikasi yang terus diperbarui
  • Fitur e-Bupot Klikpajak juga menyediakan data untuk kebutuhan rekapitulasi dan rekonsiliasi data Faktur Pajak atas transaksi yang dilakukan

Pajak Online 2021, Begini Cara Lapor SPT Pajak di e-Filing

C. Membuat e-Faktur dan Lapor SPT Masa PPN Tanpa ‘Install’ Aplikasi

Seperti diketahui, DJP telah mewajibkan pengguna e-Faktur untuk melakukan update e-Faktur 3.0 menggantikan e-Faktur 2.2 mulai 1 Oktober 2020.

Wajib Pajak (WP) Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang selama ini menggunakan aplikasi e-Faktur Client Desktop DJP, harus install dan download patch terbaru untuk update e-Faktur pada perangkat komputernya agar bisa menggunakan aplikasi yang dilengkapi dengan fitur prepopulated ini.

Dengan itur prepopulated e-Faktur 3.0, maka DJP sudah menyiapkan data yang dibutuhkan untuk kemudian PKP tinggal mencocokkan saja saat pembuatan e-Faktur maupun pelaporan SPT Masa PPN-nya.

Ingat, meskipun PKP pengguna e-Faktur Client Desktop sudah update e-Faktur 3.0, tapi tetap harus berpindah ke aplikasi e-Faktur Web Based DJP di web-efaktur.pajak.go.id saat akan melaporkan SPT Masa PPN.

Karena DJP telah menutup pelaporan SPT Masa PPN di e-Filing dan e-SPT. Tapi lapor SPT Masa PPN wajib di aplikasi e-Faktur.

Update sistem terbaru e-Faktur 3.0 DJP ini juga harus dilakukan pada server PJAP mitra resmi DJP, seperti Klikpajak.id.

Jadi, ketika Anda menggunakan e-Faktur Klikpajak.id, bukan hanya dapat langsung memanfaatkan fitur prepopulated e-Faktur untuk membuat Faktur Pajaknya, tapi juga bisa lapor SPT Masa PPN di e-Faktur tanpa keluar atau pindah platform.

“Langsung saja gunakan aplikasinya, biar Klikpajak.id yang mengurus sistemnya untuk mempermudah pembuatan e-Faktur, pembayaran PPN, hingga pelaporan SPT Masa PPN Anda dengan mudah hanya dalam satu langkah.”

Ingin langsung menggunakan aplikasi e-Faktur 3.0 tanpa install aplikasinya? Langsung saja daftar dan aktifkan akun e-Faktur Anda di https://my.klikpajak.id/register.

Kenapa urus Faktur Pajak lebih mudah di Klikpajak?

Melalui Klikpajak.id, Anda dapat membuat berbagai macam Faktur pajak, mulai dari Faktur Pajak Pengganti, Retur, bahkan dapat menghapus draft Faktur Pajak, hingga bayar PPN dan lapor SPT Masa PPN dengan langkah-langkah yang mudah hanya dalam satu platform.

Bahkan administrasi e-Faktur semakin cepat dan praktis karena Klikpajak.id terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Sehingga Anda dapat menarik data laporan keuangan yang akan dibuat Faktur Pajaknya dengan sangat mudah dan simpel.

Lihat beberapa tutorial penggunaan aplikasi e-Faktur Klikpajak berikut ini:

  1.   Alur Pembuatan Faktur Pajak, Bayar PPN dan Lapor SPT Masa PPN di e-Faktur
  2.   Tutorial Membuat Berbagai Jenis Faktur Pajak di e-Faktur
  3.   Cara Menggunakan Prepopulated Faktur Pajak Masukan di e-Faktur 3.0

Pajak Online 2021, Begini Cara Lapor SPT Pajak di e-Filing

C. Dilengkapi Fitur ‘Multi Users dan Multi NPWP’ Unlimited dan Gratis!

Klikpajak.id juga dilengkapi dengan fitur Multi Users dan Multi Company (NPWP) yang semakin membuat aktivitas perpajakan Anda lebih efektif.

Fitur ‘Multi Users’ Klikpajak adalah fitur yang memungkinkan Anda untuk dapat mengatur siapa saja dan berapa banyak pengguna yang dapat mengakses akun aplikasi Klikpajak.id di bawah nama perusahaan yang sama.

Sedangkan fitur ‘Multi Company/NPWP’ adalah fitur yang memungkinkan Anda untuk mengelola beberapa perusahaan dalam satu akun Klikpajak.

Note: Lebih jelasnya bagaimana cara kerja fitur Multi Users dan Multi Company ini, selengkapnya lihat di SINI.

Pajak Online 2021, Begini Cara Lapor SPT Pajak di e-Filing

D. Terintegrasi Jurnal.id: Administrasi Perpajakan Makin Mudah dan Cepat

Agar semakin mudah dan praktis dalam melakukan administrasi perpajakan Anda, gunakan juga pembukuan dan laporan keuangan dalam aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Karena aplikasi pajak online Klikpajak.id terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Anda dapat menarik data transaksi dalam laporan keuangan untuk langsung dibuatkan Faktur Pajaknya maupun Bukti Potong Pajaknya secara langsung, dan saat diperlukan untuk melaporkan SPT pajaknya dengan cepat dalam satu platform.

Integrasi dengan Jurnal by Mekari ini merupakan teknologi canggih berbasis API integration yang membuat proses pengolahan data pajak dari bagian keuangan (accounting) lebih cepat dan mudah.

Jurnal.id adalah software akuntansi online berbasis cloud dengan laporan keuangan lengkap, seperti:

  • Neraca keuangan
  • Arus kas
  • Laba-rugi

Dan lainnya yang memudahkan Anda mengelola faktur, biaya, stok barang, cash link atau transfer langsung dalam aplikasi, hingga melihat ringkasan bisnis dari smartphone Anda.

Note: Ketahui bagaimana integrasi aplikasi akuntansi online Jurnal.id dan aplikasi pajak online Klikpajak.id ini semakin memudahkan urusan perpajakan Anda, selengkapnya temukan di SINI

Pajak Online 2021, Begini Cara Lapor SPT Pajak di e-Filing

Data Anda Terlindungi

Tenang, Anda dapat menyimpan berbagai riwayat pembayaran atau bukti pelaporan pajak maupun aktivitas pajak lainnya dengan aman, karena keamanan dan kerahasiaan data terjamin.

Sebab Klikpajak.id sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standarisasi Internasional ISO (International Organization for Standardization) yang menjamin standar keamanan sistem teknologi informasi.

Sehingga Anda tidak perlu khawatir kehilangan bukti bayar atau lapor pajak hilang jika terjadi kerusakan atau kehilangan komputer maupun laptop.

Karena Klikpajak merupakan aplikasi pajak berbasis web (web based) yang didukung dengan teknologi cloud, semakin memudahkan Anda melakukan semua aktivitas perpajakan hanya dalam satu platform kapan pun dan di mana saja.

Cloud computing atau komputasi awan adalah teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat server untuk mengelola data dan juga aplikasi pengguna.

Melalui teknologi cloud, Anda bisa menggunakan aplikasi tanpa harus mengunduh (download) dan memasang (install) aplikasi terlebih dahulu.

Sebab sistem cloud yang berbasis web ini memudahkan Anda dalam mengakses data dan informasi melalui internet secara cepat.

Pajak Online 2021, Begini Cara Lapor SPT Pajak di e-Filing

Tim ‘Support’ Klikpajak Selalu Siap Membantu Anda!

“Fitur lengkap Klikpajak membantu mempermudah urusan perpajakan bagi Anda para pelaku usaha, konsultan pajak, maupun bagi Anda yang berprofesi pada bagian keuangan atau sebagai tax officer di perusahaan.”

Sebagai mitra resmi DJP, Klikpajak akan membantu Anda dalam menghitung, membayar dan melaporkan pajak Anda dengan mudah.

Tinggal klik, semua urusan pajak Anda selesai dalam sekejap!

Ingin melihat bagaimana Klikpajak dapat membantu bisnis atau aktivitas Anda dalam membuat Faktur Pajak, Bukti Pemotongan Pajak, penyampaian SPT Tahunan/Masa PPh dan PPN, serta berbagai aktivitas perpajakan lainnya secara efektif menghemat banyak waktu Anda?

Pajak Online 2021, Begini Cara Lapor SPT Pajak di e-Filing

“Jangan segan menghubungi kami, karena kami senang berbicara dengan Anda. Jadwalkan demo dan kami dapat menunjukkan caranya untuk memudahkan urusan perpajakan Anda. Klikpajak.id mengerti yang Anda butuhkan.”

Cukup daftarkan email Anda di www.klikpajak.id dan temukan bagaimana Anda dapat melakukan urusan pajak dengan sangat menyenangkan. Lebih mudah dari sekadar yang Anda bayangkan.


PUBLISHED22 Dec 2020
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: