Bagaimana Cara Lapor SPT Masa PPN Kurang Bayar di e-Faktur 3.0?

Bagaimana Cara Lapor SPT Masa PPN Kurang Bayar di e-Faktur 3.0?

Dalam perhitungan Pajak Pertambahan Nilai juga ada istilah nihil, lebih bayar atau justru kurang bayar. Jika hasil perhitungan PPN mengalami kurang bayar, ketahui cara lapor SPT Masa kurang bayar di e-Faktur 3.0 web based.

Setelah berlakunya e-Faktur 3.0, penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) Masa PPN harus melalui aplikasi e-Faktur web based. Tidak bisa lagi menggunakan e-Filing atau e-SPT.

Sesuai ketentuan Undang-Undang Pajak Pertambahan Nilai (UU PPN), ketika perhitungan PPN setelah Pajak Keluaran dikurangi Pajak Masukan hasilnya lebih besar Pajak Keluaran, maka PPN Terutang mengalami kurang bayar.

Sehingga PPN Terutang kurang bayar ini harus disetorkan ke kas negara. Sebelum membayarkan PPN terutang kurang bayar ini, Pengusaha Kena Pajak (PKP) harus menyampaikan SPT Masa PPN terlebih dahulu.

Berikut Klikpajak by Mekari berikan tutorial cara lapor SPT Masa PPN kurang bayar di e-Faktur 3.0 web based dan contoh perhitungan PPN kurang bayar.

Contoh Perhitungan PPN Kurang Bayar

PT AAA pada Oktober 2020 menjual komputer sebanyak 10.000 unit, dengan harga per set Rp5.000.000.

Penjualan komputer sebanyak 10.000 unit itu dilakukan pada 5 perusahaan.

Maka berikut ini rincian PPN Keluaran PT AAA selama Oktober 2020:

No Nama  Jumlah komputer   Total Harga  PPN
1. PT V 500 x Rp5.000.000 = Rp2.500.000.000 x 10% Rp250.000.000
2. PT W 1500 x Rp5.000.000 = Rp7.500.000.000 x 10% Rp750.000.000
3. PT X 2250 x Rp5.000.000 = Rp11.250.000.000 x 10% Rp1.125.000.000
4. PT Y 2500 x Rp5.000.000 = Rp12.500.000.000 x 10% Rp1.250.000.000
5. PT Z 3250 x Rp5.000.000 = Rp16.250.000.000 x 10% Rp1.625.000.000

 

Selanjutnya, PT AAA melakukan pembelian bahan baku komponen Rp10.000.000.000 dari 3 perusahaan penyedia bahan baku.

Berikut rincian PPN Masukan PT AAA selama Oktober 2020:

No. Nama Bahan Baku Total Harga PPN
1. PT S Komponen 1 Rp2.500.000.000 x 10% = Rp250.000.000
2. PT T Komponen 2 Rp3.500.000.000 x 10% = Rp350.000.000
3. PT U Komponen 3 Rp4.000.000.000 x 10% = Rp400.000.000

 

Maka, perhitungan PPN Terutang dari hasil penghitungan Pajak Keluaran (PPN Keluaran) dan Pajak Masukan (PPN Masukan) pada Oktober 2020 adalah:

a. PPN Keluaran PT AAA Oktober 2020

No. Nama PPN Keluaran
1. PT V = Rp250.000.000
2. PT W = Rp750.000.000
3. PT X = Rp1.125.000.000
4. PT Y = Rp1.250.000.000
5. PT Z = Rp1.625.000.000 (+)
  Total PPN Keluaran Oktober 2020 = Rp5.125.000.000

b. PPN Masukan PT AAA Oktober 2020

No. Nama PPN Masukan
1. PT S = Rp250.000.000
2. PT T = Rp350.000.000
3. PT U = Rp400.000.000 (+)
  Total PPN Masukan Oktober 2020 = Rp1.000.000.000

 

PPN Terutang PT AAA Oktober 2020

Dari perhitungan PPN Keluaran dan PPN Masukan PT AAA tersebut, PPN Terutang pada Oktober 2020 seperti berikut:

PPN Keluaran
Total PPN Keluaran Oktober 2020 = Rp5.125.000.000
PPN Masukan
Total PPN Masukan Oktober 2020 = Rp1.000.000.000
PPN Terutang Oktober 2020
= PPN Keluaran – PPN Masukan
= Rp5.125.000.000 – Rp1.000.000.000
= Rp4.125.000.000 (PPN Kurang Bayar)

 

Karena pada penyampaian SPT Masa PPN untuk Oktober 2020 ini mengalami PPN Kurang Bayar, maka PT AAA harus menyetorkan PPN Kurang Bayar sebesar Rp4.125.000.000 ke kas negara.

Note: Selengkapnya penjelasan tentang PPN Terutang Nihil dan Lebih Bayar serta bagaimana cara mengkreditkan Pajak Masukan maupun melakukan restitusi PPN, selengkapnya lihat Cara Menghitung PPN Kurang Bayar, PPN Lebih Bayar dan PPN Nihil.

Ilustrasi menghitung PPN terutang sebelum lapor SPT Masa PPN kurang bayar di e-Faktur

Cara lapor SPT Masa Kurang Bayar di e-Faktur 3.0

Terhitung mulai 1 Oktober 2020, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan RI memberlakukan penggunaan e-Faktur 3.0 secara nasional.

Dengan berlakunya e-Faktur versi terbaru ini pula, pembuatan Faktur Pajak hingga pelaporan SPT Masa PPN berubah.

Ya, pelaporan SPT Masa PPN sudah tidak bisa lagi melalui e-SPT atau e-Filing untuk mulai Masa Pajak September dan seterusnya.

Namun, DJP memberikan keringanan untuk penyampaian SPT Masa PPN masih bisa dilakukan melalui upload CSV ke DJP Online atau e-Filing dengan ketentuan sebagai berikut:

Baca selengkapnya di SINI.

Sehubungan dengan hal ini, muncul sejumlah pertanyaan dari Wajib Pajak (WP) PKP terkait pengoperasian aplikasi baru itu.

Salah satu yang mungkin menjadi pertanyaan adalah bagaimana cara melaporkan SPT Masa PPN Kurang Bayar di e-Faktur 3.0?

Berikut langkah-langkah cara lapor SPT Masa PPN Kurang Bayar di e-Faktur web based:

1. Siapkan file Sertifikat Slektronik (sertel) dan Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN)

2. Akses e-Faktur web based DJP di web-efaktur.pajak.go.id atau https://web-efaktur.pajak.go.id/login

3. Jika Sertifikat Elektronik sudah terinstal dalam browser, Anda bakal melihat beberapa Sertetifikat Elektronik

4. Pilih salah satu Sertifikat Elektronik yang ingin dilaporkan dari SPT Masa PPN Kurang Bayar, lalu klik “OK” 

5. Login kembali dengan Sertifikat Elektronik yang sudah dipilih

6. Masukan password e-Nofa atau kata sandi akun WP PKP Anda. Di sini, Anda akan masuk ke halaman utama.

7. Bagi PKP yang baru pertama kali mengakses e-Faktur web based ini, silakan mengisi data profil aplikasi.

8. Lalu pilih “Profil PKP” dan isi data yang diminta dalam Profil Pengguna, seperti nama penandatangan faktur, nama penandatangan SPT, dan jabatan penandatangan SPT. 

9. Kemudian klik “Simpan Perubahan”. WP akan mendapatkan notifikasi Ubah profil pengguna berhasil.

10. Setelah profil dilengkapi, kembali ke menu utama => pilih “Administrasi SPT” => klik Monitoring SPT” => klik +Posting SPT yang ada pada kanan layar.

11. Isi tahun pajak, masa pajak, dan pembetulan. Setelah itu, klik Submit”.

Note: Cara Mendapatkan Sertifikat Elektronik dan Syarat Pengajuannya

Ilustrasi lapor SPT Masa PPN kurang bayar di e-Faktur 3.0 web based

Cara Mencetak SPT Masa PPN Kurang Bayar

Bagaimana jika PKP ingin membuat SPT Masa PPN Kurang Bayar dan mencetaknya.

Berikut tahapan mencetak SPT Masa PPN kurang bayar di e-Faktur 3.0 web based:

1. Pada tahap awal, PKP akan melihat notifikasi bahwa Proses posting sudah masuk ke dalam antrean. PKP akan diminta menunggu beberapa saat, lalu klik “OK”.

2. Pada Daftar SPT, PKP bisa melihat tampilan SPT untuk masa pajak November 2020.

3. Selanjutnya pada bagian Action, klik Buka => Buka SPT Masa Pajak =>klik Lampiran Detail => pilih formulir PK atas Penyerahan Dalam Negeri => klik Tampilkan dan semua faktur yang sudah PKP terbitkan selama masa pajak November 2020, muncul. Silakan dicek. 

4. Kemudian, pilih Lampiran AB. Ada tiga submenu yang bisa dicek, seperti rekapitulasi penyerahan, rekapitulasi perolehan, dan perhitungan Pajak Masukan yang dapat dikreditkan. Setelah dicek, centang pernyataan => klik Submit.

5. Lalu akan diarahkan untuk memilih file Sertifikat Elektronik => pilih file Sertifikat Elktronik yang sudah disiapkan => klik Open => masukan passphrase => klik Setuju.

6. Selanjutnya, pilih Induk dan setidaknya akan muncul 6 submenu. Pada lampiran kedua Penghitungan PPN Kurang/Lebih Bayar, akan muncul angka PPN Kurang Bayar.

7. Mengingat statusnya PPN Kurang Bayar, maka PKP akan diarahkan untuk mengisi kolom Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) pada bagian G.

8. Langkah selanjutnya, klik NTPN pada bagian gambar kaca pembesar => isi data yang diminta => klik Tambah.

9. Jika berhasil, kode NTPN akan terekam di bawahnya. Lalu, klik gambar centang biru agar NTPN masuk dalam SPT induknya, tepatnya di lampiran induk kedua Penghitungan PPN Kurang/Lebih Bayar pada bagian G. 

10. Cek lampiran induk lainnya dan centang pernyataan => isi nama penandatangan SPT dan jabatannya =>klik Submit.

11. PKP akan melihat notifikasi Berhasil Submit SPT Induk.

12. Selanjutnya, PKP akan dituntun ke menu Monitoring SPT => klik Lapor yang ada di bagian Action di sebelah kanan layar, pada bagian file lampiran, upload bukti setor yang sudah di-scan dengan format pdf => klik Lapor. Notifikasi Proses Lapor SPT Berhasil

13. Selanjutnya, PKP akan dibawa lagi ke kolom Monitoring SPT. Pada bagian Action => cetak bukti penerimaan elektronik dan SPT Masa PPN. Selesai!

Tentu saja, sebelum dapat menggunakan aplikasi e-Faktur 3.0 untuk membuat Faktur Pajak, PKP yang selama ini menggunakan aplikasi e-Faktur Client Desktop DJP, harus melakukan install dan update e-Faktur 3.0 terlebih dahulu pada perangkat komputernya.

Setelah mengupdate e-Faktur 3.0 pada perangkat, Anda dapat membuat Faktur Pajak elektroniknya melalui e-Faktur Client Desktop.

Tapi Anda tetap harus berpindah ke aplikasi e-Faktur web based saat akan melaporkan SPT Masa PPN-nya, karena harus dilakukan secara real time.

Note: Perbedaan e-Faktur Client Desktop, Web Based, Host to Host dan Penggunaannya

Tahukah, Anda dapat membuat e-Faktur dan melaporkan SPT Masa PPN tanpa keluar masuk platform jika menggunakan e-Faktur Klikpajak.id.

Anda dapat langsung menggunakan fitur prepopulated pada aplikasi e-Faktur 3.0 tanpa harus install sendiri aplikasinya dari versi e-Faktur 2.2 ke e-Faktur 3.0 sendiri jika menggunakan e-Faktur Klikpajak.id.

Sebab Klikpajak.id merupakan aplikasi pajak online berbasis web yang didukung dengan teknologi cloud computing yang memungkinkan Anda membuat Faktur Pajak elektronik sekaligus melaporkan SPT Masa PPN hanya dalam satu platform.

Cloud computing atau komputasi awan adalah teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat server untuk mengelola data dan juga aplikasi pengguna.

Melalui teknologi cloud, Anda bisa menggunakan aplikasi tanpa harus mengunduh (download) dan memasang (install) aplikasi terlebih dahulu.

Sebab sistem cloud yang berbasis web ini memudahkan Anda dalam mengakses data dan informasi melalui internet secara cepat.

Anda pun dapat melakukan semua aktivitas perpajakan hanya dalam satu platform kapan saja dan di mana saja.

Klikpajak.id adalah Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) atau Application Service Provider (ASP) mitra resmi DJP yang disahkan dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-169/PJ/2018.

Ilustrasi platform e-Faktur Klikpajak

Fitur Lengkap Klikpajak: Bayar dan Lapor Pajak dalam Satu Platform

Klikpajak.id memiliki fitur lengkap yang memudahkan urusan perpajakan Anda, mulai dari menghitung, membuat e-Faktur, bukti potong, membayar pajak hingga melaporkan pajak hanya dalam satu platform.

Berikut fitur-fitur Klikpajak.id yang memudahkan Anda melakukan administrasi perpajakan menggunakan aplikasi pajak online mitra resmi DJP ini.

a. Anda Dapat Menggunakan e-Faktur Tanpa ‘Install’ Aplikasi

Melalui e-Faktur Klikpajak, Anda dapat memanfaatkan fitur prepopulated pada e-Faktur 3.0 tanpa harus repot-repot melakukan instalasi dengan download patch terbaru untuk update fitur DJP ini.

“Langsung gunakan aplikasinya, biar Klikpajak yang mengurus sistemnya untuk mempermudah pembuatan e-Faktur dan pelaporan SPT Masa PPN Anda.”

Karena Klikpajak merupakan aplikasi pajak berbasis web (web based) yang didukung dengan teknologi cloud.

Bahkan pembuatan dan pengelolaan e-Faktur Anda semakin cepat karena salah satu kelebihan Klikpajak adalah terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal by Mekari Simple Online Accounting Software.

Anda dapat menarik data langsung dari pembukuan atau laporan keuangan Jurnal.id tanpa harus keluar masuk platform lagi pada saat akan membuat Faktur Pajaknya.

Tentu saja, hal ini semakin menghemat waktu Anda, bukan?

Cara Membuat e-Faktur dan Pelaporan SPT Masa PPN

Jadi, kemudahan berlipat Anda dapatkan dengan menggunakan e-Faktur Klikpajak adalah:

  • Langsung menggunakan aplikasi e-Faktur tanpainstall terlebih dahulu
  • Tidak perlu input data satu per satu secara manual saat membuat e-Faktur karena bisa langsung menarik data transaksi dari laporan keuangan ‘online’
  • Membuat e-Faktur dan menyampaikan SPT Masa PPN lebih praktis dengan sistem yang terintegrasi dengan Jurnal.id

Untuk mengetahui bagaimana cara membuat e-Faktur, bayar PPN dan melaporkan SPT Masa PPN, lihat tutorialnya di SINI.

Lebih jelasnya bagaimana cara membuat:

  • Cara membuat Faktur Keluaran
  • Membuat Faktur Pengganti
  • Cara membuat Faktur Pajak Pembatalan
  • Membuat Faktur Pajak Retur
  • Cara menghapus ‘Draft’ Faktur Pajak

Berikut panduan langkah-langkah membuat berbagai jenis Faktur Pajak melalui e-Faktur ‘Online’.

Contoh fitur membuat Faktur Pajak di e-Faktur Klikpajak

b. Anda Bisa Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT PPh 23/26 di e-Bupot Klikpajak

Klikpajak juga dilengkapi fitur e-Bupot yang memudahkan Anda menerbitkan Bukti Potong dan mengelola bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah.

Bahkan melalui fitur e-Bupot Klikpajak, Anda dapat langsung menarik data laporan keuangan elektronik yang akan dibuatkan bukti pemotongan pajaknya maupun pelaporan SPT PPh 23/26.

Wajib e-Bupot

Seperti diketahui, baik WP Pengusaha Kena Pajak (PKP) maupun Non-PKP yang melakukan transaksi yang mengharuskan membuat bukti pemotongan PPh 23/26 wajib menggunakan e-Bupot mulai 1 Oktober untuk masa pajak September 2020.

Wajib e-Bupot bagi WP PKP dan Non-PKP ini diatur dalam Kepdirjen Nomor KEP-368/PJ/2020 tentang Penetapan Pemotong PPh Pasal 23/26 yang Diharuskan Membuat Bukti Pemotongan dan Diwajibkan Menyampaikan SPT Masa PPh Pasal 23/26 Berdasarkan PER-04/PJ/2017.

Note: Tutorial Langkah-Langkah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT PPh 23/26 di e-Bupot

Keunggulan e-Bupot Klikpajak

Berikut keunggulan e-Bupot Klikpajak yang dapat membantu bisnis perusahaan:

  • Pengelolaan bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah karena alur pembuatan yang efisien dan ramah penggunaan (user friendly).
  • Penghitungan pajak otomatis pada SPT Masa PPh 23/26.
  • Pengiriman bukti pemotongan pajak langsung ke lawan transaksi.
  • Bukti pemotongan serta pelaporan SPT Masa PPh 23/26 tidak perlu ditandatangani dengan tanda tangan basah.
  • Bukti pemotongan dan bukti pelaporan tersimpan aman, baik di Klikpajak dan DJP.
  • e-Bupot Klikpajak juga terintegrasi dengan sistem pembukuan akuntansi online Jurnal.id, sehingga semakin mudah dalam pembuatan bukti potong.
  • e-Bupot Klikpajak juga memiliki performa yang dapat di-scale up sesuai kebutuhan.
  • Layanan support pajak yang dapat diandalkan dan tutorial dalam penggunaan aplikasi yang terus diperbarui.
  • Fitur e-Bupot Klikpajak juga menyediakan data untuk kebutuhan rekapitulasi dan rekonsiliasi data faktur pajak atas transaksi yang dilakukan.

Contoh fitur membuat bukti potong PPh 23/26 di e-Bupot Klikpajak

c. Anda Dapat Membuat Kode Billing Sekaligus Bayar Pajak di e-Billing

Sebelum menyetor pajak, Anda perlu mendapatkan Kode Billing atau ID Billing terlebih dahulu dari DJP sebagai syarat untuk membayar pajak.

Melalui e-Billing Klikpajak, Anda dapat membuat Kode Billing untuk semua jenis Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS) dengan mudah dan gratis.

Semua riwayat ID Billing dan SSP akan tersimpan dengan aman sesuai jenis dan masa pajak yang diinginkan.

Begitu juga Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) juga akan disimpan dengan rapi dan aman pada Arsip Pajak di Klikpajak.

Sistem e-Billing akan membimbing Anda mengisi Surat Setoran Pajak (SSP) elektronik dengan benar sesuai transaksi.

“Klikpajak akan menerbitkan ID Billing Anda resmi dari DJP dan Anda dapat langsung membayar pajak tanpa harus keluar dari platform. Karena e-Billing Klikpajak terintegrasi dengan bank persepsi yang ditunjuk DJP untuk menerima pembayaran/setoran pajak.”

Setelah pembayaran pajak selesai, Anda akan langsung menerima Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) resmi dari DJP.

Note: Langkah-langkah cara membuat Kode Billing dan Bayar Billing, selengkapnya lihat di SINI.

Contoh fitur membuat kode billing dan bayar billing di e-Billing Klikpajak

d. Lapor SPT Pajak di e-Filing Klikpajak Gratis!

Melalui e-Filing Klikpajak, Anda dapat melaporkan semua jenis SPT Tahunan/Masa dengan langkah-langkah yang mudah.

Lapor SPT pajak di e-Filing Klikpajak juga gratis selamanya, seperti:

  • SPT Tahunan Pajak Badan
  • SPT Masa (Bulanan) Pajak
  • SPT Tahunan Pajak Pribadi

Setelah menyampaikan SPT Pajak, Anda akan peroleh bukti lapor dalam bentuk elektronik, yakni Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) dari DJP, yang berisi:

  • Informasi Nama Wajib Pajak (WP)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Tanggal pembuatan BPE
  • Jam pembuatan BPE
  • Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE)

Melalui Klikpajak, Anda juga akan mendapatkan NTTE resmi dari DJP sebagai bukti lapor.

Anda juga dapat melihat tutorial penyampaian SPT Tahunan PPh Badan melalui video berikut ini:

Mudah Lihat Batas Waktu Bayar dan Lapor Pajak

Tak perlu bingung kapan waktunya harus membayar dan melaporkan pajak Anda tepat waktu.

Hindari sanksi atau denda telat bayar dan lapor pajak, lebih mudah lihat semua jadwal pembayaran dan pelaporan pajak pada kalender saku di Kalender Pajak Klikpajak.

e. Dilengkapi Fitur ‘Multi User & Multi Company’ Unlimited dan Gratis!

Klikpajak juga dilengkapi dengan fitur multi user dan multi company yang semakin membuat aktivitas perpajakan Anda lebih efektif.

Fitur ‘Multi User’ Klikpajak adalah fitur yang memungkinkan Anda untuk dapat mengatur siapa saja dan berapa banyak pengguna yang dapat mengakses aplikasi Klikpajak di bawah nama perusahaan yang sama.

Sedangkan fitur ‘Multi Company’ Klikpajak adalah fitur yang memungkinkan Anda untuk mengelola beberapa perusahaan dalam satu akun Klikpajak.

Note: Lebih jelasnya bagaimana cara kerja fitur Multi User dan Multi Company ini, selengkapnya lihat di SINI.

Ilustrasi fitur multi user dan multi company di Klikpajak

Bagaimana dengan keamanan data?

Tenang, Anda dapat menyimpan berbagai riwayat pembayaran atau bukti pelaporan pajak maupun aktivitas pajak lainnya dengan nyaman, karena keamanan dan kerahasiaan data terjamin.

Sebab Klikpajak sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standar Internasional ISO yang menjamin standar keamanan sistem teknologi informasi.

Sehingga Anda tidak perlu khawatir kehilangan bukti bayar atau lapor pajak hilang jika terjadi kerusakan atau kehilangan komputer maupun laptop.

Ilustrasi keamanan data dan sistem kemanan cloud yang berlapis

Administrasi Perpajakan Makin Mudah karena Terhubung Jurnal.id

Agar semakin mudah dan praktis dalam melakukan administrasi perpajakan Anda, gunakan juga pembukuan dan laporan keuangan dalam aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Karena aplikasi pajak online Klikpajak.id terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Anda dapat menarik data transaksi dalam laporkan keuangan untuk langsung dibuatkan Faktur Pajaknya maupun Bukti Pemotongan pajaknya serta langsung saat diperlukan untuk melaporkan SPT pajaknya dengan cepat dalam satu platform.

Integrasi dengan Jurnal by Mekari ini merupakan teknologi canggih berbasis API integration yang membuat proses pengolahan data pajak dari bagian keuangan (accounting) lebih cepat dan mudah.

Jurnal.id adalah software akuntansi online berbasis cloud dengan laporan keuangan lengkap seperti:

  • Neraca keuangan
  • Arus kas
  • Laba-rugi

Dan lainnya yang memudahkan Anda mengelola faktur, biaya, stok barang, cash link atau transfer langsung dalam aplikasi, hingga melihat ringkasan bisnis dari smartphone Anda.

Note: Ingin mengetahui bagaimana integrasi aplikasi akuntansi online Jurnal.id dan aplikasi pajak online Klikpajak.id ini semakin mempermudah urusan Anda, selengkapnya lihat di SINI.

Contoh fitur akuntansi pembukuan online Jurnal.id yang terintegrasi dengan aplikasi pajak online Klikpajak.id

Tim ‘Support’ Klikpajak Selalu Siap Membantu Anda!

“Fitur Klikpajak membantu mempermudah urusan perpajakan bagi Anda para pelaku usaha, konsultan pajak, maupun bagi Anda yang berprofesi pada bagian keuangan atau sebagai tax officer di perusahaan.”

Sebagai mitra resmi DJP, Klikpajak akan membantu Anda dalam menghitung, membayar dan melaporkan pajak Anda.

Tinggal klik, semua urusan pajak Anda selesai dalam sekejap!

Ingin melihat bagaimana Klikpajak dapat membantu bisnis atau aktivitas Anda dalam membuat Faktur Pajak, Bukti Pemotongan pajak, penyampaian SPT Tahunan/Masa PPh dan PPN, serta berbagai aktivitas perpajakan lainnya secara efektif yang dapat menghemat banyak waktu Anda?

“Jangan segan menghubungi kami, karena kami senang berbicara dengan Anda. Jadwalkan demo dan kami dapat menunjukkan caranya untuk memudahkan Anda. Klikpajak mengerti yang Anda butuhkan.”

Cukup daftarkan email Anda di www.klikpajak.id dan temukan bagaimana Anda dapat melakukan urusan pajak dengan sangat menyenangkan. Lebih mudah dari sekadar yang Anda bayangkan.

 


PUBLISHED12 Nov 2020
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: