Apa itu Nomor Seri Faktur Pajak Bukan Jatah Penjual?

Apa itu Nomor Seri Faktur Pajak Bukan Jatah Penjual?

Nomor Seri Faktur Pajak (NSFP) merupakan nomor seri faktur yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) kepada Pengusaha Kena Pajak (PKP). Dalam penerbitan NSFP itu ada istilah Nomor Seri Faktur Pajak bukan jatah penjual. Apa itu?

NSFP menjadi salah satu syarat untuk membuat Faktur Pajak yang terdiri dari 13 digit dan diterbitkan oleh DJP hanya satu kali setiap tahunnya untuk PKP yang mengajukan.

NSFP dapat berupa kumpulan angka, huruf, atau kombinasi angka dan huruf. Faktur Pajak adalah bukti pungutan pajak yang dibuat oleh PKP saat melakukan penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) atau penyerahan Jasa Kena Pajak (JKP).

PKP yang menjual BKP atau JKP perlu menerbitkan Faktur Pajak sebagai bukti bahwa perusahaan telah memungut pajak dari pihak yang membeli BKP atau JKP tersebut.

Wajib e-Faktur

Sejak 1 Juli 2016, PKP di seluruh Indonesia wajib membuat Faktur Pajak menggunakan aplikasi e-Faktur atau Faktur Pajak Elektronik.

Dengan aplikasi e-Faktur, permintaan Nomor Seri Faktur Pajak harus melalui tahapan validasi yang ketat.

Kemudian pada awal 2019 DJP melakukan pembaruan aplikasi e-Faktur versi 2.1 menjadi versi 2.2. Pembaruan dibutuhkan untuk penyesuaian dan mengatasi masalah yang sering ditemui.

Salah satu masalah yang biasa ditemui adalah reject faktur kode ETAX-API-00003 dengan keterangan Nomor Seri Pajak Bukan Jatah Penjual. Apa itu? Berikut ulasan Klikpajak by Mekari.

ETAX-API-00003: Nomor Seri Faktur Pajak Bukan Jatah Penjual

Nomor Seri Faktur Pajak bukan jatah penjual muncul saat terjadi error reject faktur ketika upload atau mengunggah Faktur Pajak melalui aplikasi e-Faktur.

Keterangan yang muncul adalah ETAX-API-00003: Nomor Seri Faktur Pajak Bukan Jatah Penjual.

Penyebabnya, karena salah memasukkan tanggal faktur sebelum tanggal permintaan nomor faktur.

Jika terjadi masalah seperti ini, coba periksa apakah nomor Faktur Pajak yang dimasukkan sudah sesuai dengan nomor yang diminta melalui situs e-Nofa.

Setelah itu, periksa apakah tanggal faktur yang dibuat itu melewati tanggal permintaan faktur.

Note: Ketahui penyebab permintaan Nomor Seri Faktur Pajak gagal dan cara mengatasinya di SINI.

Misalnya, Anda hendak membuat faktur dengan tanggal 14 September 2020 dan menggunakan nomor seri Faktur Pajak yang diminta dengan tanggal 22 September 2020. 

Karena Anda memasukkan tanggal faktur sebelum tanggal permintaan nomor faktur, maka sistem akan menolak dan terjadi error reject e-Faktur ETAX-API-00003 dengan keterangan Nomor Seri Pajak Bukan Jatah Penjual.

Ilustrasi pembuatan Faktur Pajak error Nomor Seri Faktur Pajak Bukan Jatah Penjual

Solusi untuk Mengatasi  Kode Error  ETAX-API-00003

Kemudian solusi untuk masalah ini adalah dengan memasukkan tanggal yang sesuai dan tidak boleh lebih kecil dari tanggal permohonan serta input NSFP. 

Misalnya, Anda membuat Faktur Pajak tanggal 25 Maret 2020 menggunakan nomor seri wajib pajak dengan tanggal 24 Maret 2020 atau sebelumnya.

Kode error sistem tersebut sebenarnya dapat dihindari dengan memeriksa secara rutin:

  • Masa berlaku NSFP
  • Keadaan jaringan internet
  • Kombinasi nama pengguna
  • Kata sandi yang dimasukkan
  • Pengaturan perambah yang Anda gunakan (lebih disarankan menggunakan Google Chrome).

Masalah seperti ini memang sudah biasa terjadi. Ada beberapa cara untuk mencegah terjadinya error reject ETAX-API-00003 dengan keterangan Nomor Seri Faktur Pajak Bukan Jatah Penjual.

Note: Tata Cara Permohonan NSFP dengan e-Nofa Online

Cara menghindari error ETAX-API-00003 adalah sebagai berikut:

  1. Minta nomor Faktur Pajak sebelum melakukan transaksi penjualan.
  2. Minta nomor Faktur Pajak di awal tahun.
  3. Lebihkan sedikit nomor dengan jumlah transaksi yang akan dilakukan untuk cadangan apabila terjadi kesalahan pembuatan dan nomor faktur harus dihapus.
  4. Gunakan aplikasi Klikpajak untuk kemudahan input nomor seri Faktur Pajak. Hanya cukup sekali dengan menyelaraskan akun e-Nofa Anda.

Itulah beberapa solusi untuk mencegah terjadinya error reject ETAX-API-00003 atau Nomor Seri Faktur Pajak Bukan Jatah Penjual. 

Jadi, tidak perlu bingung lagi ketika menghadapi munculnya keterangan Nomor Faktur Pajak Bukan Jatah Penjual saat membuat e-Faktur.

Hindari error saat membuat e-Faktur, gunakan aplikasi pajak online Klikpajak.id.

Klikpajak.id adalah Penyedia Jasa Aplikasi Pajak (PJAP) atau Application Service Provider (ASP) mitra resmi Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang disahkan dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-169/PJ/2018.

Contoh fitur membuat Faktur Pajak di e-Faktur Klikpajak

Membuat Faktur Pajak

Klikpajak merupakan aplikasi pajak online lengkap dan terintegrasi dalam satu platform yang memudahkan Anda mengelola administrasi perpajakan, mulai dari:

  • Faktur Pajak Masukan
  • Faktur Pajak Keluaran
  • Membuat Faktur Pajak Retur
  • Mengelola Faktur Pajak Masukan, Keluaran, dan Retur

Anda akan dipandu dengan langkah-langkah penggunaan fitur e-Faktur yang mudah dan sederhana.

Panduan langkah-langkah cara membuat e-Faktur dan contoh perhitungan PPN serta pelaporan SPT Masa PPN selengkapnya bisa dilihat di SINI.

Fitur e-Faktur Klikpajak juga memudahkan Anda mengelola Nomor Seri Faktur Pajak (NSFP) dan memperoleh Surat Pemberitahuan (Pajak Pertambahan Nilai) PPN sesuai data yang diunggah ke DJP.

Note: Anda juga dapat menginput data Faktur Masukan menggunakan Scan QR Code e-Faktur Klikpajak secara gratis. Untuk langkah-langkah input Faktur Pajak Masukan lewat handphone selengkapnya lihat di SINI.

Contoh fitur lengkap aplikasi pajak online Klikpajak

Manfaatkan Fitur Lengkap Klikpajak

Selain e-Faktur yang memudahkan Anda membuat dan mengelola Faktur Pajak, Klikpajak.id juga memiliki fitur lengkap lainnya yang membantu Anda melakukan aktivitas perpajakan dengan cepat dan mudah.

“Klikpajak memiliki fitur lengkap sebagai aplikasi pajak online yang membantu mempermudah urusan perpajakan bagi Anda para pelaku usaha, konsultan pajak, maupun bagi Anda yang bekerja sebagai tax officer di perusahaan.”

Anda dapat nyaman menggunakan aplikasi Klikpajak karena keamanan dan kerahasiaan data terjamin. Sebab Klikpajak sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standar Internasional ISO yang menjamin standar keamanan sistem teknologi informasi.

Apa saja fitur lengkap Klikpajak yang semakin memudahkan Anda dalam melakukan aktivitas perpajakan?

Contoh fitur membuat bukti pemotongan Pph Pasal 23/26 di e-Bupot Klikpajak

e-Bupot Klikpajak

Klikpajak juga dilengkapi fitur e-Bupot yang memudahkan Anda menerbitkan Bukti Potong dan mengelola bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah. Karena alur yang efisien dan ramah penggunaan (user friendly).

Seperti diketahui, pembuatan Bukti Potong PPh Pasal 23/26 wajib menggunakan e-Bupot ayang berlaku mulai 1 Agustus 2020 ditetapkan dalam Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-269/PJ/2020.

Keunggulan e-Bupot Klikpajak

e-Bupot Klikpajak memiliki keunggulan yang bisa Anda manfaatkan untuk membantu bisnis perusahaan, di antaranya:

  • Pengelolaan bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah karena alur pembuatan yang efisien dan ramah penggunaan (user friendly).
  • Penghitungan pajak otomatis pada SPT Masa PPh 23/26.
  • Pengiriman bukti pemotongan pajak langsung ke lawan transaksi.
  • Bukti pemotongan serta pelaporan SPT Masa PPh 23/26 tidak perlu ditandatangani dengan tanda tangan basah.
  • Bukti pemotongan dan bukti pelaporan tersimpan aman, baik di PJAP dan DJP karena Klikpajak menggunakan teknologi cloud. Sehingga tak perlu khawatir bukti potong dan lapor pajak hilang jika terjadi kerusakan atau kehilangan komputer maupun laptop karena Anda tetap bisa mengaksesnya di mana pun.
  • Keamanan dan kerahasiaan data terjamin karena Klikpajak sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standar Internasional ISO, yang menjadi standar keamanan sistem teknologi informasi.
  • e-Bupot Klikpajak juga terintegrasi dengan sistem pembukuan akuntansi online Jurnal.id, sehingga semakin mudah dalam pembuatan bukti potong.
  • e-Bupot Klikpajak juga memiliki performa yang dapat di-scale up sesuai kebutuhan.
  • Layanan support pajak yang dapat diandalkan dan tutorial dalam penggunaan aplikasi yang terus diperbarui.
  • Fitur e-Bupot Klikpajak juga menyediakan data untuk kebutuhan rekapitulasi dan rekonsiliasi data faktur pajak atas transaksi yang dilakukan.

Note: Langkah-langkah membuat bukti potong PPh Pasal 23/26 dan penjelasan lengkap mengenai bukti pemotongan, baca di SINI.

Contoh BPE yang diterbitkan Klikpajak resmi dari DJP

e-Billing Klikpajak

Sistem e-Billing akan membimbing Anda mengisi Surat Setoran Pajak (SSP) elektronik dengan benar sesuai transaksi. Sebelum menyetor pajak, Anda perlu mendapatkan Kode Billing atau ID Billing terlebih dahulu dari DJP melalui e-Billing.

Anda bisa membuat ID Billing untuk semua jenis Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS) dengan mudah dan gratis.

Semua riwayat ID Billing dan SSP akan tersimpan dengan aman sesuai jenis dan masa pajak yang diinginkan. Begitu juga Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) juga akan disimpan dengan rapi dan aman pada Arsip Pajak di Klikpajak.

Contoh fitur lapor SPT pajak di e-Filing Klikpajak

e-Filing Klikpajak

Anda akan mendapatkan kemudahan cara lapor SPT Tahunan/Masa pajak dengan menggunakan aplikasi e-Filing Klikpajak. Sebab Anda akan dipandu dengan langkah-langkah mudah.

Anda bisa melaporkan seluruh jenis SPT secara gratis selamanya melalui e-Filing Klikpajak kapan saja dan di mana saja, seperti:

  • Sura Pemberutahuan (SPT) Tahunan Pajak Badan
  • SPT Masa (Bulanan) Pajak
  • SPT Tahunan Pajak Pribadi

Setelah menyampaikan SPT Pajak, Anda akan peroleh bukti lapor dalam bentuk elektronik, yakni Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) dari DJP, yang berisi:

  • Informasi Nama Wajib Pajak (WP)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Tanggal pembuatan BPE
  • Jam pembuatan BPE
  • Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE)

Melalui Klikpajak, Anda juga akan mendapatkan NTTE resmi dari DJP sebagai bukti lapor.

Note: Selengkapnya kemudahan dalam urusan penyampaian pajak mulai dari membuat ID Billing hingga lapor SPT online lewat aplikasi e-Filing Klikpajak, baca di SINI.

Ketahui Batas Waktu Bayar dan Lapor SPT Pajak

Hindari sanksi atau denda telat bayar dan lapor pajak, lebih mudah lihat semua jadwal pembayaran dan pelaporan pajak pada kalender saku di Kalender Pajak Klikpajak.

Terintegrasi dengan Aplikasi Akuntansi ‘Online’

Kelebihan lain Klikpajak adalah bisa menarik data langsung dari laporan keuangan pengguna aplikasi akuntansi online. Salah satunya adalah Jurnal.id.

Anda semakin mudah dalam membuat dan mengelola e-Faktur serta e-Bupot karena Klikpajak bisa menarik data langsung dari laporan keuangan pengguna aplikasi akuntansi online seperti Jurnal by Mekari – Simple Online Accounting Software.

Ini adalah teknologi canggih berbasis API integration yang membuat proses pengolahan data pajak dari bagian accounting (keuangan) lebih cepat dan mudah. Sehingga proses pengelolaan pajak jadi makin gampang dan tepat hanya dengan Klikpajak.

Contoh fitur aplikasi akuntansi online Jurnal.id yang terintegrasi dengan support system pajak online Klikpajak.id

Tim ‘Support’ Klikpajak Siap Membantu Anda!

Sebagai mitra resmi DJP, KlikPajak akan membantu Anda dalam menghitung, membayar hingga melaporkan kegiatan perpajakan. Tinggal klik, semua urusan pajak Anda selesai dalam sekejap!

Ingin melihat bagaimana Klikpajak dapat membantu bisnis Anda dalam membuat Faktur Pajak secara efektif yang dapat menghemat banyak waktu Anda?

Kami senang berbicara dengan Anda. Jadwalkan demo dan kami dapat menunjukkan caranya. Klikpajak mengerti yang Anda butuhkan.

Cukup daftarkan email Anda di www.klikpajak.id dan manfaatkan kemudahan dalam mengurus perpajakan Anda mulai dari menghitung, membayar hingga melaporkan pajak hanya dalam satu platform.


PUBLISHED14 Sep 2020
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: