Tarif dan Rumus Perhitungan Penghasilan Kena Pajak yang Wajib Anda Ketahui

Tarif dan Rumus Perhitungan Penghasilan Kena Pajak yang Wajib Anda Ketahui

Penghasilan kena pajak adalah penghasilan wajib pajak yang menjadi dasar menghitung pajak penghasilan dalam suatu tahun pajak dihitung dengan cara mengurangkan dari penghasilan. Setiap orang yang telah mempunyai penghasilan wajib membayar pajak. Penghitungan pajak berlaku sama untuk semua kalangan.

Tarif Penghasilan Kena Pajak (PKP)

Berikut ini adalah tabel tarif penghasilan kena pajak (PKP).

No.

Penghasilan Kena Pajak (PKP)

Tarif

Memiliki NPWP

Tidak Memiliki NPWP

1. Sampai dengan Rp50.000.000 5% 6%
2. Rp50.000.000-Rp250.000.000 15% 18%
3. Rp250.000.000-Rp500.000.000 25% 30%
4. Di atas Rp500.000.000 30% 36%

Perhitungan PKP

PKP adalah Penghasilan Wajib Pajak yang didapat setelah Anda menghitung penghasilan neto dalam setahun dan dikurangi PTKP. Hasil yang didapat tersebut akan menjadi dasar menghitung Pajak Penghasilan Pasal 21 dalam satu tahun.

Penghasilan kena pajak didapat dengan menghitung penghasilan bruto dikurangi dengan biaya untuk mendapatkan, menagih dan memelihara penghasilan. Apabila dalam menghitung penghasilan kena pajak, penghasilan bruto setelah dikurangkan dengan biaya untuk mendapatkan, menagih dan memelihara penghasilan didapat kerugian maka kerugian tersebut dikompensasikan mulai dengan penghasilan tahun pajak berikutnya sampai dengan berturut-turut lima tahun.

Untuk wajib pajak orang pribadi dalam negeri, dalam menghitung penghasilan kena pajak diberikan pengurangan berupa Penghasilan Tidak Kena Pajak.

Berikut 3 macam perhitungan Penghasilan Kena Pajak :

  1. PKP bagi Wajib Pajak Badan

PKP didapat dari Penghasilan Neto yang didapat dari penghasilan bruto dikurangi dengan pengurang/biaya yang diperkenankan sesuai UU PPh.

Penghasilan neto = penghasilan bruto – pengurang/biaya yang diperkenankan UU PPh

Misalnya terdapat rugi tahun sebelumnya yang masih dapat dikompensasikan, maka PKP dapat dihitung dari penghasilan neto dikurangi kompensasi kerugian.

  1. PKP bagi Wajib Pajak Orang Pribadi Dalam Negeri dengan pembukuan

Penghasilan Kena Pajak bagi Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri yang terutang pajak dalam suatu bagian tahun pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2A ayat (6) UU PPh dihitung berdasarkan penghasilan neto yang diterima atau diperoleh dalam bagian tahun pajak yang disetahunkan.

Tiga cara perhitungannya

  1. PKP = penghasilan neto – PTKP
  2. PKP = penghasilan neto – zakat – PTKP
  3. PKP = penghasilan neto – zakat – kompensasi rugi – PTKP

Penghasilan neto = Penghasilan bruto – pengurang/biaya diperkenankan sesuai UU PPh

 

  1. PKP bagi Wajib Pajak Orang Pribadi Dalam Negeri dengan Norma Perhitungan

PKP = penghasilan neto – PTKP

Apabila Wajib Pajak membayar zakat, maka perhitungannya adalah

PKP = penghasilan neto – zakat – PTKP

Penghasilan neto = Peredaran usaha x persentase NPPN

 

Kesimpulannya, setiap Penghasilan Kena Pajak seseorang berbeda satu dengan yang lainnya. Hal tersebut bergantung pada penghasilan Netto, PTKP dan bagaimana cara perhitungannya. Perhitungan Penghasilan Kena Pajak untuk orang pribadi dan Badan Usaha juga berbeda. Semakin besar penghasilan Netto yang didapat oleh Wajib Pajak Orang Pribadi/Badan Usaha maka akan semakin besar pula PKP yang dihasilkan sehingga Pajak Peghasilan yang akan ditanggung juga semakin besar.


PUBLISHED31 Jul 2018
Ageng Prabandaru
Ageng Prabandaru

SHARE THIS ARTICLE: