Klikpajak by Mekari

Apakah EFIN dan NPWP itu Sama? Berikut Pembahasannya!

DJP atau Direktorat Jenderal Pajak telah menyediakan layanan perpajakan secara online, seperti SPT Tahunan lewat situs e-Filing. Dalam pelaporan ini, dibutuhkan dua hal penting yaitu EFIN dan NPWP. Lalu yang jadi pertanyaan, apakah EFIN dan NPWP itu sama?

Jika dilihat secara sekilas, EFIN ataupun NPWP memiliki tampilan yang tidak berbeda jauh. Keduanya memiliki bentuk berupa nomor identitas yang dikeluarkan oleh DJP. Fungsinya adalah untuk mengakses berbagai layanan pajak secara online.

Nah, jika ingin mengetahui jawaban mengenai kedua pertanyaan tersebut secara lebih dalam, maka simak artikel yang akan kami sampaikan pada kesempatan kali ini sampai akhir.

Apakah EFIN dan NPWP itu Sama?

EFIN adalah singkatan dari Electronic Filing Identification, sedangkan NPWP merupakan Nomor Pokok Wajib Pajak. Keduanya merupakan nomor identitas yang diterbitkan secara langsung oleh Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan.

Keduanya memang merupakan nomor identitas harus dimiliki oleh setiap wajib pajak untuk melakukan transaksi perpajakan, seperti membuat kode billing untuk membayar pajak ataupun lapor SPT lewat e-Filling.

Jadi, pertanyaan mengenai Apakah EFIN dan NPWP itu sama? Maka jawabannya adalah tidak. Meski terlihat sama, tapi secara menyeluruh merupakan dua dokumen yang berbeda. Pada intinya, kedua dokumen ini saling berkaitan dan tak terpisahkan.

Maka dari itu, penting sekali untuk membuat EFIN yang bisa dilakukan lewat situs resmi pajak ataupun Email. Wajib pajak tentunya juga harus menyertakan NPWP dalam proses pengajuan permohonan EFIN.

Untuk mengetahui informasi tentang alamat email atau kontak KPP, bisa langsung diakses melalui laman berikut https://pajak.go.id/id/unit-kerja. Pendaftarannya harus dilakukan sendiri dan tidak boleh diwakilkan, terkecuali EFIN untuk badan usaha.

Mengenal NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)

Dalam pembahasan apakah EFIN dan NPWP itu sama? Maka akan dijelaskan juga mengenai pengertian keduanya secara lebih detail.

NPWP adalah sebuah nomor identitas yang diberikan kepada pihak wajib pajak sebagai sarana untuk administrasi perpajakan. Selain itu, dokumen ini juga menjadi tanda pengenal wajib pajak saat melaksanakan hak ataupun kewajibannya dalam perpajakan.

Warga negara yang mempunyai NPWP maka dinyatakan sebagai pihak wajib pajak, atau dapat juga didefinisikan sebagai seseorang dengan penghasilan yang sudah mencapai PTKP atau Penghasilan Tidak Kena Pajak.

Aturan semacam ini diberlakukan untuk seluruh masyarakat baik yang sudah maupun belum berkeluarga, terkecuali bagi wanita yang sudah menikah tanpa adanya perjanjian pisah penghasilan dan pisah harta dengan suaminya.

Setiap wajib pajak hanya mempunyai satu NPWP yang terdiri dari 15 digit. 9 digit yang pertama merupakan kode wajib pajak, dan 6 digit lainnya adalah kode administrasi perpajakan. Fungsi dari kode tersebut adalah menjamin data perpajakan supaya nantinya tidak tertukar dengan milik orang lain.

Manfaat dari NPWP

Meskipun NPWP merupakan dokumen yang penting, nyatanya masih banyak yang belum paham bagaimana cara membuatnya. Padahal, dokumen ini sangat bermanfaat baik di dalam maupun di luar perpajakan. Inilah manfaat yang bisa dirasakan oleh seseorang yang memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak:

1. Persyaratan Administrasi

Jika seseorang memiliki NPWP, maka akan dimudahkan untuk mengurus segala macam persyaratan administrasi contohnya di Bank. Instansi perbankan sekarang banyak yang mengharuskan nasabah untuk memasukkan NPWP sebagai persyaratan utama, atau mungkin dokumen penting sebagai pendukung dalam mengurus administrasi.

Beberapa contoh pembuatan dokumen yang membutuhkan Nomor Pokok Wajib Pajak didalamnya adalah Kredit Bank, RDN (Rekening Dana Nasabah), Rekening Bank, Rekening Efek, Rekening Koran, Pembuatan SIUP, Pembuatan Paspor, Administrasi Pajak Final, dan lain sebagainya.

2. Memudahkan Urusan Perpajakan

Manfaat yang kedua ini juga menjawab pertanyaan apakah EFIN dan NPWP itu sama?, dimana keduanya berkaitan secara langsung dengan kemudahan untuk mengurus segala macam bentuk administrasi perpajakan.

Adapun contoh kemudahan yang dimaksud tersebut adalah seperti berikut ini:

  • Restitusi Pajak

Jika melakukan pembayaran pajak dan melebihi nominalnya tentu akan sangat menjengkelkan. Bahkan juga akan berupaya agar kelebihan uang tersebut bisa dikembalikan. Kejadian ini disebut dengan restitusi, yakni pembayaran pajak yang melampaui batas seharusnya.

Kalau sudah terlanjur, maka harus pergi ke KPP untuk mengambil kelebihan uang tersebut. Tapi hal kejadian seperti ini tidak akan berlaku bagi mereka yang sudah mempunyai NPWP sehingga memang aman.

  • Pemotongan Pajak yang Sedikit

Seseorang yang dikenakan pajak tapi tidak mempunyai NPWP maka akan dikenakan potongan hingga 20%, dimana tarif tersebut diambil dari jumlah pajak yang harus dibayarkan. Sedangkan bagi kepemilikan NPWP, pemotongan pajak yang diberikan jauh lebih rendah.

  • Mengetahui Nilai Pajak

Bukan hal yang jarang terjadi jika seseorang lupa atau mungkin tidak tahu sama sekali mengenai jumlah pajak yang perlu dibayarkan. Tak perlu khawatir, hal tersebut dapat diatasi dengan kepemilikan NPWP. NPWP berguna untuk melakukan pelaporan pembayaran pajak berdasarkan jumlah yang perlu dibayarkan, ataupun ketika ingin menyetorkan pajak.

  • Pengajuan untuk Mengurangi Pembayaran Pajak

Kondisi finansial yang dimiliki oleh setiap orang tentu tidak sama. Sehingga secara tidak langsung akan mempengaruhi kewajibannya dalam membayar pajak. Jika misalnya ingin mengajukan keberatan atas jumlah pajak yang perlu dibayarkan, maka NPWP berperan penting karena menjadi syarat untuk melakukan proses tersebut.

3. Menghindari Sanksi Pidana

Perlu diketahui bahwa ada salah satu pasal yang mengatur tentang tata cara perpajakan dan ketentuan umum. Pasal 39 Nomor 28 Tahun 2007 membahas tentang sanksi pidana yang akan diberikan oleh siapapun akibat tidak mempunyai NPWP. Warga negara yang sudah memenuhi persyaratan subjektif maupun objektif tapi jika memang belum mempunyai Nomor Pokok Wajib Pajak, akan terancam sanksi pidana.

4. Melamar Pekerjaan

Manfaat NPWP berikutnya yang tak kalah penting yaitu untuk melamar pekerjaan. Perusahaan besar umumnya membutuhkan data lengkap termasuk nomor NPWP dari setiap pelamar. Ketika perusahaan memberikan gaji, maka penghasilan karyawan secara otomatis akan dipotong PPh pasal 21, yaitu tarif norma. Jadi jika pelamar melengkapi datanya dengan NPWP maka kemungkinan besar akan mudah diterima kerja.

Kelola PPh 21 lebih praktis dengan aplikasi eSPT PPh 21 dari Mekari Klikpajak. Coba Sekarang!

5. Pembelian Produk Investasi

Agar bisa berinvestasi di berbagai produk investasi seperti reksadana, deposito, kripto, forex, saham dan lainnya, biasanya juga perlu mencantumkan NPWP saat melakukan registrasi atau pendaftaran. Hal tersebut karena NPWP merangkap fungsi sebagai dokumen validasi selain Kartu Tanda Penduduk, yang dimana membuktikan bahwa pengguna sudah memasuki usia yang ditentukan dan mendapatkan penghasilan tetap. Sehingga dijamin masuk kualifikasi dalam berinvestasi atau membeli produknya.

Cara Daftar NPWP Secara Online

Seperti yang sudah dijelaskan pada pertanyaan sebelumnya, apakah EFIN dan NPWP itu sama?, keduanya ternyata berbeda. Namun sama-sama diperlukan dalam perpajakan, sehingga penting sekali untuk mendaftar.

Pendaftaran NPWP secara online hanya bisa dilakukan oleh wajib pajak yang perseorangan. Jadi bagi wajib pajak yang berupa badan usaha, diharuskan untuk mendatangi KPP Pratama berdasarkan domisili perusahaan.

1. Mendaftar Akun di Halaman e-Reg Pajak

Sebelum mulai mendaftar, Anda harus mengakses halaman registrasi online milik DJP untuk membuat akun yaitu di https://ereg.pajak.go.id/. Berikut ini tahapan caranya:

  • Silahkan masuk terlebih dahulu ke halaman e-registration DJP online dengan klik link berikut ini https://ereg.pajak.go.id/daftar. Lalu pilih opsi Daftar bagi yang masih belum memiliki akun.
  • Jika sudah maka masukkan alamat email yang aktif dan sering digunakan. Email ini juga akan dijadikan sebagai email dalam formulir yang ada pada proses pendaftaran NPWP.
  • Pada bagian kolom alamat email, masukkan kode Captcha.
  • Setelah itu, klik langsung link verifikasi. Secara otomatis akan langsung terhubung menuju halaman e-registrasi NPWP online.
  • Silahkan isi jenis wajib pajak yang sesuai, apakah Orang Pribadi atau Badan Usaha.
  • Isi nama lengkap berdasarkan Kartu Tanda Penduduk dan menggunakan huruf kapital.
  • Lanjutkan dengan mengisi alamat email kalau masih belum terisi.
  • Masukkan kata sandi atau password dan konfirmasi lagi.
  • Kemudian isikan nomor HP yang masih aktif atau digunakan.
  • Pilih pertanyaan sekaligus jawaban, yang dimana hanya Anda saja yang mengetahui jawabannya.
  • Terakhir, masukkan kembali kode Captcha kemudian pilih opsi Daftar.

2. Daftar NPWP Online

Setelah berhasil membuat akun di halaman registrasi online tersebut, maka bisa mulai daftar NPWP dengan cara seperti berikut:

  • Langkah pertama adalah mengecek email, yaitu dengan membuka kembali email e-registration akun kemudian pilih Link Aktivasi.
  • Login ke laman Direktorat Jenderal Pajak, silahkan masuk dengan alamat email dan password yang sudah dibuat sebelumnya.
  • Isi form berdasarkan kategori Wajib Pajak yaitu Orang Pribadi.
  • Lalu klik opsi Pusat (bagi yang masih lajang), atau klik Cabang (bagi yang sudah menikah). Masukkan persyaratan yang ditentukan seperti Fotokopi KTP untuk pendaftar yang lajang.
  • Lanjutkan dengan mengisi kolom identitas yang meliputi nama, tempat dan tanggal lahir, gelar depan, kebangsaan, alamat email, kebangsaan, status pernikahan, dan nomor HP.
  • Isi juga kolom Sumber Penghasilan Utama yang meliputi kegiatan usaha, pekerjaan yang ada dalam hubungan kerja, ataupun pekerjaan bebas.
  • Silahkan isi kolom bagian alamat yang sesuai dengan domisili di KTP.
  • Apabila sumber penghasilan didapat dari usaha maka isi juga kolom alamat usaha. Namun jika tidak, kolom ini tidak perlu Anda isi.
  • Isi juga kolom mengenai Info Tambahan yang berisi jumlah tanggungan dan rata-rata penghasilan per bulan.
  • Jika sudah maka upload KTP dengan jenis file PDF atau Image yang memiliki ukuran 2 MB.
  • Isi juga beberapa form pernyataan yang muncul.
  • Setelah itu, pada layar akan muncul Status Pendaftaran NPWP. Anda bisa klik opsi Kirim Token.
  • Copy nomor tersebut pada menu dashboard yang sudah dikirim melalui alamat email.
  • Terakhir bisa langsung kirim permohonan pendaftaran.

Setelah mengikuti beberapa tahapan tersebut, Anda tinggal menunggu kartu NPWP dikirimkan ke alamat rumah. Jika masih belum dikirim dalam jangka waktu yang cukup lama setelah melakukan pendaftaran, maka tak perlu khawatir. Anda masih bisa mengulangi proses pendaftaran tersebut di laman yang masih sama. Namun pastikan bahwa syarat-syarat yang dibutuhkan sudah dipenuhi dan sesuai sehingga dianggap sah.

Apakah EFIN itu?

EFIN merupakan nomor identitas yang dimiliki oleh wajib pajak agar bisa mengakses berbagai macam layanan pajak online DJP. Nomor identitas ini berlaku seumur hidup sehingga tidak perlu melakukan pembaruan.

Sama halnya dengan NPWP, dokumen ini secara umum terbagi dalam dua jenis yaitu untuk wajib pajak pribadi dan badan. Hal ini tentu juga merupakan jawaban dari pertanyaan apakah EFIN dan NPWP itu sama?.

Bagi wajib pajak yang terdaftar, EFIN juga dibutuhkan untuk mereset password ataupun e-mail yang ada di aplikasi DJP online. Jadi fungsinya secara menyeluruh memang sangat penting karena untuk melaporkan pajak secara online hingga beberapa tahun selanjutnya.

Untuk mendapatkan EFIN, wajib pajak harus mengunjungi KPP atau Kantor Pelayanan Pajak Terdekat. Namun jika ingin lebih mudah bisa melalui website ataupun situs resmi pajak yang bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja.

Manfaat EFIN

Ada banyak sekali manfaat ataupun keuntungan yang didapatkan oleh Wajib Pajak yang sudah mempunyai EFIN. Beberapa manfaat yang dimaksud tersebut adalah seperti berikut ini:

  • EFIN mampu menjamin rahasia dari semua data yang sudah dimasukkan dalam sistem pajak online. Hal ini tentu sangat berguna karena dapat terhindar dari berbagai risiko yang tidak diinginkan seperti kebocoran data.
  • Kelengkapan data seperti EFIN dan NPWP memudahkan wajib pajak untuk menggunakan layanan pajak online dan melakukan pelaporan SPT Tahunan tanpa harus antri lama di Kantor Pusat Pelayanan Pajak. Manfaat ini secara tidak langsung juga menjawab apakah EFIN dan NPWP itu sama?
  • Jika melaporkan pajak melalui online, maka data yang ada akan terekam dalam sistem pajak. Sehingga pada laporan pajak di tahun selanjutnya tidak harus mengulang tahap pengisian mulai dari awal lagi.

Cara Daftar EFIN Online dengan Mudah

Untuk melakukan pendaftaran EFIN memang bisa dilakukan dengan mudah secara online, yaitu di situs resmi pajak ataupun email. Berikut pembahasannya:

1. Daftar EFIN Lewat Situs

Langkah-langkah daftar EFIN melalui website resmi pajak yakni seperti berikut di bawah ini:

  • Silahkan kunjungi situs resmi pajak di alamat https://efin.pajak.go.id/.
  • Anda akan diminta supaya memberikan akses untuk penggunaan kamera pada perangkat. Jika sudah maka pilih opsi Lanjutkan.
  • Selanjutnya, jika data sudah selesai diverifikasi maka bisa klik opsi Mulai Sekarang.
  • Isikan nomor NPWP pada kolom yang muncul, kemudian klik Lanjutkan.
  • Sebagai wajib pajak, Anda akan diminta untuk mengambil gambar berupa foto wajah untuk melanjutkan ke proses verifikasi data.
  • Apabila verifikasi sudah berhasil dilakukan, maka Anda akan menerima pemberitahuan bahwa EFIN online sudah aktif.
  • Nomor EFIN akan dikirimkan melalui alamat email yang digunakan untuk melakukan pendaftaran di akun pajak.go.id.

2. Daftar EFIN Lewat Email

Selain lewat situs, selanjutnya akan dijelaskan bagaimana cara mendapatkan nomor EFIN melalui alamat email KPP. Tahapan cara yang bisa diikuti dengan mudah, yaitu:

  • Download formulir pengajuan EFIN di link berikut https://www.pajak.go.id/id/formulir-permohonan-efin.
  • Isi semua data secara lengkap dan benar, sesuai dengan apa yang diminta oleh formulir tersebut.
  • Lakukan pengambilan Swafoto dengan cara memegang KTP atau NPWP asli. Kualitas gambar yang diambil harus jernih agar proses verifikasi menjadi lebih mudah.
  • Buka email, kemudian buat pesan baru berisi pengajuan EFIN dengan subject Permintaan Nomor EFIN.
  • Sedangkan di bagian badan email, cantumkan nomor NPWP, NIK, nama lengkap, alamat email, tempat tinggal, dan nomor telepon.
  • Sertakan formulir pengajuan EFIN yang sudah diisi lengkap, beserta NPWP dan KTP yang sudah dipindai. Swafoto dengan memegang kedua dokumen tersebut juga harus dilampirkan.
  • Apabila semua dokumen sudah lengkap, maka bisa dikirim ke alamat email Kantor Pelayanan Pajak berdasarkan unit kerjanya.
  • Tunggu selama beberapa menit sampai mendapat balasan email bahwa permohonan EFIN sedang diproses.

3. Cara Melakukan Aktivasi EFIN dengan NPWP di Situs DJP

Setelah berhasil mendapatkan nomor EFIN melalui email, langkah berikutnya adalah melakukan aktivasi. Aktivasi nomor EFIN dapat dilakukan dengan tahapan cara seperti ini:

  • Pertama silahkan kunjungi terlebih dahulu laman DJP online melalui link https://djponline.pajak.go.id/account/login.
  • Langkah berikutnya yaitu klik opsi Daftar di Sini.
  • Masukkan nomor EFIN, nomor NPWP, dan kode keamanan yang sudah tercantum di halaman situs. Jika sudah maka lanjutkan dengan klik “Submit”.
  • Kemudian akan diminta untuk memasukkan data secara lengkap yang meliputi nama lengkap, email yang aktif, dan nomor ponsel yang aktif beserta password ataupun kode keamanan. Pastikan semuanya sesuai kemudian klik Verifikasi.
  • Tunggu selama beberapa menit sampai mendapat pesan masuk di alamat email yang sudah didaftarkan. Pesan ini biasanya berisi pemberitahuan mengenai tautan Aktivasi Akun.
  • Langkah berikutnya adalah klik Aktivasi Akun, kemudian klik OK. Setelah itu, maka secara otomatis akan langsung diarahkan menuju situs DJP online.
  • Sekarang, Anda bisa coba login dengan memasukkan Nomor Pokok Wajib Pajak dan password untuk memastikan bahwa EFIN berhasil digunakan.
Kategori : Tips Pajak

PUBLISHED21 Nov 2022
Mochammad Fadhil
Mochammad Fadhil

SHARE THIS ARTICLE: