Pajak Penghasilan dan Lapor SPT Tahunan Karyawan Punya Usaha

Hitung Pajak Penghasilan dan Lapor SPT Tahunan Karyawan Punya Usaha

Beda status Wajib Pajak (WP) berbeda pula penghitungan Pajak Penghasilan (PPh) dan pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) pajaknya. Ketahui cara hitung pajak penghasilan dan lapor SPT Tahunan karyawan sekaligus punya usaha.

Beberapa orang mungkin memiliki sumber penghasilan lebih dari satu. Menjadi seorang karyawan di sebuah perusahaan sekaligus membuka usaha tentu akan menambah pundi-pundi rupiah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan gaya hidup.

Pada masa pandemi seperti ini, tidak sedikit orang yang memiliki pekerjaan sampingan atau membuka bisnis di samping pekerjaan utama sebagai karyawan untuk memperoleh pemasukan yang jauh lebih besar.

Klikpajak by Mekari akan mengulas cara penghitungan pajak penghasilan dan pelaporan pajak untuk karyawan yang memiliki usaha.

Penghitungan PPh Karyawan yang Punya Usaha

Mekanisme penghitungan pajak untuk dilaporkan pada SPT Tahunan bagi karyawan sekaligus punya usaha dengan yang hanya memiliki satu sumber penghasilan ada perbedaannya. Terutama jika dibandingkan dengan WP yang hanya sebagai karyawan saja.

Berikut adalah contoh penghitungan pajak penghasilan karyawan yang memiliki usaha.

Pak Kelik yang masih lajang saat ini bekerja di PT AAA dan tidak memiliki tanggungan. Berikut data yang tercantum dalam bukti potong 1721 A1 tahun 2020.

Penghasilan neto setahun: Rp130.000.000
PTKP (TK/0) untuk wajib pajak pribadi: Rp54.000.000
Penghasilan Kena Pajak: Rp130.000.000 – Rp54.000.000 = Rp76.000.000
PPh Pasal 21 Terutang:
5% x Rp50.000.000 = Rp2.500.000
15% x (Rp76.000.000 – Rp50.000.000) = Rp3.900.000
Jumlah pajak yang wajib dibayar: Rp2.500.000 + Rp3.900.000 = Rp6.400.000

 

Note: Ingin mengetahui contoh penghitungan pajak penghasilan dari berbagai macam profesi, baca selengkapnya di SINI.

Selain menjadi karyawan, Pak Kelik juga memiliki usaha sampingan berupa kedai kopi. Pada tahun 2020, omzet kedai kopi milik Pak Kelik mencapai Rp5.000.000.000.

Biaya yang diperlukan untuk menjalankan usaha tersebut adalah Rp2.500.000.000 (fiskal). Angsuran PPh Pasal 25 sebesar Rp30.000.000 per bulan.

Penghitungan PPh Pak Kelik untuk tahun pajak 2020 yang dilaporkan pada SPT Tahunan adalah sebagai berikut.

Penghasilan neto dalam negeri dari pekerjaan: Rp130.000.000
Penghasilan neto dalam negeri dari usaha:
= Rp5.000.000.000 – Rp2.500.000.000 = Rp2.500.000.000
Total penghasilan neto: Rp130.000.000 + Rp2.500.000.000 = Rp2.630.000.000
PTKP (TK/0): Rp54.000.000
Penghasilan kena pajak: Rp2.630.000.000 – Rp54.000.000 = Rp2.576.000.000
PPh terutang:
5% x Rp50.000.000 = Rp2.500.000
15% x Rp200.000.000 = Rp30.000.000
25% x Rp250.000.000 = Rp62.500.000
30% x Rp2.076.000.000 = Rp622.800.000
Jumlah: Rp717.800.000
Kredit pajak: PPh Pasal 21 + PPh Pasal 25
= Rp6.400.000 + Rp300.000.000 = Rp306.400.000
PPh kurang bayar: PPh terutang – kredit pajak
= 717.800.000 – 306.400.000 = Rp411.400.000

 

PPh kurang bayar sebesar Rp411.400.000 harus dilunasi sebelum melaporkan SPT Tahunan.

Bukti pembayaran berupa SSP (Surat Setoran Pajak) dilampirkan pada formulir SPT Tahunan.

Pak Kelik dapat menggunakan jenis formulir SPT 1770 untuk pelaporan ini.

EFIN Pajak Pribadi, Daftar dan Aktivasikan SekarangIlustrasi formulir SPT pajak yang harus disiapkan saat melaporkan SPT Tahunan PPh

Cara Lapor SPT Tahunan Karyawan Punya Usaha

Terdapat beberapa cara bagi wajib pajak untuk melaporkan SPT Tahunan, yaitu datang langsung ke Kantor Pajak Pratama (KPP), mengirim SPT lewat pos ke KPP, memakai jasa ekspedisi di KPP terdaftar, hingga secara online menggunakan e-Filing.

Tentu saja di tengah wabah pandemi Covid-19 dan diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) lebih ketat lagi seperti sekarang ini yang berlaku pada 14 September 2018, lapor pajak secara online menjadi pilihan yang paling mudah dan aman.

Untuk melaporkan pajak secara daring, ada beberapa persyaratan yang perlu dipenuhi yaitu memiliki kode Electronic Filing Identification Number (EFIN), memiliki SPT baik dalam bentuk lembaran maupun elektronik.

Note: Baca juga Dokumen Pelengkap Formulir SPT Tahunan PPh Badan yang Wajib Ada

Khusus bagi pengusaha perorangan dalam kategori Pngusaha Kena Pajak (PKP), pelaporan SPT Pajak mensyaratkan pula kepemilikan Sertifikat Elektronik.

Setelah semua syarat dipenuhi, berikut adalah acara pelaporan pajak secara online.

  1. Login ke halaman DJP Online atau melalui e-Filing Klikpajak
  2. Masukkan NPWP dan kata sandi.
  3. Klik “E-Filing”. Akan muncul laman “Daftar SPT”. Klik “Buat SPT” untuk menuju ke laman selanjutnya.
  4. Akan muncul pertanyaan-pertanyaan untuk menentukan jenis formulir SPT (1770, 1770-S, atau 1770-SS).
  5. Pilih formulir SPT 1770 untuk karyawan yang juga memiliki usaha.
  6. Wajib pajak dapat memilih apakah akan mengisi SPT dengan formulir atau dengan pertanyaan panduan.
  7. Isi semua halaman sampai dengan halaman terakhir. Klik “di sini” untuk meminta kode verifikasi. Kode verifikasi akan dikirimkan ke e-mail.
  8. Klik “Kirim SPT”. Simpan data yang sudah diisi dengan klik “Simpan”.

Untuk melihat tutorial langkah-langkah pelaporan SPT Tahunan PPh, lihat di SINI.

Klikpajak.id adalah Penyedia Jasa Aplikasi Pajak (PJAP) atau Application Service Provider (ASP) mitra resmi Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang disahkan dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-169/PJ/2018.

Keuntungan Menggunakan e-Filing Klikpajak

Anda akan mendapatkan kemudahan cara lapor SPT Tahunan/Masa pajak dengan menggunakan aplikasi e-Filing Klikpajak karena akan dipandu dengan langkah-langkah yang mudah.

Selain itu, melaporkan seluruh jenis SPT melalui e-Filing Klikpajak gratis selamanya dan bisa dilakukan kapan saja serta di mana saja, seperti:

  • Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Badan
  • SPT Masa (Bulanan) Pajak
  • SPT Tahunan Pajak Pribadi

Setelah menyampaikan SPT Pajak, Anda akan peroleh bukti lapor dalam bentuk elektronik, yakni Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) dari DJP, yang berisi:

  • Informasi Nama Wajib Pajak (WP)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Tanggal pembuatan BPE
  • Jam pembuatan BPE
  • Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE)

Melalui Klikpajak, Anda juga akan mendapatkan NTTE resmi dari DJP sebagai bukti lapor.

Ketahui Batas Waktu Bayar dan Lapor SPT Pajak

Hindari sanksi atau denda telat bayar dan lapor pajak, lebih mudah lihat semua jadwal pembayaran dan pelaporan pajak pada kalender saku di Kalender Pajak Klikpajak.

Manfaatkan Fitur Lengkap Klikpajak

“Klikpajak memiliki fitur lengkap sebagai aplikasi pajak online yang membantu mempermudah urusan perpajakan bagi Anda para pelaku usaha, konsultan pajak, maupun bagi Anda yang bekerja sebagai tax officer di perusahaan.”

Anda dapat nyaman menggunakan aplikasi Klikpajak karena keamanan dan kerahasiaan data terjamin. Sebab Klikpajak sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standar Internasional ISO yang menjamin standar keamanan sistem teknologi informasi.

Apa saja fitur lengkap Klikpajak yang semakin memudahkan Anda dalam melakukan aktivitas perpajakan?

Contoh membuat Faktur Pajak di e-Faktur Klikpajak

e-Faktur Klikpajak

Selain e-Filing, berikut fitur lengkap Klikpajak lainnya yang semakin memudahkan Anda dalam melakukan aktivitas perpajakan:

Klikpajak merupakan aplikasi pajak online lengkap dan terintegrasi dalam satu platform yang memudahkan Anda mengelola administrasi perpajakan, mulai dari:

  • Faktur Pajak Masukan
  • Faktur Pajak Keluaran
  • Membuat Faktur Pajak Retur
  • Mengelola Faktur Pajak Masukan, Keluaran, dan Retur

Anda akan dipandu dengan langkah-langkah penggunaan fitur e-Faktur yang mudah dan sederhana.

Panduan langkah-langkah cara membuat e-Faktur dan contoh perhitungan PPN serta pelaporan SPT Masa PPN, selengkapnya bisa Anda lihat di SINI.

Fitur e-Faktur Klikpajak juga memudahkan Anda mengelola Nomor Seri Faktur Pajak (NSFP) dan memperoleh Surat Pemberitahuan (Pajak Pertambahan Nilai) PPN sesuai data yang diunggah ke DJP.

Note: Anda juga dapat menginput data Faktur Masukan dengan mudah menggunakan Scan QR Code e-Faktur Klikpajak secara gratis. Untuk mengetahui langkah-langkah input Faktur Pajak Masukan lewat handphone dengan Scan QR Code ini, selengkapnya lihat di SINI.

Contoh fitur membuat Bukti Potong PPh Pasal 23/26 di e-Bupot Klikpajak

e-Bupot Klikpajak

Klikpajak juga dilengkapi fitur e-Bupot yang memudahkan Anda menerbitkan Bukti Potong dan mengelola bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah. Karena alur yang efisien dan ramah penggunaan (user friendly).

Seperti diketahui, pembuatan Bukti Potong PPh Pasal 23/26 wajib menggunakan e-Bupot ayang berlaku mulai 1 Agustus 2020 ditetapkan dalam Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-269/PJ/2020.

Keunggulan e-Bupot Klikpajak

e-Bupot Klikpajak memiliki keunggulan yang bisa Anda manfaatkan untuk membantu bisnis perusahaan, di antaranya:

  • Pengelolaan bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah karena alur pembuatan yang efisien dan ramah penggunaan (user friendly).
  • Penghitungan pajak otomatis pada SPT Masa PPh 23/26.
  • Pengiriman bukti pemotongan pajak langsung ke lawan transaksi.
  • Bukti pemotongan serta pelaporan SPT Masa PPh 23/26 tidak perlu ditandatangani dengan tanda tangan basah.
  • Bukti pemotongan dan bukti pelaporan tersimpan aman, baik di PJAP dan DJP karena Klikpajak menggunakan teknologi cloud. Sehingga tak perlu khawatir bukti potong dan lapor pajak hilang jika terjadi kerusakan atau kehilangan komputer maupun laptop karena Anda tetap bisa mengaksesnya di mana pun.
  • Keamanan dan kerahasiaan data terjamin karena Klikpajak sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standar Internasional ISO, yang menjadi standar keamanan sistem teknologi informasi.
  • e-Bupot Klikpajak juga terintegrasi dengan sistem pembukuan akuntansi online Jurnal.id, sehingga semakin mudah dalam pembuatan bukti potong.
  • e-Bupot Klikpajak juga memiliki performa yang dapat di-scale up sesuai kebutuhan.
  • Layanan support pajak yang dapat diandalkan dan tutorial dalam penggunaan aplikasi yang terus diperbarui.
  • Fitur e-Bupot Klikpajak juga menyediakan data untuk kebutuhan rekapitulasi dan rekonsiliasi data faktur pajak atas transaksi yang dilakukan.

Note: Langkah-langkah membuat bukti potong PPh Pasal 23/26 dan penjelasan lengkap mengenai bukti pemotongan, baca di SINI.

Contoh BPE yang diterbitkan Klikpajak resmi dari DJP

e-Billing Klikpajak

Sistem e-Billing akan membimbing Anda mengisi Surat Setoran Pajak (SSP) elektronik dengan benar sesuai transaksi. Sebelum menyetor pajak, Anda perlu mendapatkan Kode Billing atau ID Billing terlebih dahulu dari DJP melalui e-Billing.

Anda bisa membuat ID Billing untuk semua jenis Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS) dengan mudah dan gratis.

Semua riwayat ID Billing dan SSP akan tersimpan dengan aman sesuai jenis dan masa pajak yang diinginkan. Begitu juga Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) juga akan disimpan dengan rapi dan aman pada Arsip Pajak di Klikpajak.

Contoh fitur aplikasi akuntansi online Jurnal.id yang terintegrasi dengan support system perpajakan online Klikpajak.id

Terintegrasi dengan Aplikasi Akuntansi ‘Online’

Kelebihan lain Klikpajak adalah bisa menarik data langsung dari laporan keuangan pengguna aplikasi akuntansi online. Salah satunya adalah Jurnal.id.

Anda semakin mudah dalam membuat dan mengelola e-Faktur serta e-Bupot karena Klikpajak bisa menarik data langsung dari laporan keuangan pengguna aplikasi akuntansi online seperti Jurnal by Mekari – Simple Online Accounting Software.

Ini adalah teknologi canggih berbasis API integration yang membuat proses pengolahan data pajak dari bagian accounting (keuangan) lebih cepat dan mudah. Sehingga proses pengelolaan pajak jadi makin gampang dan tepat hanya dengan Klikpajak.

Tim ‘Support’ Klikpajak Siap Membantu Anda!

Sebagai mitra resmi DJP, KlikPajak akan membantu Anda dalam menghitung, membayar hingga melaporkan kegiatan perpajakan. Tinggal klik, semua urusan pajak Anda selesai dalam sekejap!

Ingin melihat bagaimana Klikpajak dapat membantu bisnis Anda dalam membuat Faktur Pajak secara efektif yang dapat menghemat banyak waktu Anda?

“Kami senang berbicara dengan Anda. Jadwalkan demo dan kami dapat menunjukkan caranya. Klikpajak mengerti yang Anda butuhkan.”

Cukup daftarkan email Anda di www.klikpajak.id dan manfaatkan kemudahan dalam mengurus perpajakan Anda mulai dari menghitung, membayar hingga melaporkan pajak hanya dalam satu platform.


PUBLISHED15 Sep 2020
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: