Lupa EFIN Pajak atau EFIN Hilang? Ini Cara Mendapatkannya lagi

Lupa EFIN Pajak atau EFIN Hilang, Ini Cara Mendapatkannya Lagi

Lupa EFIN saat akan lapor SPT pajak melalui e-Filing? Tidak perlu panik karena Anda dapat menemukan panduan lengkap cara mendapatkan EFIN kembali saat lupa atau EFIN hilang di sini.

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan RI untuk sementara waktu masih membatasi melayani Wajib Pajak (WP) secara tatap muka demi menghindari penyebaran Virus Corona (Covid-19).

Dalam kondisi seperti ini, akses-akses online pun dioptimalkan oleh DJP, termasuk melayani Wajib Pajak (WP) lewat pos.

Lantas, bagaimana jika ingin melakukan aktivasi atau menggunakan e-Filing tapi lupa dengan nomor EFIN? 

Lebih mudah kelola pajak dan keuangan perusahaan, ikuti demo online Klikpajak Demo Jurnal, kami dapat menyesuaikan waktu Anda kapan saja.

EFIN atau Electronic Filing Identification Number (EFIN) adalah nomor identifikasi elektronik yang diterbitkan DJP bagi WP untuk melakukan pelaporan pajak online melalui aplikasi pajak resmi yang disahkan DJP.

EFIN berfungsi sebagai salah satu bentuk autentikasi agar setiap transaksi pajak online bisa terenkripsi.

Dengan begitu, terjamin keamanannya.

EFIN harus segera diaktivasi atau didaftarkan pada aplikasi pajak yang digunakan, segera setelah mendapatkannya

Sebab jika sudah lebih dari 30 hari tidak diaktivasi, maka WP harus kembali mengulang permohonan nomor EFIN dari awal.

Jika lupa nomor EFIN, tidak perlu panik. Ada beberapa solusi yang dapat diambil untuk mengetahui nomor EFIN walaupun kantor pajak sedang tutup.

Seperti apa caranya, Klikpajak by Mekari akan mengulasnya untuk Anda agar dapat segera melaporkan SPT Tahunan Anda.

Pentingnya EFIN Pajak

Dalam perpajakan Indonesia, EFIN berperan sangat penting, baik itu untuk  WP Orang Pribadi (OP) maupun Wajib Pajak badan.

Sebab seperti disampaikan sebelumnya, EFIN adalah nomor identitas yang diterbitkan oleh DJP Kementerian Keuangan RI supaya WP dapat melakukan transaksi elektronik perpajakan.

Aturan mengenai EFIN ini termaktub dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-41/PJ/2015 tentang Pengamanan Transaksi Elektronik Layanan Pajak Online sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-06/PJ/2019.

Dokumen yang diperlukan untuk pengajuan nomor EFIN Pribadi dan EFIN Badan tentu saja tidak sama.

Untuk permohonan nomor EFIN WP OP, tidak bisa diwakilkan oleh orang lain, kecuali bagi karyawan suatu perusahaan yang mengajukan secara kolektif.

Adapun untuk pengajuan permohonan EFIN Pajak Badan, dilakukan oleh pengurus dalam perusahaan tersebut atau orang yang ditunjuk untuk mewakili perusahaan atau badan.

Nantinya, pengurus yang ditunjuk perusahaan tersebut yang akan mengisi, menandatangani, dan menyampaikan Formulir Permohonan Aktivasi EFIN yang semuanya sekarang dianjurkan lewat online demi menghindari penyebaran Covid-19.

Lupa EFIN Pajak atau EFIN Hilang? Ini Cara Mendapatkannya lagi

Siapkan Data Pengajuan EFIN saat Lupa EFIN Pajak

Bagi WP yang lupa EFIN Pajak atau EFIN hilang, bisa mendapatkan kembali nomor EFIN setelah dengan melakukan konfirmasi beberapa data atau informasi.

Data apa sajakah itu?

Berikut data yang harus Anda siapkan saat mengajukan kembali EFIN ketika lupa EFIN atau EFIN hilang:

1. Kartu tanda Penduduk (KTP)

2. Nomor NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)

Panduan lengkap membuat NPWP online:

2. Alamat rumah terdaftar pada saat registrasi EFIN sebelumnya

Panduan lengkap membuat EFIN online:

3. Alamat email atau nomor ponsel terdaftar pada saat registrasi EFIN sebelumnya

4. Tahun pajak SPT terakhir (misalnya, SPT terakhir yang dilaporkan adalah SPT Tahun Pajak 2020, tetapi disampaikan pada Maret 2021, maka jawabannya adalah 2020)

Lupa EFIN Pajak atau EFIN Hilang? Ini Cara Mendapatkannya lagiIlustrasi NPWP untuk mengajukan saat lupa EFIN atau EFIN hilang

Ikuti Langkah Berikut Saat Lupa EFIN Pajak atau EFIN Hilang

Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan saat lupa EFIN pajak atau EFIN hilang yang bisa Anda pilih salah satunya.

A. Hubungi Petugas Pajak jika Lupa EFIN Pajak atau EFIN Hilang

Anda dapat menghubungi petugas pajak lewat telepon melalui Kring Pajak 1500200 atau telepon resmi KPP.

Di mana alamat dan email serta nomor telepon KPP?

Klik daftar unit kerja DJP

Untuk menjadi perhatian, satu panggilan telepon WP hanya untuk satu kali permohonan layanan lupa EFIN.

Pastikan Anda sendiri yang melakukan panggilan (telepon).

Sebab petugas nanti akan melakukan verifikasi dan membutuhkan data Proof of Record Ownership (PORO).

Pengecekan Data

Petugas melakukan pengecekan kesesuaian data yang Anda diberikan dengan database DJP 

Jika semua data sudah sesuai atau cocok, maka petugas akan membuat dan mengirim pemberitahuan EFIN dalam bentuk PDF Terproteksi melalui email yang sudah Anda daftarkan sebelumnya. 

Satu email WP hanya untuk satu permohonan layanan lupa EFIN.

Dalam permohonan lupa EFIN yang diajukan lewat email, harus dilengkapi Proof of Record Ownership (PORO) 

Anda juga harus mengirimkan swafoto atau selfie sambil memegang KTP dan kartu NPWP. 

Petugas nanti akan melakukan pengecekan kesesuaian data yang Anda berikan dengan database DJP. 

Apabila semua data sudah sesuai, petugas akan membuat dan mengirim pemberitahuan EFIN dalam bentuk PDF ke email Anda. 

Lupa EFIN Pajak atau EFIN Hilang? Ini Cara Mendapatkannya lagiIlustrasi menghitung petugas pajak saat lupa EFIN atau EFIN hilang

B. Alternatif jika Lupa EFIN Pajak atau EFIN Hilang

Selain menghubungi petugas pajak lewat telepon, Anda juga dapat mengajukan saat lupa EFIN atau EFIN hilang melalui pilihan berikut:

1. Chat Pajak

Untuk pengjuan saat lupa EFIN atau hilang EFIN melalui Chat Pajak, silakan kunjungi laman situs pajak.go.id.

Pada bagian kanan bawah situs DJP akan muncul logo “Chat Pajak”.

Selanjutnya, Anda hanya tinggal klik logo dan petugas resmi pajak akan melayani melalui fitur chat tersebut. 

Sempaikan kepada petugas bahwa Anda lupa EFIN untuk lapor SPT online.

Petugas pajak selanjutnya akan memberikan langkah-langkah kepada Anda untuk mendapatkan kembali nomor EFIN.

Saat yang sama, siapkan juga  KTP dan NPWP.

Note: Cara Daftar Akun DJP Online dan Akun Klikpajak

2. Akun Twitter @kring_pajak

Anda juga bisa menghubungi layanan ini saat lupa nomor EFIN.

Layanan pemberian informasi kedua yang dapat diakses bila lupa nomor EFIN pajak atau EFIN hilang adalah melalui akun Twitter resmi Kring Pajak di @kring_pajak.

Anda hanya tinggal mention atau kirim direct message pada username akun tersebut.

Selanjutnya tunggu saja, akun Kring Pajak akan menghubungi Anda melalui fitur Direct Message (DM) pada Twitter agar kerahasiaan dan keamanan data pajak tetap terjaga.

Ikuti instruksi yang diberikan admin akun Kring Pajak melalui DM dan Anda akan mendapatkan kembali EFIN Anda.

Mengakses live chat, Twitter, dan telepon Kring Pajak hanya dapat dilakukan selama jam operasional Kantor Layanan Informasi dan Pengaduan DJP, yakni setiap hari kerja (Senin sampai Jumat), pukul 08.00 sampai 16.00.

Tak hanya untuk EFIN, layanan pemberian informasi tersebut juga bisa digunakan untuk mendapatkan informasi kode verifikasi penyampaian SPT bagi WP yang mengalami kendala dalam pengiriman kode verifikasi melalui email.

Anda harus memberikan data yang sama atau sesuai kepada petugas pajak yang melayani lewat Kring Pajak.

Apabila data yang disampaikan cocok dengan data yang ada pada sistem DJP, maka Anda akan menerima email dari informasi@pajak.go.id yang berisi informasi EFIN dalam file dengan format PDF.

File ini terproteksi dengan kata sandi yang tercantum dalam email sama.

Lupa EFIN Pajak atau EFIN Hilang? Ini Cara Mendapatkannya lagiLayanan pajak melalui media sosial saat lupa EFIN pajak atau EFIN hilang

C. Cara Lain Menemukan EFIN Hilang atau Lupa EFIN Pajak

Selain melalui layanan informasi di atas, masih ada beberapa cara lain yang bisa dicoba ketika Anda lupa EFIN pajak atau EFIN hilang, yaitu:

1. Bongkar kembali berkas-berkas perpajakan, mungkin saja kertas nomor EFIN WP terselip di sana.

2. Jika belum ketemu, silakan cek inbox email. Ketika kata kunci  “EFIN” pada kolom pencarian (search), barangkali Anda belum menghapusnya email dari DJP.

Baca Juga: Kaleidoskop 2020: Deretan Cobaan Ekonomi RI hingga Aturan Pajak Teranyar

Proses atau Cara Aktivasi EFIN Pajak secara Online

Sebelum menggunakan EFIN untuk lapor SPT pajak di e-Filing, terlebih dahulu Anda harus melakukan aktivasi EFIN.

Jika Anda belum mengaktifkan EFIN, berikut tata cara melakukan aktivasi EFIN Pajak setelah mendapatkan kembali nomor EFIN saat lupa EFIN pajak atau EFIN hilang:

1. Ajukan permohonan aktivasi EFIN melalui email resmi KPP

Untuk menjadi pertahian, satu email hanya untuk satu permohonan layanan aktivasi EFIN.

2. Kirimkan swafoto atau selfie dengan memegang KTP dan kartu NPWP melalui email serta persyaratan lainnya

3. Petugas pajak nantinya akan mengecek kesesuaian data yang Anda kirimkan dengan database DJP

4. Jika semua sudah cocok, petugas pajak akan membuat dan mengirim pemberitahuan EFIN dalam bentuk PDF melalui email yang sudah didaftarkan sebelumnya

Di mana alamat dan email serta nomor telepon KPP?

Klik daftar unit kerja DJP

Setelah mendapatkan EFIN dan mengaktifkan EFIN pajak, selanjutnya Anda dapat melaporkan SPT Tahunan pajak melalui e-Filing Klikpajak.

Klikpajak.id adalah Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) atau Application Service Provider (ASP) mitra resi Ditjen Pajak yang disahkan dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-169/PJ/2018.

 Melalui e-Filing Klikpajak, Anda dapat melaporkan berbagai jenis SPT Tahunan/Masa PPh dengan langkah-langkah yang mudah.

Lapor SPT juga gratis selamanya melalui e-Filing Klikpajak.

Anda bisa melaporkan semua jenis SPT mulai dari SPT Tahunan Pajak Badan, SPT Masa (Bulanan) Pajak, dan SPT Tahunan Pajak Pribadi.

Setelah menyampaikan SPT Pajak, Anda akan peroleh bukti lapor dalam bentuk elektronik, yakni Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) dari DJP, yang berisi:

  • Informasi Nama Wajib Pajak (WP)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Tanggal pembuatan BPE
  • Jam pembuatan BPE
  • Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE)

Melalui Klikpajak, Anda juga akan mendapatkan NTTE resmi dari DJP sebagai bukti lapor.

Tutorial cara lapor SPT PPh Pribadi, lihat video di bawah ini:

Cara lapor SPT PPh Badan, dapat Anda lihat pada video berikut:

Aturan Baru Sanksi Tidak/Telat Lapor SPT Pajak

DJP telah menentukan kapan batas waktu pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Pajak Penghasilan (PPh) maupun PPN.

WP yang tidak lapor atau terlambat melakukan pelaporan pajak, harus bersiap menghadapi sanksi atau denda keterlambatan.

Sebelumnya, pengenaan sanksi terlambat dan kurang bayar pajak sebesar 2% per bulan dalam Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (UU KUP) No. 6/1983 yang diubah dengan UU 16/2009.

Namun ketentuan diubah dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, menjadi disesuaikan dengan tingkat atau tarif suku bunga acuan per bulan.

Hasil penghitungan sanksi telat lapor SPT dan kurang bayar pajak terbaru pengenaan sanksi terkait pelaporan SPT jumlahnya bisa lebih rendah dibanding sanksi sebelumnya.

Note: Poin-Poin UU Cipta Kerja Klaster Perpajakan 

Berikut rincian aturan sanksi dan denda terkait pelaporan SPT pajak dalam UU Cipta Kerja:

1. Sanksi denda berdasarkan suku bunga acuan ditambah 5% dibagi 12 berlaku pada tanggal dimulai penghitungan sanksi, paling lama 24 bulan pada WP yang;

  • Melakukan pembetulan SPT sendiri dan membuat utang pajak menjadi lebih besar
  • Kurang bayar karena pembetulan SPT Tahunan/Masa
  • Terlambat membayar PPh Pasal 29 SPT tahunan
  • Terlambat membayar SPT Masa

2. Jika tidak melunasi SPT kurang bayar => Sanksi denda berdasarkan suku bunga acuan ditambah 10% dibagi 12, paling lama 24 bulan

3. Jika tidak melunasi pajak kurang bayar dan mendapatkan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) => Sanksi denda berdasarkan suku bunga acuan ditambah 15% dibagi 12, paling lama 24 bulan

4. Jika tidak menyampaikan SPT atau mengisi SPT dengan tidak benar atau tidak lengkap, atau melampirkan keterangan yang isinya tidak benar => Akan didenda sebesar 100% dari jumlah pajak yang kurang bayar saat pengungkapan pelaporan pajak tidak benar.

Jumlah ini lebih rendah dari yang tertulis di UU KUP, sebesar 150%.

5. Jika PPh PKP kurang bayar, sanksi administratif berupa bunga yang ditetapkan Menkeu dihitung sejak terutangnya pajak atau berakhirnya Masa Pajak, bagian Tahun Pajak, atau Tahun Pajak sampai diterbitkannya Surat Tagihan Pajak (STP).

Note: Aturan Baru Membuat e-Faktur dan Mengkreditkan PPN di UU Cipta Kerja

Temukan ketentuan terbaru tentang perpajakan dalam Undang-Undang Cipta Kerja Nomor 11 Tahun 2020 pada e-Book “Susunan dalam Satu Naskah UU Perpajakan (UU Cipta Kerja)”, berikut ini:

Ketahui Batas Waktu Bayar dan Lapor SPT Pajak

Tak perlu bingung kapan waktunya harus bayar lapor pajak untuk menghindari sanksi atau denda telat bayar dan lapor pajak.

Lebih mudah lihat semua jadwal pembayaran dan pelaporan pajak pada kalender saku di Kalender Pajak Klikpajak.

Lebih Mudah Urus Perpajakan Lainnya di Klikpajak

Bukan hanya fitur lapor SPT pajak di e-Filing saja, Anda  juga dapat melakukan berbagai aktivitas perpajakan lainnya di aplikasi pajak online Klikpajak.id dengan lebih mudah.

Sebab Klikpajak memiliki fitur lengkap untuk mempermudah urusan perpajakan Anda.

Anda dapat membuat Faktur Pajak elektronik maupun Bukti Pemotongan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 23/26 hingga penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan/Masa PPh maupun PPN (Pajak Pertambahan Nilai) dengan cara yang simpel.

Berikut fitur lengkap Klikpajak yang semakin membuat urusan administrasi perpajakan Anda lebih efektif dan efisien.

A. Bisa Membuat Kode Billing Sekaligus Bayar Pajak di e-Billing

Sebelum menyetor pajak, harus mendapatkan Kode Billing atau ID Billing terlebih dahulu dari DJP sebagai syarat untuk membayar pajak.

Setelah mendapatkan Kode Billing dari DJP, selanjutnya membayar/menyetor pajak melalui ATM, internet banking atau teller bank/pos persepsi.

Melalui e-Billing Klikpajak, Anda dapat membuat Kode Billing untuk semua jenis Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS) dengan mudah dan gratis.

Semua riwayat ID Billing dan SSP akan tersimpan dengan aman sesuai jenis dan Masa Pajak yang diinginkan.

Begitu juga Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) akan disimpan dengan rapi dan aman pada fitur Arsip Pajak di Klikpajak.

Sistem e-Billing akan membimbing Anda mengisi Surat Setoran Pajak (SSP) elektronik dengan benar sesuai transaksi.

Klikpajak.id akan menerbitkan ID Billing Anda resmi dari DJP dan Anda dapat langsung membayar Pajak tanpa keluar dari platform. Karena e-Billing Klikpajak terintegrasi dengan bank persepsi yang ditunjuk DJP untuk menerima pembayaran/setoran pajak.”

Setelah pembayaran pajak selesai, Anda akan langsung menerima Bukti Penerimaan Negara (BPN) resmi dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Note: Langkah-Langkah Cara Membuat Kode Billing dan Bayar Billing di e-Billing

Lupa EFIN Pajak atau EFIN Hilang? Ini Cara Mendapatkannya lagi

B. Menggunakan Fitur e-Faktur 3.0 dan Lapor SPT Masa PPN Tanpa ‘Install’ Aplikasi

Seperti diketahui, DJP telah mewajibkan pengguna e-Faktur untuk melakukan update e-Faktur 3.0 menggantikan e-Faktur 2.2 mulai 1 Oktober 2020.

Wajib Pajak (WP) Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang selama ini menggunakan aplikasi e-Faktur Client Desktop DJP, harus install dan download patch terbaru untuk update e-Faktur 3.0 pada perangkat komputernya agar bisa menggunakan aplikasi yang dilengkapi dengan fitur prepopulated ini.

Dengan fitur prepopulated e-Faktur 3.0, maka DJP sudah menyiapkan data yang dibutuhkan untuk kemudian PKP tinggal mencocokkan saja saat pembuatan e-Faktur maupun pelaporan SPT Masa PPN-nya.

Ingat, meskipun PKP pengguna e-Faktur Client Desktop sudah update e-Faktur 3.0, tapi tetap harus berpindah ke aplikasi e-Faktur Web Based DJP di web-efaktur.pajak.go.id saat akan melaporkan SPT Masa PPN.

Karena DJP telah menutup pelaporan SPT Masa PPN di e-Filing dan e-SPT. Tapi lapor SPT Masa PPN wajib di aplikasi e-Faktur.

Update sistem terbaru e-Faktur 3.0 DJP ini juga harus dilakukan pada server PJAP mitra resmi DJP, seperti Klikpajak.id.

Jadi, ketika Anda menggunakan e-Faktur Klikpajak.id, bukan hanya dapat langsung memanfaatkan fitur prepopulated e-Faktur untuk membuat Faktur Pajaknya, tapi juga bisa lapor SPT Masa PPN di e-Faktur tanpa keluar atau pindah platform.

“Langsung saja gunakan aplikasinya, biar Klikpajak.id yang mengurus sistemnya untuk mempermudah pembuatan e-Faktur, pembayaran PPN, hingga pelaporan SPT Masa PPN Anda dengan mudah hanya dalam satu langkah.”

Ingin langsung menggunakan aplikasi e-Faktur 3.0 tanpa install aplikasinya? Langsung saja daftar dan aktifkan akun e-Faktur Anda di https://my.klikpajak.id/register.

Kenapa urus Faktur Pajak lebih mudah di Klikpajak?

Melalui Klikpajak.id, Anda dapat membuat berbagai macam Faktur pajak, mulai dari Faktur Pajak Pengganti, Retur, bahkan dapat menghapus draft Faktur Pajak, hingga bayar PPN dan lapor SPT Masa PPN dengan langkah-langkah yang mudah hanya dalam satu platform.

Bahkan administrasi e-Faktur semakin cepat dan praktis karena Klikpajak.id terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Sehingga Anda dapat menarik data laporan keuangan yang akan dibuat Faktur Pajaknya dengan sangat mudah dan simpel.

Lihat beberapa tutorial penggunaan aplikasi e-Faktur Klikpajak berikut ini:

  1. Alur Pembuatan Faktur Pajak, Bayar PPN dan Lapor SPT Masa PPN di e-Faktur
  2. Tutorial Membuat Berbagai Jenis Faktur Pajak di e-Faktur
  3. Cara Menggunakan Prepopulated Faktur Pajak Masukan di e-Faktur 3.0

Lupa EFIN Pajak atau EFIN Hilang? Ini Cara Mendapatkannya lagi

C. Mudah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT Masa PPh Pasal 23/26 di e-Bupot

Seperti diketahui, baik WP Pengusaha Kena Pajak (PKP) maupun Non-PKP yang melakukan transaksi yang mengharuskan membuat bukti pemotongan PPh 23/26 wajib menggunakan e-Bupot mulai 1 Oktober untuk masa pajak September 2020.

Wajib e-Bupot bagi WP PKP dan Non-PKP ini diatur dalam Kepdirjen Nomor KEP-368/PJ/2020 tentang Penetapan Pemotong PPh Pasal 23/26 yang Diharuskan Membuat Bukti Pemotongan dan Diwajibkan Menyampaikan SPT Masa PPh Pasal 23/26 Berdasarkan PER-04/PJ/2017.

Klikpajak juga dilengkapi dengan fitur e-Bupot yang semakin memudahkan Anda membuat bukti pemotongan PPh Pasal 23/26 dan melaporkan SPT PPh 23/26 melalui e-Bupot dengan menarik data langsung dari laporan keuangan elektronik.

Note: Langkah-Langkah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT PPh Pasal 23/26 di e-Bupot

Keunggulan e-Bupot Klikpajak

Berikut keunggulan e-Bupot Klikpajak yang dapat membantu bisnis perusahaan:

  • Pengelolaan bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah karena alur pembuatan yang efektif dan ramah penggunaan (user friendly).
  • Penghitungan pajak otomatis pada SPT Masa PPh 23/26.
  • Pengiriman bukti pemotongan pajak langsung ke lawan transaksi.
  • Bukti pemotongan serta pelaporan SPT Masa PPh 23/26 tidak perlu ditandatangani dengan tanda tangan basah.
  • Bukti pemotongan dan bukti pelaporan tersimpan aman, baik di Klikpajak dan DJP.
  • e-Bupot Klikpajak juga terintegrasi dengan sistem pembukuan akuntansi online Jurnal.id, sehingga semakin mudah membuat bukti potong.
  • e-Bupot Klikpajak juga memiliki performa yang dapat di-scale up sesuai kebutuhan.
  • Layanan support pajak yang dapat diandalkan dan tutorial dalam penggunaan aplikasi yang terus diperbarui.
  • Fitur e-Bupot Klikpajak juga menyediakan data untuk kebutuhan rekapitulasi dan rekonsiliasi data Faktur Pajak atas transaksi yang dilakukan.

Lupa EFIN Pajak atau EFIN Hilang? Ini Cara Mendapatkannya lagi

D. Dilengkapi Fitur ‘Multi Users dan Multi NPWP’ Unlimited dan Gratis!

Klikpajak.id juga dilengkapi dengan fitur Multi Users dan Multi Company (NPWP) yang semakin membuat aktivitas perpajakan Anda lebih efektif.

Fitur ‘Multi Users’ Klikpajak adalah fitur yang memungkinkan Anda untuk dapat mengatur siapa saja dan berapa banyak pengguna yang dapat mengakses akun aplikasi Klikpajak.id di bawah nama perusahaan yang sama.

Sedangkan fitur ‘Multi Company/NPWP’ adalah fitur yang memungkinkan Anda untuk mengelola beberapa perusahaan dalam satu akun Klikpajak.

Note: Lebih jelasnya bagaimana cara kerja fitur Multi Users dan Multi NPWP ini, selengkapnya baca di SINI.

Lupa EFIN Pajak atau EFIN Hilang? Ini Cara Mendapatkannya lagi

E. Terintegrasi Jurnal.id: Administrasi Perpajakan Makin Mudah dan Cepat

Agar semakin mudah dan praktis dalam melakukan administrasi perpajakan Anda, gunakan juga pembukuan dan laporan keuangan dalam aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Karena aplikasi pajak online Klikpajak.id terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Anda dapat menarik data transaksi dalam laporan keuangan untuk langsung dibuatkan Faktur Pajaknya maupun Bukti Potong Pajaknya secara langsung, dan saat diperlukan untuk melaporkan SPT pajaknya dengan cepat dalam satu platform.

Integrasi dengan Jurnal by Mekari ini merupakan teknologi canggih berbasis API integration yang membuat proses pengolahan data pajak dari bagian keuangan (accounting) lebih cepat dan mudah.

Jurnal.id adalah software akuntansi online berbasis cloud dengan laporan keuangan lengkap, seperti:

  • Neraca keuangan
  • Arus kas
  • Laba-rugi

Dan lainnya yang memudahkan Anda mengelola faktur, biaya, stok barang, cash link atau transfer langsung dalam aplikasi, hingga melihat ringkasan bisnis dari smartphone Anda.

Note: Ketahui bagaimana integrasi aplikasi akuntansi online Jurnal.id dan aplikasi pajak online Klikpajak.id ini semakin memudahkan urusan perpajakan Anda, selengkapnya temukan di SINI.

Lupa EFIN Pajak atau EFIN Hilang? Ini Cara Mendapatkannya lagi

Data Anda Terlindungi

Tenang, Anda dapat menyimpan berbagai riwayat pembayaran atau bukti pelaporan pajak maupun aktivitas pajak lainnya dengan aman, karena keamanan dan kerahasiaan data terjamin.

Sebab Klikpajak.id sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standarisasi Internasional ISO (International Organization for Standardization) yang menjamin standar keamanan sistem teknologi informasi.

Sehingga Anda tidak perlu khawatir kehilangan bukti bayar atau lapor pajak hilang jika terjadi kerusakan atau kehilangan komputer maupun laptop.

Karena Klikpajak merupakan aplikasi pajak berbasis web (web based) yang didukung dengan teknologi cloud, semakin memudahkan Anda melakukan semua aktivitas perpajakan hanya dalam satu platform kapan pun dan di mana saja.

Baca Juga: Perbedaan e-Faktur Client Desktop, Web Based, Host to Host dan Penggunaannya

Cloud computing atau komputasi awan adalah teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat server untuk mengelola data dan juga aplikasi pengguna.

Melalui teknologi cloud, Anda bisa menggunakan aplikasi tanpa harus mengunduh (download) dan memasang (install) aplikasi terlebih dahulu.

Sebab sistem cloud yang berbasis web ini memudahkan Anda dalam mengakses data dan informasi melalui internet secara cepat.

Lupa EFIN Pajak atau EFIN Hilang? Ini Cara Mendapatkannya lagiKeamanan data adalah yang utama

Tim ‘Support’ Klikpajak Selalu Siap Membantu Anda!

“Fitur lengkap Klikpajak membantu mempermudah urusan perpajakan bagi Anda para pelaku usaha, konsultan pajak, maupun bagi Anda yang berprofesi pada bagian keuangan atau sebagai tax officer di perusahaan.”

Sebagai mitra resmi DJP, Klikpajak akan membantu Anda dalam menghitung, membayar dan melaporkan pajak Anda dengan mudah.

Tinggal klik, semua urusan pajak Anda selesai dalam sekejap!

Ingin melihat bagaimana Klikpajak dapat membantu bisnis atau aktivitas Anda dalam membuat

Faktur Pajak, Bukti Pemotongan Pajak, penyampaian SPT Tahunan/Masa PPh dan PPN, serta berbagai aktivitas perpajakan lainnya secara efektif menghemat banyak waktu Anda?

“Jangan segan menghubungi kami, karena kami senang berbicara dengan Anda. Jadwalkan demo dan kami dapat menunjukkan caranya untuk memudahkan urusan perpajakan Anda. Klikpajak.id mengerti yang Anda butuhkan.”

Cukup daftarkan email Anda di www.klikpajak.id dan temukan bagaimana Anda dapat melakukan urusan pajak dengan sangat menyenangkan. Lebih mudah dari sekadar yang Anda bayangkan.

Mudah bukan, urus lupa EFIN pajak atau EFIN hilang?

Anda juga dapat lebih mudah melakukan pengelolaan pajak sekaligus keuangan perusahaan.

Caranya, ikuti demo online cara kelola pajak dan keuangan usaha di Klikpajak Demo Jurnal, kami dapat menyesuaikan waktu Anda kapan saja.


PUBLISHED08 Jan 2021
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: